[Freelance] threeshoot : Honeymoon ( part 1 )

honeymoon

Honeymoon part 1

 

Author : RYN

Length : Threeshoot

Rating : M

Cast :

@ Taeyeon SNSD

@ Kris EXO

Genre : Fluff and Romance

 

Disclaimer : seluruh plot murni hasil pemikiranku. Insprisi datang dari berbagai hal namun semuanya tetap dengan imajinasiku sendiri. of course, seluruh cast milik tuhan dan orang tua mereka.

 

Annyeong !!!

Apa kabar para readerku yang tercinta?! Hehehe

Ryn kembali dengan ff baru dari Ryn special collection’s…ada yang mau baca ga’?? hmm, sebenarnya bukan ff baru juga sih. Ini adalah lanjutan or sequel dari ff Wedding Ring. Pasti udah tahu donk. Adakah yang masih belum baca? Kalau begitu silahkan search di blog exoshidae ini. pasti ketemu kok^^

Ini kedua kalinya aku buat ff dengan rating M setelah baby don’t cry. Aku ga begitu mahir membuat ff dengan rating M, tapi kali ini, aku akan lebih berusaha.

Jujur, ini pertama kalinya aku membuat sequel jadi kalau seumpama ada kekurangan, tolong di maklumi ya. Seperti biasa, karena ini ff hanya sampai threeshoot, aku tetap tidak bisa berjanji akan post nextnya secepatnya. Kalian tahu sendiri berapa ffku yang numpuk.

 

Don’t plagiat, don’t copy paste without my permission!!

Aku tidak pernah memberikan izin pada siapapun untuk membuat cerita berdasarkan fanfic ini!!!

Typo bukanlah art, tapi kesalahan. Harap di maklumi^^

 

***

Sudah hampir sejam sejak Taeyeon kembali dari shopping bersama suaminya. Ia kini sibuk menyusun baju-bajunya ke dalam koper. Mondar mandir dari lemari pakaian ke ranjang dimana kopernya berada di atasnya. Terkadang ia berhenti di depan koper, berpikir sejenak, mencoba-coba mengingat apa lagi yang kurang atau pakaian apa yang pas di bawanya, kemudian kembali lagi dengan kegiatannya. Tak lupa, ia juga memasukkan beberapa pakaian yang tadi di belinya.  Eropa selatan, tepatnya pulau capri yang terletak di negara italia, disitulah tujuan bulan madunya bersama suaminya. ia sama sekali belum pernah kesana jadi dia tak begitu tahu apa yang mesti ia persiapkan. Yang jelas, satu-satunya pemandangan favorit yang bisa di temuinya disana adalah pantai pasir putih.

Saking sibuknya, Taeyeon tak menyadari kalau suaminya sudah berdiri di ambang pintu. postur tinggi pria itu bersandar di pintu dengan tangan terlipat sembari matanya memperhatikan setiap gerak-gerik istrinya. Senyum tak pernah lepas dari wajahnya, pemandangan istrinya selalu menjadi hal yang menarik untuknya. Pria itu bahagia, akhirnya setelah sekian lama menjalin hubungan, Taeyeon resmi menjadi istrinya hari ini dan hanya hitungan jam, mereka akan berangkat untuk bulan madu.

Senyum Kris memecah menjadi tawa tanpa suara. Taeyeon dengan ekspresi bingung, bertolak pinggang sambil mengerucutkan bibirnya memandangi koper di atas ranjang, terlihat sangat cute. bagaimana bisa gadis yang telah resmi menjadi istrinya itu begitu tampak sangat menggemaskan hanya dengan bertingkah tak sengaja seperti itu? terbayang pertengkaran kecilnya dengannya tadi, Kris tersenyum geli. perlahan, ia berjalan menghampirinya dan langsung memeluknya dari belakang.

Taeyeon sontak memekik kaget, begitu merasakan lengan seseorang di pinggangnya. dia tak merasakan keberadaan suaminya di kamar itu sejak tadi karena terlalu sibuk dengan packing.

“ssh..baby, kau seharusnya berlatih menghafal sentuhan suamimu sendiri.” Kris berbisik mesra di telinganya membuatnya membungkam dengan rona merah yang samar di wajahnya.

Taeyeon merenggut, “aku belum memaafkanmu.” Ia masih kesal dengan tingkah suaminya ketika menemaninya shopping tadi.

“bagaimana dengan yang ini?”

Kris menggeleng.

“kalau yang ini?”

Kali ini Kris menggeleng tegas. Entah mengapa, melihat tatapan Kris padanya membuat Taeyeon merinding. Meskipun Kris tak mengatakan apapun, Taeyeon entah bagaimana tahu alasannya. Pria itu mulai bersikap aneh sejak mereka memasuki salah satu toko yang menjual swimsuit dan perlengkapan renang lainnya. berulang kali ia berusaha memberi pengertian pada suaminya, tapi pria itu tetap tidak setuju. Kris baru setuju atau lebih tepatnya terpaksa setuju ketika ia marah padanya dan mengacuhkannya selama kurang lebih 30 menit.

Taeyeon mulai kesal. “Kris, kalau kau terus menggeleng, bagaimana aku bisa membeli swimsuit ini?”

Kris tidak menjawab, pria itu hanya menatapnya. datar. Beberapa gadis bersama pasangannya sama sepertinya, memperhatikan mereka berdua sambil berbisik-bisik. Tapi Kris tak perduli itu. membayangkan tubuh istrinya yang memakai pakaian terbuka dan di lihat oleh pria lain membuatnya emosi. Rata-rata swimsuit yang dipilih Taeyeon sangat sexy, tentu saja, tidak ada swimsuit yang tidak sexy hingga ia harus menggeleng tak setuju meski dalam hati dia ingin sekali melihatnya memakainya. tentunya untuk dirinya sendiri.

Ini bukan pertama kalinya ia bersikap seperti ini. Taeyeon pernah memakai swimsuit di depan teman-temannya untuk pertama kalinya dan semuanya serempak memperhatikan kekasihnya itu seperti serigala kelaparan, sejak ia datang dan bergabung bersama mereka. dia masih ingat saat itu, betapa dia ingin sekali memakai tinjunya hanya untuk menghentikan tatapan mereka dari tubuh kekasihnya. Dia selalu menyukai Taeyeon dengan swimsuit yang sexy dengan catatan hanya dia yang boleh melihatnya, dia tidak suka membaginya dengan orang lain.

Taeyeon menghela nafas dalam-dalam. dia merasakan pandangan orang-orang di sekitarnya dan itu membuatnya malu. dalam hatinya mulai menyesal, mengapa mereka ke tempat ini sejak awal. Kris tidak setuju, oke itu fakta. TAPI, dia tidak mungkin berada di pantai dengan pakaian lengkap tanpa swimsuit. Mengabaikan Kris, Taeyeon kembali berjalan ke tempat beberapa swimsuit yang tergantung di depan sana. Ia melihat-lihat, kira-kira mana yang cocok dengannya plus suaminya itu akan menyukainya. tapi sepertinya sulit, semuanya rata-rata terlalu mengekspos bagian tubuhnya.

Taeyeon meraih salah satu potongan swimsuit di depannya. swimsuit itu berwarna biru lembut, jika ia memakainya akan sangat cocok dengan kulitnya yang putih. Bagian atas swimsuit itu ada tali kecil yang jika di pakai harus di ikat ke belakang lehernya, sementara untuk bagian bawahnya, kedua sisinya memiliki tali tipis yang sangat halus. Aura wajah Kris berubah mencekam begitu melihat wajah cerah Taeyeon ketika memandangi swimsuit di tangannya. perasaannya mulai tidak enak. Dia bisa melihat bagaimana gadis itu menyukai swimsuit itu. tentu ia juga menyukainya tapi membayangkan Taeyeon akan memakainya dan di lihat pria-pria lain membuatnya harus tidak setuju.

