[Freelance] Genie

gENIEE

Title                 : Genie

Author             : Flower Girl

Length             : Oneshot

Rating             : PG-13

Genre              : Romance, Fantasy, GaJe(?)

Cast                 :

  • Luhan
  • Jessica

And other..

Pairing             : HanSica

Disclaimer       : Cast milik orang tua dan tuhan, storyline milik saya. Don’t be COPAS!

Note                : Ini FF lama yang nyampah di komputer. Dari pada saya apus, mending saya post aja xD

WARNING   : Typo & bahasa aneh. *efek males ngedit*

 

 

Entah sebuah keberuntungan, atau takdir

Dia datang dan mengatakan  “Sowoneul Malhaebwa”

 

_________________________________________________________________________________________

Genie

_________________________________________________________________________________________

 

 

Seorang pria tampan tengah berjalan di gelapnya malam. Dilihat dari rambut pirangnya yang acak-acakan sampai sneakernya yang tinggal sebelah, dapat disimpulkan pria itu sedang kelelahan.

Orang-orang di halte yang melihat penampilan pria tersebut banyak berfikir aneh-aneh. Ada yang berfikir pria tersebut depresi, gila, di tinggal kekasihnya, bahkan ada yang sampai berfikir bahwa pria tersebut habis dipukuli masa karena mencuri sneaker.

Pria itu hanya diam. Tak peduli dengan tatapan-tatapan aneh dari orang-orang sekitar. Sekarang ia sedang peduli memikirkan dosennya yang sangat kejam sampai tega menguncinya di perpustakaan. Hanya karena makalah yang belum selesai diketik, pria itu mendapat hukuman terkunci di perpustakaan yang sepi, berdebu, bau, dan kata teman-temannya di situ ada sarang nenek gayung(?).

Setelah bus yang ia tunggu datang, pria bernama Luhan tersebut naik dan segera duduk di bangku belakang pojok dekat jendela. Itu adalah tempat favoritnya selama ia naik bus.

Luhan mengeluarkan benda berwarna putih berbentuk persegi panjang dengan ketebalan sekitar 3 cm. Lalu ia menyambungkan earphone kesayangannya dengan benda yang bisa disebut ponsel tadi.

Selang 20 menit kemudian, bus yang ditumpangi Luhan sampai di halte sekitar rumahnya. Pria itu melepas earphone yang menancap(?) di telinganya, lalu turun untuk segera pulang ke rumah. Mengingat jam yang sudah menunjukkan pukul 7 malam dan mengingat Luhan takut dengan nenek gayung.

Luhan berjalan ke rumahnya yang berjarak sekitar 2 blok dari halte tersebut. Pria yang takut hantu itu hanya diam dan focus sepanjang perjalanannya. Ia tak mau menengok kesana kemari agar tak melihat nenek gayung yang kata teman-temannya sering mengincar pria cantik sepertinya. *kenapa jadi cerita nenek gayung sih? :\*

Di tengah asyiknya Luhan yang berjalan seraya memandang papan iklan Sarimi Isi Dua,  tiba-tiba saja ia berhenti karena merasakan menginjak sesuatu. Luhan menengok ke kaki kanannya yang hanya menggunakan kaos kaki. Ia mengangkat sebelah kakinya tersebut dan terkejut saat mendapati sebuah kerang terinjak olehnya.

“He? Kerang?”

Luhan memungut kerang yang lumayan besar tersebut. Ia mengerutkan dahinya setelah mencium aroma kerang itu. Ia bingung karena tak tercium bau laut sedikit pun pada kerang itu.

“Hmm.. disini memang tidak ada pantai. Tapi.. bagaimana bisa benda ini berpetualang ke sini? Seingatku kerang tak bisa berjalan”

Luhan terus saja mengoceh seraya membawa kerang itu. Ia tak peduli dengan orang-orang disekitar yang menganggapnya gila. Di tambah lagi dengan keadaannya tadi. Sungguh mengenaskan.

>>>

Luhan memperhatikan kerang di hadapannya dengan tatapan tajam. Bukan tajam, tapi melotot.

Kerang yang sama sekali tak kotor tersebut mengundang rasa penasaran Luhan. Pria itu bahkan telah merebus kerang tersebut tadi. Namun ia terheran-heran karena kerang tersebut tak kunjung terbuka.

“Bagaimana cara membukannya?”

Luhan terus melotot seraya menggaruk kepalannya. Bukan karena kutu yang menggigit kulit kepalannya, namun rasa bingung yang membuat kepalannya gatal.

Luhan memegang kerang itu, menatapnya lekat-lekat, membuka mulutnya, lalu mengeluarkan nafas dari mulutnya tepat di depan kerang tersebut.

