[Freelance] Impossible

impossible poster

Impossible

werewolfjoongki

Starring| Joonmyeon & Taeyeon

General | Oneshoot | Romance & Sad

“you and me together, are impossible?”

.

.

“Taeyeon, ayolah kita makan bersama, aku sedang ada waktu luang” Joonmyeon terus membujuk-ku sedari tadi untuk makan bersamanya, aku tahu dia berbohong, ia kabur dari meeting pentingnya.

“Hmm, baiklah, dimana?”

Aku menyerah, tak sanggup mendengar dia memohon padaku.

“Rahasia, aku akan menjemputmu, 20 menit lagi aku sampai dirumahmu”

“Jangan, aku akan menunggmu didepan jalan rumahku”

“Baiklah” Joonmyeon mengakhiri panggilannya.

 

****

 

Mobil Joonmyeon sudah di depan mataku, langsung ku masuk.

“Menunggu lama?” tanyanya

“Tidak, baru 2 menit yang lalu”

Suasana hening menyelimuti kami berdua, Aku mulai membuka pembicaraan. “Kutebak, kau pasti kabur dari meeting pentingmu”

“Hmm, begitulah” Joonmyeon menjawab santai, “Hey, kau tidak berfikir bagaimana ayahmu marah padamu kalau dia tau anak semata wayangnya menyepelekan pekerjaannya”

Joonmyeon menghela napas, ia menengok kearah-ku “Kau merasa kau penyebab aku kabur dari meeting?” Ya, Joonmyeon benar. Aku merasa sangat bersalah hanya karna aku, dia sampai merelakan meeting penting itu.

“Tolong Joonmyeon, aku tidak mau hanya karna ingin makan bersama, kau sampai begini. Lain kali, aku tidak mau begini” Tegas ku, ia hanya mengangguk pelan sambil terus menyetir.

“Taeyeon, tutup matamu, sebentar lagi kita akan sampai” Aku hanya menurut saja, menurutku ini menyenangkan.

 

****

 

Kurasakan mobil Joonmyeon berhenti, ia mematikan mesin mobil dan turun dari mobil lalu menuntunku berjalan ke suatu tempat. “Apa yang rencanakan tuan Kim?” Tangan putih bak susu Joonmyeon melepas ikatan yang kukenakan.

Taman indah yang dihiasi lilin-lilin disekitarnya ditambah juga meja makan untuk dua orang, tak lupa hidangan menyedapkan tersedia disana.

“Oh my god, amazing” ucapku takjub, Joonmyeon hanya tersenyum simpul memeluku dari belakang.

“Ini hanya untuk nyonya kesayanganku, ayo duduk”

“Bagaimana kau membuat ini?” Aku hanya terbengong-bengong, Joonmyeon malah tertawa mendengar pertanyaan polosku. “Kau tidak perlu tahu, duduk manis dan makan saja. Nikmati saat-saat yang berharga ini, kita kan jarang begini” Ya, aku tahu dia sibuk sampai-sampai harus merelakan hubungan kami berdua.

“Oh iya, aku ingin membicarakan soal kelanjutan hubungan kita” Aku tercekat mendengar perkataan Joonmyeon barusan,

“Ah, iya makanlah dulu” Aku mencoba mengalihkan pembicaraan, Joonmyeon menahan tanganku yang baru saja ingin menyuap makanan. “Nanti dulu, ini serius” Ini kali pertamanya aku melihat Joonmyeon benar-benar serius, perlahan-lahan ia melepas tangannya dari tanganku.

“Ah, maaf, aku hanya ingin kita serius berbicara soal ini” ia menyunggingkan senyum simpulnya, “Ya, silahkan”

“Aku berencana mempertemukan kedua orang kita, dan aku akan melamarmu” perlahan tangannya menyentuh tanganku, aku hanya diam seribu kata, tidak tahu harus bicara apa. Pertunanganku dengan Joonmyeon tidak mungkin terjadi.

“Joonmyeon, aku ingin bicara sesuatu” berusaha jujur untuk masalah yang satu ini. “Aku tidak bisa bertunangan denganmu, apalagi menikah denganmu” jujur, tidak kuat berkata itu.

