Blood White Rose (Part 1)

blood-white-rose

Title                              : Blood White Rose

Author                         : Jung Eun Mi (@Rishabilla)
Posted by                    : Nadiachan

Main cast                   :

– Jung Soo Yeon a.k.a Jessica  (SNSD)

– Kim Sunny a.k.a Lee Sunny   (SNSD)

– Tiffany Hwang a.k.a Tiffany (SNSD)

Other Cast                  : find by yourself

Genre                          : horror, mystery, school life, friendship

Rating                         : PG 13

Leght                           : Series

Poster                         : Rismarii at http://posterdesigner.wordpress.com

Note                            : Hyoyeon muncul di part 2 ya.Dan juga waktu di prolog salah edit jadi sahabat Jessica, yang bener sepupunya Jessica dan kembarannya Taeyeon.

***

Part-1

Jessica Jung

            Mengapa ada orang yang berani-beraninya mengerjaiku ? Apa itu semua kerjaannya Taeyeon, Luhan, dan Baekhyun?

Kalau memang benar, apa mereka tidak takut aku hajar sampai muka mereka rata eoh?

Atau barang kali itu kerjaannya Sunny dan Kyungsoo? Ah tidak mungkin, Sunny jelas-jelas tadi ikut bersamaku. Kalau Kyungsoo, dia itu kan takut sekali denganku.

Akhhh…aku benar-benar pusing memikirkan semua ini, ingin rasanya aku menjerit sekeras-kerasnya (tapi ku urungkan niatanku itu, lantaran aku tidak ingin dikira orang gila).

Belum lagi Sunny, kenapa dia harus hilang dikampus tempat kami bersekolah? Kalau tersesat pasti tidak mungkin, jelas-jelas tadi ia berteriak-teriak memanggil namaku dan meminta tolong.

Bagaimana reaksi teman-temanku saat melihatku pulang tanpa membawa Sunny? Oh god, please help me!

Aku tidak bisa membayangkan kata-kata bijak Taeyeon yang sangat mengganggu telinga siapapun akan kembali terdengar di telingaku. Belum lagi suara tangisan Kyungsoo—namjachingu Sunny—saat tau bahwa Sunny menghilang. Baekhyun—namjachingu Taeyeon—dia pasti akan terus menyemangati Taeyeon agar terus memberikanku kata-katanya yang membosankan itu.

Sedangkan Luhan—namjachinguku—? Ah dia tidak ada gunanya sama sekali, paling dia hanya akan bingung menatap Taeyeon yang sedang menceramahiku atau bahkan mentertawakan ku sampai mulutnya berbusa.

Kyaaa!!! Aku tidak ingin itu terjadi.

Girls Generation make you feel the heat

Jeon sekye-ga neoreum jumo-khae

B-bring the boys out

(SNSD – The Boys)

Terdengar nyaring suara ponsel putihku, aku mengambilnya dan melihat siapa yang tega menelponku disaat aku sedang menyetir mobil seperti ini. Tertera nama ‘Kim Taeyeon’ di layar ponselku.

Bingo ! Ternyata dugaanku benar, apa mungkin dia khawatir dengan keadaanku? Ah palingan dia disuruh Kyungsoo untuk menelponku dan menanyakan keadaan Sunny lantaran ponselnya tidak aktif.

Aku segera menekan tanda hijau dan menepelkan ponselku ke telingaku.

Setelah ponselku itu menempel di telinga kiriku, terdengar suara Taeyeon seperti sedang berbelanja dipasar, ia pun memborong banyak pertanyaan

“Jessica Jung!! Sekarang kau ada dimana? Apa kau tidak tau kalau kami mengkhawatirkanmu? Kenapa kau tidak pulang-pulang? Dimana Sunny? Apa kembaranku itu baik-baik saja? Tapi perasaanku mengatakan tidak. Apa yang terjadi Jessie? Mengapa kau dari tadi tidak menjawab pertanyaanku dari tadi eoh ?”

“Sudah selesai berbicara ?” Aku balik bertanya dengan nada sedingin es.

Ya! Kau ini” Taeyeon mendengus kesal.

“Bagaimana aku bisa menjawab pertanyaanmu, kalau kau saja tidak berhenti berbicara” ucapku dengan kesal.

“Baik, sekarang aku akan mendengarkanmu”

Akhirnya yeoja ini mengalah juga, kenapa aku merasa tidak enak hati  menjelaskan kepada Taeyeon yang sebenar-benarnya? Tapi aku juga tidak ingin membohonginya, baiklah aku akan berkata sejujur-jujurnya. Walaupun aku tidak tau apakah dia akan terkena serangan jantung setelah ini.

