[Freelance] Be Mine (Chapter 6)

26

Title                : Be Mine

Author            : NinkNonk

Cast                 : Kim Taeyeon (GG)

Oh Sehun (exo)

Kim Jongin (exo)

Son Naeun (A pink)

Other cast        : and many more

Length             : Chaptered

Genre              : AU, married, romance

Rating             : NC-17

Disclaimer       : semua cast milik Tuhan dan ceritanya hasil pemikiran saya sendiri. So, DON`T BASH! & HAPPY READING!

“aku sudah bilang jangan pernah mengacuhkanku. Aku bisa melakukan hal yang lebih daripada ini, satu hal lagi, jangan tunjukkan wajahmu yang seperti itu saat melihatku” ucapnya dengan ekspresi datarnya.

 

“b-baiklah…” gugup Taeyeon.

 

Sesaat kemudian, Sehun mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Taeyeon. Taeyeon yang bingung hanya bisa memejamkan matanya, dia hanya bisa pasrah dengan apa yang akan dilakukan Sehun padanya. Saat bibir Sehun hanya menyisakan jarak 5cm dari bibir Taeyeon, smirk evil Sehun tersungging dibibirnya.

 

“besok, jangan lupa pakai high heels yang tinggi agar aku bisa menciummu” ucapnya lalu melepaskan tangannya yang memegang tangan Taeyeon tadi.

Sementara itu, Taeyeon yang mendengarnya hanya bisa membelalakkan matanya. Sehun yang melihatnya, kembali tersenyum puas. Dia merasa senang bisa mengerjai Taeyeon. Dia membalikkan badannya lalu keluar dari kamar Taeyeon, sebelum benar-benar keluar dari kamar tersebut sekali lagi dia membalikkan badannya.

“selamat malam istriku, calon nyonya Oh” smirknya sekali lagi lalu keluar kamar.

“Yaaa Oh Sehuuuunn….” histeris Taeyeon yang merasa dipermainkan.

Sesaat amarah Taeyeon memuncah, tiba-tiba pikirannya beralih pada kejadian yang akan mereka lalui besok yaitu tradisi setiap pernikahan ‘kisseu’. Betapa malunya Taeyeon mengingat bahwa besok dia akan melakukan hal tersebut apalagi dengan Sehun.

oettoke?” gumam Taeyeon.

Malam itu dilalui Taeyeon dengan penuh rasa cemas, namun beberapa menit kemudian dia tersentak karena hpnya berdering menandakan ada pesan masuk. Dengan perasaan malas, dia meraih hpnya yang terletak tidak jauh dari tempatnya. Raut wajahnya berubah cerah saat melihat nama pengirimnya, Kai.

noona, aku belum meninggalkan Seoul tapi rasanya aku sudah sangat merindukanmu’

nado” ucap Taeyeon.

Dengan perasaan sedikit tenang, akhirnya Taeyeon dapat tidur dengan lelap. Rasanya belum ada beberapa jam Taeyeon memejamkan matanya, tiba-tiba eommanya membangunkannya.

“sayang, ireona… kita harus bersiap-siap berangkat ke salon” ucap nyonya Kim sambil menepuk-nepuk pipi putrinya dengan lembut.

“enggg….” erang Taeyeon.

“cepat sayang” bujuk nyonya Kim saat melihat Taeyeon masih memejamkan matanya.

neh eomma…” angguk Taeyeon lalu bangun dan segera menuju kamar mandinya.

Setelah beberapa saat dikamar mandi, akhirnya Taeyeon keluar dengan kondisi yang fresh. Dikamar, nyonya Kim sudah mempersiapkan segala keperluannya. Merekapun segera turun, dibawah sudah ada appanya serta tuan dan nyonya Oh menunggunya.

“baiklah, sebaiknya kita segera berangkat ke salon. Kajja!” ajak nyonya Oh.

Taeyeon, nyonya Kim serta nyonya Oh berangkat bertiga menuju salon yang letaknya tidak jauh dari tempat acara pernikahannya nanti. Sementara Sehun, tuan Kim dan tuan Oh akan bersiap-siap dirumah lalu berangkat ketempat pernikahan. Setelah sampai di salon yang mereka tuju, beberapa pelayan sudah menunggu kehadiran mereka dan segera mendandani Taeyeon.

Tidak butuh waktu lama, sang mempelai wanitanya sudah disulap bak seorang putri kerajaan yang sangat menawan. Merekapun segera ketempat acara pernikahan. Dijalan, Taeyeon semakin merasa deg-degan dan gugup terutama membayangkan kejadian yang akan mereka lakukan nanti.

