[Freelance] Between Bestfriend and Love (Chapter 4)

Between Bestfriend ang Love ver1

Author             :  _agrn

Main Cast        : Jessica, Yoona, Luhan, Kris

Other Cast       : Eunji Apink, Donghae SJ, Xi Mei Lin (OC)

Genre              : Romance, Friendship, Sad, Little bit Comedy

Rate                 : PG 14

Length             : Multichapter

A/N                 : Hai hai~ di tengah sibuknya belajar untuk uas, aku kembali dengan ff ini J maaf buat yang udah lama nunggu (kalau ada yang nunggu juga sih) Italic berarti flashback yah

Oke, ga banyak bacot. DON’T LIKE DON’T READ, Happy reading~

oOoOoOo

“Perasaanku saja atau tiang itu dan Jessica semakin dekat saja?”

Luhan menoleh pada Yoona yang sedang memandang lurus ke depan sambil menggigiti sedotan minumannya dengan penuh rasa kesal. “Tiang? Maksudmu Kris?”

“Siapalagi kalau bukan dia?”balas Yoona kesal.

“Banyak yang tingginya seperti siang disini. Ada Zelo alias Choi Junhong, ada Choi Sooyoung, ada Choi Sulli, Choi Minho, ada juga Park Chanyeol…”

“Aish, sudahlah! Kau menambah kekesalanku saja!”potong Yoona.

“Memangnya kenapa? Kau kesal karena Jessica lebih sering bersama Kris dibanding kau?”tanya Luhan.

“Benar sekali. Saat aku meneleponnya, dia bilang dia harus menutupnya karena pada saat itu Kris akan meneleponnya. Saat aku ingin bertemu dia bilang sudah ada janji dengan Kris. Aaaah! Aku kesal!”gerutu Yoona.

“Wajar saja dia lebih perhatian pada kekasihnya untuk saat-saat seperti ini”nasihat Luhan dengan sok bijak.

“Masalahnya, dia bahkan tidak memberitahuku secara jelas sebenarnya apa hubungannya dengan tiang itu!! kalau mereka memang pasangan, aku tidak akan banyak berceloteh! Tapi… dia sama sekali tidak bercerita padaku!!”

“Memangnya harus? Kau bukan Ibunya.”

Yoona diam mendengar penuturan Luhan. Ia duduk disebelah Luhan dan menghela nafas. “Bukan begitu juga maksudku, Lu. Kami sudah bersama-sama sejak lama. Kami selalu bertukar cerita untuk waktu yang lama. Jarang sekali kami menutupi hal-hal yang jelas terlihat begini. Aku merasa kesal saja”

Luhan mengangguk-angguk. “Ya,ya. Aku mengerti perasaanmu. Coba saja kau tanyakan pada Jessica tentang kebenarannya sekali lagi. Tanyakan dengan serius tanpa memaksanya. Kau mengerti?”

Yoona tak menjawab. Tapi Luhan tahu Yoona mengerti. Tiba-tiba ponsel Yoona bergetar. Ada panggilan masuk. Yeoja itu segera mengangkat telepon tersebut tanpa melihat nama yang tertera disana. “Yeoboseyo?”

Hening saat orang tersebut sedang bicara. Yoona yang mendengarkan dan Luhan yang menunggu. Sesaat kemudian, Yoona membelalak dan berseru “Donghae Oppa?! Ini benar-benar kau?!”

oOoOoOo

Sudah lebih dari seminggu, namun Jessica dan Kris justru semakin lengket saja. Banyak orang yang mengira mereka adalah pasangan. Rumor sebelumnya kalau Kris sedang menjalin hubungan dengan seseorang pupus karena Jessica.

“Kau tidak makan?”tanya Jessica saat istirahat dimulai. Kris langsung menemuinya di kelas meski bel baru berdering 2 kali.

“Kalau kau yang membuatkannya aku akan makan”

Jessica terkekeh. “Dasar. Berhentilah menggodaku dan makan”Jessica meninju lengan Kris pelan.

