[Freelance] The Guardian (Part 2)

page

Judul : the guardian (part 2)

Author : cinticka_gorjess

Leght : Multichapter

Rating : General

Genre : fantasy, friendship

Maincast :

Jung Jessica (SNSD)

exo mamber

Support cast :

find your self😀

Disclaimer :

Cast disini hanya milik tuhan, agency, orang tua serta fansnya. Saya hanya meminjam namanya untuk dijadikan inspirasi pada FF ini. Jalan cerita FF ini asli dari pikiran saya.

Author note :

Hai hai author comeback membawa part 2 nya guardian nih. Selamat membaca….😀

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

JLEDAARRR……  JLEDAAARRRRR JLEEDAAARRRR….. suara petir menyambar nyambar tepat didepan mata sehun dan Jessica sekarang. Mereka hanya bisa melihat dengan wajah tanpa ekspresi. Sebauh siluet hitam terlihat bersamaan dengan sinar petir yang menyambar.

“ya noona apa yang dilakukan nya ditengah hutan ini??”Tanya sehun sambil membuka sedikit penutup kuping Jessica.

“mollayo. “jwab Jessica sambil membenarkan posisi duduknya. Kini kedua orang itu telah bersembunyi dibalik semak semak sambil menyaksikan sesosok orang yang sedang bermain main dengan petir didepannya.

“sehunie.. majulah.”kata Jessica menatap sehun polos.

“mworagu??? Shiro noona. Dia sangat menakutkan.”kata sehun sambil menunjuk petir yang kembali menyambar. “noona ini kan tugasmu. Kau saja.” Sehun mendorong Jessica lembut.

“ya kau tega membuatku mati??”kata Jessica kesal.

“ani noona mungkin tubuhmu hanya akan menghitam sedikit.”kata sehun sambil menunjukkan sedikit telunjuknya.

“YA!” bentak Jessica berusaha memmukul sehun. Namun dengan cepat sehun menghindar membuat Jessica terjengkal kedepan. “agh…”erang Jessica.

“eh noona mianhae. “kata sehun membantu Jessica kembali duduk.

“ya paboya. Kau benar benar ingin melukaiku hah??”bentak Jessica kesal.

“aniyo noona. Mianhae. Pukulanmu sangat menyakitkan.”sehun mempoutkan bibirnya sambil memeluk bahunya.

“aish…”gerutu Jessica sambil membersihkan tangannya.

“noona…”pekik sehun sambil memegang tangan Jessica cukup erat.

“wae??”Tanya Jessica kesal.

“di di dia……”sehun menggantung kata katanya. Menatap kearah depan dengan pandangan kosong. “hilang.”lanjut sehun lemas.

“mwo??”Jessica tak mengerti dengan kata kata sehun membuatnya menatap kearah tatapan sehun.

“ya kemana perginya orang tadi??”pekik Jessica yang baru menyadari kalau orang yang sedari tadi bermain petir sudah tak ada ditempatnya lagi.

“kalian mencariku???”suara dingin yang agak berat membuat tubuh sehun dan Jessica menegang. Dengan susah payah mereka menelan ludahnya kasar. Leher mereka kaku sontak menoleh kearah sumber suara persis seperi robot di TV. Sesosok namja kekar berdiri disamping mereka menatap mereka tajam berhasil membuat Jessica dan sehun mematung.

“kenapa kalian ada disini hah??”Tanya namja itu pelan tapi tajam. Entah bagaimana suara sehun dan Jessica tercekat tak bisa kelaur sama sekali. Mereka hanya membuka mulutnya seperti ikan yang dikeluarkan dari air.

“JAWAB!!”bentak namja itu JLEDAR!!!!!!!! Namja itu menyambarkan petir kesamping Jessica.

“UWAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!!” Jessica memekik sambil bersembunyi dibalik badan sehun.

“tut u tunggu. Tunggu sebentar tunggu…”kata sehun tergagap.

 “wae???”namja itu berjalan maju selangkah membuat sehun dan Jessica mundur 5 langkah.

“kami ka kami kami bisa menjelakan. Iya kami bisa menjelaskan semuanya.”kata sehun sambil membenarkan baju yang terus ditarik oleh Jessica.

“menjelaskan apa hah??”namja itu terus maju kearah sehun dan Jessica yang terus berjalan mundur.

