Flawless Step by Step – Step 01

calm-happy

Title                                                       : Flawless Step By Step – Step 01

Author                                                  : tantriprtstht

Length                                                  : chapter

Genre                                                   : Romance & Friendship

Rating                                                   : T

Main cast                                             : Taeyeon (SNSD) | SuHo (EXO)  | Kai (EXO) | Kyuhyun (SuJu)

Desclaimer                                          : FF ini asli dan murni seratus persen dari otak author. Kalau ngambil tanpa seizin Author, artinya plagiator! No silent reader, hargai karya Author dengan comment but no bashing! Cast bukan milik saya melainkan Tuhan Yang Maha Esa dan Orang tua mereka masing-masing serta entertainment mereka.

 

TAEYEON POV

Aku membuka satu per satu halaman. Isinya bukan sebuah tulisan yang biasanya membuat kita cepat bosan tapi isinya adalah foto. Lebih tepatnya gambar. Wajahku tersenyum sendiri melihat gambar-gambar itu. Membayangkan kalau gambar di sini adalah sebuah benda nyata yang bisa aku peluk setiap hari.

“Lagi-lagi Taeng melihat gambar Suho”

Aku langsung menutup majalah milikku dan mendongakkan kepalaku supaya aku bisa melihat orang yang menyapaku. Dia berdiri sedangkan aku duduk di mejaku.

“Kau membuatku kaget, Yoona” ucapku dengan nada mengejek.

“Pasti ada hal yang baru. Ceritakanlah”

Aku memandang Yoona dengan tatapan puas. Yoona senang sekali menanyakan hobi aneh ku ini. Yaitu memandangi sebuah foto.

“Ini majalah limited editionnya Kim Joon Myeon. Bonus poster super besaar” ucapku sambil tertawa puas.

“Jinjja? Aku boleh lihat?” aku mengangguk pada Yoona dan memberikan majalahku pada Yoona. “Aigo~ Suho ganteng sekali….”

“Iya, kan? Masih muda tapi sangat berbakat!” sahutku dengan semangat.

Gambar itu adalah namja bernama Kim Joon Myeon, seorang model sekaligus aktor yang sedang digilai. Wajah dan suaranya yang bagaikan ‘angel’ itu bisa membuat yeoja manapun tersipu tapi dalam hati berteriak sangat kencang.

SRET!

Tiba-tiba majalah yang dipegang Yoona dirampas oleh orang di belakangku. Aku menoleh untuk melihat siapa yang melakukannya tapi satu detik sebelum sepenuhnya melihat wajah orang itu aku sudah tau siapa pelakunya. Siapa lagi kalau bukan Kim Jongin.

“Aish, kembalikan majalahku!” bentakku dan berusaha merebut majalah itu dari tangan namja yang biasa dipanggil Kai itu. “Susah sekali mendapatkan majalah itu!”

Tanpa menghiraukanku, Kai membuka satu per satu halaman majalah itu. Seketika tatapannya terlihat mengejek, tatapan yang sangat menyebalkan bagiku. “Apa bagusnya sih namja ini?”

“Dasar Kai, tidak tau Suho si model terkenal” ejek Yoona sambil mencibir Kai.

TENG! TENG!

“Sudah waktunya pulang. Ayo, kembalikan” ucapku lalu merampas majalah itu dari tangan Kai.

Dengan tatapan tidak bedosa, Kai pergi untuk mengambil tasnya. Aku memasukkan majalah itu ke dalam tasku dan pulang secepat mungkin. Kai selalu mengangguku begitu aku mempunyai sesuatu yang baru tentang SuHo.

Aku berjalan secepat mungkin karena sore ini twitter bilang kalau foto teaser film baru SuHo akan keluar. Suho selain model, dia juga baru terjun ke dunia TV. Aktingnya termasuk bagus untuk pemula.

BRUK!

Tubuhku terpental ke jalan yang sebenarnya cukup sepi itu. Yah, namanya juga jalan pertokoan…  Tasku terpental cukup jauh dariku. Tapi banyak sekali kertas berserakan. Aku melihat ke depanku. Seorang namja dengan kacamata hitam terlihat kesakitan.

Aku merasa kertas ini milik namja itu. Aku segera memungutinya satu-satu dan merapikannya. Sambil memperhatikan rambut cokelat miliknya serta bajunya yang berupa kemeja berwarna biru.

“Mianhae, ini berkas anda…” ucapku lalu namja itu tanpa menoleh padaku langsung berlari sangat kencang. Aku menyadari ada sebuah benda yang tertinggal. “Dompet!”

Aku tidak berani melihat isinya. Yang pasti dompet ini milik namja yang kutabrak tadi.

“Cepat sekali dia pergi….” Gumamku. “Apa boleh buat, aku akan coba mencarinya!”

Aku berjalan ke depan yang aku pikir namja itu pergi ke sana. Tidak ada jejaknya sama sekali. Lalu kalau namja itu tidak ketemu apa harus kulaporkan polisi? Tidak mungkin. Polisi tidak mungkin menerima barang hilang jika pemiliknya belum kembali padaku selama 24 jam. Entah teori ini aku dapat dari mana.

“Cari seseorang?”

Aku menoleh ke sumber suara. Seseorang yang duduk di motor hitamnya dengan pakaian yang serba hitam pula. Wajahnya tak terlihat karena dia memakai helm yang kacanya super hitam tapi dari suaranya aku yakin sekali kalau orang ini seorang namja.

