[Freelance] Miracle in December

d

J H Present | Title for this fanfict DESEMBER | Cast is KRIS WU and JESSICA JUNG |  Rating for this fanfiction is PG 15 | Genre for this fanfic is ROMANCE | Length for ‘Desember’ is ONESHOOT  | Art Poster for Fanfiction is IntanKirana

 

*Note

Thanks , yang buat udah selalu support aku ..

Fanfic ini , special buat ulang tahun ku J

Wadew , kenapa ga ultah idol aja thor? Jawabannya ,

Karena nanti bisa banyak banget kalau rayain ultah si idol

Dengan buat ff si idol , bener ga ?

Bias aja ? Ga ah , takut jelek  *bow

25 Desember – Special Day For Me

 

AuthorPOV

 

Sebuah daun , jatuh ketanah dan melayang di udara . Tanah , tak terasa gersang .. Karena , ada sebuah air yang menggenang disana . Semua itu , karena tuhan , yang selalu memberikan segalanya kepada manusia . Setiap manusia , selalu diberi keadilan yang sama . Jika pernah bahagia , maka pernah sedih . Jika pernah senang , maka pernah sakit . Begitu pun cinta , hampir semua orang pernah merasakan hal yang bernama cinta .

Negri ginseng yang kaya raya itu sedang dilanda musim dingin . Gumpalan berwarna putih , dan tampak seperti awan . Salju , namanya . Menarik perhatian , melihat lelaki dengan pakaian yang cukup tebal duduk di kursi dekat pemuda tampan disana .

“Kau tidak ikut bermain?”  Tanya lelaki itu melihat sekumpulan pemuda dan pemudi yang sedang asyik bermain salju . Namun , sekarang ini .. Dia sedang berbicara dengan lelaki yang lebih dahulu duduk di kursi yang terasa dingin ini .

“Luhan, kalau kau menyimpan perasaan mu , dan tak mengatakannya .. Maka kau akan menyesal nantinya .. Jangan bersikap dingin .. Hyung tau kau menyukai gadis berambut pirang itu kan?”  Namja yang memiliki badan dan ukuran yang lebih besar dengan pakaian super tebal tadi sedikit terkikik . Luhan , pemuda itu menatap Hyung nya kesal dan sedikit ada rasa ingin tahu .

Hyung , kau pernah merasakan cinta?”  Tanya Luhan kepada namja yang dipanggilnya dengan sebutan Hyung itu . Sementara namja tadi hanya mengangguk pelan , sambil melamun . “Ku pikir kau Kris Wu , Hyung ku yang tidak akan pernah bisa merasakan cinta ..”  Jawab Luhan terkikik sambil menepuk bahu Kris , namja jangkung itu pelan .

“Kau lihat namja berambut pirang itu Hyung?” Luhan mengarahkan jari telunjuknya kepada namja tinggi dan tampan yang sedang bermain salju bersama teman – temannya . Namun , dia terlihat lebih dekat dengan yeoja berambut pirang dan berwajah cantik itu .

“Ya , aku melihatnya ..”   Kata Kris , menatap namja itu detail .

“Dia juga menyukai Sooyeon ..”  Jawab Luhan melemah , mengalihkan pandangannya dari Sehun , namja yang dipandangnya dari kursi bersama Kris .

Kris , yang mendengar ucapan Luhan tertawa dan menggelengkan kepalanya pelan , serambi menepuk bahu namja dongsaengnya itu .

“Jangan bilang , kalau Sehun adalah saingan mu .. Lu?”  terka Kris menampakkan ekspresi wajah yang unik dan jarang dilihat oleh kebanyakan orang . “Ishh! Kau benar sekali! Dia adalah sainganku mendapatkan Sooyeon , katanya dia akan menembaknya ketika lulus nanti “  Kesal Luhan menghentakkan kakinya kesal , dia menatap keakraban Sehun dan Sooyeon yang sangat manis itu . Kesal , sekarang yang dirasakan Luhan .

