[Freelance] Glare… (Chapter 2)

glare

Title: Glare..

Author: Nam

Cast: Seo Joo Hyun SNSD
Xi Lu Han, Wu Yi Fan, Huang Zhi Tao, Zhang Yi Xing
Do Kyung Soo, Oh Se Hoon, Kim Jong In [Seohyun’s bestfriend]
Kim Joon Myun, Byun Baek Hyun [student’s]
Kim Jong Dae, Kim Min Seok [Seohyun’s step brother’s]
Park Chan Yeol, Glare (OC) [Seohyun’s last bestfriend]

Other Cast: Kim Shin Young [Seohyun’s eomma]
Clay [Glare twin’s]
and other ghost or human (?)..

Genre: Horror, Bloody, Friendship, Family, little bit Romance

Length: Chapter

POSTER BY HanniJung @ SeoEXO Art and Fanfic

Rating: T

A/N: –

~Glare.. Chapter 2~

Luhan POV

“aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!” teriak kami ketika semua hantu yang entah ada berapa jumlahnya itu menyerang kami dengan kekuatan ghaibnya.

“Lu.. te-le-pathy..” ucap Kris terbata-bata.

Ah iya! Seohyun!

Dengan susah payah aku menghubungkan pikiranku dengan pikiran Seohyun.

“eoh? Luhaaaannn”

“Hyun.. kami… tolong kamii!!” teriakku. Untung saja para setan itu tidak berada di dekatku.

“Lu~ kau dimana?”

Suaranya sangat panik.

“kami… dikelilingi SETAAANNN!!.. ah! Kau pergi ke gedung tua dekat rumahmu saja!”

Salah satu hantu yang menurutku ketuanya dari para hantu ini mendekatiku.

“baik!”

“aaaaaaaaaaaaaaa!!” teriakku ketika hantu itu melemparku keluar dari gedung tua ini.

“aw~” ringisku.

Aku melihat sekeliling. Ini diluar. Gelap sekali. Kris? Mereka semua dimana?

“KRIIISSS!!” teriakku sekuat tenaga.

“SEHUUUUNN!! KAIII!!” teriakku lagi.

Masih belum ada respon dan..

“aaaa!!” teriakku ketika seorang yeoja menghampiriku.

“hey hey.. kau tidak apa?” tanyanya.

Aku masih menutup mataku.

“Lu~ ini aku..”

Suara itu! Suara lembut itu!

Aku pun langsung berhambur memeluk yeoja yang menjadi sahabatku ini.

“Seohyuuunn!!” ucapku.

“hey hey.. dimana yang lain?” tanyanya sembari melepas kontak diantara kami.

“molla..” ucapku.

“lalu.. kenapa hanya kau saja yang diluar Lu? Jawab aku!” ucapnya. Nadanya sangat khawatir.

“mereka.. ada di dalam gedung itu..” ucapku lirih.

“ha~ bagaimana ini?” gumam Seohyun.

“hiks..”

Dia mulai menangis.

“omo~ Hyunnie.. uljimayo~” ucapku menenangkannya.

“bagaimana ini? Aku bodoh! Aku tidak tahu semua ini Lu!” ucapnya di tengah isakannya.

“tenang saja~ semuanya akan baik-baik saja.. kita harus selalu berusaha Hyunnie~” ucapku sembari memeluknya.

“aku takut mereka.. terluka Lu~” ucapnya masih terisak dalam pelukanku.

Aku melepaskan kontak diantara kami kembali. Aku menatapnya. Dia sangat ketakutan juga sedih.

“hey hey.. look at me Hyunnie~” ucapku sembari memegang pundaknya.

Dia pun menengadah. Pandangan kami bertemu.

“kita harus berusaha untuk menyelamatkan mereka Hyun.. percayalah.. mereka semua tangguh.. jadi, kita harus percaya pada mereka.. arra?” ucapku sembari tersenyum. Dia hanya mengangguk lalu membalas senyumanku dengan senyum khasnya.

“kajja kita masuk ke dalam” ucapku menarik tangannya.