“noona kau jelaskan. Ini tugasmu. “sehun menarik tubuh mungil Jessica kedepan dengan mudah Jessica yang awalnya berada dibelakang sehun sudah berpindah kedepan berhadapan langsung dengan namja yang menurutnya mengerikan itu. Jessica mengerjab ngerjabkan matanya mencoba mengumpulkan keberanian.

“apa yang ingin kau jelaskan hah??”bentak namja itu sambil menunjukkan tangannya yang terus mengeluarkan petir petir kecil.

“ka ka kami akan menjelaskan semuanya tat a tapi tapi sembunyikan dulu petirmu itu.”kata Jessica yang berusaha memegang tangan sehun.

“wae??? Kau akan menjebakku hah?? Katakana saja padaku siapa kalian sebenarnya”bentak namja itu kesal.

~~~~~~~~~~~~~~~~

Namja itu kini menatap sehun datar dan menatap Jessica penuh selidik.

“wa wa wae??”Tanya Jessica sambil berpegang pada lengan sehun.

“kau guardian??? Jinjjayo??”namja itu menatap Jessica lekat setelah mendengar cerita jessica.

“ne tentu.”jawab Jessica sok berani. “kyaaa….! Jessica berteriak dan bersembunyi dibalik lenagn sehun saat melihat namja itu mengeluarkan petir ditangannya.

“hyung… hentikan Jessica noona tak suka petir.”kata sehun kesal.

“hyung?? Kenapa kau memanggilku hyung dengan tiba tiba?? Kita bahkan belum saling kenal. Kau tak sopan.”kata namja itu kesal.

“tapi bukankah aku memang dongsaeng mu??”gumam sehun pelan sambil menggaruk tengkuknya.

“baiklah. Aku harus pergi.”kata namja itu sendak melangkahkan kaki pergi dari sana.

“ehhh tunggu..”cegah Jessica dan sehun bersamaan.

“waeyo??”Tanya namja itu tak mengerti.

“kau… kau tinggal dimana?? Bersama siapa??”Tanya Jessica.

“itu bukan urusanmu. Sudah aku mau pergi.”kata namja itu membalikkan badan.

“itu urusanku karena aku ditugaskan untuk mencarimu.”kata Jessica tegas. Rasa takutnya sudah hilang sekarang.

“ya terserah kau saja lah.”namja itu mengibaskan tangannya dan berniat berjalan pergi.

“ikutlah bersama kami.”kata Jessica pelan berhasil menghentikan langkah namja itu.

“apa kau bercanda??? Kenapa aku harus ikut dengan kalian??”Tanya namja itu dengan nada sinis.

“karena itu tugasku. Sekarang kau akan tinggal dimana?? Kau makan apa?? Kalau kau ikut kami aku bisa mengurusmu.”kata Jessica.

“mengurusku katamu??”namja itu membalik badannya. “kau ini guardian atau babysister?? Sekarang aku Tanya, apa kekuatan mu??”Tanya namja itu menantang Jessica. Sontak Jessica diam membisu.

“ne??? apa maksudmu??”Tanya sehun tak mengerti. “noona ini guardian bukan exotic dia tak punya kekuatan seperti kita.”jelas sehun.

“ya kau masih kecil. Dan siapa yang mengatakn  hal itu padamu? Dia??”namja itu menunjuk Jessica yang sedang mematung. “dan k au percaya?? Kau tau guardian itu tugasnya melindungi. Dan seseorang yang melindungi itu harus punya kekuatan. Jika dia tak punya kekuatan bagaimana mungkin dia akan melindungi kita?? Jangan jangan dia hanya manusia biasa yang mengetauhi tentang exotic dan menyamar menjadi guardian untuk bisa menggunakan kekautan kita. Kau percaya dengannya?? Bahkan dia takut dengan petir.”kata namja itu panjang lebar. Sehun terdiam mencoba memikirkan kata kata namja itu.

