[Freelance] My Three Idiots (Chapter 11)

Poster 5

My Three Idiots (Chapter 11)

Title            : My Three Idiot

Author        : Kam Ha Moon | @tslykam

Main Casts :    – Im Yoona

                        – Oh Sehun

                        – Lee Taemin

                        – Xi Luhan

                        – Kim Jongin / Kai

Other Casts :   – Krystal as Im Krystal/Yoona’s sister

                        – Minho as Im Minho/Yoona’s dad

                        – Kwon Yuri as Yoona’s mom

                        – and other SM artist

Genre         : Life, Sad, Friendship, Family, Romance

Rating        : G or maybe T

Length        : Multichapter

Disclaimer  : Semua casts milik SM dan orangtuanya masing-masing. Mohon maaf kalau ada kesamaan judul, cast, atau cerita. Cerita ini murni ide saya sendiri.

Note           : Annyeonghaseyo, Kam Ha Moon imnida. I’m newbie and this is my very first fanfiction. The main casts is my ultimate bias kkkk~ Sorry for bad poster. Hope you like it, Enjoy!

*jangan lupa komen chingu ^^

*bold flashback

My Three Idiots

.   .   .

Persahabatan, cinta, keluarga. Siapa yang harus mengalah?

Tanpa mereka ketahui ada dua orang lelaki yang melihat mereka dari kejauhan, salah satu diantara mereka mengepalkan tangannya keras, dan yang satunya lagi hanya memandang temannya yang terlihat sedang sangat marah itu.

Author pov

Setelah Yoona tenang dan tersenyum lagi akhirnya Taemin melepaskan pelukannya.

“Sehun, kau tidak apa-apa?” tanya seseorang yang tadi datang bersama Sehun.

Ne” jawab Sehun singkat sambil berjalan menghampiri Taemin dan Yoona.

“K-k-Kai!” teriak Taemin begitu menyadari kedatangan Kai dan Sehun.

Taemin dan Yoona sedikit kaget melihat kedatangan mereka, namun tiba-tiba Yoona menyadari sesuatu.

“Ohhhh?! Kauu?” ucap Yoona dan Kai bersamaan.

“Kalian saling kenal?” tanya Taemin heran.

“Hahaha aku pernah beberapa kali bertemu dengannya, tapi kita tidak sempat berkenalan” jelas Yoona.

“Iya hyung, tanpa sengaja kita pernah bertemu dibeberapa tempat haha aku tidak menyangka, ternyata itu kau Yoona-ssi” ucap Kai yang ternyata tidak mengetahui Yoona juga.

“Wahhh senang berkenalan denganmu, jangan seformal itu, kau boleh memanggilku noona kalau kau mau hihihi”

“Hmmm baiklah Yoona noona, lihat hyung, aku saja memanggilnya dengan sebutan noona” ucap Kai pada Taemin.

“Oh? Bagaimana kau tahu kalau Taem tidak pernah memanggilku noona?”

“Eh? Tidak, aku….hanya menebak he he” jawab Kai gugup.

“Ah sudahlah ayo duduk” ucap Taemin mengalihkan pembicaraan.

“Sehunna terimakasih yaaa” lanjutnya.

Ne” jawab Sehun singkat.

“Kau kenapa Sehunna?” tanya Yoona melihat tingkah aneh Sehun.

“Tidak apa-apa, sepertinya aku kedinginan dan aku harus pulang, maaf jika tidak bisa ikut acara ini noona, dan ini kunci mobil Luhan hyung” ucap Sehun lalu pergi meninggalkan mereka.

“Ya! Oh Sehun kau kenapa? Lalu kau pulang naik apa?” teriak Yoona pada Sehun yang mulai menjauh.

“Aku bisa jalan kaki” teriak Sehun tanpa membalikkan badannya sama sekali.

“Anehh..ada apa dengan Sehun” gumam Yoona.

“Sepertinya aku tahu” jawab Kai pelan.

Yoona menoleh ke arah Kai dengan wajah penuh tanya.

“Haaaayy!! Apa kalian menunggu lamaaa?” potong Luhan dan Krystal yang baru saja kembali.

“Hoh? Maaf saya kira anda Sehun” ucap Krystal setelah duduk disamping Kai.

 “Ne tidak apa-apa hehe” jawab Kai ramah.

“Eoh? Kai? Adik Taemin! Benarkan?” tebak Luhan.

Ne, anda Luhan-ssi dan….. Krystal-ssi?” tanya Kai.

“Iya kau benar hihi” jawab Krystal sambil tersenyum sedangkan Luhan hanya menganggukan kepalanya.