“Mengapa tidak menembaknya?”  Tanya Kris kembali bernada normal , seperti biasa .

“Aku .. Aku .. Aku .. Tidak bisa , dia terlalu sempurna .. Aku takut dia menolakku..”  Kata Luhan melemah . Mendapat respon anggukan dari Kris , sementara Luhan hanya menatap namja itu bingung .

“Aku memiliki cerita , tentang keistimewaan Cinta di bulan Desember”

Luhan melonjakkan matanya , sekarang .. Kedua pupilnya tampak berbinar – binar . Memiliki gejolak ingin tahu yang besar . Atau mungkin , karena dia kaget mendengar bulan ke12 itu .

“Kau ingin mendengarnya?”  Tanya Kris menatap mata Dongsaengnya dengan lembut . Luhan hanya mengangguk pelan serambil mengerutkan dahinya pelan .

Desember , 2013

 

Aku melangkahkan kaki ku dikelas yang cukup mengagumkan dan selalu menjadi unggulan . Kelas itu , namanya kelas Favorit . Dimana , hanya ada anak – anak pilihan yang ada di kelas itu . Fasilitasnya pun sangat lengkap , laptop pribadi ada di loker meja masing – masing siswa . Bahkan , dikelas itu disediakan internet dengan kecepatan luar biasa cepatnya . Aku memandang gadis cantik yang sedang membaca buku dari kejauhan . Sorot matanya , sangat indah menurutku .. Dia memiliki tatapan khas saat sedang membaca buku , maupun aktifitas lainnya . Aku sangat menyukainya .

 

Kali ini , pakaian nya sedikit berbeda .. Karena dia memakai syal dan jaket wol yang tebal . Agar tidak kedinginan . Berbeda denganku , hanya memakai pakaian biasa yang melekat ditubuhku  . Aku terus memperhatikan gerak – geriknya , hingga dia sadar dan menatap kearahku .

 

“DEG”

 

Aku segera memalingkan wajahku , ketika yeoja yang kusukai itu memandangku . Aku takut saat dia memandang ku .. Takut dia melihat wajahku yang tidak sempurna .

Yeoja itu melangkahkan kakinya , dan menatapku lembut . Langkahnya semakin terasa dekat . Aku rasa , sikapku menjadi canggung terhadapnya saat ini .

 

“Annyeong! Kris Wu~!”  Salamnya pelan melambaikan tangannya , dan duduk disebelah bangku ku yang kebetulan sedang kosong itu . Aku hanya menganggukkan kepala ku pelan , aku merasa sangatlah canggung saat ini . Untuk itu , aku segera mengambil asal buku dari loker ku dan meletakkannya di meja yang ada di depanku saat ini . Entah , judul buku apa yang aku ambil .

 

“Kau juga menyukai puisi?”  Tanya nya menatap buku yang tidak sengaja ku ambil itu , sebenarnya aku tidak sengaja membawa apa yang ada di meja belajarku tadi malam . Tapi , sudahlah .. Buku ini sudah terbawa . “Eo? Ehmm ..Ya , aku menyukainya”  Jawabku berusaha menstabilkan suasana . Apa hanya aku yang merasakan canggung? Apakah Jessica , yeoja dihadapan ku ini tidak canggung saat berbicara padaku?.

 

“Aku juga sangat menyukainya ! , Waa! Kau menyukai puisi akrostik? Aku pun begitu , bagaimana kalau kau membuatkan puisi tentang diriku?”  Jessica semakin bersifat ramah terhadapku , namun aku tak bisa . Aku selalu bersikap canggung terhadap Jessica . “Tidak , terimakasih … Aku hanya suka membaca puisi , bukan membuatnya”  Jawabku dengan sangat dingin itu . Berusaha untuk menolak perintahnya . Tolong! Apakah wajahku terlihat sangat canggung sekarang ini?

