[Freelance] “Take Me Somewhere Far Away”

Take me somewhere far away Pos

Tittle                : “Take Me Somewhere Far Away”

Author             : monstaxr

Length             : Oneshoot

Rating             : T

Genre              : Romance, Angst

Main Cast        : Xi Luhan EXO – Jessica Jung SNSD

Other Cast       : Oh Sehun EXO – Seohyun SNSD

AUTHOR NOTE

Cast yeoja bisa diganti sesuai yang kalian suka, yang menurut kalian dapet feelnya. Karena aku tahu beberapa orang gak sreg sama pairingnya. Tapi disini aku milih tokoh “Aku” diperankan sebagai Jessica Jung. Semoga kalian suka, maaf kalo ada kesalahan pada pengetikan atau apapun yang terdapat pada fanfict ini. Tolong hargai author, tinggalkan komentar kalian. Gomawo^^

©Take Me Somewhere Far Away

Aku lebih suka mengejar seseorang daripada dikejar seseorang.

Walaupun aku tahu orang yang ku kejar, belum tentu mengejarku juga.

Sekarang.. Semua berakhir dengan tangisan dan depresi.

 

Xi Luhan, orang yang ku kejar sejak menduduki bangku sekolah dasar–tidak–sejak usia 5 tahun. Berparas tampan, berkepribadian easy going, berilmu tinggi, seperti itulah ia dikenal. Aku? Aku hanya seorang yeoja biasa. Wajahku mungkin 180 derajat berkebalikan dengan kata cantik. Aku bukan type yang easy going, mungkin aku hanya dekat dengan beberapa orang. Ilmu yang tinggi? Tidak, aku hanya seorang gadis bodoh yang mencoba meraih nilai-nilai tinggi demi orang yang diincarnya. Kami berteman sejak kecil, orangtua kami bahkan sangat dekat.

Aku harap ia punya perasaan yang sama denganku. Aku menyukainya. Banyak namja lain yang menyatakan cintanya padaku. Tidak hanya satu atau dua, setelah aku lulus dari sekolah menengah atas total mungkin ada sekitar belasan namja. Semua ku tolak baik-baik. Aku melakukannya hanya untuk memberi kesempatan pada Luhan untuk menyatakan perasaannya padaku. Tapi ini keterlaluan, sudah terlalu lama. Aku tersadar, aku bukan anak kecil lagi. Usiaku sudah matang untuk status berpacaran atau lebih dari itu, menikah. Mungkin aku harus membuka kesempatan untuk orang lain. Tapi apa aku harus begitu saja menyerah? Tidak. Aku tidak menyerah. Jika Luhan akan datang padaku, aku akan tetap memberinya kesempatan. Tak dapat dibendung lagi, air mataku mengalir.

Hari itu, ku kira aku akan memulai hidup baruku bersama orang lain. Ia menyatakan perasaannya padaku. Setelah sekian banyak tolakan ke beberapa orang namja, kali ini aku menerimanya. Aku menyerah, Xi Luhan. Mungkin kau memang bukan jodohku. Aku tak bisa menggapaimu. Menunggumu datang padaku hanya menghabiskan banyak waktu.

Aku dan Luhan sering duduk di bawah pohon rindang di depan gereja. Terkadang mengemukakan imajinasiku yang tinggi, bahagianya aku melewati gerbang gereja begandengan dengan orang ini. Hari itu juga, bertepatan dengan diterimanya Oh Sehun

sebagai kekasihku. Untuk pertama kalinya aku tak membalas pesan singkat Luhan yang mengajakku untuk duduk disana.

Seminggu berjalan hubunganku dengan Oh Sehun. Tak ada yang spesial dari hubungan kami, datar sekali. Dan seminggu juga, aku tidak berkomunikasi dengan Luhan. Bahkan sedikitpun kata ‘Hai’ yang keluar dari mulut. Sepintas terpikir olehku, haruskah aku kembali berkhayal untuk menjadi seorang kekasih Xi Luhan? Mungkin aku adalah orang yang gegabah saat mengambil keputusan. Tanpa berpikir panjang, aku mengakhiri hubunganku dengan Sehun. Lega dengan statusku yang kembali single, aku mengajak Luhan untuk bertemu. Dengan alasan menghapuskan rasa rindu saat seminggu tidak bertemu.