“Jangan seformal itu Kai, kau bisa memanggilku hyung” ucap Luhan.

Ne? Hyung? Maaf, awalnya aku kira anda seumuran denganku dan Sehun haha” ucap Kai sambil tertawa.

“Hey! Kau tidak tau, aku itu paling manly disini haha” canda Luhan.

“Hahahahaaaa”

“Ngomong-ngomong kemana Sehun?” tanya Krystal yang baru menyadari bahwa Sehun tidak ada ditempat itu.

“Ah iya benar, kemana dia?” tanya Luhan.

“Dia pulang, entahlah..dia bilang sih dia kedinginan, sepertinya dia sakit” jawab Yoona lemah.

“Woah! Ini memang sudah jam 8, sebaiknya ayo kita juga pulang saja, biar aku antar kalian sampai rumah, ayo” ajak Luhan begitu ia melihat jam tangannya.

“Ayooo” sahut yang lain kecuali Yoona, karena sejujurnya Yoona masih sedikit khawatir dengan perubahan Sehun yang mendadak.

Salju sangat banyak malam itu, dia memikirkan keadaan Sehun yang pulang dengan berjalan kaki, dia sangat khawatir.

.           .           .

Luhan mengemudikan mobilnya pelan, sementara itu Yoona yang duduk disamping Luhan sedari tadi hanya diam memandang keluar jendela. Dibelakang, Kai Taemin dan Krystal mulai tertidur.

“Kau kenapa Yoong? Kau kedinginan?” tanya Luhan yang menyadari sedari tadi Yoona membisu.

“Tidak oppa, aku baik-baik saja” jawab Yoona pelan.

“Kalau kau ngantuk tidurlah dulu, sepertinya kita akan lama sampai kerumah, jalanan dipenuhi salju Yoong”

“Tidak oppa, aku akan menemanimu” jawab Yoona masih tetap lemah.

“Mmmm baiklah” ucap Luhan sambil mengelus pelan rambut Yoona.

Uhuk uhuk…Krystal tiba-tiba batuk dan membuat Kai dan Taemin ikut terbangun.

“Krystal-ah kau tidak apa-apa?” tanyaYoona kaget.

“Tidak apa-apa eonnie, tapi…”

“Krystal-ah, batukmu mengeluarkan darah!” teriak Taemin kaget.

Ne?! Jinjja?!” tanya Yoona dan Luhan panik. Segera Luhan menghentikan mobilnya dipinggir jalan.

“Krystal-ah minumlah ini” ucap Yoona cepat memberikan air minum.

Uhuk uhuk .. namun Krystal masih saja batuk dan mengeluarkan darah dari mulutnya. Taemin dan Kai membantu membersihkan darah yang ada ditangan dan bibir Krystal.

“Sebaiknya cepat kita ke rumah sakit!” ucap Yoona.

“Baiklah, tapi jaraknya agak jauh, Krystal-ah tahan sebentar ya” ucap Luhan sambil langsung menancap gas.

Sepanjang perjalanan Yoona sangat gelisah, beberapa kali dia membalikan tubuhnya hanya untuk melihat keadaan Krystal. Namun ternyata banyaknya salju yang menutupi jalan membuat Luhan tidak bisa cepat-cepat mengemudikan mobilnya.

“Krystal-ah tahan sebentar” ucap Taemin yang sedari memegang tangan Krystal, berharap bisa memberikan sedikit kekuatan.

Namun Krystal tidak menjawab sama sekali.

“Krystal-ah…Krystal..” panggil Taemin yang melihat Krystal sudah menutup matanya.

“Krystall! Bangunlah!” ucap Yoona yang juga menyadari hal itu.

“Tenang Noona, sepertinya Krystal pingsan” ucap Kai menenangkan.

“Haiisshh oppa! Cepat!” ucap Yoona pada Luhan.

“Iya Yoona –ya sebentar lagi kita sampai”

Beberapa saat kemudian mereka akhirnya sampai di rumah sakit Seoul. Krystal langsung dilarikan ke ICU.

 “Yoong duduklah dulu” ucap Luhan pada Yoona yang sedari tadi berdiri di depan pintu ICU, namun Yoona tidak menjawab sama sekali.

Hyung, aku akan memarkirkan mobilmu dulu” ucap Taemin.

“Kai ayo ikut aku” lanjutnya.

Kai dan Taemin pun meninggalkan Yoona dan Luhan.

.           .           .

1 jam sudah berlalu, Yoona masih berdiri didepan pintu ICU.

“Yoong…” panggil Luhan.

