[Freelance] ChristMas Day ( Special Story Of Exo Member )

exo-miracles-in-dec-red-bg

Title : Christmas Day Special

Author : Kim Tae_Ah

Genre : Romance,Friendship,and Life.

Rating : G

Length : Drabble

Disclamer : This official from me and my inspiration.

Main Cast : All member EXO

Support Cast : (Find it in the story.)

Note : Don’t Bash and Plagiarisme ! Sebelum membaca ceritanya ada beberapa yang ingin author beritahu. Diantaranya adalah jika dalam cerita terdapat kata “gadis” itu artinya para readers menganggap gadis itu sebagai diri para readers dalam cerita. ^^ dan cerita ini saya buat di masing-masing negara dengan khas masing-masing setiap member. Jadi saya harap para readers bisa mengerti cerita tersebut.

***************

Happy reading!

***************

@Seoul City

Hari ini cuaca dingin melanda kota Seoul. Nama ku Kim Jung Myeon tapi kau bisa memanggilku Suho. Hari ini aku ingin memberikan kejutan buat orang special dalam hidupku.

Dia seorang gadis tentunya. Gadis yang selalu memberi ku semangat dan mendukungku. Betapa aku bersyukur memilikinya sekarang ini. Hari ini hari Natal. aku sudah mempersiapkan kejutan untuknya.

Sekarang kini aku bersiap untuk menjemputnya. Dan siap dengan kejutan yang telah kupersiapkan dengan matang. Tunggu… sepertinya aku harus menelponnya dan memastikan bahwa ia sudah siap.

“Halo chagiya. Kau sudah siap?”

“Ne.. aku sudah siap.” Ujarnya padaku.

“Tunggu aku segera kesana.”

*****

Kini aku sudah tiba di suatu tempat.

“Chagiya… sekarang buka matamu.”

Sungguh dia terkejut dengan apa yang aku berikan untuknya. Yup, ini di N Seoul Tower. Tempat ini aku pesan dan disinilah aku persiapkan segalanya. Sebuah meja khusus untuk kami berdua dan diiringi musik yang indah dan lebih tepatnya ada pohon natal yang berdiri ditengah-tengah menghiasi suasana hari ini.

“Oppa… ini sungguh luar biasa.” Ujarnya yang menunjukkan senyum khasnya. Aku tersenyum melihatnya. Ia menyukai surprise yang ku berikan padanya.

“Gomawo oppa. “ Ujarnya dan kemudian memeluk ku.

“Ne chagiya. Saranghae…” aku memeluknya erat

“Nado Saranghae.”

-END-

@Paris City

Seorang pria bertubuh tinggi kini sedang membawa sebukat bunga. Ia berjalan di tengah keramaian kota Paris. Sesekali ia mencium aroma bunga yang dipegangya.

Pria berambut blonde itu berharap sesuatu. Terkadang angin dingin menghembus ke arahnya. Yup, pria bernama Oh Sehun itu kini hanya bisa menatap langit-langit kota Paris di pagi hari.

“Aku merindukanmu…” ujarnya lirih.

Dengan langkah pasti ia menuju ke mobilnya dan mengendarai dengan kecepatan tinggi meninggalkan toko bunga itu untuk menuju ke suatu tempat.

*****

Pria bernama Oh Sehun itu kini berjalan melewati beberapa batu nisan. Wajah datar kini menghiasinya. Ia menuju ke suatu pemakaman. Dimana bunga-bunga segar masih terletak di batu nisan itu.

“Tampaknya seseorang baru saja mengunjungimu.” Ujar Oh Sehun sambil mengelus batu nisan dihadapannya.

“Aku merindukanmu… aku harap kau juga merindukanku chagiya.” Suara Oh Sehun berubah parau. Ia kini meneteskan air matanya di hadapan batu nisan orang yang ia cintai. Dibenaknya masih teringat kejadian tragis yang menimpa kekasihnya, mobil kecepatan tinggi menabrak gadis yang ia cintai.

Oh Sehun pun berdoa dan kemudian membersihkan batu nisan gadis yang ia cintai.

