Beautiful Husband [Part 6]

Beautiful-Husband

Beautiful Husband

Writing by Priskila (@priskilaaaa)

Byun Baekhyun [EXO K] – Kim Taeyeon [SNSD] | Other cast(s) will be find in here

Ficlet series | Teen | Romance – Family – Marriage Life

Disclaimer:

I don’t own the cast. But the storyline and the plot is mine. Everything here belongs to God and their family, their agency too. I just used their physical representation.

 

 

Bukan Taeyeon namanya jika dia tidak memiliki beribu ide untuk mengelabui Baekhyun. Walaupun memang saat di mobil dia terlihat takut dan akhirnya memutuskan untuk mengirim sms pada Tiffany untuk tidak ikut reuni itu, tapi masih ada keinginan di hatinya untuk mengikuti reuni yang sebenarnya tidak terlalu penting itu.

 

That reunioun just for funBut Taeyeon thinks, she really need that.

 

Sehingga akhirnya disinilah. Gadis itu memaksa Baekhyun menemaninya ke salah satu pub dengan alasan merindukan kehidupan lamanya yang sudah lama tak dicicipinya lagi itu.

 

Tentu saja Baekhyun menolak habis – habisan keinginan Taeyeon itu, mulanya. Demi dewa neptunus – dewi aphrodite terlalu feminim, dia baru sadar hal itu –, Baekhyun tidak pernah dan tidak akan pernah menginjak tempat – tempat penjahat kelamin seperti itu! Menonton bagaimana kehidupan disana saja di televisi sudah membuat Baekhyun bergidik setengah mati. Menjijikkan, pikirnya.
Tapi ketika dia mengatakan hal ini pada Taeyeon, yang ada Taeyeon malah menatapnya dengan tajam lalu berkata sambil berkacak pinggang, “Jadi kau bilang selama ini aku kesana untuk melakukan hal yang tidak baik begitu?! Apa kau pikir aku juga adalah salah satu dari penjahat – penjahat kelamin disana?!!”

 

Baekhyun terdiam setelahnya. Mana mungkin dia berani menjawab, walaupun dalam hatinya dia sedikit berpikir hal yang demikian. Apalagi dengan sikap Taeyeon yang sering membuat iman kejantanannya kambuh itu.

 

Mungkin saja…

 

Dan dia memang tak dapat berbuat banyak perlawanan ketika Taeyeon sudah menyeretnya masuk ke dalam tempat para penjahat kelamin berkeliaran itu. Oke, ini memang agak lebay. Tapi yang sering diberitahu Eommanya memang seperti itu.

 

“Hai tampan…” Baekhyun bergidik dan langsung menyembunyikan wajahnya di pundak istrinya ketika seorang wanita – diperkirakan umurnya sudah tiga puluh lebih – mencolek bahunya dan memberi kedipan genit padanya.

 

“Main sama tante, yuk” kata tante – tante itu lagi.

 

“Iiih, ogah!” jawabnya lalu menarik Taeyeon agar berjalan lebih cepat. Sedangkan Taeyeon sudah tertawa terbahak – bahak.

 

Astaga, Baekhyun, kau polos banget.

 

“Uggh, menjijikkan!” kata Baekhyun ketika mereka sudah menyingkir ke tempat agak sepi dan bebas dari tante – tante tadi itu. Lelaki itu sudah bergidik ketakutan.

 

Taeyeon tertawa geli, “Begitu aja udah geli banget ya?”

 

Baekhyun mengangguk polos, “Ahjumma itu SKSD banget!”

 

“SKSD?”

 

“Sok kenal sok dekat…”

 

“Oh,” Taeyeon mengangguk saja. Dia tidak terlalu tahu menahu soal istilah – istilah sok gaul begitu. “Ya sudah, ayo kita cari tempat—“

 

“Taeyeon!”