Saat mereka tiba, ternyata tempat tersebut sudah dipenuhi oleh para tamu undangan yang berasal dari kolega dan beberapa keluarga Oh dari luar negeri. Taeyeon merasa kagum melihat dekorasi yang telah dipersiapkan oleh nyonya Oh yang terlihat sederhana namun terkesan mewah. Ketika menunggu diruang mempelai wanita, nyonya Kim merasa sangat terharu melihat putrinya akan segera menikah.

eomma tidak menyangka bahwa putri eomma sudah sebesar ini dan akan menikah secepat ini juga. Maafkan eomma sayang” isak nyonya Kim.

eomma… jangan seperti itu. Aku lebih menyayangi eomma, jadi aku tidak pernah menyesal dengan kejadian ini” hibur Taeyeon.

mianhae… seharusnya hari ini tidak boleh ada airmata. Eomma harap kalian bisa hidup bahagia” ucap nyonya Kim sambil menghapus airmatanya dan berusaha tersenyum.

“Taeyeon, kita harus siap-siap. Sebentar lagi acaranya dimulai” seru tuan Kim.

Taeyeon yang berjalan menuju altar sambil diiringi oleh appanya, sesekali menarik napas panjang untuk menghilangkan kegugupannya. Para tamu yang hadir tidak terkecuali Sehun, semua perhatian hanya tertuju pada satu sosok yaitu sang mempelai wanita. Saat keduanya sudah berada didepan altar, tuan Kim menyerahkan tangan putrinya untuk diserahkan ke Sehun.

Pendeta langsung memulai acara, keduanya disuruh saling berhadapan. Taeyeon yang masih merasa canggung tidak mampu memandang wajah Sehun. Walaupun keduanya berada dalam kondisi yang canggung, tetapi mereka dapat dengan lancar mengucapkan sumpah didepan pendeta dan para tamu. Setelah pendeta mengesahkan pernikahan mereka, kemudian sang pendeta menginstruksikan ke keduanya untuk bertukar cincin dan saling berciuman.

Deg… deg….

Bukan hanya Taeyeon yang merasa gugup namun Sehun juga merasakan hal yang sama. Beberapa saat menunggu, Sehun yang melihat ekspresi Taeyeon yang bingung akhirnya memberikannya sedikit inisiatif untuk memulai duluan. Sehun meraih dagu Taeyeon lalu mengangkatnya agar bisa sejajar dengannya, lalu dengan sedikit membungkukkan kepalanya akhirnya dia dapat menempelkan bibirnya ke bibir Taeyeon.

my first kiss” batin Taeyeon.

Taeyeon yang tadinya merasa canggung entah mendapat dorongan darimana, akhirnya membalas ciuman tersebut. Walaupun canggung, keduanya sangat menikmati ciuman mereka tanpa menghiraukan orang-orang disekitar mereka. Tanpa mereka sadari, para tamu undangan berdiri dan bertepuk tangan serta beberapa diantaranya ada yang sampai bersiul-siul menyaksikan kegiatan pengantin baru tersebut. Saat mereka sadar, keduanya hanya bisa tersipu malu mengingat hal yang mereka lakukan tadi.

Masih ditempat acara pernikahan, beberapa tamu yang telah mengucapkan selamat atas pernikahan mereka perlahan mulai berkurang. Hanya ada beberapa tamu undangan yang masih betah untuk mengobrol. Setelah mereka menyapa beberapa keluarga yang datang, akhirnya keluarga Oh dan keluarga Kim kembali kerumah.

@rumah keluarga Oh

“hari ini lebih melelahkan tapi sangat menyenangkan” ucap nyonya Oh saat mereka sudah berada diruang tengah.

“oh iya… Sehun, Taeyeon, eomma dan appa punya hadiah untuk kalian” seru nyonya Oh lagi.

gamsa hamnida eomma, appa” hormat Taeyeon.

“jangan terlalu sungkan, sekarang kamu sudah resmi jadi putriku juga. Semua yang kami miliki adalah milikmu juga” balas tuan Oh.

 “iya… sebagai hadiah pertama dari kami, appamu sudah membelikan kalian sebuah rumah yang berada di Gangnam” ucap nyonya Oh.

“dan kalian harus bersiap-siap karena kalian akan honeymoon di pulau Jeju, eomma sudah mempersiapkan segala keperluan kalian disana” tambah nyonya Oh lagi.

honeymoon?” sontak Sehun tak terkecuali Taeyeon.

neh… wae? Apa kalian tidak mau honeymoon setelah menikah?” tanya nyonya Oh penuh curiga.

aniyo…” geleng Sehun.

eomma dan appa sudah lama mau menimang cucu” tambah nyonya Kim menggoda.

eomma….” malu Taeyeon.

“tapi, Taeyeon kan masih terlalu muda untuk menjadi seorang ibu” seru Sehun.

“apa salahnya? Sebagai seorang wanita yang telah menikah, pasti mendambakan seorang anak juga kan?” ucap nyonya Oh.