“Ne, aku mencari seorang namja berambut cokelat dengan kemeja biru” jawabku lalu dia menunjuk ke sebuah lorong. “Dia tadi berjalan ke sana”

Aku kebingungan. Kalau memasuki lorong itu, artinya akan tiba di rumahku. Karena lorong itu adalah jalan buntu. Meski tak mengerti, aku tetap mengangguk dan menunduk untuk tanda terima kasih. Aku memasuki lorong yang sebenarnya jalan ke rumahku.

Aku putuskan untuk mandi terlebih dahulu lalu mencari namja itu dari rumah ke rumah. Aku mengetuk pintu rumahku terlebih dahulu dan aku merasa aneh. Biasanya ada sapaan dari Eomma tapi kali ini tidak. Kudengar Eomma sedang bercakap-cakap dengan seseorang. Aku memasuki rumah dan mendapati namja yang kutabrak tadi sedang duduk di kursi ruang tamu dan mengobrol dengan Eomma.

“Ah, Taeng sudah pu—“

“Jadi kamu Kim Taeyeon? Kamu kan gadis yang kutabrak tadi saat perjalanan menuju ke sini!” ucap namja itu lalu berdiri dan mengulurkan tangannya. “Cho Kyuhyun imnida”

Aku menggenggam tangannya dan berjabat tangan dengannya. “Kim Taeyeon. Oh iya, ini…. Dompet”

“Ah, ini memang punyaku. Gomawo” ucap Kyuhyun tersenyum lalu memasukkan dompetnya ke dalam sakunya.

“Ini Cho Kyuhyun, orang yang akan mewarisi Vello Entertaiment” sahut Eomma.

Vello Entertaiment? Aku langsung memutar memori otakku secepat mungkin. Memori tentang Suho. Ya, Suho berasal dari Vello Entertaiment!

“Sebenarnya ada masalah gawat di entertainment ku” lanjut Kyuhyun dengan nada cemas.

“Masalah… Apa?” tanyaku penasaran.

Kyuhyun berdehem sebelum menjelaskan cerita panjangnya.

“Sebenarnya, sebentar lagi Appaku, pemilik Vello Entertaiment mau mewarisi Vello Entertaiment padaku. Dan Appa memintaku untuk menikah. Appa memintaku untuk menikah dengan yeoja bernama Kim Taeyeon. Entah apa alasan Appaku.” ucap Kyuhyun. “Tentu saja aku belum siap untuk itu. Apalagi kalau aku bilang padamu seperti sekarang, mungkin kau akan menolakku sekarang”

Tentu saja aku akan menolak, babo. “Mianhae, Kyuhyun-ssi, aku memang menolakmu….”

“Yah, tadi Eommamu juga bilang kalau kamu terlalu muda untuk menikah” jawab Kyuhyun. Umurku memang 18 tahun dan aku masih harus menyelesaikan kuliahku. “Tapi apapun yang ingin kau minta, bilanglah”

“Aku… Mau masuk Vello Entertaiment!” ucapku sedikit berani.

“MWO?!” ucap Eomma dan Kyuhyun bersamaan.

“Tapi…. Untuk apa?” tanya Kyuhyun kebingungan.

Aku berusaha berpikir keras untuk menemukan alasan yang tepat. Gawat kalau calon pewaris Vello Entertaiment tau kalau aku ingin masuk Vello Entertaiment karena aku ingin bertemu dengan Suho dan berdekatan dengannya.

“Tuan Cho, apa yang akan dilakukan Appamu kalau tau Taeyeon menolakmu?” tanya Eomma tiba-tiba.

“Appaku pasti akan berusaha keras membuatku dan Taeyeon menikah” ucap Kyuhyun.

“Kalau begitu, Taeyeon bisa pura-pura menjadi pacarmu” ucap Eomma sambil tersenyum. “Ajak Taeyeon ke Vello Entertaiment, dan tunjukkan kemesraan kalian di depan Appa Kyuhyun. Tapi Kyuhyun, bilang ke Appamu kalau kamu ingin menikah dengan Taeyeon kalau Taeyeon sudah jadi artis terkenal. Itu juga bisa menjadi pelajaran untukmu, apakah kau bisa menangani Entertaiment-mu nantinya.”

“MWO?!” teriakku kaget. “Maksud Eomma, Taeng bakal jadi artis?”

“Ne, bagaimana usul saya, Tuan Cho?” tanya Eomma pada Kyuhyun.

Kyuhyun menunjukkan ekspesi berpikirnya dan mengangguk. “Kurasa itu ide yang cukup bagus. Dengan begini, pernikahanku bisa ditunda”

Aku seperti tidak percaya. Kalau ke Vello Entertaiment, aku bisa bertemu dengan SuHo, idolaku!

“Kalau begitu, kepakkan barangmu sekarang dan berangkat lah ke Vello Entertaiment” lanjut Eomma.

*

“Sudah sampai” ucap Kyuhyun lalu membukakan pintu Vello Entertaiment untukku. Kami sengaja masuk dari pintu belakang karena pintu depan sudah dipenuhi oleh fans. “Kita harus menemui Appaku”

Aku mengangguk lalu menggeret koperku. Gedungnya cukup luas, kalau dilihat dari luar mungkin terlihat pendek, tapi ternyata sangat tinggi di tambah dengan ruang bawah tanahnya yang fungsinya tidak kalah keren dengan lantai atas alias bukan tempat parkir mobil.

“Kantor Appaku ada di lantai paling atas” ucap Kyuhyun lalu membukakan pintu lift untukku. Kami sama sekali tidak berbicara di lift. Sampai akhirnya lift tiba di lantai paling atas.

