Unexpected (Chapter 1 / Opening)

 

unexpected

Title : Unexpected

Auhor : Nadiachan

Length : ?

Genre : Action, Angst, Sad, Romance.

PG    : 15+  (A little bit adult scene)

Cast (s) :

Girls’ Generation    Jessica

EXO           (M)         Luhan

Other Cast :

EXO           (K)           members

 

Previous chapter  : Unexpected (Preview)

 

~~

 

“Ditemukan bukti kasus pembunuhan petinggi negara di gang sempit di Pennsylvania Avenue, Washington DC

Suara salah satu pegawai yang menangani kasus tersebut membuat Luhan beserta orang-orang lainnya menoleh cepat kearah layar besar yang berada di dalam ruangan tersebut.

Luhan menaruh kedua telapak tangannya pada meja panjang sebagai tumpuan. “Cepat tampilkan”

Tanpa menunggu waktu lama gambar yang Luhan ingin ketahui, muncul terpampang jelas di hadapannya. Sebuah kain yang dipenuhi darah tergeletak di jalan kumuh tersebut. Namun bukan itu yang menarik perhatian Luhan. Melainkan lencana berbentuk pola rumit yang terpasang di kain itu.

Langsung saja Luhan mengambil jasnya yang tergeletak di kursi dan berjalan keluar ruangan.

 

Chanyeol yang melihatnya angkat bicara, “Lelaki itu sangat bernafsu sekali dengan kasus ini”

Sedangkan Kyungsoo yang ada di sampingnya hanya bisa mengangkat bahu.

 

~~

 

Suara percik air terdengar seiring Luhan menginjak genangan air. Baru saja ia sampai di gang di temukannya bukti tadi.

Matanya memicing melihat kain tergeletak di sebelah tempat sampah. Namja itu berangsur mendekati agar bisa melihat lebih jelas.

Setelah memakai sarung tangan, ia mengambil lencana yang menjadi petunjuk kasus ini.

‘Pola rumit.. Lagi..’

 

Akhir-akhir ini dia sering menemukan benda misterius itu di setiap kasus. Dan yang paling sering pembunuhan pejabat tinggi di negeri Paman Sam ini. Berbagai dugaan terbuang sia-sia sebab saking rumitnya apa kemauan sang pembunuh. Hah, bahkan menurut Luhan kalau di lihat dari simbol sama rumitnya.

 

“Bagaimana menurutmu Luhan?” tanya Chanyeol yang ternyata sudah menyusulnya. Tentu saja namja itu harus menyusulnya karena Luhan adalah partner kerja timnya.

“Aku bingung apa sebenarnya tujuan pembunuhan ini..” ujar Luhan dengan nada rendah. Pikiran namja itu sedang sibuk dengan perkiraan yang ia buat.

 

Suara derap kaki mengusik pendengaran mereka. Ternyata tim penyelidik sudah datang.

Sebenarnya untuk masalah penemuan ini di serahkan pada tim tersebut. Sedangkan Luhan dan Chanyeol adalah tim yang langsung menghadap ke pembunuh dan menyelesaikan kasus mengerikan seperti itu.

Tapi untuk masalah ini Luhan jadi ikut terjun langsung ke lapangan karena kasus ini belum terselesaikan sejak dua tahun yang lalu. Biasanya sebuah kasus bisa di selesaikan dalam jangka waktu paling lama 8 bulan. Tetapi pembunuh yang kali ini lebih cerdik dan pintar mengatur strategi.

 

“Sudahlah Luhan, ini bukan pekerjaan kita”

Dengan perasaan tidak rela Luhan meninggalkan bukti tersebut.

 

~~

 

Luhan bersenandung kecil mengikuti alunan lagu yang terdengar. Setelah seharian bergelut bersama tumpukan dokumen di ruangannya kini ia melepas penat di sebuah kafe kopi, ditemani Chanyeol tentunya. Mereka menikmati secangkir capuccino yang menjadi minuman unggulan kafe tersebut.

 

Lantunan lagu dari mulut Luhan terhenti setelah ia melihat seseorang mendorong pintu masuk dan menyabkan lonceng di atas pintu itu berbunyi. Hanya seorang yeoja mungil memakai dress coklat dengan motif bunga.

Bukan hanya Luhan saja yang tertarik dengan yeoja itu, Chanyeol yang notabene seseorang yang cepat menyukai yeoja juga ikut-ikutan terpana.

“Aigoo, Luhan-ah yeoja itu cantik sekali..”

Luhan mendesah merasakan kemunculan kebiasaan Chanyeol. Ada yeoja cantik selalu saja tidak luput dari radarnya.

 

Kembali ke yeoja tadi. Luhan melihat kalau yeoja itu memesan kopi lalu berangsur meninggalkan kasir setelah membayar dan membawa kopinya. Tapi belum sempat yeoja yang ia lihat tadi melangkahkan kaki ketiga kalinya menjauhi meja kasir suara tembakan mengaggetkan seluruh pengunjung.

