Happening

Happening Yuri

Happening

[icydork] | Yuri, Xiumin, Sunny, Lay | Thriller-Psycho | Rated for 17+

FF dengan genre Thriller-Psycho dan untuk 17+. Bagi yang nggak suka FF seperti ini, jangan dibaca! Untuk readers yang masih dibawah umur, jangan baca!

Natal. Sebuah peryaan yang dirayakan oleh sebagian besar umat kristiani. Yuri bersama teman-temannya kini sedang berada di rumah Zhang Yixing yang lebih sering disebut dengan Lay. Seorang pemuda dari China yang pindah ke Korea untuk melanjutkan studinya.

Yuri duduk di atas sofa sambil mengunyah cemilan yang terletak di atas meja ruang tamu Lay, disampingnya ada Sunny. Sunny adalah kakak kelas mereka yang sering bergabung dengan mereka. Gadis imut, pintar, dan terlahir dari keluarga yang terpandang.

Berbeda dengan Xiumin, dia terlahir dari keluarga yang terbilang ‘kurang’ dalam bidang perekonomian. Beruntungnya, dia memiliki otak yang cerdas sehingga dia memperoleh beasiswa dari sekolah mereka.

Yuri, seorang gadis biasa yang berparas anggun dan cantik. dia tidak terlalu pintar namun dia senang berlajar dan tidak mudah menyerah. Dia juga pintar berolah raga dan mudah menebak suatu hal dengan tepat.

“Lay, aku sudah lapar.” Ucap Sunny sambil memegangi perutnya.

“Iya, aku juga.” Lanjut Yuri sambil mengunyah cemilan tersebut.

Lay mendecak melihat Yuri, “Kau itu sedang mengemil, Yuri-ya.

“Sudahlah, kenapa pembantumu sangat lama memasaknya?” Tanya Sunny.

“Iya, iya, baiklah!” Lay berdiri dari duduknya dan berjalan ke dapur. Mengecek kondisi pembantunya yang tengah memasak.

.

.

.

Lay berjalan ke dapurnya sambil bersiul pelan. Malam ini malam natal, kedua orang tuanya sedang merayakannya dengan rekan bisnis mereka. Jadi, ini saatnya Lay dan teman-temannya di rumah merayakan malam natal bersama-sama.

Akhirnya dia tiba di ruang makan, beberapa langkah lagi dia akan sampai di dapur. Tapi, sebuah suara aneh mendarat di pendengaran Lay. Dia memperkecil langkahnya, keringat dingin muncul dari pori-pori kulitnya, perasaan dia tidak enak.

BRUK!

Tiba-tiba sebuah tangan muncul dipandangan Lay. Dia terkejut, sangat terkejut. Mata Lay melebar, nafasnya tercekat. Tangan itu sudah lepas dari tubuhnya, tulang yang berwarna putih susu itu terekspos jelas dari tempat Lay berdiri. Darah segar mengalir dengan mudah dari potongan tangan tersebut.

Lay memundurkan langkahnya dengan hati-hati tanpa menoleh ke belakang sampai-sampai..

BRUK!

Lay menabrak meja makannya sendiri.

“Siapa disana?!” Teriak dari arah dapur. Lay tersentak, dia langsung berlari secepat-cepatnya ke ruang tamunya.

.

.

.

Lay tiba di ruang tamunya dengan lemas. Kaos rumah yang dia gunakan basah seketika karena dibanjiri oleh keringatnya.

“Kita harus keluar dari sini!” Ucap Lay tersengal-sengal.

Yuri menatapnya dengan aneh, “Ada apa?”

“Aku lapar, Lay.”

Lay membuang nafasnya kasar, “Kita harus—“

“Lay, itu siapa?” Tanya Xiumin setengah berbisik yang berdiri di hadapan Lay. Sunny yang mendengar itu langsung berdiri, begitupun Yuri.

Perlahan Lay menoleh ke arah belakangnya, dia bisa melihat seseorang berjalan dengan hoodie yang menutup kepalanya, dengan sebuah pisau besar dan tajam beserta darah segar yang menetes sedang berjalan ke arah mereka.

Lay langsung berlari sambil menarik Yuri, toples yang dipegang Yuri sedari tadi langsung terlepas dari genggamannya. Toples tersebut pecah menjadi berkeping-keping.

“AAAAAAAKK!” Sunny berlari tanpa sengaja menyenggol Xiumin. Akibatnya, kaki Xiumin menginjak pecahan beling tersebut.

“Aw!” Erang Xiumin.

“Xiumin-ah!” Seru Yuri yang masih di tarik Lay menuju lantai dua.

“Sunny!” Seru Yuri lagi.

“Xiumin, cepatlah!” Suruh Sunny.

Noona?” Respon Xiumin.

Gwaenchana. Aku bisa menahannya, cepat susul Yuri dan Lay!”

Noo—“

Cepat pergi!” Bentak Sunny. Xiumin mengangguk sambil berlari berjinjit. Dia menoleh sekali ke belakang, orang misterius tersebut masih jauh dari Sunny.

Xiumin menggeleng sekali, tidak, aku harus menyelamatkan Sunny noona.

Xiumin berbalik dan langsung menarik lengan Sunny.

“Ayo!” Seru Xiumin.

“Xiu—“

Terlambat.

Sungguh, semuanya telah terlambat. Pria misterius itu langsung menangkap pergelangan tangan kanan Sunny. Pria itu melayangkan pisau besar tersebut ke arah Sunny.

“Jangan!!” Teriak Sunny.

