New Students ? -Chap 9

poster-vi-new-students1

New Students || Written by Vi || Starring SNSD Sooyoung | EXO-M Kris || EXO-K Sehun || Rated for Teen || Romance, Friendship, Brothership || Disclaimer: I just borrow the cast || Note: inspired by other ff, manga, anime, japanese drama, my imagination. Sorry for bad fanfic and story. Poster by jungninja @ HSG. No Plagiarism ! 

*****

Keesokan harinya, seperti yang sudah dijanjikan oleh Sooyoung kemarin. Mereka pergi ke taman bermain yang baru saja buka bersama Sooyoung. Hari minggu itu cuacanya tidak cerah dan tampak mendung, setidaknya bagi orang yang berjalan kaki itu lebih baik karena kalau cuacanya cerah mereka bisa gosong terkena sinar matahari yang menyengat.

Mereka telah tiba di taman bermain, Sooyoung berlarian masuk kedalamnya saat mendapati betapa meriahnya taman bermain itu.

“Wah keren sekali !” seru Sooyoung ceria. Kris dan Sehun hanya tersenyum melihat reaksi Sooyoung. Sooyoung terus berlarian hingga ia berhenti di depan sebuah wahana, roller coaster namanya.

Kris dan Sehun yang melihat Sooyoung berhenti di depan wahana yang paling mereka takuti pun hanya bisa berdiri dengan tegang dan diam. Kedua kakak beradik itu berharap Sooyoung takkan memilih wahana tersebut untuk pertama kalinya mereka memasuki taman bermain di Korea.

“Naik roller coaster yuk !” ajak Sooyoung ceria sambil menunjuk wahana tersebut dengan polosnya. Kris dan Sehun serasa ingin membentak Sooyoung dan memberi kata-kata penolakan tetapi beruntungnya Sooyoung adalah orang yang mereka berdua cintai sehingga mereka tak perlu membentak Sooyoung untuk menolaknya.

“Apa ini wahana kesukaanmu ?” tanya Kris dengan bahasa Jepang yang masih terkesan kaku.

Sooyoung terdiam sejenak, ia tampak berpikir namun sesaat kemudian ia mengangguk cepat dan pasti. Mengetahui bahwa ini wahana kesukaan Sooyoung, mau bagaimana lagi, untuk gadis yang mereka cintai mereka biarkan Sooyoung berbahagia.

Mereka tak butuh waktu terlalu lama untuk mengantri karena ini masih pagi dan belum banyak yang datang, mereka bisa segera naik ke wahana. Itu memang membahagiakan Sooyoung tetapi hal itu malah mengecewakan Kris dan Sehun yang justru lebih memilih untuk mengantri selama 5 jam daripada menaiki wahana itu, mereka tak mau tampak tidak keren dengan berteriak ketakutan di depan Sooyoung.

Ketiga orang itu pun duduk di roller coaster yang sudah siap meluncur. Mereka semua telah memasang pengaman mereka masing-masing. Setelah para penumpang sudah naik ke wahana itu, petugas di wahana roller coaster itupun menjalankan mesinnya. Awalnya memang berjalan sangat lambat menuju puncaknya , namun Kris dan Sehun sudah menggigit bibir mereka ketakutan. Tak butuh waktu yang begitu lamapun mereka telah tiba di puncaknya dan segera meluncur ke bawah.

“Ah !!” teriak Kris. Sehun masih berusaha menahan teriakannya, ia sudah membuat tekad untuk tidak merusak imejnya di hadapan Sooyoung. Diam-diam Sooyoung yang duduk di depan kedua kakak beradik itu terkekeh mendengar teriakan histerisnya Kris. Rasanya langka sekali bisa mendengar suara Kris yang histeris semacam ini.

Setelah menaiki wahana roller coaster merekapun turun. Kris masih berusaha mengatur nafasnya yang kacau karena sepanjang menaiki wahana itu ia tak berhenti berteriak sama sekali. “Hihi ~ bagaimana Kris ?” tanya Sooyoung sambil menepuk pundak Kris pelan. Kris menjawabnya, “pengalaman pahit.”

“Apa kau sengaja melakukan hal itu ?” lanjut Kris. Sooyoung menggeleng. “Aku tidak pernah menyangka bahwa lelaki sedinginmu lemah terhadap permainan ini,” kata Sooyoung.

Setelah ketakutan Kris mereda, ia menjelaskan pengalaman pahitnya saat menaiki roller coaster untuk pertama kalinya dulu. Sehun berjalan di belakang mereka, merasa dilupakan. Ia berkali-kali berharap Sooyoung memperhatikannya atau Kris menyadari keberadaannya. Setidaknya, ia mau Kris membalas kebaikannya saat ia mengizinkan Sooyoung dan Kris berduaan kemarin.

Namun, setinggi apapun harapan Sehun untuk diperhatikan rasanya percuma. Kris dan Sooyoung bahkan tak melirikinya sedikitpun.

