[Freelance] Multichapter: Days at Summer School [Chap 2]

DAYS AT sUMMER SCHOOl

Title: Days at Summer School

Chapter: 2

Author: Lucky Spazzer

Length: Multichapter

Rating: All Age

Genre: Romance( maybe ), dll

Main Cast: Jung Soo Yeon Girls Generation/ Xi Lu Han EXO

Other Cast: Girls Generation Member, EXO Member, Krystal Jung

Author Note: Sumpah, kaget lihat karya brilian saya (?) tampak aneh, yang sudah aku yakini akan tampil dengan super panjang ternyata seperti fanfiction drable. Ada juga yang bilang, aku tampil dengan kata ‘santai’, bukan baku. Hehehehe, aku memang santai orangnya, ada pula yang bilang enak fanfiction-nya, alurnya santai. Nah, jadi aku harus gimana? Campuran santai dan baku? Kurasa keduanya, oke, aku akan nyoba menggunakan kalimat santai dan baku. Ini dalam tahapan belajar menulis fanfiction, belum bisa dibilang ‘jago’ karna hobi aku itu nulis cerpen fiksi( sama aje kayaknya -,- ). Oke, daripada nanti aku dijitak gara-gara Author Note yang super panjang ini, mari kita baca tulisan berikutnya!

^^^ HAPPY READING ^^^

Preview Part Sebelumnya:

“Eoh, aku tidak bisa tidur,” jawabku jujur. Tampak Luhan memandangku yang menopang bahu dikusen kamar.

“Cepatlah tidur, kau bisa kesiangan besok,” kata Luhan memegang bahuku. Aku menghela nafas panjang dan kembali tidur. Tampak Luhan berkomat-kamit saat ia menuju ranjangnya yang tepat disebelahku, hanya terpisahkan oleh lemari.

Ya ampun, inikah yang namanya jatuh hati? Mengapa aku dapat merasakannya? Mengapa?

Aku merutuki, mengapa sampai harus diketahui Luhan? Kudengar dengan telingaku, namja itu sudah tertidur. Gadis bodoh, coba kau sudah tidur. Rasanya agak aneh kalau aku bilang aku tidak bisa tidur, karena aku tukang tidur…. tapi mengapa aku masih tidak bisa tidur, eoh? Mau salahkan siapa bila besok hujan dan aku melupakan payung tercintaku? Baiklah, pejamkan matamu, atau aku harus menghitung domba seperti cara anak bayi! batinku dan langsung mencoba memejamkan mata. Dalam hitungan satu atau dua detik, aku terlarut dalam bayangku….

^^^

Author POV

Pagi yang cerah! Luhan tampak sudah rapih dengan seragamnya, ia kira Jessica sudah siap dan sudah pergi terlebih dahulu selagi ia mandi dan berpakaian. Ia mendengus, tugasku pada pagi hari sudah bertambah! Ckckckck! Luhan mendecak melihat Jessica, gadis itu begitu pulas. Ia merasa sulit sekali membangunkan gadis itu. Ia menghela nafas panjang, dan langsung melirik Jessica, rasanya enggan bila telat. Tapi itu tidak akan terjadi, satu jam lima belas menit lagi bel akan berbunyi dan itu masih dibilang ‘cukup lama’. Tapi baginya menjadi nomor satu menduduki bangku dikelas Songsaenim Ryuu( guru IPA ) begitu menyenangkan. Tapi ia harus mengalah, setidaknya untuk satu hari saja.

“Jessica, ayo, bangun! Kau mau telat masuk kelas Songsaenim Ryuu?” tanya Luhan, ia memang sudah mengecek jadwal Jessica yang ternyata nyaris semuanya menyerupai jadwal milik Luhan. “Jessie,” kata Luhan menggoyangkan dengan keras bahu yeoja itu, namun tidak ada respon apapun- kecuali dengkuran gadis itu. Gadis itu masih serius dalam dunia dibawah alam sadarnya, dan itu akan menyusahkan.