Taeyeon yang mendengarnya hanya bisa tersentak, dia bingung menanggapi perdebatan tersebut. Membayangkan bahwa dia dan Sehun harus honeymoon saja sudah membuatnya malu setengah mati apalagi sampai-sampai harus memiliki anak. Sehun pun akhirnya mengalah, mana mungkin dia bisa melawan kedua orangtuanya apalagi semua ini dia lakukan hanya demi keinginan eommanya.

“mobilnya sudah siap, kami harap kalian bisa menikmati honeymoon kalian ini” ucap tuan Oh.

“Sehun, eomma mohon jaga Taeyeon yah!” pinta nyonya Kim terharu saat melepas putrinya.

neh… eommanim” hormat Sehun.

Setelah mereka memasukkan barang-barang kedalam bagasi, mobilpun berangkat menuju bandara. Diperjalanan, keduanya saling membisu entah karena kejadian yang mereka lalui tadi atau karena kelelahan. Pesawat yang mereka tumpangi akan segera berangkat, saat tiba-tiba hp Taeyeon berdering dan terdapat sebuah pesan yang masuk dari Kai.

‘noona… ternyata di Los Angeles ini sangat menakjubkan, walaupun begitu aku tetap merasa kesepian tanpa kehadiranmu. Gelang pemberian noona seperti jimat keberuntungan bagiku, saranghae….’

Taeyeon hanya bisa tersenyum mendapat pesan dari Kai, namun perasaannya tetap merasa bersalah karena telah menyembunyikan pernikahannya dari Kai. Dia tidak dapat membayangkan seandainya suatu hari nanti Kai tahu semuanya. Setelah operator mengumumkan bahwa pesawat tujuan mereka akan segera lepas landas, keduanya pun lalu bergegas masuk dan mengambil tempat dikelas VIP.

Taeyeon yang baru pertama kali menaiki pesawat sedikit was-was, terbukti dari caranya duduk sedikit kurang nyaman. Sehun yang melihatnya, sedikit tersenyum geli.

“kalau kau ketakutan, pegang saja tanganku!” ucapnya tanpa memandang Taeyeon.

mwo? Ani… aku hanya…” ucap Taeyeon gugup.

“tidak usah menyangkal” seru Sehun jengkel.

Saat pesawat tersebut sudah berada diketinggian, akhirnya Taeyeon sedikit bisa lega karena sudah bisa menyesuaikan dengan kondisi disana. Dia tertidur akibat lelah seharian, Sehun yang berada disampingnya kasihan melihat posisi tidur istrinya tersebut. Dia membawa kepala Taeyeon bersandar dipundaknya agar lehernya tidak sakit saat bangun. Melihat Taeyeon tertidur nyaman dipundaknya, dia merasa turut nyaman dengan posisi keduanya dan akhirnya dia juga ikut tertidur.

Beberapa jam mengudara, pesawat tersebut mendarat di Jeju. Sehun yang terbangun duluan, tidak bisa bergerak sedikitpun karena Taeyeon tidur selain bersandar dipundaknya ternyata tanpa dia sadari kedua tangannya telah merangkul lengan Sehun erat. Sehun hanya bisa membiarkan hal tersebut untuk beberapa saat, dia menyingkirkan beberapa helai rambut Taeyeon yang menutupi wajahnya. Saat pandangannya tertuju pada bibir pink Taeyeon, dia kembali teringat kejadian saat dia mencium bibir tersebut. Hingga moment mereka terganggu karena seorang pramugari yang menegur mereka.

“tuan, ada yang bisa kami bantu?” ucap pramugari tersebut.

ani... istriku masih tertidur, jadi bisakah kalian membiarkan kami sebentar” ujar Sehun.

 “baiklah tuan” pamit pramugari tersebut.

Setelah kepergian pramugari tersebut, Taeyeon tersadar dari tidurnya.

“apakah kita sudah sampai?” tanyanya sambil mengucek-ngucek kedua matanya.

“sudah dari tadi” ucap Sehun kecewa.

mwo! Kenapa kau tidak membangunkanku?” pekik Taeyeon.

“Yaaa… bisakah kau tidak berteriak?” bentak Sehun.

“sudahlah… ambil tasmu, kita cepat-cepat keluar dari sini” ucap Sehun lagi sambil mengambil barang-barangnya di atas tempat duduknya.

Diluar bandara, sudah ada mobil yang menunggu mereka. Setelah semua barang-barang mereka masuk kebagasi, mobilpun segera melesat menuju villa keluarga Oh. Taeyeon tidak henti-hentinya kagum melihat pemandangan di pulau Jeju, saat mereka tiba di villa tersebut hari sudah malam. Sehun yang tersadar bahwa sedari tadi dia belum makan, mulai mengobrak-abrik dapur untuk mencari bahan makanan. Taeyeon sedikit bingung melihat tingkah Sehun.

“apa yang kau lakukan?” tanya Taeyeon.

“aku lapar, sedari tadi aku belum makan” jawabnya.