Taeyeon tersenyum sumringah. Dia memutar tubuhnya ke belakang menghadap Kris dengan swimsuit biru itu di tangannya. “Kris bag-“

“tidak boleh.” Kris langsung memotong kalimatnya. senyum Taeyeon seketika terhapus. Dia tiba-tiba menjadi gugup melihat tatapan tajam Kris padanya.

Tapi mengingat bagaimana Kris tidak menyetujui semua pilihannya membuat Taeyeon akhirnya tak sanggup menahannya lagi. kedua tangannya mengepal hingga swimsuit yang berada di tangannya, mengerut. Di sisi lain, Kris mulai merasa khawatir. Ia tahu dirinya kali ini terlalu berlebihan, tapi ia juga tak bisa menahan dirinya dari rasa cemburu tiap kali Taeyeon memakai swimsuit.

“baby ak-“

Taeyeon mengangkat tangannya untuk menghentikan ucapannya. “aku ingin pulang.” Ucapnya singkat tanpa menatap matanya.

Dari nada suaranya, tersirat kemarahan yang tertahan, Kris bisa merasakan hal itu. ia menjadi merasa bersalah. kemarahannya tadi karena swimsuit itu, hilang seketika begitu melihat ekspresi datar yang di tunjukkan Taeyeon padanya. Taeyeon meletakkan swimsuit itu di tempatnya lalu berjalan meninggalkannya begitu saja.

Kris semakin merasa bersalah. ia melirik swimsuit itu kemudian menghela nafas dalam-dalam. *aku minta maaf baby* batinnya.

“aku minta maaf baby.” Ucap Kris. nada suaranya selalu lembut membuat Taeyeon berdebar-debar di dalam sana meskipun sedikit dari dirinya masih kesal pada suaminya itu.

Kris tersenyum ketika helaan nafas panjang terdengar dari bibir istrinya. Ini pertanda baik yang artinya, Taeyeon akan memaafkannya.

“kau tidak bisa terus melarangku memakai swimsuit tiap kali kita ke pantai Kris.”

“aku tahu dan aku minta maaf baby.” Kris mengeratkan pelukannya. “please?” tambahnya setengah berbisik sembari memberikan beberapa kecupan di lehernya.

Taeyeon mau tidak mau akhirnya tertawa. Lehernya terasa geli karena kecupan Kris. Kris tak bisa lagi menahan desiran kuat dalam dirinya untuk tidak menyentuh Taeyeon, apalagi setelah melihatnya hanya mengenakan dress putih yang cukup tipis dengan kedua tali kecilnya yang mengikat di belakang leher putihnya. Untuk ukuran gadis itu, dress putih itu cukup pendek, bahkan mungkin sangat-sangat pendek. Cukup untuk membuatnya kehilangan kendali diri. Kris mengerang, kulit putih Taeyeon yang putih dan mulus itu seakan menggodanya, ditambah lagi dengan ekspresi malu-malunya membuatnya semakin menginginkannya.

“K-Kris…” Taeyeon tidak mampu melanjutkan kalimatnya. kecupan yang di berikan Kris semakin intens. Tubuhnya seolah tersengat listrik, ada rasa hangat yang perlahan menjalar ke seluruh tubuhnya. ini adalah cara yang curang untuk meminta maaf tapi meski begitu, ia juga menyukainya. sentuhan Kris seperti candu yang bisa membuat seluruh tubuhnya hampir menggila.

Kecupan Kris tidak berhenti sampai disitu. Tubuh Taeyeon sontak menegang dan ia hampir kesulitan meredam desahannya ketika bibir Kris mempermainkan telinga dan lehernya. Dalam hati, Taeyeon setengah hati merutuki dirinya sendiri mengapa ia tadi hanya memakai dress dengan satu tali tipis. seharusnya ia tahu apa konsekuensi yang akan di terimanya jika memakai pakaian terbuka seperti ini, terutama jika itu di depan suaminya yang sejak selesai mengucapkan sumpah pernikahan beberapa jam yang lalu, menjadi begitu clinging dan tentu saja pervert.

Lidah Kris yang hangat menyentuh permukaan kulit lehernya membuatnya merinding. Ia refleks memiringkan kepalanya, memberikan akses sepenuhnya pada suaminya itu untuk menjelajah disana. suara desahan yang di timbulkannya membuat pertahanan Kris lumpuh total. Kris akhirnya berhenti sejenak, dia memutar tubuh Taeyeon hingga menghadap ke arahnya. seperti yang ia duga, gadis itu dengan sengaja menghindari tatapannya hanya untuk menyembunyikan rona merah yang kini tampak jelas di kedua pipinya. tangannya meraih dagunya, sedikit memaksanya agar menatapnya. Kris tersenyum.

Taeyeon tersipu malu, dia belum bisa menatap Kris secara langsung. Jantungnya masih berdetak kencang sejak pria itu menyentuhnya.

“baby..lihat aku.” Suara Kris yang lembut seperti musik di telinganya.

Taeyeon merasa gugup, tapi ia menurut. Tatapan Kris yang teduh dengan senyum hangatnya, mencairkan segala keraguan dalam hatinya. denyutan jantungnya menjadi tak terkendali ketika Kris perlahan mendekatkan wajahnya dan akhirnya meraup bibirnya. Taeyeon mengikuti nalurinya, menutup rapat kedua matanya dan membalasnya. Bibir hangat Kris bergerak pelan, menciumnya penuh kelembutan dan terkadang, ciumannya berubah menjadi sedikit lebih agresif, penuh penekanan akan kesan mendominasi hingga jarak yang memungkinkan di antara mereka kini tak ada lagi. gairah itu sudah tak bisa terbendung lagi, Kris menarik tubuh ramping Taeyeon dengan kedua lengannya yang kokoh semakin merapat ke tubuhnya sementara Taeyeon membawa kedua tangannya yang tadinya bersandar di dada bidang Kris, perlahan bergerak ke atas dan berakhir menaut di leher suaminya itu. Tinggi badan Taeyeon yang tidak sesuai dengannya membuat Kris rela menurunkan sedikit tubuhnya agar bisa menciumnya, daripada membiarkan gadis itu setengah berjingjit ke arahnya.

Ciuman mereka berubah saling menuntut, bibir yang bergerak seirama dengan tempo yang tidak normal, kedua tubuh yang saling menekan kuat satu sama lain seolah ingin mengatakan betapa keduanya saling membutuhkan dan tak ingin terpisahkan. Taeyeon tahu apa yang di inginkan suaminya itu, ia kemudian sedikit membuka mulutnya dan Kris seketika melesatkan lidahnya ke dalam, menjelajahi setiap incinya. Nafas Taeyeon tersengal-sengal, persediaan udara dalam pernafasannya mulai berkurang tapi Kris masih tak berniat untuk melepaskannya. Taeyeon tak mampu menahannya lagi, dia membutuhkan oksigen sebelum ia benar-benar sekarat di tangan suaminya. tidak ada cara lain, sekuat tenaga ia mendorong dada Kris, menjauhkannya darinya. beruntung, ia berhasil. Sayangnya, konsekuensi yang harus di terimanya karena tindakannya adalah tatapan tajam Kris.