“Kalau begitu suapi aku”ujar Kris lagi.

“Baiklah. Dasar bayi besar!”ejek Jessica.

“Mana ada bayi yang tinggi semampai dan kelewat tampan seperti ini?”Kris menyunggingkan smirknya.

Kali ini Jessica tertawa. “Kau terlalu percaya diri Kris Oppa. Tingkat kepercayaan dirimu naik setiap harinya”

“Itu karena ada orang yang akan selalu tertawa saat aku mengatakannya”timpal Kris dengan niat menggoda Jessica. Lagi-lagi Jessica tertawa. Satu hal yang membuat orang-orang bingung, Jessica dan Kris yang sebelumnya sangat dingin terlihat sering tertawa lepas bersama.

“Kau haus? Aku akan membelikan minuman”tawar Kris.

Jessica menelan makanannya lalu berkata “Ambilkan saja air minumku yang ada di tas. Kurasa ada Yoona dikelas, dia pasti tahu tempatnya. Jangan obrak-abrik tas-ku.”

Kris mengangguk-ngangguk. “Iya, aku mengerti.” Namja itu pun berdiri dan berjalan menuju kelas Jessica.

“Ah! Tunggu!”seru Jessica, membuat Kris berbalik.

“Ada sesuatu yang akan kuberikan padamu. Tanyakan juga apa itu pada Yoona.” Kris bisa melihat senyum Jessica saat mengatakannya. Ia pun balik tersenyum dan kembali melangkah menuju kelas Jessica.

Ia tersenyum ketika mengingat bagaimana Jessica bisa tersenyum lepas ketika bersamanya. Perasaan bahagia dan lega itu selalu memenuhi relung hatinya. Kris terus membayangkan senyum Jessica sampai ia menabrak seseorang.

“Aah!”seru orang tersebut. Dari suaranya, Kris tahu dia yeoja.

“Mianhamnida.”ujar Kris sambil berbalik untuk menatap yeoja itu.

“Gwenchana… Kris Oppa”yeoja itu berkata dengan pelan, dari suaranya, Kris tahu yeoja itu segan dan sedikit terpaksa mengucapkan namanya.

“Tunggu. Di dunia ini yang memanggilku Oppa hanyalah dua orang. Jessica dan…”pemikiran Kris terhenti saat sadar siapa yeoja didepannya. “Jung Eunji”

“Senang Oppa masih mengingat namaku”Eunji tersenyum manis hingga matanya membentuk bulan sabit.

“Mana mungkin aku melupakanmu, Eunji-ya”ujar Kris sambil tersenyum tipis. Yeoja yang sempat dekat dengannya sebelum ia bertemu dengan Jessica ada di hadapannya. Yeoja yang hampir saja merebut hatinya.

“Bagaimana dengan bunga mawar yang kau tanam waktu itu?”

Eunji terlihat memikirkan sesuatu, lalu menjawab “Mungkin sebentar lagi merekah”

Kris mengangguk. “Baiklah, aku harus pergi. Sampai jumpa”

“Oppa…”panggil Eunji, mencegah Kris untuk menjauh. “Apa Jessica Jung… adalah penggantiku?”

Hening menyelimuti mereka berdua sampai tiba-tiba sebuah suara menginterupsi mereka.

“Ya! Kris!” Kris menoleh dan mendapati Luhan sedang berada disana.

“Ada apa?”

“Gara-gara kau telat mengambil barang-barang ini Jessica sekarang bad mood. Yeoja itu langsung mengirim pesan pada Yoona agar membawakannya. Dan sialnya, Yoona justru menyuruhku. Untung aku menemukanmu. Yoona bilang kau seharusnya tahu kalau Jessica benci menunggu. Sedang apa kau sebenarnya?”omel Luhan.

“Aku baru saja akan kesana. Tadi aku tak sengaja menabraknya, dan aku berbincang sebentar dengannya”Kris bergeser dan Luhan dapat melihat Eunji sedang tersenyum canggung padanya.