“sepertinya didapur ini tidak ada yang bisa dimasak, sebaiknya kita keluar untuk belanja sesuatu dulu. Nanti aku akan memasakkanmu makanan” ucap Taeyeon.

“apa kau bisa memasak?” tanya Sehun.

“tentu saja” jawab Taeyeon penuh percaya diri.

Setelah yakin dengan pernyataan Taeyeon, akhirnya mereka keluar untuk berbelanja dimini market terdekat. Semua bahan sudah didapat, mereka segera kembali ke villa. Taeyeon segera mempersiapkan segala bahan-bahan yang akan dia masak saat mereka tiba di villa tersebut.

“kau mau dimasakkan apa?” tanya Taeyeon.

bibimbap” balas Sehun.

arraseo...” angguk Taeyeon.

Taeyeon yang mulai serius memasak, tidak menyadari Sehun yang terus memerhatikannya. Sesaat, Sehun merasa kagum melihat Taeyeon yang dengan cekatan menggunakan peralatan dapur. Tanpa sadar, Taeyeon tidak sengaja melukai jari telunjuknya yang sukses mengeluarkan darah segar.

“auuch…..” ringis Taeyeon sambil menekan jari telunjuknya.

Sontak pandangan Sehun yang tidak berada terlalu jauh dari posisi Taeyeon, mendadak berubah horor saat mendengar jeritan tersebut dan melihat darah yang keluar dari jari Taeyeon. Tanpa berpikir panjang, dia langsung berlari ke arah Taeyeon. Sehun yang tahu tentang beberapa cara penanganan medis dalam kegiatan sehari-hari, menarik jari telunjuk Taeyeon lalu memasukkannya kedalam mulutnya untuk menghentikan pendarahan tersebut.

Taeyeon yang mendapat perlakuan tersebut, terkejut. Dia sadar, walaupun berkali-kali Sehun memperlakukannya dengan kasar tetapi disatu sisi dia masih memiliki rasa perhatian.

“sepertinya, darahnya sudah berhenti keluar. Aku akan mengambil plester dulu supaya lukamu tidak terkena iritasi” ucapnya lalu mencari kotak P3K.

“mimpi apa aku semalam, kenapa hari ini dia sangat berbeda? argh… paling-paling sebentar lagi dia akan menunjukkan sifat aslinya” batin Taeyeon.

Sehun kembali dengan sebuah plester ditangannya, tanpa menunggu lagi dia segera memakaikan plester tersebut ke jari yang terluka tadi. Taeyeon sedari tadi selalu memperhatikan tindakan suaminya tersebut masih dengan pandangan heran.

go-gomawo…” gugup Taeyeon.

“sudahlah, kau tidak perlu memasak lagi” ucap Sehun.

ani… aku hanya perlu memotong beberapa bahan lagi. Kau bisa menunggunya sebentar lagi” balas Taeyeon lalu kembali mengambil pisau tadi.

Belum sempat Taeyeon memotong sayuran tersebut, tangannya terhenti ketika sebuah tangan lain merebut pisau tersebut dari genggamannya.

“kalau kau tetap bersikeras, biarkan aku membantumu. Setidaknya aku bisa melakukan satu hal, sayuran ini dipotong seperti apa?” ucap Sehun yang terlihat serius saat berhadapan dengan peralatan yang ada didepannya.

“wortelnya potong memanjang dan mentimunnya iris tipis” Taeyeon memberikan petunjuk.

Setelah menata tempat makannya, Taeyeon membawa hasil masakannya menuju ruang makan.

“makanlah!” ucap Taeyeon.

“baiklah” balas Sehun lalu mulai memakan bibimbap tersebut.

“bagaimana?” tanya Taeyeon penasaran saat Sehun mulai memakannya.

“em… lumayan” ucapnya datar.

mwo? Aish… kau ini” gerutu Taeyeon saat mendapat respon yang kurang memuaskan.

“memang kenapa?” tanya Sehun.

“sudahlah, habiskan saja makananmu” serunya lalu dengan kasar memakan bibimbapnya.

“ini sangat enak, bibimbap terenak yang pernah aku makan” batinnya sambil tersenyum tipis.

Setelah mereka menghabiskan makan malamnya, segera mereka menuju kamar masing-masing. Yah, walaupun mereka sudah resmi menjadi suami istri, namun perasaan canggung masih meliputi hati mereka. Ditambah lagi, seringnya mereka bertengkar apalagi mengingat tidak ada yang tahu perasaan mereka sendiri.

@rumah menteri Kim

Menteri Kim sedang berada didalam ruang kerjanya saat tuan Han masuk kedalam. Seperti biasa, tuan Han selalu mengingatkan tuannya tersebut tentang selalu menjaga kesehatan dan lain sebagainya. Menteri Kim sudah menganggap tuan Han seperti saudara kandungnya sendiri.