“Jessica-ssi, ayolah, bangun!” kata Luhan, ia mulai kehabisan akal. Namun ia punya ide lucu, mungkin tercipta karena ia pernah mendengar dari Tiffany kalau Jessica bisa dibangunkan dengan mentimun. Mungkin ide konyol, tapi siapa tahu berhasil. Luhan dengan langkah sumringah berjalan menuju kulkas. Diabsennya setiap sayuran disitu. Mata Luhan menangkap satu pak mentimun dipojok kulkas yang ditelantarkan begitu saja, mungkin Jessica sengaja memindahkannya agar tidak muntah saat membuka kulkas.

“Ide konyol ini mungkin berhasil,” Luhan menaruh tiga mentimun tepat diwajah Jessica dan tiba-tiba kaki Jessica menendang perutnya. “Aduh!” Luhan terpekik dan terpental dari kasur menuju lantai. Dan, ia merasakan sakit yang luar biasa, entahlah. Tendangan gadis mana yang bisa sekencang itu?! Sakitnya! Tendangan gadis ini gak main-main, kencangnya kayak namja, awh! Sakitnya! Luhan merutuki dirinya.

“Jam berapa sekarang? Ish, singkirkan pula ini dari wajahku!” Jessica melempar tiga mentimun tak berdosa itu menuju wajah Luhan yang tersungkur tepat didepan ranjangnya, dan itu tepat mengenai wajah ‘cantik’ Luhan. “Sudah pukul setengah tujuh, eh? Aku harus mandi! Owh,” kata Jessica berlari tak mempedulikan Luhan yang sekarang tampil malang didepannya, seolah-olah tak ada siapapun disana selain dirinya.

“Apa dia tidak menggangap aku disini dan tepat didepannya, hah? Hish, padahal aku sudah sedikit tertarik padanya, aku sungguh sebal!” rutuk Luhan, ia berniat meninggalkan Jessica tapi apa daya, ia ingin Jessica selalu disampingnya.

^^^
Jessica keluar dari kamar mandi lengkap dengan seragamnya, ia sudah rapih untuk masuk ke gedung sekolah, masih ada lima belas menit untuk berjalan ke sekolah. Namun saat ia berlari menuju lantai terbawah. Tampak seorang pria nyaris tertidur didepannya. Dan sosok itu tak asing, ya, Luhan! Jessica melirik, ia menyapu pandangannya.

“Kau mau tidur dan bolos disini?” tanya Jessica mengamit tangan Luhan dan langsung menariknya membuat kaget Luhan. “Kau! Ikut aku! Kelas akan dimulai, bodoh!” Jessica langsung menarik super kencang, nyaris Luhan seperti orang yang diculik dan Jessica adalah penculiknya, karena Luhan seperti diseret.

“Iya, iya! Jangan seret aku seperti karung gandum, karena aku adalah manusia, seperti kau, mengerti?” tegas Luhan dan langsung menyusul Jessica yang sudah ‘agak’ didepannya, dengan cemas ia melirik arloji yang ia pakai. Sepuluh menit lagi…, ayolah kaki, tidak bisakah kau menyulap diri menjadi sayap?

Jessica melirik Luhan yang cemas, “Percepat kaki jenjangmu! Ayo!” Jessica langsung melepas gengaman tangannya dan segera berlari menuju kelas Songsaenim Ryuu yang tinggal berjarak dua meter darinya.

“Iya aku mengerti da ….,” BRAK! Jessica menoleh kebelakang, ia melirik ucapan Luhan yang terpotong, ia mendengar suara tabrakan, seperti tabrakan orang dengan tiang dan kali ini korbannya Luhan. Ia menggelengkan kepalanya, menahan geli.

“Dasar bodoh,” kata Jessica tersenyum, beberapa murid melirik Luhan yang sudah duduk dengan keadaan yang konyol. Luhan mengelus dahinya. “Kau langsung memperlebar dahimu,” tawa Jessica diiringi cengiran gadis disebelahnya, yang tiba-tiba muncul, Jessica yang kaget melirik mahluk disebelahnya. “Tiffany!”