 

“Oh , begitu ..”   Jawab Jessica , gadis yang kusukai itu .. Dia menganggukkan kepalanya pelan sambil menatapku dengan detail . Sementara aku hanya mengalihkan pandanganku dan berusaha untuk melihat kearah lain . Pokoknya , aku tidak boleh bertatap dengan nya .

 

“Bagaimana kalau kita berteman?”  Tanya Jessica mengukir sebuah senyum tipis dari bibirnya . Aku membulatkan mataku dan membuka celah bibirku sedikit . Dia hanya terkikik pelan .

 

“Ya , berteman baik? Itu menyenangkan .. Kita akan berbagi cerita , bermain bersama “ Jessica mengeluarkan gummy smile nya dan gembira . Moodnya mungkin sedang baik , namun mood ku tidak baik . Aku rasa sebuah halilintar akan menyetrum ku sekarang juga . Aku benar – benar sangat gugup . Rasanya sangat tidak enak bila menolaknya , namun aku juga tidak ingin berteman dengannya . Karena , hal itu sama saja aku membohongi perasaanku sendiri .. Bahwa aku mencintainya bukan sebagai sahabat.

 

“Baiklah”  Jawabku dengan sangat dingin dan cuek . Aku masih focus pura-pura membaca buku puisi itu . Jessica gembira , dia terlihat tersenyum sambil menatapku . Aku sebenarnya sangat risih , dan malu . Aku takut dia mengetahui letak wajah ku yang tidak sempurna itu . Aku memang tak setampan Romeo .

 

Tapi , hanya ada satu kata yang mewakili hatiku saat ini .

 

Dia , Jessica Jung .. Adalah wanita paling sempurna yang pernah kutemui . Wajahnya sangat cantik , sikapnya ramah dan lembut . Bahkan dia juga sangat baik pada semua temannya , dia tak pilih-pilih teman . Dia juga dermawan , sederhana , pintar pula .

 

“Kris , kau tidak memakai syal atau kain penghangat tubuhmu?”  Tanya Jessica padaku . Aku hanya menggelengkan kepala pelan dan melirik kearahnya yang sekarang melihat pakaian tipisku .

 

“Ya ampun , bisa – bisa kau kedinginan” Jessica melepaskan syal yang digunakannya , syal itu berwarna hitam .. Diletakkannya di leherku . Dipakaikannya syal itu , dan melilit sempurna dileherku .

 

Bahkan dia sangat perhatian , apakah dia juga menyukaiku?

 

“Gomawo”  Gumam ku tersenyum kearah Jessica . Wanita itu hanya membalas senyumanku dengan ukiran di bibirnya yang sangat manis dan lucu bagiku . Dia sungguh wanita teristimewa yang pernah kutemui.

 

“Ehmm .. Cheonmayo! Kris ~ Nanti makan siang bersama ya?” Jessica meletakkan tangannya di meja sampingku , aku sedikit risih . Memang , karena aku canggung ada didekat wanita secantik Jessica dan sebaik dia .

 

“Makan siang?Hem .. Baiklah”  Aku menganggukkan kepalaku .

 

***

 

Aku duduk di kursi kantin , yang nampak sepi . Semuanya memilih makan siang di kelas , karena hangat . Tapi , aku lebih suka menyendiri disini . Aku merasakan ketenangan yang amat dalam . Hembusan nafasku terasa sangat damai . Hatiku juga terasa dengan mood yang baik , sekarang ini . Aku memejamkan mataku dan menghirup udara dingin di musim dingin tahun ini .

 

Mungkin ini adalah tahun terakhir aku menghirup udara musim dingin di Seoul .

 

Aku merenungkan semua kesalahan dan kebaikan yang telah kuperbuat selama ada disini . Mengintropeksi diri berusaha lebih baik .