Taeyeon gugup, detik selanjutnya suara pekikan kecilnya pun terdengar. Kris tiba-tiba mengangkat tubuhnya dan membawanya ke atas ranjang. Tidak ada kesempatan untuk mengelak karena Kris langsung menindihnya. Taeyeon terkesiap, Kris menekan tubuhnya di antara dirinya dengan kasur lembut di bawahnya. kedua telapak tangannya bersandar di kedua sisi kepalanya, sengaja menahan beban tubuhnya agar tidak menyakiti tubuh kecil yang berada di bawahnya.

Taeyeon mengerjapkan matanya, ia sudah bisa menebak kemana arah selanjutnya. tatapan Kris merefleksikan gairah yang kuat, namun, dimata yang teduh itu pula ia melihat adanya cinta yang besar yang ditujukan hanya untuknya.

Untuk beberapa saat mereka hanya saling menatap. Tanpa mengucapkan sepatah kata dan saling menatap, keduanya seakan telah saling memahami satu sama lain. Perasaan cinta dan kasih sayang yang seolah menyeruak keluar, menyatu dalam detakan jantung yang berdetak seirama. Wajah Taeyeon memanas, tatapan Kris seolah menembus ke dalam jiwanya. Begitu intens dan mendalam. Ia sulit membaca ekspresinya, seperti ada sesuatu disana yang membuat debaran jantungnya semakin berpacu cepat. Sekalipun ingin berpaling, tubuh dan hatinya serempak melarangnya.

Sebaris senyuman nampak di wajah Kris. senyum yang membuat Taeyeon entah mengapa menjadi was-was. Senyuman misterius yang belum sempat di artikan karena kini bibir Kris menyentuh bibirnya lagi. memberikan kecupan-kecupan singkat sebelum akhirnya menciumnya dengan penuh gairah. Kris mendominasinya lagi, ia dengan sengaja memperlihatkan sisi posesifnya dan ke egoisannya hingga membuatnya tak sanggup menolak. Kris tersenyum di sela-sela ciumannya ketika Taeyeon membalasnya. Kedua tangannya bergerak ke bawah memeluk pinggang ramping milik gadis yang sangat di cintainya.

“Kris…” sekali lagi Taeyeon mendesah memanggil namanya.

Bibir Kris meninggalkan bibir Taeyeon, berpindah sedikit kebawah, mengecup setiap sisi garis halus rahangnya. Dagu gadis itu pun tak ketinggalan dengan jejaknya. Taeyeon memejamkan matanya rapat-rapat, nafasnya tertahan ketika bibir Kris akhirnya turun menyentuh lehernya. tidak tahan dengan perlakuannya, nafas Taeyeon mulai terdengar putus-putus. Kedua tangannya mencengkeram bahu Kris saat bibir pria itu akhirnya menemukan titik paling sensitifnya.

Kris tersenyum puas, ia makin agresif menikmati setiap inci kulit istrinya, mengisapnya dan menggigitnya, memberikan tanda merah disana dan disini. Tubuh Taeyeon yang menggeliat di bawahnya, membuatnya semakin suka.

“K-Kris..kit-ahh!”

Taeyeon sontak menggigit bibirnya. wajahnya merah padam karena suaranya keluar begitu saja tak terkontrol. Ini bukan sepenuhnya salahnya, Kris tiba-tiba mengisap lehernya dengan gemas membuatnya mendesah hebat. Hanya begini saja ia sudah seperti ini, entah apa yang akan terjadi nanti jika mereka sampai ke tahap sakral itu.

Tubuh Taeyeon bergetar, nafasnya terputus-putus, aliran darahnya berdesir hebat di dalam sana. Dia merasakan ruangan kamar hotel mereka tiba-tiba menjadi sedikit panas. Jantungnya berdegup kencang. Kris mengangkat wajahnya, menatap ke dalam matanya. tanpa mengalihkan tatapannya, sebelah tangannya sibuk menarik tali tipis dress di belakang lehernya.

“aku..sepertinya berubah pikiran baby..” Kris memulai. Tali tipis itu berhasil terlepas dan tinggal waktu saja, dress putih itupun akan meninggalkan tubuhnya.

Taeyeon menggigit bibir bawahnya, tiba-tiba gugup. Kris memandangnya penuh nafsu. Jika cinta itu memiliki partner yang cocok, mungkin nafsu adalah jawaban yang tepat sekarang. Kris, gairahnya memuncak ketika Taeyeon dengan wajah innocent-nya, menatapnya dengan tatapan polos. tindakan Taeyeon ketika menggigit bibir bawahnya sangat menggodanya. gadis itu sungguh-sungguh tak tahu kalau hanya sedikit gesture darinya, sudah bisa membuatnya hilang kendali. Desahan yang keluar dari bibir gadis itu, suaranya ketika memanggil namanya, malah membuatnya semakin bergejolak.

5 tahun menjalin hubungan, mereka belum pernah melakukan ‘hal’ yang sering di lakukan kebanyakan pasangan selain pelukan dan ciuman. Bagi Kris yang adalah pria normal, setiap berada bersama kekasihnya ia akan merasakan perasaan ingin selalu menyentuhnya. Tentu tidak cukup hanya dengan pelukan dan ciuman saja. Kris sangat membutuhkan Taeyeon. dia ingin merasakan kulit gadis itu, merasakan kehangatan tubuh polosnya dan begitu menginginkan tubuh mereka menjadi satu. Tapi Kris sadar, Taeyeon adalah gadis yang berbeda. gadis itu bukan ingin menolaknya, tapi dia masih belum siap. Kris tidak ingin memaksanya dan sekarang, setelah kesempatan itu datang, ia tak ingin menyia-nyiakannya. Kalaupun Taeyeon menolaknya lagi, dia akan tetap sabar menunggunya.

Kris melirik tanda merah hasil karyanya di leher Taeyeon, senyumnya seketika melebar. Ia kembali mencium bibirnya yang di balas dengan senang hati oleh gadis itu. Kris menghela nafas panjang kemudian berucap.

“aku tidak bisa menahannya lagi hingga kita tiba disana.” ucapannya yang pelan namun tegas itu membuat Taeyeon mendadak merinding. Jantungnya di dalam sana hampir meloncat keluar. Wajahnya berubah pucat, pikirannya berkecamuk. Inikah saatnya menyerahkan semuanya pada Kris? apakah dia sudah siap? Pertanyaan-pertanyaan itu disusul dengan rasa gugup yang tiba-tiba menyerangnya. Bagaimana kalau ia belum siap? Bagaimana kalau ia melakukan kesalahan? Dan yang lebih parah, bagaimana kalau ia tiba-tiba pingsan dan mempermalukan dirinya? yang lebih terpenting dari semua pertanyaan itu, apakah itu akan sakit? ia tak sanggup memikirkan jawabannya, membayangkan kemungkinan-kemungkinan itu saja sudah membuatnya takut.

“baby..”

Taeyeon tersentak. ia menggeser penglihatannya, menatap wajah suaminya yang tinggal beberapa inci di depannya.

“aku menginginkanmu. Sekarang.”

Taeyeon susah payah menelan salivanya. Mulutnya sedikit membuka namun tak ada suara yang keluar dari sana. Detik berikutnya, tubuhnya bergetar. wajah Kris makin mendekat, matanya sontak memejam rapat. Sesungguhnya ia tak punya jawaban dalam kepalanya.

“aku tidak akan menyakitimu.” Kris mengelus pipinya kemudian memberikan kecupan lembut di keningnya, membuatnya membuka mata menatapnya. “aku janji.” Bisik Kris terakhir kalinya sebelum menyentuh bibirnya.