Melihat Jessica yang melonjak, gadis itu menunjukan eyesmile-nya yang indah. “Its me!” seru gadis itu tersenyum sumringah. Jessica melirik Luhan dengan tatapan jangan-ikuti-aku, dan namja itu-Luhan, seolah-olah tahu yang dimaksudkan Jessica dan langsung mengganguk, saat JeTi ( Jessica-Tiffany ) pergi darinya, ia mengepalkan tangannya dan langsung bangkit.

“Kenapa kubiarkan ia pergi, sih?” kata Luhan dan berungsut menuju kelasnya, ia melirik Jessica yang duduk disebelah Tiffany. “Coba aku langsung berdiri dan ke arahnya, tapi eh, jangan merutuki diri, deh,” kata Luhan terdiam dan membayangkan, apabila ia duduk dengan Jessica. Mungkin ia yang bahagia setengah mati bila ia duduk dengan Jessica, tapi Jessica akan merasa betekarena duduk dengan namja. Luhan langsung berjalan gontai menuju dalam ruangan, dan ia terpaksa duduk dipojok karna hanya itu tempat yang tersisa.

“Kau pasangan roommate-nya, kan?” tebak Tiffany tersenyum jahil pada sahabatnya itu, yaps, Jessica! “Sangat hebat, pasanganku adalah Park Chanyeol, si tukang penyebar Happy Virus itu! Dan sepertinya aku tertular oleh Chanyeol, kami sudah akrab!” tawa Tiffany pelan, kalau terlalu kencang, ia akan dicap ‘Princess Gila’.

“Iya, memang apa sih? Apanya yang hebat? Dia memang apa?” tanya Jessica, dan dengan resmi hadiah menjengkelkan mendarat dikepalanya. “Sakit!” kata Jessica setelah kepalanya berhasil ditoyor Tiffany. “Apa sih? Kamu sasaeng fans dia lagih! Si namja berwajah yeoja,” nyengir Jessica.

“Bukan, tapi Luhan kan, namja paling pintar dan terkenal,” kata Tiffany setelah Jessica menghentikan cengirannya. Jessica membentuk ‘o’ dimulutnya. “Dan juga ganteng,” Tiffany langsung membuat Jessica menggeleng.

“Dia itu, ‘cantik’, bukan tampan,” kata Jessica, “eh, kamu fans dia, ya?”

“Bisa dibilang, penggagum sih,” kata Tiffany. Gadis itu yakin kini dipipinya yang tirus ada semburat merah. Tiffany langsung menutup wajahnya karena Jessica sudah menertawainya, tiba-tiba bel berbunyi. “Duduk yang benar, Jessie! Songsaenim Ryuu akan datang,” Tiffany langsung duduk. Ya tuhan, terimakasih sudah menyelamatkan aku! gumam Tiffany bahagia.

“Iya, kamu pasti senang kan karena bel berbunyi, eoh?” balas Jessica tersenyum jahil, dan itu sukses membuat Tiffany menampilkan semburat merahnya. “Kau lucu sekali, hahahahahaha!”

“Dan kau begitu menyebalkan,” dengus Tiffany.

^^^

“Surat ini harus dibaca kalian, ya!” begitu pesan Songsaenim Hyena saat mereka usai belajar pelajaran dari songsaenim terbaik dan terramah didunia( mungkin ). Pelajaran yang digurui oleh Songsaenim Hyena adalah Sejarah. Sejarah adalah pelajaran penutup dari jadwal yang dimiliki Jessica dan Luhan. Tiffany ternyata mendapat jadwal yang sangat sama dengan sahabatnya, kecuali pada hari Senin, karena pelajaran penutup Jessica adalah Vokal sementara Tiffany adalah Matematika.

Jessica melirik amplop yang ada ditangannya. Ia melirik amplop itu, apa pentingnya, sih, sampai harus dibaca? Bisa saja Jessica menunda membaca surat itu dan baru membacanya besok, tapi ia tidak mau seperti saat ia kelas dua. Pernah ia diperintahkan membaca surat pada hari itu juga, tapi Jessica tidak mau. Saat ia kesekolah pada esok harinya, ia sangat kesal karena seharusnya ia akan fieldtrip, karena Jessica tidak mendapat restu orangtua dan tidak membawa perlengkapan fieldtrip, Jessica terpaksa libur pada hari itu dan sejak itu ia selalu membaca surat pada hari itu juga.