“Kita harus bergandengan tangan” usulku lalu menggenggam tangannya. “Ayo masuk”

Kyuhyun mengetuk pintu dan terdengar jawaban ‘ya’ dari dalam ruangan. Kyuhyun membuka pintu sambil menarik tanganku.

“Appa, aku sudah pulang. Ini Kim Taeyeon” jawab Kyuhyun.

“Wah, rupanya Taeyeon sudah tiba” ucap Appa Kyuhyun dan mendekat padaku. “Selamat datang di kantor Vello Entertaiment”

“Kim Taeyeon imnida, kamsahamnida” jawabku gugup. Baru kali ini aku melihat pemilik Vello Entertaiment dengan close-up!

“Jadi, kalian sudah saling mengenal?” tanya Appa Baekhyun lalu menuntun kami ke sebuah sofa di kantornya.

“Ne. Kami sudah saling kenal sekarang dan kami sudah pacaran” jawab Kyuhyun tegas.

“Wah, bagus kalau begitu… Ayo cepat kalian meni—“

“Tunggu dulu. Kami baru pacaran, mana boleh kami langsung menikah? Sebaiknya sambil mengenal satu sama lain, aku ingin menjadikan Taeyeon artis terkenal” potong Kyuhyun. “Ini bisa membuktikan kemampuanku apa aku pantas menjadi pewaris atau tidak”

“Ya, kalau itu mau Kyuhyun, silahkan” ucap Appa Kyuhyun sambil tersenyum. “Kalian boleh pergi sekarang”

“Taeyeon, ayo aku antar ke rumahmu” lanjut Kyuhyun lalu aku mengangguk tapi kaget melihat Appa Kyuhyun yang terlihat kaget.

“Tadi kamu bilang apa, Kyuhyun?” tanya Appa Kyuhyun.

“Taeyeon, ayo aku antar ke rumahmu” ucap Kyuhyun mengulangi perkataannya dan itu membuat Appa Kyuhyun menggelengkan kepalanya.

“Kalian harus tinggal serumah. Katanya ingin mengenal satu sama lain?” tanya Appa Kyuhyun membuat aku dan Kyuhyun melotot. “Antar dia ke rumah kita yang ke-2. Mulai hari ini, kamu dan Taeyeon tinggal di situ”

“Lalu bagaimana dengan sekolah Taeyeon? Eommanya Taeyeon juga!” protes Kyuhyun.

“Kalau soal sekolah, dia bisa satu universitas denganmu, kan? Kalau soal Eommanya, berikan saja Eommanya rumah kita yang ke-3” jawab Appa Kyuhyun santai. “Cepatlah berangkat, dan urus debut Taeyeon”

“Ne” ucap Kyuhyun kesal lalu keluar dari ruangan sambil menarik tanganku.

Kyuhyun dan aku kembali turun ke lantai paling bawah dan mendapati Eomma-ku menunggu di sana dengan kopernya juga.

“Ahjumma, tak perlu repot-repot ke sini. Baru saja saya mau menjemput anda” ucap Kyuhyun.

“Tidak apa, Tuan Cho. Taeyeon, Eomma tau kamu punya bakat yang besar dalam dunia seni. Eomma sudah tau sejak kamu masih kecil. Ada baiknya jika kamu mengembangkan bakatmu sebaik mungkin” sahut Eomma sambil tersenyum. “Mengerti?”

“Ne!” aku langsung memeluk Eomma erat. “Gomawo….”

“Ya, jagalah dirimu baik-baik” jawab Eomma lalu melepas pelukan kami. “Tuan Cho orang yang baik, dia akan menjagamu”

“Tentu saja” ucap Kyuhyun lalu tersenyum. “Oh ya Ahjumma, ini”

Kyuhyun mengeluarkan sebuah kunci dari kantong bajunya. “Appa menyuruh Ahjumma untuk tinggal di rumah ketiga milik kami”

“Kalau begitu, saya ke sana sekarang. Di mana tempatnya?” tanya Eomma sambil menerima kunci itu.

“Bilang saja pada supir pribadiku untuk mengantar Ahjumma ke rumah milik keluarga Cho yang ketiga” jawab Kyuhyun lalu Eomma mengangguk kemudian pergi.

“Mianhae yo, Tuan Cho. Aku sangat merepotkanmu” ucapku.

“Gwechanna, kurasa ide Eommamu bagus juga. Lalu, jangan panggil aku Tuan Cho. Kau boleh memanggilku Kyuhyun-ssi, atau Kyuhyun-ah, atau Kyu” jawab Kyuhyun lalu menggenggam tanganku erat. “Di depan semua orang, kita harus tampil layaknya kekasih”

“Ne” jawabku. Seperti mimpi saja bisa berperan sebagai sepasang kekasih bersama calon pewaris Vello Entertaiment.

Aku dan Kyuhyun berjalan menuju ke luar gedung untuk ke rumah kami yang baru. Tepat di depan gedung, seorang namja yang menutupi matanya dengan kacamata hitam sebagai alat penyamaran mengagetkanku dan Kyuhyun.

“Suho! Hari ini kamu ada pekerjaan?” tanya Kyuhyun lalu Suho mengangguk.

DEG. Baru kali ini aku melihat Suho, idolaku secara langsung! Aku tidak percaya ini! Tanpa make-up pun dia terlihat…. Sempurna. Dia tiba-tiba melihat ke arahku lalu menunjuk ke aku.

“Oh, yeoja ini Kim Taeyeon. Di, dia pacarku” ucap Kyuhyun lalu tersenyum sambil mengangguk-angguk.