Taeyeon tidak pernah merasa sebahagia ini sebelumnya. Mengenal Kris adalah suatu anugerah yang terindah dalam hidupnya. Dia tak pernah menyangka, seorang siswa baru yang pemalu sepertinya bisa ditaksir oleh seorang kapten tim basket yang terkenal di sekolahnya hingga menjadikannya sebagai kekasihnya.

Masa-masa di High School adalah masa yang paling menyenangkan. Saat itu, ia tidak pernah sekalipun berbicara dengan Kris. berpapasan dengannya pun, ia hanya bisa menundukkan wajahnya. Siapa yang menyangka kalau gadis yang selalu menghabiskan waktunya di perpustakaan ternyata menarik perhatian kapten tim basket yang tampan. Semuanya tak percaya bahkan dia sendiri pun waktu itu tak percaya ketika Kris memintanya menjadi kekasihnya di tengah lapangan basket.

Siapa yang bisa menolak Kris? tiga kali pria itu memintanya, baru ia bisa menerimanya. Itupun setelah pria itu mengikutinya kemanapun ia pergi dan menjadi stalkernya sementara. Yah, Kris memang pria yang keras kepala. Hebat bukan? Seorang kapten tim basket yang tampan di sekolah dan menjadi pujaan banyak gadis-gadis cantik, jatuh cinta pada gadis pemalu dan kutu buku. Belum lagi si gadis harus berhadapan dengan beberapa klub fans yang di bangun tidak resmi, mengincarnya hanya karena gadis itu ‘katanya’ merebut idola mereka. itu pula yang menjadi pertimbangan Taeyeon menerima Kris meski dalam hatinya, ia juga menyukainya.

Kris mencium Taeyeon dengan penuh gairah. Taeyeon membalasnya dengan ciuman yang sama. Mereka hanya berhenti sejenak untuk mengambil nafas lalu kembali saling berciuman. Mata Taeyeon mengerjap ketika merasakan tangan Kris yang hangat menyentuh permukaan perutnya, mengusap-usapnya tanpa menghentikan ciuman mereka meskipun tempat itu masih terhalang dengan dress yang melekat di tubuhnya.

“Kris..penerbangan..k-kita-“

“kita masih punya banyak waktu baby.”  Suara berat Kris terdengar begitu sexy.

“t-tapi..” Taeyeon terkesiap. Kris mengisap bahunya yang terekspos jelas di depannya dengan gemas. Ia mengerjapkan matanya ketika merasakan tangan Kris menyusup ke dalam dress putih miliknya, menyingkapnya hingga ke atas, hingga tubuh bagian bawahnya terlihat dengan jelas. wajah Taeyeon merah padam. ia menutup rapat matanya, Kris kembali menciumnya, membuatnya tak berdaya dengan setiap sentuhannya. Sesekali suara lenguhan kecil lolos dari bibirnya tanpa ia sadari dan jika sudah seperti itu, Kris akan semakin liar mempermainkannya.

“setelah ini..” Kris mengatur nafasnya, “aku akan menggendongmu sampai di dalam pesawat baby.”

Awalnya Taeyeon tak mengerti apa maksud ucapannya tapi begitu Kris menggodanya dengan menggerakkan tubuh bagian bawahnya, wajahnya yang merah padam kini seperti kepiting rebus. Kris terkekeh pelan. ia mencubit pipi Taeyeon dengan gemas lalu mengecupnya.

“kau masih Kim Taeyeon-ku yang pemalu.” Godanya dengan senyum jahil.

Taeyeon memalingkan mukanya dan cemberut, “dan kau tetap Kris yang menyebalkan!”

“tapi kau mencintaiku.”

“aish!” Taeyeon bersungut kesal. itu memang benar, dia terlalu mencintai Kris.

“aww..my baby sangat cute~”

Taeyeon mau tidak mau menyerah juga. Dia memang tak bisa lama-lama marah pada Kris apalagi jika suaminya itu mulai menciumnya.

“unni apa kau di dalam?”

Taeyeon tersentak kaget, Kris sontak menghentikan kegiatannya. Tidak salah lagi, itu adalah suara Seohyun. Wajah Kris langsung menampakkan ketidaksukaannya terhadap pengganggu yang sekarang berada di luar kamar. Taeyeon segera memperbaiki bajunya, ia ingin bangun untuk membuka pintu tapi Kris menahannya tetap berada di tempat.

“inilah alasan mengapa aku tidak memilih Jeju sebagai tempat honeymoon kita. Terlalu banyak pengganggu!” Kris memberenggut kesal. “aku bahkan belum melakukan apa-apa padamu.” ucapnya memprotes.

Meski wajahnya merona merah karena ucapan Kris, Taeyeon sempat terkikik. Wajah Kris yang cemberut merupakan salah satu ekspresi favoritnya. terlihat seperti anak-anak yang kesal karena keinginannya tidak terkabul.

“aww..apa my baby Kris kecewa?” Taeyeon setengah mengejeknya. Dia tersenyum geli ketika Kris mengangguk cepat.

“sangat!” serunya kesal sambil merebahkan kepalanya di dada Taeyeon.

Taeyeon tertawa ringan sebelum akhirnya mengusap lembut rambutnya. Kris, meski penampilannya tampak menakutkan dan tatapannya selalu terlihat mengintimidasi orang, pria itu tetaplah suaminya yang memiliki hati yang lembut seperti anak-anak. Taeyeon mengalihkan pandangannya ke arah pintu kamar hotel.

“unni, aku, eomma dan appa juga paman dan bibi akan jalan-jalan sebentar di pulau jeju. kami tidak bisa mengantarmu ke bandara karena setelah itu kami akan langsung pulang ke Seoul.” Kata Seohyun. Taeyeon tahu, paman dan bibi yang dimaksud adiknya adalah kedua orang tua Kris.

Sebelum Seohyun pergi, ia kembali berpesan. “unni, eomma bilang unni harus banyak minum vitamin, karena kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi selama sebulan unni disana. oh ya unni, eomma juga bilang unni harus segera berkonsultasi dengan dokter untuk mulai meminum pil pencegah kehamilan sebelum unni dan Kris oppa berbuat macam-macam.”

Senyum Taeyeon seketika terhapus dari wajahnya, tangan yang tadinya di pakai mengusap kepala Kris, kini mengepal kuat. Wajahnya merah padam karena malu, giginya gemertak menyerukan kekesalannya. Apa maksudnya itu?! Haruskah Seohyun mengatakan itu sekarang?! disini?! Saat ia sedang bersama Kris?! Seohyun, awas kau nanti! Dia yakin sekali, ibunya tak pernah mengatakan hal itu padanya.

Di luar sana, Seohyun sedang berusaha menahan tawanya. Tentu saja ia tahu kakaknya itu sedang bersama Kris. Kakak iparnya itu tidak pernah ingin jauh dari kakaknya. Sejujurnya, ibu mereka tidak pernah mengatakan itu padanya. benar bahwa ibunya berpesan padanya agar menyampaikan pada kakaknya untuk meminum vitamin, tapi selebihnya, itu murni karangannya.

“selamat bersenang-senang unni!” seru Seohyun dari luar. Usai mengucapkan kalimat itu, dia segera kabur ke tempat ayah dan ibunya.

Taeyeon berusaha bangkit. Dia ingin sekali memberi pelajaran pada adiknya yang telah mempermalukannya di depan Kris. Dia baru berhenti mencoba ketika Kris tiba-tiba  menciumnya. Siapa yang bisa tahan dengan bibir Kris. Sepertinya, Kris yang menciumnya setiap kali suasana hatinya tidak nyaman kini menjadi sebuah kebiasaan dan itu selalu berhasil.