“Ah. Eunji-ya…”gumam Luhan kecil. Ia baru saja akan mengatakan sesuatu kalau tidak terkejut karena seseorang merebut botol minuman dan kotak cokelat yang ia pegang. Ketika ia akan memprotes tindakan orang itu, ia justru terdiam lebih dulu karena tatapan dingin dari orang tersebut.

“J..Jessica.”Kris bergumam kaget.

Jessica menatapnya dengan pandangan datar. “Wae? Aku tidak suka menunggu. Jadi aku ingin kembali ke kelas tapi ternyata kalian justru sedang sibuk sepertinya. Maaf mengganggu.”

Kris menahan lengan Jessica dan bermaksud menjelaskan, namun yeoja itu menghentakkan lengannya.

“Jess”panggil Kris.

Jessica tidak menggubrisnya “Yoona-ya!”serunya dan berlari menuju Yoona yang memang berada tak jauh darinya, meninggalkan Kris.

Luhan menghela nafas. “Kau diamkan saja dulu. Ayo kembali ke kelas”ajak Luhan. Namja itu tersenyum sopan pada Eunji lalu menarik Kris menjauh.

Eunji mendengus. Air mata yang tadinya ia tahan mulai jatuh perlahan. “Seharusnya aku tahu… Aku bukan orang yang bisa bersanding dengan Kris Oppa”

oOoOoOo

“Menyebalkan!!”seru Jessica dan melemparkan bantal ke dinding dengan kasar.

“Ya! Itu bantalku yang paling empuk, Jess!”ujar Yoona. Yeoja itu mengambil bantal tersebut dan duduk disamping Jessica. Yeoja itu memutuskan untuk menginap di rumah Yoona karena butuh teman bicara. “Lagi pula kenapa kau jadi sensitif begini sih?!”

Jessica memeluk kedua lututnya. “Aku… aku tidak suka saja”

“Tidak suka apanya?”tanya Yoona bingung.

“Aku tidak suka melihat Kris berada disamping yeoja lain. Itu saja”Jessica memperjelas kata-katanya.

Yoona terdiam sebentar lalu berkata “Apa kau menyukai Kris?”tanya Yoona.

Jessica menoleh kaget pada Yoona. “Mwo? Tidak! Tentu saja tidak! Aku hanya merasa nyaman berada didekatnya. Sama seperti aku merasa nyaman ketika berada disamping Donghae Oppa”

Yoona mendengus. “Jess, Donghae Oppa akan sampai di Korea besok pagi”

“Donghae Oppa?! Astaga, aku lupa kalau dia akan datang! Tunggu… kenapa dia memberitahumu lebih dulu?! Aish!! Aku akan menghajarnya nanti!”gerutu Jessica. Yeoja itu menggerutu lagi tentang Donghae. Yoona terdiam dan memikirkan apa yang Luhan katakan tadi.

“Donghae Hyung? Kalau tidak salah kakak Jessica Jung kan?”

Yoona mengangguk. “Ya. Dia akan sampai di Korea besok pagi, kenapa?”

Luhan mendengus. “Apa kau pernah merasa kalau Jessica hanya menganggap Kris sebagai pengganti Donghae Hyung?”

“Kenapa kau berpikir seperti itu?”

“Entahlah. Aku hanya merasa ia menganggap Kris sebagai pelampiasannya. Aku khawatir dia akan menjauh dari Kris jika Donghae Hyung datang.”

“Aku mengerti. Padahal Kris sudah terlihat tertarik dengan Jessica”

“Yoong?”

“Ah, apa?”respon Yoona. Ia tersadar dari lamunannya akibat panggilan Jessica.

“Ada apa? Kau sepertinya sedang memikirkan sesuatu.”

Yoona tersenyum kaku. “Tidak, tidak ada apa-apa”

Jessica menatapnya sambil menyipitkan mata. “Bohong. Katakan sekarang juga, ada apa?”

