[Freelance] Dear My Friends (Seohyun Yoona Kai Ver—Chapter 2)

dear-mnn-pleend

Tittle : Dear My Friends (Seohyun Yoona Kai ver—chap 2) || Author : AegyoKyung || Cast : Seo Joohyun (GG Seohyun), Im Yoon Ah (GG Yoona) Kim Jong In (EXO Kai) || Support Cast : Find it~ || Genre : Friendship, Romance, Angst || Rated : T || Length : Multichapter || Poster Art : Autumn Flow @ HighSchoolGraphics (gamsa ^^) || Disclaimer : FF dan story punya saya. Para cast punya Tuhan, orang tua dan manajemen mereka. || Note : Annyeong. Disini ada perubahan length dari Twoshoot jadi multichapter._. sorry for typo(s) and happy reading^^

-o0o-

Prev:

Joohyun tampak berfikir. Ia berusaha mencari tahu tentang motif Yoona yang akhir-akhir ini bersikap lebih aneh dari biasanya. Tak lama kemudian matanya membulat sempurna. Otaknya seakan berhenti setelah ia menduga alasan dibalik sikap aneh Yoona itu. Entah mengapa, ada sedikit perasaan yang tak rela di hatinya.

“Tidak mungkin….. Yoona menyukai Jongin ?”

©2013 AegyoKyung

Joohyun tak habis pikir. Apakah benar, seorang gadis secantik dan se perfectionist bak Yoona sahabatnya langsung jatuh hati pada seorang lelaki yang baru saja ia kenal selama empat hari ? Bukankah itu waktu yang cukup…ah tidak. Sangat cepat ? Bukannya apa, namun apakah ia tidak salah tebak ? Joohyun menggelengkan kepalanya cepat-cepat. Ah, mungkin itu hanya tebakannya saja. Mungkin bisa saja tebakannya tidak tepat malah jatuh meleset. Ah, bagaimana jika tebakannya akurat ?

Joohyun menggeleng kepalanya lagi. Untuk apa ia berpikir sesuatu hal yang sama sekali bukan urusannya ? Sangat membuang-buang waktu. Seohyun mendesah pelan. Jika seandainya Yoona menyukai Jongin, tentu itu bukan urusannya. Bahkan ia sendiri tidak berhak untuk menentang hubungan mereka nanti. Toh, Jongin juga lelaki yang baik hati dan tidak berpengaruh buruk bagi mereka berdua. Ia juga merasa tak keberatan.

Tapi kening Joohyun mengerut kembali. Jika ia merasa tidak keberatan sekarang, mungkin itu salah. Aneh. Untuk kali ini Joohyun merasa keberatan saat Yoona memintanya untuk mengikuti acaranya ini. Padahal jika ia ada acara seperti ini sebelumnya, kehadiran Yoona justru sangat membantunya. Kehadiran Yoona pada acara-acara Joohyun sebelumnya sangat membantunya, terutama saat Joohyun tak tahu ingin berbicara apa, mengingat dirinya yang suka sekali membuat suasana menjadi canggung, tanpa sengaja.

Baru saja ia ingin mengambil tas tangan bermotif kodok hijau—keroro—kesukaannya, ia dikejutkan dengan suara pintu kamarnya yang perlahan terbuka. Awalnya Joohyun berpikir jika Minseok, sang kakak yang masuk. Namun ia mengerutkan dahinya mendengar suara ‘perempuan’ yang memanggilnya. Ia menolehkan kepalanya ke arah pintu. Matanya membulat begitu melihat gadis itu.

“Yoong ?”

Gadis yang kini tengah memilin-milin rambut coklatnya itu mengangguk senang. Seohyun menaikkan salah satu alisnya. Ia sangat heran dengan penampilan seorang Im Yoon Ah yang terlihat err…feminim. Dress berwarna peach serta mantel berwarna putih itu membalut tubuh kurusnya. Disertai dengan high heels putih dan sebuah tas tangan berwarna peach sudah terpasang rapi. Rambutnya yang panjang diikat kuda, menampakkan leher jenjangnya yang putih itu. Benar-benar berbeda dari Im Yoon Ah biasanya yang bergaya casual.