Seketika itu juga sebuah tangan terasa perih, “AAAK!” Teriak Xiumin.

Pria tersebut telah memotong tangan Xiumin dengan pisau yang tajam dan besar itu.

“Xiu—Xiumin!” Teriak Sunny.

“XIUMIN!” Terdengar teriakkan Yuri dari tangga yang hendak turun namun ditahan oleh Lay dari belakang. Diluar kendali Yuri, sebuah cairan terlepas dari kerengkengnya dan mengalir dengan mulus di pipi Yuri. “Xiumin-ah…”

.

.

.

Dengan cepat pria misterius itu mencabik perut Xiumin di hadapan Sunny. Sunny terkulai lemas melihat adegan sadis nan menyeramkan yang terjadi secara langsung dihadapannya itu.

Pria misterius tersebut terus mencabik perut Xiumin sehingga seluruh isi perutnya keluar, seluruh darahnya memuncrat dan memandikan seluruh tempat yang berada di sekitarnya termasuk Sunny.

Dan ketika sang pria itu melihat apa yang dia incar dari awal, dia langsung terkekeh pelan dan mengambil benda tersebut.

Ginjal.

Sunny terjatuh di hadapan Xiumin yang sudah tewas itu dan sang pria misterius.

BRUK!

Sunny pingsan.

Suara yang ditimbulkan Sunny itu mengundang perhatian sang pria misterius itu. Dengan cepat sang pria itu langsung menancapkan pisau tajamnya ke leher jenjang yang mulus itu.

“Ugh—“ Terdengar erangan Sunny ditengah pingsannya—mungkin akan pingsan selamanya.

“Mata indah ini akan kujadikan sebagai mata Sooyoung.” Gumam sang pria itu pelan.

Pria tersebut langsung mencongkel mata Sunny menggunakan tangannya. Dengan sadis, dia mengobok-obok kedua belakang mata Sunny lalu memasukkannya ke dalam tabung yang sudah dia siapkan sebelum dia ke rumah ini. Begitupun juga ginjal milik Xiumin.

Kini kedua manusia tersebut—Sunny dan Xiumin terbaring tak berdaya dengan keadaan yang mengenaskan di atas lantai dingin di malam natal ini.

“Sekarang giliran kalian!” Ucap sang pria tersebut sambil menatap ke arah tangga yang baru saja ditinggal oleh Lay dan Yuri.

Pria itu berjalan menyusul mereka sambil menjilati sisa-sisa darah yang ada di pisau tersebut.

.

.

.

“Kau diam saja, Yul.” Bisik Lay.

Yuri hanya mengangguk, dia menganggap itu sebagai responnya. Namun, dia tetap terisak melihat Sunny dan Xiumin—pria yang sangat ia cintai dibunuh secara sadis dengan mata kepalanya sendiri.

“Diamlah!” Lay sedikit menekan bisikkannya. Yuri hanya mengangguk sambil meanhan isakkannya dengan cara membungkam mulutnya sendiri.

TAP! TAP! TAP!

Jantung Lay dan Yuri berdebar lebih dari biasanya. Mereka mendengar suara langkah kaki diluar sana. Mereka sedang berada di sebuah lemari khusus penyimpanan alat rumah tangga yang sering digunakan oleh pembantu Lay.

TAP! TAP! TAP!

Suara langkah kaki itu mendekat, Yuri langsung megenggam tangan Lay dengan sangat keras karena ketakutan—sangat ketakutan.

Walaupun ini saat-saat terakhir dalam hidupnya—menurut Lay, ini sebuah kebahagiaan yang masih bisa tercipta di lubuk hati Lay. Yuri megenggam tangannya keras—dia anggap erat.

Ya, Lay mencintai Yuri. Tapi, Yuri mencintai Xiumin, seorang pria dari keluarga segerhana namun hidupnya luar biasa. Sayangnya, cinta Yuri tidak akan pernah dibalas oleh Xiumin. Berhubung Xiumin sudah tidak ada dan Xiumin tidak akan pernah bisa berpaling dari Sunny.

Sulit bukan?

TAP!

Suara langkah itu terhenti tepat di depan Yuri dan Lay. Perlahan pintu lemari tersebut terbuka…

“TIDAAKKKK!”

.

.

.

“TIDAAKKKK!”

“Ada apa, Yul?” Tiba-tiba seluruh setting berubah menjadi sebuah ruang tamu di rumah Lay yang masih hangat. Yuri bisa melihat masih ada Xiumin dan Sunny. Tidak seperti yang ada dibayangannya yang sangat mengerikan ketika Lay kembali dari dapur.

Tunggu!

Ada yang janggal.

Lay tidak ada.

Yuri menelan saliva-nya susah payah sambil membuang napasnya, “Dimana Lay?”

“Kita harus keluar dari sini!” Tiba-tiba Lay datang dari arah dapur sambil tersengal-sengal.

Mata Yuri memerah, nafasnya terburu-buru layaknya terkejar oleh sesuatu, “Ini terjadi?!”

END

27 thoughts on “Happening

  1. unni maafkan aku baru baca dan komen. I swear ini ff thriller yang aku suka banged pake d malah/?
    aku paling suka bagian terakhir jadi kayak final-uhuk-destination-uhuk gitu ya wkwkw
    emosinya dapet unn cuman yg pas bagian gore nya gak bikin terlalu gimanaa gitu tapi bagus kok jadi masih bisa dilanjutin baca dengan aman._.
    Ganbatte!:)

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s