“tuan, sebaiknya anda beristirahat” ucap tuan Han.

arraseo… sebentar lagi” balas Menteri Kim.

“oh iya Han, bagaimana menurutmu mengenai nona Kim Taeyeon?” tanya Menteri Kim setelah menyelesaikan pekerjaannya.

“seperti yang tuan bilang, nona Kim mengingatkan kita akan nyonya. Wajah dan kepribadiannya sangat mirip dengan nyonya, mungkin hal itu yang membuat tuan muda menyukainya” jelas tuan Han.

“menurutmu juga begitu? Waktu ibunya Jongin meninggal, dia sempat berpesan padaku agar selalu menjaga anak kami satu-satunya itu. Mungkin aku tidak becus menjaga anak itu, sehingga ibunya mengirimkan nona Kim untuk menggantikannya” curhat Menteri Kim sedih.

“sudahlah tuan, seorang ayah tidak pernah salah dalam mendidik anaknya” ucap tuan Han.

“aku tahu itu” seru Menteri Kim.

@villa Jeju

Pagi itu, pulau Jeju sangat cerah. Taeyeon terbangun saat sebercas cahaya menerobos masuk ke kamarnya, setelah menyegarkan perasaannya dia bergegas menuju ke dapur untuk membuat sarapan. Pagi ini dia membuat sarapan nasi goreng dan jus jeruk. Taeyeon tidak menyadari kedatangan Sehun, dia sangat sibuk membuat sarapan.

“apa yang kau lakukan?” tanya Sehun sambil menghampiri Taeyeon.

“ah, aku sedang membuat sarapan” jawab Taeyeon sambil tersenyum.

“apa lukamu tidak sakit?” tanyanya lagi.

“ini? Luka seperti ini tidak akan bisa separah itu” balas Taeyeon berceramah.

“duduklah, sarapannya sudah siap” ucap Taeyeon sambil membawa nampan berisi dua porsi nasi goreng dan jus jeruk ke meja makan.

Sehun langsung melahap makanan yang tersedia didepannya tersebut tanpa ragu, Taeyeon yang melihatnya tersenyum puas.

“bagaimana rasanya?” ucap Taeyeon.

bashita…” jawabnya lalu meminum jusnya.

“syukurlah…” ucapnya sambil tersenyum menatap Sehun.

Deg…

Sesaat Sehun merasa jantungnya berdebar tidak karuan ketika melihat senyuman istrinya itu. Namun dia dapat menutupinya dengan membuang pandangannya kearah lain.

“oh iya, hari ini kita mau kemana?” tanya Taeyeon sambil membersihkan meja makan.

“kita akan mengunjungi rumah paman dari eommaku” ucapnya.

arraseo… aku akan bersiap-siap” ucapnya lalu segera menuju kamarnya.

Setengah jam kemudian, merekapun berangkat. Rumah paman Sehun terletak didaerah peternakan yang juga milik keluarga Oh, dibelakang rumah tersebut terdapat pantai dengan pasir yang putih bersih. Paman Sehun yang bermarga Byun memiliki dua orang anak, anak pertama bernama Byun Baekhyun dan anak kedua bernama Byun Seohyun.

“apa kabar paman?” salam Sehun saat merka bertemu dengan keluarga tersebut.

“wah, Sehun setelah menikah menjadi sangat dewasa yah. Jadi ini istrimu? Kakak ipar memang sangat pintar mencari calon menantu” goda bibinya.

gomawo…” ucap Taeyeon sambil tersipu malu.

“maafkan kami yah karena tidak sempat menghadiri pesta pernikahan kalian, Baekhyun mendapat kecelakaan jadi beberapa hari ini kami selalu ke rumah sakit” ucap bibi Byun sedih.

gwaechanna ahjumma, jadi bagaimana keadaan Baekhyun sekarang?” tanya Sehun.

“sudah lebih baik, hari ini dokter mengijinkannya pulang” balas paman Byun.

“sebentar lagi Seohyun akan pulang dari sekolahnya, setelah itu kami akan menjemput Baekhyun. Jika kalian butuh sesuatu, minta bantuanlah pada Seohyun” ucap paman Byun.

neh ahjussi…” ucap Taeyeon dan Sehun serempak.

Beberapa waktu kemudian, paman dan bibi Byun segera berangkat menuju rumah sakit saat Seohyun pulang sekolah. Seohyun adalah adik sepupu Sehun yang masih bersekolah sedangkan Baekhyun lebih tua setahun dari Sehun, dia bekerja disebuah cafe sebagai penyanyi.

oppa, lama tidak berjumpa!” ucap Seohyun senang.

neh, bagaimana kabarmu?” jawab Sehun.

“baik, istri oppa mana?” tanya Seohyun.

“dia ada diatas, sedang ganti baju” balas Sehun.

“apa oppa mencintainya?” tanya Seohyun lagi.

