[Series] It’s not Sleeping Beauty Story (Chapter 2)

Title       : It’s not Sleeping Beauty Story

Author  : Kang Tae Hee

Rating   : PG – 15

Length  : Series

Genre   : Romance, sad

Main Cast :

– SNSD Jessica

– EXO Sehun

– EXO Luhan

– F(x) Krystal

Other Cast :

– F(x) Victoria

– EXO

– SNSD

Note : Annyeong. saya kembali. Maaf buat para readers nunggu lama. maaf juga gak balesin komen dari kalian. jujur saya pengen banget balesin satu-satu. tapi apalah daya. modem saya rusak ;_; . sekali lagi saya minta maaf.

 

” Aku ingin menjadi Sleeping Beauty”

” wae?”

” karena aku ingin suatu hari nanti aku memiliki pangeran seperti Sleeping Beauty. Aku ingin suatu hari nanti ada pangeran yang membangunkanku saat aku tertidur dalam waktu yang panjang.”

=== It’s not Sleeping Beauty Story ===

“ Luhan.” Ujar Krystal yang saat ini berdiri tepat di belakang Luhan saat lelaki itu selesai menyelesaikan permainan pianonya. Tak sulit bagi Luhan untuk mengenali suara itu. Krystal Jung, seseorang yang sempat dirinya kenal beberapa tahun lalu. Tentu saja gadis itu dapat dengan cepat mengenali Luhan hanya dengan melihat permainan musik yang dimainkan oleh lelaki itu. Dan hal itu cukup membuat wajah Luhan seketika terlihat memucat. Bagaimana bila Krystal mengetahui bahwa dirinya adalah Luhan?

“ L.. lama tak berjumpa.” Ujar Krystal sedikit canggung membuat Luhan bangkit dari duduknya sambil memandangi gadis itu tanpa ekspresi. Dalam hati Luhan yakin alasan mengapa Yoona membawanya ke sekolah seperti ini. Luhan yakin sepupunya itu tahu bahwa di tempat ini banyak sekali sesuatu yang menyangkut masa lalunya.

“ kau salah paham. Aku Xiao Lu, bukan Luhan. Kau bisa memanggilku Lu.” Ujar Luhan sambil memperbaiki kacamata miliknya dan berniat untuk pergi meninggalkan Krystal. Namun untung saja Krystal dengan cepat menahan pergelangan tangan Luhan dan menahan lelaki itu untuk tetap berada disini.

“ Aku bersahabat denganmu dari kecil, Lu. Aku tahu ini Luhan.” Ujar Krystal namun hanya mendapat respon gelengan pelan serta senyuman tipis dari Luhan. Sedangkan dari kejauhan, Victoria tak dapat menahan senyumnya saat melihat kemajuan yang diberikan oleh Luhan. Setidaknya kali ini Victoria dapat melihat senyuman Luhan setelah dua tahun terakhir ini Luhan tak pernah menunjukkan ekspresi apapun selain dingin.

“ Xiao Lu.” Panggil Victoria dari kejauhan membuat Luhan menghela nafas lega. Dengan cepat, Krystal melepaskan tangannya yang tadi menahan tangan Luhan karena tak mau sepupu Luhan tersebut salah paham padanya. sedangkan Luhan terasa terselamatkan dengan kedatangan Victoria.

***

                Lagi-lagi Luhan kembali menunjukkan sifat dinginnya pada Victoria saat mereka baru saja keluar dari ruang musik. Beberapa pertanyaan yang dilontarkan oleh Victoria sepanjang perjalanan menuju kelas Luhan sama sekali tak digubris oleh lelaki berwajah tampan itu. Pandangan mata Luhan terlihat kosong kembali, wajahnya bahkan sama sekali tak menunjukkan ekspresi apapun, berbeda sekali saat dirinya berbicara pada Krystal tadi.

Kali ini Victoria benar-benar menunjukkan wajah sedihnya. Padahal baru saja dia hampir menemukan kembali Luhan yang dulu. Gadis itu yakin pasti ada sesuatu antara Luhan dan Krystal, setidaknya saat berbicara dengan gadis yang Victoria ketahui adalah anggota dari salah satu girlgroup paling terkenal di Korea tersebut Luhan menunjukkan ekspresinya. Tidak mungkin jika Luhan merupakan salah satu fans Krystal. Victoria tahu betul bahwa Luhan tidak terlalu tertarik pada perkembangan girlgroup-girlgroup di Korea.