Aku menghela nafas panjang “Jawaban yang pertama, aku sedang berada di perjalanan pulang, sebentar lagi juga sampai. Yang kedua, maafkan aku membuat kalian khawatir. Yang ketiga, aku tadi sedang ada urusan. Yang keempat, kembaranmu hilang. Yang kelima, Aku tidak tau dia ada dimana dan perasaanmu itu benar”

MWO??” Taeyeon tersentak mendengar penjelaskanku, “Sekarang cepat pulang, dan jelaskan dengan sejelas-jelasnya kepada kami semua ?!” lalu ia memutuskan sambungannya.

Untuk yang kesekian kalinya aku menghela nafas, aku sangat bingung sekarang. Aku segera melajukan mobilku dengan kecepatan penuh. Dan 10 menit kemudian aku sudah sampai di depan rumahku. Aku segera memakirkan mobilku dan berjalan menuju pintu masuk rumahku.

Ya memang aku, Taeyeon, Sunny, Kyungsoo, Luhan dan Baekhyun itu tinggal bersama. Orang tuaku berada di Amerika, sedangkan si kembar Taeyeon dan Sunny adalah sepupuku. Walaupun kembar, Taeyeon dan Sunny sangatlah berbeda, wajah mereka berbeda apa lagi sifatnya, seperti Langit dan Bumi. Orang tuaku memberikan amanat kepada Luhan,Kyungsoo,dan Baekhyun untuk menjaga ku dan sepupuku tentunya.

Saat aku hendak membuka pintu, kembali kutemukan sepucuk surat dengan amplop bewarna merah darah di depan pintu rumahku.

“Lagi-lagi Tiffany Hwang! Kenapa mereka senang sekali mengerjaiku?” ujarku kesal.

Aku segera membuka pintu dan menutupnya dengan kasar. Aku berjalan menuju ruang tamu, disana sudah terlihat Taeyeon dengan raut wajah cemas tanpa Baekhyun yang biasa duduk disampingnya (mungkin dia sudah tidur), Kyungsoo yang sedang terisak meratapi kehilangan Sunny. Sedangkan Luhan? Ia hanya menatap kedatanganku dengan muka polos bagaikan bayi baru lahir yang tak berdosa.

“Sekarang jelaskan semuanya dari awal !” ucap Taeyeon dingin tanpa menatap kearahku sedikitpun.

Aku duduk disalah satu sofa dan mulai mengatur nafasku yang terasa berat, aku menjelaskan dari awal saat aku mengajak Sunny ke kampus sampai aku pulang sendiri tanpa dirinya. Taeyeon dan Luhan terkejut mendengar penjelasanku. Sedangkan Kyungsoo, tangisannya semakin menjadi-jadi seperti bayi yang tidak dikasih susu oleh ibunya.

Mwo?! Jadi kau mengajaknya ke kampus larut malam seperti ini hanya ingin melihat suasana kampus dimalam hari?” ucap Taeyeon penuh emosi.

Aku mengangguk lemah “ne”

Taeyeon mengelus-elus dadanya menahan emosi “Come-on Jessie ! Kau itu sudah besar, dan kau tau? Yeoja tidak boleh berkeliaran dimalam hari!”

“Iya aku tau” jawabku dengan nada bersalah.

“Jadi sekarang bagaimana?” akhirnya Luhan berkata sambil menatapku lembut.

Aku balas menatapnya “Aku akan mencarinya”

“Apa kau bisa?” Tanya Kyungsoo ragu.

“Tentu saja, aku akan meminta bantuan Hyoyeon” ucapku santai tapi pasti.

Taeyeon membulatkan matanya kaget “Hah ? Kau akan meminta bantuan kepada yeoja berandalan seperti itu? Oh ayolah Jessie, memangnya kau tidak punya teman lagi selain dia?”

Aku melipat tanganku didepan dada dan menatap Taeyeon tajam “Kau jangan meremehkan Hyoyeon, dia itu memiliki daya ingat fotografis. Walaupun gayanya seperti itu, tapi dia lebih baik daripada mu!”

“Bukannya aku meremehkannya, tapi aku hanya ragu dengannya!” Ucap Taeyeon ketus.