“Yoong ? Apa ini benar kau ?” Tanya Joohyun yang belum selesai dengan rasa takjubnya melihat perbedaan penampilan Yoona.

Merasa Joohyun tidak percaya kepadanya, Yoona mengerucutkan bibirnya. “Tentu aku, Famous Girl ! Kau pikir aku siapa lagi ? Kembaran Yoona ?”

Joohyun terkekeh kecil melihat sahabatnya itu kesal. “Ani, aku hanya terkejut dengan penampilanmu yang berbeda ini,” ujar Joohyun menatap Yoona gemas. “Kau tahu ? Kau tidak tampak seperti Yoong yang aku kenal dengan casualitas nya.”

Baru saja Yoona akan membuka suara, terdengar suara ketukan dari pintu luar. Kedua gadis ini saling berpandangan sebentar, sebelum akhirnya Joohyun berlari kecil untuk membukakan pintu. Disusul dengan langkah Yoona dibelakangnya.

“Jongin !!” sambut kedua gadis cantik itu sesaat setelah pintu dibuka.

-o0o-

“Kyaaa !! Lotte World !!”

Melihat tingkah laku Yoona yang kini berlarian layaknya anak kecil membuat Jongin dan Joohyun tertawa. Gadis itu memang dua tahun lebih tua daripada Jongin, tetapi melihat kelakuannya seperti ini ia seperti melihat seorang gadis berumur lima tahun yang barusaja diajak oleh sang orang tua ke taman bermain.

Entah mungkin karena kesenangannya terhadap taman bermain atau apa, Yoona malah berlarian riang meninggalkan Jongin dan Joohyun yang berjalan beriringan di belakang Yoona. Jongin menatap Joohyun yang masih menikmati jenis-jenis permainan disini. Tanpa sengaja, Joohyun tiba-tiba menatap Jongin dan membuat tatapan mereka bertemu. Mereka menelan ludah masing-masing dan mengalihkan pandangannya.

Jongin merasakan pipinya memanas. Jantungnya berderap lebih cepat. Bertatapan dengan gadis dua tahun lebih tua darinya ini seperti menatap seorang dewi—cantik, walaupun Joohyun hanya

dibalut dengan kemeja biru laut dengan pita besar berwarna senada di bagian kancing teratasnya dan rok berwarna putih sepanjang lutut. Tapi Jongin mengakuinya.

Noona di sampingnya ini hampir mencuri hatinya.

“Noona…” Jongin menjeda kalimatnya sebelum ia sambung dengan kalimat yang lain. “Cantik sekali, hari ini,” lanjutnya tanpa menatap Joohyun. Di dalam hatinya, Jongin merasa lega. Tetapi setedik kemudian raut wajahnya menjadi panik. Mungkin ia telah tersadar dari apa yang barusaja ia ucapkan.

Di sisi lain, Joohyun tampak tersenyum kecil. Pipinya memanas. Hatinya bukan lagi berdetak, tetapi berderap kencang. Sebuah tanda tanya muncul kembali di pikiran Joohyun. Sudah sering kali ia dipuji ‘cantik’ oleh para pria, tetapi mengapa saat Jongin mengucapkannya terasa berbeda dari yang lain ? Joohyun menatap Jongin. “Kalau begitu aku yang sebelumnya tidak cantik, eoh?” goda gadis dua tahun lebih tua dari Jongin itu.

“Eeh..?” Jongin tersentak dengan ucapan Joohyun. “Bukan begitu. Kau…terlihat cantik. Setiap hari. Setiap detik,” ujarnya polos sembari memegangi tengkuknya.

Joohyun tersenyum kecil. Lengan Jongin kini menjadi sasaran pukulan kecilnya tapi lelaki berkulit tan itu tidak marah. Justru ia mengerang kesakitan untuk mengooda sunbae nya itu. Namun itu tidak berlangsung lama. Jongin justru melihat Joohyun berlari mendahuluinya dan berjongkok di samping seorang gadis bermantel yang mungkin barusaja terjatuh.Tunggu dulu. Gadis bermantel putih ? Yoona !