 

Keduanya spontan menoleh ketika seseorang memanggil Taeyeon. Seseorang yang sudah ditebak adalah Tiffany dan para konconya yang duduk tak jauh dari mereka. Taeyeon mengembangkan senyumannya dan secara sengaja menarik Baekhyun menghampiri sahabat – sahabatnya itu.

 

“Kalian sedang apa disini?” ujarnya – pura pura – tidak tau. Padahal di wajahnya sudah senang minta ampun karena akhirnya dapat mengikuti acara reuni kecil – kecilan itu.

 

Tiffany mengernyit, namun akhirnya mengerti juga ketika melihat kedipan mata penuh maksud dari Taeyeon. “Oh, nggak. Cuma lagi kumpul – kumpul aja… Mau gabung?”

 

Taeyeon menoleh pada Baekhyun, “Bagaimana, Baek?”

 

Baekhyun sudah memasang wajah cemberut miliknya. Sebenarnya dia mau – mau saja gabung dengan sahabat – sahabat Taeyeon itu – yang dengan polosnya, dia pikir mereka bertemu karena kebetulan – tapi yang membuatnya malas adalah sosok yang duduk tak jauh dari tempatnya berdiri itu.

 

Jongin.

 

Ada disana, dan sedang memandangi Taeyeon, istrinya – dengan wajah minta ampun mesum!

 

“Unggh, aku …” Baekhyun bisa saja bilang, ‘Tidak, kita cari tempat lain’ tapi nggak enak juga karena ada Tiffany dan Jessica yang sedang menatapnya dengan wajah harap – harap cemas. Pasti mereka ingin Baekhyun dan Taeyeon duduk bersama mereka.

 

“Uhm… iya deh”

 

“Yeeei!” Taeyeon berjingkat senang dan langsung mengambil tempat duduk kosong, tapi….

 

Hey! Itu tepat disamping Jongin si mesum!

 

“Ya! Permisi!” Tanpa babibu, Baekhyun langsung nyelosor begitu saja. Dia menjatuhkan tubuhnya di antara Taeyeon dan Jongin lalu menatap Jongin dengna wajah tak suka.

 

Dan lebih membuatnya emosi lagi, ketika Jongin malah balik menatapnya menantang. Cih, sok banget cowok ini. Tidak mau kalah, Baekhyun balas menatapnya dengan tatapan lebih menantang, seperti tatapan – apaan lu? Kira cuma lu aja yang bisa, huh?! – ya kira – kira begitulah dalam bahasa gaulnya.

 

Tapi… ya ampun! Jongin menatapnya semakin … err.. seduktif.

 

Baekhyun merasa mau muntah ketika Jongin balik menatapnya ala om – om mesum yang berkeliaran di tempat ini. Tapi enggak! Baekhyun nggak boleh kalah begitu saja. Dia balik menatap Jongin hingga akhirnya mereka seperti perang tatapan. Oke, ini menggelikan.

 

“Oh, Baekhyun!” Perang itu berhenti ketika suara Taeyeon menginterupsi kegiatan mereka yang sangat kekanakkan itu. Gadis itu meringis melihat kelakuan Baekhyun barusan. “Kuperkenalkan kau dengan teman – temanku ya…” ujarnya ketika Baekhyun sudah menatapnya.

 

Baekhyun mengangguk kecil – walau sesekali dia masih melirik kesal pada Jongin.

 

Taeyeon tersenyum kecil. Tangannya bergerak menunjuk ke arah Tiffany yang sedang tersenyum ke arah mereka, “Pasti kau sudah tau dengan Tiffany…,” lalu menunjuk ke arah Jessica yang duduk di sebelah Tiffany, “…dan Jessica. Mereka teman – teman, ah tidak, sahabatku sejak aku masih di sekolah menengah pertama”

 

Baekhyun mengangguk lalu menebar senyum ‘anak anjing’nya pada kedua sahabat Taeyeon itu. “Senang berkenalan dengan kalian. Semoga kita bisa jadi teman baik!” sapanya dengan nada yang…

 

…imut.

