Let’s Never Meet Again (Chapter 11)

Let's Never Meet Again 8

Title      : Let’s Never Meet Again

Author : Berries (@berries_cocoa)

Length : Series

Rating  : PG-13

Genre  : Sad, Romance, Friendship

Main Cast :

  • Yoona SNSD
  • Luhan EXO-M
  • Lay (Zhang Yixing) EXO-M

Other Cast :

  • Chen (Kim Jong Dae) EXO-M
  • Seohyun SNSD
  • Yuri SNSD
  • Sooyoung SNSD
  • Kris EXO-M
  • Sehun EXO-K
  • Kai EXO-K

Disclaimer : Cerita ini hanya fiksi dan  murni dari kepala dan pikiran author, apabila ada kesamaan cerita itu adalah ketidaksengajaan atau hanya terinspirasi.

Author Note : Annyeonghaseyo *bow. Lama ya nunggu FF ini, maaf ya lama ngepostnya habis author sibuk sama kuliah. Di Chapter ini emang author fokusin sama Luhan doang hehe. Maaf kalo ceritanya jelek, feelnya kurang dapet, posternya juga jelek. Please Don’t Bash ya and Sorry For the TYPO.

Dengan sangat, author mohon tinggalin jejak ya

Happy Reading!!!

***

“Hai, apa kabarmu ? Kuharap kau baik-baik saja disana” ucap Yoona yang saat ini sedang menatap makam Lay. “Maaf beberapa waktu ini aku tidak mengunjungimu. Aku minta maaf, maaf karena sempat melupakanmu, maaf karena pernah mengabaikanmu. Maafkan aku” sambungnya diikuti dengan genangan – genangan air yang telah membasahi pipinya.

Disentuhnya pipi yang telah dibasahi air mata tersebut “Kenapa aku merasa lebih sedih ?”

**

“Bagaimana hyung ?” tanya Sehun diikuti dengan tatapan 5 pasang mata yang sangat ingin tau. Kali ini mereka semua berkumpul di kantin universitas yang terlihat sangat ramai oleh mahasiswa-mahasiswa lainnya.

Luhan menggeleng pelan. Melihat jawaban Luhan, Kris hanya menghela nafasnya berat. Entah kenapa dia seakan tau hasilnya akan menjadi seperti ini.

“Apa maksud gelengan kepalamu itu ?” tanya Sooyoung, suaranya terdengar sedikit memaksa. Dia sebenarnya tau maksud dari gelengan kepala Luhan hanya saja Sooyoung tidak dapat menerima jawaban tersebut.

Sooyoung sangat yakin kalau Yoona juga mencintai Luhan, sahabatnya itu telah membuka hatinya untuk namja yang ada dihadapannya ini. Tapi kenapa bisa jadi seperti ini, pikirnya.

Sedangkan Yuri dan Seohyun. Saat pertama kali melihat jawaban Luhan terseut mereka melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan Kris. Mereka cukup tau, sangat mengerti malah dengan sikap keras kepala Yoona.

“Bagaimana bisa seperti itu hyung ?” kali ini Kai angkat bicara.

“Yoona bilang, dia tidak pantas untukku. Aku terlalu baik untuknya, selama ini dia hanya menganggapku teman”

“Ya… Ya…. Teman. Berapa banyak teman yang dia inginkan” potong Sooyoung.

“Tenanglah sedikit Soo” kata Yuri menenangkan sahabatnya itu.

“Dan….” ucap Luhan, menggantungkan kata-katanya.

“Dan apa ?!” tanya Sooyoung, kesal.

“Dia tidak ingin melupakannya. Melupakan Lay” terang Luhan kali ini suaranya terdengar suram.

“Aku sudah terlalu sering mendengar alasan itu” kata Sooyoung.

“Tidak” ucap Luhan sambil menggelengkan kepalanya “Kurasa kali ini berbeda”

“Apa maksudmu ?” tanya Yuri.