“Andai saja tadi aku juga berteriak,” sesal Sehun.

“Aku rasa , memilih untuk menyerah itu memang salah. Bahkan saat aku belum menyerah saja mereka berdua sudah melupakanku, apalagi kalau aku menyerah dan mengizinkan mereka terus berduaan tanpa memikirkan perasaanku sendiri,” gumam Sehun. Iapun mempercepat langkahnya dan berdiri di samping Sooyoung. Ia berjalan beriringan dengan Sooyoung dan Kris sekarang tapi mereka nampak terlalu asyik di dunia mereka sendiri.

“Uhuk .. Uhuk ..” Sehun berdeham kecil untuk mencuri perhatian mereka. Merekapun terdiam dan menoleh kearah Sehun.

“Sehun ? Ah maaf ya, kami sampai lupa padamu,” kata Sooyoung dengan penuh rasa bersalah. Diam-diam emosi Sehun terpancing. “Huff, aku pergi dulu,” kata Sehun kesal. Sooyoung makin merasa bersalah, begitu pula dengan Kris.

“Sehun ! Don’t act so childish !” seru Kris pada adiknya. Namun, meski Sehun mendengar teriakan sang kakak, ia berpura-pura tidak mendengar dan terus berjalan menjauh dari mereka berdua. Ia keluar dari taman bermain tersebut.

Sooyoung buru-buru mengejar Sehun. Melihat Sooyoung yang mengejar adiknya, iapun mengikuti gadis berkaki jenjang itu.

Wait for me !” seru Kris. Sooyoung terus berlari sampai akhirnya ia melihat Sehun menyebrangi jalan.

Iapun berlari menyebrangi jalan, sementara Kris masih terus mengikuti Sooyoung di belakangnya. Saat Sooyoung sudah hampir sampai ke tempat Sehun, tiba-tiba sebuah mobil melaju cepat kearah Sooyoung. Sehun yang paling dekat dengan Sooyoung reflek mendorong Sooyoung ke seberang jalan yang sebelumnya dan sebagai gantinya, dirinyalah yang tertabrak.

“Sehun !” teriak Sooyoung histeris ketika ia melihat Sehun bersimbah darah di tengah jalan. Kris yang terkejut sukses berdiri tegang bersama Sooyoung di sampingnya.

Sooyoung pun menghampiri Sehun. Ia berusaha menahan air matanya yang seakan-akan memaksa untuk menyeruak keluar.

“Sehun ! Bangun !” teriak Sooyoung –tentu dalam bahasa Jepang.

Ia menelpon ambulans dengan sigap dan menunggu ambulans datang. Kris masih berdiri tegang di tempatnya. Kedua kakinya bergetar hebat.

“Kris ! Mengapa kau masih disitu adikmu kecelakaan !” seru Sooyoung –setengah membentak.

Kris masih tidak berkutik. Matanya membulat dan wajahnya menampakkan ekspresi yang mengerikan. Sooyoung bingung dengan tingkah Kris.

Not again !!” seru Kris frustasi. Air mata menyeruak keluar dari kedua matanya. Sooyoung terkejut sekaligus kebingungan. Kris menangis tetapi tak menghampiri adiknya ? Ada apa ? Juga apa maksud teriakan Kris barusan ?

Suara mobil ambulans mendekat. Sooyoung langsung menolehkan kepalanya kearah mobil ambulans tersebut.

Iapun nampak bahagia melihat mobil ambulans siap membantu. Ia mengguncangkan tubuh Sehun.

“Sehun ! Ambulans telah datang ! Kau akan diobati !” seru Sooyoung. Para petugas rumah sakit pun membawa Sehun masuk ke dalamnya , Sooyoung dan Kris juga diperbolehkan ikut naik mobil ambulans tersebut.

Tak butuh waktu begitu lama, mereka telah tiba di rumah sakit dan Sehun buru-buru diperiksa dokter. Sooyoung dan Kris menunggu diluar ruangan itu. Sooyoung diam-diam meliriki Kris yang masih memasang ekspresi menyeramkan itu di wajahnya.

“K-kris ?” panggil Sooyoung pelan.

Kris masih tak berkutik namun tubuhnya bergetar semakin hebat.

“Kris ! Are you alright ?” tanya Sooyoung khawatir. Kris menggeleng.

It happened again..” kata Kris dengan suara bergetar. Sooyoung yang bisa melihat ketakutan hebat dalam diri Kris pun memegang kedua tangan lelaki itu lalu berkata, “what do you mean ?”

My parents died in car accident a month before I transfer to this school. We’re still in America .. We decided to go here because everytime we see the road where that accident happened, both of us .. Are afraid..” jelas Kris. Sooyoung membulatkan kedua matanya. Ia mulai mengerti apa yang terjadi pada Kris saat melihat kejadian tadi. Ia yakin bahwa Kris trauma melihat kejadian itu.