 

Spontan saja Tiffany dan Jessica tertawa. Hey, sungguh deh, Baekhyun itu cowok dan menggunakan suara imut seperti itu sangatlah… menggelikan!

 

“Kau suaminya Taeyeon, sudah pasti kita jadi teman baik, Baekhyunnie” jawab Jessica dengan menekankan kata ‘Baekhyunnie’ dengan suara yang cute. Kemudian mereka tertawa lagi.

 

Dan Taeyeon? Haha, dia hanya meringis malu.

 

Cepat – cepat dia mengalihkan pembicaraan, “Dan kau harus kenal dengan suami – suami mereka, Baek. Itu yang duduk di sebelahnya Tiffany, namanya Suho. Dia suaminya Tiffany. Dan di sebelahnya Jessica, namanya—“

 

My name is Kris.” potong seorang lelaki berambut pirang yang duduk di sebelah Jessica.

 

“—Wu Yi Fan” Taeyeon tetap melanjutkan.

 

“Taeyeon! Sudah kubilang namaku itu Kris, bukan Wu—“

 

“Wu Yi Fan adalah nama Cinamu, oke? Kau itu orang Cina, jangan sok – sok bule deh”

 

But i—“

 

Baekhyun hanya melongo melihat istrinya dan suami dari Jessica itu adu mulut. Bagaimana tidak melongo kalau apa yang mereka debatkan hanyalah tentang nama?

 

Kris a.k.a Wu Yi Fan.

Wu Yi Fan a.k.a Kris.

 

Apa bedanya?

 

Dentuman musik semakin membuat gendang telinga Baekhyun semakin mau copot. Lelaki itu beberapa kali meniup – niup kepalan tangannya lalu menempelkannya pada telinga. Musiknya semakin disetel keras ketika malam semakin larut, dan sialnya… Taeyeon dan kawan – kawannya belum ada niat sedikitpun untuk angkat kaki dari sini. Oke, persetan dengan kawan – kawan Taeyeon itu. Tapi walaupun Baekhyun sudah merayu Taeyeon minta pulang, gadis itu akan menolaknya.

 

Sial.

 

Bahkan Baekhyun sudah tidak mengikuti apa yang mereka bicarakan hingga tertawa terpingkal – pingkal seperti sekarang ini. Lelaki feminim itu hanya tertawa palsu jika mereka menatapnya atau meminta pendapatnya, seperti “Haha, iya iya” atau “Benar banget itu. Haha, lucu sekali” atau “HAHAHAHAAA!! ASTAGA!        ADUH PERUTKU SAKIT! HAHAHAHA” . Oke, yang terakhir ini memang agak lebay. Bukan agak sih, ter-la-lu-le-bay!

 

“Baekhyun, mau ikut ke bawah?” Taeyeon mencolek suaminya itu secara mendadak, membuat Baekhyun cukup dibuat terkejut olehnya.

 

Baekhyun menoleh cepat pada Taeyeon dengan raut wajah cerah, “Ke bawah? Ngapain? Pulang?” Pikirannya kini memang hanya satu, yaitu, pulang.

 

Taeyeon terkikik, “NopeDance

 

Spontan saja Baekhyun menggeleng cepat. Ogah banget kalau harus ikut mereka ke lantai dansa tempat tante – tante kegenitan kayak tadi berkumpul, atau om – om mesum juga. Tempat nggak baik!

 

Nggak usah pakai acara – acara dance dong. Kita pulang aja ya? Ini sudah larut, Taeyeon”

 

Taeyeon mengernyit sejenak lalu tertawa, “Larut? Jam 8 malam kau bilang larut?”. Baekhyun mengangguk dan merengek, “Aku harus tidur sesuai jadwal, Taeyeon. Supaya tidak ada kantung mata yang akan sangat merusak penampilanku! Aku nggak mampu kalau di mataku yang indah ini ada kantung mata”

 

Taeyeon mencibir, lalu tangannya terangkat menepuk kepala suaminya itu beberapa kali, “Tidur larut satu kali saja tidak bakal buat Baekhyunku sayang ini ada kantung mata, oke?”