“baiklah jika kau memang tak percaya denganku. Itu tak masalah. Bagiku. Aku hanya ingin membantu kalian menyelesaikan tugas kalian jika kau sendiri tak bisa menerima kehadiranku tak masalah. Silahkan pergi.”kata Jessica dengan suara bergetar. Sehun dapat melihat dengan ekor matanya Jessica menghapus air matanya kasar.

“kau juga mulai ragu denganku sehunie???”Jessica menatap sehun dengan mata berkaca kaca. Sehun terdiam mengedarkan pandangannya tak tau harus melakukan apa sekarang. “baiklah.” Jessica menarik nafas dalam mencoba menenangkan emosinya. “kau bisa pergi dengannya. Dia hyungmu. Dan aku……”Jessica menggantung kata katanya mengedarkan pandangannya

mencoba agar air matanya tak terjatuh. “ aku bukan siapa siapa bagi kalian. “kata Jessica dengan suara parau dan berlari pergi dari sana.

“noona….”pekik sehun hendak mengejar Jessica namun diurungkan niatnya.

“kau itu terlalu polos. Siapa namamu?? Sehun??? Bagaimana kau bisa semudah itu percaya dengan yeoja itu?? Dia terlihat lemah bahkan. Cih…”kata namja itu meremehkan.

“aku tau mungkin kata katamu ada benarnya. Seharusnya guardian memiliki kekuatan. Hamper dua bulan aku dan Jessica noona bersama tapi aku tak pernah melihat Jessica noona menggunakan kekuatannya.”kata sehun pelan.

“nah benarkan kata kataku. Aku yakin dia bukan guardian kita. Sudahlah ayo pergi.”kata namja itu memutar badannya.

“tapi….”sehun menggantung kata katanya membuat namja itu menghentikan langkahnya. “kau harus tau. Selama hamper 2 bulan ini Jessica noona terus mencari kita. Mungkin kau memang belum mengenalnya. Tapi aku benar benar tau usaha Jessica noona untuk menemukan kita. Dia bisa saja menyerah tapi dia tak pernah menyerah. Dia pernah berkeliling gwangju selama 2 hari tanpa tidur untuk menemukan kalian. Mana ada manusia yang kuat berjalan tanpa tidur selama 2 hari. Tolong pertimbangkan untuk pergi bersama kami.” Sehun memandang namja itu sendu. “Baiklah jika kau memang tak mau, cobalah untuk tinggal bersama kami sambil mencari kebenaran dari Jessica noona. Selama….” Sehun tampak berfikir “seminggu. Ya seminggu kau bisa tinggal bersama kami. Jika kau belum yakin juga maka kau boleh pergi. Dan aku akan mengikutimu.”kata sehun lemah dibagian akhir.

aku yakin kau akan yakin seiring beriringnya waktu jika kau tinggal bersama Jessica noona. Karena awlnya aku juga ragu dengan Jessica noona. Tapi sekrang aku yakin dia adalah guardian yang dimaksud guru yunho dimimpi itu. Entah kenapa. Aku hanya yakin.’

~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“aku kira kau akan pergi meninggalkanku sehunie.” Kata Jessica sambil melanjutkan mencuci piring.

“aniyo noona aku tak mungkin meninggalkanmu.”kata sehun tersenyum manis pada Jessica.

“lalu bagaimana kau bisa membawanya??”Tanya Jessica sambil menatap namja yang sedang asik menonton TV itu.

“jongdae.”gumam sehun pelan.

“mworagu???” Jessica tak mengerti.

“namanya jongdae noona. Kim jongdae.”jelas sehun.

“aahhh…”Jessica mengangguk mengerti. “lalu bagaimana kau bisa membayanya kesini?”lanjut jessica

“entahlah.”sehun mengangkat bahunya.

“aisss…”gerutu Jessica kesal.