 

Perlahan , aku membuka mataku . Sekarang aku rasa sudah ada wanita cantik yang memejamkan matanya , dia ada dihadapanku sekarang juga . Dengan matanya yang tertutup rapat .

Dia menarik bibir tipisnya sehingga dirinya tersenyum , dia masih menutup matanya . Rasanya aku sangat senang melihat wajah cantiknya .

 

“Cantik”  Gumamku pelan .

 

Dia membuka matanya , dan membulatkan matanya sedikit saja . Aku sadar , bahwa apa yang aku ucapkan itu sangat tidak berarti baginya . Mungkin dia tidak suka dibilang cantik oleh aku , lelaki yang tak setampan Romeo .

 

“Kau bilang apa?”  Tanya nya dengan nada menyindir . Aku hanya menggelengkan kepalaku pelan .

 

“Tidak , aku tidak berkata apa – apa”  Aku semakin memberikan alasan yang tak masuk akal , memang jelas aku mengatakan 1 kata tadi . Tapi , aku malu untuk mengakuinya .

 

“Gomawo”

 

Jessica tersenyum padaku sambil menggosokkan kedua tangannya , membuat tangan itu saling bergesekkan . Dia mengambil sebuah kotak makan yang wadahnya bening . Aku dapat melihat jelas isi dari kotak makan itu . Sosis Bakar Barbeque .

 

“Tada! Aku ingin memakannya bersamamu sambil bercerita .. Boleh kan?”  Dia duduk dihadapanku dan membuka tutup tempat makan itu . Aku mengangguk pelan memandang wajahnya . Dia terlihat focus memandang makanannya , membuatku leluasa melihat wajahnya dari jarak dekat .

 

“Cha!”  Tiba – tiba dia menusukkan garpu ke sosis itu dan mengarahkannya kepadaku . Aku mengeluarkan jari telunjukku dan mengarahkannya kediriku . Dia mengangguk , melihat sign dari ku . “Jess , aku bukan anak kecil lagi”  Kataku pelan dan sangat lembut sambil tersenyum kearahnya .  “Arrasso , tapi kita kan sahabat .. Tak apa kalau makan bersama , apalagi saling menyuapi .. Itu sangat manis , ayolah~”   Pinta Jessica menggerakkan bahunya kedepan belakang . Mempoutkan bibir tipisnya , dan menyipitkan matanya . Aku menggeleng pelan melihat sifat kekanak – anakkannya yang mulai muncul lagi .

 

“Satu kali saja ya?” 

 

“Ne! Satu kali saja ! Aku melihatnya di film milik Yuri , dan itu sangat manis . Sepasang sahabat melakukannya .. Ayolah~~ Kris Wu yang paling tampan ..” Jessica sekarang malah merayu ku , dia menggunakan kata – kata tampan pula . Sungguh aku sangat beruntung mendapatkan sebuah pujian dari gadis sempurna sepertimu , Jessica .

 

Aku membuka mulutku , dengan sigap sepotong sosis masuk kedalam mulutku . Rasa barbeque yang kurasa . Sungguh ini sangat nikmat . Jessica bertepuk tangan dan tersenyum senang . Dia mengambil Garpu dan memberikannya padaku .

 

“Suapi aku!”  Pintanya dengan nada manja . Aku hanya terkekeh pelan , dia memang sangat imut dengan sifat childish nya . “Nde , Nona!”  Dia terkekeh mendengar jawabanku . Aku mengambil garpu yang diberikannya dan menusukkan nya ke daging sapi yang disebut sebagai sosis itu . Segera aku mengarahkan nya ke mulut Jessica yang sudah terbuka lebar. Akhirnya , sosis itu masuk kedalam mulutnya . Dia telan bersama salivanya .

 

“Yeay! Kris! Kau tahu? Eunji menyukaimu..”