“Jangan membacanya besok, Jessie!” bisik Tiffany iseng sembari menjulurkan lidahnya, ia memang hobi mengisengi Jessica.

Jessica hanya mem-pout-kan bibirnya, Tiffany hanya terkikik geli. “Baik semuanya, kalian boleh beristirahat, jangan lupa! Baca suratnya, ya,” pesan Songsaenim Hyena dan langsung keluar dari kelas tersebut. Beberapa murid ada yang langsung pergi dan beberapa ada yang saling bercakap, mencari apa maksud dari surat yang dibagikan itu.

“Kau penasaran tidak, dengan surat itu?” tanya Jessica sambil memasukan surat itu ke dalam tasnya sembari mengikuti Tiffany yang sudah diambang pintu. “Apa sih, pentingnya sampai-sampai harus dibaca? Paling tentang murid yang ikut remedial dan akan membuat malu nama yang tercantum,” keluh Jessica.

“Tidak, Jessie. Bagi yang remedial, akan dapat surat khusus, bukan surat yang disebarkan banyak seperti ini, tentu tidak berguna dan membuang banyak kertas,” sahut Tiffany dengan kata dan logat yang bijak. Happy virus-nya mungkin sudah menghilang untuk sementara waktu, dan Jessica lebih menyukai saat happy virus Chanyeol merasuki tubuh sahabatnya, hidupnya lebih berwarna!

“Eh, iya juga, sih,” balas Jessica.

Lalu mereka berdua asyik mengobrol atau mendiskusikan hal tidak penting selama diperjalanan, dan, dibelakang Jessica, ada seorang namja yang setia mengikuti Jessica, walau yeoja itu tidak menyadarinya. Namja berwajah ‘cantik’ itu jelas bernama Xi Lu Han, namja itu melirik Jessica, lalu kembali mengikuti dua yeoja itu yang mulai jauh dari pandangannya.

^^^^

Luhan POV

“Annyeong haseyo,” kataku saat masuk ke kamar yang tenang itu. Tampak Jessica sedang membuka amplop itu. Aku melompat ke kasur dan menggeledah secara brutal tasku, mungkin kalau aku brutal tingkat dewa, tasku akan langsung robek dalam sekejap mata, tapi aku tidak mau hal itu terjadi.

“Luhan, hati-hati, eoh?” kata Jessica melirikku. Yeoja itu menyipitkan matanya melirik aku yang sudah tersenyum penuh kemenangan menatap amplop itu. Mungkin dibesitnya, ia berpikir aku menggangap amplop itu berisi dokumen penting yang harus segera diselamatkan, hahahaha. “Kita buka bersama, yuk!”

“Eh? Oke,” balasku sambil merobek amplop itu kasar, dan surat itu melompat keluar, aku langsung menggapainya. Jessica tampak memegang kertasnya dengan santai. Ish, aku mungkin pria bersikap konyol atau salah tingkah bila didepan Jessica dan itu ‘memalukan’.

“Bisakah kau tidak over acting, Luhan-ssi?” tanya Jessica melirikku.

“Aku tidak over acting, aku hanya, eh, tidak bisa mengatur aku!” kataku terbata-bata, Jessica menghempaskan tubuhnya ke kasur. Aku melirik kertas yang kupegang. Hmm….

PENGUMUMAN UNTUK MURID KELAS 6 DAN 7

Selasa, 19-11-2013

Pada: Rabu, 20-11-2013 akan diadakan Beach Days, dimana seluruh murid akan mengginap disebuah cottage yang disewa oleh sekolah. Satu kamar diisi oleh empat murid, dua namja dan dua yeoja. Setiap murid diwajibkan menyiapkan barang yang harus dibawa pada hari Selasa. Seluruh murid WAJIB BANGUN PUKUL 05:15 atau akan DITINGGALKAN dan terpaksa mengikuti belajar seperti biasa. Bagi murid yang tidak mau mengikuti Beach Days boleh melapor pada sekolah pada hari Selasa, 19-11-2013 pukul 20:00 didepan ruang kepala sekolah untuk memberi tahu bahwa tidak ikut Beach Days.