Perlahan senyum manis Joonmyeon memudar, ia sungguh tidak mengerti apa yang dimaksudkan, ia menatapku dengan tatapan ‘kenapa?’ Sungguh tidak kuat menahan air mataku, rasanya jantungku dihujam beribu-ribu senjata tajam.

“Aku ini bukan manusia” Joonmyeon terkejut dibuatku, ia seakan-akan tak percaya akan perkataanku. “Hentikan Kim Taeyeon, apa maksudmu?” seakan masih tidak mengerti ia masih saja terus menatapku kebingungan.

“Dengarkan aku Kim Joonmyeon! Aku ini bukan manusia sepertimu, aku hanya manusia buatan pasir!” Aku meniup pergelangan tanganku, pasir tersebar dimana-mana. “K..kau manusia pasir?” Aku mengangguk pelan, ia menangis tidak percaya.

****

Sejak kejadian itu, Joonmyeon susah dihubungi. Mungkin ia masih shock mendengar perkataanku waktu itu. “Aku sudah menduga, kau akan seperti ini”

Kini, aku menjadi pribadi yang tertutup. Semenjak kehilangan Joonmyeon, ku-putuskan untuk hidup di dunia pasir, dunia-ku bukan disini.

“Aku akan pergi, kuharap kau bahagia Joonmyeon” sebelum pergi tidak lupa ku-buat surat kecil untuknya, hitung-hitung tanda perpisahan.

****

Joonmyeon kini tengah mengadakan acara pertunangannya dengan gadis pilihan orangtuanya. Tak banyak yang datang, hanya kerabat terdekat  dan keluarga.

“Bu, aku ke belakang dulu ya” Izin Joonmyeon pada ibunya, dia berjalan ditengah-tengah tamu undangan. Tanpa sengaja ia menginjak sebuah amplop putih yang terlihat kusam.

“Apa ini?” bingung, ia langsung membuka isi amplop itu. “Ah, ini surat” dibacanya surat kecil itu.

To: Joonmyeon | From: Taeyeon

Hey! Bagaimana kabarmu Mr.Kim ? kuharap baik-baik saja. Aku ingin bicara sesuatu padamu, ini tentang hubungan kita. Setelah aku bicara kejujuran tentang siapa diriku, nampaknya kamu tidak terima dengan kenyataan ini, kamu menjauh dariku. Jujur, sedih rasanya jauh darimu, padahal aku berharap kita bisa menjadi teman baik. Tapi sepertinya, kamu lebih memilih memutuskan hubungan kita berdua. Oh ya, aku ingin kembali ke dunia pasir, kurasa dunia-ku bukan disini. Aku juga ingin, kamu terus menyimpan kenangan kita berdua, kuharap jangan pernah dilupakan. Angap, itu kenangan dengan sahabat terbaikmu. Sampaikan salamku pada tunanganmu, Tiffany. Ia gadis cantik yang baik hati, dan ia pasti bisa membuatmu lebih senang dibanding bersamaku.

 

Your best friend,

Taeyeon.

Surat kecil itu cukup membuat lelaki tunangan Tiffany menangis, bagaimana bisa Taeyeon hanya meninggalkan surat kecil itu. “Bagaimana bisa kau menyebut kita sahabat, kalau aku masih mencintaimu? Kau menyuruhku mengenang masa-masa kita bersama sebagai seorang sahabat, tapi hatiku berkata kita ini masih seorang pasangan kekasih” Joonmyeon melipat surat itu dan memasukannya ke saku celana.

“Perlu kau tahu Taeyeon, Aku ini masih mencintaimu”

End

Ini fanfic apaansi? Aduh, abal-abal. Bahasanya aneh banget -_-“ tapi Read,Comment and Like please … aku bukan author baru sih disini, Cuma ganti nama doang, aku ini Byun Seul, author abal-abal itu loh

.

21 thoughts on “[Freelance] Impossible

  1. Bgs sih tp agak kurang jelas aja
    Sama agak bingung
    Maksudnya ‘manusia pasir’ apaan yah?

    Ditunggu karya yg laennya yah
    Moga2 taeng ga jd manusia yg aneh2 lg
    Lol
    Keep writing

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s