Huwaa… Suho sekarang mengetahui siapa aku yang sebenarnya! Aku mengulurkan tanganku untuk minta berjabat tangan. “Kim Taeyeon imnida. Salah satu fans terbesarmu”

Suho tidak berbicara apa-apa, melainkan hanya menjabat tanganku lalu kami bersalaman. Lalu Suho melepas tanganku.  Mengapa dia berbeda sekali dengan bayanganku selama ini?

Suho mengangguk 2 kali lalu Kyuhyun menepuk punggungnya. “Kalau begitu, selamat bekerja”

Aku memperhatikan setiap langkah yang diambil Suho untuk pergi ke lift dan tentu saja dia akan bekerja. Tapi entah kenapa ada sesuatu yang aneh dari dalam dirinya.

“Ya! Mengapa kau melamun?” Kyuhyun membuyarkan semua lamunanku. “Kau tidak apa-apa?”

“Ne, gwechanna” jawabku sambil tersenyum.

“Ayo ke rumah kita yang…. Baru” ucap Kyuhyun lalu menggenggam tanganku lagi dan mengajakku ke mobilnya.

Sebelumnya kami berangkat memakai taxi dari rumahku hingga kantor Vello Entertaiment tapi sekarang, Kyuhyun akan mengantarkanku memakai mobil Audi-nya. Aku terkagum-kagum melihat mobil yang biasanya hanya dimiliki artis barat seperti Zac Efron, Justin Bieber, dll.

“Masuk saja” ucap Kyuhyun lalu duduk duluan di kursi pengemudi. Akupun masuk ke mobilnya dengan gugup. Aku berusaha memasang sabuk pengaman yang menurutku cukup sulit itu. “Ah, akan aku ban—“

BRUK!

Kyuhyun menjatuhkan tubuhnya tepat di atasku yang dalam posisi menyender setengah pada pintu mobil dan kursi mobil. Jantungku berdebar sangat cepat, nafasku tercekat.

“Mian, kakiku terpeleset” ucap Kyuhyun lalu mendongakkan kepalnya dan sekarang kami saling bertatapan.

Aku sangat takut. Jarak kami sangat dekat, bahkan aku bisa merasakan nafas Kyuhyun. Aku takut kalau tiba-tiba dia akan mencoba menciumku. Memang aku bukan pacarnya, tapi sekarang aku sedang pura-pura menjadi pacarnya. Memang hanya sandiwara tapi segala sesuatu harus tetap terlihat sempurna.

“Aku tidak akan menciummu” lanjut Kyuhyun seperti mengetahui apa yang ada dipikiranku. “Kau memang cantik, dan kalau ingin menghayati sandiwara kita ini, kita harus melakukannya seperti melakukannya sungguhan. Tapi tidak akan kulakukan”

“Waeyo?” tanyaku lalu Kyuhyun kembali duduk di kursi pengemudinya.

“Karena aku sudah berjanji pada Eommamu untuk menjagamu dengan baik” ucap Kyuhyun sambil tersenyum.

Wajahku merah padam melihat senyuman Kyuhyun dan mendengar suaranya yang bisa membuat siapapun terpesona.

Kyuhyun segera mengemudikan mobilnya ke tempat tujuan kami. Sebuah rumah yang sangat besar. Kalau dari pembicaraan, ini adalah rumah keluarga Cho yang kedua. Tempatnya cukup jauh dari kantor Vello Entertaiment.

“Silahkan masuk” ucap Kyuhyun lalu membukakan pintu rumahnya untukku. “Akan kuantar kamu ke kamarmu”

Kyuhyun tetap menggandeng tanganku, membawaku ke lantai 2. Lantai 2 isinya adalah kamar tidur semua. Kyuhyun mengetok sebuah pintu dan keluar sosok yang sama sekali tidak ingin kulihat.

“KAI!”

“TAEYEON!”

“Lho, kalian sudah saling mengenal??” Kyuhyun menunjuk kami berdua dengan kebingungan.

“Kenapa Taeyeon ada di sini??” tanya Kai pada Kyuhyun. “Jangan-jangan Taeyeon yang akan menjadi is—“

“Kami tidak akan menikah!” ucapku lalu maju selangkah.

“Ne, ini Cuma sandiwara untuk mengelabui Appaku” lanjut Kyuhyun. “Aku ingin minta tolong padamu, Kai”

“Apa itu?” tanya Kai dengan nada kesal.

“Taeyeon akan menempati kamarmu. Kau pindah saja ke kamarku, kita tidur sekamar saja” ucap Kyuhyun lalu Kai melotot.

“Ayolah, Kai!” mintaku lalu Kai memutar bola matanya.

“Sebelumnya, aku ingin bicara empat mata saja dengan Taeyeon” ucap Kai lalu menarik tanganku dan aku memasuki kamarnya yang mungkin selanjutnya akan menjadi kamarku.”Aku butuh penjelasan”

“Bukankah kau sudah tau kalau aku dan Kyuhyun hanya bersandiwara?” tanyaku sambil melipat tanganku. “Masih kurang jelas apa lagi?”

“Jelaskan secara rinci” perintah Kai kesal.

“Baiklah. Jelas-jelas aku menolak Kyuhyun jika aku harus menjadi istrinya. Dan itu akan menjadi masalah gawat kalau Appanya sampai tau. Jadi kami pura-pura berpacaran dulu lalu berusaha mengulur waktu agar pikiran Appanya berubah” ucapku panjang lebar. “Kyuhyun akan menjadikanku artis terkenal untuk menguji kemampuannya sebagai ahli waris dan juga agar mengulur waktu”

“Babo”

“Enak saja!” protesku pada Kai yang masih melet padaku. “Kamu sendiri mengapa ada di sini? Ini kan rumah keluarga Cho yang kedua!”