“Kris kau tidak mengerti! Seohyun harus di beri pelajaran!” protes Taeyeon. Dia ingin berbicara lagi tapi Kris kembali menciumnya. Lama-lama, Taeyeon kesal juga.

“meskipun aku tidak suka adik iparku mengganggu ‘love session’ kita, aku senang dia mengingatkan tentang pil itu.” Kris tersenyum. Dia membantu Taeyeon duduk kemudian mengikat kembali tali dress yang tadi di bukanya.

Kris menghela nafas sesaat, kemudian melingkarkan kedua lengannya di sekeliling tubuh gadis itu sambil menyandarkan dagunya di pundak kecilnya. Mendaratkan sebuah kecupan lembut di atasnya kemudian memejamkan matanya, menikmati kebersamaan mereka.

Beberapa detik selanjutnya mereka hanya diam seperti itu. sekalipun Taeyeon ingin sekali menikmati pelukan hangat suaminya lebih lama, dia masih memiliki pekerjaan yang belum selesai.

“Kris..aku masih harus packing.” Taeyeon melirik jam kecil di atas meja. Tidak terasa, waktu bersama Kris terasa begitu singkat. “beberapa jam lagi kita akan berangkat.” Tambahnya. Ia merasakan Kris menggelengkan kepalanya tanda tak setuju.

“untuk apa membawa baju sebanyak itu. selama disana, kau bisa memakai bajuku. Aku tidak keberatan.” Ujarnya santai.

“Kris ini bukan saatnya bercanda!” Taeyeon memukul pelan lengannya. tapi, wajahnya sudah terlanjur bersemu merah.

“aku tidak bercanda baby.” Kris mencium lehernya, hidungnya menelusuri setiap inci kulitnya. menyesap wangi tubuh istrinya lebih lama. “ lagipula, kau tidak membutuhkan baju-baju itu. aku akan membukanya lagi nanti. Aku lebih suka kau tidak memakai apa-apa.” bisiknya seduktif.

“yaa!” Taeyeon berbalik dan memukul dada Kris. wajahnya yang tadinya merah kini semakin merah membuat Kris terdorong untuk menciumnya lagi. Sungguh, dia tak pernah merasa bosan mencium gadis itu.

“kau selalu mengambil kesempatan.” Wajah Taeyeon cemberut.

“aku menyukainya.” Kris kemudian pura-pura berpikir keras lalu kembali tersenyum cerah menatapnya. “kurasa ini akan menjadi hobi baruku mulai sekarang.” katanya bangga.

“huh?” Taeyeon bingung.

Kris memicingkan matanya, “kau pura-pura tidak tahu nyonya Wu?” tanyanya bergurau di selingi dengan seringaian kecil.

Wajah Taeyeon memanas. Panggilan itu terdengar begitu spesial, membuatnya tak bisa menahan senyumnya. Ia menangkup kedua pipinya seraya memalingkan mukanya, berusaha menyembunyikan rona merah di pipinya bersamaan dengan perasaannya yang menyeruak keluar karena Kris menggodanya lagi.

“bukankah kau memang selalu menciumku.” Gumamnya setengah kesal.

“aku mendengarmu baby.”

Taeyeon merutuki dirinya sendiri. Kris tak pernah gagal membuatnya tersipu malu dengan setiap ucapan dan tindakannya. Antara kesal dan malu, Taeyeon berusaha menyingkirkan kedua tangan Kris di pinggangnya, tapi pria itu hanya tertawa. Sebaliknya, Kris malah menariknya ke dalam pelukannya, mengeratkan lengannya di sekeliling pinggangnya seakan tak ingin melepaskannya. pria itu terdengar menghela nafas dalam-dalam sebelum mengecup puncak kepalanya. hanya dengan begitu, kekesalan Taeyeon akhirnya mencair dan ia tersenyum. dia selalu menyukai sisi romantis suaminya.

Kris meraih tangan Taeyeon dimana cincin pernikahan mereka tersemat di jari manisnya, menautkan jari-jari mereka hingga sepasang cincin itu saling bersentuhan. Taeyeon memandangi cincin mereka dan tersenyum geli. ia masih mengingat bagaimana kisah cincin yang melingkar di jari manisnya itu. hanya karena sebuah salah paham, ia hampir saja kehilangan Kris. sebaris senyum menghiasi bibir Kris sebelum akhirnya membawa tangan Taeyeon ke depan bibirnya untuk mengecupnya.

“my beautiful wife..i love you very much.” Kris berucap lembut seraya mendekapnya. Ia mengucapkannya dengan sungguh-sungguh.”aku berjanji akan selalu membuatmu bahagia, aku akan memberikan seluruh cintaku padamu, setiap saat, setiap hari, selalu dan selamanya.” Kris melonggarkan pelukannya agar bisa menatapnya. pandangannya yang teduh selalu memberi rasa hangat dalam hatinya. “aku sangat mencintaimu baby hingga aku tak sanggup membayangkan bagaimana hidup tanpamu. Aku tidak ingin kehilanganmu.”

Taeyeon terenyuh. Tanpa sadar kedua matanya berkaca-kaca dan sedetik kemudian air matanya pun turun membasahi pipinya. ia merasa menjadi gadis yang paling bahagia di dunia, ucapan-ucapan lembut Kris membuatnya terharu. Perasaan seperti ini hanya Kris yang bisa melakukannya.

“ssh..jangan menangis baby.” Kris mengusap air matanya, dalam hatinya merasa bersalah karena telah membuat Taeyeon menangis lagi. “aku sudah berjanji tidak akan membuatmu menangis lagi, tapi sekarang kau malah menangis.” tambahnya dengan sedikit candaan.

Taeyeon pura-pura memasang wajah cemberut tapi sedetik kemudian ia tertawa. “Kris bodoh.”

“tapi kau sangat mencintaiku. Aku tahu itu.” ucap Kris tersenyum. Taeyeon kembali tertawa.

Tiba-tiba Kris berdiri dan turun dari ranjang.

“kau mau kemana?” Taeyeon memandangnya heran.

“aku punya kejutan untukmu.” Kris mengedipkan sebelah matanya lalu berbalik menuju pintu.

Taeyeon mengeryit, sedikit memiringkan kepalanya untuk mengintip apa yang kira-kira di ambil Kris di dekat pintu kamar itu. Kris kembali naik ke ranjang dengan sebuah tas belanjaan di tangannya. ia lalu memberikan tas belanjaan itu pada Taeyeon.

“ini untukmu.”

Kening Taeyeon berkerut. Ia memandangi tas belanjaan itu kemudian beralih memandang Kris dan kembali pada tas belanjaan itu.

“bukalah.” Kris tersenyum, menyuruhnya.

Taeyeon membuka tas belanjaan itu lebar-lebar. matanya seketika membulat begitu tahu apa isinya. “i-ini…” dia kehilangan kata-kata. Ia menatap Kris tak percaya. Suaminya membelikan swimsuit biru yang di sukainya tadi.

“kau menyukai itu kan?” tanya Kris memastikan. Melihat tak ada suara yang keluar dari mulut Taeyeon, ia mulai meragukan pilihannya.

“kenapa kau membelinya? Bukankah kau tidak menyukai aku memakai swimsuit ini.” Taeyeon balik bertanya. ekspresinya yang terlihat biasa saja membuat Kris entah mengapa menjadi gugup. ia takut Taeyeon marah lagi padanya. kali ini mungkin karena ia salah membeli swimsuit.