Jongin juga ikut berlari dan berjongkok di samping Yoona. Ia mendengar Yoona tengah mengerang kesakitan sembari memegangi mata kakinya. Jongin mengalihkan pandangannya kepada Joohyun. Jongin tertegun. Ia belum pernah melihat wajah Joohyun sepanik ini. Mungkin karena mereka lama bersahabat dan saling menganggap seperti saudara.

Aigoo, Yoong ! Kau baik-baik saja ?”

Yoona tersenyum simpul walaupun ia sedang kesakitan sekarang. “Tidak. Aku baik-baik saja. Kakiku hanya terkilir. Mungkin karena aku tidak terbiasa memakai heels yang terlalu tinggi, makanya aku bisa terjatuh.”

Joohyun menghela nafas panjang. “Yoong~ lagipula kan kau biasanya memakai pakaian yang simple, bukan memakai pakaian feminim seperti ini. Ada apa denganmu ? Apa kau ingin bertemu seseorang disini ?”

“Ya,”ujar Yoona singkat. “Aku akan bertemu dengan seseorang disini, makanya aku memakai pakaian lebih feminism dari biasanya.”

“Dan lelaki beruntung itu adalah….?” Kejar Jongin membuat jantung Joohyun berdebar-debar. Apakah Yoona akan mengucapkan jika lelaki itu Jongin ? atau yang lain ?

Yoona tersenyum simpul dan merangkul kedua temannya itu. “Rahasia,” Jawabnya jahil sembari mengerling iseng kepada Jongin dan Joohyun. “Lalu bisakah kalian membantuku ? Kurasa duduk disini bukanlah ide yang baik.”

Mendengar jawaban dari Yoona, diam-diam Joohyun menghela nafas lega. Entah untuk apa, Joohyun juga tidak tahu. Yang pasti, ia hanya tahu jika Yoona sedang menyukai seseorang yang tidak ia ketahui siapa namanya. Lamunannya buyar seketika setelah Jongin berpindah tempat, berjongkok tepat di depan Yoona.

“Mau sampai kapan kau hanya terdiam seperti itu ? Naiklah, aku akan menggendongmu sunbae-nim.

Yoona membulatkan matanya. Ia tentu terkejut dengan kalimat yang barusaja Jongin lontarkan. Apakah ia merasa senang ? Tentu saja Yoona merasa sangat senang ! Bahkan jantungnya kini memompa darah dengan kecepatan yang tidak normal. Kemudian Yoona menundukkan kepalanya. Dalam tundukan kepalanya, ia tersenyum. Sepertinya ia tidak salah jika memakai high heels ini dan jatuh seperti tadi.

Nde, Jongin-ssi. Gamsahamnida,” ujar gadis berambut coklat itu. Tak lama kemudian ia pun sudah berubah posisi di atas punggung Jongin. Tangannya terulur mengelilingi leher lelaki tampan itu. Senyumannya tak kunjung lenyap dari wajah cantiknya itu. Perlahan, Jongin pun mulai melangkahkan kakinya. Meninggalkan seorang gadis manis yang masih tertegun atas kejadian yang barusaja terjadi.

“Kurasa Yoona benar-benar menyukai Jongin.”

­-o0o-

Yoona barusaja selesai memainkan gitar kesayangannya sesaat setelah pintu ruangan music itu terbuka. Awalnya Yoona tak menghiraukannya. Ia pikir si pelaku yang membuka pintu adalah Baekhyun atau Luhan. Namun ia mengerutkan dahinya. Ia cukup kenal dengan wangi parfum ini. Parfum ini… Milik Jongin ?!

Yoona mendongakkan kepalanya. Ia melihat seorang lelaki tampan berbalut jaket cokelat dengan paduan celana jins hitam telah berdiri di depannya. Seperti biasanya, lelaki itu selalu datang dengan senyuman yang terus mengembang, yang tentu dapat melelehkan seluruh hati wanita yang menatapnya. Jongin.

“J-Jongin ?” Tanya gadis itu sedikit terbata. Melihat senyuman lelaki itu cukup membuat otak gadis itu terhenti, sepertinya.

