[Freelance] My Winter

IMG_4489

Tittle: My winter

Author: thehuneu

Length: Ficlet

Genre: Romance

Rating: G

Cast: Byun Baekhyun, Hwang Tiffany

 

Malam itu kota Seoul sangat dingin dan ini memang sudah tengah malam. Mobil-mobil sudah tidak ada lagi yang melintas di jalan perumahan itu. Hanya lampu trotoar yang menemani Baekhyun. Dia bosan dengan hidupnya. Ya perceraian kedua orangnya itu meninggalkan korban yaitu dirinya sendiri, dia terlantarkan. Untung saja saat itu Baekhyun sudah memeliki pekerjaan jadi dia bisa menghidupi dirinya sendiri.

Berjalan, berjalan, dan terus berjalan. Dia tidak memiliki tujuan, biarkan saja kakinya ini menelusuri jalan sesuka hati sang kaki. Setidaknya kulit Baekhyun bisa merasakan angin malam yang menerpa permukaan kulitnya itu. Kakinya membawa Baekhyun kesebuah taman yang nampak sepi. Terdapat kedai susu disampingnya namun tetap saja sepi. Baekhyun yang sudah merasa kedinginan itu memasuki kedai tersebut lalu memesan 2 susu panas.

 

Baekhyun keluar dari kedai tersebut dan masih memegang susu panasnya itu. Kakinya membawa Baekhyun kesebuah bangku taman. Baekhyun mergidik ngeri melihat sosok wanita memakai baju bewarna putih dan rambut yang terurai. Apakan dia gila? Ini sangat dingin.Apa mungkin dia hantu? batin Baekhyun. Dengan keberaniannya Baekhyun menghampiri wanita itu lalu duduk disebalahnya.

Hening…. Tidak ada yang memulai percakapan.

5 menit

10 menit

15 menit

“Apa yang kau lakukan malam-malam begini noona?” tanya Baekhyun. Sebenarnya Baekhyun masih merasa ngeri dengan wanita ini sedari tadi mukanya tertutup dengan rambut panjangnya.

“Bukan urusanmu”

“Baiklah. Kau tidak merasa dingin huh? Memakai pakaian tipis seperti itu”

“Tidak, biarkan aku mati kedinginan” ucapan wanita itu membuat mata Baekhyun membulat sempurna. Dia semakin yakin bahwa wanita ini adalah arwah atau apapun itu.

“Hmm… Apakah kau hantu di taman ini?” tanya Baekhyun sangat polos.

“Tentu bukan eoh!” wanita itu langsung menjitak Baekhyun. Aneh memang tapi bersikap seperti hantu sekarang menjadi galak. Mata wanita itu sembab dan wajahnya rrr cantik hati Baekhyun berkata seperti itu.

“Yak sakit! Aneh sekali kau ini noona”

Baekhyun mengelus bagian kepala yang dijitak oleh wanita itu. Wanita itu terdiam lalu seperti tadi lagi bersikap seolah-olah seperti hantu. Dia melihat ujung sepatunya yang memang sudah tidak layak pakai. Entah apa yang difikirkan oleh wanita itu. Baekhyun yang tidak mau ambil pusing mencoba mengabaikan kehadiran wanita itu lalu meminum susunya.

Baekhyun tahu sedari tadi wanita misterius itu melihatnya meminum susu mungkin dia kelaparan. Dan sedari tadi pula wanita itu menggosok-gosokan tangannya sudah jelas dia kedinginan. Baekhyun merasa aneh dengan wanita ini pertama tampilannya yang sangat lusuh, kedua sikapnya.

“Kau lapar dan kedinginan? Minum lah, aku membelinya dua dan pakai lah mantelku ini aku memakai double” Baekhyun menyimpan susunya dan melepas matelnya. Setelah itu Baekhyun memberikan benda-benda tersebut kepada wanita misterius itu. Sang wanita hanya melihat Baekhyun seakan-akan berkata ‘kau serius?’ Baekhyun hanya mengangguk dengan senyuman manisnya itu.

Wanita itu memakai mantel dan meninum susu panasnya. Sangat terlihat bahwa wanita itu sangat kelaparan dan kedinginan. Baekhyun yang melihat itu tersenyum. Dia teringat kepada ucapan eommanya dulu bahwa sering-seringlah menolong orang maka kamu akan bahagia.

“Kita belum berkenalan. Siapa namamu?”

“Tiffany, Hwang Tiffany. Kau?”  nama yang cantik batin Baekhyun.

“Byun Baekhyun”

“Senang bertemu dengan mu Baekhyun dan terimakasih” wanita itu –Tiffany- mengulurkan tangannya meminta Baekhyun untuk bersalaman. Ditambah lagi dengan eyesmile yang sangat manis. Baekhyun pun membalas jabatan tangan Tiffany.

“Kau tidak pulang kerumah huh? Ini sudah malam dan tidak baik wanita pulang malam-malam” ucapan Baekhyun tadi memang terdengar seperti sangat perngertian, namun eommanya bilang seperti itu kepada Baekhyun. Ya eommanya selalu memberi Baekhyun nasihat agar dia tidak salah pilih wanita.

“Aku tidak punya rumah” kata Tiffany sambil meminum susunya yang masih ada itu.