~~~~~~~~~~~~~~~

“ugh ugh ugh ya sweety turunlah jangan disana terus….”mohon seorang yeoja bermantel coklat yang tengah berusaha mengambil kucing hitam yang berada diatas pohon.

“aiiisss pohon ini terlalu tinggi ayo turunlah. Kau bisa jatuh…”teriak yeoja itu lagi. Namun kucing hitam itu sama sekali tidak bergeming.

“kau sedang apa???”Tanya jongdae yang tiba tiba berdiri disamping yeoja itu.

“itu….”kata yeoja itu sambil menunjuk kearah kucing hitam diatas pohon.

“itu punyamu??”Tanya jongdae disambut anggukan yeoja tadi.

JLEDAAARRRRRR….. tanpa peringatan tiba tiba saja jongdae menyambarkan petirnya kearah ranting pohon.

“MWWEEEAAAOOOOO……..”kucing hitam itu sontak terhenyak dari posisinya dan melompat turun kebawah. Namun sialnya si kucing hitam itu melompat kewajah jongdae dan tanpa sengaja mencakar pipi kanan jongdae.

“UWAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!!” yeoja yang berada disamping jongdae berlari ketakutan melihat apa yang baru saja terjadi.

~~~~~~~~~~~~~~~~~

“kemana perginya namja itu???”gumam Jessica sambil menoleh kekanan dan kekiri mencari sesuatu didepan gedung apartemennya.

“noona disana tak ada…”teriak sehun setengah berlari.

“apa dia kabur???”Jessica menatap sehun ragu.

“aniyo noona. Tak mungkin dia kabur.”sehun mencoba menenagkan Jessica.

“benar benar aneh yeoja itu. Dia sangat menyeramkan. Aisshh…”tiba tiba seorang satpam berjalan melalui Jessica dan sehun.

“eh Jessica ssi. Sehun ssi…”sapa satpam itu.

“annyeonghaeseo…”Jessica dan sehun memberi hormat.

“ne ne annyeong… kalian mau kemana??”Tanya satpam itu ramah.

“ah kami sedang mencari saudara kami yang kemarin baru datang ahjushi…”kata Jessica.

“ah saudara kalian yang semalam. Sepertinya aku melihatnya disana…”satpam itu menunjuk suatu arah dimana jongdae sedang terlihat berdiri dengan seorang yeoja.

“nuguya??”gumam Jessica.

“ah itu kim taeyeon. Dia tinggal didepan kamar kalian. Dia yeoja yang agak aneh. Dia memelihara kucing hitam. Dia juga sering keluar malam dan bergumam sendiri.”jelas satpam itu.

“ah jinjjayo???”gumam sehun pelan.

“ne..kalian harus berhati hati ne. yasudah aku pergi dulu…annyeong..”satpam itu pergi meninggalkan sehun dan Jessica.

“sehunie..bukankah itu yeoja yang kemarin???”Tanya Jessica.

“entah lah noona. Aku lupa…”sehun menggaruk pelipisnya ragu.

“yasudahlah dia baik baik saja disana noona. Aku yakin hyung takkan pergi. Ayo kita masuk noona.”ajak sehun.

“ah ne…”

JLEEEDAAARRRRRRR…..

“UWAAAA!!!!!!”

Langkah Jessica dan sehun terhenti ketika terdengar suara petir dan teriakan histeri.

“WAE WAE WAE???!!!!” panik keduanya.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“a a aniyo pak polisi. Di di dia benar benar mengeluarkan petir…”kata taeyeon terbata bata.

“aisshhh ayolah noona. Dijalam serba canggih ini mana ada orang yang bisa melakukan hal seperti itu. Kau terlalu banyak membaca buku fantasi.”kata sehun.

“mungkin dia kelelahan.”kata Jessica.

“apa kalian tau kejadiannya???”Tanya polisi itu pada Jessica dan sehun.

“ne kami tahu. Kami berada disini sejak namja ini belum datang.”sehun menunjuk jongdae.

“pak polisi kalian taukan semalam ada petir yang menyambar nyambar??”Tanya Jessica.

“ne aku tau…”kata polisi antusis.

“aku bingung kenapa dimusim panas seperti ini ada petir…”lanjut Jessica disambut anggukan jongdae dan sehun. “kau tau pak polisi mungkin ini karena pemanasan global jadi alam tidak bisa diperkirakan.”lanjut Jessica

“ah kau benar…”polisi itu mulai yakin.

“nah tadi ketika namja ini mau menolong si yeoja mengambil kucingnya tiba tiba saja petir menyambar.”jelas Jessica.