“Aku… Aku tidak berbohong kok. Tidak ada apa-apa”jawab Yoona terbata.

“Aku mengenalmu sudah lama sekali Yoong. Aku tahu ada yang kau sembunyikan. Sejak kapan kau menyembunyikan sesuatu dariku huh? Apa sekarang kita mulai merahasiakan sesuatu?”

Mendengar celotehan Jessica, Yoona jadi kesal sendiri. “Siapa suruh tidak menceritakan tentang tiang itu padaku?”

Jessica terdiam sesaat dan terkekeh. “Kau mengambek karena itu Yoong? Aigoo, maafkan aku. Aku cerita sekarang ya?”

Yoona mengedikkan bahu lalu berkata “Terserah saja”

“Setelah kejadian di taman bermain itu, kami bertukar nomor telepon. Dia sering mengirimiku pesan dan meneleponku. Dia mengobati kesepianku. Dia seperti Donghae Oppa. Aku menyukainya.”Jessica tersenyum ketika mengatakannya

“Jess”ucap Yoona. Ia menatap Jessica dengan pandangan serius. “Jika Donghae Oppa kembali, jangan tinggalkan Kris. Itu akan membuatmu terkesan menjadikan Kris sebagai pelampiasan”

Jessica menghela nafas lalu mengangguk tanda mengerti. “Ya, aku mengerti”

oOoOoOo

Hal yang Yoona takutkan justru terjadi. Jessica menempel terus dengan Donghae sejak bertemu dengan kakaknya itu di bandara. Menurut penuturan Luhan, Kris seperti ditinggalkan begitu saja. Jessica tidak pernah mengangkat telpon dari Kris, tidak pernah makan dengan Kris, tidak pernah menyapa Kris lagi, bahkan saat mereka berpapasan. Ini sudah 5 hari dan Kris sepertinya sudah menyerah.

Yoona menghela nafas dan membuka bungkus kripik yang baru. “Lalu apa yang sekarang dilakukan Kris? Duduk dibawah shower dan merenung diantara tetesan airnya?”tanya Yoona.

Luhan yang ada disebelahnya menjawab “Entahlah. Mana aku tahu. Tapi yang kau katakan itu memang benar”ujar Luhan.

Yoona menoleh kaget. “Kau mengintipnya mandi?!”

Luhan balik menoleh dengan raut tidak sudi. “Tentu saja tidak! Kenapa kau berpikiran seperti itu hah?!”

“Kau bilang memang benar… berarti kau pernah melihatnya!”tuding Yoona lagi.

“Sialan kau rusa jelek!”Luhan menggelitiki Yoona pada perutnya, membuat Yoona tertawa keras dan memberontak. Namun Luhan tetap menggelitikinya.

“Ampun!! Ampuun!!!”seru Yoona diantara tawanya. “Geli bodoh! Geli!!!”

Meilin yang muncul dari tangga terdiam melihat kelakuan kakak-kakaknya yang usianya jauh diatasnya itu. Ia menggeleng-gelengkan kepalanya. “Luhan Gege!”panggilnya.

Luhan menoleh dan menghentikan kegiatannya. Yoona sendiri langsung memperbaiki posisinya yang tadi terlentang menjadi duduk kembali. “Apa?”tanya Luhan.

“Hati-hati dengan tanganmu”ucap Meilin dalam bahasa mandarin yang kurang dimengerti oleh Yoona.

Luhan yang mengerti apa maksud Meilin pun terdiam. Ia kembali terkenang dengan kejadian di kamar Yoona waktu itu. Namja itu menghela nafas. Meilin sendiri tertawa-tawa lalu kabur saat kakaknya menatap dengan pandangan tajam.

“Ya! Apa yang dikatakannya?”tanya Yoona penasaran.

“Tidak, bukan apa-apa”jawab Luhan singkat.