 

“Mwo–?”  Aku tersedak sosis yang sedang kumakan , segera kuambil air putih yang sudah disediakannya . Dia berdiri dari posisi duduknya dan menepuk punggungku agar tidak tersedak lagi .

 

“Aish! Hati-hati , Kris..”

 

Eunji , sahabat Jessica . Menyukaiku? Yang benar saja.. Apakah ini mimpi ? Aku kan ingin mendapatkan Jessica bukan Eunji , sahabatnya .

 

“Hem .. Dia bercerita , bahwa kau menolongnya kemarin .. Huaa! Kau memang pria sejati ! Wu!”   Jessica mengarahkan jempolnya dan menggerakkannya berlawanan arah , dia tertawa senang dan menggerakkan kepalanya ke kanan dan kiri .

 

“Benarkah? Ehmm .. Aku tak merasa begitu,”  Aku menggaruk tengkuk ku yan sebenarnya tidak gatal itu , hanya saja sekarang aku merasa gerogi karena seorang Jessica memuji ku bahwa aku adalah lelaki sejati .

 

“Mengapa tak merasa?”  Tanya nya menyipitkan matanya , dengan cepat aku mengukir senyuman . “Karena aku tak bisa mendapatkan hati seorang wanita yang aku cintai” Jawabku dengan nada yang sangat pelan . Agar orang lain tidak mendengarnya . Jujur , wanita itu adalah Kau Jessica .. Wanita yang tidak bisa kutaklukkan . Jessica membulatkan mulutnya menjadi huruf ‘o’ .

 

“Hey! Wanita itu gila ya? Masa menolak cinta sahabatku yang tampan.” 

 

Jessica , mengapa kau sangat polos . Wanita itu adalah Kau .. Bukan Yeoja lain .. Mengapa kau tak sadar juga . Aku menyukai mu , bukan wanita lain . Sadarlah .. Aku mencintaimu ..

 

“Entahlah , “  Jawab ku .

 

“Jess..”  Lirih ku pelan memandangnya , sekarang aku sudah tidak terlalu canggung dengannya .

 

“Ehm?” 

 

“Aku .. Aku .. “ 

 

“We?”

 

“Tidak , ehmm .. Lanjutkan saja makanmu ..”

 

Jessica menganggukkan kepalanya , dia kembali memakan sosis bakarnya itu . Sungguh kau sangat polos! Aku ini menyukaimu , mengapa tidak bisa kau rasakan . Jujur sebenarnya aku tak ingin mendapatkanmu , karena kau terlalu sempurna bagiku .

 

Tapi , aku mencintaimu .. Jessica

 

 

Hari demi hari aku lewati menjadi sahabat baik Jessica . Aku sudah banyak memahami dirinya . Dari semua bidang . Dia adalah yeoja yang easy going ,ceria , ramah , pintar . Berbeda denganku yang sangat dingin . Mungkin salah satu alasan aku tidak ingin bersamanya karena aku malu mengungkapkan rasa cinta ku . Mungkin aku terlalu pecundang , aku akui .. Karena , kau lah yan membuatku menjadi pecundang .

 

Jessica tidak menyukai mentimun , berenang , dan coklat . Katanya itu adalah masa lalu yang sangat menyedihkan selain rasanya tidak enak . Jessica mengidolakan Daniel Radcliffe , pemeran Harry Potter . Katanya , wajahnya sangat tampan dan tubuhnya sempurna . Jessica sangat menyukai makan , membaca , treveling . Negara yang paling indah yang pernah dia kunjungi , katanya adalah Australia – Quensland – Brisbane . Dia menyukainya . Film kesukaannya adalah genre friendship . Dia ingin menikah di usia 25 tahun , saat bulan Desember . Jessica lahir di Ottawa pada tahun 1996 . Mempunyai adik kelahiran 2004 , yang duduk di sekolah dasar .. Namanya Jung Bo Mi . Makanan kesukaannya adalah Sosis bakar dan mashmallow bakar .