Luhan menyodorkanku sebuah papan kardus yang terlihat seperti, undangan? Undangan pernikahan? Siapa?

“Apa itu?” tanyaku seraya melihat ke arah undangan itu.

“Undangan pernikahan, Jess” jawabnya pendek.

“Untukku? Kau akan menikah, Xi Luhan?”

Kali ini ia terdiam. Dalam lamunannya aku berharap ia mengatakan kalimat ‘Tidak, aku mengajakmu untuk menghadiri pesta pernikahan temanku’. Konyol sekali.

“Ya, aku akan menikah”

“D-dengan siapa?”

“Seo Joo Hyun, teman sekelasku”

Hebat sekali, ia akan menikahi teman sekelasnya. Bukan aku. Ingin sekali aku menangis. Hatiku hancur bak abu, meninggalkan debu-debu perih disana. Mencoba menahan tangisan dengan merubahnya menjadi senyuman palsu.

“J-jadi, bagaimana kau bisa dekat d-dengannya? Kau tidak pernah bercerita tentang dia kepadaku? Hahaha. Aku pasti akan datang ke pesta pernikahanmu!”

Sungguh, aku akan mengutuk diriku sendiri dengan tingkahku yang mulai konyol dengan suara yang gelagapan.

“Jess, sepertinya kau sakit. Kenapa wajahmu sedikit, pucat?”

“Benarkah? Mungkin aku harus kembali ke apartemenku sekarang. Sampai jumpa di hari pernikahanmu, Xi Luhan”

Tanpa memperdulikan keadaan disekitar, aku berlari sekuat tenaga keluar dari cafe yang tadi aku datangi. Tidak lagi perduli gelas pecah yang tak sengaja tersenggol olehku. Semua kuterjang habis-habisan. Hujan mulai mengguyur kota Seoul yang semula panas. Aku mulai menangis. Nobody cares, right? Orang-orang disekitar hanya akan melihatku sebagai gadis gila yang sedang bermain hujan dengan pakaian basah. Rasa yang kupendam selama puluhan tahun, semua kandas. Tak ada lagi harapan, bodohnya diriku.

Hari ini adalah hari pernikahannya. Pernikahan Luhan dengan gadis lain. Aku memasuki gereja yang selalu aku dambakan, yang selalu jadi khayalanku untuk menjadi tempat aku dan Luhan menikah, yang akan tetap menjadi khayalanku. Luhan telah berdiri di altar gereja di depan mataku. Tentunya dengan gadis bernama Seo Joo Hyun, bukan aku. Sudah kupersiapkan matang apa yang akan terjadi nanti, setumpuk tissue di dalam tas kecilku. Jessica, kau harus sadar. Ia akan bahagia bersama orang lain, bukan kau. Aku terus membendung semua air mata yang harusnya ku keluarkan selama acara berlangsung. Tak tahan. Aku tak bisa lagi menahan tangis ini. Tanpa memperdulikan sekitar, kejadian ini terulang lagi. Aku memberanikan diri keluar dari gereja di tengah acara berlangsung.