Jongin tak mengindahkan pertanyaan sunbae nya itu. Ia meringis, sebelum akhirnya lelaki berkulit tan itu menyeret sebuah kursi dan duduk di samping Yoona. Pandangan mata Jongin yang daritadi tidak pindah dari Yoona membuat Yoona merasa salah tingkah. Hal ini membuat suasana di dalam ruang musik itu menjadi canggung. Ini tentu aneh, mengingat Yoona sangat dikenal sebagai gadis yang talkactive.

“Ehm, Sunbae-nim,” ujar Jongin membuka pembicaraan sekaligus pemecah keheningan. Yoona pun menatap Jongin sehingga pandangan mereka bertemu satu sama lain. “Apa sunbae sudah lama berada disini ? Saat istirahat tadi aku tidak melihat sunbae di kantin maupun di taman. Aku pikir sunbae tidak masuk.Ternyata sunbae berada disini.”

Perkataan yang terlontar dari mulut lelaki itu membuat pipi Yoona memanas. Jantungnya berdegup sangat kencang. Entah mengapa, sebuah perasaan bahagia mulai menyelimuti hatinya. Apakah itu artinya Jongin mulai memperhatikan dirinya ? Ah, jika jawabannya iya, maka Yoona menjamin jika ia adalah gadis paling beruntung di dunia. “N-Ne, Jongin-ssi. Begitulah.”

Terdengar suara helaan nafas dari Jongin. Lelaki itu menyandarkan tubuhnya di kursi. “Baguslah,” ujarnya santai sambil menatap langit-langit ruangan musik. “Aku… sedari mencarimu, sunbae,” lanjutnya masih dengan logat santainya. “Ah, dimana Joohyun Noona ? Bukannya biasanya Noona itu bersamamu, sunbae ?”

Barusaja Yoona ingin membuka suaranya, pintu ruang musik terbuka. Tak lama kemudian, seorang gadis manis memasuki ruangan itu. Disusul dengan pria berwajah cute yang membuntuti gadis itu. Gadis itu Seo Joohyun, dan lelaki itu adalah Byun Baekhyun, salah satu penyanyi yang terkenal di kampus ini.

Joohyun tersentak. Matanya sontak membulat. Jantungnya seakan tak bergerak setelah melihat dua teman dekatnya itu. Yoona dan Jongin… berada di ruangan yang sama bahkan duduk bersebelahan ?! Joohyun berusaha mengendalikan lagi emosinya. Lagipula ia juga ingat jika ia dan Jongin tidak terikat suatu hubungan.

“Ah Famous Girl ! Baekhyun-ah ! Kemana saja kalian ?”

-o0o-

Seorang gadis melangkahkan kaki jenjangnya sembari membaca buku yang ia pegang. Gadis itu—Joohyun—kembali bergelut dengan hobinya yang memang terhenti beberapa hari. Seperti hari-hari biasanya, senyuman pun tak pernah hilang dari wajahnya. Ia juga membalas sapaan orang-orang yang menyapanya. Hari-harinya tampak normal, seperti biasa.

“Joohyun Noona !”

Joohyun menolehkan kepalanya ke sumber suara. Matanya menangkap sosok lelaki tampan yang memang sudah tidak asing lagi baginya. Melihat lelaki itu—Jongin—membuat jantung Joohyun berdetak tidak karuan. Ingin sekali rasanya Joohyun melempar buku yang ia pegang ke arah Jongin setelah itu ia lari sejauh-jauhnya. Aish, kehadiran Jongin yang memang tanpa ia duga itu selalu membuat otaknya berjalan tidak normal.

Nde ? Ada apa, Jongin-ssi ?” tanya Joohyun yang sedang mengatur detak jantungnya agar kembali normal setelah matanya menangkap Jongin berjalan menuju ke arahnya.

Jongin berhenti tepat di samping kanan sunbae nya itu. Ia tersenyum simpul dan merangkul bahu Joohyun tiba-tiba. “Noona, aku pulang bersamamu ne ? Mobilku berada di bengkel sekarang. Mari kita pulang bersama !”