“Yoongg…” kali ini Luhan menghampiri Yoona lalu menggenggam tangannya.

Oppa..” Yoona membalikan wajahnya dan Luhan baru menyadari bahwa sedari tadi Yoona menangis.

“Yoong jangan menangis” ucap Luhan sambil menghapus airmata Yoona.

“Hiks..Tapi aku sangat khawatir, aku tidak ingin kehilangan dia oppa” ucap Yoona ditengah tangisannya.

“Sini duduklah dulu” ucap Luhan sambil menarik Yoona.

“Yoong dengarkan, aku yakin Krystal akan baik-baik saja, kita hanya bisa berdoa, semoga saja tidak ada sesuatu yang parah terjadi pada Krystal, jangan menangis..arraseo?” ucap Luhan sambil memeluk Yoona.

Ne oppa, tapi hatiku benar-benar tidak tenang” ucap Yoona didalam pelukan Luhan.

“Tenanglah…dia akan baik-baik saja” ucap Luhan sambil mengelus pelan rambut Yoona.

Sementara itu Kai dan Taemin memutuskan untuk membeli makanan dan minuman hangat. Didalam mobil mereka terlihat tenggelam dalam fikiran mereka masing-masing.

Hyung, kenapa kau menyuruhku ikut? Dingin sekali hyung” ucap Kai memecah keheningan.

“Biarkan Yoona dan Luhan hyung berdua, aku tau Yoona akan merasa nyaman bersama Luhan hyung” jawab Taemin.

“Benarkah? Maksudmu… Yoona noona menyukai Luhan hyung?”

“Hmm aku tidak tau soal itu, yang aku lihat selama ini, Luhan hyunglah yang menyukai Yoona” jawab Taemin lemah.

“Sepertinya…bukan Luhan hyung” ucap Kai pelan.

“Maksudmuu? Lalu siapa?”

“Yang aku lihat, Sehunlah yang menyukai Yoona noona” jawab Kai.

“Heoh? Kenapa begitu? Yang aku tau selama ini Sehun hanya menganggap Yoona sebagai Noonanya” ucap Taemin heran.

Hyung, kau ingat saat kau berpelukan dengan Yoona noona tadi? Aku dan Sehun melihat kalian dari kejauhan, dan aku menyadari tatapan Sehun terlihat sangat marah, dia juga mengepalkan tanganya keras, bukankah itu artinya dia cemburu?”

Jinjja? Aku tidak pernah menyadari tentang itu Kai”

“Mungkin aku memang baru pertama kali bergabung dengan kalian, dan mungkin kau lah yang tau lebih banyak hyung, tapi yang aku lihat tadi benar-benar nyata, tatapan Sehun pada Yoona noona dan juga tatapan Yoona noona pada Sehun, keduanya terlihat berbeda” jelas Kai panjang lebar.

“Bodoh, aku benar-benar tidak pernah menyadari tentang hal itu” ucap Taemin.

“Kai-ah, kau tau kan aku mencintai Yoona lebih dari apapun? Sekarang harapanku sudah habis, aku mohon setelah aku pindah nanti, bantulah Sehun untuk mendapatkan Yoona, aku baru sadar hari ini, bahwa si bocah Oh Sehun sekarang telah dewasa, aku tak ingin nasibnya sama sepertiku, tidak mendapatkan orang yang dia cintai. Maka dari itu, bantulah dia Kai” lanjut Taemin.

“Baiklah hyung, aku mengerti” jawab Kai sedikit ragu.

“Selain itu, kau juga harus menjaga Yoona, aku titipkan dia padamu Kai. Janji?” tanya Taemin.

“Tapi….kenapa aku harus berjanji hyung?” tanya Kai, karena sejujurnya hatinya sedikit ragu.

“Karena kau satu-satunya harapanku Kai, hanya kau yang bisa membantu Sehun, aku mohon….aku hanya ingin melihat Yoona bahagia”

“Baiklah, aku janji” ucap Kai pelan.

.           .           .

Yoona kini tertidur dibahu Luhan, sudah sekitar 3 jam dokter belum juga selesai memeriksa Krystal, sedangkan Taemin dan Kai memutuskan untuk pulang karena Taemin harus menyiapkan kepindahannya besok.

Luhan merasa sedikit bosan, akhirnya dia memutuskan untuk mengirim pesan pada Sehun.

To : Oh Sehun

Sehunna kau dimana? Sudah sampai apartement? Kita sedang berada di rumah sakit Seoul, Krystal tiba-tiba muntah darah tadi.

Sedang menunggu balasan dari Sehun tiba-tiba Yoona terbangun.