“Hhaaaaaaaaaaaaaaahhhh =.=”

Tiba-tiba asap pink keluar dari dalam kerang tersebut, membuat Luhan terkejut dan melempar kerang itu ke lantai. Luhan mengambil boneka stichnya dan menggigit telinga boneka tak bersalah tersebut.

“Jangan mandikan aku nenek gayung, aku tidak cantik!! Jebal~”

Luhan merengek di tengah kebulan asap yang mulai mereda tersebut. Luhan menutup matanya, takut jika di balik asap tersebut ada nenek gayung yang akan memandikannya.

“Yakk!! Kenapa kau jahat sekali!! Nafasmu itu sangat bau tau!!”

Luhan membuka matanya seketika mendengar suara indah seorang gadis. Walau kenyataannya suara tersebut terdengar cempreng.

Luhan membulatkan matanya melihat seorang gadis berambut blonde tengah mengoceh tak karuan di hadapannya. Mulut Luhan terbuka lebar melihat gadis cantik dengan aksesoris serba pink tersebut.

“Kau ini sungguh kejam!! Tega-teganya kau memanaskan rumahku. Untung saja dia tak rusak. Jika rusak kau akan…”

Gadis itu menghentikan ocehannya menyadari orang yang tengah di omeli menatapnya seraya membuka mulut lebar.

“Aku tak tau kalau nenek gayung sangat cantik”  gumam Luhan asal.

“Nenek gayung? Aku bukan nenek gayung bodoh!”

Luhan segera kembali kea lam sadarnya. Mendengar kata bodoh keluar dari mulut gadis asing yang tiba-tiba datang ke kamarnya, membuat Luhan kesal. Walau ia sering bertindak konyol, teman-temannya tak ada yang pernah mengatakan ia bodoh.

“Hey!! Beraninya kau mengatakan aku bodoh!!”

“Tentu saja kau bodoh! Kau sudah merebus rumahku tadi, dan baru saja kau mengeluarkan nafas bau jengkolmu padaku. Apa itu tak bisa disebut bodoh hah?”

Luhan mencerna baik-baik perkataan gadis tersebut. Dan seketika Luhan terlonjak dari tempat tidurnya lalu mendekati gadis asing tadi.

“J-jadi kau dari dalam kerang itu?”

Gadis cantik tadi tersenyum saat Luhan bertanya. Gadis itu mengambil kerang yang tergeletak di lantai, lalu menghadapkannya di depan Luhan.

“Sowoneul Malhaebwa”

Luhan melongo menanggapi perkataan gadis misterius tersebut. Di tambah lagi gadis itu tersenyum dengan sangat manisnya, membuat kaki Luhan melemas. Dan hati Luhan pun mengatakan, gadis di hadapannya memang benar-benar cantik.

“Apa permintaan yang kau inginkan tuanku?”

Luhan menelan ludahnya. Ia bingung dengan kata ‘tuhan’ yang di sebutkan gadis itu.

“Tuan?”

“Okay, begini. Kau telah membangunkanku dari tidur panjangku di dalam kerang ini. Dan aku sudah berjanji, siapa saja yang membangunkanku akan aku kabulkan semua permintannya. Arrachi?”

Luhan tertawa terbahak-bahak menanggapi perkataan gadis itu. Sekarang, Luhan menganggap gadis dari dalam kerang itu gila. Bagaimana mungkin di jaman modern seperti sekarang ada jin seperti jaman aladin?

Bahkan Luhan meragukan gadis itu keluar dari kerang yang ia pungut tadi.

“Yakk!! Mengapa kau tertawa? Kau tak percaya padaku?”

Luhan masih saja menertawakan gadis itu. Bahkan sekarang sampai dirinya terbaring di lantai, saking kerasnya tertawa.

DUUUUAAARR

Satu suara ledakan berhasil membuat Luhan diam tak berkutik. Pandangannya tertuju pada lemari tempat ia menyimpan koleksi rubiknya. Dan sekarang…  lemari itu hilang entah kemana. Meninggalkan jejak gosong di lantai.

Luhan menoleh ke gadis tadi dengan perasaan takut. Ia pun mendapati gadis itu tersenyum penuh kemenangan.

“Jadi? Masih belum percaya denganku?”

“Kembalikan lemari rubikku!! Huuuaaaaa~~”

Gadis itu terkejut saat Luhan menangis keras seraya berlutut di kakinya. Ia pun segera menjentikkan jarinya untuk mengembalikan barang uji cobanya tadi.

Dan dalam satu kedipan mata, lemari rubik milik Luhan kembali pada tempatnya. Dan tentu saja, membuat Luhan berhenti menangis.