 

Baekhyun merengut namun percuma saja, Taeyeon tetap bersikukuh dengan keinginannya. Gadis itu segera saja pergi dengan teman – temannya ke lantai dasar, meninggalkan Baekhyun. Sendiri…

 

Eh? Tidak.

 

Dia tidak sendiri.

 

Suami Tiffany yang tadi siapa namanya—ehm, Suho? Ya, Suho. Lelaki itu tidak mengikuti istrinya dkk pergi ke bawah, melainkan lelaki tampan itu tetap tinggal sembari menggenggam gelas berisi wine.
“Hai..” Baekhyun tersenyum kikuk ketika Suho menyapanya dengan senyum hangat. Jangan pikir aneh – aneh, itu semata – mata karena Baekhyun masih merasa canggung. Dia baru mengenal Suho beberapa jam yang lalu dan lelaki itu memang sedikit pendiam. Tapi lebih pendiam Baekhyun sih tadi.

 

Beberapa detik kemudian, Baekhyun dibuat membeku ketika Suho berpindah tempat duduk lebih dekat dengan tempatnya duduk. Jantungnya berdegup tak karuan, pikirannya sudah bercabang ke sana sini. Suho kini tengah duduk di sebelahnya sambil tetap tersenyum padanya. Sedang di tangannya menggenggam segelas wine dan perhatikan deh… dua kancing atas kemeja Suho tidak dikancingnya sehingga membuat kemejanya itu sedikit terbuka.

 

Satu pemikiran Baekhyun sekarang. Suho bertingkah seperti om – om genit yang siap menerkamnya kapan saja. Ugh, lihat saja cara dia menatap Baekhyun. Seperti om – om nafsu yang sedang menggoda gadis SMA.

 

Ya! Ka—kau mau apa?!” teriak Baekhyun dengan suara tertahan. Persis seperti gadis SMA yang sudah pasrah diperkosa oleh om – om ganjen.

 

Salah satu alis Suho spontan saja terangkat bingung. “Maksudmu?” Dia sedikit mendekatkan kepalanya pada Baekhyun, membuat lelaki feminim itu sampai memeluk tubuhnya seakan melindungi tubuh mungilnya dari terkaman Suho.

 

“Kau kenapa sih?” Untungnya, Suho segera menjauh seperti biasa. Gimana enggak? Tiba – tiba saja Baekhyun bertingkah seperti sedang berhadapan dengan seorang pemerkosa. Sejenak, Suho memperhatikan penampilannya. Ada yang salah ya?

 

“Menjauh!” pekik Baekhyun sambil memandangi Suho dengan wajah ngeri. “Aku masih perawan!”

 

Suho menganga, “A—apa?”

 

Baekhyun menelan ludahnya dan langsung memasang siaga satu, “Ingat kau sudah punya istri! Jangan perkosa aku!” teriaknya sambil menjauh. Dia juga mengambil gelas kosong dan menodongkannya pada Suho – seakan gelas itu dapat melukai Suho dengan sadis.

 

Suho – masih saja – menganga. Namun beberapa detik kemudian, bibirnya mulai bergerak – gerak. Tanda dia akan meledak dengan tawa besarnya. “Per—perkosa?!”

 

“Aku? Perkosa kamu?” lanjutnya lagi dengan raut wajah geli. Suho menaruh gelasnya di meja lalu menatap Baekhyun dengan pandangan menggelikan. “Aku masih normal.” ucapnya dengan penuh penekanan.

 

Baekhyun terdiam dengan wajah dongo.

