[Freelance] Miracles In December (Part 1)

Hai, saya kembali lagi J maaf ya saya jarang on ini di akibatkan oleh ujian semester -.-“ dan sebenarnya Fanfiction ini sudah ingin aku post pas Chanyeol birthday tapi malah ketunda. Jadi cerita kali ini saya buatkan khusus untuk Chanyeol sebagai pengganti cerita ulang tahunnya ^^

Title : Miracles In December

Author : Kim Tae_Ah

Genre : Brother-ship,Romance,Sad.

Length : Multichapter

Rating : PG-15

Disclamer : This’s Official Story from me and inspiration come from everywhere ~

Main Cast : Park Chanyeol  as Chanyeol

Byun Baekhyun as Baekhyun

Support Cast : Find it in the story (Temukan dalam cerita)

Note : Stop Plagiarisme ! Stop Copas ! Don’t share this story without the permission of Author ~ dan dalam cerita ini masa lalu dan sekarang bercampur. Jika ceritanya kembali ke masa lalu akan di tandai dengan tanda ##### dan begitu pun sebaliknya jika ceritanya di masa depan akan ditandai dengan *****

**************

Happy Reading!

**************

Hari ini tanggal 24 Desember 2000. Seorang anak laki-laki berumur 8 tahun kini menatap keluar melalui jendela kamarnya. Sesekali ia mengelap kaca jendelanya. Karena cuaca musim dingin melanda Korea dibulan ini.

Anak itu menatap luar jendela melihat salju dimana-mana. Sesekali ia membulatkan matanya menatap kagum benda putih yang berjatuhan. Dan terkadang ia tersenyum sambil memperlihatkan giginya yang putih dan bagus itu. Tapi sayang seketika itu juga senyuman itu memudar.

Tiba-tiba pintu kamar Chanyeol terbuka dan tampak seorang anak laki-laki memanggilnya.

“Chanyeol.. ayo..” ajak anak laki-laki itu.

“Baekhyun Hyung? Kita mau kemana?”

“Ayo kita keluar diluar. Kau dari tadi di kamar terus. Apa kau sakit?

“Tidak. Tunggu Chanyeol mau pakai sepatu dan jaket dulu.”

“Baiklah. Aku tunggu di bawah.”

** Baekhyun dan Chanyeol adalah saudara. Chanyeol dan Baekhyun lahir di tahun yang sama. Akan tetapi mereka berbeda bulan. Karena Baekhyun lahir dibulan April sehingga dia dipanggil kakak. Sedangkan Chanyeol lahir dibulan November jadi dia adalah adik Baekhyun.

#####

Kini mereka berada diluar. Baekhyun dan Chanyeol sama-sama menggenakan jaket musim dingin serta syal dan tak lupa topi dan sepatu kets.

“Baekhyun hyung sebenarnya mau kemana? “Chanyeol kini berjalan disamping Baekhyun dengan perbandingan tinggi yang berbeda jauh. Terkadang Chanyeol dikira kakak Baekhyun karena hanya Chanyeol terlihat tinggi dari Baekhyun.

 “Aku juga bingung… sebenarnya aku bosan dirumah jadi aku mengajakmu untuk keluar.”

“Yaaa.. jadi hyung tidak tau mau kemana? Bagaimana kalau kita tersesat?” Chanyeol kini menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Apalagi mereka sudah berjalan jauh dari rumah.

“Tenang saja. Bagaimana kalau kita pergi ke rumah temanmu ?”

“Siapa?”

“Tuh teman mu yang hampir sama menjulang tingginya dengan mu. “

“Ow… Kris?

“Yaa tepat! Bagaimana kalau kita kerumahnya? Kau pernah main kesana,bukan?” Chanyeol hanya mengangguk.

“Kalau begitu. Kajja !! “

#####

“Selamat pagi bibi.” Sapa Chanyeol pada ibu Kris.

“Pagi. Chanyeol ?” Sang bibi tersenyum ramah kepada keduanya.