“Rubikku~~~”

>>>>>

Sejak malam itu, kini Luhan tak kesepian lagi jika sedang di rumah. Ada seorang gadis cantik yang menemaninya setiap hari. Walaupun gadis itu baru 3 hari bersamannya, Luhan merasa sudah sangat akrab dengan gadis Genie  tersebut.

“Jessica, keluarlah. Wuuuuuhhh”

Luhan memanggil teman barunya, siapa lagi kalau bukan jin dari kerang yang ia temukan. Jin tersebut memperkenalkan diri dengan nama Jessica. Nama yang bagi Luhan terdengar sangat indah.

Asap pink kembali keluar dari dalam kerang. Dan sosok gadis cantik berambut pirang pun hadir di hadapan Luhan.

“Ada apa tuan Luhan? Saya masih mengantuk”  ucap Jessica seraya mengusap matanya.

Luhan tak menghiraukan itu, kini ia malah menarik Jessica duduk di ranjangnya.

“Sebentar saja. Aku ingin meminta sesuatu”

Jessica mengangguk-angguk saja lalu mulai mendengarkan permintaan tuannya.

“Apa kau bisa memberikanku rumah baru?”

“Apa??”

Jessica membuka matanya lebar-lebar. Setelah mencerna permintaan Luhan, ia pun membuat respon berlebihan.

“Tidak bisa ya?”

Luhan menundukkan kepalanya, menatap sprei bergambar Unyil & Embul yang menempel di kasurnya.

Tiba-tiba saja Luhan mendongak saat sebuah tangan halus menyentuh tangannya. Milik siapa lagi jika bukan milik Jessica.

“Bukan begitu tuan. Kau sudah mempunyai rumah yang cukup untukmu sendir. Apa masih kurang?”

Luhan tak bisa mengalihkan pandangannya dari manik mata kecoklatan milik Jessica. Ia tak mampu menjawab pertanyaan Jessica, dikarenakan jantungnya yang berdetak terlalu cepat.

“Tuan Luhan?”

Jessica mendekatkan wajahnya ke wajah Luhan. Mengedip-ngedipkan matanya tepat di depan mata Luhan.

Dan hal itu membuat Luhan gelagapan. Ia segera memalingkan wajahnya yang memerah.

“Eemm.. kurang? Ah, bukan begitu.. tapi..”

Luhan kehabisan kata-kata untuk berbicara pada gadis cantik di hadapannya ini. Luhan menyadari ternyata gugup sangat tidak enak.

“Baiklah.. sekarang katakan lagi keinginanmu”

Luhan menelan ludahnya. Ia berpikir keras untuk permintaannya kali ini. Agar Jessica tak keberatan mengabulkannya.

“A-aku ingin membeli apartemen”

Jessica tertawa kecil lalu berdiri dari posisinya. Ia terlihat sedang meregangkan ototnya, yang membuat mini dressnya sedikit terangkat.

Tahan nafsumu Luhan– ucap Luhan dalam hati.

Tiiikk

Satu jentikan jari Jessica, membuat setumpuk uang menggunung di hadapan Luhan. Luhan pun membulatkan matanya melihat ratusan bahkan jutaan won sedang bertumpuk di ranjangnya.

“Ini uang?”

“Aish.. tentu saja. Sudah, aku mau tidur lagi”

Baru dua langkah Jessica menjauh dari ranjang, Luhan menahannya.

“Temani aku membelinya. Jebal~~”

Jessica berfikir sebentar, lalu mengangguk menerima permintaan Luhan lagi.

>>>>>

Selang beberapa minggu setelah Luhan menyelesaikan pembelian apartemennya, ia pun pindah ke tempat tinggal barunya. Tentu saja ia bersama Jessica yang selalu ia bawa kemana-mana.

Luhan membuka pintu apartemennya, dan pria itu pun tersenyum puas. Ia segera menelusuri isi apartemen mewah yang luas tersebut. Tak lupa ia memanggil Jessica dari dalam kerangnya.

“Wahh… persis seperti gambarnya”

Luhan merebahkan badannya di ranjang dan merasakan empuknya kasur orang-orang kaya.

“Sebaiknya anda mandi tuan, bau anda itu sungguh sangat tidak sedap”  ucap Jessica yang sedang melihat pantulan bayangannya di cermin.

“Iya-iya, cerewet”

>>>>>

“Hey Lu, nanti sore aku boleh ke rumahmu?”

Perkataan Baekhyun membuat Luhan yang sedang santai meminum bubble tea langsung menyemprotkan minumannya ke wajah teman didepannya, yaitu Kai. Luhan membulatkan mata dan menatap Baekhyun seketika.

