No Time Machine : Genius But Crazy (Preview)

egadorks-2

Title : No Time Machine : Genius But Crazy || Author : Egadorks (@ega_ssi) || Length : Oneshot || Rating : PG-15 || Genre : Romance, Angst, Sad, Hurt, Drama, Little Bit of Fantasy, Family || Cast : Oh Sehun EXO-K, Seo Joohyun SNSD, Kris Wu EXO-M, Choi Jinri f(x)

Cr Poster : Fearimaway @ssoopuding.wordpress.com

AN : Ada kah yang nunggu FF ini? 😀 FF bagian dari No Time Machine. Karena di polling yang menang adalah SeoHun, jadinya ini aku kasih preview dari Genius But Crazy. Ini baru preview lho ya, full-nya mungkin beberapa hari kedepan. Tinggal seperempat insyaallah selesai 😀 Dan aku minta maaf karena mungkin alurnya sedikit aku lencengkan dari yang ada di teasernya di Drabble Compilation – No Time Machine . Dan disini aku memakai pov normal karena aku lebih suka nyeritain FF dengan sudut pandang author, bukan pemainnya -,-v

Oke, karena aku nggak pandai berbasa-basi, aku persilahkan kalian buat membaca previewnya dulu 😀

***

Waktu berumur tujuh hingga dua belas tahun, orang-orang memanggilnya “Idiot”. Lantaran dirinya yang bodoh dan sering tidak naik kelas.

Bully bukanlah suatu hal yang asing dalam kesehariannya. Bahkan dirinya seperti sudah kebal dengan bully dari teman-temannya. Bully seperti interaksi antaranya dengan teman-temannya. Walaupun kadang bully yang diterimanya berupa cacian, gosip tentangnya, cemoohan dan bahkan kekerasan sekalipun. Tapi bagi Oh Sehun, itulah interaksi antar manusia—untuknya.

Sering Oh Sehun ingin balas mengatai mereka dengan kata-kata kasar, seperti yang mereka lakukan kepada Sehun.

Sering Oh Sehun ingin balas memukul mereka dengan penggaris besi, kursi atau bahkan meja seperti yang mereka lakukan kepada Sehun.

Sering Oh Sehun ingin terlihat lebih kuat, lebih beringas, lebih angkuh dan lebih keji agar mereka takut kepadanya—dan menghentikan aksi bully mereka. Namun, faktanya Sehun adalah bocah laki-laki yang lemah, suka memendam sakit sendiri dan terlalu pendiam.

 

“Dasar idiot! Apa yang ibumu makan saat mengandungmu!” maki salah seorang temannya dengan tubuh tegap dan lebih tinggi darinya. Tak lupa dengan menendang betis kiri Sehun dengan amat keras—membuat sang pemilik mengaduh kesakitan sembari menahan air matanya agar tidak menyeruak keluar dari bendungannya.

Sementara itu, seisi kelas hanya tertawa—seakan setuju dengan makian pedas dari mulut si brengsek bertubuh tegap tadi.

“Yah! Oh Sehun kau cengeng sekali!” pekik seseorang bersuara lengking sambil berjalan angkuh ke arah Sehun. “Kau hanya menangis karena ditendang oleh Kris. Apa itu sakit, huh?” kaki ramping dengan kulit pucat menendang betis Sehun sekali lagi—yang tadi ditendang Kris—mengakibatkan Sehun merasakan sakit yang berganda.

Dan lagi, hampir semua tertawa—kecuali mereka yang masih memiliki simpati. Seperti mengejek Sehun yang terlihat ‘cengeng’ sekaligus menyetujui kata-kata dan sikap teman-temannya yang baru saja membully Sehun—Kris Wu dan Choi Jinri. Di tengah itu Sehun sudah tidak mampu lagi untuk membendung air matanya. Bocah itu menangis di tengah-tengah temannya yang berbahagia atas ketertindasannya.

 

Waktu menduduki kelas enam di usianya yang sudah lima belas tahun, Sehun di drop out dari sekolahnya.

Kadang Sehun heran kenapa tidak dari dulu saja dia di drop out dari sekolah? Bukankah semua guru dan teman-temannya tahu seberapa bodoh dirinya? Bahkan saat menduduki kelas enam, usianya yang paling tua diantara teman-temannya—lima belas tahun.