“Dia memintaku untuk tidak menemuinya lagi, kurasa dia ingin menjauhiku” jelas Luhan.

“MWO ?!” teriak Yuri, Sooyoug dan Seohyun bersamaan. “Bisakah kalian tidak berteriak tepat di telingaku” ucap Kai yang berada tepat di sebelah Yuri.

“Tidak biasanya dia seperti ini” ucap Kris, wajahnya tampak berpikir.

“Bukankan itu bagus ?” Sehun yang hanya diam sedari tadi akhirnya mengeluarkan suaranya.

“Bagus ?” ulang Luhan.

“Iya… Bagus. Bukankah itu berarti Yoona noona menyukaimu hyung. Dia pasti berpikir, menyukaimu bisa membuatnya melupakan Lay” Sehun menjelaskan, namun tiba-tiba “Auw auw auw!!!!!! Lepaskan !!!!” teriak Sehun karena telinganya telah di jewer oleh Sooyoung.

“Hyung…. Lay hyung, dia lebih tua darimu. Arraseo ??!!”

“Arraseo…..” ucap Sehun sambil mengelus telinganya yang telah memerah karena Sooyoung “Kalau kesal jangan dilampiaskan padaku dong noona” sambungnya yang langsung mendapatkan tatapan mematikan Sooyoung.

“Rasakan tidak sopan sih” ucap Seohyun.

“Bisakah kita fokus ?” seketika semua mata memandang ke arah Yuri yang baru saja berbicara.

“Yuri benar. Menurutku apa yang dikatakan Sehun barusan juga benar” ucap Kris “Tidak mungkin Yoona menyuruh Luhan menjauh darinya bila Yoona tidak memiliki perasaan pada Luhan. Itu semua karena dia juga menyukaimu Luhan” jelas Kris.

“Kris benar, Yoona pasti menyukaimu. Aku bisa melihatnya dari cara dia memandangmu. Hanya saja saat ini masa lalu masih membayanginya” ucap Yuri.

“Tenang saja Luhan oppa, kau masih punya kesempatan. Jangan patah semangat” kata Seohyun diikuti anggukkan setuju dari semuanya.

“Fighting!!!” teriak mereka semua bersamaan.

“Gomawo, aku akan mengejarnya. Aku akan membuatnya melupakan masa lalu pahitnya dan membuatnya bahagia.

**

-Beberapa Hari Kemudian-

“Ayolah jangan seperti ini Yoona” ucap Luhan yang terus menyeimbangkan jalannya dengan Yoona yang terus berjalan tanpa menghiraukan Luhan “Yoona dengarkan aku, kumohon…..” pinta Luhan.

Yoona pun menghentikan langkahnya lalu mambalikkan badannya yang kini telah menghadap Luhan “Bukankah sudah kukatakan sebaiknya kita tidak usah bertemu lagi kenapa kau sangat keras kepala Luhan-ssi”

“Kau sendiri… Bukankah sudah sering kukatakan tidak bisa dan tidak mau. Dan apa yang kau katakan barusan ? Kau memanggilku dengan embel-embel –ssi ? Hah” Luhan memalingkan wajahnya sebentar berusaha menahan emosinya.

“Apa maumu sebenarnya Im Yoon Ah ?!” ucap Luhan dengan nada yang meninggi.

Untuk sesaat Yoona hanya diam melihat reaksi Luhan yang seperti itu namun tekadnya sudah bulat. Dia tidak peduli apakah sikapnya ini akan membuat Luhan marah padanya bahkan membencinya. Itulah yang di carinya saat ini.

Membuat Luhan membuang semua perasaannya pada Yoona.

“Aku ingin kau menjauhiku. Apa itu tidak cukup jelas untukmu ?” ujar Yoona mantap terlihat jelas dari matanya yang menatap Luhan tanpa ragu sekalipun.

“Jika kukatakan tidak bisa dan tidak akan pernah mau”

“Maka aku yang akan menjauhimu” jawab Yoona lalu pergi meninggalkan Luhan.