“ah begitukah???”polisi itu meyakinkan.

“tentu. Kami juga sangat terkejut melihat petir menyambar disiang hari. Namja ini juga sampai sampai dia tak bisa lari dan si kucing mencakar pipinya.”Jessica menunjuk pipi jongdae.

“kalian tidak saling kenal??”Tanya polisi penuh selidik.

“aniyo….”jawab ketiganya bersamaan.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“aghhh….”jongdae mengerang kesakitan saat Jessica mengobati lukanya.

“tahan sebentar…”gumam Jessica pelan. “nah selesai…”kata Jessica senang sambil mengelus plester di pipi jongdae lalu segera membereskan obat obatan yang berada diatas meja.

“kenapa kau melakukan itu???”pertanyaan jongdae membuat Jessica menghentikan kegiatannya dan sehun yang sedang melihat TV sontak menatap jongdae.

“kenapa kalian membatuku dengan polisi tadi???”Tanya jongdae lagi. Jessica menatap jongdae dalam lalu tersenyum hangat.

“karena itu tugasku jongdae ssi…”Jessica beranjak dari tempat duduknya.

“tapi bahkan aku tak menganggapmu sebagai guardianku. Aku bahkan tak mempercayaimu.”kata jongdae. Jessica tersenyum tipis tanpa membalik badannya kearah jongdae yang berada dibelakangnya.

“terlepas dari itu semua. Memang tugasku untuk menjaga kalian. Walaupun itu mengorbankan nyawaku aku akan melindungi kalian. Walau kalian tak menganggapku. Karena itu tugasku.”Jessica melanjutkan langkahnya kedapur.

“hanya tugas, tsk…”gumam ongdae pelan sambil tersenyum sinis yang dapat didengar sehun dan Jessica.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Ckleeekkkk……jongdae keluar dari kamarnya. Terdengar suara program TV diselingi suara tawa meriah sehun. Sontak mata jongdae memandang sehun yang terfokus pada TV didepannya. Sehun sendiri. Jongdae mengerutkan keningnya bingung. Matanya mengelilingi apartement yang tidak cukup besar itu mencoba mencari sosok yeoja yang biasanya bersama sehun. Jessica. Entah kenapa dia merasa bersalah karena kata kata kasarnya tadi. jongdae melongok kekamar mandi yang jelas jelas gelap pertanda tak ada orang disana. Jongdae berjalan kedapur namun dapur kosong. Mata jongdae tertuju pada salah satu kamar yang berada diseberang kamarnya bersebelahan dengan kamar sehun. Ya, itu kamar Jessica. Pintunya terbuka lampunya mati. Pasti tak ada orang.

‘kemana dia???’batin jongdae.

“kau kenapa hyung???”suara sehun membuyarkan lamunan jongdae.

“ah emm ti tidak…”jongdae menggaruk pelipisnya bingung.

“kau lapar??? Noona tadi menyiapkan makanan untukmu. Mungkin sudah dingin. Aku bisa memanaskannya kalau kau mau??”tawar sehun.

“ah tidak. Tidak usah akan kupanaskan sendiri.”kata jongdae kikuk.

“ah arraseo…”sehun kembali menatap TV nya. Jongdae masih berdiri disana lama berniat bertanya pada sehun. Namun egonya masih setinggi langit membuatnya mengurungkan niatnya bertanya dan berjalan menuju dapur.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“kau tak makan???” Tanya jongdae dari meja makan yang dapat melihat punggung sehun.

“ah aku sudah makan bersama Jessica noona tadi hyung.”kata sehun tanpa menoleh kearah jongdae.

“aahhh…”jongdae mengangguk mengerti.

“tadi aku akan membangunkanmu. Tapi kata noona biarkan saja dulu mungkin kau lelah jadi kami makan duluan hyung.”lanjut sehun.

“oh ne…”jawab jongdae pelan. Selanjutnya hanya terdengar suara siaran TV dan sesekali diselingi cekikikan sehun.

“emmmm apa kita hanya….berdua??”Tanya jongdae pelan.

“ne???”sehun membalik menatap jongdae. Entah dia tak mendengar atau kaget dengan pertanyaan jongdae.

“apa kita hanya berdua??”ulang jongdae dengan nada kesal.