“Merry Christmas chagiya… aku harap kau tetap tersenyum disana. Oh sehun bangkit dan kemudian perlahan ia meninggalkan tempat itu. Tiba-tiba angin kencang berhembus.

Merry Christmas oppa… aku juga merindukanmu.” Angin yang berhembus membuat suara itu menusuk telinga Oh Sehun. Seketika Oh Sehun menghentikan langkahnya. Dan ia tersenyum.

Aku tau kau mendengarku.” Ujar Oh Sehun meninggalkan tempat itu.

-END-

@Japan City

Pria itu tampak gugup. Wajahnya tetap saja datar. Tapi hatinya tidak bisa menyembunyikan perasaan yang dialaminya saat ini.

Terimalah kado ku ini. aku mencintaimu…” pria berambut hitam pekat itu mengacak-ngacak rambutnya. Ia berlatih di depan kaca beberapa kali tapi tetap saja tidak berhasil.

Ia menatap dirinya di cermin. “Apa yang harus aku katakan? Apa sesulit ini menyatakan perasaan?” Pria bernama Kai itu bergumam frustasi. Ia tidak mengira bahwa sesulit ini mengungkapkan perasaan di hadapan gadis yang ia cintai.

Tiba-tiba ponselnya berbunyi. Dan tepat orang yang ingin ia temui menelponnya.

“Yeoboseo..

“Kai… kau dimana? Kau menyuruhku menunggu di taman. Tapi kau dimana?” ujar gadis itu dengan suara kesal.

“Maaf.. tunggu aku sudah ingin kesana.”

“Cepatlah. Udara dingin. kau bisa membuatku mati kedinginan.”

“Iya.. aku segera kesana.” Kai menutup teleponnya.

Ia tidak berniat membuat gadis itu menunggu. Dengan segera Kai mengambil jaketnya.

****

Tidak butuh waktu lama. Ia sudah sampai di taman. Dari kejauhan ia bisa melihat gadis itu. tidak lama kemudian gadis itu berbalik melihatnya. “Hei Kai…” panggilnya.

“Hei…” Kai berjalan mendekati gadis itu.

“Hhmm… Merry Christmas. “ Kai memberikan hadiah itu.

“Merry Christmas Kai.”

“Maukah kau menjadi yeojachinguku?” Kai kini berlutut dihadapannya. Sedangkan gadis dihadapannya terkejut.

“Ne.. Kai.. aku mau.” Seketika Kai memeluk gadis di hadapannya. Dan mereka akhirnya bersama.

-END-

@London City

Pria tinggi dengan mata besar yang dimilikinya kini tersenyum. Ia kini sedang bersiap-siap. Ia memakai jaket musim dingin coklat. Dengan sepatu musim dingin khasnya. Kini ia bersiap menuju ke suatu tempat.

Tidak lama kemudian ia mengambil ponselnya. Dan menelpon seseorang disana.

“Halo.. aku akan segera kesana.” Pembicaraan yang singkat itu mengakhiri percakapan disana.

*****

“Yaa… Chanyeol oppa.. kau mau membawaku kemana?” Chanyeol dari tadi memegang tangan gadisnya itu. ia terus berjalan.

“Tunggu saja. kita hampir sampai.”

“Sebenarnya kita mau kemana?”

“Ikut saja. Tapi aku harus menutup matamu.” Ujar Chanyeol yang seketika mengeluarkan kain dari dalam saku jaketnya. “Tapi… nanti aku bisa jatuh…” ujar sang gadis. “Tenang saja… aku akan menuntunmu. Sebentar lagi kita sampai.” Ujar Chanyeol menenangkan.

Tidak lama kemudian mereka tiba disuatu tempat. Mata gadis itu masih tertutup.

“Chagiya.. sekarang buka penutup matamu.” Tidak lama kemudian penutup mata itu terbuka. Dan betapa terkejutnya.

“Merry Christmas Chagiya..” ujar Chanyeol mendekatinya.

“Merry Christmas oppa..” ujarnya dengan meneteskan air mata. Mereka tiba di depan Katedral St.Paul. Ya, disitu adalah tempat ibadah atau gereja bagi umat Kristiani.