“tap—“

Aku hanya menatapnya tanda bahwa jika masuk ke dalam gedung tua itu kita akan baik-baik saja.

“baiklah..” ucapnya mempercayaiku.

Baekhyun POV

Kenapa kali ini Seoul lebih menyeramkan di banding kemarin hari? Apa karena kejadian hari ini?

“kau belum tidur Baek?”

“ah~ aku belum mengantuk Joonmyun..” ucapku.

“eoh? Bagaimana kita dapat belajar ne?” tanyanya sembari menatap kosong ke arah langit.

“entahlah.. aku juga bingung.. kita tidak mungkin keluar dari sekolah itu Joon..” ucapku.

“keureom!” ucapnya lirih.

“ah iya! Kenapa kau begitu galak pada yeoja tadi pagi?”

Ha~ ah iya! Yeoja itu!

“kenapa yah~? Kau ingin tahu?” godaku.

“yak! Habis.. kalau kau galak pada yeoja seperti itu, berarti kau menyukainya” ucapnya.

“ahaha.. tahu darimana kau?” curigaku.

“aku kan sahabatmu Byun Baek Hyun!” ucapnya menekan kata Byun Baek Hyun, namaku sendiri.

“ah~ aku tidak menyukainya..” ucapku sembari menidurkan tubuhku pada kasurku.

“ha~ geojitmal!” ucapnya.

Tidak percaya padaku huh? Tapi.. benar juga! Aku memang sedikit menyukainya sih..

“tuh kan! Ahahaha.. aku cerdas kan?” ucapnya ketika memperhatikan raut wajahku yang nampak berpikir bahwa aku menyukai Seohyun, yah walaupun sedikit.

“ha~ terserah kau saja! Aku ingin tidur!” ucapku berpura-pura memejamkan mataku.

“ya sudah~ tidur nyenyak Byun Seo Hyun~” ledeknya.

“yak!” kesalku.

Aku melemparnya memakai bantal kesayanganku sebelum dia keluar dari kamarku.

“ah~ melegakan” ucapku. Aku pun menutup mataku.

“mulai bermimpi Byun Baek Hyun~” gumamku.

Dream On

“aaaa!! Tolong kami!!”

“ha~ dimana aku?”

“ha~ kau ini.. sakit seperti ini saja sinisss! Bagaimana kalau sehat?”

“hah? Kenapa aku ada di sekolah?”

“yak! Habis.. kalau kau galak pada yeoja seperti itu, berarti kau menyukainya”

“lah? Aku ada di rumahku?”

“tenang saja~ semuanya akan baik-baik saja.. kita harus selalu berusaha Hyunnie~”

“dia? Dia siapa? Dan itu.. itu kan Seohyun! Namja? Tunggu! Dia mempunyai kekasih?”

WUSS

“aaaa!!”

“tenanglah~ kau teman satu kelas Seohyun kan?”

“k-kau.. kau siapa?”

“namaku Jongin.. em.. Kai! Aku sahabat Seohyun..”

“lalu? Untuk apa kau membawaku ke sini? Tempat apa ini?”

“kau hanya perlu membantu kami.. cari cahaya sebanyak mungkin.. atau.. kau.. harus menemukan temanku yang bernama Tao”

“tunggu.. untuk apa aku menolong kalian? Memangnya kalian kenapa? Aku bahkan tidak mengenal Seohyun.. dan aku tak kenal dengan.. temanmu itu”

“bukankah kau menyukai Seohyun?”

“MWO? Ak.. ah~ baiklah! Aku akan menolong kalian.. tapi beritahu aku ciri-ciri temanmu itu”

“dia mempunyai mata seperti panda..”

“oh.. lalu bagaimana caranya?”

“kau harus bangun dari mimpimu dan datanglah ke alamat gedung tua yang sangat terkenal di Seoul”

“MWO? Mana mungkin! Andwaeyo!”

“kau ingin Seohyun mati? Ingat! Hanya kami dan kau yang bisa membuka semua ini..”

“membuka?”

“cepatlah!”

WUSS

“cham!”

Dream Off

“hah! Mimpi macam apa itu?”

Aku mengacak-acak rambutku.