“kenapa kau menanyakan hal itu?” tanya Sehun balik.

ani, biasanya kan kalau orang memutuskan untuk menikah itu berarti mereka saling mencintai” ucap Seohyun menjelaskan.

“itu sudah pasti, memang harus begitukan?” ucap Sehun santai.

“hari ini oppa bermalam disini yah, yah?” Seohyun mengeluarkan aegyonya.

mwo?” kaget Sehun.

Belum sempat Sehun memprotes permohonan Seohyun, Taeyeon langsung angkat bicara.

“maafkan kami, besok kami akan kembali lagi kesini” ucap Taeyeon.

“eo! Janji?” seru Seohyun.

neh… jadi kau yang bernama Seohyun? Aku Taeyeon” ucap Taeyeon sambil memperkenalkan diri.

“Seohyun imnida” balas Seohyun.

“wah oppa, pantas saja oppa menikahinya ternyata Taeyeon eonni sangat cantik” seru Seohyun.

mwo?” sontak Taeyeon yang tidak mengerti arti dari ucapan Seohyun sementara itu Sehun terlihat canggung sambil menggaruk punggung lehernya.

“sudahlah, Seo lebih baik kau ganti bajumu dulu” seru Sehun mengalihkan pembicaraan.

arraseo…” balas Seohyun lalu berlari menuju kamarnya.

“kau mau kemana?” tanya Sehun ketika melihat Taeyeon yang memakai dress mini putih selutut yang terlihat manis dan walaupun agak sexy menurutnya.

“aku ingin jalan-jalan ke pasar sore dipinggir pantai sana. Byun ahjumma tadi bilang, disana banyak dijual barang-barang yang cocok untuk oleh-oleh” jelas Taeyeon.

“dengan siapa?” ucap Sehun cuek.

“tentu saja denganmu, dengan siapa lagi?” balas Taeyeon.

“aku sedang malas, kau pergi saja sendiri” seru Sehun dengan ekspresi datarnya.

mwo? Aish… kau ini” kesal Taeyeon.

“lebih baik aku ajak saja Seohyun” ujar Taeyeon lalu berlalu ke kamar Seohyun.

Beberapa saat kemudian, Taeyeon dan Seohyun turun dari lantai atas. Sehun yang melihat keduanya sangat akrab, seperti melihat kedua wanita yang bersaudara. Perasaannya sedikit tenang saat Seohyun mau menemani Taeyeon jalan-jalan, entah apa yang akan dia perbuat seandainya Taeyeon memutuskan untuk jalan-jalan sendiri padahal dia sudah menolak untuk menemaninya. Namun tiba-tiba perasaannya kembali horor ketika Seohyun angkat bicara.

oppa, sepertinya kami akan terlambat pulang karena aku ada janji dengan beberapa teman sekaligus ingin membawa eonni keliling didaerah sini” ucap Seohyun sambil merangkul lengan Taeyeon.

mwo? Ya Taeyeon, apa kau ingin keluar dengan pakaian seperti itu?” seru Sehun sambil menatap kesal Taeyeon dari ujung rambut hingga kaki.

“memangnya kenapa? Tidak ada yang salahkan dengan pakaianku?” tanya Taeyeon polos.

Ya oppa, eonni kan istrimu kenapa kau memanggilnya dengan nama saja?” potong Seohyun.

neh???” Sehun yang mendengarnya sedikit salah tingkah.

“sudahlah, lebih baik kita segera berangkat! Kajja!” ucap Taeyeon kemudian menarik tangan Seohyun.

“kalau kalian pergi berarti aku tinggal sendiri?” tanya Sehun.

“apa oppa takut sama hantu?” gurau Seohyun.

aniyo… aku tidak terbiasa tinggal dirumah sendiri. Chakkaman, aku ikut dengan kalian saja” ucap Sehun kemudian.

Seohyun dan Taeyeon hanya bisa saling memandang heran melihat kelakuan Sehun, namun mereka tidak curiga sedikitpun. Sebenarnya Sehun memaksakan untuk ikut dengan mereka karena dia sedikit cemburu jika Taeyeon dilirik oleh namja-namja yang berteman dengan Seohyun. Dijalan, Taeyeon dan Seohyun berjalan didepan sedangkan Sehun hanya berjalan pelan dibelakang mereka.

@cafe infinite

Mereka tiba dicafe tempat Baekhyun bekerja, cafe tersebut sangat terkenal karena letaknya yang sangat dekat dari pantai dan pelayannya sangat tampan-tampan. Seohyun mengambil tempat yang dekat dari jendela. Belum semenit mereka duduk ditempat tersebut, seorang pelayan menghampiri mereka.

“hai Seo, bagaimana kabarnya oppamu?” tanya pelayan tersebut yang bernama Sunggyu.

“hari ini oppa akan pulang kerumah. Oh iya, apa Myungsoo ada?” tanya Seohyun.