Chanyeol mengeluarkan sebuah benda dari sakunya. Kemudian ia berlutut.

“Chagiya… Will You Marry Me?” Chanyeol membuka sebuah kotak berisikan cincin indah berhiaskan permata. Gadis di hadapannya menangis sejadi-jadinya,kemudian gadis itu mengangguk setuju. “Yes.. I will marry with you Yeolli.” Chanyeol kemudian memeluknya erat. Dan wajah bahagia terpancar diwajah mereka.

-END-

@Amerika City

Pria berambut coklat pirang itu kini mempersiapkan kado-kado natal. Ia ingin mempersiapkan sesuatu yang spesial untuk orang-orang yang ia cintai. Sesekali ia tersenyum saat menyusun hadiah-hadiah itu.

“Baekhyun? Sedang apa kau disini.” Baekhyun terkejut.

“Mom? Kau sudah bangun?

“Iya. kau sendiri sedang apa disini?

“Aku sedang mempersiapkan sesuatu.” Ujar Baekhyun tersenyum.

“Untuk siapa?

“Untuk adik-adik dan…

“ini untuk my mom… bukalah..” ujar baekhyun memberikan sekotak hadiah untuk ibunya.

Tidak lama kemudian ibu nya membuka hadiah dari Baekhyun. Eomma Baekhyun tersenyum melihat sebuah baju dan sepasang sepatu untuknya.

“Indah sekali dress dan sepatu ini. Terima kasih Baekhyun.” Ujar ibu Baekhyun dan kemudian memeluk Baekhyun.

“Merry Christmas Mom.” Baekhyun tersenyum dan memeluk erat ibu yang telah membesarkannya dan merawatnya.

“Merry Christmas too Baekhyun.

-END-

 

@New Zealand City

Pria yang memiliki mata besar itu kini tengah mempersiapkan sesuatu. Tangannya kini sedang mengaduk sesuatu.  Tidak lama kemudian ia mengeluarkan sesuatu dari oven. Tampaknya pria bermata besar itu sedang memasak sebuah cake.

Tangannya begitu ahli dalam menghias cake yang ada di hadapannya. Dengan cepat kue-kue yang sudah jadi ia susun dengan rapi dan kemudian ia masukkan dalam sebuah kotak.

Tapi ponselnya berdering.

“Halo..

“ Halo D.O, bagaimana apa kue-kuenya sudah jadi?”

“Tinggal sedikit lagi…

“Baiklah. Aku segera kesana.”

“Oke.

******

Tidak lama kemudian seorang gadis datang ke tempat usaha D.O bermata bulat itu.

“Hei D.O , This done?

“Yes. Let’s go we much go to there. Bring this cake.

“Yes. Let’s go..

2 jam berlalu. Mereka tiba disuatu tempat. Mereka kini berdiri di depan sebuah rumah sederhana. Mereka kemudian menuju ke depan pintu dan menekan bel yang ada. Tidak lama kemudian tampak seorang ibu ramah yang menyapa mereka.

“Halo, kami berdua dari Cake Kiss Store yang kemarin menelpon.”

“Halo… waah kalian sudah datang.. Ayo silahkan masuk…

“Terima kasih Miss.”

*****

“Baiklah anak-anak. Kita kedatangan tamu. Jadi kalian harap bersikap baik dan tertib.” Ujar Mrs. Tiffany sang pemilik panti.

“Baik bu…” ujar anak-anak kompak.

“Baiklah anak-anak kami akan membagikan kue-kue ini kepada kalian. Jadi kalian berbaris ya, biar semuanya kebagian.” Ujar sang gadis tersenyum. Kini mereka membagikan kue-kue itu di hari natal ini.

-END-

@Cina City

Lapangan basket begitu tenang. Hanya dia.. seorang lelaki berambut hitam kini mendribble bola basket kesayangannya. Sesekali ia menshoot dan memasukkan bola itu ke dalam ring.

Lelaki itu terkenal akan sikapnya yang mudah bergaul dengan siapa saja. dan terkadang ia menunjukkan senyum khasnya. Yup lelaki itu bernama Xi Luhan. Pria berkebangsaan Cina yang memiliki keahlian dalam bermain basket.