“Aku juga seorang artis dari Vello Entertaiment” jawab Kai.

“Mwo? Artis?! Pekerjaanmu… Apa?” tanyaku penasaran.

“Pengisi suara”

Mataku melotot dan berusaha mencerna perkataan Kai. Pengisi suara? “Hahahaha, itu kan bukan pekerjaan yang pen—“

BRAK!

Pintu terbuka dan seseorang menutup mulutku. Aku mendongak untuk melihat siapa pelakunya dan ternyata orang itu adalah Kyuhyun! “Jangan cerita soal itu”

“Tak apa, Kyuhyun. Dia kan fans Suho?” tanya Kai sambil melipat tangannya.

“Jinjja?” tanya Kyuhyun padaku lalu membuka mulutku.

“Ne! Aku fans beratnya Suho! Aku punya semua koleksi foto dan posternya! Dia model yang sangat kukagumi!” jawabku semangat. “Memangnya ada apa dengan Suho?”

“Bagaimana ini? Ini semua karena kamu, Kai” ucap Kyuhyun pada Kai lalu Kai tertawa.

“Yah, apa boleh buat. Dia akan menjadi artis di VelloEnt, kan? Ceritakan saja” sahut Kai.

“Baiklah.  Apa boleh buat. Taeyeon-ssi, berjanjilah kau tidak akan membocorkan rahasia ini. Sebuah rahasia sangat besar… Yang hanya diketahui orang-orang VelloEnt”

“Ne…” jawabku gugup.

“Kau tadi bertemu Suho, kan?” tanya Kyuhyun lalu aku mengangguk. “Apa yang ada di benakmu saat bertemu denganmu?”

“Tangannya hangat….”

“Bukan itu, babo! Kau sadar tidak sih kalau dia tidak ngomong sepatah katapun?!” Kai membentakku tapi aku sudah terbiasa dengan bentakannya. Tapi kali ini aku butuh berpikir berkali-kali untuk mencerna perkataan Kai.

“Ne! Dia tidak ngomong sama sekalii!” ucapku lalu Kyuhyun dan Kai mengangguk. “Memangnya ada apa?”

“Dia tidak suka dengan suaranya” ucap Kyuhyun. “Karena itu, dia selama ini bekerja sebagai model”

“Mwo?! Waeyo? Lalu…. Bagaimana dengan dramanya? Bukannya mulai minggu depan, drama pertama Suho akan tayang di TV?!” tanyaku lalu Kai menggeleng.

“Dia tetap berakting tapi yang mengisi suaranya saat dia ngomong adalah aku” sahut Kai.

“Kenapa… Kenapa Suho tidak suka dengan suaranya?!” tanyaku penasaran.

“Itu semua ada kaitannya dengan masa lalu. Dan aku yakin yang bisa mengubah sifat Suho yang seperti ini adalah kamu” lanjut Kyuhyun.

“Mwo?! Kenapa aku?!”

“Karena kita sudah membujuknya berkali-kali… Dia tetap tidak mau bicara sama sekali… Tapi entah kenapa aku yakin kalau kamu bisa mengubah sifatnya itu” jawab Kyuhyun.

Aku berpikir sejenak. Aku tidak tau apa alasan Kyuhyun yang sangat yakin aku bisa mengubah sifatnya tapi dalam hatiku, aku sangat senang mendapat tugas seperti ini.

“Baik! Akan kulakukan!” jawabku semangat lalu Kyuhyun tersenyum.

“Yah, siap-siap saja jadi artis” ejek Kai.

“Mwo? Ini ada kaintannya dengan artis?” tanyaku lalu Kai mengangguk.

“Sebentar lagi, Suho akan membitangi sebuah iklan yogurt. Dan diperlukan pemeran yeoja di iklan itu. Dan tentu saja itu akan ditentukan dengan audisi. Kalau kau lolos, kau akan bermain iklan bersamanya dan mungkin kau bisa mendekati Suho. Yah, sayangnya kemampuan aktingmu belum terasah” lanjut Kai. “Karena itu mulai besok, kau akan masuk ke sebuah sekolah khusus seni dan melatih kemampuan aktingmu”

Aku jadi teringat kebiasaan sekolah Kai yaitu dari senin hingga jumat, dia hanya masuk hari selasa dan rabu. Aku kira karena dia menghindari upacara dan kamis-jumat adalah waktunya pelajaran matematika, “Jadi ini alasanmu selalu bolos? Karena kau bersekolah di sekolah seni itu?”

“Ne, dan itu bukan bolos” ucap Kai kesal.

“Bagaimana, Taeyeon?” tanya Kyuhyun padaku. “Kau bersedia melakukannya?”

Melakukannya, demi Suho? “Ne! Serahkan saja padaku!”

“Bagus kalau begitu! Nah, Kai! Ayo kamu pindahkan semua barangmu ke kamarku!” perintah Kyuhyun semangat dan keluar dari kamar Kai.

“Apa ini juga alasanmu selalu mengejek Suho?” tanyaku lalu Kai mengangguk.

“Tentu saja. Apa bagusnya Suho kalau sebenarnya yang mengisi suaranya di drama adalah aku” jawab Kai tanpa menoleh padaku.

“Sekolah seni seperti apa sih?” tanyaku lalu Kai tersenyum usil.