“Kau tidak perlu ragu dengannya!” sahutku tak kalah ketus, “sudahlah, percayakan saja padaku”

“Apakan Sunny bunny-ku akan baik-baik saja hiks..hiks?” Tanya Kyungsoo disela-sela perdebatanku dengan Taeyeon sambil menghapus air matanya.

Oh good ! Lebaynya Kyungsoo kumat !

“Kyungsoo-ya…tenang saja, Sunny bunny-mu akan baik-baik saja. Dia itu kan jago bela diri, pasti dia bisa jaga diri. TIDAK SEPERTIMU!” Jawabku menekan kata ‘TIDAK SEPERTIMU’.

“Benar kata Jessie, Sunny pasti tidak apa-apa” Ucap Luhan sembari menenangkan Kyungsoo.

Kyungsoo menganggukan kepalanya, lalu tersenyum pada Luhan.

“Sekarang sudah jelas? Sekarang tinggal kalian yang menjelaskannya padaku…” aku mengambil surat yang tadi kutemukan didepan pintu dari dalam saku celanaku dan melemparkannya ke meja yang ada diruang tamu, “siapa yang mengirimku surat itu ? Apa ada diantara kalian yang berusaha untuk menakut-nakutiku?”tanyaku dingin.

“Tiffany Hwang?” ucap Luhan bingung, “Siapa dia? Dan kenapa surat ini banyak bercak darahnya dan lagi…” Luhan mengambil kelopak mawar putih yang berada di dalam amplop tersebut “kenapa ada kelopak mawar putihnya?”

“Kau benar-benar tidak tau?” selidikku ke Luhan.

“Aniyo” Luhan menggeleng lalu menaruh surat itu kembali ke meja.

“Memangnya kau tidak tau siapa Tiffany Hwang?” tanya Taeyeon tidak percaya.

“Tidak, aku sama sekali tidak mengenal yeoja itu” balasku, “dan aku sudah menemukan surat itu tiga kali, pertama saat aku didalam kelas dan setelah aku membacanya, pintu kelas tertutup dengan sendirinya dan Sunny berteriak-teriak meminta tolong…” aku menghela nafas sejenak “yang kedua, saat di depan gerbang kampus. Dan yang ketiga, didepan pintu rumah”

Kyungsoo menatapku bingung “Apa kau tau siapa yang membawa Sunny?”

Aish! Namja ini senang sekali membuatku kesal.

“Kalau aku tau, pasti aku tidak akan meminta bantuan!” jawabku ketus.

“Jessica…apa yeoja itu mengenalmu ?” Tanya Luhan sembari menatap amplop itu lekat-lekat.

Aku menaikan sebelah alisku bingung “eoh? Maksudmu Tiffany Hwang?”

ne” Luhan menganggukan kepalanya.

“Aku tidak tau”

“Mungkin yeoja yang bernama Tiffany mengenalimu, kau itu cukup populer di kampus” ucap Kyungsoo.

Taeyeon mengangguk membenarkan perkataan Kyungsoo “Benar kata Kyungsoo, mungkin Tiffany mengenalmu”

“Bertemu dengannya saja tidak pernah, mana mungkin dia bisa mengenalku. Dan setahu ku tidak ada yeoja yang bernama Tiffany Hwang di Yonsei University–Kampus tempat kami bersekolah—” jawabku.

“Lebih baik kita bahas masalah ini besok saja. Sekarang kita harus tidur…” Luhan melirik kearah jam “sudah sangat larut. Besok kalian harus kuliah”

Aku bangkit dari sofa dan berjalan menuju kamarku, aku berbalik kearah Luhan,Taeyeon,dan Kyungsoo lalu tersenyum kepada mereka “Good Night, Have a nice dream”

“You too” balas Taeyeon, Luhan dan Kyungsoo serempak.

Aku membuka pintu kamarku, dan segera masuk kedalamnya. Terdapat tulisan bewarna merah mencolok dikaca meja riasku.

Tertera jelas tulisan ‘AKU AKAN MEMBUNUHMU’ dan itu membuatku sangat terkejut.

KYAAA! Siapa yang menulis ini?” Teriakku histeris.

Mendengar teriakanku Luhan dan Taeyeon segera masuk ke kamarku dengan tergesa-gesa. Terlihat dari wajah mereka yang sangat cemas mendengar teriakanku.

“Ada apa ?” Tanya Taeyeon panik.

Aku menunjuk tulisan yang terdapat di kaca meja riasku dengan muka shock.

“Siapa yang menulis ini?” Tanya Luhan dengan raut wajah yang menakutkan.