“ah ne. Jessica noona keluar setelah makan malam tadi.”kata sehun kembali menanatap TV nya.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Jongdae berjalan gelisah dibelakang sofa sehun. Ini sudaqh jam 11 malam. Dan Jessica belum pulang. Sesekali jongdae melirik jam dindingnya. Sesekali dia duduk namun segera berdiri lagi mengecek pintu masuk lalu duduk lagi. Namun dia berdiri lagi dan mondar mandir didalam ruangan. Dan itu mengganggu sehun.

“kau ini kenapa hyung??”Tanya sehun setengah kesal.

“apa yang dilakukan seorang yeoja keluar semalam ini eoh??”Tanya jongdae tak kalah kesal.

 “kau mengkhawatirkan Jessica noona??”pertanyaan sehun berhasil mengagetkan jongdae. Jongdae terdiam membatu berusaha menelan ludahnya dengan susah payah.

“tidak. Tapi… apa kata orang kalau tau seorang yeoja keluar malam malam??? Apa dia sering melakukan ini???”Tanya jongdae.

“ne…”jawab sehun polos memandang jongdae takjub.

“mworagu. Dan kau diam saja???”jongdae mulai kesal.

“ne…”lanjut sehun masih dengan ekspresi yang sama.

“kenapa kau tak melarangnya eoh??? Kau seharusnya melarangnya. Dia memang bukan yeoja baik baik. Kenapa kau mempercayainya kalau dia itu guardian kita??? Tugas dia adalah menjaga kita bukan meninggalkan kita tengah malam begini.”sehun menatap jongdae aneh.

“tapi dia sedang melakukan tugasnya.”kata sehun bingung.

“ne???”jongdae tak mengerti dengan kata kata sehun.

“Jessica noona keluar bukan untuk bermain atau yang lainnya. Dia keluar untuk mencari hyung hyung yang lainnya. Biasanya kami kelaur berdua namun dia melarangku ikut agar ada yang mengawasimu hyung. Agar aku bisa membantumu jika kau butuh bantuan. Biasanya kami melakukan seperti ini 3 hari 3 malan tak pulang sama sekali hyung. Untuk mencari kalian.”jelas sehun. Jongdae mati kutu. Dia mematung mengerjab ngerjabkan matanya bingung. Antara perasaan malu, marah, rasa bersalah bercampur menjadi satu.

“aku mau tidur.”katanya datar sambil berjalan masuk kekamarnya meninggalkan sehun yang menggerutu.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Samar sama jongdae mendengar suara yeoja dan namja berbicara dan sesekali tertawa kecil. Hidung jongdae dapat membau omuraise panas yang masih mengepul dalam penggorengan. Sontak mata jongdae terbuka lebar. Jongdae segera melompat dari kasurnya buru buru membuka pintu kamarnya kasar sehingga menimbuklan suara BRAK yang cukup keras membuat Jessica dan sehun terdiam dan menatap jongdae. Mata jongdae berbinar melihat Jessica memegang penggorengan didapur seperti meliham ibunya yang telah lama pergi. Tanpa disedari bibir jongdae tertarik keatah memperlihatkan 2 gigi depannya.

“hyung kau senang karena merusakkan pintu itu??? Kenapa kau tersenyum setelah membuka pintu sekasar itu??”suara sehun membuyarkan lamunan jongdae.

“eheemm…”jongdae berdesam dan membenarkan posisi rambutnya berusaha memasang raut wajah senormal mungkin.

“aku kira kau tak pulang.”kata jongdae dengan suara se dingin mungkin.

“ne???”Tanya Jessica tak mengerti.

“kenapa kau senang sekali keluar malam malam sendirian seperti itu eoh???”Tanya jongdae sambil mengambil piringnya.

“eh aniyo. Aku sudah terbiasa.”kata Jessica menatap sehun bingung. Sehun hanya mengangkat bahunya tak mengerti.

“tetap saja. Ada sehun kenapa kau tak mengajak sehun????”jongdae mengambil omurice nya.

“aniyo. Aku takut kau….”

“aku???”jongdae memotong kata kata Jessica. “apa kau pikir aku anak kecil eoh???”jongdae duduk disamping sehun.

“em mianhae.”gumam Jessica pelan.

“nanti malam kita cari bertiga jangan keluar sendirian malam malam.”gumam jongdae pelan yang masih terdengar jelas bagi sehun dan Jessica.

“NE???!!!” pekik sehun dan Jessica menatap jongdae terkejut.