“Lihat saja besok!”

*

“Kim Taeyeon imnida! Mohon bantuannya!” aku membungkuk 90 derajat.

Hari ini adalah hari pertamaku belajar di sekolah seni. Hampir semua murid di sini sudah pernah aku lihat di majalah, TV dan lain-lain.

“Taeyeon, selamat datang, ya. Silahkan, kau duduk di sebelah Jongin” ucap Wali kelasku, Choi Seosangnim.

Aku mengangguk pada wali kelasku lalu segera menuju ke tempat dudukku. Kai menatapku kesal lalu bersiul seperti tidak tau apa yang terjadi.

“Cih, kenapa juga aku harus duduk bersamamu, dasar pendek”

“Mwo?! Jangan mengejekku, babo!” seruku. “Kamu kenal semua orang di kelas ini?”

“Yah, kenal sih Cuma beberapa. Mereka bisa memberimu banyak pelajaran, jadi berbaurlah” jawab Kai lalu aku mengangguk.

“Baiklah, semuanya. Sebentar lagi akan diadakan festival musim gugur dan ini saatnya kita unjuk bakat” ucap Choi Seosangnim. “Akan datang banyak artis terkenal, dan kelas kita disarankan untuk menampilkan drama modern. Seperti drama musikal”

Semua murid langsung riuh. Di sekolah lamaku, tidak ada yang namanya festival musim gugur. Dan soal bermain drama, aku sama sekali tidak berpengalaman karena waktu TK aku hanya mendapat peran sebagai pohon.

“Sebaiknya kita menampilkan drama apa?” tanya Choi Seosangnim lalu semua murid sibuk berdiskusi.

“Menurutmu, bagusnya drama apa, Kai?” tanyaku lalu Kai menatapku tajam.

“Sebagai calon artis, kamu harus tau film yang bagus atau tidak. Pikirkan sendiri” ucap Kai lalu aku mendengus kesal.

Tiba-tiba seorang namja mengangkat tangannya dan mengalihkan semua perhatian termasuk Choi Seosangnim. “Kau punya ide, Suho?”

Suho mengangguk lalu maju ke papan tulis. Diambilnya sebuah spidol hitam dan menulis sesuatu di papan tulis. Cinderella.

“Usulmu bagus juga, ada yang keberatan?” semua murid menggeleng. “Berarti kalian semua setuju, ya!”

Kelas langsung ramai. Apalagi kalau bukan soal penentuan peran. Siapapun ingin menjadi Cinderella. Aku juga sih, tapi mana mungkin aku yang belum berpengalaman akting bisa menjadi Cinderella….

“Soal pemeran, saya tidak punya waktu untuk memikirkannya. Kalian yang sudah mengenal satu sama lain yang akan memilih peran. Karena festivalnya akhir minggu ini, maka besok harus sudah ada kabar” Choi Seosangnim keluar dari kelasnya.

Mungkin ini bisa menjadi pengalaman yang bagus untukku jika aku terpilih menjadi salah satu pemeran. Tak perlu Cinderella, kakak tirinya juga tidak apa-apa… Tapi apa mereka semua setuju?

“Annyeong!”

Seorang yeoja menyapaku dari belakang. Aku membaca tag namenya. Lee SunKyu, nama yang lucu. “Ah, Ne… “

“Sunny. Panggil saja Sunny. Kita para cewek diskusi yuk siapa yang akan menjadi Cinderella?” tanya Sunny lalu aku mengangguk dan mengikutinya.

Rupanya para yeoja dari kelasku sudah berkumpul di kantin, mem-booking 3 meja yang digabungkan menjadi satu.

“Sudah kupanggil, dia Kim Taeyeon murid baru kelas kita” ucap Sunny lalu duduk.

“Ngh… Aku duduk di mana?” tanyaku lalu mereka semua tertawa.

“Kamu berdiri saja…. Tidak pantas kamu duduk bersama kita yang sudah pro” ucap salah satu dari mereka. “Mian telat memperkenalkan diri… Kim Hyoyeon, penari”

“Ah, Ne…” jawabku lalu aku mulai berpikir. Apa karena aku murid baru maka aku tidak bisa berada di antara mereka?

“Lebih baik kita kenalkan diri masing-masing” ucap Sunny. “Aku Lee SunKyu, aku model”

“Aku Kim Hyoyeon, penari. Tadi kamu sudah dengar, kan?” aku mengangguk membalas ucapan Hyoyeon.

“Aku Tiffany, aktris” ucap Tiffany lalu menoleh pada temannya.

“Yuri imnida, aktris” ucap Yuri lalu duduk.

“Sebaiknya kita segera menentukan siapa yang akan mendapatkan peran di drama” ucap Sunny membuatku tergerak.

“Boleh nggak…. Aku menjadi Cinderella?” tanyaku lalu mereka semua tertawa.

“Memangnya apa yang bisa dilakukan seorang murid baru, hah?” Yoona lalu tertawa terbahak-bahak.

“Aish, baiklah. Kalian semua tidak suka padaku, iya kan?” ucapanku membuat mata mereka melotot. “Tak apa. Toh nanti aku akan menjadi artis juga seperti kalian. Permisi!”

Aku langsung mencari Kai yang ada di kantin. Ternyata dia duduk semeja dengan Kyuhyun dan Suho.

“Lho, Kyuhyun juga sekolah di sini?” tanyaku lalu Kyuhyun mengangguk.

“Ne, tapi aku lebih tua darimu, jadi aku lulus duluan” jawab Kyuhyun sambil mengaduk tehnya.