“ Ya bibi. Kris ada dirumah?” tanya Chanyeol.

“Dia di kamarnya. Apa itu adikmu? “ Tanya ibu Kris.

“Bukan bibi. Dia Baekhyun Hyung.”Ujar Chanyeol tersenyum. Sedangkan Baekhyun terlihat cemberut.

“Jinjja? Maafkan bibi ya Baekhyun.”

“Ne bibi. Semua orang yang melihat kami selalu berkata begitu.” Ujar Baekhyun dengan tersenyum dan berusaha tertawa.

“Kalau begitu kalian masuk saja dulu. Udara diluar dingin.”

“Terima kasih bibi.” Seru keduanya.

*****

Suasana begitu ramai. Suara teriakan penonton begitu membuat suasana semakin ribut. Apalagi suara para gadis-gadis yang bersorak dengan penuh semangat.

“Kris! Tangkap bolanya.” Teriak salah seorang temannya.

“Kris oppa !! “ teriak salah seorang gadis di area penonton.

“Kai oppa!!” teriak salah seorang temannya.

“Tidak…. Chanyeol oppa lebih keren.” Protes salah seorang temannya.

 “Chanyeol, tangkap bolanya.” Teriak Kris.

Chanyeol yang mendengar hal itu hanya tersenyum. Dan tetap berkonsentrasi.

Pertandingan hari ini berjalan dengan penuh semangat. Hari ini tepatnya bulan Oktober 2010. Pertandingan Basket antara SM High School melawan Shinwa High School. Teriakan-teriakan itu berasal dari suara penggemar anak-anak basket di SM High School.

Dan pertandingan hari ini di menangkan oleh SM High School. Semua pemain termasuk Kris,Chanyeol,Kai,Sehun dan Tao bergembira bersama. Dan mereka semua berencana merayakan kemenangan mereka tersebut.

#####

“Baiklah anak-anak kalian mau minum apa?” tanya sang bibi.

“Terserah bibi saja.” Seru Baekhyun.

“Baiklah Bibi akan membuatkan kalian coklat panas.”

“Terima kasih bibi.” Seru keduanya.

Setelah sang bibi menuju ke dapur. Kris,Chanyeol dan Baekhyun mulai bermain bersama.

“Kalian kenapa bisa kesini?”

“Ini gara-gara Baekhyun hyung yang mengajak ku keluar untuk menemaninya. Dan sampai pada akhirnya kami baru sadar ternyata kami tersesat dan tidak tau mau kemana.” Gerutu Chanyeol panjang lebar pada Kris.

“Tapi aku juga yang mengusulkan bahwa kita ke rumah temanmu,bukan?” Kris hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah kedua saudara di hadapannya.

“Sudah, kalian jangan bertengkar. Bagaimana kalau kita bermain mobil-mobilan?

“Boleh. Kajja !

“Tunggu disini. Akan ku ambil mainan ku dulu.” Kris lalu berlari menuju ke kamarnya untuk mengambil mainannya.

“Jadi Baekhyun, bagaimana caranya kita pulang?” Chanyeol hanya menatap Baekhyun dengan pandangan kosong.

“Hei! Jangan menatapku seperti itu. Kita tidak begitu jauh dari rumah. Jadi kau tenang saja.”

Tidak lama kemudian coklat panas buatan eomma Kris datang.

“Ini dia coklat panasnya.” Eomma Kris meletakkan diatas meja ruang tamu.

“Terima kasih bibi.” Ujar keduanya.

“Waah kalian selalu kompak ya.” Sang bibi hanya tertawa melihat tingkah keduanya.

“Dia yang mengikuti ku.” Gerutu Chanyeol pada Baekhyun.

“Jangan menuduh ku! Kau yang mengikutiku.” Baekhyun menjulurkan lidahnya pada Chanyeol.

“Kau..

“Kauuu…

“Sudah, sebaiknya kalian minum coklat panasnya sekarang.” Ujar ibu Kris yang hanya menggelengkan kepalanya melihat pertengkaran keduanya.