“N-nanti sore?”

Baekhyun menautkan kedua alisnya lalu berbalik membalas tatapan melotot Luhan.

“Iya. Memang ada apa? Kau pindah rumah?”

Luhan menelan ludahnya lalu mengumpat dalam hati.   Sejak kapan anak ini bisa membaca pikiran

“Kau ada masalah? Ku perhatikan akhir-akhir ini kau sering gugup”  sahut Kai yang masih asyik dengan laptopnya.

Krik krik krik. Suara jangkrik di siang hari tak mungkin terdengar, apalagi di cafe seperti ini. Namun suara jangkrik bisa menggambarkan suasana yang tiba-tiba sepi diantara ketiga pria kece tersebut.

“Woy!”

Luhan melotot ke arah Baekhyun yang baru saja meluncurkan meriam dengan peluru suara tepat di telinga kirinya.

“Aish.. jika mau ke rumahku datang saja. Aku pindah ke apartemen.”

Tidak ada kecurigaan sama sekali diantara Baekhyun dan Kai. Bukan karena mereka tak peduli, namun mereka tau jika orang tua Luhan salah satu pengusaha meubel terkenal di China.

Luhan mengelus dadanya menyadari kedua sahabatnya tak bertanya macam-macam. Namun otot-ototnya kembali tegang saat mengingat ia mempunyai Jessica.

Tenang.. tenang.. Jessica tak akan keluar jika tak dipanggil.

 

>>>>>

Gadis berambut pirang dengan mini dress pink rose tengah melonjak-lonjak di kasur sebuah apartemen mewah. Sesekali gadis itu tertawa sendiri. Bukan karena ia gila atau apa, namun dikarenakan ia menyukai kasur milik tuannya. Siapa lagi gadis itu jika bukan Jessica. Si Jin cantik dari dalam kerang.

“Ternyata begini kehidupan manusia”

Jessica beranjak membuka pintu kamar lalu keluar menuju sebuah tempat yang bisa disebut dapur. Gadis itu terlihat menggaruk-garuk kepalanya. Bingung mungkin melihat peralatan masak yang asing baginya.

“Alat masak mereka modern sekali”

Gadis itu berpindah dari dapur menuju ruang yang terdapat sebuah benda persegi panjang dengan ukuran lumayan besar. Jessica duduk di sofa lalu menatap sebuah layar hitam dengan ekspresi aneh.

“Apa ini?”

Tiit tiit tiiit

Tiba-tiba pintu apartemen terbuka, dan membuat Jessica terlonjak sampai-sampai terjatuh dari sofa. Gadis itu menatap lantai depan pintu dan mendapati tiga pasang kaki tengah berjalan masuk.

Jessica mendongakkan kepalanya dan mendapati tuannya masuk bersama dua orang asing baginya.

“Wah.. apartemenmu luas sekali”  ujar Baekhyun saat pertama memasuki apartemen Luhan.

Luhan hanya menjawab dengan senyuman. Sedangkan Kai, pria itu tengah membatu melihat seorang gadis dengan mini dress tengah berusaha berdiri dari lantai.

“L-luhan itu siapa?”  Kai mengarahkan telunjuknya tepat di depan pandangan Luhan. Dan membuat Luhan dan Baekhyun mengikuti arah telunjuk Kai.

Luhan melebarkan matanya sampai mau copot.

“Jessica”

>>>

Luhan disekap oleh Kai dan Baekhyun di dalam kamarnya sendiri. Tidak hanya Luhan, Jessica pun ikut disekap layaknya Luhan. Kai dan Baekhyun sudah seperti penculik yang sedang mengintrogasi sanderanya. Sangat menakutkan.

“Luhan! Katakan siapa gadis ini? Apa hubunganmu dengannya? Mengapa kami tak tau? Mengapa ia ada disini? Apa yang sudah kau mmmpppftt”

Kai segera membungkam mulut Baekhyun dengan tangannya sebelum perkataannya semakin OOT.

“Sebentar-sebentar. Akan aku jelaskan”

Luhan menatap Jessica yang sedari tadi menunduk, ketakutan melihat wajah galak Kai.

“Ayo jelaskan”  ujar Kai.

Luhan menggiggit bibirnya. Ia meremas sprei kasur yang sedang ia duduki. Ia bingung harus menjelaskan bagaimana pada dua sahabatnya. Ia takut sahabatnya akan menganggapnya gila jika ia menceritakan hal yang sebenarnya.

“Begini–”

“Aku adalah Jin tuan Luhan. Aku tinggal di dalam kerang, dan tuan Luhan menyelamatkanku. Sudah jelas?”

