[Freelance] Pure

tumblr_mf1p3yD39R1rued0uo1_500_large

Title         : Pure

Author     : Soshikkum

Length     : Oneshot

Rating      : Teen

Genre       : Friendship, Romance, Sad, Angst

Main cast : Sehun – Hyoyeon

:::::pure:::::

Rasanya aku ingin lari saja dari dunia ini. Rasanya aku ingin segera meninggalkan dunia ini agar tidak merasakan kepedihan dan pahitnya kenyataan hidup.

Kenangan manis yang telah tercatat rapih di dalam buku persahabatanku dengannya – kemurnianku – lama kelamaan memudar. Hanya tersisa beberapa bagian.

Sakit. Sangat sakit jika kau mengetahui bahwa sahabatmu lebih memilih orang lain yang belum tentu bisa menyayanginya, mencintainya, melindunginya dengan sepenuh hati, dengan hati yang tulus.

Aku berusaha untuk tidak menerima kenyataan ini.

Oh Sehun, seorang yang selama ini menemaniku, memberiku semangat, menyayangiku, membuatku tersenyum, seorang yang kusayangi. Sahabatku. Hilang entah kemana. Aku masih bisa melihatnya, aku masih bisa mendengarnya, aku tau akan kehadirannya dengan indraku, tapi tidak dengan hatiku. Aku tak merasakan ia hadir di dalam hatiku.

Oh Sehun yang selalu menghiburku, menyayangiku, dan pemberi kehangatan tak kurasakan lagi di dalam hatiku. Kemana dirimu sebenarnya Sehun? kemana dirimu yang selalu menjadi kemurnianku yang membuatku mampu melawan pahitnya kenyataan?

Hari demi hari kulalui tanpa dirimu yang dulu. Hari demi hari kulalui dengan melihatmu bersama wanita itu. Wanita yang cantik, pintar, dan disegani banyak siswa – Im Yoona –

Kau tau? Saat aku mengetahui kau mempunyai yeojachingu, hatiku seperti tercabik. Kau bahkan tak bercerita tentang itu, aku mengetahuinya setelah banyak siswa membicarakannya. Aku tak mencintaimu melebihi seorang sahabat. Sepertinya. Tapi firasatku saat itu terjawab sudah. Semenjak bersamanya, kau tak lagi menjadi Oh Sehun yang kukenal. Semenjak kau bersamanya kau menjadi Oh Sehun yang tak peka. Bahkan kepada sahabatmu sendiri.

Aku diam. Bukan berarti aku suka kau bersamanya. Aku diam karena hatiku terlalu sakit. Sakit sekali saat menyadari bahwa betapa acuhnya dirimu padaku. Sahabatmu yang saat itu kau sangat butuhkan. Sahabatmu yang selalu mencintaimu.

Bagiku, kau adalah kemurnian. Kemurnian yang selalu kubutuhkan dimanapun, dan sampai kapanpun. Tapi, kemurnianku saat ini merupakan bagian dari kenyataan pahitku. Kemurnianku adalah masalahku.

Aku tak pernah berhenti menangis saat malam hari. Aku menangis untukmu. Tak terhitung berapapun jumlah buliran air mata yang kukeluarkan. Aku tak perduli seberapa sering teman yang lain bertanya mengapa sekarang aku memiliki kantung mata dan aku terlihat sangat murung. Aku tak perduli karena bahkan kau, sahabatku sendiri tak menyadari hal itu.

Kau tau betapa senang hatiku saat kau bilang bahwa kau ingin bertemu denganku? Saat kau bilang kau ingin bercerita sesuatu padaku? Setelah sekian lama kau menghilang? Saat itu, aku bagaikan seorang yang menemukan air di padang pasir. Tak akan kusia-siakan waktuku untuk segera menemuimu.

Tapi, saat aku tau kau menemuiku karena Yoona tak bisa kau hubungi, saat Yoona tak bisa kau temui, saat Yoona sakit, saat Yoona marah. Kau menemuiku saat wanita itu tak ada disisimu. Kau merasakan kehilangan yang amat sangat saat ia meninggalkanmu dalam waktu yang sesingkat itu. Rasanya hatiku terasa teriris saat menegetahuinya. Kau membutuhkanku hanya disaat ia tak ada? Lalu saat ia kembali, kau juga kembali meninggalkanku seorang diri. Mengapa kau begitu kejam?