“Luhan…” sapa seorang gadis kepadanya.

“Akhirnya kau datang…” Luhan menghentikan permainannya.

“Ya.. aku datang.

“Tunggu… kita akan pergi ke suatu tempat. Tapi aku harus mengganti pakaian ku dulu.” Sang gadis hanya mengangguk dan tersenyum.

****

Luhan dan sang gadis tiba di sekitar danau yang ada di daerah Hangzou China.

“Kita sudah sampai…”

“Waah…. Ini indah Luhan.” Luhan menatapnya dengan tersenyum.

“Apa kau menyukainya?

“Ya.. aku sangat menyukainya. Ini indah.”

“Benarkah? “ Tiba-tiba Luhan memegang kedua tangan gadis di hadapannya.

“Ya….

“Wo Ai Ni (Aku mencintaimu) “

“Kau.. menyatakan cinta padaku?” gadis itu terkejut. Dan kemudian Luhan mengangguk.

“Wo Ai Ni too Luhan.” Sang gadis memeluk Luhan.

-END-

@Hongkong City

Seorang gadis duduk diam menyaksikan pertandingan kungfu yang di adakan di hongkong hari ini. Gadis itu sesekali tersenyum melihat atraksi yang dibawakan peserta. Dia dengan setia menunggu atraksi dari orang special untuknya.

“Inilah diaa Huang Zhi Tao.. “ sambut dari sang pembawa acara.

Gadis itu tersenyum dan memperhatikan Tao membawakan hasil latihan yang selama ini dilakukannya. Yeoja itu begitu kagum karena mata hitam pekat itu tidak juga memudar. Dan ia juga ingat bahwa Tao berjanji padanya akan menunjukkan hasil latihan untuk kompetisi hari ini.

Tiba saatnya pengumuman.. dan pemenang pertama jatuh kepada Tao. Semua bertepuk tangan sedangkan sang gadis hanya tersenyum bangga melihat Tao. Ia ingin sekali memeluk pria itu,akan tetapi ia tidak bisa melakukannya.

“Xie xie nimen. Saya ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada orang-orang yang mendukungku.” Ucap Tao perlahan.

“Juara ku kali ini aku persembahkan untuk gadis special. Meskipun ia sudah tidak ada di dunia ini… Aku percaya ia sedang melihat kompetisi ku kali ini.” Tao tersenyum. “Sekali lagi aku ingin mengatakan bahwa aku mencintainya dan merindukannya. Sekian.” Tao membungkuk di hadapan para penonton dan mengakhiri dengan senyuman.

Gadis itu kini menangis. Ia bangga sekaligus merindukan Tao. “Aku juga merindukanmu Tao. Terima kasih untuk segalanya.” Ucap gadis itu yang kemudian hilang bersama hembusan angin.

-END-

@Moscow City

Pria yang memiliki lesung pipi khas itu kini kelihatan sibuk. Pria itu menekan-nekan tuts piano dengan jari-jemarinya. Ia sesekali berhenti dan berpikir nada-nada yang pas untuk lagu buatannya itu.

Zhang Yixing yang akrab dipanggil Lay berdarah keturunan china itu kini tengah mempersiapkan lagunya untuk acara festival natal hari ini. Ia juga sesekali menuliskan lirik dari setiap nada yang dimainkannya.

Ponselnya berdering tanda bahwa ada pesan masuk.

“Semangat! Kau bisa melakukannya! Aku yakin konser itu akan berjalan dengan lancar dan kau akan memberikan yang terbaik. Saranghae !^^

Seketika Lay tersenyum ia kemudian membalas pesan dari gadis yang dicintainya itu sedang mendukungnya saat ini.

Gomawo Chagiya ^^ aku harap kau datang di konser itu nanti. Saranghaeyo ^^

Lay kemudian menaruh ponselnya dan melanjutkan lagu yang akan di bawakannya nanti. Ia kemudian tersenyum karena lirik-lirik itu berhasil ia susun.