 

“Aku masih cinta sama Tiffany. Lebih baik aku perkosa Tiffany daripada kau, Baekhyun. Hahaha” Setelahnya dia tertawa terbahak – bahak. Sampai – sampai dia harus memegang perutnya karena terlalu banyak tertawa.

 

Baekhyun mengatupkan bibirnya yang semula terbuka. Pikirannya baru saja sadar. Astaga, mana mungkin dia mengira Suho adalah lelaki mesum seperti Jongin? Suho memiliki wajah yang penuh karisma, berbeda dengan si mesum Jongin. Hanya Jongin yang mesumnya maksimal.

 

Kemudian dia meringis, dan menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal – tentu saja, Baekhyun baru saja mencuci rambutnya tadi – lalu menatap Suho dengan malu, “Maaf. Aku terlalu—“

 

“—Taeyeon pasti setiap hari tertawa karenamu” Suho menatap langit – langit club dengan senyuman lebar. “Dia beruntung sekali mendapatkanmu”

 

“Ha?” Baekhyun nggak mudeng.

 

Suho menoleh padanya, “Kau mau tau suatu cerita?”.

 

Dan dengan polos, Baekhyun mengangguk, “Cerita apa?”. Dia berharap cerita yang menarik yang dapat membuat rasa bosannya hilang karena berada di club menjijikkan ini.

 

“Tentang Taeyeon,” Suho menyela sejenak dan tersenyum, “Tentang masa laluku dan tentang asal muasal aku bersama Tiffany”

 

Spontan saja Baekhyun mengernyit bingung. Tentang masa lalu Suho dan Tiffany ya? Tapi kenapa ada Taeyeon? “Dulu aku dan mereka satu sekolah saat SMA,” Maksud dari kata mereka adalah Taeyeon, Tiffany, dan Jessica. Mereka memang selalu bersama. Baekhyun tau betul hal itu. Dan dia semakin memfokuskan pendengarannya akan cerita yang hendak Suho sampaikan. Penasaran.

 

“Pertama kali aku bertemu geng populer mereka, aku tidak jatuh cinta pada Tiffany seperti yang orang – orang kira. Kau tau aku jatuh cinta pertama kali pada siapa?” Suho menjeda sejenak, seakan ingin Baekhyun menebak. “Aku jatuh cinta pada Taeyeon. Kim Taeyeon.”

 

Baekhyun mengangguk maklum. Taeyeon memang selalu sempurna untuk diabaikan dari pandangan.

 

“Dia gadis yang sangat cantik. Tubuhnya memang mungil, tapi kuakui, dia sangat seksi. Tatapannya dapat membuat semua lelaki meleleh, dan senyumannya dapat membekukan mata para lelaki. Aku tak dapat mengacuhkan gadis secantik Taeyeon.” Dan Baekhyun membenarkan semua penilaian Suho mengenai Taeyeon. Semuanya benar, tapi hanya satu yang sepertinya belum Suho ketahui.

 

Taeyeon yang liar dan agresif jika sudah berurusan dengan kata ranja… ah sudahlah.

 

Suho tersenyum pada Baekhyun, lalu melayangkan pandangnya pada dance floor yang dipenuhi orang – orang. Fokusnya menatap pada Taeyeon dan istrinya yang sedang tertawa sambil berdansa seru. “Aku ingin sekali Taeyeon menjadi milikku, hingga akhirnya aku meminta Tiffany untuk membantuku,”

 

Suho mulai melanjutkan ceritanya lagi. “Karena memang, untuk mendapatkan Taeyeon adalah hal yang sangat sulit. Hingga akhirnya aku memohon pada Tiffany, satu – satunya cara yang aman. Aku mendekati Taeyeon melalui Tiffany, dan pada akhirnya aku sadar, aku menjadi lebih dekat dengan Tiffany, lebih daripada Taeyeon. Hatiku perlahan berpaling, mencintai gadis yang selalu membantuku dan mengatur jadwal kencanku dengan Taeyeon itu. Tiffany tidak berbeda jauh dari Taeyeon, karena mereka memang sangat dekat. Namun kuakui, Taeyeon memang lebih wow daripada Tiffany. Tapi tetap saja, hatiku lebih memilih Tiffany yang lebih sederhana dan mirip dengan karakterku. Hingga kami menikah seperti sekarang ini. Haha, selesai.”