Aku kembali duduk di bawah pohon rindang di depan gereja. Membuang semua tetesan air mata di tiap helai-helai tissue yang ku keluarkan dari dalam tas. Aku menyadari sesuatu, ada sebuah kantong kecil penuh permen disebelahku. Awalnya ku kira seorang anak kecil melupakan kantong permennya disini, ternyata aku salah. Tangisanku makin menjadi saat ku temukan kotak merah kecil dan sepucuk surat di dalamnya. Permen adalah cemilan kesukaanku, dan kantong kecil itu bukanlah kantong biasa. Kantong kecil itu pernah kupakai pada usiaku yang ke-5 tahun untuk kuberikan kepada Luhan saat ia ulang tahun dengan ratusan permen kecil di dalamnya. Kantong kecil itu kembali kepadaku dengan kotak merah kecil didalamnya yang berisi, cincin. Kubuka sepucuk surat yang diberikan, ia menulis tanggal pembuatan surat. Seminggu yang lalu, ditanggal yang bertepatan dengan awal hubunganku dengan Sehun dan tolakanku atas ajakan Luhan untuk menyuruhku datang ke bawah pohon ini.

Jessie Jung, aku tahu kau marah padaku. Aku tidak pernah mengungkapkan perasaanku padamu, benar? Aku tahu kau menyukaiku, aku pun begitu. Aku memendam rasa yang sama. Kupikir waktu ini sudah tepat. Tak perlu berpacaran lagi, usia kita sudah matang. Aku menganggap semua yang telah kita lakukan bersama, itu adalah masa pacaran kita. Aku harap kau masih menyukaiku, maukah kau menikah denganku?

 

Xi Luhan, kau–melamarku? Sungguh, aku tak kuasa menahan tangisku. Kenapa aku benar-benar bodoh?!

©Take Me Somewhere Far Away

Tes..

Tes..

Kenapa air mataku terus menetes?

Apa acaranya sudah selesai?

Aku harap acaranya sudah selesai, agar mereka bisa melihatku disini.

Luhan, aku mencintaimu. Aku harap kau bahagia dengan gadis lain.

Aku akan selalu mendo’akan kebahagiaanmu disana.

Semua telah berakhir, aku terlalu bodoh untuk hidup.

Mungkin lebih baik jika aku tidak lagi tetap di dunia.

Selamat tinggal..

 

Epilog

Ditemukan seorang mayat wanita tergeletak di tengah jalan raya. Mayat berinisial JSY(24)  ditemukan dalam keadaan mengenaskan dengan badan yang telah terbagi menjadi dua bagian dan darah yang bercucuran dimana-mana.  Menurut saksi mata yaitu para pejalan kaki, mereka melihat JSY mencoba bunuh diri dari atas gedung apartemen tinggi yang letaknya tidak jauh dari gereja. Pada saat terjatuh dari gedung, JSY tergeleng truk besar sehingga menyebabkan badannya terpotong. Diduga JSY mengalami depresi tinggi sehingga membuatnya mencoba bunuh diri.

37 thoughts on “[Freelance] “Take Me Somewhere Far Away”

  1. nyeseyk banget deh lihat sica…
    aduhhhh… kenapa luhan bodoh sekali sih, kalo suka napa juga harus nikah ama souhyun.. aaaahh… ga rela luhan nikah ama dia…
    thor, sequelnya dong… buat luhan ga jadi nikah ama souhyun..

    • makasi udah mau baca ya😉 aku juga bikin ffnya ikut nangis /halah luhan ngira jessica udah gasuka sama dia lagi, akhirnya nyerah dan nyari yeoja lain. aku juga ah jadi ga rela jessica bunuh diri;_; kkk bakal diusahain nih sequelnya ya, doain cepet selesai ngehehe

  2. Waduh jessi mati ._.
    Ini seperti cinta yg sama2 terpendam, kalo jessi gak nerima sehun pasti mereka udah nikah tuh, hiinngs~ akhir yg menyedihkan, perasaannya jessi kerasa banget disini. :l

    • gomawo udah mau baca😉 iya jessica nya bunuh diri karna depresi😦 aku pengen readers jadi jessica disini makannya jessi harus bener2 ditonjolin, tapi aku harap readers gak ngikutin jessica bunuh diri ya wkwk

    • gomawo udah baca😀 iya, sebenernya aku juga gak tega bikin jessica meninggal tapi karna emg depresi yg ngakibatin dia begitu ujungnya meninggal juga, bunuh diri lebih tepatnya😦

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s