Tea Shop – Ficlet

ts

Tea Shop || Written by Vi || Starring SNSD Sunny | EXO-K Suho | EXO-M Tao | Rated for Teen || Romance, Friendship || Disclaimer: I just borrow the cast || Note: inspired by other ff, manga, anime, J-drama, and my imagination. But mostly inspired from a NDS game. Sorry for bad fanfic and story.

*****

“Maukah kau ke toko teh denganku ?”

*****

Setelah menerima ajakan Suho yang merupakan temannya –walau temannya sebenarnya Suho suka padanya diam-diam dan ia tahu itu.

Ia sudah menolak cinta Suho namun Suho masih berusaha karena setahunya Sunny tidak dekat dengan lelaki manapun dan ia yakin bahwa ia masih memiliki sebuah kesempatan– Sunny tak tahu Suho masih mengejarnya. Ia terus meyakini hal itu walau ia tak pernah memandang kenyataannya. Ia tak pernah melihat Sunny dekat dengan lelaki manapun, benar. Namun, ia tak pernah tahu apa yang Sunny lakukan sementara tak ada dirinya.

Sejujurnya, Sunny tak pernah menerima ajakan Suho kemanapun dan ini pertama kalinya Sunny menerima ajakannya. Suho bahagia. Tetapi ia curiga pada hal itu, toko teh ? Rasanya ia pernah mengajak Sunny ke toko tersebut pada hari Sabtu lalu tetapi Sunny menolaknya. Apa hari ini Sunny sedang mood ke toko teh ? Atau ada alasan lain Sunny menerima ajakannya di hari senin ?

“Kita ke toko teh ini saja ya ?” Suho menoleh kearah yang ditunjuk Sunny saat ia mendengar suara gadis itu setelah ia selesai melamun.

Toko teh yang ditunjuk Sunny itu bukanlah toko teh terkenal yang seringkali disebut-sebut oleh orang-orang. Bukan juga toko teh termahal ataupun termurah. Bukan lagi toko teh terdekat dari rumahnya. Mengapa Sunny memilih toko itu ?

KLING KLING

Sunny membuka pintu toko teh tersebut sehingga menyebabkan hiasan lonceng natal di pintu tersebut berbunyi. Suho mengikuti Sunny dari belakang dan ialah orang yang menutup pintu tersebut.

“Sunny.” Suara seorang lelaki terdengar saat Suho masih menghadap pintu.

“Tao.”

Nama lelaki itu disebutkan. Suho pun berbalik menoleh kearah dua orang yang kini tengah duduk di satu meja. Suho membulatkan kedua mata beserta mulutnya. Ia bisa melihat Sunny tengah tersenyum sambil memandangi Tao yang sedang menyesap teh hangat yang dipesannya.

“Seperti biasa. Kau selalu datang di hari Senin. Padahal aku tidak menyuruhmu selalu datang kemari,” kata Tao dingin sambil meletakkan cangkir tehnya. Suho masih melongo melihat senyuman Sunny pada lelaki itu. Berbeda sekali dengan senyuman Sunny saat melihatnya. Sepertinya .. Lebih spesial ?

“S-siapa kau ?” tanya Suho sembari menunjuk kearah Tao. Tao yang sedang membaca buku sambil meminum teh mengalihkan pandangannya dari buku kearah Suho. Iapun menolehkan kepalanya kearah Sunny –sebenarnya lebih bisa dibilang sekedar melirikkan matanya kearah Sunny.

“Siapa dia ?”

“Ah, aku ingin memperkenalkannya padamu, Tao. Ia Kim Suho. Putra dari Perusahaan KIM yang merupakan sahabatku. Dan , Suho, namanya Huang Zi Tao, ia adalah kekasihku.” Ucapan Sunny sukses membuat Suho tersentak kaget. Kekasih ? Ia tak pernah membayangkan akan ada lelaki lain yang akan menjadi kekasih Sunny selain dirinya.

“Se-sejak kapan kau berpacaran dengannya ?” tanya Suho. Ia belum bisa memberanikan dirinya berjalan menjauh dari pintu masuk itu. Ia masih terlalu terkejut dengan apa yang baru saja diucapkan oleh Sunny.

“Hmm, baru sekitar 3 bulan yang lalu. Tapi kami tidak begitu sering bertemu , hanya tiap hari Senin saja di kafe ini. Ia bekerja di kota lain dan hanya menemuiku seminggu sekali. Tapi tenang saja, ia bukan orang yang pandai bersosialisasi kok, aku jamin ia hanya mencintaiku saja,” kata Sunny.