“ jangan terus mengikutiku. Aku sudah sampai di kelasku. Lebih baik kau kembali ke kelasmu, Vict.” Ujar Luhan membuat Victoria tak dapat menahan senyumnya. Benar-benar sebuah kemajuan bagi Luhan mengatakan kata-kata yang menurut Victoria cukup panjang. Meskipun pandangan lelaki itu tak ditujukan padanya tetapi gadis itu benar-benar cukup senang.

Victoria menatap Luhan yang terus diam di pintu kelas tanpa memasuki kelasnya tersebut. Victoria terlihat memicingkan matanya saat dirinya menangkap kejanggalan pada Luhan. Luhan terus memandangi satu titik di kelasnya. Saat Victoria ikuti arah pandangan Luhan, tentu saja Victoria tak dapat mengelak bahwa Victoria benar-benar terkejut. Ayolah, bahkan Luhan jarang sekali memandangi dirinya saat berbicara. Tapi mengapa pandangan matanya terlihat sangat awet pada gadis itu.

“ kau menyukai gadis itu?” bisik Victoria membuat Luhan tersadar dari lamunannya. Dan seperti biasa, Luhan tak menunjukkan ekspresi apapun saat Victoria mengatakan hal tersebut. Lelaki itu bahkan memilih meninggalkan Victoria yang padahal sudah bersiap menggodanya. Dan Victoria, hanya mengedikkan bahunya dan membiarkan Luhan pergi.

“ Xiao Lu.” Panggil Jessica dengan senyumannya yang sangat manis saat dirinya sadar bahwa ada Luhan di kelas ini dan sedang berjalan ke bangku mereka. Luhan hanya tersenyum tipis pada gadis itu sesaat sebelum dirinya duduk di kursi yang terdapat di samping kursi mereka.

“ kau itu pendiam ya? Mengapa kau hanya diam aku panggil? Setidaknya kau juga harus menjawab ‘ada apa Jess?’ atau terserah lah.” Protes Jessica membuat Luhan terdiam. Sungguh, dalam hati Luhan harus mengakui bahwa gadis di hadapannya ini benar-benar mirip dengan ‘gadisnya’. Wajahnya, cara gadis itu berbicara, tatapan matanya, benar-benar mirip dengan ‘gadisnya’. Bahkan kata-kata yang diucapkan Jessica Wu sama seperti kata-kata yang gadis di masa lalunya katakan saat mereka baru mengenal satu sama lain.

“ Luhan!” panggil seorang gadis saat dirinya sedang membaca buku di kamar Sehun. Luhan yang saat itu sedang fokus membaca hanya mendongakkan kepalanya dan tersenyum tipis pada gadis seumurannya yang dia ketahui adalah teman Sehun.

“ kau itu pendiam ya? Mengapa hanya diam saat aku panggil? Setidaknya kau harus membalas dengan ucapan ada apa atau sekedar mengatakan hai.” Ujar gadis itu sambil melipat tangannya di depan dada. Bibirnya yang terlihat dia kerucutkan membuatnya terlihat benar-benar sangat lucu. Namun detik berikutnya gadis itu terlihat berlari ke arah Luhan dengan tatapan seperti akan melontarkan beberapa perkataan.

“ mau bertanya apa? aku tak mau Sehun memarahiku karena kau banyak bertanya padaku. Jadi diamlah dan bermainlah dengan Sehun.” Ujar Luhan sambil berniat untuk kembali membaca bukunya. Namun sayangnya gadis itu dengan cepat mengambil buku yang sedang dibaca oleh Luhan. Dan Luhan merutuki kenapa Sehun mau sekali berteman dengan gadis pemaksa seperti gadis dihadapannya.

“ kau sepupu Sehun, berarti kau temanku juga. Sehun tak akan marah kok.”

“ kenyataannya Sehun sudah tak menganggapmu sepupu ataupun kakaknya, Xiao Lu. Kau bukan Luhan, Luhan sudah meninggal. Dan jangan berharap gadis yang duduk di sampingmu adalah Sleeping Beautymu ataupun Auroramu. Karena dia sudah meninggal. Kau kan yang menyebabkan dia meninggal.” Ujar Taemin tiba-tiba saja muncul entah darimana. Luhan terlihat memejamkan matanya “please, ini bukan saatnya Taemin muncul” bisik Luhan sehingga sulit untuk didengarkan oleh Jessica.