“kau kenapa huh?”

“k-kau? Kau yang tadi di mimpiku kan?” kagetku. Aku sedikit memundurkan tubuhku.

“ahaha.. maaf aku mengagetkanmu.. cepatlah bantu kami! Aku tidak akan menghubungimu lagi..”

WUSS
“ya ya ya!”

CKREK

“waeyo?” tanya Joonmyun. Dia tampak sangat mengantuk.

“Joon.. bantu aku!” ucapku.

“maksudmu?” tanyanya.

“ayolah! Ikuti saja aku! Seohyun dan teman-temannya sedang dalam bahaya!” ucapku lagi. Aku mulai memakai mantel dan sepatu.

“MWO? Tahu darimana kau?” kagetnya.

“sudahlah.. kajja!” ucapku sembari melempar mantel milikku untuknya.

Kami pun pergi keluar dari rumah. Yah~ kami! Hanya kami!

@sekitar Gedung Tua 9 P.M. KST

“Baek, apa kita harus melakukan ini?” tanya Joonmyun.

“harus!” ucapku.

Sebenarnya aku juga takut dan tidak mau mengundang Joonmyun untuk masuk ke ide sahabat Seohyun itu. Tapi, bagaimana lagi? Kaki ku kan belum sepenuhnya pulih, jadi aku harus ditemaninya.

“lalu, sekarang bagaimana?” tanya Joonmyun.

“ah~ masuk ke dalam” ucapku.

“MWO? Yang benar saja!” ucapnya sedikit membentakku.

“ya ya ya.. jangan berteriak dekatku Joon!” ucapku. Jarak kami sangat dekat karena Joon menuntunku. Dia hanya mengangguk.

“kajja!” ucapku.

Kami pun masuk ke Gedung itu.

“menyeramkan~”

Author POV

Baekhyun dan Joonmyun pun masuk ke dalam gedung tersebut. Sementara itu, Seohyun dan Luhan masih mencari tempat dimana sahabat mereka berada.

“Lu?”

“hm..”

“dimana tempat itu?”

“mungkin sebentar lagi..”

“aaaaaaaaaaa”

“TERIAKAN ITU!!” ucap Seohyun dan Luhan sembari menatap masing-masing.

Mereka pun berlari ke sumber suara dan.. benar!

“Lu? Ada berapa?” tanya Seohyun ketakutan.

“mungkin ratusan” ucap Luhan.

GLEK

Ratusan—pikir Seohyun. Dia hanya dapat menelan ludah. Dia baru saja bertemu hantu sebanyak 20 saja sudah sangat pusing dan lelah, dan ini.. ratusan?

“kajja!” bisik Luhan.

Mereka pun segera menjalankan rencana yang mereka susun sejak tadi.

Luhan dan Seohyun memulainya dengan membaca berbagai mantra. Kai yang merasakan mantra itu pun, kekuatannya bertambah. Kyungsoo pun merasakannya pada tubuhnya. Tubuhnya yang awalnya dihinggapi berbagai luka, sekarang sudah menghilang. Semuanya pun merasakannya. Tao segera menghilang dari kerumunan hantu gedung itu untuk mencari bantuan dari luar. Lay, Sehun dan Kris yang berdekatan segera menggabungkan kekuatan mereka untuk meruntuhkan para hantu itu agar menjauh dari mereka.

“aaaaaa”

Semua hantu berteriak histeris karena kesakitan hanya satu yang kekal, Clay.

“kalian tidak akan bisa menyakitiku!” ucapnya.

“kami akan berusaha!!” teriak Lay.

“kalian tidak akan bis—“

“GO AWAAAAYYY!!” teriak Seohyun mengucapkan mantra yang selama ini dia sembunyikan. Dia merasa terdorong untuk mengucapkan mantra tersebut.

 “aaaa!!”

Clay dan semua hantu itu pun menghilang.

TING

Cahaya pun terlihat dari arah luar dan dari arah pintu luar ruangan ini. Di dekat pintu ruangan yang sangat gelap ini berdiri Baekhyun, Joonmyun dan Tao yang tersenyum lega.