Namun, Sehun juga tidak habis pikir bahwa dirinya benar-benar harus di drop out dari sekolah. Pemikirannya dulu adalah dia tidak akan di drop out sekalipun dirinya sangat bodoh dan sangat tertinggal karena dirinya selalu diberi kesempatan oleh gurunya.

Tapi kesempatan tidak akan datang terus Oh Sehun!

Sewaktu malam pukul delapan, saat langit menumpah ruahkan titik titik air yang jatuh berdesakkan kemudian menari-nari saat menyentuh permukaan bumi, ibunya dengan cemas menunggu putranya. Hatinya kalut sekaligus takut akan apa yang mungkin terjadi kepada anak satu-satunya. Namun, suaminya yang bijak memeluk tubuh lemah istrinya dan menenangkannya, walaupun sejujurnya dia juga sama paniknya dengan istrinya.

“Sudahlah, berdoa kepada Tuhan semoga Dia tetap melindungi putra kita. Barangkali Sehun pergi ke kedai pamannya yang baru buka seminggu lalu.”

“Tapi, ini sudah malam, di luar hujan. Aku tidak bisa tenang dan mengira jika barangkali Sehun pergi ke kedai Haneul, yeobo.”

Tentu saja ibunya tidak bisa bersikap tenang seperti yang diharapkan ayahnya. Sudah jelas alasannya mengapa melihat hari sudah malam dan hujan terus mengguyur dibarengi dengan kilat yang menyambar-nyambar.

Tuk tuk tuk

Suara ketukan pintu beritme lemah membuat sepasang orangtua itu sejenak membeku dan melemparkan pandangan ke arah pintu kayu yang menjadi portal masuk rumah sederhana mereka. Dengan hati penasaran, lega, cemas, dan bahagia yang bercampur, ibu Oh berlari tergopoh-gopoh menuju pintu dan membukanya.

Begitu dibuka, dilihatnya sekarang, bocah yang sedari tadi ditunggunya berdiri dengan keadaan basah kuyup, tubuh kedinginan, pandangan kosong dan mata memerah.

“Ibu, maafkan aku.” Ujarnya membuat ibunya mengernyitkan dahi kebingungan dengan maksud putranya.

Kemudian suara kayu yang bergesekkan dengan sandal jepit mendekat ke arah mereka—ayahnya menghampiri mereka. “Kau darimana saja, Sehun-ah?” pertanyaan ayahnya membuat Sehun mengangkat kepalanya—memandang kedua wajah tua yang amat dicintainya—masih dengan mata merah yang perlahan berair—menandakan bahwa dirinya akan menangis.

“Ibu, ayah, maafkan aku.” Tangisnya pecah begitu saja. Kedua orangtuanya sama-sama bingung walaupun sekarang mereka segera memeluk dan menenangkan putra mereka.

Dan malam itu adalah malam dimana Sehun menyaksikan kedua orangtuanya menangis. Pertama kali dirinya menyaksikan kedua orangtuanya menangis. Yang selalu Sehun pikirkan adalah orangtua tidak pernah menangis. Yang selalu diyakininya adalah semakin tua umur seseorang maka semakin enggan mereka akan mengeluarkan air mata. Namun, anggapannya salah. Sehun mulai menyadari bahwa dirinya memang manusia bodoh dengan pemikiran pendek sekaligus sempit yang selalu mempercayai opininya daripada opini orang lain dan fakta yang ada.

Malam itu adalah malam dimana Sehun sekali lagi mengecewakan kedua orangtuanya—setelah dia mengecewakan orangtuanya berkali-kali—dan surat pemberitahuan di drop outnya Sehun dari sekolahnya adalah pengecewaan yang paling mengecewakan dari Sehun terhadap orangtuanya.

TBC

Oke segini duulu previewnya. Ada yang tanya kenapa Seohyun belum aku sertakan? Hehe itu sebagai kejutan aja ya 😀

25 thoughts on “No Time Machine : Genius But Crazy (Preview)

  1. Wahhhh keren thor and penasaran , nanti seohyun jadi apa nya ya penasaran banget , bikin ff terus ya thor keep writing kalo udah ada lanjutan nya bilang saya ya thor di twitter saya @daffadhiya_78 aku perempuan

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s