“ Tsk, aku hanya ingin membangunkanmu untuk menyadari kenyataan, Lu. Kenyataan bahwa gadismu tak akan kembali lagi. dan kenyataan bahwa kau yang membuatnya…”

“ hentikan, jangan mengatakan hal itu. Aku mohon.” Ujar Luhan sambil menutup telinganya. Jessica melihat Luhan takut-takut. Dengan mencoba berani, gadis itu terlihat mengguncang bahu Luhan membuat Luhan tersadar dari alam khayalannya, nafasnya terlihat sedikit terengah-engah. Sedangkan Jessica terlihat menatap Luhan iba bercampur takut. Dan bayangan Taemin seketika menghilang saat Luhan kembali sadar dari khayalannya.

“ Kau tidak apa-apa?” tanya Jessica sedikit khawatir pada lelaki yang duduk di sampingnya tersebut. Pandangan khawatir yang ditunjukkan Jessica benar-benar semakin membuat Luhan mengharapkan bahwa Jessica adalah ‘gadisnya’. Dan kedatangan Jessica benar-benar membuat Luhan semakin tak bisa menerima kenyataan bahwa ‘gadisnya’ bahkan sudah tiada.

“ Xiao Lu.” Panggil Jessica sambil menjentikan jarinya di depan wajah Luhan membuat Luhan kembali tersadar.

“ aku tidak apa-apa. jangan pura-pura perhatian padaku.” Ujar Luhan dengan nada yang sangat dingin membuat Jessica terdiam. Padahal niat Jessica hanya ingin mengajak lelaki yang Jessica tahu memiliki nama Xiao Lu itu untuk berteman.

***

Sehun terlihat memencet tombol delete saat dirinya sedang membuka foto-foto yang ada di kamera Jessica melalui laptop miliknya. Beberapa foto Jessica yang diambil ketika gadis itu berada di Amerika benar-benar cukup menarik perhatian Sehun. Terbukti, jika lelaki itu sama sekali tidak tertarik pada foto Jessica, Sehun tak akan membuka foto-foto milik Jessica tersebut. Perlahan terukir sebuah senyuman tipis di bibir lelaki bernama Oh Sehun itu beberapa saat setelah dirinya melihat beberapa foto Jessica.

“ benar-benar mirip.” Gumam Sehun sedikit takjub. Namun detik berikutnya Sehun terlihat menggelengkan kepalanya kuat. Sehun harus sadar bahwa gadis itu sudah tidak ada. Yang ada hanyalah Jessica Wu, gadis yang Sehun ketahui adalah antifansya.

“ tingkah mu mencurigakan? Kau sedang melihat apa, huh?” tanya Kai tiba-tiba saja muncul dan langsung mengambil posisi duduk di samping Sehun. Lelaki itu terlihat membulatkan mulutnya seperti huruf ‘o’ saat mengetahui apa yang membuat Sehun bertingkah aneh. Dan sepertinya Sehun pun tidak menyadari kehadirannya.

“ jadi gadis ini yang membuat kau pergi ke sekolah?” tanya Kai membuat Sehun refleks menutup foto-foto Jessica dan hal tersebut tentu saja mengundang tawa dari Kai. Sedangkan orang yang ditertawakan hanya mendengus kesal dengan kemunculan Kai yang menurutnya sangat tiba-tiba.

“ mirip Krystal. Kakak Krystal? Jadi selama ini kau mendekati Krystal untuk mendekati kakaknya? Cerdas sekali Oh Sehun.” Ujar Kai sambil bertepuk tangan tak jelas tentu saja membuat Sehun kesal. Terkadang Sehun selalu menyesal menerima tawaran ibunya untuk masuk boygroup EXO yang memiliki anggota dengan tingkah menyebalkan seperti Kai.

“ jangan berkata yang tidak-tidak, hyung. Dia bukan siapa-siapa Krystal.” Ujar Sehun seadanya. Terdengar helaan nafas berat dari Sehun. Bukan hanya dirinya saja yang menganggap Jessica Wu mirip Krystal, tapi Kai pun berkata seperti itu. Berarti ini bukan halusinasi saja bahwa dirinya memang menganggap Jessica mirip gadis masa lalunya.