*****

Acara konser tiba. Kini giliran Lay membawakan lagu ciptaannya. Kemudian ia menekan tuts piano dengan perlahan. Lagu lembut kini mengalung di suasana konser itu. seseorang special untuknya kini tersenyum dan kagum dengan lagu yang dibawakan Lay.

Konser telah selesai. Dan semua penonton bertepuk tangan termasuk gadis yang dicintainya.

“Kau hebat oppa! “ teriak gadis itu bersemangat. Lay memperhatikan dari jauh memberikan senyuman.

Kini acara selesai. Lay dan gadis nya kini jalan bersama.

“Jadi oppa.. judul lagu mu itu apa?

“Miracles In December. Kau menyukainya?

“Iya.. aku sangat suka.. lagunya begitu lembut. Apa kau akan memainkannya untuk ku ?

“Mungkin lain kali. Ayo kita pulang.”

-END-

@Kanada City

Pria tinggi itu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Ia begitu panik. Jantungnya berdebar tidak karuan. Wajahnya tetap terlihat dingin. Tapi hatinya ingin menangis.

Cepatlah Kris.. kau harus datang. Ia terus memanggil nama mu.” Kata-kata itu terus mengiang di kepalanya. Itu membuat ia harus melanggar aturan yang ada.

“Bertahanlah…”

******

Kris kini sampai di rumah sakit. Ia dengan cepat menuju kamar yang diberitahukan kepadanya. Langkahnya terhenti ketika ia melihat sosok wanita paruh baya sedang menangis.

“Bibi… “ Lirih Kris.

“Kris.. temui lah dia. Ia ingin sekali bertemu denganmu.”

“Baik bibi.”

Tidak butuh waktu lama Kris sudah masuk dalam kamar itu. Hatinya kini terasa sakit. Ia melihat gadis yang dicintainya kini terbaring lemah. Wajahnya pucat dan tubuhnya kurus. Itu diakibatkan karena penyakit tumor otak yang dideritanya.

“Kris… kau datang.” Ucap Gadis dihadapannya dengan lirih.

“Ya.. aku datang.”

“Sungguh kau tidak berubah.” Gadis di hadapannya berusaha berbicara dengan nada suara yang parauh. Kris hanya tersenyum.

“Aku dengar dari bibi bahwa kau tidak ingin makan.” Gadis itu memalingkan wajahnya dari Kris. “Aku ingin kau sembuh. Jadi makanlah.” Kris kini duduk disampingnya dan mengambil makanan dan mecoba menyuapinya. Tapi gadis itu tetap tidak ingin makan.

“Makanlah chagiya… kau harus sembuh. Apa kau tega meninggalkan kekasih mu ini?” Kris menatapnya dengan ekspresi sedih. Gadis itu juga menatapnya.

“Apa aku bisa sembuh?

“Iya, kau bisa sembuh. Jadi makanlah.” Gadis itu kini membuka mulutnya dan mulai makan makanan yang disuapi Kris.

“Kris.. aku ingin meminta sesuatu padamu.”

“Apa itu? katakanlah…

“Aku ingin kau berjanji. Jika operasiku tidak berjalan lancar… kau harus mencari gadis yang lain. Dan membuatnya bahagia. Bisakah kau melakukan itu?

Tentu saja itu membuat Kris terkejut. Mana mungkin ia bisa melupakan gadis yang dicintainya begitu saja. “Tapi.. kau harus sembuh. Berjuanglah!”

*****

7 jam berlalu. Operasi itu berjalan lancar. Kris sangat bersyukur. Tuhan masih memberikan kesempatan hidup pada gadis yang dicintainya.

1 bulan kemudian….

“Tuhan tau yang terbaik. Aku senang Tuhan tidak mengambilmu.” Kris menatap gadis dihadapannya yang kini duduk di taman. “Iya. Aku bersyukur masih bisa melihatmu.”

“I Love You.” Lirih Kris mencium kening gadis dihadapannya.

“I Love You too.” Ujar gadis itu tersenyum.

-END-

@Italia City

“Yaa… Xiumin.. kau ingin membawa ku kemana?

“Ayo ikut aku.

“Tapi kemana?

“Ke tempat pembuatan pizza. Ikut saja! ayo!