Luhan terdiam di tempatnya, hanya dapat melihat Yoona yang telah pergi menjauh. Dia tidak tau harus berbuat apalagi, semua cara telah dilakukannya namun tetap tidak bisa mengubah pendirian Yoona untuk menjauhinya.

Ada rasa ingin menyerah namun dia tidak ingin. Entah apa yang merasukinya sampai dia benar-benar tidak ingin kehilangan yeoja itu.

Bagaikan sebuah magnet Yoona telah membuat Luhan tidak bisa berjauhan dengannya, seperti heroin yang membuat Luhan terus menginginkan Yoona. Tidak pernah Luhan merasakan ini sebelumnya.

“Apa ini semua ada hubungannya dengan masa laluku ?” ­pikirnya lalu sedetik kemudian Luhan menggelengkan kepalanya. “Tidak mungkin” ucapnya.

**

“Bagaimana ?” tanya Sooyoung. Ya, seperti biasa mereka saat ini berada di atap salah satu gedung di universitas mereka.

Sejak kejadian Yoona dan Luhan beberapa hari yang lalu Yoona tidak pernah bersama mereka lagi.

Luhan menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan yang di berikan Sooyoung barusan.

“Keras kepala sekali dia” lanjut Sooyoung kesal.

“Kau seperti tidak tau Yoona saja” ucap Yuri yang tau akan tetap seperti ini jadinya. “Dan yang bisa menghilangkan keras kepalanya hanya-“

“Lay oppa” sambung Seohyun. Tidak terdengar suara apapun yang terdengar hanyalah suara hembusan nafas mereka semua. Sampai Kris memutuskan untuk berbicara pertama kali.

“Tapi… Lay sudah tidak ada”

Ya, mereka tau tentang kenyataan itu. Kenyataan itu yang membuat mereka semua terdiam. Tidak hanya Yoona yang merasa kehilangan Kris, Sooyoung, Yuri maupun Seohyun merasa kehilangan dengan kepergian Lay. Sahabat mereka.

Tapi rasa kehilangan mereka mungkin tidak sebesar rasa kehilangan yang di rasakan oleh Yoona dan mereka juga tau akan hal itu. Mereka tau semua kisah Yoona dan Lay, mereka juga tau seberapa besar rasa cinta yang ada di antara Yoona dan Lay yang tidak mungkin bisa hilang maupun dilupakan sekalipun.

“Sampai kapanpun aku tidak akan pernah bisa menggantikan posisi Lay di hatinya” ucap Luhan di antara keheningan yang terjadi.

Yang lain tetap diam, tidak mampu mengeluarkan suara karena jauh di dalam hati mereka apa yang dikatakan Luhan benar.

Tidak ada yang dapat menggantikan posisi Lay dimata maupun di hati Yoona.

**

-Keesokan Harinya-

“Apalagi yang kau inginkan Luhan-ssi ?!!” ujar Yoona yang saat ini sedang berjalan di jalanan umum dengan cepat namun langkahnya tetap dapat di imbangkan oleh Luhan yang telah berada di sampingnya.

“Kau tuli atau apa hah ?!!” geram Yoona “Apa kata-kataku kurang jelas ?!!”

“Dengarkan aku” ucap Luhan sambil menarik lengan Yoona dan menghadapkan wajahnya pada dirinya agar dia berhenti.

“Lepaskan aku!!!” teriak Yoona berusaha melepas tangan Luhan dari lengannya namun tenaga Yoona tidak cukup kuat.

“Yoona dengarkan aku dulu” ucap Luhan.

“Bagaimana jika aku tidak ingin mendengar apapun” jawab Yoona “Lepaskan aku!!”

“Saranghae…. Saranghae …” ucap Luhan tulus.

Yoona terdiam mendengar kata-kata Luhan. Ada perasaan senang di hatinya ketika mendengar ucapan Luhan tapi disaat yang bersamaan pula terasa sakit.

“Tidak bisakah kau melihatku ?” tanya Luhan lembut.