Aku hanya menggeleng lemah. Seketika kepalaku terasa berat, kakiku lemas. Aku terjatuh ke lantai, entah kenapa perlahan-lahan mataku tertutup dan semua menjadi gelap.

“Jessica!!!”

Sunny

            Mataku ditutup dengan kain tebal, membuatku tak dapat melihat sama sekali. Tanganku diikat kebelakang.

Sekarang aku ada dimana? Siapa yang membawaku kesini? Sebenarnya aku tidak terlalu takut dengan orang yang membawaku sekarang ini, tapi aku hanya khawatir. Khawatir jika aku dibunuh olehnya, kan kasian kembaranku—Taeyeon—, walaupun dia sangat menyebalkan tapi tetap saja aku tidak mau melihatnya menangis di depan mayatku.

Belum lagi namja kesayanganku itu—Kyungsoo—aku sangat tidak tega melihatnya menangis meratapi kematianku.

Luhan dan Jessica ? pasti mereka akan ikut sedih juga. Kyaa! Aku tidak mau mati diusia muda.

“Apa kau takut?” terdengar suara seseorang, mendengar suaranya sudah dipastikan kalau dia ini yeoja.

“Seorang Sunny takut? It’s impossible”sahutku dengan nada meremehkan.

“Jadi benar kau tidak takut?” tanya yeoja itu.

“Tentu saja TIDAK” Balasku menekankan kata ‘TIDAK’

“Baiklah kalau begitu…”

Entah kenapa perkataannya terputus, aku jadi penasaran. Siapa dia sebenarnya?

“AAA!!” aku menjerit sekeras-kerasnya, rasa perih terasa di lengan kananku. Yeoja itu menggoreskan pisau tajam di lenganku.

“HAHAHA” tawa yeoja itu memenuhi ruangan yang menurutku sepi (aku tidak bisa melihat kondisi ruangan, karena mataku di tutup kain tebal), sepertinya ia senang mendengar jeritanku.

“Kenapa kau tertawa eoh? Apa kau gila?” tanyaku ketus.

Yeoja itu memegangi daguku dengan kuat “Apa kau bilang? Kau masih berani denganku?”

“Tentu saja! Aku tidak akan pernah takut padamu!”

“Benarkah?” tanya yeoja itu tidak percaya.

“AAA!!!” aku kembali menjerit, kini rasa perih kembali terasa. Kali ini bukan di lenganku tetapi di pipiku. Aku merasakan darah menetes melewati daguku. Sakit bercampur perih, itulah yang kurasakan. Aish ! Yeoja ini minta kubunuh rupanya !

Kini kesabaranku sudah habis, emosiku sudah tak bisa ku tahan lagi “Siapa kau sebenarnya hah?!”

“Apa kau sangat ingin tau hah?” yeoja ini benar-benar membuatku kesal, aku tanya dia malah balik bertanya. Dasar bodoh !

“Apa orang tuamu tidak pernah mengajarkanmu bahasa manusia eoh ? aku tanya, malah balik bertanya!”

Kali ini yeoja itu menarik rambutku dari belakang dengan sangat kencang, mungkin setelah ini rambutku akan habis tak tersisa. Aku meringis kesakitan. Ingin sekali aku menangis, tapi air mataku tidak boleh mengalir walaupun hanya setetes. Aku tidak ingin dianggap lemah oleh yeoja yang sepertinya sudah gila ini.

“Kau tau? Aku ini tidak mempunyai siapa-siapa, selain boneka yang rambut indahnya sedang aku tarik…” cih! Yang benar saja aku dianggap boneka olehnya (mungkin karena aku terlalu cute) “dan setelah ini, boneka ku itu akan ku lenyapkan dari muka bumi!” ucapnya dengan nada yang sangat menyeramkan.

Oh God!  jujur saja, kali ini dia berhasil membuatku takut.

           Taeyeon,Jessica, atau siapapun itu, aku mohon tolong aku…

~To be Continue~

Advertisements

34 thoughts on “Blood White Rose (Part 1)

  1. Kyaaaa daebak thor bagus FFnya… kumohon thor jgn sampe sunny unnie mati ya o_O lanjut thor.. secepatnya FF chap 2 nya,,, ga sabar nih hehehe

  2. wah thor serem;-; tpi pas bagian yg lg seru2nya malah tbc, pada intinya mah ceritanya bagus bgt!! aku suka bgt nih ff yg genrenya horror, mystery, & psycho wkwk 😄 keep writing ya thor, fighting~! 😉

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s