“ jika bukan siapa-siapa Krystal lalu dia siapa-siapamu kan? Ayolah Oh Sehun, jangan tertutup seperti ini padaku. Aku saja sering bercerita jika aku memiliki kekasih baru.” Paksa Kai membuat Sehun berdesis pelan, tentu saja Kai sering bercerita kekasih baru. Yang Sehun tahu Kai selalu bergonta-ganti kekasih satu bulan sekali.

“ apanya yang harus diceritakan? Kau itu seperti wanita saja, hyung. Sudah kukatakan dia bukan siapa-siapaku. Dan terakhir aku pergi ke kamar. Annyeong.” Ujar Sehun meninggalkan Kai yang masih penasaran dengan foto wanita yang ada di laptop milik Sehun. Ayolah, Kai terlalu mengenal temannya tersebut. Sehun bukanlah orang yang suka menyimpan foto teman-teman wanitanya.

***

                Bola yang sedang dimainkan oleh ketiga anak kecil itu terlihat menggelinding menjauhi lapangan membuat gadis cilik bernama Jessica itu menghela nafas berat. Matanya terlihat menatap tajam ke arah kembarannya yang telah menendang bola terlalu jauh. Sementara kembarannya tersebut terlihat menatap ke arah Jessica mengisyaratkan ‘kau kakakku. Lebih baik kau yang mengambilnya’

                Dengan sangat terpaksa gadis bernama Jessica itu melangkahkan kakinya untuk mengambil bola tersebut. namun pandangan matanya seolah tertarik untuk memandangi laki-laki seumurannya yang sedang membaca buku di ayunan tak jauh dengan tempat dimana Jessica mengambil bola. Perlahan, Jessica berjalan ke arah laki-laki itu berada.

                Pandangan mata Jessica terlihat menyelidik ingin mengetahui apa yang laki-laki itu baca. Maklum, Jessica yang saat itu masih kecil memang selalu saja ingin tahu. Sangat aneh bagi Jessica melihat seseorang tahan membaca dalam waktu yang sangat lama.

“ wae?” tanya lelaki kecil itu sepertinya tidak suka dengan kehadiran Jessica membuat Jessica memundurkan kakinya karena terkejut. Laki-laki seumuran dengan Jessica itu terlihat menutup bukunya sambil bangkit dari duduknya.

“ Hei. Aku baru melihatmu. Uhmm, kau tidak ingin bergabung main bersama kami?” tanya Jessica berusaha seramah mungkin. Ya, Jessica kecil memang sangat ramah. Bahkan semua anak kecil yang ada di perumahan Jessica itu mengenal Jessica, dan begitu pun Jessica sebaliknya. Mangkanya Jessica sangat yakin bahwa Jessica baru kali ini melihat anak kecil di hadapannya itu.

“ tidak terimakasih.” ujarnya terkesan sedikit jutek membuat gadis cilik berparas imut itu mengerucutkan bibirnya. Ya, Jessica memang tak terbiasa menerima sebuah penolakan. Dan untuk pertama kalinya Jessica ditolak saat mengajak seseorang bermain. Biasanya orang-orang akan sangat tertarik bila diajak main dengan Jessica.

“ kau mirip dengan temanku ya?” ujar Jessica sambil memiringkan kepalanya dengan mata yang terlihat menyipit untuk memperhatikan wajah laki-laki di hadapannya. Sementara laki-laki itu hanya menghela nafas berat, sepertinya gadis di hadapannya itu tak pantang menyerah.

“ rumahmu dimana? Mengapa aku tidak pernah melihatmu?” ujar Jessica ingin tahu membuat laki-laki di hadapannya itu terlihat tidak suka. Detik berikutnya laki-laki itu terlihat meninggalkan Jessica tanpa menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh gadis itu. Jessica terlihat menggerutu pelan memandangi kepergian lelaki itu. Mengapa sepertinya Jessica ingin laki-laki itu menjadi temannya. Sekarang Jessica bertekad untuk mencaritahu siapa laki-laki itu.

“ Jessica, kembaranmu sudah marah-marah tak jelas. Mana bolanya?” keluh seorang laki-laki seumuran Jessica yang tadi memang sempat bermain bola pada Jessica. gadis itu terlihat memamerkan cengirannya saat melihat temannya itu terlihat kesal karena Jessica mengambil bola terlalu lama.

“ Hunnie, kau tahu laki-laki yang mirip denganmu? Yang tadi duduk di ayunan ini.” ujar Jessica membuat temannya yang dipanggil Hunnie itu hanya mengedikkan bahunya.