“a-aku pikir kau menyukainya. aku bukannya tidak menyukai kau memakai swimsuit baby..” Kris menghela nafas, kepalanya setengah menunduk. “kau lebih tahu dari siapapun alasannya me-”

Kalimatnya terpotong karena Taeyeon langsung memeluk lehernya. Matanya mengerjap sesaat dan akhirnya, ia pun membalas memeluk pinggang istrinya itu.

“terima kasih. Aku sangat menyukainya!” Taeyeon berseru girang. Kris tersenyum cerah, ia ikut senang mendengar Taeyeon menyukainya.

Kris menatapnya. “tapi ingat baby, aku tetap tidak suka jika pria lain melihatmu memakai swimsuit itu.”

Taeyeon cemberut. “aku tahu. kau pasti akan menyuruhku memakai baju longgar itu lagi.”

Kris tersenyum puas. “benar sekali. kau boleh memakai swimsuit ini TAPI, diluarnya kau harus memakai bajuku. Mengerti?”

“kau bersikap tidak adil lagi.”

“oh please baby, jangan berbuat seperti itu.” Kris tiba-tiba menatapnya dengan gugup.

“apa?”

Dengan sekali angkat, Kris mendudukkan Taeyeon di atas pangkuannya. Kedua kaki gadis itu berada di samping kanan kiri pinggangnya. ia menyandarkan kedua tangannya di pinggang Taeyeon sementara kedua tangan Taeyeon bersandar di bahunya. Kris menarik pinggangnya hingga merapat ke tubuhnya.

“kau tidak tahu, tindakanmu itu hampir membuatku menyerangmu lagi.”

“mwo?” Taeyeon membulatkan matanya. dia tak sadar, ekspresi bingungnya itu malah membuat Kris semakin tidak tahan untuk segera menciumnya. Hanya karena Taeyeon mengerucutkan bibirnya, pikirannya menjadi berkecamuk. Tak ingin membuang-buang waktu, Kris segera membuka kancing kemejanya.

“K-Kris apa yang kau lakukan?” Taeyeon menjadi gugup. Ia mengerjapkan matanya beberapa kali ketika berhadapan dengan tubuh bagian atas suaminya yang kini tanpa penutup. Ini memang bukan pertama kalinya ia melihat Kris bertelanjang dada tapi tetap saja, tubuhnya yang atletis itu adalah sesuatu yang menarik untuk di lihat. Perutnya yang berpetak-petak itu terlihat begitu menggiurkan. Taeyeon dalam hati mencemooh dirinya sendiri yang mengatakan Kris pervert tapi lihatlah dirinya, kedua matanya belum berkedip sejak tadi karena memperhatikan tubuh suaminya.

Kris menyeringai, “kau menyukai apa yang kau lihat, ny Wu?”

Taeyeon mengerjap. “huh?” wajahnya seketika bersemu merah. “a-aku? T-tidak..a-hwaaa!”

Tubuh Taeyeon secepat kilat mendarat di atas kasur dengan Kris yang menindihnya. Kedua mata Taeyeon membulat lebar karena kaget.

“Kris…” Taeyeon membasahi bibirnya karena gugup. ia kurang lebih bisa menduga apa yang akan Kris nanti lakukan padanya. tatapan Kris membuatnya panik.

*please, jangan katakan kalau ia akan melanjutkan yang tadi.* dalam hati, Taeyeon berharap.

Kris terkekeh melihat ekspresi Taeyeon. gadis itu memiliki ekspresi yang gampang di tebak.

“K-Kris, a-aku..maksudku k-kita..” Taeyeon tidak melanjutkan kalimatnya. ia kesal pada dirinya. ia merasa tampak seperti orang bodoh karena terlalu gugup hingga apapun yang keluar menjadi kata yang terputus-putus dan berakhir mempermalukan dirinya.

“baby..” Kris mengelus pipinya membuatnya mengangkat wajahnya, menatapnya. hatinya langsung menghangat, Kris tersenyum tulus padanya. “its ok. kita tidak akan melakukannya sekarang. aku janji.”

Taeyeon tersipu malu mendengar kalimat terus terangnya. Ia kemudian menautkan kedua tangannya di leher Kris. keputusannya beberapa menit yang lalu berubah. sekalipun mungkin Kris tidak memintanya, dia akan senang hati memberikannya.

“kita masih memiliki tiga jam sebelum ke bandara.” Taeyeon tersenyum memberitahunya.

“well, berarti kita masih punya banyak waktu.”

Alis Taeyeon terangkat. “bukankah kita harus ke dokter sebelum berangkat?”

Kris menggeleng pelan, “tidak setelah ini.” dia memberikan kecupan singkat di bibir Taeyeon. Taeyeon tersenyum yang kemudian memecah menjadi tawa kecil.

“lalu apa yang harus aku lakukan sekarang? kau melarangku packing dan sekarang mengunciku di ranjang ini.”

Kris tersenyum misterius. “kita bisa berciuman dan berpelukan hingga waktu keberangkatan kita.” Ujarnya kemudian memasang tampang polos.

Taeyeon kembali memukul pelan dadanya dan tertawa. “kau dan hormonmu.”

“nanti juga kau akan terbiasa baby.”

Wajah Taeyeon memerah lagi. ia ingin membalas ucapan Kris tapi Kris sudah lebih dulu menciumnya. Ciuman Kris pelan dan lembut. Taeyeon terpaku sejenak, pikirannya mendadak kosong. Bibir Kris yang lihai membuatnya tak sanggup menolaknya. Hanya beberapa detik saja, ia akhirnya memejamkan matany dan ikut membalasnya. Mengeratkan kedua lengannya di leher Kris agar tubuh mereka semakin menekan satu sama lain. Kris memeluk pinggangnya, mendekapnya tapi tetap menjaga beban tubuhnya agar tidak menghancurkan tubuh mungil Taeyeon di bawahnya.

“I love you wifey.” Bisik Kris di depan bibirnya.

Taeyeon tertawa ringan dengan panggilan untuknya. Dia kemudian tersenyum, “I love you too hubby.” Balasnya.

Dan bibir mereka pun kembali bersatu dalam harmoni yang seirama.

– – –

Taeyeon menggerutu kesal sambil memperbaiki letak scarf-nya. Lagi. Matanya melirik tajam ke sampingnya dimana suaminya, Kris menatapnya dengan tatapan polos yang oh-sangat-cute.

“baby kau tidak perlu marah karena masalah kecil se-“

“masalah kecil kau bilang?” Taeyeon hampir saja meninggikan suaranya karena kesal, tapi dia berusaha menahannya. “setiap saat aku harus memperbaiki scarfku karena ‘sesuatu’ yang kau cetak dileherku! Kau juga membuatku harus memakai scarf ini saat kita bertemu dengan dokter.” Geramnya sambil menahan wajahnya yang mulai bersemu merah. Dia menyempatkan diri melihat sekelilingnya, memastikan tidak ada yang akan mendengar suaranya ketika dia mengungkit tentang ‘sesuatu’ itu.

Selesai packing, ia sudah bersiap hendak mandi untuk menemui dokter. Tapi betapa terkejutnya ia ketika tak sengaja melihat ke cermin yang berada di dekat pintu kamar mandi. Tanda merah hasil karya Kris, membekas dan tersebar di hampir seluruh lehernya. Itulah sebabnya ia harus memakai scarf untuk menutupinya. Bahkan bibirnya kini terlihat sedikit membengkak karena ulah suaminya itu. tapi yang membuatnya sangat kesal adalah Kris. setiap melihat ia membetulkan scarfnya, senyum puas selalu nampak di wajah pria itu membuat wajahnya merah karena malu.