“Kalau kau bilang bukan apa-apa, pasti ada sesuatu! Katakan padaku!”ujar Yoona seraya mendorong bahu Luhan.

“Tidak ada apa-apa rusa jelek! Kenapa kau memaksa sekali sih!”gerutu Luhan, berusaha menahan dorongan Yoona yang kuat, tidak seperti yeoja kebanyakan. Ia tidak ingin mengulang kejadian waktu itu lagi.

Sayangnya, yang ia takutkan justru terjadi, dan lebih parah dari sebelumnya.

Yoona menindihnya, dengan kedua tangan yang ada diatas dadanya. Dan bibir yeoja itu menimpa bibirnya. Rasa basah dan hangat yang Luhan rasakan berasal dari sana. Namja itu membelalak. Begitu juga dengan Yoona.

Saat Yoona sudah sadar pada posisinya, yeoja itu segera berdiri dan menimpuk Luhan dengan dua bantal sekaligus.

“Xi Luhan! Dasar MESUM!!!”

oOoOoOo

Ini sudah seminggu. Seminggu ini juga Kris tidak mendapat sapaan ataupun senyum dari yeoja yang ia sukai itu.

Semenjak kakak Jessica pulang, Jessica tidak menghiraukan Kris lagi. Awalnya Kris mengira Jessica marah karena kejadiannya dan Eunji waktu itu, tapi lama kelamaan, Kris semakin yakin kalau dia memang hanyalah pelampiasan Jessica. Namja itu menghela nafas. Ia mengambil ponselnya dan menatap wallpapernya. Fotonya dan Jessica. Foto yang diambil saat yeoja itu masih sangat perhatian padanya.

Kris tersenyum miris. Apa yeoja itu akan tersenyum lagi saat kakaknya pergi? Apakah ia akan sanggup menahan beban batin, yaitu kenyataan bahwa dia adalah pelampiasan? Saat ia menatap wallpapernya, sebuah pesan masuk. Jung Eunji. Pesan itu dari Jung Eunji. Yeoja yang menarik perhatian Kris.

“Sedang apa, Oppa? Kuharap kau tidak keberatan aku mengirimimu pesan lagi”

Kris tersenyum. Yeoja itu memang sangat sopan padanya. Padahal mereka satu angkatan.

“Aku tidak keberatan. Aku justru senang karena ada yang menemaniku. Aku tidak sedang melakukan apapun. Kau?”tulis Kris dan mengirimnya.

Tak lama, balasan dari Eunji datang. “Aku sedang memikirkanmu Oppa… tapi bohong. Hahaha”

Kris tersenyum. Ia yakin yeoja ini sedang berusaha menghiburnya. Berita tentang retaknya hubungannya dan Jessica pasti sudah menyebar di sekolah. Tapi, dia memang butuh orang untuk menghiburnya. “Padahal aku berharap kau benar-benar sedang memikirkanku”

“Oppa memang fans-ku,kkk~”

“Tentu saja bukan. Aku tidak akan mengidolakan yeoja pendek sepertimu”balas Kris. Ia baru saja ingat, kata yeoja pendek adalah panggilannya untuk Eunji. Panggilan sayang mungkin. Dan itu ia pakai lagi sekarang.

“Ya! Oppa yang terlalu tinggi -_- dasar tiang!!”

“Kau yang pendek seperti pohon kecambah, haha”

“Oppa tertawa. Syukurlah, apa itu karena percakapan ini?”

Kris terdiam sejenak. Ia tertawa. Ia tertawa lagi berkat Jung Eunji. Senyuman terukir diwajahnya. Jung Eunji berhasil menghiburnya setelah moodnya memburuk belakangan ini. “Bukan, tapi berkat kau Eunji-ya.”

“Yeay! Kalau begitu belikan aku cokelat besok!!”