Lagi-lagi mimpi itu kembali mendatangi tidur Jessica. mimpi yang menurut Jessica sangat berhubungan dengan masa lalunya itu membuat Jessica bertanya-tanya. Siapa dua anak laki-laki kecil yang selalu datang di mimpinya? Mengapa wajahnya selalu buram? Apakah itu adalah teman masa kecilnya?

Jessica terlihat bangkit dari tidurnya dan memilih duduk di kasurnya tersebut sambil terus memandang langit-langit yang ada di kamarnya. Hunnie, nama itu terus memenuhi otak Jessica semenjak Jessica terbangun dari tidurnya tersebut. sebenarnya siapa Hunnie? Mengapa sepertinya Jessica merasa dekat dengan laki-laki itu. Dan sebenarnya siapa lelaki yang duduk di ayunan itu? Mengapa sepertinya ada kenangan lain selain kejutekan yang ditunjukkan oleh lelaki itu. Dan mengenai Hunnie yang mengatakan bahwa dirinya memiliki kembaran membuat Jessica penasaran dengan wujud kembarannya. Seperti apakah kembarannya? Apakah benar-benar mirip dengannya?

***

“ bermimpi lagi?” tanya Tiffany sambil mengolesi selai pada roti tawarnya saat melihat Jessica melamun saat mereka sedang sarapan sebelum mereka berangkat menuju sekolah. Jessica terlihat menghela nafas berat sebelum ia menganggukan kepalanya untuk menjawab pertanyaan Tiffany.

“ sudahlah, Jess. Jangan terlalu memaksakan diri.” Ujar Tiffany sambil tersenyum manis memberikan semangat pada gadis yang terbilang sudah sangat dekat dengannya. Ada perasaan sedikit iba di hati Tiffany saat melihat Jessica sepertinya benar-benar menginginkan ingatannya tentang masa lalunya kembali pulih. Hanya saja Tiffany tak bisa membantu apapun pada Jessica.

“ dari mimpiku kemarin aku tahu bahwa aku memiliki kembaran.” Ujar Jessica sambil menerima roti yang sudah diolesi selai oleh Tiffany. sedangkan Tiffany terlihat terkejut mendengar cerita dari Jessica.

“ mwo? Benarkah?” tanya Tiffany sedikit tidak percaya, sedangkan Jessica hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum pahit.

“ aku pun tak percaya Tiff. Sepertinya masa laluku sangat membahagiakan.” Ujar Jessica sambil tersenyum membayangkan masa kecilnya yang digambarkan seperti di mimpi-mimpinya selama ini. Memiliki teman dekat, kembaran, bukankah itu sangat membahagiakan?

***

                Kali ini Sehun berangkat benar-benar sangat pagi ke sekolahnya. Traumatis akibat fans yang langsung menyerbunya saat dirinya datang kemarin, akhirnya Sehun meminta pada managernya untuk mengantarnya ke sekolah di waktu yang masih pagi. Selain untuk menghindari fansnya, Sehun juga berangkat masih sangat pagi agar dirinya tidak bertemu dengan anggota boygroupnya. Sehun yakin jika Kai melihatnya memakai seragam dan berangkat ke sekolah pasti sahabatnya itu akan mengungkit-ngungkit kejadian saat Kai mendapati Sehun sedang melihat foto Jessica.

“ Sehun!” panggil seseorang saat Sehun sedang berjalan di koridor menuju kelasnya. Sehun menghentikan langkah kakinya sambil berharap dalam hati bahwa yang memanggilnya bukanlah fans-fans gilanya. Dengan gerakan pelan, Sehun membalikkan badannya untuk mencari tahu siapakah orang yang memanggilnya tersebut.

“ yah! Jangan melihatku seperti melihat hantu, Sehun.” Kesal gadis itu membuat Sehun menghela nafas lega saat mengetahui bahwa yang memanggilnya adalah Yoona, sepupunya. Sehun benar-benar merasa sangat canggung untuk memulai pembicaraan dengan sepupunya tersebut.

“ kau datang dengan dia? Mengapa tidak ada Victoria dan sepupu lelakimu itu?” tanya Sehun sambil melanjutkan jalannya tentu saja membuat Yoona hanya terkekeh pelan. Bahkan memanggil nama Luhan saja sepertinya Sehun tidak sudi. Sepertinya gadis itu benar-benar sangat berarti bagi Sehun maupun Luhan.