Tidak punya rumah? Ya memang tidak punya rumah. Dia kabur dari rumahnya yang kini dijajah ibu tirinya. Seperrti di dongeng-dongeng ibu Tiffany meninggal lalu ayahnya mencari ibu baru. Beberapa tahun kemudian ayah Tiffany meninggal dan dia tinggal bersama ibu tirinya. Tidak seperti saat ada sang ayah berprilaku manis, dia sangat kejam. Menyiksa Tiffany dan menganggap bahwa Tiffany pembantunya. Dia sudah lelah dan memilih untuk kabur dari rumahnya, toh ibu tirinya tidak akan mencarinya ini.

“Kasihan sekali kau ini. kau pernah diapakan oleh nenek sihir itu?”

“Hey jangan panggil dia nenek sihir! Walaupun begitu dia tetap ibu kedua ku” ucap Tiffany. Baekhyun kaget, ibunya yang sudah bersikap tidak baik itu tetap Tiffany anggap sebagai ibunya. Wanita aneh. “Dia pernah manjambak ku, di punggungku terdapat bekas stikaan. Dan ini disayat oleh silet”

Tiffany menunjukan tangan  kanannya yang tersayat silet. Baekhyun menatapnya dengan nanar. Wanita secantik dia ini memiliki banyak bekas-bekas luka karna ibu tirinya. Baekhyun merasa kasihan, dia ingin menjaga wanita ini. Melindunginya, disisinya. Apakah aku jatuh cinta?

“Dan kau mengapa berkeliaran malam-malam begini?”

“Hanya ingin menenangkan fikiran” Baekhyun membenarkan posisi duduknya. Memejamkan matanya merasan angin malam. “Tiffany, maukah kau tinggal bersamaku? Nanti anggap saja rumahku adalah rumahmu”

Tiffany menatap Baekhyun yang kini sudah menghadapnya. Sebesar apakah pahala Tiffany hingga dipertemukan dengan lelaki cute namun sangat perhatian dan baik ini. Tiffany senang dengan takdirnya sekarang. Apakah dia malaikat untuk menajagaku?

“Ti-tidak, aku tidak mau. Aku pasti merepotkan kamu dan orang tuamu” kata Tiffany gugup. Sebenarnya ia mau tinggal dengan Baekhyun namun almarhum appanya bilang harus berhati-hati dengan orang yang baru dikenal.

 “Aku tinggal sendiri”

“Apakah aku akan merepotkan kamu?”

“Tidak, aku senang jika kau tinggal bersama aku. Aku memiliki teman baru” ucap Baekhyun dengan senyumnya. Tiffany senang melihat Baekhyun tersenyum kepadanya. Hatinya terasa hangat. “Ayo kita pulang ke rumah! Disini sangat dingin” Baekhyun menarik pergelangan tangan Tiffany dan berjalan pulang.

Disepanjang perjalanan tidak ada percakapan diantara keduanya. Mereka sibuk berkutat dengan fikirannya masing. Sedangakan tangan mereka masih berpegangan. Tiffany yang sedari tadi gugup karna tangannya dipegang oleh Baekhyun. Dia akui bahwa dia menyukai Baekhyun sejak pandangan pertama. Dia berterimakasih kepada Tuhan karna sudah dipertemukan oleh seorang Byun Baekhyun.

“Baekhyun, terimakasih” Tiffany tersenyum tulus kepada Baekhyun. Baekhyun pun membalas senyum Tiffany.

“Bolehkah aku menyukaimu?” Baekhyun menanyakan perntanyaan bodoh itu. Seharusnya dia tidak usah melontarkan pertanyaan itu. Tiffany membelakan matanya, dia senang namun disisi lain dia takut Baekhyun kecewa.

“Tidak-tidak, aku kotor”

“Maksudmu?”

“Aku sudah mengandung anak lelaki brengsek itu” ucap Tiffany lalu menunduk malu.

Saat kabur dari rumahnya dia seperti gelandangan. Kesana kemari tanpa arah. Suatu malam dia menelusuri sebuah jalan yang sangat gelap dan sepi. Datang seorang lelaki mabuk menggangunya. Dia takut mencoba menjauh dari lelaki itu namun telat, lelaki itu menariknya lalu terjadilah. Sejak saat itu Tiffany mengakui bahwa hidupnya hancur.

“Aku akan mengurusnya, aku akan menjadi appanya” kalimat tersebut terlontar seperti kertas yang dilempar begitu saja. Baekhyun tersenyum. Sungguh dia kasihan dengan Tiffany, mengapa Tuhan tidak mempertemukan dia dan Tiffany sejak dulu. Mungkin jika dari dulu dia akan menjaga Tiffany.

“Ka-kau? Aku ini kotor Baekhyun, kotor” Tiffany menumpahkan air matanya yang sudah tidak tertampung lagi.

Baekhyun membawa Tiffany kedalam pelukannya yang hangat memberikan ketenangan bagi wanita itu. Perih rasanya jika melihat wanita yang di depannya ini menangis. Membiarkan Tiffany menangis dipelukannya jika itu dapat mengeluarkan segala hal yang mengganjal di hatinya.

“Aku mencintaimu Tiffany”

“Aku juga Baekhyun, terimakasih, terimakasih”

Disaat yang sama salju turun . Seperti dongeng yang eomma bacakan waktu aku kecil dulu pikir Baekhyun. Seorang lelaki yang menumakan jodohnya di musim dingin. Wanita itu sangat lemah. Saat mereka bertemu salju turun. Akhirnya mereka hidup bahagia bersama keluarga kecilnya. Baekhyun harap dia bisa hidup seperti di dongeng itu.

 

Advertisements

16 thoughts on “[Freelance] My Winter

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s