“Ngapain kamu di sini? Nggak gabung sama teman-temanmu?” tanya Kai lalu aku menggeleng.

“Waeyo?” tanya Kyuhyun tapi aku langsung duduk di sebelahnya.

“Apa seluruh sekolah boleh tau kalau kita pacaran?” tanyaku lalu Kyuhyun mengangguk kecil. “Kelas Kyuhyun menampilkan apa saat festival musim gugur?”

“Pertunjukan sulap” jawab Kyuhyun sambil tersenyum. “Kelasmu akan menampilkan drama, kan? Semangat, ya!”

“Ne!” jawabku lalu mengalihkan pandanganku pada Suho yang sedang melahap makanannya. “Suho juga, kita berjuang bersama-sama, ya!”

Suho langsung memukul meja dan pergi meninggalkan aku, Kyuhyun dan Kai. Kyuhyun menarik kepalaku, membiarkanku bersandar di kepalanya.

“Susah ya, mendekati Suho” ucapku lalu Kyuhyun mengangguk.

“Butuh waktu yang sangat panjang untuk itu…” jawab Kyuhyun.

Masalah datang bertubi-tubi. Masuk sekolah baru, aku tidak punya teman. Bahkan Kyuhyun yang bisa menghiburku beda kelas denganku. Suho yang seharusnya aku buat dia mendekatiku, malah makin membenciku.

*

TUUUT….. TUUUUT….

“Tidak diangkat…” aku langsung mematikan HPku.

Aku ingin sekali curhat pada Eomma. Tapi entah mengapa sejak aku tinggal bersama Kyuhyun, Eomma tidak memberiku kabar.

“Telpon siapa, Taeyeon?” tanya Kyuhyun yang sedang tiduran di sofa.

“Eommaku. Dia tidak mengangkat teleponku” ucapku lalu Kyuhyun bangkit dari tidurnya.

“Eommamu jalan-jalan ke Paris, sepertinya menginap selama seminggu”

“Mwo?!” teriakku kaget.

Duuh, kenapa di saat aku sedang galau seperti ini, malah tidak ada yang bisa menghiburku sih?

“Taeyeon, kemarilah” Kyuhyun menepuk sofa seperti menyuruhku duduk di situ.

“Ne, waeyo?” aku langsung duduk di sebelahnya dan Kyuhyun menatapku dengan fokus.

“Apapun yang terjadi, rencana kita harus berhasil… Oke?” Kyuhyun mengusap kepalaku lalu tersenyum. Aku mengangguk.

Sepertinya Kyuhyun tahu kalau aku sangat cemas akan kehidupan baruku sekarang. Ya, Kim Taeyeon. Kyuhyun sudah berjanji akan menjagaku dengan baik. Aku harus membalasnya dengan mengikuti perkataannya.

“Gomawo, Kyu—“

BRUK!

Tubuhku mendarat tepat di atas tubuh Kyuhyun. Aku menjauh sedikit agar Kyuhyun tidak merasa kesakitan akibat beratku.

“Taeyeon? Kyuhyun?”

Aku dan Kyuhyun menoleh ke sumber suara. Appanya Kyuhyun!

“Appa!” Kyuhyun mendorongku sedikit lalu kembali berdiri. “Sedang apa di sini?”

“Mau bicara sesuatu sih… Tapi sepertinya Appa menganggu, kalau begitu Appa pulang saja”  Appa Kyuhyun segera memutar balik tubuhnya dan ditahan oleh Kyuhyun.

“Tidak usah pulang. Cerita saja”

Aku menelan ludahku. Malu sekali rasanya ketahuan oleh Appa Kyuhyun aku sedang berdua dengan Kyuhyun.

“Jadi begini…. Kudengar di kelas Taeyeon akan menampilkan Cinderella di festival musim gugur” ucap Appa Kyuhyun lalu aku mengangguk. “Taeyeon, kamu tidak boleh menjadi Cinderella”

“Mwo?!” seruku kaget.

“Waeyo, Appa? Bukankah ini bagus untuk melatih kemampuan akting Taeyeon?” Kyuhyun bertanya dengan bingung dan makin bingung setelah Appanya menggeleng.

“Aku dengar dari wali kelas Taeyeon kalau drama itu ada kiss scene-nya”

Aku dan Kyuhyun langsung saling berpandangan. “Memangnya kenapa, Appa?”

“Kau ini aneh sekali Kyuhyun. Taeyeon itu kan pacarmu, masa kamu tidak keberatan kalau dia mencium namja lain?”

DEG. Aku sama sekali lupa dengan statusku sekarang. Masa hanya karena masalah akting aku tidak boleh menjadi Cinderella? Sangat tidak adil!

“Appa bicara apa, sih! Sebagai artis, mereka dituntut professional, kan?!” tanya Kyuhyun dengan nada sedikit marah.

“Yah, boleh saja kecuali kau dan Taeyeon sudah berciuman sebelumnya” ucap Appa Kyuhyun lalu beraut wajah serius. “Aku yakin kalian belum pernah melakukannya”

Appa Kyuhyun mengambil kembali tasnya dan berjalan keluar dari rumah kami.

“Gawat… Apa yang harus kulakukan?” tanyaku pada Kyuhyun yang juga pusing mencari jawaban.

“Pokoknya kamu tetap harus menjadi Cinderella. Masalah drama, kuusahakan Appa tidak datang ke sekolah dan menghadiri festival musim gugur” ucap Kyuhyun berusaha bersikap tenang.

*

“Anak-anak, keluarkan PR kalian!”