“ hei, dia kakakmu Oh Sehun.” Peringat Yoona membuat Sehun menatapnya tajam. Sehun memang tak suka jika ada seseorang yang mengatakan hal ini padanya. Bagaimana pun juga menurutnya lelaki itu memang tak memiliki kakak.

“ siapa kakakku? Aku anak tunggal.” Desis Sehun membuat Yoona hanya menggeleng-gelengkan kepalanya sambil terkekeh pelan. Gadis itu ingat bagaimana dekatnya Sehun dan Luhan sangat dekat saat dulu. Dan bagaimana Sehun dan Luhan menyayangi gadis itu.

“ Tsk. Berhentilah menganggap Luhan tidak ada.” Ujar Yoona membuat Sehun menghentikan langkahnya dan menatap sepupunya itu tajam. Entah mengapa mengingat nama itu hanya membuat dadanya terasa begitu sesak. Rasa bencinya pada seseorang bernama Luhan memang sulit sekali untuk dihilangkan. Lalu untuk apa dirinya menganggap Luhan ada sedangkan orang disekitarnya saja memang tahu bahwa lelaki itu bahkan sudah menghilang di telan bumi.

“ Luhan sudah mati. Aku tak mengenal Xiao Lu jika Luhan yang kau maksud adalah dia.” Ujar Sehun sambil mempercepat langkahnya.

***

Sehun terlihat menatap dingin ke arah Luhan saat lelaki itu datang memasuki kelas mereka. pandangan kosong dengan wajah tak berdosa milik Luhan benar-benar membuat Sehun ingin menonjok wajah lelaki yang menurutnya pembawa sial tersebut. Entah kenapa, setiap melihat wajah Luhan yang sangat menyebalkan tersebut rasanya kenangan di masa lalunya itu terus berputar di otaknya. Kenangan-kenangan menyesakkan yang terus menghampirinya saat Luhan datang di hidupnya.

“ permisi itu tempat dudukku.” Ujar Luhan pada Sehun yang sedang duduk di tempat duduknya namun sama sekali tak digubris oleh Sehun. Luhan menghela nafas berat, selalu saja seperti ini respon Sehun saat Luhan berbicara padanya. Bahkan sekarang saja Sehun pura-pura sibuk dengan gadgetnya.

“ Lu, kau duduk denganku. Sehun memang menyebalkan, seenaknya saja duduk di tempat duduk orang.” Ujar Krystal seperti biasa dengan wajahnya yang terlihat sangat ramah. Luhan hanya menatap Krystal sebentar lalu memandangi kursi kosong yang terdapat di samping kursi Krystal. Entah mengapa Luhan merasa ragu untuk duduk di kursi tersebut. Bukan kenapa-napa, hanya saja Luhan terlalu takut cepat atau lambat Krystal akan mengetahu identitas aslinya. Apalagi dengan kejadian kemarin di ruang musik. Luhan sangat mengenal Krystal. Gadis itu jika sudah penasaran pasti akan mencari tahu sesuatu yang membuatnya penasaran tersebut. Dan Luhan yakin jika Luhan duduk di samping Krystal, Krystal akan menggunakan kesempatan ini untuk menyelidikinya.

“ Xiao Lu, mengapa kau sepertinya takut untuk duduk bersamaku?” canda Krystal membuat Luhan duduk di kursi yang terdapat di samping Krystal tanpa berkata apapun pada gadis itu. Sedangkan Sehun hanya tersenyum sinis mendengar perkataan Krystal tersebut.

“ orang yang penakut kan biasanya memiliki salah pada orang yang ditakutinya.” Sindir Sehun membuat Krystal memandangi Sehun dengan pandangan penuh tanya. Sedangkan Luhan hanya menundukkan kepalanya. Luhan benci saat dirinya bahkan terlihat menyedihkan seperti ini. Luhan benci saat orang-orang terus menyalahkannya.

“ apa? Sudahlah Kryst, kau selalu menganggap perkataanku itu penting. Tadi aku hanya bicara saja.” kesal Sehun sambil menyimpan gadgetnya di atas meja dan menatap Krystal risih.