“dia ada dibelakang. Kalian ingin memesan apa?” tanya Sunggyu.

bubble tea dan strawberry cake” balas Seohyun.

“baiklah, tunggu sebentar yah” ucapnya lalu berlalu menuju dapur.

“hai Seo…” sapa seseorang yang sedang mengenakan pakaian pelayan seperti pelayan sebelumnya.

“Sungyeol oppa” seru Seohyun.

“kau datang dengan siapa?” tanyanya lagi.

“perkenalkan ini Sehun oppa dan Taeyeon eonni, mereka adalah sepupuku dari Seoul” jawab Seohyun.

“hai, Sungyeol imnida” ucap Sungyeol tersenyum sambil menjulurkan tangannya ke Taeyeon dan lalu dibalas oleh Taeyeon.

Sehun yang melihat ada gelagat lain dari namja tersebut, menatap pelayan tersebut dengan death glarenya seolah mengatakan bahwa yeoja itu hanya miliknya. Sungyeol yang diperhatikan seperti itu, sedikit ngeri namun dia tetap cuek.

“apa ada yang ingin nona pesan?” tanyanya sambil menatap Taeyeon dengan senyumannya.

oppa, kami sudah memesan tadi” serkah Seohyun.

“aku tahu, tapi aku sedang tidak menanyakannya padamu melainkan pada nona yang cantik ini” ucapnya sambil masih menggenggam tangan Taeyeon.

Sementara itu, Taeyeon yang mendapat perlakuan seperti itu hanya tersipu malu dan berbanding terbalik dengan Sehun yang sepertinya sudah naik pitam. Dengan sedikit berani, dia menarik lengan Taeyeon lalu membawanya keluar cafe. Taeyeon sedikit merasa kesakitan karena Sehun menariknya dengan paksa, hingga mereka sudah berada diluar Sehun tetap menariknya. Seohyun masih berada didalam cafe tersebut, dia heran melihat kelakuan Sungyeol yang berbeda dari biasanya.

oppa, apa yang terjadi padamu? Tidak biasanya oppa seperti itu terhadap yeoja” tanya Seohyun yang tampak penasaran.

neh… saat melihat yeoja itu sepertinya aku langsung jatuh cinta” ujar Sungyeol sambil memandang kearah keluarnya sosok Taeyeon tadi sambil mengelus dada bidangnya.

mwo? Tapi eonni sudah menikah dan yang tadi itu adalah suaminya” seru Seohyun yang dibalas dengan tatapan tidak percaya dari Sungyeol.

“baru saja aku menyukai seorang yeoja tapi hanya sekejap mata dia telah menjadi milik namja lain” Sungyeol hanya bisa kecewa meratapi nasibnya.

Diluar, Sehun masih tetap menarik Taeyeon dan semakin menjauhi cafe tersebut.

“Ya!!! Berhentilah menarikku dengan paksa. Dan sebenarnya kau mau kemana?” tanya Taeyeon yang sedikit kelelahan mengikuti langkah Sehun yang panjang.

“tadi kau bilang mau ke pasar sore itu kan? Arraseo… kita kesana” jawabnya.

Ketika mereka tiba ditempat yang mereka tuju, betapa takjubnya Taeyeon melihat tempat yang sangat ramai yang tidak pernah dia jumpai di Jeonju maupun di Seoul. Mereka memutuskan untuk membeli beberapa makanan yang dijajakan di pasar tersebut dan beberapa aksesoris lucu. Taeyeon membeli sebuah topi jerami yang dililit pita cokelat diatasnya.

“Sehun, bagaimana menurutmu?” seru Taeyeon sambil memamerkan topi yang dipakainya tersebut.

Sehun sempat tertegun melihat yeoja yang berada dihadapannya itu, terpesona tepatnya. Namun sedetik kemudian, dia menepis perasaannya.

“biar saya yang bayar” ucapnya sambil menyerahkan beberapa lembar uang ke penjualnya.

gomawo…” balas Taeyeon.

Setelah cukup puas mengelilingi pasar tersebut, mereka beralih ke pantai untuk sekedar menikmati sunset. Taeyeon yang tidak henti-hentinya kagum, mulai memperlihatkan sifat dorkynya. Dia berlari-lari dipinggir pantai sambil sesekali bersenandung. Sehun semakin terpesona melihat istrinya itu begitu bergembira, tanpa dia sadari tangannya meraih hp disaku celananya lalu mengambil gambar ketika Taeyeon sedang tersenyum kearahnya sambil menahan topinya yang hampir terbang akibat tiupan angin laut.

Senyumannya mengembang melihat hasil bidikannya yang sangat sempurna itu, namun senyumannya kembali memudar saat mendengar jeritan Taeyeon. Dia mengedarkan pandangannya untuk mencari sumber suara tersebut, matanya lalu tertuju pada sesosok yeoja yang sedang tersungkur dipinggir pantai sambil menahan luka dilututnya.