 

Banyak hal yang aku tahu tentang Jessica , begitupun dia .. Banyak tahu tentangku , dari aku mempunyai adik seumurannya yang lahir tahun 2003 , bernama Lu Han Wu .

 

Sekarang aku ada di halte bersama Jessica , menunggu Bus jurusan Jessica . Saling bergandengan berusaha untuk menghilangkan rasa dingin yang menerpa kota Seoul.

 

“Besok adalah natal”  Kata Jessica mengeratkan pegangan tangannya padaku . “Hem , begitulah , we?”  Tanya ku merapatkan jarak tubuhnya . Dia tampak sangat murung hari ini , tak seperti biasanya . 

 

“Kris , Aku .. Aku akan pergi”  Kata – kata itu , membuat hatiku kejatuhan batu . Rasanya sesak sekali mendengar kalimat itu . Semua kata – kata itu bertanda buruk baginya . “Apa maksudmu?”  Lirihku , mataku sekarang mungkin berkaca – kaca . Hatiku sesak sekali mendengar semua perkataannya.

 

“Aku akan pergi ke Ottawa , aku akan pindah kesana .. untuk melanjutkan sekolah” Jessica melepaskan genggamannya pada tanganku .

 

“Ottawa ? Tapi , aku – Aku –“ 

 

“Maafkan aku Kris , tapi ini sudah keputusan keluargaku .. Mianhae “

 

FLASHBACK END

 

**

AuthorPOV

 

“Sooyeon menolakku”  Luhan terlihat mengerutkan dahinya , dia menunjukkan wajah sedihnya yang sekarang dilihat oleh Hyungnya , Kris .

“Berarti dia bukan jodohmu ..”  Lanjut Kris membaca sebuah buku , dengan ceria . “Hem..”  Luhan menganggukkan kepalanya sambil berdesisi pelan . Kris menggelengkan kepalanya dan meraih bahu dongsaengnya .

“Hey ~ Ini tahun 2021 .. masih ada banyak wanita cantik disini , arra?”  Kris menarik bibirnya , membentuk sebuah ukiran manis . Luhan hanya mengangguk pelan , dia mengambil dompetnya dan mengambil jaket yang ada di sampingnya . “Hyung , ayo .. Kita beli Mashmallow di super market”  Ajak Luhan dengan sigap kembali tersenyum . Kris tanpa basa – basi meng iyakan ajakan Luhan dan mengambil jaketnya . Terlihat pohon hias yang ada di depan Kris , ya .. Sekarang adalah Hari natal .

Selamat Natal , Hyung .. Sebagai gantinya .. Aku mentraktirmu Mashmallow saja ne?”  Luha terkekeh sambil berjalan di salju yang cukup lebat . Kris hanya tersenyum dan terkekeh melihat sikap Dongsaengnya . Sampailah , disebuah mini market yang ada di depan mereka . Terlihat sangat ramai , karena ini hari natal . Namun , beberapa orang pergi ke gereja untuk merayakannya .

“Aku ingin membeli sosis bakar disebrang , kau tunggu sini ya Lu ..”

Luhan mengangguk dengan cepat dan membuka pintu mini market yang dilengkapi dengan pernak – pernik Natal . Kris tampak mengeratkan jaket tebalnya dan memasang sebuah penutup telinga di kedua telinganya . Suhu si seoul memang sangat dingin . bahkan sampai minus . Hingga Kris harus memakai pakaian tebal dan sangat tertata itu . Bahkan sekarang dia memakai 3 lapis kaus kaki di setiap kaki nya .

Dia berjalan kesebrang mini market , yang tampak ramai orang – orang yang ada di kedai sosis bakar itu . Bahkan tak jarang orang – orang itu melakukan skinship disana bersama kekasih mereka . Kris yang melihat hanya membiarkan dan tak peduli .