~~~~~~~~~~~~~~~~~

“aku akan kesana kalian mencari kesana ne.”kata Jessica sambil menatap singkat sehun dan jongdae disampingnya.

“ne….”koor jongdae dan sehun.

Jongdae segera berjalan mencari kearah yang ditunjuk Jessica, matanya berkeliling mencari sesuatu yang janggal. Sementara sehun dibelakangnya berjalan santai sambil menatap jongdae lakat lekat. Seolah menganggap jongdae adalah hal yang paling janggal di taman itu.

“kalian melakukan ini setiap malam???”gumam jongdae palan.

“em…”gumam sehun singkat masih memandang jongdae lengkat. Jongdae merasakan pandangan sehun sontak mengehentikan langkahnya dan menoleh kearah sehun yang sedang menatapnya lekat.

“YA!!!” jongdae menghentakkan kakinya kesal. “kenapa kau menatapku eoh?? Bukankah noona menyuruh kita mencari???”kata jongdae kesal.

“noona??”sehun mengernyitkan dahinya. Jongdae seolah mengetahui kesalahannya. Dia segera membalikkan badannya dan meneruskan jalannya.

“hyung tunggu.”sehun memegang bahu jongdae membuat jongdae menghentikan langkahnya.

“wae???”Tanya jongdae seengah kesal.

“ini sudah 1 minggu..”jawab sehun santai. Raut wajah jongdae menegang.

“jinjjayo???”tanyanya ragu.

“em….”sehun mengedarkan pandangannya. “kau masih ingin pergi??? Aku dulu berjanji kalau aku akan mengikutimu pergi kalau kau mau pergi. Jadi, sekarang kau mau pergi?? Kalau iya, mari kita pergi sekarang selagi noona tak ada.”kata sehun kembali mengitarkan pandangannya lalu berbalik arah hendak pergi dari sana. Namun jongdae mematung tak tau harus bagaimana.

“wae??”sehun menghentikan langkahnya. “bukankah kau mau pergi hyung??”sehun membalikkan badannya dan menatap jongdae.

“emm ehhh… a apa apa kau tega membiarkan yeoja bodoh itu sendiri???”gumam jongdae pelan sambil menatap ujung sepatunya. Sehun hanya diam tak menjawab kata kata jongdae. Sebenarnya sehun sudah tau hal semacam ini pasti terjadi. Dulu sehun juga berniat melarikan diri dari Jessica namun kebaikkan dan keuletan Jessica membuat sehun tetap tinggal dan mengurungkan niatnya. Sekarang kedua namja itu berdiri di pinggir jalan taman sambil menatap ujung sepatu masing masing tanpa suara sibuk dengan pikirannya masing masing.

“YA!!!!!!!!!!” teriakan nyaring Jessica membuat kedua namja itu terlonjak. Seketika lutut keduanya bergetar kaget.

“astaga noona. Kenapa kau mengagetkan???”rintih jongdae sambil mengelus dadanya.

“aisss…”sehun menggerutu kesal.

“kalian ini kenapa malah diam disini eoh??? Apa namja namja seperti kalian benar benar lemah??? Kalian bilang mau membantu ku tapi malah terdiam disini. Kalian sedang bersemedi eoh?? Apa dengan begitu teman teman kalian akan datang???”tantang Jessica kesal.

“sudahlah noona. Ayo kita cari lagi.”sehun merangkul Jessica sambil berjalan dari sana.

“YA aniyo. Bukan begitu kalian ini sangat menyebalkan…”Jessica memberontak.

“sudahlah noona ayo kita lanjutkan mencari ne…”jongdae membantu sehun menarik tubuh mungil Jessica.

“tunggu sejak kapan kau memanggilku noona??”Jessica memandang jongdae penuh selidik.

“sejak hari ini..”kata jongdae merangkul Jessica. Jessica menatap jongdae heran lalu menatap sehun tak mengerti. Sehun hanya tersenyum jahil pada Jessica.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“noona kau harus melihatnya…”seru jongdae sambil menarik tangan kiri Jessica.

“ne benar noona kami menemukannya..”seru sehun menarik tangan kanan Jessica.

Jessica hanya bisa menatap kedua namja yang diakuinya sebagi dongsaengnya itu dengan wajah cengo secara bergantian. Keduanya berbicara bersamaan dengan kata kata yang berbeda dan dengan suara yang cukup keras membuat Jessica benar benar tak mengerti apa yang mereka katakana. Selagi berbicara keduanya menarik lengan Jessica dan berjalan setengah berlari membuat Jessica terjaruk saruk mengikuti keduanya. Bagaimna Jessica bisa berjalan dengan benar kalau tiba tiba dua namja gila menarikmu dengan langkah cepat sambil berbicara secara bersamaan dengan suara yang tak bisa diatur. Jessica sendiri harus bingung harus konsentrasi terhadap apa, langkah kakinya, jalanan didepannya atau kata kata yang diucapkan kedua namja itu.’astaga. aku bau 1 bulan bersama mereka berdua tapi aku benar benar stress sekarang. Bagaimana aku bisa bersama 12 orang seperti mereka??? seandainya mereka benar benar dongsaengku aku pasti telah meninggalkan mereka yah itupun kalau aku belum mati terlebih dahulu karena gila.’rutuk Jessica dalam hati.