 

Baekhyun terperangah. Mendengar cerita Suho bagaikan mendengar sinopsis drama – drama Korea yang sering ditontonnya dengan sang ibu. Romantis banget.

 

“Kau adalah lelaki paling beruntung di dunia karena menjadi suami seorang Kim Taeyeon, Byun Baekhyun. Bukan hanya itu, kau paling beruntung karena Taeyeon mencintaimu”

 

… karena Taeyeon mencintaimu …

 

Baekhyun melongo kecil, namun sedetik kemudian dia tersenyum dan mengangguk yakin. “Aku memang beruntung mendapatkan Taeyeon.” Retina matanya mencari keberadaan Taeyeon, dan senyumnya semakin lebar ketika Taeyeon juga sedang menatapnya sambil melambaikan tangan.

 

Aku lelaki paling beruntung di dunia ini karena kau ada disisiku, Taeyeon.

 

Baekhyun menuruni tangga club dengan malas. Ah, rasanya matanya sangat berat dan dia ingin menempel pada kasur sekarang juga. Waktu telah menunjukkan pukul 10 malam dan dia sendiri. Benar – benar sendiri. Memang tadi Suho menemaninya, tapi beberapa saat kemudian – setelah Suho selesai menceritakan kisah cintanya yang romantis pakai banget – Tiffany datang dan meminta Suho menemaninya di bawah dengan aegyo yang imut banget, tentu saja Suho tak menolaknya – walau sebelum pergi lelaki itu sudah minta maaf karena harus permisi terlebih dahulu.

 

Hembusan nafas kasar dikeluarkan lelaki feminim itu dari mulutnya ketika menyadari suasana club semakin ramai saja. Kalau ramai begini, mana bisa dia mencari Taeyeon dan menariknya pulang?

 

Dia mengumpulkan segenap keberaniannya untuk melangkah. Pasalnya sudah tau dong dengan teori Byun Baekhyun tentang club malam. Penuh dengan penjahat kelamin, om – om mesum, tante – tante genit, dan kriminalitas lainnya.

 

Mulutnya komat – kamit berdoa kala matanya menyusuri seluruh sudut club, hingga akhirnya bibirnya tersenyum sumringah ketika melihat sosok Taeyeon yang menggunakan dress hitam ketat duduk di seberang. Namun sialnya, dia harus melewati dance floor yang sekarang sedang sesak – sesaknya dengan orang – orang yang bergoyang sana sini.

 

Baekhyun semakin bergidik jijik ketika dia melihat tante – tante yang tadi menggodanya itu sekarang sedang berada di lantai dansa, dan memandanginya dengan genit. Ih, kalau bukan karena untuk menjemput Taeyeon disana, Baekhyun ogah banget. Langkahnya mulai memasuki lantai dansa dengan takut – takut. Rasanya dia mau berteriak ketika seseorang menyenggolnya dengan bokong, lalu berbisik, “Ganteng, temani aku malam ini yuk” .

 

Lebih lagi ketika seorang om – om yang umurnya sudah cukup tua – diperkirakan 50 tahun ke atas – menghampirinya dan mencolek pinggangnya, “Cantik, main sama om yuk. Om bayar mahal deh untuk gadis secantik kamu”. Iiih, om – om ini benar – benar mengira Baekhyun adalah seorang gadis! Langung saja dia lari.

 

Baekhyun merasa jantungnya nyaris copot dan ia merasa dirinya akan tewas jika dia masih berada di lantai jahanam penuh penjahat kelamin itu. Nafasnya memburu ketika berhasil menjauhi dance floor. Setidaknya dia sudah berhasil menyeberang. Oke ini lebay.