Luhan cengo mendengar Jessica menyambar perkataannya dengan jawaban gadis itu sendiri.

Ia melempar pandangan pada Kai dan Baekhyun yang terlihat sedang menahan tawa.

“Kalian tidak percaya?”

Kai dan Baekhyun meledakkan tawa sejadi-jadinya. Dan hal itu membuat Jessica kesal.

Gadis itu pun berdiri dan menatap tajam pada kedua sahabat tuannya.

Tiiik

Dalam satu jentikan jari, Kai dan Baekhyun tertawa hanya dengan menggunakan boxer. Membuat Luhan tertawa seketika melihat kedua sahabatnya.

Kai dan Baekhyun pun menyadari sesuatu lalu saling menatap.

“Waaaaaaaaaaaa!!!!!!”

>>>>>

Sudah hampir sekitar 4 bulan Luhan merawat peliharaan barunya. Bukan anjing atau kucing, melainkan Genie. Bagi Luhan itu adalah anugrah terindah dari Tuhan. Mengirimnya Jin yang sangat cantik. Yang membuat hati Luhan yang terkenal kebal dengan gadis manapun menjadi luluh seketika.

Luhan bingung dengan perasaan aneh yang muncul setiap ia melihat Jessica. Jantungnya serasa seperti balapan dengan kuda. Matanya tak bisa beralih selain menatap gadis itu. Bahkan, Luhan pernah bolos kuliah hanya untuk merasakan sensasi aneh pada perasaannya. Hanya untuk melihat Jessica.

“Tuan.. tuan”

Lamunan Luhan buyar ketika suara lembut mengalun di telinga pria itu. Luhan menatap pemilik suara tersebut yang sedang memandangnya dengan bingung.

“Sudah aku berikan makanan permintaanmu. Kenapa tak kunjung kau makan?”

Luhan menatap pizza dan bubble tea dihadapannya dengan ekspresi masih kaget. Pria itu kemudian mengalihkan pandangan untuk menatap Jessica lagi.

“Apa? Kurang?”

Luhan menggeleng dan segera memakan pizzanya dengan lahap.

“Tuanku sangat lapar ternyata. Hihihii..”

Luhan kembali menatap gadis itu. Yang saat ini sedang menertawainya.

“Bisa tidak kau tak memanggilku ‘Tuan’?”

“Hah?”

Jessica balik menatap Luhan yang sudah menghentikan makannya.

“Berhentilah memanggilku ‘Tuan’. Panggil saja namaku”

Luhan beranjak lalu masuk ke dalam kamarnya.

“Maksudnya memanggilnya Luhan begitu?”

Jessica memegangi dadanya yang terasa aneh seketika.

>>>>>

Suasana kampus siang ini agak ramai. Bahkan bisa dibilang ramai. Bukan karena sedang ada tawuran atau para mahasiswa demo, melainkan seorang primadona kampus sedang membagikan undangan pesta dansa pada semua teman-temannya. Primadona berjulukan Black Pearl tersebut sedang merayakan ulang tahunnya yang ke 20, jadi ia mengadakan pesta dansa untuk para kawan-kawan kampusnya.

“Ini undangan untuk kalian. Silahkan membawa pasangan”  ujar Yuri-sang primadona- pada Luhan, Kai, dan Baekyun. Yuri pun mengedipkan mata pada Luhan dan Kai lalu segera pergi.

“Mengapa aku tak dapat kedipan?”  kata Baekhyun sambil merengut.

“Karena kau anak kecil.. wlleeekk”

Insiden pukul memukul antara Kai dan Baekyun pun tak terhindarkan. Luhan tak menghiraukan hal yang sudah menjadi kebiasaan itu, kali ini ia memikirkan sesuatu tentang pesta dansa Yuri.

“Aish.. kepalaku benjol sebelah”  ujar Kai yang tiba-tiba muncul di belakang Luhan.

“Mau ku benjolkan semua?”  Luhan malah meledek Kai, namun Kai tak menghiraukan itu, ia malah mengalihkan pembicaraan.

“Lu, boleh aku mengajak Jessica ke pesta ini?”

Kai langsung mendapat death glare dari Luhan setelah ia menyelesaikan kalimatnya. Dan Kai pun mengerti apa jawaban yang akan diberikan Luhan.

>>>

Luhan memasuki apartemen dengan wajah kusut. Ia segera menuju dapur untuk mengambil segelas air.

Setelah puas melepas dahaga, pria itu pun merebahkan tubunya di sofa yang berhadapan dengan TV.

“Jessica?”