*jangan berani blushing Taeyeon! jangan sekarang!* Taeyeon berulang kali meneriaki dirinya sendiri tapi rupanya tubuhnya mengkhianatinya. Ia terkadang merasa tak mengenal tubuhnya lagi karena tubuhnya secara tak sengaja selalu ‘patuh’ pada apapun yang di lakukan Kris. Kris seolah memberikan efek besar terhadap dirinya.

“itu ‘love bite’ baby.” Kris berujar santai. senyum jahil yang tergambar di bibirnya membuat wajah Taeyeon memerah.

“yaa!” Taeyeon sontak menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya seraya melihat sekelilingnya. Syukurlah, para penumpang kelas bisnis tidak begitu banyak. Sekitar empat atau lima orang yang berada di kursinya dan beruntung, mereka lebih tertarik pada dunia mereka sendiri daripada menoleh ke tempatnya.

Helaan nafas lega keluar dari mulut Taeyeon sebelum kembali melotot pada suaminya yang sejak tadi terus tersenyum memperhatikannya. Masih kesal, Taeyeon memalingkan mukanya ke jendela, bahkan menepis tangan Kris yang ingin menyentuh tangannya.

“baby.”

Taeyeon hanya mendecak, Kris yang memanggilnya dengan suara yang lembut tetap tidak membuatnya menoleh padanya. namun tiba-tiba, ia tersentak. ekspresi terkejut tergambar jelas di wajahnya ketika bibir Kris menyentuh telinganya dan menggigitnya.

“Kr-hmfh.”

Taeyeon mengerjap dengan kedua mata membulat lebar. Ia baru ingin memarahi suaminya atas tindakannya yang tidak perduli kalau saat ini mereka berada di dalam pesawat. Tapi begitu ia menoleh, bibir Kris langsung menyambar bibirnya. Kris menangkup wajahnya, menariknya semakin menekan bibirnya. suara protes Taeyeon teredam dan akhirnya hilang. Setelah pergolakan batin yang tidak berarti, berangsur-angsur tubuhnya yang kaku tadi melemas. sama seperti sebelum-sebelumnya, suasana hatinya berangsur-angsur membaik dan menyerah terhadap kelihaian bibir Kris. Yah, cara Kris yang terkesan licik itu selalu berhasil meluluhkan hatinya. Tanpa memperdulikan sekeliling mereka, keduanya larut dalam ciuman mereka.

Kris melepaskan bibir Taeyeon, saling menyandarkan dahi mereka sembari mengatur nafas kembali normal.

“aku sangat menyukai hobi baruku.” Kata Kris pelan menggodanya. Senyum jahil mengembang di bibirnya.

Taeyeon tidak sempat membalasnya karena Kris kembali memberikan kecupan-kecupan singkat di bibirnya.

“god, aku tidak sabar sampai di kamar kita. Kau menyiksaku baby.” Kris terdengar frustasi. Taeyeon hanya bisa tersipu malu mendengarnya. Sepertinya dia memang harus membiasakan diri dengan sisi pervert suaminya itu. Sejak menikah, Kris menjadi lebih agresif, horny dan melengket padanya kapanpun dimanapun. Entahlah, mungkin karena efek mereka telah menjadi suami istri yang sah.

Pesawat yang mereka tumpangi akan segera berangkat. Kris memasangkan sabuk pengaman Taeyeon sebelum memasang sabuk pengamannya sendiri. Ia kemudian menurunkan sedikit tubuhnya agar Taeyeon bisa bersandar di bahunya. Kris mengecup puncak kepala istrinya itu lalu menggenggam erat tangannya. beberapa menit setelah pesawat berangkat, Taeyeon tertidur pulas di bahunya.

Kris menatap istrinya dengan sendu, tangannya bergerak ke atas menyingkirkan helai-helai rambut yang sedikit menutupi wajah polosnya lalu turun mengelus pipinya. Senyumnya melebar melihat Taeyeon bergerak, istrinya itu rupanya sedikit terganggu dengan sentuhan di wajahnya.

“Kris? kaukah itu?”

Sebuah suara lembut tiba-tiba menyapanya. Kris menoleh dan ia sedikit terkejut begitu mengetahui siapa orang itu. Seorang gadis cantik dengan rambut pirang yang panjang, telah berdiri di samping kursinya dan kini tengah tersenyum padanya. Kris menatap kosong gadis itu, masih tak percaya kalau ia akan bertemu gadis itu lagi setelah sekian tahun berlalu. Gadis itu masih tampak cantik, mungkin sedikit berbeda dari 5 tahun yang lalu, penampilannya sangat berkelas dan elegan juga sedikit lebih dewasa.

Kris bahkan tak sadar kalau gadis itu kini tak lagi tersenyum begitu mengalihkan pandangannya ke sosok di sebelahnya. Gadis itu tersenyum pahit, dia terusik melihat lengan pria itu melingkar protektif di pinggang Taeyeon.

“Jessica?”

Jessica tersentak, sontak menggeser penglihatannya ke arah Kris. Senyum Kris masih menimbulkan getaran-getaran khusus dalam hatinya meskipun itu bukanlah senyuman yang memiliki arti khusus. Karena ia pada dasarnya mengenal Kris adalah pria yang jarang tersenyum pada orang. Pria itu selalu berjalan dengan memasang wajah datar dan terkadang serius. Saat dulu mereka masih bersama, seingatnya Kris hanya pernah tersenyum sebanyak dua kali. Dia adalah pria kaku yang pendiam. Begitulah sosok Kris di matanya dulu. Tapi sekarang, dia kelihatan lebih hangat. Mungkinkah karena gadis yang berada di sampingnya itu?

“apa yang kau lakukan disini?”

Jessica tak langsung menjawab. Dia sibuk memperhatikan Taeyeon yang begitu nyaman di pelukan Kris. hatinya serasa tertohok ketika tak sengaja melihat cincin berlian melingkar di jari manis mereka berdua.

“kau..sudah menikah? Dengan gadis itu?” Jessica tersenyum pahit. Sengaja mengabaikan pertanyaan Kris. Baginya yang terpenting saat ini adalah mendengar jawaban Kris. Namun meski ia sudah menduga jawabannya, ia tetap ingin mendengarnya langsung dari mulut pria itu.

“gadis yang kau maksud adalah Kim Taeyeon, Jessie.” Kris mengoreksinya. Dia tak senang dengan nada pertanyaan Jessica tentang Taeyeon. Tapi Jessica sudah tidak perduli dengan itu, karena dalam hatinya begitu gembira, Kris ternyata masih mengingat nama panggilan itu. entah datang darimana, harapannya perlahan-lahan kembali melambung tinggi. Sejujurnya ia memang masih menyukai Kris.

Kris beralih ke sampingnya dan seketika tatapannya berubah teduh. “dia adalah istriku. Kami baru menikah hari ini.”

Wajah Jessica seketika berubah datar apalagi melihat ekspresi Kris yang begitu bahagia memaparkan info itu padanya. Dia masih merasa cemburu pada Taeyeon yang telah merebut Kris darinya. Jika tidak ada Taeyeon, mungkin saja dia dan Kris masih menjalin hubungan hingga kini. Jessica menyesalinya, mengapa ia dulu tergiur dengan rayuan pria lain dan berselingkuh di belakang Kris. Parahnya lagi, dia sendirilah yang memutuskan hubungannya dengan Kris. Dan ketika ia menyesali perbuatannya, ia ingin meminta maaf dan meminta hubungan mereka kembali seperti semula, namun semuanya sudah terlambat. Kris telah menjalin hubungan dengan gadis bernama Kim Taeyeon. gadis yang hingga kini masih di bencinya.