Dia mengangkat kakinya ke trotoar yang berundak dan mengambil beberapa lembar uang sambil agak gemetar . Dia memang sangat kedinginan .

“Ahjumma .. Aku memesan Sosis bakar , “  Ujar Kris menyerahkan uang yang berkisar 1 won itu . Harga sosis bakar memang bisa dibilang lumayan itu . Karena kata orang – orang sosis disini memang sangat nikmat dimakan saat musim dingin , karena bumbunya yang menghangatkan .

“Huaa! Kami sedang mengadakan sosis gratis , natal ini .. Karena pulangnya salah satu anak kami , jadi kau tidak perlu membayarnya”  Jawab wanita yang agak tua itu dengan tersenyum riang , dia menggunakan kata kami sebagai wakil dari ‘keluarga’ mereka .

“Ahh~ Tak perlu repot – repot .. Apakah yang lain juga begini?”  Tanya Kris terkikik pelan , berusaha memberikan uang itu kepada Ahjumma tadi . namun ahjumma itu terus saja menolak uang dari Kris .

“Semua mendapatkan gratis sosis bakar dari jam 7 pagi sampai dengan 5 sore ..”  Jawab Ahjumma mengambil beberapa bumbu sosis bakar yang ada di sampingnya . Dengan lihai dan cepat di kipaskan sebuah kipas hingga menimbulkan bau khas bakaran yang sangat nikmat itu . Kris sangat lapar .

“Ne , Kamsanida-aeyo” Kris menundukkan lehernya dan tersenyum senang , meletakkan kembali uang nya di saku celananya yang ada di balik jaketnya . Dia nampak memerhatikan sesuatu yang dapat menarik perhatiannya .

Seorang Yeoja yang sedang berlari dari arah mini market , dia tampak ingin membeli sosis bakar juga . Diambilnya uang dari sakunya . Yeoja itu dari tadi menggosokkan kedua tangannya agar tak kedinginan .

“Ahjumma, aku membeli dua sosis bakar”  Kata Yeoja itu yang dari tadi mendapatkan pandangan dari Kris , sorot mata namja itu terus ter arah sejak yeoja itu melangkahkan kaki nya ke kedai kecil ini .

“Aishh .. Jincha ,, mianhae , Nona .. Tapi sosis terakhir habis dibeli oleh tuan tampan disebelah anda .. Jeongmal Mianhae “  Ahjumma itu tampak menundukkan kepalanya minta maaf kepada yeoja dengan jaket yang tidak terlalu tebal itu , jadi dia kedinginan .

“Sosis bakarku berikan kepada nona ini saja , Ahjumma”

Kris tampak tersenyum kearah Ahjumma tadi dan membuat ahjumma tadi menyengir tak jelas . Yeoja tadi yang merasa kenal dengan suara disampinya , sedikit melirik kearah namja dengan pakaian tebal itu .

“Keu .. Kris?” Gumam Jessica dengan senyuman khas nya . Dia sungguh tak menyangka akan bertemu dengan sahabat lamanya lagi ,sekian lama mereka berpisah .

“Jes.. Jess .. Jessica .. Kupikir kau hanya yeoja yang mirip dengan Jessica”  Kata Kris yang terlihat sangat bodoh , sekarang dia memperlihatkan sisi kebodohannya . Ya , dia mengatakan bahwa tadi dia seperti bukan melihat Jessica , melainkan orang yang mirip dengan Jessica . Aneh bukan ?

“Bogoshipeo!”  Jessica tampak berjinjit dan meraih tubuh Kris yang lebih tinggi darinya , dia menutup matanya dan sangat menikmati pelukan hangat ini . Salju yang sangat dingin ini bisa ditembus oleh kedua insan , Jessica dan Kris .

“Nado , “  Kris membalas pelukan Jessica dan berusaha menghangatkan tubuh Jessica dari salju . Kris tahu pasti dari tadi Jessica sangat kedinginan , karena yeoja ini hanya menggunakan jaket tipis yang modis itu .