Luhan mulai terbiasa dengan Jessica yang sekarang jarang masuk ke dalam kerangnya. Luhan malah menyukai hal itu. Yang berarti ia tak perlu bersusah payah untuk bisa melihat Jessica tertidur. Menurut Luhan, ekspresi Jessica saat tidur sangat menggemaskan.

“Ada apa?”  terdengar balasan dari kamar Jessica.

Luhan segera beranjak menuju kamar yang ia peruntukan untuk Jessica. Ia memutar kenop pintu lalu masuk ke dalam kamar tersebut.

“Apa yang kau lakukan?”

Luhan heran saat melihat Jessica sedang bermain-main dengan sihirnya. Ia melihat Jessica sedang menyihir pakaiannya sendiri.

“Aku bosan dengan gaunku”

Luhan hanya menghembuskan nafas lalu ia duduk di tepian ranjang. Ia terus memperhatikan Jessica yang masih mengganti-ganti model pakaianya.

Tiba-tiba jantung Luhan berdebar sangat cepat saat Jessica mengubah pakaiannya menjadi gaya casual. Dengan kaos yang dibungkus(?) kemeja bermotif bunga serta short denim putih yang membuat Jessica terlihat seperti manusia pada umumnya.

“Eum.. sepertinya pakaian ini cocok untukku”

Jessica berbalik lalu menatap Luhan yang sedang memegangi dadanya seraya menatap dirinya. Jessica pun bingung dengan sikap Luhan.

“Kau kenapa, Luhan?”

Luhan membuyarkan lamunannya tentang Jessica. Pria itu kini kembali ke niatnya semula ingin berbicara pada Jessica.

“A-aku ingin berbicara padamu”

“Bicaralah”

Mata Luhan masih setia menatap Jessica yang tengah bercermin. Ia jadi gugup jika melihat Jessica dengan pakaian normal. Ditambah dengan rambut blondenya yang tadinya curly sekarang diubah menjadi lurus.

“J-jess, a-a..”

Luhan menggaruk-garuk tengkuknya cemas. Ini adalah yang pertama kalinya bagi Luhan mengajak gadis ke pesta bersamanya.

“Kau ingin membuat permintaan?”

Luhan pun keluar dari kegugupannya seketika. Ia sekarang ingat bahwa ia bisa meminta apapun pada Jessica. *pikun bang xD*

“Eee.. permintaanku.. aku ingin kau datang ke pesta dansa bersamaku”

Jessica membalikkan badan, menatap Luhan dengan ekspresi cengo khasnya. Gadis itu melebarkan matanya serta membuka mulutnya lebar.

“Sepertinya itu permintaan yang sulit”

Luhan merengut mendengar jawaban Jessica. Ia pun memasang wajah-wajah andalannya untuk merayu seseorang.

“Ayolah Jess… jebal.. aku tidak punya teman untuk diajak ke pesta, dan pesta itu mewajibkan membawa pasangan.. jebal..”

Luhan memohon dengan aegyo serta puppy eyesnya. Dan hal itu pun membuat Jessica tertawa melihatnya.

“Hahahahahaaa.. Kau ini lucu sekali”

Jessica mencubit pipi Luhan dan menarik-nariknya untuk menggoda Luhan.

BLUSS

Pipi Luhan berubah warna menjadi warna udang rebus. Pipinya pun memanas karena sentuhan tangan lembut Jessica. Luhan hanya diam tak bereaksi setelah Jessica mencubit pipinya.

“Baiklah aku mau”

Mata Luhan langsung berbinar mendengar jawaban Jessica. Reflek, ia berdiri lalu memeluk Jessica.

“Gomawo.. gomawo.. gomawo”

Selang beberapa menit suasana menjadi canggung. Setelah Luhan melepaskan pelukannya, Jessica menutupi wajahnya lalu berjalan masuk ke kamar mandi.

Sedangkan Luhan, ia kini keluar dari kamar Jessica seraya memeganggi dadanya yang serasa mau copot.

>>>

Jessica POV

 

“Kenapa dengan wajahku?”

Aku menatap cermin bundar dihadapanku dengan bingung. Aku bingung karena wajahku yang tiba-tiba berubah menjadi kemerahan.

Aku pun merasakan ada sesuatu yang aneh pada diriku.

Setelah 4 bulan aku tinggal bersama tuanku, aku merasakan sesuatu yang ganjil pada diriku. Aku jadi sering keluar dari kerang tanpa ada yang memerintah. Perasaanku selalu ingin melihat tuanku yang bernama Luhan itu.

Apakah ini yang dinamakan jatuh cinta? Apakah jin boleh menyukai manusia?

“Aish.. bagaimana ini?”

Aku merasakan dada kiriku terus berdebar jika aku sedang didekat tuanku.