“oh selamat atas pernikahanmu.” Jessica berucap datar dengan senyum yang dibuat-buat. Dia tak menyangka hubungan Kris dan gadis bernama Taeyeon itu awet hingga mereka menikah. Penyesalan pun kembali menghinggapinya.

Kris mengangguk singkat. perhatiannya teralih pada Taeyeon yang sempat bergerak karena posisinya kurang nyaman. ia terkekeh pelan sebelum kemudian memperbaiki posisi tidur istrinya senyaman mungkin tanpa berniat menarik lengannya dari pinggang rampingnya. Jessica tentu saja merasa tidak nyaman melihatnya. Selama bersama Kris dulu, ia lah yang selalu meminta Kris memeluknya dan ia pula yang meminta Kris untuk menciumnya. Sebagai kekasih, Kris menuruti semua permintaannya, bahkan ia akan langsung datang jika Jessica memanggilnya. Tapi itu tidak sama seperti apa yang di lihatnya sekarang. Kris yang berinisiatif memeluk Taeyeon dan ekspresinya yang selalu terlihat bahagia setiap kali menatap gadis itu.

Tanpa sadar kepalan tangan Jessica terkepal kuat. Dia tak tahan melihat dua orang di depannya. Kris mengacuhkannya begitu saja karena Taeyeon secara tak sengaja menyita perhatiannya. Sejak dulu seperti ini, setiap kali ia berusaha mendekati Kris lagi, pria itu pasti akan mengacuhkannya segera setelah melihat Taeyeon.

Jessica akhirnya berdehem membuat Kris menoleh segera.

“maaf Jessica, aku lupa kalau kau masih ada disini.” Kris tersenyum meminta maaf.

Ucapannya itu semakin membuat Jessica kesal. “its ok. aku akan kembali ke tempatku sekarang.”

Kris hanya mengangguk lalu kembali memperhatikan Taeyeon yang tertidur.

“err Kris..”

Kris mengernyit. Dia pikir Jessica sudah pergi tapi ternyata gadis itu masih berdiri di tempatnya.

“bolehkah aku meminta nomor ponselmu?” tanyanya hati-hati. Kris tidak menunjukkan reaksi. “kau tahu, kelas kita akan mengadakan reuni jadi akan lebih mudah jika aku mengetahui nomormu dan menghubungimu nanti.” Jelasnya.

Kris berpikir sejenak, apakah dia harus memberikan nomornya pada Jessica atau tidak. dalam hati Jessica bersorak girang ketika Kris mengeluarkan ponselnya dari dalam saku mantelnya. Ia memang tidak berbohong mengenai reuni itu karena salah satu teman sekolahnya dulu mengiriminya email kalau mereka akan mengadakan reuni. Tapi kapan dan tepatnya reuni itu masih belum di pastikan. Tujuan sebenarnya mengapa ia sengaja meminta nomor Kris karena ia masih ingin menjalin komunikasi lagi dengan pria itu. dan mungkin saja, ini adalah kesempatannya untuk bersama Kris lagi.

– – –

Taeyeon beringsut dari tempatnya. kelopak matanya perlahan-lahan terbuka dan segera setelah matanya terbuka sempurna, wajah tampan suaminya yang tersenyum kini berada tepat di depan wajahnya.

“morning baby~” Kris dengan cute menyapanya lalu secepat kilat mendaratkan kecupan singkat dibibirnya.

Taeyeon sontak tersipu malu, bukan hanya karena ciuman Kris tapi juga karena Kris mencandainya. Sambil mengerucutkan bibirnya, ia memukul pelan dada suaminya. “aku tahu ini masih di pesawat Kris.”

Kris hanya tertawa ringan lalu kembali memberikan kecupan lembut di keningnya. menggoda istrinya sangat menyenangkan apalagi jika melihatnya sudah berekspresi seperti itu. cute dan sangat polos. senyum Taeyeon merekah ketika Kris memeluknya. Ia pun membalasnya, menyandarkan kepalanya di dada suaminya sambil melingkarkan kedua lengannya di pinggangnya. Lengan kursi yang berada tepat di antara mereka tidak menghalangi keduanya untuk saling menghangatkan satu sama lain.

Taeyeon memejamkan matanya menikmati pelukan suaminya. seperti biasanya, kedua lengan Kris selalu membuatnya merasa hangat dan nyaman. Bukan hanya pelukan, setiap sentuhan Kris selalu menjadi favoritnya dan Kris sangat tahu itu. Taeyeon mengucap syukur pada tuhan karena telah mempertemukannya dengan Kris. Kebahagiannya bersama pria itu sungguh tak bisa terukir oleh kata-kata. Ia sangat bahagia hingga terkadang terharu dengan seluruh cinta yang di berikan Kris. Kris selalu membuatnya berdebar-debar hanya dengan menatapnya, wajahnya yang selalu bersemu merah tiap mendengar suaranya yang lembut, dan ribuan kupu-kupu yang serasa berterbangan di dalam rongga perutnya tiap kali ia menyentuhnya. Rasa geli yang menyenangkan, begitulah ia menyebutnya. Yah, Kris selalu berhasil menimbulkan getaran-getaran itu dalam tubuhnya. Terlalu kuat pengaruh pria itu terhadapnya hingga ia tak sanggup membayangkan jika ia harus berpisah dengannya.

“kita hampir sampai baby.”

Taeyeon ber’humm’, “berapa lama aku tertidur? Kenapa kau tidak membangunkanku?” tanyanya pelan. Ia mengangkat kepalanya menatap suaminya.

“aku tidak tega membangunkanmu.”

Taeyeon melepaskan tawa kecilnya. Mendadak matanya membulat lebar, tawanya sontak berubah menjadi kikihan-kikihan kecil. “berhentilah menciumku Kris.” ujarnya setengah protes ketika suaminya itu mencium hampir seluruh permukaan wajahnya. “aigoo, apa kau tidak bosan?”

Kris menggeleng cepat membuat Taeyeon tersenyum geli. “tidak pernah dan tidak akan pernah. Kau tidak tahu baby, betapa aku sangat menyukai bibirmu ini. aku tidak pernah merasa cukup dengan menciummu.” Akunya sungguh-sungguh.

Untuk sekian kalinya ia kembali mencium bibir Taeyeon. Kris tak perlu menunggu lama karena Taeyeon langsung membalas ciumannya. mereka tak tahu kalau saat ini sepasang mata mengawasi mereka sejak tadi. Jessica yang duduk tidak jauh disamping mereka, memandang Taeyeon dengan geram. Ia berharap bisa berada di posisi Taeyeon sekarang. Mungkin seharusnya ia membiarkan mereka saja, tapi setiap kali melihat sikap Kris yang begitu sweet pada Taeyeon, ia tak bisa menahan rasa cemburunya.

 

To be continued… 

 

Well… *nariknafaspanjang

Aku sudah mencoba yang terbaik, tapi kalau story-nya mengecewakan dan feel romance-nya kurang…aku sembunyi aja deh! hehehe bercanda.

Silahkan berkomentar, aku tidak punya kata-kata lain lagi karena semua uneg-unegku udah keluar di atas^^

Yang mau lbih mengenalku silahkan follow @haime_Fa

—> RYN

100 thoughts on “[Freelance] threeshoot : Honeymoon ( part 1 )

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s