Kris kembali tersenyum. Ia semakin nyaman dengan percakapannya ini. Mungkin akan lebih nyaman jika bertemu dengan Eunji besok. Dan mungkin, akan lebih bisa mengobati luka dihatinya, lalu memulai lembaran baru.

oOoOoOo

“Hah…”

Yoona menoleh saat ia mendengar helaan nafas dari Jessica. Mereka sedang berada di sebuah café. Setelah mengantar Donghae ke bandara, Jessica mulai terlihat tidak bersemangat lagi.

“Ayolah, dua minggu ini kau harusnya puas. Kau sudah menempel bersamanya seperti perangko semenjak dia pulang. Bahkan aku tidak kau toleh lagi”ucap Yoona.

“Ya! Kau pikir aku separah itu?! Aku masih sering menghubungimu! Tiap hari kita selalu mengobrol kan!”bantah Jessica.

Yoona mengangguk-angguk tanda mengiyakan. Ia tadi berniat memberi kode tentang Jessica dan Kris, tapi sepertinya Jessica memang benar-benar tidak peka. “Oh, Luhan!”seru Yoona saat melihat Luhan di pintu masuk café.

Luhan terlihat kaget namun pada akhirnya duduk juga disebelah Yoona. Jessica yang tahu kalau kedua orang itu akan ribut segera memasang earphone-nya. Luhan mengotak-atik ponselnya, lalu berusaha menghubungi seseorang. Melihat gelagat Luhan yang aneh, Yoona bertanya.

“Ada apa?”

“Yoboseo? Kris?! Jangan kesini! Jangan kesini!!”ucap Luhan setengah berbisik, mencegah Jessica mendengarnya.

Yoona mengerti maksud Luhan ketika mendengar nama Kris. Ia pun ikut panik. Kepanikan Yoona itu membuat Luhan tambah panik. “Pokoknya jangan kesini!!”

“Hei, kami sudah ada di depan pintu”

Yoona dan Luhan yang mendengarnya segera berdiri dan menatap kearah pintu yang ada dibelakang mereka. Kris dan Eunji memang berada disana. Ditambah lagi, mereka sedang berpegangan tangan.

Jessica yang melihat Yoona dan Luhan berdiri melepas earphonenya dan ikut berdiri. Matanya menangkap seorang namja berambut blonde dan yeoja berambut cokelat yang sedang berpegangan tangan. Begitu mengenali siapa namja itu, Jessica membelalak dan menggumamkan namanya.  “Kris…”

Keempat orang itu menoleh ketika mendengar gumaman kecil Jessica di café yang sepi itu. Kris juga terlihat kaget, begitu juga dengan Enji.

“Oh tidak”gumam Yoona dan Luhan bersamaan. Mereka yakin akan ada yang terjadi. Hal buruk yang akan terjadi.

Jessica terlihat menggigit bibir bawahnya. Yeoja itu mengambil tasnya lalu pergi, bahkan sampai menabrak lengan Kris. Yoona pun segera mengambil tasnya dan mengejar Jessica.

“Jess, Jess…”Panggilan Yoona tak dihiraukan Jessica. Jessica terus berjalan tanpa menoleh semenjak keluar dari café itu.

Yoona berlari dan meraih tangan Jessica. “Jess! Kau kenapa?!”tanya Yoona setengah berteriak.

“Kau yang kenapa! Kau tahu kalau Eunji dan Kris sekarang berpacaran, kenapa kau tidak memberi tahuku?!”tanya Jessica dengan tegas dan lantang, tak peduli dengan tatapan orang-orang disekitarnya.

“Aku berusaha memberitahumu tapi kau justru sibuk dengan Donghae Oppa. Lagipula Jess, kenapa kau begini?! Kenapa kau terlihat tidak suka saat Kris bersama dengan Eunji?! Bukankah selama ada Donghae Oppa kau mengacuhkannya? Mengacuhkan setiap panggilan, telpon, pesan dan sapaannya?”

Jessica diam mendengar penuturan Yoona. Yoona memang benar. Jessica mengacuhkan Kris.