I never want to lose anyone precious to me anymore !” bisik Kris.

Sooyoung merasa bersalah. Ia merasa bersalah pada kedua kakak beradik ini. Ia menyalahkan dirinya sendiri tentang kejadian ini.

I’m so sorry. Sehun ran because of me , I don’t care about him that time. And also, this accident happened because I’m the one who should be crashed. I’m so sorry,” kata Sooyoung lirih. Kedua matanya berkaca-kaca. Air matanya sudah siap meluncur lagi karena rasa bersalahnya.

Kris pun dapat mendengar isakan tangis Sooyoung perlahan-lahan. Ia menolehkan kepalanya untuk memandang gadis itu.

Iapun melepas genggaman tangan Sooyoung pada tangannya dan mengusap air mata Sooyoung pelan.

It’s not only your fault. There’s something that you don’t understand between us, just don’t blame yourself for this accident,” kata Kris pelan. Sooyoung terdiam dan mengulum sebuah senyuman. Ia merasa agak tenang mendengar ucapan Kris yang tidak menyalahkan dirinya.

Dokter yang memeriksa Sehun membuka pintu ruangan Sehun. Sooyoung dan Kris buru-buru berdiri.

“Bagaimana keadaannya ?” tanya Sooyoung dalam bahasa Korea.

“Ia .. Mengalami masa komanya. Saya hanya bisa berharap ia bisa segera sadar dari komanya,” jelas dokter itu dengan senyuman miris terpampang di wajahnya.

Thanks goodness , he is still alive now,” kata Kris dengan lega. Walau begitu, ia masih khawatir dengan keadaan adiknya selama koma.

Sooyoung pun buru-buru berjalan masuk ke dalam ruangan Sehun sambil menggenggam tangan Sehun erat-erat.

“Baguslah kau masih hidup. Segeralah bangun. Kalau tidak.. Aku akan merasa bersalah terus-menerus karena akulah penyebabnya kau jadi begini. Juga bangunlah untuk kakakmu. Ia .. Pasti akan menjadi sangat sedih apabila kau yang berharga baginya pergi meninggalkannya sendirian,” kata Sooyoung dengan volume suara kecil. Kris yang masih berdiri diluar diam-diam mendengarkannya.

Yeah, she is right. Please wake up or I’ll never forgive myself that failed on protecting you,” kata Kris lirih.

Sooyoung, you can go home now. I have something to talk to Sehun,” pinta Kris. Sooyoung mengusap air matanya dan mengangguk. Iapun berjalan keluar perlahan dan saat ia berada disamping Kris , ia berbisik, “tegarlah.”

Bahasa Jepang Kris memang masih belum sehebat orang Jepang tetapi Kris masih bisa mendengar dan mengerti apa yang Sooyoung ucapkan barusan itu.

Saat Sooyoung sudah keluar, Kris pun masuk dan duduk disamping ranjang Sehun. Ia memandang adiknya dengan rasa bersalah.

Sorry, I’m so selfish for not thinking about you lately. I choose to think about Sooyoung over and over without even thinking about your feelings when I’m always winning about Sooyoung. As your big brother .. Maybe .. I should give up already about Sooyoung. She is your happiness isn’t it ? Because you’re my brother , I’ll give you my happiness because watching you , my little brother , happy, is just enough for me,” tutur Kris.

Ia pun mengingat tiap-tiap memori saat ia dan Sehun masih kecil. Ia sayang pada adiknya sebagai keluarganya atau saudaranya karena hanya adiknya lah satu-satunya anggota keluarganya sekarang. Walau ia masih memiliki auntie atau uncle tetapi Sehun adalah anggota keluarga yang paling bisa memahaminya sejak dulu karena mereka saudara.

<a href=”.

.

*****

Sooyoung kini sudah sampai di rumahnya. Ia merasa khawatir pada keadaan dua saudara itu. Ia khawatir pada kondisi fisik Sehun sementara ia juga khawatir pada kondisi mental Kris.

“Apa yang bisa kulakukan untuk mereka sekarang ?” pikir Sooyoung. Ia tidak begitu paham mengenai perasaan Kris sebagai kakak Sehun. Tapi ia yakin Kris pasti sedih dengan keadaan adiknya.

To be continued

Mian gaje, disini kbanyakan hubungan PERSAUDARAAN alias BROTHERSHIP Kris dan Sehun ya di deket tbc -__- tapi ini ff udh mau end bentar lagi. Kira-kira siapa ya yg bakal jd sama Sooyoung ? 🙂 , pls komen ya !

Advertisements

41 thoughts on “New Students ? -Chap 9

  1. Aslinya HunSoo maupun SooKris gk mslah buatku .
    Tp kali ini HunSoo dong, soalnya Sehun kebnyakan kalah terus+kasian pula ;(
    Hehe, ganbatte buat next chap.nya 🙂

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s