Yoona masih diam, tidak bereaksi apa-apa. Seketika wajah Lay muncul dalam pandangan Yoona.

“Tidak” jawab Yoona pada akhirnya.

“Aku mencintaimu, sungguh dan aku tau kau juga merasakan hal yang sam-“ ucapan Luhan terpotong dengan suara tawa Yoona.

“Hahaha sejak kapan rasa percaya dirimu setinggi itu. Apa aku pernah mengatakan aku mencintaimu ? Kurasa tidak. Jangan hanya karena aku dekat denganmu tidak seperti namja lainnya maka kau merasa aku mencintaimu. Bodoh”

“Biar kutegaskan sekali lagi. Aku tidak mencintaimu. Tidak mencintaimu” ujar Yoona.

Awalnya Luhan kaget mendengar ucapan Yoona barusan, namun dia berusaha mencari kebohongan tersebut dari mata Yoona. Nihil, yang terlihat hanyalah ketegasan dimatanya.

“Aku masih ada urusan. Jadi, selamat tinggal Luhan-ssi. Kuharap kau tidak menggangguku lagi. Oh ya satu lagi, jangan pernah berpikir kalau kau bisa menggantikan posisi Lay” sambung Yoona pergi meninggalkan Luhan yang diam mematung di tempatnya.

Ucapan Yoona barusan seperti mendorongnya ke dasar jurang terdalam. Tidak bisa dipungkirinya, memang selama ini Yoona tidak pernah berkata kalau Yoona mencintainya.

Kejadian antara Luhan dan Yoona barusan disaksikan oleh Kris, Kai, Sehun, Sooyoung, Yuri, Seohyun termasuk Chen dari kejauhan. Yang berbeda hanyalah semuanya mendekati Luhan kecuali Chen.

“Semangat Hyung” ucap Sehun memberi semangat pada Luhan yag masih diam mematung.

“Yoona noona hanya emosi tadi” kali ini Kai diikuti anggukan kepala Yuri dan Seohyun.

“Aku tau dia hanya berbohong tadi. Dia mencintaimu, aku tau i-“

“Tidak” geleng Luhan memotong ucapan Sooyoung. “Kalian tidak melihat matanya. Kalian tidak melihat ketegasan matanya saat mengatakan itu semua” jelas Luhan “Lagipula apa yang dikatakannya tadi benar”

“Apa maksudmu Luhan ?” tanya Kris.

“Yoona memang tidak pernah berkata kalau dia mencintaiku… Hanya aku yang terlalu percaya diri. Menganggap dia mencintaiku. Hahaha benar apa yang dikatakannya, aku memang bodoh” ujar Luhan tertawa lalu berjalan meninggalkan teman-temannya yang melihatnya dengan pandangan sedih.

“Jadi… Kau menyerah untuk mendapatkan Yoona ?” tanya Kris sebelum Luhan pergi menjauh. Semuanya menatap Kris dan berganti menatap Luhan. Menanti jawaban Luhan.

Luhan menghentikan langkah kakinya ketika mendengar perkataan Kris. Dia berpikir sejenak mencari jawaban atas pertanyaan Kris barusan. Matanya berubah kelam, terlihat jelas kesedihan yang dirasakannya ketika akan menjawab pertanyaan Kris.

Luhan mengangguk, mengiyakan pertanyaan Kris.

“Ya… Aku menyerah” jawabnya “Kau sendiri mendengarnya bukan dia tidak pernah mencintaiku. Lagipula apa yang dikatakannya memang benar. Aku tidak bisa menggantikan posisi Lay di hatinya. Jadi, percuma saja aku mencintainya. Gomawo atas bantuan kalian” ucap Luhan tersenyum.

“Aku tidak akan mengganggunya la-“

BUK!!

Terdengar suara pukulan yang lumayan keras pada pipi kiri Luhan sampai membuat dirinya terjatuh.

“LUHAN!!” teriak Sooyoung dan yang lainnya bersiap mendekati Luhan namun di tahan oleh Kris.