*****

Chanyeol kini bertumbuh dewasa. Ia bukan lagi anak berusia 8 tahun. Sekarang ia adalah siswa SMA yang tidak lama lagi menjadi mahasiswa. Dan jelas tingginya pun bertambah dengan wajah imut dan keren.

Kini ia menuju keruang musik. Ia mencari seseorang. Lebih tepatnya ia mencari Baekhyun saudaranya memiliki suara yang bagus. Jadi ia memilih jurusan seni.

“Baekhyun hyung…” sapa Chanyeol dengan suara beratnya dari kejauhan.

“Chanyeol..” sapa Baekhyun yang tersenyum padanya.

“Jadi bagaimana pertandingannya?”

“Kami menang hyung!” ujar Chanyeol bersemangat

“Waah selamat! “

“Jadi Hyung kami ingin merayakannya. Jadi hyung ikut merayakannya juga.”

“Hhmm… sepertinya tidak bisa Chanyeol.” Wajah Baekhyun berubah sedih.

“Kenapa?

“Aku ada latihan vocal hari ini.”

“Baiklah hyung. Semangat ! “ Chanyeol tersenyum.

“Gomawo Chanyeol.

“Baiklah. Kalau begitu aku pergi dulu hyung.”

#####

Kris,Chanyeol dan Baekhyun bermain bersama. Mereka terkadang tertawa bersama dan layaknya anak kecil yang menikmati suasana saat itu. Mereka terlalu lama bermain,sampai pada akhirnya mereka merasa lelah. Dan isitirahat sejenak.

“Kris, apa kau tidak memasang pohon natal?” Tanya Baekhyun.

“Pohon natal?” Kris membulatkan matanya terkejut.

“Ne. Apa kau tidak ingat bahwa besok hari Natal?”

“Really? Kalau begitu aku harus memberitahu eomma.” Kris beranjak dari tempat duduknya dan menuju ke dapur untuk menemui eommanya. Tidak lama eomma Kris keluar dari dapur membawa sebuah dos besar diikuti Kris dengan membawa kantong plastik putih.

“Ayo Baekyeol. Kita menghias pohon natal bersama.” Ajak Kris.

“Menghias? “

“Ne. ayo !”

“Baiklah. Ayo Chanyeol, kajja!” Baekhyun menarik tangan adiknya.

Mereka mulai menghias pohon natal bersama. Kegembiraan dan kebahagiaan terpancar disana. Beberapa hiasan bola-bola dan pernak-pernik digantungkan di pohon natal tersebut. Tidak lupa lampu-lampu hiasan kecil mengelilingi pohon natal itu.

“Yeahh… Jadi!” seru Baekhyun.

“Tunggu! Sepertinya kita melupakan satu hal.” Ujar Kris.

“Aku tau.” Chanyeol kemudian mengambil hiasan bintang emas besar mengkilat yang dihiasi permata kecil. Kemudian ia tancapkan di puncak pohon natal.

“Sekarang terlihat bagus.” Ucap ibu Kris.

“Sekarang apa?” tanya Kris.

“Bagaimana kalau Baekhyun menghibut kita semua dengan suaranya?” Chanyeol tersenyum bersemangat.

“Mwo? Aniyaa suaraku tidak bagus.” Baekhyun menggelengkan kepalanya.

“Ayolah Baekhyun bernyanyi untuk kami.” Kris berusaha membujuk.

“Tapi…

“Suara baekhyun pasti bagus.” Ujar ibu Kris.

“Baiklah. Kalian ingin lagu apa?

“Bagaimana kalau Jinggle Bell?” usul Chanyeol.

“Atau O Holy night?

“Bagaimana kalau Baekhyun menyanyikannya satu persatu?” usul eomma Kris.

“Baiklah aku akan menyanyikan lagunya.”

 

-TBC-

5 thoughts on “[Freelance] Miracles In December (Part 1)

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s