*****

Mereka berdua sudah tiba di tempat pembuatan pizza.

“Ayo duduk lah disini.” Ujar Xiumin mengarahkan gadis dihadapannya menuju tempat special untuknya.

“Tunggu… apa kau merencanakan ini?

“Kau lihat saja. tunggu sebentar disini.”

20 menit berlalu. Xiumin membawa sebuah pizza dan beberapa minuman.

“Tadaa… ini buatan pizza dari Xiumin.”

“Kau membuatnya? Aku tidak mempercayainya…” gadis dihadapannya menatapnya.

“Apa kau juga tidak percaya?” tiba-tiba Xiumin menepuk tangannya. Tidak lama seorang pelayan berkumis keluar dan membawa sesuatu. Xiumin kemudian mengambil sebuah kotak.

“Aku ingin kau membuka hadiah ini.

“Hadiah?” perlahan gadis dihadapannya membuka hadiah yang diberikan xiumin. Betapa terkejutnya ia karena Xiumin memberikannya sebuah sepatu berwarna hitam dengan paduan beberapa hiasan.

“Gomawo…

“Tunggu… ada satu hal lagi.” Xiumin memegang kedua tangannya. “Do you wanna be my girlfriend?”

“Yes, I want.” Xiumin memeluk gadis dihadapannya.

-END-

@Autralia city

Musim dingin melanda berbagai negara termasuk australia. Apalagi dibulan natal seperti ini. Lelaki berkebangsaan Korea bernama Chen itu memainkan skate boardnya dengan lincah.

Ia berniat mengunjungi seseorang sahabatnya untuk diajaknya keluar hari ini. Chen memang memiliki wajah yang biasa-biasa saja,tapi ia memiliki banyak kemampuan. Terutama ia memiliki suara yang bagus saat bernyanyi.

Ia tidak membutuhkan waktu yang lama untuk sampai dirumah sahabatnya itu. Ia melangkah menuju pintu rumah sahabatnya dan kemudian memencet bel rumahnya.

“Chen?” tiba-tiba pintu terbuka dan menampakkan seorang gadis.

“Hei.. ayo jalan-jalan..

“Jalan kemana?

“Ayo ikut saja.

“Hmm.. baiklah. Aku ambil jaket dulu.”

****

Mereka kini berjalan bersama-sama. Chen sesekali membuat lelucon dan pada akhirnya sahabatnya itu tertawa. Chen menyukai jika seseorang ada yang tertawa saat ia membuat suatu lelucon.

“Hei.. ayo kita lihat musisi itu.” ajak sang gadis.

“Baiklah.”

Mereka menikmati musik-musik natal yang dibawakan oleh pemain-pemain itu di pinggir jalan. Banyak orang yang menonton pertunjukkan mereka.

Suara musik selesai. “Helo everybody.. Anyone want to join with us? Anyone can singing one song here.” Ujar sang pemain dengan ramah.

“Me…

“Yes, you madam..

“Not me. But him…” sahabatnya menunjuk Chen.

“Apa? Kau ingin aku bernyanyi?” Sahabatnya itu hanya mengangguk dan tersenyum.

“So, what’s name of song you will sing it?” tanya sang pemusik.

“Maybe I will singing All I want for Christmas by Maria Carey.” Ujar Chen memberitahukan nama lagu yang ingin dia nyanyikan.

“Okey. Let’s play.” Sang pemusisi mengiring dengan baik. Dan Chen mulai menyanyi dengan menunjukkan suara nya yang merdu. Semua penonton banyak yang menikmati suara Chen.

“Suaramu bagus Chen….” Teriak sahabatnya. Chen hanya tersenyum.

“Thank you. Merry Christmas for you all.” Teriak Chen. Dan kemudian diiringi tepuk tangan dari para penonton.

-END- 

6 thoughts on “[Freelance] ChristMas Day ( Special Story Of Exo Member )

  1. kyaa~ keren banget >< disini semuanya lengkap 😀 tentang kasih sayang pada sesama, sahabat, pacar, ibu 🙂 daebbak deh, tapi aku kasihan sama Sehunnie 😥

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s