Jika aku benar-benar jatuh cinta pada Luhan, apakah aku bisa mematahkan kutukan yang ada pada diriku?

Mungkin kalian tak tau, aku terkena kutukan.

Dulu di kehidupanku, aku selalu dikucilkan oleh makhluk-makhluk sejenisku. Keluargaku terkena kutukan seorang penyihir yang aku tak tau namanya.

Orang-orang sekitarku mengatakan bahwa kutukan itu pertama kali menimpa Kakek dan Nenekku, dan kutukan itu akan terus menurun dikeluargaku sampai 8 turunan nanti.

Ibuku mengatakan padaku, kutukan itu bisa hilang jika salah satu anggota keluargaku menikah dengan manusia. Dan untuk itulah aku berkelana di dunia manusia untuk mematahkan kutukan itu.

“Apa aku harus meminta Luhan menikahiku?”

Itu ide gila. Tapi, aku ingin menyelamatkan keluargaku dan kurasa aku memiliki perasaan khusus padanya.

Tapi apakah dia juga?

“Aish.. MOLLA!”

>>>>>

Author POV

 

Gemerlap lampu pesta menghiasi sebuah kediaman mewah. Dentuman music DJ pun melengkapi pesta milik salah satu primadona dari kampus Luhan.

Pesta ulang tahun yang diwujudkan dalam dancing party tersebut didatangi banyak undangan, mulai dari keluarga sendiri sampai teman-teman kampus termasuk Luhan.

Luhan turun dari taxi dengan menggunakan jas berwarna biru tua. Ia menghiasi penampilannya dengan dasi berwarna ungu serta kemeja putih bersih. Tak lupa dengan sepatu mengkilat dan tatanan rambut yang rapi.

Pria itu menggandeng tangan seorang gadis yang memakai gaun malam warna ungu serta sepatu glimmer berwarna serupa.

Sungguh pasangan yang sangat serasi.

Saat mereka masuk ke dalam kediaman sang pemilik rumah, semua mata tak henti-hentinya menatap mereka. Tatapan-tatapan terkejut, senang, sampai iri berkumpul menjadi satu.

“Mengapa mereka semua menatap kita?”  Tanya Jessica yang masih melingkarkan tangannya di lengan Luhan.

“Molla”

Luhan terus berjalan menuju halaman belakang sebagai pusat pesta milik Yuri. Ia membawa sebuah bungkusan kado untuk diberikan pada gadis itu.

Setelah sampai pada tempat yang dituju, Luhan segera menyerahkan kadonya pada Yuri.

“Saengil Chukkae Yuri”

Yuri tersenyum seraya menatap gadis disamping Luhan dengan heran.

“Aku tidak tau kau sudah punya yeojachingu

Luhan tersenyum malu pada Yuri, begitu pun Jessica.

“Hahaha.. sudah jangan malu. Eum.. gomawo sudah datang, dan nikmatilah pestanya”

Luhan mengajak Jessica ke tepi kolam renang, ke tempat yang agak sepi.

Sebenarnya Luhan berniat menyatakan perasaan pada Jessica, itu lah sebabnya ia membawa Jessica kesini agar tak ada orang yang mendengarnya.

“Jess..”

“Ya?”

Luhan memantapkan perasaannya untuk mengakui pada Jessica. Mengakui perasaan yang sudah ia rasakan sejak pertama bertemu dengan gadis itu. Perasaan yang semakin hari semakin bertambah, membuat Luhan tak bisa menahannya lagi.

Ia tak peduli walau Jessica bukan manusia. Ia tak peduli walau orang-orang akan menganggapnya gila. Ia hanya ingin Jessica tau apa yang ia rasakan selama ini.

“A-aku ingin mengatakan sesuatu”

Jessica menatap Luhan yang saat ini tengah menatapnya. Perasaannya mengatakan sesuatu akan terjadi setelah ini.

“K-katakan”

Dalam sekejap suasana menjadi awkward. Luhan tak berani meluruskan niatnya tadi, dan Jessica hanya membisu menunggu Luhan mengucapkan sepatah kata.

Tiba-tiba..

“I love you”

Jessica menoleh ke Luhan yang ada disampingnya. Ia menatap Luhan yang sedang tersenyum padanya. Jessica merasakan jantungnya sudah berlarian kemana-mana.

Jessica terkejut saat tiba-tiba sebuah benda menempel di bibirnya. Ia melotot melihat wajahnya dan wajah Luhan sangat dekat. Ia melihat Luhan sedang memejamkan mata seraya mencium bibirnya.

“Luhan..”

Jessica melepaskan Luhan yang sedang menciumnya, yang membuat pria itu sedikit kecewa.