Suho merasa kakinya melemas dan tak sanggup menopang tubuhnya. Gadis yang sedang ia kejar-kejar sampai saat ini rupanya sudah berpacaran di belakangnya ? Bahkan, ia tak mengatakan apapun tentang kekasihnya sampai saat ini.

Suho merasa miris dengan perasaannya. Sunny tak tahu sedikitpun rasa sakit yang dialaminya sekarang. Ia kecewa melihat Sunny yang baru memberitahu hal ini padanya. Ia kecewa bahwa Sunny yang sudah mendapat pernyataan perasaan darinya 6 bulan yang lalu –sebelum gadis itu berpacaran– malah melupakannya dan mencari lelaki lain.

“Hm, aku pergi dulu ya, aku tak mau menganggu kalian,” kata Suho sambil memaksakan senyumannya. Iapun bergegas keluar dari pintu yang ada di belakangnya. Sunny ingin mencegah Suho namun Suho sudah keluar terlebih dulu hingga akhirnya ia berakhir berbincang-bincang dengan Tao.

*****

Suho keluar. Ia memang keluar namun sebenarnya ia terus berdiri di depan toko teh itu tanpa memiliki niat untuk memasuki tempat itu sedikitpun. Ia tak ingin terus-terusan sakit hati. Melihat Sunny mengatakan bahwa ia sedang berpacaran dengan lelaki yang baru diketahuinya bernama Huang Zi Tao itu saja sudah cukup menyakitkan.

Suho terus menunggu. Selama 1 jam , 2 jam , 3 jam, 4 jam .. Dan akhirnya ! Sunny keluar juga !

Suho lelah sekali terus berdiri diluar namun ia memiliki berbagai pertanyaan untuk Sunny. Ia ingin memastikan bahwa sahabatnya –eh bukan orang yang dicintainya itu baik-baik saja bersama Tao.

“Sunny.”

Sunny terkejut melihat Suho berdiri diluar.

“Kau masih diluar ? Aku sudah berada 4 jam di dalam dan kau belum pulang-pulang juga ? Apa kau tak tahu jalan ? Atau kau sebenarnya sudah pulang tetapi kembali lagi ? Atau–“

“Sunny.” Suara Suho yang terkesan serius itu menghentikan ucapan Sunny.

“Aku tahu. Kau pasti ingin bertanya tentang Tao padaku kan ? Aku menyukainya semenjak 8 bulan yang lalu tepatnya di toko teh ini. Awalnya aku tak memiliki niat sama sekali untuk menjalin hubungan dengannya tetapi saat aku sedang jalan-jalan dengan anjingku diluar , ia tiba-tiba menghampiriku dengan keluar dari toko teh dan mengatakan bahwa ia ingin mengelus anjingku sebentar. Baru kusadari bahwa dari wajahnya yang dingin itu ia memiliki sisi lembut pada hewan-hewan. Setelah itu aku mulai berkenalan dengannya, aku tahu bagaimana orangnya dan akhirnya aku memutuskan untuk mengungkapkan perasaanku padanya , tanpa kusadari ia menerimaku,” jelas Sunny sambil tersenyum mengingat masa-masa itu.

Suho yang memang ingin menanyakan hal itu pada Sunny hanya bisa mengangguk mengerti dengan miris. Ia bisa mengerti kisah cinta Tao dan Sunny.

Suho pun berjalan mendahului Sunny dan berkata, “semoga kau bahagia.”

Sunny terdiam dan berhenti melangkah. Ia memandang punggung Suho sambil melongo.

“T-terima kasih.”

“Asal kau tahu ya selama ini aku masih mencintaimu. Tetapi kau sudah memilikinya sekarang. Kalau saja lelaki bernama Tao itu memutuskan hubungan kalian secara sepihak , dan menyebabkanmu sakit, aku takkan segan-segan memperingatkannya untuk menjauhimu. Aku akan melindungimu.”

Sunny terkejut mendengar ungkapan Suho. Ia merasa bersalah namun Suho langsung berkata, “tenang aku baik-baik saja. Mulai sekarang kita akan menjadi sahabat dan aku akan melupakan perasaanku.”

END

Mian gaje dan pendek. Setidaknya aku mau bantu bikin cast Sunny T_T banyak yg minta kan ? Aku lihat komenan di homepagenya, banyak yg cast jarang diperbanyak. Untuk skrg aku cuma bisa buat ficlet karena gak bgitu sempat T_T , pls komen ya !

Advertisements

13 thoughts on “Tea Shop – Ficlet

  1. Pingback: Way To Love – Prolog : Meeting With A Stranger [Before Story of Tea Shop] | EXOShiDae Fanfiction

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s