Aku segera mengeluarkan buku kerjaku seperti yang diperintahkan Choi Seosangnim.

“Kai, aku titip bukuku, ya. Tolong sekalian kumpulkan”

Dengan gaya soknya, Kai mengambil bukuku dan maju ke depan untuk menaruhnya di meja Choi Seosangnim. Kemudian dia kembali duduk di sebelahku.

“Bagaimana dengan sekolah lama kita?” tanya Kai lalu aku berpikir.

“Sudah kuputuskan, aku resmi pindah sekolah ke sini. Tidak enak sih, sama Yoona….” Jawabku lalu aku menatap Kai. “Kamu sendiri?”

“Yah, aku juga akan keluar dari sekolah itu kalau kamu juga keluar” ucap Kai.

“KIM JONGIN!” seru Choi Seosangnim lalu Kai mengangkat tangannya. “Dari awal kamu bersekolah di sini, kamu sering sekali bolos. Mana surat izin orang tuamu? Saya tidak menerima satupun”

“Saya ada urusan, mohon tunggu sebentar” ucap Kai tenang.

“Ih, ganteng tapi anaknya kurang ngajar!” bisik Sunny dari tempat duduknya.

“Lagian apa sih bagusnya dia?” bisik Tiffany.

“Ne, dia tidak punya prestasi apa-apa di dunia entertainment setelah masuk ke sekolah ini” lanjut Yuri berbisik.

“Dasar nggak punya bakat! Lebih baik dididik ulang tuh sama Orang Tuanya!”

“CUKUP!” aku teriak dengan nada marah. “Apa yang kalian ketahui tentang Kai?! Jangan seenaknya menilai orang jika kalian tidak tahu dalam orang. Lagipula, bukankah kalian yang hanya menilai orang dari status dan bakat yang harusnya dididik ulang oleh Orang Tua kalian?!”

Seketika kelas hening. Gawat. Hari kedua sekolah, aku malah membuat seluruh kelas membenciku. Tapi ternyata aku salah. Mereka semua bertepuk tangan gembira, lalu tersenyum padaku.

“Chukkae!” teriak Sunny.

“Ke, kenapa?” tanyaku gugup.

“Ini sudah jadi tradisi kelas kita, setiap ada murid baru, kita uji apakah dia memiliki mental yang cukup kuat untuk terjun di dunia entertainment” jelas Choi Seosangnim. “Dan kamu berhasil!”

“A, Apa-apaan ini….” Air mataku menetes. Tak kusangka, mereka sangat perhatian padaku! “Gomawo… Gomawo semuanya!”

“Ayo semuanya, jabat tangan Taeyeon sambil mengucapkan nama kalian!” perintah Choi Seosangnim dan semua murid segera membentuk barisan.

Aku menyalami mereka satu per satu dan berusaha mengingat tampang dan nama mereka. Hingga tiba Suho. Dia sama sekali tidak ngomong saat menjabat tanganku. Tapi aku tetap tersenyum padanya. Dia mendekatkan mulutnya ke telingaku, membuatku kaget.

“Chukkae” bisik Suho membuatku mematung.

Chukkae. Hanya satu kata, tapi itulah pertama kalinya aku mendengar suara Suho. Suaranya seperti malaikat. Wajahku merah padam sekarang. Aku ingin mendengarnya sekali lagi! Apa barusan adalah arti kalau aku berhasil maju selangkah untuk mengubah sifat Suho?

“Nah, yang jadi Cinderella…. Taeyeon saja!” teriak Tiffany.

“Mwo?! Aku…?” lalu semua murid mengangguk.

“Kami selalu memberi kesempatan pada yang baru. Lagipula, kau punya aura kuat yang memancar dari seluruh tubuhmu. Aura seorang artis” jelas Choi Seosangnim.

Aku menudukkan tubuhku 90 derajat. Rasanya ini adalah permulaan yang baik. Aku akan mendapatkan peran sebagai Cinderella.

“Siapa yang jadi pangeran?” tanya Choi Seosangnim lalu Hyoyeon mengangkat tangannya. “Ne, Hyoyeon?”

“Kalau kuperhatikan, Taeyeon dan Kai itu dekat sekali ya… Bagaimana kalau Kai yang jadi pangerannya?”

Aku berusaha mencerna baik-baik perkataan Hyoyeon. Apa aku tidak salah dengar? Apa telingaku memang rusak? Yang bisa menyadarkanku hanyalah jawaban Choi Seosangnim…

Choi Seosangnim tersenyum puas, lalu mendekat pada Kai dan mendorong Kai agar berdiri di sebelahku seperti membandingkan kami. “Baiklah”

TO BE CONTINUED…..

Annyeong! Obrolan end cerita yang pertama untuk Flawless Step By Step!

Kenapa aku menamainya “STEP” bukan “CHAPTER”? Yah, karena Author adalah Author anti mainstream, wkwk… Bukan. Kebetulan saja judulnya step by step, karena itu chapter Author ganti dengan step.

Oh ya admin sibuk banget nyiapin unas, jujur aja ini karya lama admin yang pernah di post di blog lain. Kalau unas dan tes masuk SMA udah admin taklukan, admin akan comeback dan melanjutkan FF lain seperti discover dan captrue & snapshot. Untuk sementara mohon bersabar dengan FF ini🙂

No silent reader ya

16 thoughts on “Flawless Step by Step – Step 01

  1. yeay.. aku udah prnah baca di blognya author.. dan itu kerenn.. mian gak komen soalnya wkt itu aku baca di hp..jeongmal mianhamnida authornim..

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s