 

Lelaki itu menghembuskan nafasnya pelan dan kemudian mendongak. Mencari sosok Taeyeon yang tadi sempat dilihatnya. Dia tadi melihat gadis itu duduk di meja panjang yang biasa digunakan orang – orang untuk memesan minuman dari lelaki yang suka mengocok – ngocok botol alumunium itu. Masa bodoh dengan namanya.

 

Namun sialnya, sekarang gadis itu sudah tidak ada di tempatnya. Tidak ada Taeyeon.

 

Argh, sial.

 

Sudah susah – susah melewati kawasan penjahat kelamin itu, Baekhyun malah tidak mendapati istrinya itu sekarang berada di mana. Astaga Taeyeon, pintar banget kamu buat Baekhyun frustasi dan pengen cepat mati.

 

Lelaki feminim itu dengan terpaksa akhirnya harus kembali mencari Taeyeon. Dia menoleh kesana – sini hanya dengan harapan dapat bertemu dengan Taeyeon dan membawanya pulang. Dia sudah muak dengan tempat menjijikkan ini. Ah, Baekhyun tidak habis pikir kenapa Taeyeon senang sekali berada disini dan betah.

 

“Seharusnya kau bersamaku Taeyeon…” Langkahnya berhenti ketika mendengar sayup – sayup suara seorang lelaki. Oke, ini bukan karena dia udik dengan suara berat yang merdu banget milik lelaki misterius itu. Tapi karena lelaki itu mengucapkan Taeyeon. Taeyeon, istrinya.

 

“…Kau tau aku mencintaimu” Spontan saja Baekhyun langsung mencari. Dia mengikuti arah datangnya suara itu dan argh… suara itu berasal dari koridor yang agak tersembunyi dari ruang club utama.

 

Baekhyun menahan nafasnya ketika mendapati siluet dua orang yang berada di ujung koridor yang agak gelap itu.

 

Tidak…

 

“Taeyeon, tinggalkan dia, jadilah milikku… Kumohon” Jauhkan! Baekhyun merasa ingin berteriak ketika kepala lelaki itu mulai mendekat pada gadisnya. Gadisnya, Taeyeon.

 

Dan lelaki itu.

 

Si mesum Jongin. Berniat mencium istrinya.

 

“Kim Taeyeon…”

 

TBC

 

Note:

Wkwk, do you wanna to kill me? /nyanyi ala Jessica/

Sorry banget yang udah nunggu lama akan cerita ini (walau sebenarnya enggak yakin ada yang nunggu sih._.), tapi aku malah lelet ngeposting.

Aduh, sebenarnya bukan karena salah aku ini /ngelak/, ini semua gara – gara speedy rumah yang errr…. minta dihajar. Seminggu enggak bisa sama sekali main internet-_- Sial banget, sampai aku nggak bisa nonton SMTOWN Weeknya GG dan EXO TT^TT

Dan ini part 6-nya~~ Semoga kalian puas ya dengan part ini. Baekhyunnya memang belum gentle banget disini, dan aku nambah konflik lagi. Wkwkwk! /tertawa licik/

Dan aku udah putusin, mungkin serial ini bakal ending di part 9 atau nggak 10. Gak kuat aku buat banyak – banyak >o<

Oke deh, itu saja bacot aku disini :3 Sampai jumpa di postingan selanjutnyaaa~ Pai pai~

Btw, HAPPY NEW YEAR EVERYONEEE!! \(^o^)/

125 thoughts on “Beautiful Husband [Part 6]

  1. Pingback: Beautiful Husband [Part 9A] | EXOShiDae Fanfiction

  2. baekhyun kapan berubahnya si thor? Kapan jadi namjanya?

    Haha pemikiran baekhyun sangat sempit tidak semua orang di club penjahat kelamin.

    Baekhyunie cepat selamatkan taeyeon…

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s