***

                Jessica akhirnya bisa bernafas lega saat bel istirahat sudah berbunyi. Senyumnya terlihat mengembang saat mengingat sekarang waktunya istirahat dan dia tak harus duduk lagi bersama Sehun. Gadis itu benar-benar kesal pada Sehun yang tiba-tiba saja duduk di kursi Luhan dan seenaknya berbicara bahwa Sehun akan duduk dengan Jessica. dan tentu saja Jessica yang merupakan orang yang paling benci pada seorang Oh Sehun tak suka dengan ide tersebut. tapi bukan Sehun namanya jika dia tidak dapat mendapatkan yang dia inginkan.

“ mengapa senyum-senyum seperti itu? Ah, aku tahu. Kau tadi pura-pura kan? Sebenarnya kau suka duduk denganku?” goda Sehun membuat senyuman Jessica memudar tergantikan dengan wajah dinginnya. Perlahan, gadis berambut pirang itu mengalihkan pandangannya dan menatap Sehun dengan tatapan tajam khasnya dan Sehun hanya tersenyum kecil melihatnya.

“ senang? Yang benar saja aku senang dengan orang yang sudah mencuri kameraku.” Sinis Jessica lalu bangkit dari duduknya. Ya, Jessica memang akan terus mengungkit tentang kameranya saat Sehun bertingkah menyebalkan padanya. ayolah, kamera itu adalah kamera pemberian Kris, kakaknya. Mana mungkin Jessica mengatakan pada Kris bahwa kameranya dicuri saat mereka bertemu nanti.

“ Xiao Lu.” Panggil Jessica pada Luhan yang memang duduk di depannya bersama Krystal. Sehun terlihat berdecak kesal saat dirinya melihat Jessica memanggil nama tersebut. Seakan-akan kejadian beberapa tahun lalu akan kembali terulang jika dirinya membiarkan Jessica dan Luhan dekat seperti yang dilakukannya pada sahabatnya dulu. Berkali-kali Sehun menghela nafas berat sambil memejamkan matanya. Dan berkali-kali Sehun menepis pikiran bahwa Jessica Wu adalah gadis yang selama ini ia rindukan.

“ kau mau ikut denganku dan Fany. Fany menungguku di kantin. Apa kau ingin ikut? Ya, aku tahu kau murid baru sama sepertiku. Jadi aku rasa lebih baik kau ikut bersamaku.” Ajak Jessica membuat Luhan terlihat sedikit bingung. Lelaki itu terlihat menggaruk-garuk tengkuknya yang sama sekali tidak gatal. Ada perasaan tak tega jika Luhan menolak ajakan gadis di hadapannya. Namun ada sesuatu yang membuatnya tak bisa menerima ajakan Jessica. tatapan Sehun yang sanga dingin mengingatkannya pada kejadian beberapa tahun lalu. Dan Luhan tak ingin memperburuk hubungannya dengan Sehun. Cukup seburuk sekarang, tak perlu diperparah lagi.

“ sepertinya aku di kelas saja.” jawab Luhan membuat Jessica mengerucutkan bibirnya. dan itu membuat Luhan kembali mengingat gadisnya. Ekspresi Jessica yang seperti sekarang ini adalah ekspresi yang gadisnya selalu tunjukkan padanya saat gadisnya itu sedang kesal.

“ yah. padahal kupikir setelah Fany meninggalkanku untuk pergi menuju kantin kau mau mengantarku.” Canda Jessica dengan tawa kecilnya membuat Luhan hanya tersenyum tipis.

“ Ah, Jess. Lebih baik kau pergi bersamaku saja. harusnya kau menjadi gadis beruntung setelah ini.” Ujar Sehun membuat Jessica memutar bola matanya kesal.

“ tidak terimakasih. aku hanya mengajak Lu, bukan mengajakmu.” Ujar Jessica dingin. Sehun terlihat menundukkan kepalanya untuk menyembunyikan rasa malunya saat beberapa teman sekelasnya yang masih tersisa melihat ke arahnya dengan pandangan iba. Ayolah, seorang Oh Sehun, Idol Korea yang sangat terkenal saat ini baru saja ditolak oleh seorang gadis biasa.

“ kalo begitu aku mengajakmu.” Ujar Sehun sambil tersenyum sok manis pada gadis yang duduk di sampingnya tersebut. sungguh, senyuman Sehun benar-benar terasa tidak asing bagi Jessica. dan tingkah Sehun saat ini benar-benar terasa deja vu bagi Jessica. berkali-kali Jessica mencoba mengingat sesuatu, akan tetapi yang dia dapat adalah sakit kepala yang teramat sangat.