“Kau ingat apa yang kukatakan? Jangan mengacuhkannya hanya karena ada Donghae Oppa… tapi kau tidak melakukannya. Jelas saja Kris merasa kau hanya memanfaatkannya. Sekarang, dia berhenti memberimu pesan dan lebih perhatian pada Eunji. Dia mengacuhkanmu beberapa hari ini. Sekarang kau tahukan rasanya diacuhkan Jess?”

Perkataan Yoona terdengar bijak sekaligus tajam di telinga Jessica. Yeoja itu tetap menggigit bibir bawahnya, namun air matanya menetes.

“Aku.. Aku tidak tahu… Aku hanya merasa tidak suka saat dia bersama yeoja lain.. termasuk Jung Eunji. Dan saat aku tahu kalau mereka berpacaran, aku…”

Yoona menghela nafas. Yeoja itu memeluk Jessica, sahabatnya. Dan tangis Jessica pecah saat itu juga. “Yoong… aku… aku…”ujar Jessica terbata.

“Apa?”

“Sepertinya aku menyukai Kris…”

oOoOoOo

Jessica menatap layar ponselnya dan mengatur nafasnya. Ia mencoba menenangkan detak jantungnya dan akhirnya mengetuk tanda call pada ponselnya. Butuh sedikit lama daripada sebelumnya untuk mendengar Kris menjawab teleponnya. Tapi ternyata, namja itu sama sekali tidak menjawab teleponnya. Jessica menghela nafas. Ia akan mencoba mengirim pesan.

“Hai Kris. Sedang apa?”

Lama Jessica menunggu. Mungkin sekitar 20 menit. Akhirnya ponselnya bergetar, tanda pesan masuk. Jessica tersenyum saat sadar bahwa Kris membalas pesannya.

“Tidak sedang melakukan apa-apa. Kau?”

Terkesan cukup dingin, tapi tidak apa bagi Jessica. Yang penting namja itu masih mau membalas pesannya. Ia bisa mencoba memperbaiki hubungannya dengan Kris sedikit demi sedikit.

“Aku sedang merangkai kata-kata maaf”

Kris tidak kunjung membalas pesan Jessica. Akhrinya Jessica memutuskan untuk kembali mengirimkan pesan pada Kris.

“Aku minta maaf karena mengacuhkanmu dan terkesan menjadikanmu pelampiasan atas Donghae Oppa. Aku sudah tahu bagaimana rasanya diacuhkan dan jelas rasanya sakit sekali. Aku benar-benar minta maaf. Tentang kau dan Jung Eunji, aku ikut senang. Longlast ok? Kuharap kita bisa tetap menjadi sahabat.”

Jessica menghempaskan tubuhnya di tempat tidur dan membenamkan kepalanya diantara bantal bantal empuk. Air mata menetes lagi dari pelupuk matanya. Ia tidak tahu apakah pesannya tadi terlalu panjang dan ia juga tidak tahu apa kata sahabat itu pantas ia ucapkan.

“Jatuh cinta itu, ternyata semenyakitkan ini.”gumamnya kecil.

Ponselnya kembali bergetar. Jessica membuka pesan yang masuk dan membacanya.

“Kita masih berteman. Kau tidak perlu minta maaf.”

Jessica tersenyum saat selesai membacanya. Senyum lega sekaligus sakit.

oOoOoOo

Mulai saat ini, kalian akan semakin mengerti, bahwa jatuh cinta tak lepas dari rasa sakit.

TBC

Otte readers? Gatau ini bagus apa ngga-_- kependekan pasti. Well… makasih buat yang doain nilai fisika author bagus :* sayangnya jelek hueee /nangis kejer/

Gabanyak bacot deh, Cuma mau kasih tau kalau aku bakal semakin jarang ngepost fanfic karena sibuk dan mungkin laptop disita sementara akibat nilai dan ranking turun ;”)

RCL~

54 thoughts on “[Freelance] Between Bestfriend and Love (Chapter 4)

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s