Kris, Sehun dan Lay membuka mata mereka. Berhasil!

“apa kita berhasil?” tanya Kai heran.

 

“kita berhasil!” ucap Kyungsoo dengan senyumannya.

“yey! Kita berhasil!!” teriak Tao girang.

Tunggu..

“hyun.. kita berhasil” ucap Luhan.

Seohyun hanya memberikan senyumannya pada Luhan karena dia merasa lemas seketika ketika dia mengeluarkan mantra andalannya yang sangat jarang digunakannya.

“kalian baik-baik saja kan?” tanya Baekhyun.

Seohyun menoleh.

“kau.. kenapa kau ada disini?” heran Seohyun.

“aku yang mengundangnya..” ucap Kai.

“mereka berdua menyelamatkan kita..” ucap Tao sembari tersenyum pada Baekhyun dan Joonmyun.

“kamsahamnida” ucap Seohyun.

“jangan terlalu formal!” ucap Baekhyun dingin. Joonmyun hanya tersenyum mendengar ucapan Baekhyun yang terkesan dingin tapi sangat bermakna.

“hh.. kau masih dingin ne?” kesal Seohyun.

“terimakasih karena kau sudah mematuhiku” ucap Kai.

“mematuhi? Hh.. aku hanya ingin membantu saja” ucap Baekhyun dingin.

“hah~ menjengkelkan sekali kau ini” celetuk Luhan.

“sudahlah~ sekarang.. kita pulang ke rumahmu kan Hyun?” ucap Kris.

“ah iya! Kajja!” ucap Seohyun.

“lalu kami?” tanya Joonmyun.

“kalian juga” ucap Seohyun sembari tersenyum.

DEG

Baekhyun merasakan jantungnya berdetak lebih cepat. Dia benar-benar menyukai Seohyun.

Semuanya pun keluar dari gedung itu. Glare hanya dapat tersenyum.

“Seohyun masih mengingatku Chan chan..”

Seohyun bergidik ngeri. Entah kenapa?

“waeyo Hyunnie?” tanya Luhan.

“eobseo!” ucap Seohyun sembari tersenyum.

“ha~ jangan tersenyum seperti itu pada Luhan!” ucap Sehun.

“ne.. dia pasti akan tersenyum simpul dan wajahnya memerah” ledek Lay disertai tawa kecil Kris dan Kyungsoo.

“yak! Menyebalkan” desis Luhan.

Seohyun hanya tertawa kecil mendengar perdebatan antara Sehun, Luhan dan Lay.

“oh ya! Kalian sama sekali tak melihat Xiumin oppa dan Chen oppa?” tanya Seohyun. Dia sudah menanyakan hal itu pada Luhan, dan Luhan hanya menjawab ‘ani’.

“ani!” ucap semuanya serempak kecuali Baekhyun dan Joonmyun yang tidak tahu apa-apa.

“jinjja? Lalu kemana mereka?” ucap Seohyun.

“mungkin mereka sudah ada di rumahmu” ucap Luhan menenangkan Seohyun yang menurutnya mulai panik.

“ha~ bagaimana kalau mereka… ah andwae!” ucap Seohyun.

“sudahlah.. jangan berbicara sendirian!” celetuk Kai yang lantas mendapat jitakan dari Kyungsoo.

“ahahaha” tawa semuanya.

“rumahmu dekat sini?” tanya Joonmyun pada Seohyun.

“ne.. nah! Itu rumahku!” ucap Seohyun sembari menunjuk bangunan mewah dengan cat berwarna putih elegant.

Baekhyun dan Joonmyun tersentak ketika melihat rumah Seohyun.

“rumah itu kan.. sudah dihancurkan 2 tahun lalu” gumam Baekhyun.

“apa?” tanya Seohyun. Suara Baekhyun masih cukup terdengar oleh Seohyun dan sahabatnya tapi tidak terlalu jelas.

“apa kau sudah tinggal di Seoul sejak 1 tahun yang lalu?” selidik Baekhyun.

“ani! Aku baru saja pindah ke Seoul 1 bulan yang lalu” ucap Seohyun.