Aku berusaha mendengarkan walaupun sesungguhnya hati ini tak sanggup. Aku berusaha memberi saran walau rasanya hatiku terasa pilu. Aku berusaha tersenyum walaupun rasanya seperti sekarat. Aku berusaha menghiburmu walaupun kau tak tau seberapa sakit hatiku saat itu. Tapi sejujurnya, aku tak mau dirimu bersedih. Tak apa jika hatiku sakit, toh itu sudah biasa. Tak apa aku menyembunyikan tangisku, toh kau tak tau dan tak akan pernah tau.

Aku bukanlah robot. Aku bukanlah batu. Aku juga bukan seseorang yang memiliki hati sekuat baja. Aku hanya gadis biasa. Gadis yang tak mampu terus menerus mempertahankan luka yang menganga begitu lebar dan membiarkannya terus tercambuk. Aku tak bisa.

Disaat aku mengatakan yang sejujurnya tentang hatiku yang sangat tersiksa. Saat aku berharap kau dapat mengerti. Saat aku berharap setidaknya kau memelukku. Namun itu hanya harapan. Kau hanya diam, dan bahkan kau menyuruhku untuk membuka hatiku. Kau meminta hatiku untuk menerimanya. Kau tau betapa sakitnya itu? Kurasa kau tak akan pernah tau. Karena kau tak akan pernah merasakannya.

Tak ada lagi yang menolongku disaat aku terjatuh. Tak ada lagi yang menghapus air mataku. Tak ada lagi yang memelukku hangat. Tak ada lagi yang membuatku menghilangkan sedihku dan menggantinya dengan senyuman. Tak ada lagi.

Bahkan sampai dimana aku benar-benar membutuhkanmu. Dimana aku benar-benar berharap kau ada di sisiku.

Kau tak mencariku. Kau tak menemuiku. Kecuali saat Yoona tak ada di sisimu.

Kenyataan yang jauh lebih pahit dari semua kenyataan pahit adalah dimana saat kanker menyerang tubuhku. Saat penyakit yang tak asing lagi didengar. Saat penyakit yang terkenal sangat mematikan menyerang tubuhku, kau tak ada disisiku.

Apa kau tak tau sudah berapa bulan aku tak hadir dihadapanmu dan memperhatikanmu walau hanya dari kejauhan? Apa kau tak merasakannya? Sungguh hatiku dan hatimu bukan hati yang saling bertautan lagi. Dulu saat aku merasakan sakit, kau selalu merasakannya. Kau langsung bertanya padaku. Ya aku tau itu dulu. Tapi tak bisakah hanya saat ini saja kau kembali memekakakan hatimu lagi? Sepertiya tidak.

Oh Sehun. apa kau akan tetap seperti ini sampai ajal menjemputku? Apa aku tak akan pernah merasakan cintamu sebagai sahabatku yang paling aku sayangi sampai aku menutup mata untuk selamanya? Apa tak akan ada lagi pelukan hangatmu walau untuk yang terakhir? Apa tak akan ada lagi senyuman hangat yang selalu kau tujukan padaku walau untuk membuatku tersenyum di detik terakhirku? Apa tak akan ada lagi canda di antara kita walau untuk mengukir sedikit kenangan manis? Apa aku tak akan melihat wajahmu untuk yang terakhir kalinya dalam hidupku? Apa itu semua sangat tak mungkin kudapatkan?

Oh Sehun, aku menyayangimu. Aku mencintaimu. Tak tau sebagai sahabat atau sebagai seorang lelaki. Aku tak perduli. Aku harap kau menemaniku. Kumohon satu hari saja. Jika terlalu lama, satu jam-pun tak apa. Jika memang masih tak bisa, biarkan aku melihatmu walau hanya satu detik di detik terakhir hidupku. Bisakah?

Sehun, aku menyayangimu. Kau adalah segalanya.

:::::pure:::::

“Aahh!!!! Mengapa kau begitu bodoh Oh Sehun? Mengapa? Mengapa kau baru menyadarinya disaat kau hanya bisa membaca seluruh isi hatinya tentangmu? Mengapa kau tak menyadari bahwa ia sungguh membutuhkanmu? Mengapa kau hanya bisa menemuinya disaat tubuhnya sudah tertutup oleh gundukan tanah? Mengapa kau menangis saat semuanya sudah terlambat? Kenapa?!!” Ucapku lirih. Air mata tak berhenti mengalir dipipiku. Ya aku Oh Sehun, orang yang begitu bodoh karena menyia-nyikan cinta dan sayang dari sahabatnya hanya karena wanita yang tak memiliki cinta yang tulus.