Terimakasih,

Kepala Sekolah.

Aku sangat senang! Sepertinya akan seru. “Apa kau ikut Beach Days?” tanyaku pada Jessica yang masih menekuni kertasnya. Gadis itu sedang mengimbang-imbangkan.

“Ikut, dong! Hanya orang bodoh yang tidak mengikuti Beach Days! Apa gunanya musim panas tapi hanya dilewati oleh masa pelajaran yang membosankan itu? Membosankan! Eh, nanti, tolong bangunkan aku,” kata Jessica. Gadis itu mengecilkan suara saat ia mengatakan kalimat akhirnya.

“Hahahahaha, oke,” tawaku. Padahal, aku sangat senang. Walau bila aku mendapat resiko harus ditendang kakinya itu, aku sangat senang. Hihihi, aku suka memandanginya bila disuruh membangunkan gadis itu.

“Hish,” kata Jessica.

^^^^
Author POV

Pada hari yang ditentukan, murid kelas 7 dan 6 sudah siap. Luhan sukses membangunkan Jessica tanpa ada ‘tendangan gajah’ tersebut. Luhan yang sedang berjalan tiba-tiba mendapati yeoja itu, Jessica, tidak dibelakangnya, didepannya, atau disampingnya. Luhan celingukan mencari Jessica. Dan ia menemukan Jessica mengobrol dengan Krystal dan satu namja, eh? Luhan kurang yakin dengan namja itu, kok, seperti yeoja…. Apa sepertinya?

“Jessica-ssi! Cepat sekali kau,” kata Luhan yang tiba-tiba muncul diantara Krystal, Jessica, dan juga namja yang seperti yeoja itu. Luhan memandang namja yang seperti yeoja itu, dan ia memandang dari ujung kaki sampai atas rambut.

“Kau yeoja apa namja sih?” tanya Luhan polos dan namja atau yeoja itu langsung menghunuskan tangannya di pipi Luhan. “Sakit!”

“Yeoja bodoh!” balas yeoja itu, “namaku Amber, dan aku BUKAN NAMJA!”

Luhan menganga, Jessica terkikik geli. “Luhan, kau bersama teman-temanmu saja, apa kau mau wajah ‘cantik’-mu menjadi lebih unyu lagi?” senyum Jessica manis.

“DIA NAMJA?!?” tanya Amber yang giliran menganga. Luhan mendengus dan langsung pergi, kini gantian Amber yang menganga. “Jessica Eonni, apakah dia namja? Ya ampun, dia sangat ‘cantik’!” kata Amber berdecak, “melebihi aku.”

“Dia juga dikira Tiffany yeoja, kok, hihihi,” senyum Jessica manis, Luhan yang melihat dari jauh terdiam melihat senyum itu, senyum yang jarang ia lihat.

“Lu, kamu lihatin siapa???” tanya Chanyeol melirik sahabatnya yang bengong, dan ia melirik lurus apa yang Luhan lirik, “dia? Yeoja itu? Jung Soo Yeon? Jessica Jung?” Chanyeol melirik sahabatnya.

“Ya, dia kan, roommate-ku,” balas Luhan.

“Sudah tahu, kok. Tiffany penah cerita padaku,” cuek Chanyeol, “tapi, betapa beruntungnya kau bisa pasangan kamar dengannya! Dia itu udah cantik, pintar, hebat, suaranya bagus, dan eh…, kayak barbie pula… Aku malah dengan si Glamor itu, tapi dia suka denganku yang penyebar Happy Virus.”

“Tutup mulutmu, Chanyeol,” dengus Luhan, “aku sedang jatuh cinta…”

“APA?!?” Chanyeol langsung menganga.