Hah~ itu tidak mungkin.. terakhir kali aku melihat rumah ini itu.. 1 bulan yang lalu dan… rumah itu masih dalam keadaan hancur—batin Baekhyun. Joonmyun pun berpikir sama seperti Baekhyun.

“kau menempati rumah itu 1 bulan yang lalu dan.. sudah tinggal di rumah itu?” tanya Joonmyun.

Baekhyun membungkam mulutnya. Dia benar-benar tidak percaya.

“yup! Memangnya ada apa sih?” tanya Seohyun. Dia merasa risih dengan berbagai pertanyaan aneh yang keluar dari mulut Baekhyun dan Joonmyun.

CKREK

“Hyun!” teriak Chen dan Xiumin histeris ketika Seohyun dan teman-temannya sudah ada di depan pintu masuk rumah mereka.

“oppa?” kaget Seohyun.

“kami khawatir.. sudah kami duga.. kau memang tidak menuruti perintahku” ucap Chen.

“mianhae.. mereka benar-benar membutuhkan bantuanku” ucap Seohyun lirih.

“kalian tidak apa-apa?” tanya Xiumin.

“gwaenchanha hyung” ucap Kris mewakili semua sahabatnya.

“baguslah.. kalian istirahat saja” ucap Xiumin.

“aku ingin bicara denganmu Hyun” ucap Chen.

Luhan menatap Seohyun.

“gwaenchanha Lu~” ucap Seohyun.

“ha~ baiklah..” ucap Luhan.

Seohyun pun tersenyum.

Luhan, Sehun, Kris, Lay, Tao, Kyungsoo, Kai, Baekhyun dan Joonmyun pun diantarkan Xiumin memasuki kamar tamu rumah Seohyun yang cukup lega untuk ditempati makhluk sebanyak 10 orang-an.

Seohyun POV

“ada apa oppa?” tanyaku.

“jangan lakukan hal menjijikkan ini lagi!” ucap Chen oppa.

“mianhae oppa! Aku tidak akan melakukannya lagi..” ucapku. Aku menunduk gugup. Aku tahu bagaimana rasanya jika Chen oppa sudah marah melebihi batas.

“ya sudah! Kau harus tidur! Besok kau sekolah! Dan ingat kata-kataku tadi! Kau mengerti?!” bentak Chen oppa.

Aku sedikit bergidik ketakutan.

“ne oppa..” ucapku.

Aku pun masuk ke dalam kamarku.

“bodoh..” rutukku pada diri sendiri.

“terimakasih Seohyun..”

“hah? Siapa itu?” ucapku.

“aku.. disini”

Aku menoleh ke kanan, kosong. Kiri, kosong. Belakang?

“huwaaa~ kau siapa?” panikku ketika melihat sesosok yeoja yang sepertinya pernah bertemu dengannya.

“aku temanmu.. Glare..”

“Glare? Hah?”

Aku mulai berpikir keras. Glare? Tampaknya, aku pernah mendengar nama itu. Dan juga tampak pernah menjadi bagian dalam hidupku. Glare? Chankanman! Ya! Aku ingat!

“G-gla-glare?” ucapku terbata. Air mataku perlahan terjatuh. Aku membungkam mulutku agar aku tidak terlalu terisak.

“uljimayo Hyun~”

“benarkah ini kau? Ke-kenapa?”

Suaraku semakin menghilang. Aku benar-benar tidak percaya. Glare? Sahabat semasa kecilku telah menjadi arwah tetap di sekolahku sekarang?

“di sekolah itu.. itu bukan aku Hyun..”

GLEK!

Kalau bukan Glare lalu siapa?

“dia kembaranku.. kau masih ingat?”

FLASHBACK ON [Author POV]

“Soo Ri imnida”

“Seohyun imnida”

“Chanyeol imnida”

“ahaha.. kenapa terlalu formal begini yah?” ucap Soo Ri.

“memangnya ini formal yah, Glare?” goda Chanyeol.

“yak!” kesal Soo Ri.

“ahaha.. kenapa kau selalu dipanggil Glare oleh Chan Chan sih?” heran Seohyun.