“Ya!!! Bisakah kau lebih berhati-hati, kemaren jarimu terluka sekarang kau ceroboh lagi” serunya sambil menghampiri istrinya itu.

“aku tidak melihat ada batu karang itu” tunjuknya sambil menahan tangisnya.

“lututmu berdarah, ayo kita obati disana” ucapnya sambil menuntun Taeyeon.

Setelah mengobati luka Taeyeon, Sehun tidak henti-hentinya mengomel. Matahari mulai tenggelam, lalu mereka memutuskan untuk kembali tanpa menunggu Seohyun. Taeyeon yang masih merasakan perih dilututnya, tidak bergerak sedikitpun.

“anak muda, istrimu sedang terluka dan tidak bisa berjalan. Kenapa kau tidak membopongnya?” ucap salah seorang ahjumma penjual disana.

neh ahjumma” jawab Sehun sambil membungkuk hormat.

Sehunpun melaksanakan seperti apa yang disarankan oleh ahjumma tersebut, Taeyeon hanya bisa menundukkan wajahnya sambil menyembunyikan pipinya yang merona. Dijalan, keduanya tidak saling berbicara karena canggung. Hingga akhirnya mereka tiba dirumah, ternyata dirumah tersebut Seohyun sudah tiba lebih dulu.

oppa, eonni kenapa?” tanya Seohyun yang langsung berhambur menghampiri keduanya.

“kakinya terluka di pantai tadi” balas Sehun.

eonni sepertinya tertidur, lebih baik malam ini oppa bermalam disini saja” ucap Seohyun.

“baiklah, aku akan membawanya ke kamar dulu” ujar Sehun.

Sehun membaringkan Taeyeon di kamar yang telah disiapkan Seohyun, sedikit perasaan khawatir diwajah Sehun ketika menatap luka dikaki Taeyeon. Namun perasaannya kembali teduh ketika melihat senyum yang terukir dibibir istrinya itu.

“kau masih bisa tersenyum walau dalam keadaan tertidur dan terluka seperti itu” gumamnya.

Pagi itu, Sehun terbangun lebih dulu dari tidur nyenyaknya. Selama ini, dia baru merasakan bahwa hari inilah hari dimana dia bisa tidur dengan nyaman. Saat membuka matanya, samar-samar dia melihat sesosok benda, bukan tetapi sesosok tubuh yang tengah berada dipelukannya.

Betapa kagetnya dia ketika menyadari bahwa sosok tersebut adalah Taeyeon, istrinya. Dengan sigap dia terduduk, namun detik berikutnya dia mengendap-ngendap saat yakin Taeyeon belum tersadar dari tidurnya.

“untung saja aku tidak membuatnya terbangun” ucapnya sambil menggaruk punggung lehernya yang tidak gatal.

Pandangannya teralihkan saat menatap bibir Taeyeon yang terlihat seperti bayi itu. Tanpa seizin otaknya, dia menghampiri wajah istrinya tersebut. Dengan perlahan wajahnya semakin mendekat. Ketika bibirnya hampir bertemu dengan bibir Taeyeon, pikirannya kembali berkecamuk. Namun, sosok devil dihatinya lebih berpengaruh kuat sehingga tanpa aba-aba dia langsung mencium bibir Taeyeon. Beberapa saat menikmati ciuman mereka, tiba-tiba tanpa diduga Taeyeon membuka matanya yang sontak langsung bertemu pandang dengan mata Sehun.

“…………………”

TBC

Hahaha….. mian cerita di akhirnya gaje abis, soalnya author kurang pengalaman bikin yang moment kayak gitu (>_<).

Author juga mau ngelurusin kesalahpahaman dichapter sebelumnya, Taeyeon itu wajahnya mirip banget dengan ibunya Kai makanya Menteri Kim sempat kaget pas melihat Taeyeon. Intinya Taeyeon dan Kai tidak bersaudara. Hehehe….

Sesuai janji, ceritanya author panjangin dan khusus chapter ini full Seyeon moment. Buat para readers yang rela nungguin FF Be Mine ini, author mau ngucapin gomawo udah membuang-buang waktu untuk nyempetin nunggu FF ini d`publish lagi.

Satu lagi, seperti yang author cantumin di paling atas ‘other castnya : and many more’. Author bawa Baekhyun, Seohyun (yang ganti marga) dan BB Infinite. Kenapa Infinite? -#gak ada yang nanya- karena selain EXO, author juga ngefans abis sama Infinite apalagi salah satu membernya itu tergila-gila badai sama My Taeng eonni yaitu Sungyeol.

Pokoknya, segala hal yang berhubungan dengan My Taeng eonni pasti author juga suka. Sekali lagi mian kalo ada readers yang gak setuju dengan hal itu #bow.

Sekian dulu….. Annyeong…..

74 thoughts on “[Freelance] Be Mine (Chapter 6)

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s