Joohyun tertegun. Ia merutuki ucapan Jongin yang membuat otaknya seakan membeku dan tak dapat berjalan. Joohyun menelan ludahnya dengan susah payah. Akhirnya ia mengangguk dan melemparkan senyuman kikuk kepada pemuda berkulit tan itu. “A-ah, begitu ya ? B-Baiklah, Jongin-ssi kau bisa pulang bersamaku.”

Jongin meringis, menunjukkan deretan gigi putihnya yang berjejer rapi. “Jinjja ? Ah, Gomawoyo Joohyun Noona !” ujarnya dengan nada seperti biasanya—selalu ceria. “Aku tidak melihat Yoona sunbae sedari tadi, bahkan sunbae itu tidak bersama Noona. Apa Noona tahu dimana Yoona sunbae ?”

DEG !!

Joohyun tersentak mendengar pertanyaan Jongin tentang Yoona. Walau ekspresinya terlihat datar, namun setitik hati kecilnya merasa sakit. Ada apa dengannya ? Apakah ia mulai menyukai hoobae nya ini ? Tidak mungkin. Joohyun menatap Jongin yang kini mengadahkan kepalanya. “Ehm, Yoong tidak bersamaku. Yoong~ ia sedang rapat dengan beberapa teman untuk acara promnight tiga minggu lagi.”

“Lalu mengapa Noona tidak ikut ? Bukankah Noona juga salah satu sunbae dalam ekstra musik sama seperti Yoona sunbae ?”

Joohyun tersenyum kecut. Jujur ia merasa sedikit keberatan saat mulut lelaki itu mengeluarkan nama sahabatnya itu. Namun demi menjaga persahabatannya, Joohyun menahannya. “Ne, aku tahu. Tapi kurasa hari ini aku kurang enak badan. Oleh sebab itu aku memilih untuk pulang. Beruntung Luhan Oppa mau menyampaikan permintaan maafku kepada Ryu sonsaem karena tidak bisa hadir.”

“Noona, kau sakit ?” Tanya Jongin panik. Dengan segera ia meletakkan punggung tangannya tepat di dahi Joohyun. Di sisi lain, Joohyun tampak tertegun dengan prilaku Jongin.“Oh iya. Luhan sunbae yang pemain sepak bola dan member band itu bukan ? Xi Lu Han namanya ? Sepertinya kalian saling mengenal dengan baik, ne ? Hingga Noona telah memanggil Luhan sunbae dengan sebutan ‘Oppa’ ”

Joohyun mengangguk kecil. “Karena Luhan Oppa adalah sunbae yang pertama kali membantuku masuk ekstra Band hingga kami berteman baik.”

Jongin menganggukkan kepalanya canggung. “A-aku dengar dari beberapa orang jika Luhan sunbae dan Yoona sunbae sangat dekat. Apa mereka menjadi sepasang kekasih ? Aish, jika begini aku sangat iri dengan  Luhan sunbae.

Langkah Joohyun terhenti seketika, membuat Jongin sedikit terkejut. Jantung Joohyun mulai berdegup dengan kencang. Perasaannya mulai diselimuti oleh perasaan yang tidak enak. Begitu pula dengan hatinya yang merasakan ngilu. Ia tampak mencerna pertanyaan..atau lebih tepatnya pernyataan yang baru Jongin katakan. Otaknya kini telah membuat salah satu opini yang membuat hatinya merasa sedikit sakit.

Apa Jongin merasa cemburu karena Luhan oppa dekat dengan Yoona ?

TBC

Tralalala~ Bagaimana dengan ff yang di chap 2 ini ? Sebenarnya ini Twoshoot, namun karena aku dapet inspirasi dari kisah temen jadi ff ini berubah length-nya jadi multichapter ._. dan yang terakhir… Sorry for gaje>< RCL ne~ /kabur bawa Kai/

Advertisements

2 thoughts on “[Freelance] Dear My Friends (Seohyun Yoona Kai Ver—Chapter 2)

  1. Thor,FF mu Daebakk >_< Oh iya pairingnya YoonKai atau SeoKai?
    Yaudah daripada bingung FF nya cepet dilanjutin ya thor 😀
    Keep Writing~

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s