“ Hannie, kau tak mau ikut denganku dan kembaranku? Dia mengajakku untuk melihatnya di pementasan balet.” Ujar gadis itu dengan sangat semangatnya namun hanya ditanggapi gelengan pelan dan senyuman tipis dari laki-laki berumur sekitar 10 tahun tersebut. dan hal itu cukup membuat gadis itu merengut sambil mengerucutkan bibirnya. padahal tadi dia sudah semangat untuk mengajak laki-laki yang dipanggil Hannie itu karena permintaan kembarannya. Tapi seperti biasa laki-laki itu terus menolaknya.

“ Mengapa kau selalu menolak jika aku ajak bermain? Hunnie tak akan marah kok. Iya kan Hunnie?” tanya Jessica pada laki-laki yang sok sibuk dengan bukunya. Hunnie yang memang sedaritadi mendengarkan percakapan antara laki-laki yang dipanggil Hunnie dengan Jessica pun hanya menatap Jessica sambil memasang wajah tidak setuju dengan perkataan Jessica.

“ Kenapa tidak pergi denganku saja? Kembaranmu pasti akan senang.” Ujar Hunnie dengan senyuman sok manisnya benar-benar membuat Jessica tidak suka. Jessica melipat kedua tangannya sambil mengerucutkan bibirnya.

“ tidak. aku kan mengajak Hannie.” Ujar Jessica dengan gayanya yang cukup menyebalkan membuat sahabatnya yang selalu dia panggil Hunnie tersebut menunjukkan wajah kesalnya. Namun beberapa detik kemudian laki-laki tersebut memamerkan senyuman cerahnya sambil meraih tangan Jessica.

“ kalo begitu aku yang mengajakmu. Kajja.” Ujar lelaki yang dipanggil ‘Hunnie’ tersebut membuat Jessica sedikit terdiam sambil berpikir mengapa sahabatnya itu keras kepala sekali.

“ ah. Ayolah, wajahnya. Kumohon jangan buram.” Ujar Jessica sambil memegangi kepalanya yang terasa sangat sakit. Sedangkan Sehun dan Luhan terlihat memandangi Jessica khawatir saat tiba-tiba saja Jessica berubah menjadi seperti orang kesakitan.

“ Jess, kau baik-baik saja?” tanya Sehun khawatir namun sama sekali tak digubris oleh gadis yang memiliki rambut pirang tersebut. Jessica yang tadinya memiliki posisi berdiri terlihat sedikit terhuyung, dan dengan cekatan Sehun menahannya dan menggendong Jessica ala bridal style. Pas sekali waktunya saat Sehun menggendong gadis itu, pada saat itu pula Jessica tak sadarkan diri.

=== It’s not Sleeping Beauty Story ===

sebenernya saya bingung banget sama cerita ini. di satu sisi saya pengen Hunsica, tapi disisi lain saya pengen Lusica juga. menurut kalian gimana bagusnya? sertain alesannya juga ya 😉

33 thoughts on “[Series] It’s not Sleeping Beauty Story (Chapter 2)

  1. Hfft masih banyak banget tanda tanya :3 Aku lebih setuju sama LuSica ! Soalnya feelnya lebih dapet waktu part LuSica-nya dan selain itu aku juga LuSica Shipper ^^v Cepat dilanjutt yaa ~ Keep Writing and Hwaiting (^o^)9

  2. akhirnya keluar juga part 2nyaaa
    eeehm,kalo aku yaa lebih ke hunsica deh,gak tau kn kok kayaknya mreka lebih cocok dijadiin couple drpd shbt gitu,
    sehun kyknya juga gak kasih kesempatan jessica deket sm luhan,apa mungkin tkt tersakiti lg?

  3. Ehm… LuSica aja thor… Aku lebih suka LuSica feelnya lebih ke Luhan daripada Sehun. Secara LuSic shipper!! Ditunggu next chapternya!! Banyak misteri jadi g’ sabaran sama kelanjutannya thor!! Jjang ne!!

  4. ceritanya makin so sweet..
    makin penasaran sama masalalu jessica luhan sehun,
    kalau aku engga bisa milih salah satu diantara mereka, mereka ber 2 bias aku. dijadiin 22 nya aja deh saeng haha 😀

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s