Lonely – Drabble

lonely

Lonely || Written by Vi || Starring SNSD Sooyoung | EXO-M Luhan || Rated for General || Family || Disclaimer: I just borrow the cast || Note: inspired by other ff, manga, anime, J-drama, my imagination. Sorry for bad fanfic and story. I wrote this drabble like a diary.

*****

31 Desember

Sendirian di tengah malam tahun baru.

Menyedihkan sekali.

Ini malam tahun baru tetapi aku harus merayakan tahun baru sendirian.. Untuk pertama kalinya. Ya, untuk pertama kalinya. Biasanya ada sesosok lelaki yang manis bersamaku di rumah andai kata orangtuaku –eh , tidak , lebih tepatnya orangtua kami tidak pulang dari luar negeri , tempat mereka biasanya bekerja.

Lelaki manis itu Luhan. Adikku. Ia lebih muda dariku beberapa bulan. Awalnya kupikir aku akan mendapatkan seorang kekasih sebelum dia mendapatkan satu , tetapi malah sebaliknya yang terjadi. Baru beberapa hari yang lalu , ia mengungkapkan perasaannya pada gadis yang disukainya di sekolah, sebut saja namanya Seo Joohyun dan sekarang ia memilih untuk menghabiskan malam tahun baru bersama keluarga Seo Joohyun itu daripada bersama kakaknya yang kesepian di rumah ini ?

Aku kesepian sangat kesepian.

Biasanya, adikku lah yang menghiburku dengan mengajakku menonton kembang api di luar rumah tetapi sekarang ? Aku malah berdiam diri di rumah sambil melahap ramen yang baru saja kumasak. Rasanya saja tidak begitu enak.

Sementara aku melahap ramen , aku juga sesekali mendengar suara anak-anak tertawa ceria sambil menonton kembang api. Biasanya aku dan Luhan juga melakukan itu.

Semenjak ia memiliki kekasih beberapa hari yang lalu , ia jarang menghabiskan waktu bersamaku lagi. Awalnya aku merasa baik-baik saja dengan hal itu karena kupikir ia masih –setidaknya mungkin mau menghabiskan malam tahun baru bersamaku. Tetapi nyatanya .. Tidak juga.

Meski ia belum kembali pulang aku tetap menunggu kedatangannya. Aku menunggu sampai ia pulang agar setidaknya di malam tahun baru ini kami masih bisa memiliki kesempatan untuk bersama. Menikmati kembang api di malam tahun baru.

Aku terus memakan ramen yang tak kunjung habis ini sampai akhirnya aku mendengar suara bel rumahku berbunyi. Pasti Luhan. Itulah dugaanku.

Dugaanku benar. Karena siapa lagi yang mau datang sekarang ? Sahabatku berlibur semua. Ada yang ke Kyoto, Osaka, atau bahkan Paris dan Korea ! Aku masih di Tokyo.

Luhan berjalan memasuki rumah dengan perlahan. Senyuman nampak di wajahnya.

Ia mengatakan padaku bahwa ia senang sekali bisa menghabiskan malam tahun baru bersama dengan keluarga kekasihnya. Aku hanya bisa membalas ucapannya itu dengan sebuah senyuman paksa. Apa ia tidak tahu perasaanku sekarang ? Aku kesepian, adikku.

Setelah ia melepas mantel tebalnya dan membuat minuman hangat untuk dirinya , iapun duduk di sofa sambil menyalakan televisi. Aku tak tahan lagi dengan rasa kesepianku. Akupun berlari kearahnya dan memeluknya.

Onee-san ? Ada apa ?” tanyanya polos. Adikku ini ! Beraninya memasang wajah polos di hadapanku setelah membuatku kesepian seharian ini !

“Pahamilah perasaanku. Menurutmu bagaimana rasanya kalau dirimu ditinggal seharian di rumah sendirian tanpa diperhatikan ? Bagaimana rasanya kau dilupakan saat orang yang melupakanmu itu sudah mendapat orang lain yang dekat dengannya ?” Aku menyerbunya dengan pertanyaan itu. Suasana hening sejenak. Hanya suara televisi beserta tawa anak-anak di luar rumah yang terdengar. Mata Luhan mengerjap beberapa kali untuk menyadari situasi yang dihadapinya bersamaku sekarang.

“Sepi .. Kah ?”

“Kau pahamkan dengan perasaanku ?” kataku sambil mengguncangkan bahunya agar ia bisa mengerti maksudku.

Ia langsung membulatkan mata beserta mulutnya seolah paham sesuatu. Iapun tersenyum manis dan berkata, “onee-san , kau kesepian ya?”

Aku mendengus kesal dan berseru , “tentu saja ! Apa kau baru menyadarinya , adikku ?”

Gomennasai onee-san, aku meninggalkanmu seharian. Tetapi aku tak pernah melupakanmu kok. Buktinya aku membawa sesuatu untukmu,” katanya sambil terus tersenyum. Iapun berjalan menuju dapur dan langkahnya terhenti tepat di depan meja makan dimana ia meletakkan sesuatu yang dibawanya tadi.

“Ini, untukmu onee-san.”

Ia menyodorkan sebuah kotak padaku. Kotak makanan ?

Kubuka kotak makanan tersebut. Setelah tutupnya terbuka, aku dapat melihat banyak makanan yang bisa dikategorikan sebagai makanan favoritku.

Takoyaki ? Sushi ? Taiyaki ?” Aku menyebutkan beberapa makanan yang kulihat. Banyak makanan yang mudah kutemukan di hari-hari biasa.

“Itu semua makanan favorit onee-san kan ? Aku ingat lho ! Untuk onee-san , aku sampai meminta Seohyun membuatkan makanan ini untukmu, lagipula ia sendiri yang bilang ingin memberikan hadiah untukmu. Dan, untungnya aku tahu apa saja yang kausukai. Kau suka makan dan itu makanan favoritmu,” jelas Luhan ceria. Aku hanya bisa memandang Luhan terkejut. Tak kusangka ia mengingat diriku.

“Seohyun tidak begitu ahli memasak ini maka itu aku sering ke rumahnya tiap hari setelah kami berpacaran untuk membantunya belajar memasak makanan-makanan itu untuk hadiah tahun baru onee-san. Aku tidak pernah lupa pada onee-san yang paling kusayang ! Jadi maaf kalau onee-san kesepian semenjak aku berpacaran,” jelas Luhan panjang lebar. Jadi itulah yang terjadi sebenarnya sementara aku kesepian. Untunglah malam tahun baru ini aku juga bisa merasakan hadiah yang selalu kusukai dari Luhan. Bukan makanannya. Aku suka makanannya, tetapi aku lebih suka hadiah dari Luhan yang satunya, yaitu .. Ia mau menemaniku di malam tahun baru. Kupikir ia memilih untuk melupakanku setelah pulang dan baru mau berbicara banyak denganku keesokan harinya , tetapi rupanya aku salah. Luhan memang adik yang baik.

END

Mian gaje, ini bentuknya berupa diary, POVnya pasti udh pada taukan ? Ini Sooyoung POV 🙂 , pls komen ya !

Bhs Jepang:

Onee-san : Kakak perempuan

Gomennasai: maaf

 

Advertisements

6 thoughts on “Lonely – Drabble

  1. nah gini dong kakak author, sekali-kali bikin yang family, brothership or frienship tanpa embel-embel romance, sudah bosan saya sama romance xD
    /lah sendirinya suka bikin romance/
    keep writing ya,
    kalau aku liat, tulisannya author vi itu semakin bagus loh ^^

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s