“YA!!!!!” Jessica memekik menghempaskan tangan kedua namja gila itu. Sontak kedua namja itu terdiam karena terkejut.

“kalian ini gila eoh??? Kalian ini sedang membicarakan apa?? Aku tak mengerti dengan kata kata kalian?? Bagaimana kalian bisa berbicara diwaktu yang sama dengan nada setinggi itu?? Apa kalian penyanyi eoh???”bentak Jessica kesal.

“ah baiklah noona kami akan mengatakannya jadi tenanglah.”kata jongdae mengatur nafasnya.

“apa??”Jessica melipat tangannya didepan dada kesal.

“sehunie katakana.”perintah jongdae.

“aniyo hyung. Kau yang menemukannya jadi kau yang mengatakan.”elak sehun.

“kau menyuruhku eoh?? Aku ini hyungmu.”kata jongdae kesal.

“ah aniyo….”

“YA!!!”Jessica memotong kata kata sehun. “kalian akan bertengkar lagi eoh??? Sana teruskan aku akan pergi.aisss….”gerutu Jessica mengacak rambutnya kesal dan berniat pergi dari sana.

“ya noona andwe..”pekik keduanya sambil menarik Jessica kembali.

“wae???”Jessica frustasi.

“arraseo. Aku akan menjelaskna. Kami menemukannya. Si pengendali api.”kata jongdae.

“jinjjayo???”gumam Jessica ragu.

“ne noona. Kemarilah.”sehun menarik tangan Jessica pelan.

“nah noona dia ada disa…..”sehun menunjuk kesutu arah membelah kerumunan orang. Namun kata katanya terhenti saat melihat pemandangan didepannya. Sontak ketiga orang itu membulatkan matanya menatap pemandangan itu. Sehun dan jongdae memasang wajah heran sementara Jessica menggingit bibirnya kesal.

“eh a a ani noona. Itu buu…”jongdae gelapan menjelaskan pada Jessica.

“kalian bodoh eoh??? Kalian ini….aiiisss….”Jessica mengacak rambutnya kesal lalu berjalan pergi.

“noona tunggu…”pekik keduanya.

“hyung tunggu. Bagaimana bisa dia??”sehun kembali menatap kearah kerumunan tadi.

“molla.”jongdae bergumam pelan.

“hyung tunggu. I I itu di dia….”sehun menggantung kata katanya.

“NOOONNNAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!!!!!”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Aaahhhh akhirnya selesai juga part2 nya….mianhae lama…soalnya kemarin kemarin lagi banyak urusan….*curhat😀

bagaimana absurd kan??? >< aahhh mianhae…… *bow

Jangan lupa coment yaaaa….😀

17 thoughts on “[Freelance] The Guardian (Part 2)

  1. akhirnya chapter 2 muncul juga -_- hfftt masih bnyak typo bertebaran dan ~ aku bingung kata Sehun udah 2 bulan bareng Jessie tapi kata Jessie 1 bulan ? Jadi .. ? Ah yasudahlah ~ mohon diperbaiki ya Author ^^ Tapi tetep Keren kok ini ff ! Chanyeolkah pengendali api itu ?😄 hahaa penasaran gimana cerita selanjutnya ~chapt 3nya Jan lama lama di publish lagi yaa ~~ Keep Writing and Fighting Author ^^

  2. keren,,sica bener-bener sabar menghadapi mereka,,bagaimana jika ditambah 1 org lagi? chanyeol??
    uwah!! sica unnie semangat!!

    cepet dilanjut thor!!!

  3. Hahaha lucu banget thor, keren! Jongdae nya sudah mulai luluh sama kebaikannya jessie. Aaaah pasti si pengendali api itu chanyeol aaaah -_- udah ada 3 namja tampan tapi gila dan itu pasti membuat jessie stress hahaha lanjut ya thor, fighting!

  4. Woaaaahh akhirnyaa jongdae jd baik sm jessica yaaa. Aku gak sabar baca chap selanjutnya. Klo bisa dipost cepet ne thor, soalnya aku suka banget sm ff ini.🙂

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s