Dengan tanggap Luhan meraih lengan yeoja tadi dan menyembunyikan tubuh mereka di balik kursi kedai yang bisa menutupi dari pandangan di luar kafe. Sebab Luhan mengetahui sasaran tembakan tiba-tiba yang baru saja menghancurkan kaca cafe itu akan menembus tubuh yeoja yang ada di pelukannya saat ini.

 

Kejadian barusan terjadi sangat cepat, entah sadar atau tidak sadar Luhan merasa kalau yeoja ini dengan cepat menggeser tubuhnya ke samping menjauhi garis yang akan di lalui peluru. Nice timing..

Sedangkan Chanyeol sudah siap mengarahkan pistolnya pada seseorang memakai jaket dan topi hitam yang juga membawa benda seperti Chanyeol.

“Luhan-ah! Ini..” Chanyeol melempar pistol Luhan yang tadi sempat terjatuh.

 

Luhan kembali menaruh perhatian kepada yeoja tadi, “Stay calm and just sit here.. I have something to do” ujar namja itu menggunakan bahasa Inggris karena kelihatannya yeoja yang ia tolong tidak memiliki ras yang sama dengannya.

Kepala Luhan menengok ke arah luar, dilihatnya penjahat itu memasuki kafe. Ia memandang Chanyeol, lalu mereka berdua sama-sama menganggukan kepala dan mengendap-endap di balik kursi.

Namja misterius itu memandangi satu persatu pengunjung yang ketakutan, ia mencari seseorang. Membunuh seorang gadis menjadi tujuannya..

 

Tapi namja itu terhempas di lantai karena pukulan tiba-tiba dari arah belakang.

Yang melakukannya adalah Chanyeol. Disusul Luhan yang langsung mengunci pergelangan tangannya dengan cepat.

Tak mau kalah, sang namja itu membalikkan tubuhnya dan membalas menghempaskan tubuh Luhan. Disela serangan yang ia lakukan pada Luhan, kakinya melilit pada kaki Chanyeol lalu menarik ke arah depan membuat Chanyeol terjembab.

Laki-laki misterus itu cepat-cepat menghampiri yeoja tadi. Membuat Luhan maupun Chanyeol melebarkan mata mereka ketika melihat pistol terarah pada kepala wanita berambut pirang kecoklatan itu.

Mereka berdua –Chanyeol dan Luhan buru-buru bangkit dan menarik tangan pembawa pistol tersebut, membuat peluru yang seharusnya mengenai yeoja dihadapannya meleset ke samping.

Luhan mengambil alih pistol ditangan namja tersebut lalu membuangnya ke luar jendela. Terjadi perkelahian fisik antara Luhan, Chanyeol dan namja tadi. Mulai dari memukul, menendang, dan sebagainya menghabiskan waktu 15 menit. Cukup membuat Chanyeol maupun Luhan kelelahan.

 

Namun kelelahan yang mereka rasakan setara dengan kemenangan yang mereka dapatkan. Penjahat tadi akhirnya menyerah karena kalah menghadapi dua agen ASA.

Tak lama kemudian polisi dan beberapa agen ASA mendatangi tempat setelah mendapat kabar dari pemilik kafe. Penjahat tersebut sudah dibawa ke kantor polisi.
Meninggalkan Chanyeol, Luhan dan yeoja tadi.

 

Luhan pun menghampiri yeoja tersebut, mencoba menghilangkan rasa takut yang mendera dalam yeoja itu. Namun sepertinya tidak..

Luhan memandang yeoja itu dengan pandangan tidak percaya. Yeoja itu diam mematung dan dingin seperti es, tidak ada gemetar yang dialami seseorang jika merasa takut, tidak ada setitik keringat dingin yang muncul di dahi. Sungguh tidak seperti pada umumnya..

“Hmm, are you okay?”

Yeoja tersebut mendongakkan kepala melihat Luhan.

Yang Luhan dapatkan tatapan datar, “Yes” ujarnya dengan nada datar pula.

Luhan merasa canggung, tapi kecanggungan itu lenyap setelah yeoja itu mengucapkan rasa terima kasih.

“By the way, thanks for your help.. em?”

“Luhan Xi, you can call me Luhan. And you?”

“Jessica Jung” jawabnya dengan senyum.

 

 

Dari perkenalan inilah.. kisah tak terduga akan segera dimulai.

Persaingan..

Dendam..

Pembunuhan..

Cinta..

 

 TBC

 

Haha siapa yang menunggu FF ini~? Maaf ya lama publishnya abis masih fokus sama Telepathy.

Tunggu ya :)

47 thoughts on “Unexpected (Chapter 1 / Opening)

  1. uwaaah aku udah lama engga baca ff karya mu ..
    dan jrengg jreeng aku nemuin ff ini keren banget aku suka sama tema yang kaya gini moga cepet dirilis lanjutannya yah hehe🙂

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s