Junior’s Diary -BEFORE STORY of Rare Plot- | SeoHun Version | Chapter 2

Title : Junior’s Diary • Author : Egadorks (@ega_ssi) • Main Casts : Seo Joo Hyun & Oh Sehun • Length : Multichapter • Genre : Romance, School-Life, Friendship, Drama • Rating : T

150th,Junior

Cr Poster : nathaniathena @exoshidaefanfic.wordpress.com

AN : Hello~ aku balik dengan FF kedua setelah No Time Machine : Genius But Crazy (Preview) kemarin. Ada yang menantikan FF ini nggak? Hehe—sama kaya chapter sebelumnya. Ff ini juga pendek, soalnya aku juga lagi mengejar Ffku yang lain yang mau aku selesain. Dan ini salah satunya. Maaf kalo chapter ini bener-bener pendek, sedikit curhat, aku lagi mengalami down (?) jadi aku agak kesulitan buat bikin FF karena udah beberapa bulan lalu aku sama sekali nggak menyentuh FF jadi ya kaya gini jadinya -_-

Oke, aku gak suka terlalu basa-basi, langsung aja cek Ffnya 😀

***

 

Sungguh, aku ini murid yang baik!

 

Tentu saja aku murid yang baik. Hanya saja aku hanya terkena sial karena pelajaran Fisika tadi. Seharusnya Oh Sehun menyelamatkanku bukan malah memberiku sebuah harapan palsu dan pergi seenaknya ke kamar mandi untuk tugas alamnya! Aaah—baru kali ini dia membuatku kesal.

Setidaknya bukan hanya aku saja yang pernah merasakan ciuman maut dari penggarisnya yang panjang itu—hampir semua temanku pernah—kecuali Ahreum, Sehun dan Hyosung. Yah—tentu saja mereka tidak pernah karena mereka adalah murid kesayangan guru Fisika.

Dan—aah pantatku sakit sekali sehabis dipukul penggaris tadi. Aku sampai kesulitan untuk memposisikan tulang dudukku. Dari tadi aku menyungut, menggerutu dan mengaduh kesakitan di hadapan para sahabatku.

“Sudahlah, aku tahu itu rasanya sangat sakit. Aku sudah berkali-kali dipukul dan aku sudah kebal dengan penggaris yang mumpuni itu.” Komentar Krystal setelah mendengarku mengaduh untuk kesekian kalinya.

“Yah—itu kau. Jangan samakan denganku. Pantatku lebih tipis daripada punyamu.” Balasku sambil mengejek yang dibalas Krystal dengan tatapan membunuh.

Seperti aku bisa membaca pikirannya, akupun dengan spontan berdiri dan bersiap untuk berlari. Sayangnya, aku lupa kalau pantatku sedang sakit hingga aku tidak jadi berlari. Alhasil, Krystal menyerangku dari samping. Bukan serangan sungguhan—tentu saja. Kudengar Jiyeon tertawa melihat kami.

 

Aku wakil dari Oh Sehun!

 

Hari Kamis adalah hari dimana mata pelajaran olahraga ada pada jam ke tiga dan empat. Well—sejujurnya aku sangat membenci pelajaran itu, bukan karena akulah sang wakil seksi olahraga—tentu saja bukan karena predikatku sebagai wakil seksi olahraga adalah wakil dari seksi olahraga Oh Sehun—tapi karena aku memang tidak bisa olahraga. Apapun itu dari permainan bola besar, bola kecil, senam, dan kawan-kawannya, aku tidak menyukai itu semua.

Aku sendiri bingung bagaimana diriku bisa terpilih sebagai seksi olahraga padahal aku sendiri sangat sangat sangat membenci kegiatan tersebut. Tapi mau bagaimana lagi, aku tidak bisa menolaknya walaupun aku sendiri juga ingin—tapi aku menjadi wakil dari Oh Sehun maka dari itu aku tidak akan pernah melepas predikat wakil seksi olahraga di kelasku. Yah—hitung-hitung juga berguna untuk menambah interaksiku dengan Oh Sehun.

“Seo Joo Hyun! Pimpin kami melakukan pemanasan.” Perintah Jo In Sung membuatku terbuyar dari lamunanku. Aku menolehkan kepala ke sumber suara dan mendapati anak laki-laki tinggi—yang seharusnya memendekkan tinggi badannya karena tingginya terlalu tinggi untuk anak usia tiga belas tahun—menyuruhku untuk memimpin pemanasan.

“Apa? Aku? Pemanasan? Kenapa tidak—“ aku menelan ludah sebelum melanjutkan penolakanku kepada Jo In Sung—well, sejujurnya aku gugup untuk menyebut nama Oh Sehun. “Oh Sehun saja yang melakukannya?”