“Bodoh, tutup mulutmu!” Luhan memukul bahu Chanyeol.

“Ih, gege bercanda, kan? Mencintai Jessica sama dengan menjadi burung tanpa sayap!” kata Chanyeol.

“Ada kok burung tanpa sayap,” celoteh Luhan, “misalnya burung onta…., dia gak punya sayap, kan? Jadi aku bisa saja mencintainya, dan itu sesukaku Park Chanyeol…”

“Jelek,” kata Chanyeol dan langsung kabur karena Luhan siap memukulnya.

^^^^

Jessica POV

“Tiffany, kita satu kamar!” pekikku saat melirik daftar pasangan untuk di cottage nanti, aku begitu senang! Tiffany tersenyum saja melirikku yang tersenyum senang. “Eh, ya, kita belum melihat siapa namja-nya,” kataku.

“Kau sebaiknya menyumpal mulutmu,” kata Tiffany ragu saat melihatku yang membuka mulutku sangat lebar.

“DENGAN XI LU HAN DAN PARK CHANYEOL?!?????” teriakku, seutuhnya dengan pria bernama Park Chanyeol bukan mimpi buruk. Tapi mengapa harus dengan L-U-H-A-N? Apa gak ada namja lain selain dia di dunia? “KENAPA HARUS LUHAN!!!” Aku mulai seperti orang gila, beruntung aku dan Tiffany berada dilokasi sepi. Bisa-bisa aku akan dicap orang gila oleh semua orang. Tapi kayaknya hanya murid kelas 6 dan 7 yang mencapku orang gila.

“Sabar, Sic,” kata Tiffany mengelus punggungku.

“Dengan orang sepertinya itu menggelikan,” desisku.

“Shuutt…., sabar Sica sayang,” kata Tiffany menaruh jemarinya dibibirku.

“Aku bukan anakmu, Fany! Aku bahkan ‘EONNI’-mu!” kataku sembari menekan pada kata ‘eonni’, yang jelas saja aku lebih tua daripada dia. Tiffany termasuk yeoja beruntung, dia bisa seenaknya melompat kelas sampai dia bisa satu tingkat denganku, tapi Tiffany mulai terjebak dengan kelas yang sama denganku. Hihihi, kelasku kan, bukan tingkatnya!

“Iya juga sih,” Tiffany menggaruk-garuk kepalanya.

“Yuk, kita bertanya kita kamar nomor berapa,” ajakku.

“Yuk!” sahut Tiffany girang dan aku suka wajah riang-nya, itu membuatku tersenyum.

Ternyata kami mendapat kamar nomor 15, kami segera menuju kamar situ. Dan tampak dua kasur lebar. Satu kasur cukup untuk dua orang. Aku segera menaruh tasku dan segera melirik keluar, hmmm, tempat yang enak untuk melihat sunset! Aku ingin tahu, apa indahnya matahari terbenam. Aku juga ingin melihat sunrise, tapi gak mungkin karena aku benci bangun pagi! Because i’am a sleeping beauty!

Aku berlari dengan riang. “Tiffany, ayo bermain dipesisir pantai!” ajakku.

Tapi tiba-tiba…..

“JESSICA!!!”

Ya tuhan, apa sekarang aku sudah mati? Tapi saat kubuka mataku…..

“YA!!!”

To Be Continued

***

Apa?? Bagaimana??? Makin gak nyambung atau makin pendek??? Its amaizing kalo justru masih pendek, udah 8 halaman, woy!!! Dan, gaya bicaranya udah baku atau masih disisipi bubuk ‘santai’? Hehehe, sebenarnya idenya cover FF ini mau dibuat dengan bantuan artworker dari Exoshidae.., namanya Coldsica. Tapi kalau nunggu di acceptrequest-ku kayaknya bisa lama apalagi aku gak mesan yang pake deadline. Akhirnya terpaksa pakai cover-ku yang buruk rupa >_< Oke, kritik dan saran aku buka 😀

Advertisements

12 thoughts on “[Freelance] Multichapter: Days at Summer School [Chap 2]

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s