“M-maaf”

Jessica terkikik mendengar reaksi Luhan. Ia pun memeluk pria itu seerat-eratnya.

“Mengapa kau minta maaf?”

Luhan merasakan ratusan electric shock tengah menghantam tubuhnya. Dadanya berdebar-debar menatap Jessica yang tengah memeluknya. Ia seakan tak bisa mengucapkan sepatah katapun melihat Jessica yang seperti itu.

“I love you too..”

Luhan melebarkan kelopak matanya mendengar kalimat itu mengalun merdu dari bibir kecil Jessica. Luhan menatap Jessica yang masih nyaman memeluknya. Dan perlahan Luhan melingkarkan tangannya, membalas pelukan Jessica.

“I love you so much..”

“Nado”

>>>>>

Langit biru pagi ini terlihat sangat indah. Hanya ada warna biru tanpa ada sedikitpun warna putih. Dengan sinar matahari yang tak terik, pagi ini terasa indah bagi semua orang.

“Aku ingin menikahimu”

Jessica segera merubah posisinya menjadi duduk setelah mendengar kalimat yang dilontarkan Luhan. Gadis itu melotot menatap Luhan yang tak mengalihkan pandangannya dari langit.

Jessica pun mengikuti arah pandang Luhan dan mengubah ekspresi wajahnya menjadi sendu. Kini ia memikirkan apa kata orang jika Luhan menikah dengan Jin. Bayangkan saja, manusia menikah dengan Jin.

Walau semua orang bisa melihat Jessica, namun tetap saja Jessica bukan manusia.

Tiba-tiba Jessica merasakan sebuah tangan melingkar di pinggangnya. Ia pun merasakan sebuah benda bersandar di punggungnya.

“Tak peduli kau bukan manusia, aku tetap mencintaimu. Walaupun aku harus menjadi sepertimu, aku akan tetap melakukannya asal ada dirimu. Bukankah cinta itu buta, Jess?”

Jessica hanya mengangguk seraya mendengarkan dengan seksama perkataan Luhan.

“Jadi, tolong kabulkan permintaanku my genie..

Jessica membalikkan badannya lalu menatap Luhan. Gadis itu terlihat terharu atas apa yang dikatakan namjachingunya. Jessica sangat tau Luhan bukanlah orang yang pandai merangkai kata-kata. Dan ia sangat terkejut ketika Luhan mengakatan perkataan tersebut padanya.

Will you marry me?

I will!

Jessica memeluk Luhan hingga pria itu jatuh di bawahnya. Namun Jessica tak peduli dengan itu, ia terlalu bahagia untuk memperhatikan hal sekecil itu.

Luhan juga tersenyum bahagia karena usahanya telah berhasil. Ia melonggarkan pelukan Jessica lalu menatap gadis yang sekarang berada diatasnya tersebut.

I love you my genie..

Kemesraan pagi itu ditutup dengan morning kiss yang cukup lama. Namun, tidak didasari nafsu, melainkan perasaan cinta dan saling memiliki yang sangat besar.

 

______________________________________________

 

 

Mungkin sebelumnya perasaan ini terasa sangat aneh dan tak masuk asal

Tapi ingatlah, cinta itu buta

Walaupun orang yang kau cintai kasar padamu, mencampakkanmu, membencimu, atau bahkan bukan manusia seperti yang kualami

Kau tetap menginginkannya kan?

Kerja keras adalah kuncinya

Karena kerja keras bisa membuat kita mencapai sesuatu yang awalnya terlihat mustahil bagi kita..

 

I Love You My Genie, Jessica..

 

 

-Lu Han-

 

_______________________________________________________________________________________

 

 

Hohohooo.. Hahahaaaaa  xD

Mian FF oneshot abal-abal

Ini udah lama banget Ffnya dan udah dirombak beberapa kali, but tetep aja hasilnya ancur..

Jeongmal mianhae for my worst FF

Leave a comment juseyo ^^

See yaa~ :*

Visit my own website  =>  www.fgirlspazzer.wordpress.com

18 thoughts on “[Freelance] Genie

  1. Ohoooo Ff ini bikin aku guling guling senyum gaje ketawa sendiri malah aku juga ngerasain apa yg luhan rasakan – ada kupu kupu terbang diperut aku – hffft berlebihan ? Nyatanya memang begitu xD Feelnya dapet banget apalagi castnya HanSica ^^ Daebak author ~ kembangkan ya !! Fighting ^^~

  2. omo !! ff nya daebak .. !! aku senyum2 , ketawa , dan girang sendiri pas baca ff nya thor .. ff nya cocok banget 😀 semua bias aku 🙂 gomawo thor udah buat ff yang super daebak !! JJANG !

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s