Sampai 1 menit , mereka baru melepaskan pelukan hangat mereka dan saling memandang satu sama lain . Tak jarang Ahjumma tadi melirik dengan senyuman lebar di ukirnya , bahkan ahjumma tadi sengaja tidak memberika sosis bakar sekarang , seharusnya sudah diberinya kepada Kris . Namun , Ahjumma tadi ingin melihat bagaimana moment bertemunya kembali Romeo dan Juliet .

“Kris/Jessica”

Mereka saling menyebutkan nama orang yang ada di hadapannya saat ini . Mereka terkikik pelan dan tersenyum lebar . Sekarang benar – benar canggung .

“Kau dulu saja”  Ucap Jessica mempersilahkan Kris untuk berbicara terlebih dahulu , namun Kris hanya terkekeh pelan sambil terus menggarku tengkuknya yang sebenarnya tidak gatal itu .

“Apakah kau masih .. ehmm .. mau bersahabat denganku?”  Tanya Kris sedikit menundukkan kepalanya malu . Mungkin sekarang pipinya nampak merah .

Jessica yang mendengar ucapan aneh dari bibir Kris hanya terkekeh keras – keras.

“Mengapa tertawa?” Tanya Kris kembali dengan wajah innocent nya , Jessica menggelengkan kepalanya pelan serambi memasukkan tangannya kedalam saku celananya .

“Bahkan menjadi kekasih ku pun boleh , Kris”

Kris membulatkan matanya dan melirik bingung kearah Jessica , dia sedang menatap yeoja itu dengan tatapan yang sangat bahagia . Sebuah kata yang sangat disukainya .

“Aku membaca surat mu untukku , kau lupa mengambilnya dari tas belanjaan waktu dulu .. Maaf baru menjawabnya sekarang”  Jessica kembali tersenyum dan membuat Kris sedikit malu , dia ungkapkan dengan tertawa yang agak memalukan .

Kris lupa , dia pernah meletakkan surat cinta pada Jessica sebelum dia pergi ke Ottawa tepat hari itu . Dan dia lupa mengambil surat itu , rencana nya setelah tau Jessica akan pergi ke Kanada , Kris berniat mengambil Kertas cinta itu .. Namun saat itu Jessica sudah terlanjur pergi ke Kanada .

“Sungguh memalukan”

“Iya , aku pun begitu”

Jessica menggaruk tengkuknya , mereka terlihat salah tingkah saat ini juga .

Kris memulai pembicaraan dengan kata yang bisa meraih hati Jessica .

“Aku belum mengungkapkannya langsung , Saranghaeyo , Now , my old is 25 years .. I wanna marry you .. Please , Marry me”

Jessica tampak terkejut melihat tangan Kris yang sudah ada di depannya dan berharap Jessica akan menggandeng tangan kekar itu . Jessica tersenyum dan menampakkan eye smile nya yang menurutnya sangat membuat hatinya berdebar itu .

“Aku tidak mau”

Seakan senyuman Jessica dan kris memudar , mereka saling bertatapan nanar . Namun senyuman mereka kembali lagi , bahkan mungkin lebih ceria dari sebelumnya .

“Aku tidak mau menjadi kekasihmu , tapi aku mau menjadi pendamping hidupmu di bulan keajaiban ini ..  “

“Desember lah yang mempersatukan kita dan memisahkan kita”

Kris tampak mendekat kearah Jessica dan melantunkan sebuah senyuman manis yang menghiasi sudut bibirnya .

Mereka berpelukan didepan Ahjumma penjual sosis , di bulan Desember , di hari natal dan di bawah Salju ..

END

 

Maaf kalau alurnya kecepatan dan amburadul .. Thanks banget yang udah support aku , hingga umurku mencapai ke 12 tahun .. J

18 thoughts on “[Freelance] Miracle in December

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s