“karena dia seorang ahli death-glare.. hahaha” tawa Chanyeol.

Soo Ri hanya dapat mengerucutkan bibirnya mendengar ledekan Chanyeol tapi akhirnya mereka bertiga hanya tertawa.

“Soo Ri!” teriak Clay, kembaran Soo Ri.

“eoh? Ada apa Yoo Ri?” tanya Soo Ri to the point.

“cepat masuk!” teriak Clay atau yang bernama asli Choi Yoo Ri.

“tapi—“

“cepaaaattt!!” teriak Clay sembari menarik paksa Glare.

“lepaskan Soo Ri!” ucap Chanyeol sedikit berteriak.

“diam kau! Atau kau ingin mati huh?”

GLEK

“mianhae Yoo Ri.. Soo Ri kan kembaranmu jadi tak sepantasnya kau memperlakukan Soo Ri kasar” ucap Seohyun.

“ada apa ini?” tanya Ny. Choi.

“Yoo Ri sayang~ tenanglah sedikit.. eomma hanya menyuruhmu untuk memanggilkan kembaranmu saja kan?” ucap Ny. Choi.

Yoo Ri hanya mendelik kesal. Selalu Soo Ri dan Soo Ri.

“kalian bisa mengobrol lagi.. tapi lebih baik di dalam” titah Ny. Choi karena Soo Ri, Seohyun dan Chanyeol mengobrol di halaman rumah Soo Ri.

Mereka bertiga pun mengangguk. Seohyun dan Chanyeol berbungkuk untuk berterimakasih.

Aku tidak akan membiarkan semuanya merampas apa yang ku inginkan! Aku akan membalas kalian semua! Tunggu saja!—batin Yoo Ri.

FLASHBACK OFF

Back to Seohyun POV

“aku mengingatnya” ucapku sembari menghapus air mataku.

“dia sama seperti dulu yah?”

“dia belum berubah.. kau.. kenapa kau bisa menjadi arwah gentayangan?” tanyaku.

“kau akan mengetahuinya..”

“beritahu aku Glare!” ucapku sedikit berteriak.

Oops! Aku lupa! Ini kan sudah malam. Kalau terdengar Chen oppa, pasti aku akan ada dalam masalah besar.

“Chan Chan tahu kok… pai pai Hyun~”

WUSS

“cham!” teriakku.

Ah bodoh!—rutukku dalam hatiku.

TOK TOK

Luhan POV

Aku keluar dari kamar. Aku sangat haus dan juga sangat ingin ke toilet sejak tadi. Ketika aku melewati kamar Seohyun, aku mendengar dia sedikit berteriak.

TOK TOK

“Hyun? Gwaenchanha?” tanyaku pada Seohyun dari balik pintu kamarnya.

Dia tidak merespon. Bagaimana ini? Apa terjadi sesuatu padanya?

“Hyun?”

Aku kembali bertanya.

“ah.. gwaenchanha Lu~” ucap Seohyun sedikit berteriak.

“ha~ syukurlah” gumamku.

Aku pun kembali ke kamar.

“em.. Kai?” panggil Baekhyun.

Kai yang semula membaca buku pelajaran dari guru di China pun segera menoleh seolah berkata ‘wae?’.

“tadi.. kau berkata padaku.. ehm! Hanya kalian dan aku yang dapat membuka.. maksudnya membuka?” tanya Baekhyun.

Aku tertarik dengan topik yang dimaksud. Aku pun ikut mengobrol bersama Baekhyun.

“ini sulit dijelaskan karena.. kau tidak akan percaya” ucap Kai dingin.

“beritahu saja.. mungkin aku akan sedikit percaya” ucap Baekhyun.

“kau orangnya antusias juga” celetukku.

Baekhyun menoleh ke arahku dengan tatapan datarnya.

“benar kan?” ucapku.

Baekhyun hanya mengangguk lalu mengalihkan kembali wajahnya ke Kai.

“ehm! Begini….”

TBC

Eotte? Seru gak? keep RCL and smile 🙂

3 thoughts on “[Freelance] Glare… (Chapter 2)

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s