“Belum datang. Sudahlah kau pimpin kami dulu! Kau tidak lihat Gong Songsaenim sedang melihat ke arah kita?” In Sung melirik ke arah sosok pria berpostur tinggi dengan kumis tebal

dan janggut lebat memakai baju olahraga dan celana training yang sedang melihat ke arah kelasku dengan tatapannya yang sulit diartikan.

Aku pun mengikuti arah pandang In Sung dan aku bergidik ngeri melihat Gong Songsaenim—guru olahraga kami—sedang melihati kami dengan tatapannya yang menyeramkan itu. Akhirnya, mau tidak mau aku memimpin mereka.

Well—aku tidak tahu harus memulai dari mana. Aku juga tidak tahu apa nama setiap gerakan-gerakan saat pemanasan. Aku tekankan sekali lagi alasannya karena aku tidak menyukai olahraga.

“Yah—kau bisa memimpin kami tidak?” protes In Sung yang membuatku salah tingkah—namun dengan cepat aku mengomel balik padanya.

“Yah—kalau begitu kenapa tidak menyuruh—“ sial! Lagi aku merasa kesulitan mengatakan nama Oh Sehun, “Oh Sehun yang memimpin kalian pemanasan?”

“Oh Sehun belum datang! Sudah kukatakan tadi bukan? Dasar kau Seo Joo Hyun seksi olahraga yang payah!”

“Hey—aku tidak payah! Aku hanya tidak menyukai olahraga! Dan aku bukan seksi olahraga, Jo In Sung. Aku wakil seksi olahraga! Aku wakil dari Oh Sehun!” entah setan apa yang merasukiku sampai aku terlalu emosi menanggapi Jo In Sung. Padahal jika dipikir-pikir, tidak seharusnya aku emosi kepada In Sung. Lagipula, harusnya aku sadar kalau Jo In Sung hanya bercanda saja mengataiku ‘seksi olahraga yang payah’. Harusnya aku sadar aku tidak harus mempermalukan diriku dengan mengatakan kalau aku adalah ‘wakil dari Oh Sehun’. Aah—bodoh sekali kau Seo Joo Hyun!

“Hey hey! Ada apa? Kenapa ribut sekali?” tanya suara setengah berat dari belakangku. Aku lantas menoleh dan mendapati Oh Sehun yang berjalan menghampiri kami, dan berhenti tepat di sampingku. Ya! Sampingku! Wajahku langsung memerah seperti apel fuji yang baru saja dipetik. Lalu kualihkan pandanganku menuju arah lain.

“Tidak apa-apa Sehun-ah, Seohyun hanya menanggapi gurauanku dengan berlebihan. Maafkan aku Seohyun-ah.” Jelas In Sung kepada Sehun sambil tak lupa meminta maaf kepadaku.

Aku yang saat ini sedang salah tingkah hanya bisa menerima permintaan maaf In Sung dengan menganggukan kepala kikuk.

“Ooh, aku kira ada apa. Sudah pemanasankah tadi?” tanya Sehun kepada teman-teman sekelas kami.

“Sudah, Seohyun yang memimpinnya.” Jawab In Sung.

“Ooh, Seo Joo Hyun terimakasih.” Ucap Sehun berterimakasih kepadaku.

Aku langsung menolehkan kepala kearahnya dan memandang sejenak wajahnya yang menarik itu. Sedetik kemudian aku tersenyum kepadanya diiringi dengan raut wajah yang memerah—lebih merah dari tadi.

“Ehem—Seohyun dan Sehun~” ejek Krystal membuatku melemparkan tatapan kubunuh-kau-selesai-ini-nanti.

Karena aku tak ingin menjadi semakin salah tingkah dihadapan Sehun, akupun langsung memutar bola mata menghadap Sehun lagi dan berkata, “Tentu saja. Aku wakil seksi olahraga.”

‘Dan karena aku wakil darimu, Oh Sehun’. Tambahku dalam hati.

 

Bahkan itu kata ‘terimakasih’nya untukku yang pertama.

 

TBC

 

Huaaaa~~ nggak nyangka FF ini PARAH BANGET -_- Oke, I need your comment

Advertisements

14 thoughts on “Junior’s Diary -BEFORE STORY of Rare Plot- | SeoHun Version | Chapter 2

  1. Senyum2 sendiri ‘-‘ #IngatPengalamanPribadi .-. Itu seohyun mirip2 saya :v sama2 g suka pelajaran olahraga ‘-‘
    Ffnya bagus kok kak, sama kayak ff2 kakak yg lain. Bahasanya ttp rapih, pokokny bagus deh 🙂
    ditunggu lanjutannya 😉

  2. Ini cerita nya seru banget thor aku suka banget ff ini keren , aku udah cari cari yg ke dua akhir nya ketemu juga hehe , buat yg banyak ya thor btw aku udah follow twitter author tolong follback ya 🙂

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s