Diary-nya masih dalam genggamanku. Sungguh aku masih tak percaya betapa bodohnya aku. Betapa kejamnya aku. Tanganku sungguh lemas. Aku tak bisa berhenti menangis karena kebodohanku ini. Aku terus merutuki kebodohanku walaupun sudah 3 jam aku seperti ini. Aku tak bisa menerima semua ini, kebodohanku, dan kepergiannya.

Tiba-tiba selembar kertas terjatuh dari buku itu. Aku mengambilnya dan membacanya. Dan sungguh isinya membuatku semakin membenci diriku.

:::::pure:::::

Teruntuk sahabatku, Oh Sehun.

Tak perlu kau sesali. Mungkin memang takdirku seperti ini.

Maaf jika selama ini aku tidak menjadi sahabat yang baik. Maaf jika selama ini aku mengecewakanmu. Maaf jika selama ini aku membuatmu jengkel. Maaf jika selama ini aku terlalu egois. Maaf jika selama ini aku terlalu acuh. Maaf jika selama ini aku terlalu rapuh.

Sehunnie~ aku selalu bersyukur pada tuhan karena telah membuatmu menjadi sahabatku. Kehadiranmu merupakan takdir yang sangat indah. Kurasa tuhan sangat baik.

Terlalu sakit memang jika semua kenangan yang amat indah ini harus terhenti. Andaikan aku dapat mengulang waktuku, aku ingin sekali mengulang dimana aku dan kau bertemu, bercanda, tertawa, dan menghabisakan waktu bersama tanpa seorangpun yang mengganggu.

Sehun, terimakasih karena telah mengisi hidupku. Karena telah mempercayaiku untuk menjadi sahabatmu. Sebuah kehormatan bisa menjadi bagian dalam hidupmu, terlebih menjadi sahabatmu.

1 hal yang perlu kau tau..

Dimanapun, kapanpun, siapapun dirimu nanti, aku akan tetap menjadikanmu sahabat terbaik yang pernah ada di dalam hidupku..

Aku mencintaimu melebihi cintaku pada diriku sendiri.

Jaga dirimu baik-baik. Jangan pula bersedih saat aku tak lagi terlihat indramu. Aku menyangimu..

With love,

Kim Hyoyeon

:::::pure:::::

Hyo, maafkan aku. Maafkan aku yang begitu bodoh. Maafkan aku yang begitu bodoh karena tak pernah menyadari betapa sayangnya dirimu padaku, betapa aku membutuhkan dirimu. Sungguh aku tak akan memaafkan diriku. Tak akan.

Dan jika aku juga dapat mengulang waktu, aku tak akan pernah meninggalkanmu. Tak akan pernah aku biarkan setetes air mata membasahi pipimu. Tak akan kubiarkan satu orangpun menyakitimu. Tak akan kubiarkan satu lukapun melukaimu. Akan kubuat kau tersenyum sepanjang waktu. Bahkan jika aku mampu menukar posisiku di posisimu, aku rela melakukannya. Aku akan menanggung rasa sakit yang selama ini kau rasakan. Aku akan melakukannya. Aku akan melakukannya apapun itu resikonya.

Tuhan, bisakah kau mengembalikan dirinya sekarang? Hanya untuk meminta maaf padanya. Hanya untuk memberi tau bahwa aku menyesal. Hanya untuk memeluknya dan merasakan pelukan hangatnya. Aku tau ini sangat tak mungkin, karena aku terlalu bodoh.

Kim hyoyeon, aku akan selalu mencintaimu. Walau aku tau ini sangat teramat terlambat.. Aku mencintaimu.

END

:::::pure:::::

Gimana? Jelek ya? Ga ngena? Kurang sedih? Atau gimana? Mian kalo kurang puas :(  Jangan lupa komentarnya, oiya kritik dan sarannya juga. Keluh kesahnya juga boleh (?) hehehehe..

9 thoughts on “[Freelance] Pure

    • emm gimana ya hahaha, sehun baru menyadari klo ternyata dia suka sama Hyoyeon sbg wanita, dan nyesel gt deh /gajelas ya?/ diusahaiin ya😉

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s