“Eungggg”

Oppa, maaf aku tidur dipundakmu” ucap Yoona pelan.

“Tidak apa-apa Yoona-ya, aku tau kau pasti lelah” jawab Luhan sambil mengelus pelan rambut Yoona.

“Keluarga Nona Krystal” teriak seorang suster yang baru saja keluar dari ruangan ICU.

Segera Yoona dan Luhan berdiri.

“Anda ditunggu diruangan dokter, silahkan ruangannya disebelah kiri” ucap suster itu.

Ne

.           .           .

“Anda keluarga nona Krystal?” tanya dokter begitu Yoona dan Luhan duduk.

“Benar, saya kakaknya” jawab Yoona.

“Mmm begini, maaf sekali apakah di keluarga anda pernah ada yang mengidap kanker otak?” tanya sang dokter pelan.

N-n-ne? mmm ada, dulu…ibu saya mengidap kanker otak” jawab Yoona lemas.

“Ini memang sedikit aneh, tapi ternyata…penyakit itu menurun”

Deg. Tiba-tiba Yoona merasakan jantungnya berdegup sangat kencang, dokter memang belum mengatakan apa-apa, tapi Yoona sudah tau apa yang dokter itu maksud.

“M-maksud anda apa?” tanya Yoona berharap semua yang ada difikirannya salah.

“Nona Krystal…”

“Tunggu! Anda hanya akan mengatakan Krystal baik-baik saja kan? Tentu saja! Aku mengerti, terimakasih dokter! Permisi” potong Yoona cepat sambil berlari keluar ruangan, menahan air mata yang sudah memaksa untuk keluar.

“Yoona-ya!” teriak Luhan mencoba menghentikan Yoona.

“Permisi tuan” potong sang dokter.

“Apa anda salah satu anggota keluarga mereka juga?” lanjutnya.

“Iya, saya kakak tertua mereka” jawab Luhan bohong.

“Mmm saya sangat mengerti perasaan Nona tadi, tapi maaf sekali saya harus sampaikan, bahwa Nona Krystal mengidap Kanker Otak stadium 3” ucap dokter itu tenang.

Ne?!!”

Luhan tidak bisa berkata apa-apa, tubuhnya lemas, bagaimana pun juga dia menyayangi Krystal seperti keluarganya sendiri.

.           .           .

Sehun pov

“Seoul hospital, aku harus segera kesana”

Segera kutancap gas mobil baruku ini, apa lagi yang harus dihadapi oleh Krystal dan Yoona Noona ya Tuhan, kasihan sekali mereka semoga tidak terjadi apa-apa.

Sudah 20 menit melewati perjalanan, biasanya hanya butuh waktu 15 menit saja, tapi karena salju yang sangat banyak menutupi jalan akibatnya 20 menit pun aku belum sampai di rumah sakit.

Sambil menyetir sesekali aku melihat ke kanan untuk mencari kedai kopi hangat, tapi tiba-tiba aku melihat seorang gadis yang sudah tidak asing lagi.

“Yoona Noona?!” gumamku begitu melihat Yoona Noona sedang berjalan lemas disebrang sana, apa yang dia lakukan inikan dingin sekali.

TIN TIN! Kutekan klakson mobilku beberapa kali tapi Yoona Noona sama sekali tidak menoleh, akhirnya kubuka kaca jendela dan mencoba berteriak.

“Yoona Noona! Noona!!”

Aneh. Dia sama sekali tidak menjawab, kuputuskan untuk keluar dari mobil dan berlari kearahnya, kupegang tangannya pelan agar tidak mengagetkannya.

Noona…

“Eohh?” dia menatapku sebentar “Sehunna!” dia memelukku erat sambil…menangis?

Noona, apa yang terjadi? Kau baik-baik saja? Ada apa Noona?” tanyaku sambil mengelus punggunya yang bergetar.

“Hiks tidak, tidak ada apa-apa hiks, Krystal baik-baik saja”

“Krystal?” kenapa tiba-tiba dia menyebutkan nama Krystal, aku yakin ada sesuatu yang terjadi pada Krystal.

“Mmmm ayo Noona masuk mobilku dulu, disini sangat dingin” ucapku lagi, aku segera menuntunnya menuju mobilku, dia hanya mengikutiku pasrah.

Begitu masuk mobil aku langsung menyalakan penghangat, aku tau Yoona Noona sangat kedinginan sekarang.

Noona, tunggu disini sebentar, aku akan membeli coklat hangat untukmu”

Dia hanya mengangguk pelan.