“Kenapa kau menahan kami !!” ujar Yuri

“Ini urusan mereka berdua” ucap Kris

“Ini adalah masalah para namja, kalian tidak usah ikut campur” ucap Sehun yang sedang menahan Seohyun.

“Tapi mereka…” ujar Seohyun yang tidak tahan melihat perkelahian antara Chen dan Luhan.

“Biarkan mereka menyelesaikan masalah mereka. Ini menyangkut orang yang mereka berdua cintai” kali ini Kai angkat bicara.

**

Saat ini Chen telah duduk diatas badan Luhan yang terjatuh bersiap memberi pukulannya lagi.

BUK!!

Luhan sedikit meringis menahan rasa sakit dipipinya.

“Kau !!!!! Berani sekali kau menyerah!!!”

BUK !!!

Luhan memberikan perlawanan. Kali ini dirinya telah berada di atas Chen yang terjatuh ke tanah akibat pukulan Luhan.

“Aku juga tidak ingin menyerah !!” ucap Luhan meremas kuat kerah baju Chen. “Tapi kau sendiri mendengarnya. Di dalam hatinya sudah ada dia. Karna itulah cintaku takkan pernah terbalas. Aku tidak akan pernah bisa menggantikan posisi Lay di hatinya”

“Ternyata benar apa yang dikatakan Yoona. Kau itu bodoh” kata Chen mengeluarkan smirknya.

BUK !!

Sekali lagi Luhan melayangkan pukulannya pada pipi kiri Chen. Kali ini sudut kiri bibirnya telah mengeluarkan darah segar.

“Kalau begitu jangan gantikan posisi Lay di hatinya” ucap Chen pada akhirnya. Mendengar ucapan Chen barusan berhasil menghentikan rencana Luhan untuk memukulnya kembali.

“Jadilah seseorang yang dicintai Yoona bukan karena ingin menggantikan posisi Lay tapi jadilah seseorang yang dapat berdiri di samping Lay yang juga mencintai Yoona. Cintai Yoona dengan caramu sendiri buatlah dia mencintaimu. Jangan pernah berpikir untuk menggantikan posisi Lay dihatinya jika kau berpikir seperti itu maka kau akan sama seperti diriku”

“Berusaha membuatnya melupakan Lay. Suatu pemikiran yang bodoh, tentu saja Lay tidak akan pernah bisa tergantikan. Aku memutuskan untuk mundur bukan karena aku menyerah melainkan aku ingin melihatnya bahagia karena aku tau kau bisa membuatnya kembali tersenyum dengan caranya sendiri. Senyuman yang tidak pernah kulihat saat dia bersama Lay”

“Lay adalah yang pertama dan kau…. Kuharap kau adalah yang terakhir untuknya” ucap Chen.

“Cih, menyebalkan sekali kau” ucap Luhan lalu pergi berlari meninggalkan mereka semua yang terdiam melihat sikapnya.

“Kau mau kemana ?!!” teriak Sooyoung.

“Tentu saja mengejar teman kalian yang keras kepala itu” jawab Luhan yang sedang menyebrang jalan sambil menghadap pada teman-temannya tanpa memperhatikan jalan di depannya.

“Eh tap-“ ucap Sooyoung terpotong

TIINNNN!!!

“LUHAN AWAS !!!!” teriaknya

-TBC- 

Please Leave a Comment

20 thoughts on “Let’s Never Meet Again (Chapter 11)

  1. Sebelumnya sempet lupa sama chapter yang sebelumnya,trus browsing yg chap 10 udah inget deh ceritanya, jangan lama lama ne ngepost next nya. Author fighting

  2. Wahhh, thor, maaf ya aku cuma comment di part 11 ini doang, aku terlalu penasaran sama ceritanya, jadinya aku langsunglanjutinbaca deh, mian ne? Ff nya daebak banget, aku bacanya sampe nangis liat bagian yoona yang nyakitin dirinya sendiri karna terlalu cinta sama lay..

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s