“Ingat! Tunggu disini! Jangan kemana-mana!” ucapku lagi dan Yoona Noona tidak menjawab apapun, aku takut dia melakukan hal aneh, maka dari itu aku putuskan untuk mengunci mobilku dari luar.

Ahjumma, coklat hangatnya 2” ucapku begitu sampai di kedai kopi terdekat.

Ne..”

Ini kesempatan, aku harus menelfon Luhan hyung.

Tuutt tuutt… Setelah cukup lama akhirnya aku mendengar seseorang berbicara disebrang sana.

Yeoboseyo! Sehunna! Yoona menghilang! Aku tak tahu dia dimana! Dia meninggalkan rumah sakit! Bagaimana ini?!”

Hyung….tenanglah dulu, Yoona Noona ada bersamaku sekarang”

Ne?! Benarkah? Huhhh..syukurlah. Tapi bagaimana bisa dia bersamamu?”

“Haishh itu tidak penting hyung! Sekarang beritahu aku bagaimana keadaan Krystal? Apa yang sebenarnya terjadi?”

“Krystal..mmm dia..”

“Ada apa hyung?!!” tanyaku mulai kesal.

“Krystal mengidap penyakit kanker”

Pyuurr. Tanpa sadar aku menjatuhkan satu coklat hangat yang sudah aku pegang.

“A-a-apa k-kau tidak salah? Krystal? Kanker? Apa yang kau maksud” aku tidak sanggup berkata apa-apa, tanpa sadar air mataku menetes, bagaimana pun juga dia sudah kuanggap seperti adikku sendiri, adik yang selama ini tidak pernah aku pedulikan.

 “Sehunna?”

“Oh Sehun?” ucap Luhan hyung menyadarkan lamunanku. Kuhapus airmataku cepat.

“Nanti kuhubungi lagi hyung” jawabku singkat lalu menekan tombol merah.

“Permisi, anda baik-baik saja? Coklatnya tumpah, apa anda ingin menggantinya?” tanya ahjumma pemilik toko.

Ne? Ah tidak apa-apa terimakasih, ini uangnya, ambil saja kembaliannya” ucapku sambil berlari menuju mobil membawa satu cup coklat hangat yang masih tersisa.

Begitu aku memasuki mobil, aku melihat Yoona Noona yang ternyata sudah tertidur sambil memeluk erat tubuhnya sendiri, wajahnya terlihat sangat lelah dan sedikit pucat.

Aku menghembuskan nafasku pelan, kupegang tangannya lembut, kasihan sekali dia, semoga semua permasalahan ini segera berakhir ya Tuhan, tolong lindungi Krystal dan Yoona Noona.

.           .           .

Kujalankan mobilku pelan, sangat sangat pelan agar tidak membangunkan Yoona Noona, cukup lama memang tapi akhirnya kita sampai dirumah Yoona Noona.

Noona..” bisikku pelan.

“Emmm” dia menggeliat seperti anak kecil.

Noona kita sampai..ayo aku antar kau masuk”

“Ah? Ne Sehunna” jawabnya lemah sambil membuka pintu mobil.

Baru saja kita sampai didepan pagar, tiba-tiba terdengar suara teriakan dari dalam, salah satu diantara suara mereka adalah suara Taemin, tapi apa yang dia lakukan dirumah Yoona Noona?

Aku melirik kearah Yoona Noona, sepertinya dia mengerti apa yang sedang terjadi dan dia langsung berlari kearah rumahnya sambil menangis.

TBC

Huah akhirnya beres juga. Makasih yaaa yang udah baca dari awal ^^ jangan lupa tetep kasih saran buat pairingnya ya hehe

Oiya readerdeul maaf ya chap sebelumnya ada kesalahan harusnya chap 10 dulu baru chap special, tapi gapapa udah nanggung, jadinya yang chap 10 dilewat dan lanjut ke chap ini. Huhuhu gomawo~

@tslykam

45 thoughts on “[Freelance] My Three Idiots (Chapter 11)

  1. lebih kasian ke yoona dibanding kristal,cz yoona slalu kuat menerima apapun cobaan,ak mau endingnya YoonHun aja deh thor…pokoknya gn smpek sehun ama kristal,jujur sm skali gak rela,mnding sehun sendiri aj,lbih baik kristal mati aja deh wkwkwk peace :v pokoknya endingnya YoonHun ne?#maksa/reader/sarap/somplak/*abaikan*

  2. Ah eonni u,u inget aku kaan? ;;) yg ditwitter paling bawel ttg ff ini HUAHAHAHA chapter 13 harus cepet2 di liris ya eonn~ dan endingnya YoonHan ya jebaaal u,u

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s