[Freelance] Between Two Options (Chapter 10)

Between Two Options

Title : Between Two Options

Author : Selvy

Length : Chapter

Rating : PG 17

Genre : romance, family, comedi, Sad

Main Cast : Taeyeon

Sehun

Luhan

Kris

Other Cast : Lihat sendiri yah J

Author Note : Sudah makin mendekati ending nih, leganya J.

. . . . . . . . .

‘Apa yang sebenarnya anak itu masukkan?’ batin ahjummha pelayan kantin. Ia sangat curiga melihat tiffany memasukkan sesuatu ke dalam minuman orang yang pernah menolongnya ketika ahjummha itu dimarahi habis- habisan oleh yoona.

‘Tidak mungkin kan dia ingin meracuni yeoja sebaik taeyeon? Apalagi mereka bersahabat.’ Dengan langkah ragu ia mulai mendekati meja tempat dimana taeyeon, tiffany dan sunny berada.

Setelah sampai pada titik yang dituju pelayan paruh baya itu menyapa dengan sopan, “Ini pesanannya”

“Kami tidak memesan apa- apa” pelayan yang hendak menaruh menimun itu langsung saja tercekat mendengar penuturan dari taeyeon.

Namun ia lebih kaget ketika mendengar kata yang dikeluarkan oleh yeoja yang setahunya memesan minuman tadi. ““Mungkin saja sedang ada yang berbaik hati pada kita, jadi ia menghadiahkan kita ini. Apa salahnya kita menerimanya ?”

Tanpa ragu lagi ahjummha itu menukar apple juice milik tiffany dengan milik taeyeon. Tentu saja itu ia lakukan untuk melindungi yeoja polos yang pernah membelanya.

Ahjummha itu perlahan menjauhi meja yang tadi ia layani. Namun betapa terkejutnya ia ketika mendengar suara teriakan para siswa. Dan begitu membalikkan badannya ia benar- benar tak sanggup menghirup oksigen ketika melihat yeoja yang tadi ia tukar minumannya sedang terbaring dengan mulut berbusa di lantai.

Taeyeon langsung meraih kepala tiffany dan memangkunya, “Tiffany apa yang terjadi?” taeyeon mengguncang tubuh tiffany yang sama sekali sudah tidak bergerak.

“Fany- ah sadar, fany- ah” sunny yang sudah tak sanggup menahan air matanya hanya mampu memegang tangan tiffany.

Seluruh siswa hanya mengerumuni mereka tanpa ada yang turun tangan. Bahkan ada di antara mereka yang seolah jijik melihat mulut tiffany yang berbusa.

“Hei apa yang kalian lakukan? Mengapa kalian tak menolongnya hah?” Taeyeon memandang satu- satu siswa yang berada di situ, ia benar- benar tidak habis fikir manusia seperti mereka masih bisa disebut seoarang pelajar.

“Apa yang terjadi?” suara seorang namja yang belakangan ini taeyeon rindukan kemudian muncul.

Sunny berdiri sambil menangis menggenggam tangan sehun, “Tolong sehun, bawa tiffany ke rumah sakit” dengan sigap sehun meraih tubuh tiffany dan segera melarikannya ke rumah sakit.

. . . . . . . .

Jari yeoja itu bergerak menandakan bahwa kesadarannya telah pulih. Yeoja yang semenjak tadi memegang tangannya tak merasakan gerakan itu karena tengah asyik bermain dalam alam mimpinya.

“Taeyeon . . “ ucap yeoja itu parau ketika melihat yeoja yang sedang tertidur disampingnya.

Merasa namanya dipanggil taeyeon mengerjapkan matanya lalu menatap sahabatnya khawatir, “Tiffany kau sudah sadar ?” taeyeon tersenyum tulus, “Apakah kau masih merasakan sakit ?” Yeoja yang diajak bicara hanya menunjukkan mata yang mulai berkaca- kaca. Sungguh ia menyesal atas semua kejadian yang terjadi, ia tidak tahu bahwa yang diberikan yoona bukanlah obat cuci perut.

“Untuk apa kau mengkhawatirkannya lagi?” suara dengan nada sinis yang sunny keluarkan sukses membuat keduanya menoleh kearah yeoja yang sedang duduk manis di sofa rumah sakit itu.

“Sunny- ah” tegur taeyeon.

Sunny tersenyum mengejek, “Aku tidak menyangka kau seperti itu tiffany, kami sudah tahu segalanya. Kau sangat bodoh, kalau kau ingin meracuni taeyeon mengapa di depan orang yang pernah taeyeon tolong?” tiffany hanya menatapnya dengan tatapan menyesal.

“Sudahlah sunny- ah tidak usah diungkit lagi.” Taeyeon menghampiri sunny lalu menggenggam tangannya bermaksud untuk menenangkan sunny.

Sunny menatap tajam taeyeon, “Ini juga karenamu taeyeon, kau terlalu polos dan terlalu baik pada semua orang. Lihat sendiri kan sekarang, banyak masalah yang timbul akibat kepolosanmu” taeyeon hanya menunduk mencerna dengan baik perkataan sunny. Sunny memegang pundak taeyeon, “Bukan maksudku untuk membentakmu taeyeon, tapi kau juga harus lebih dewasa, kau harus lebih peka akan segela hal”

Sunny beralih memandang tiffany yang mulai mengeluarkan air mata menyesal, “Ahjummha tadi sudah dibawa ke kantor polisi dan sudah menjelaskan segalanya. Kau harus berterima kasih kepada taeyeon yang sudah membelamu sehingga kau tak masuk penjara” omel sunny dengan nada ketus.

Taeyeon menggelengkan kepalanya lalu menarik paksa sunny mendekati tiffany, “Aku tidak apa- apa, sudahlah janga menangis lagi ne?” taeyeon menghapus air mata tiffany.

“Mianhae taeng, mianhae” tiffany menunduk lesu. Sunny hanya tersenyum mengejek melihatnya, berbeda dengan taeyeon yang sangat iba melihat sahabatnya itu.

Taeyeon meraih tangan tiffany dan sunny lalu menggenggam tangan keduanya, sunny berusaha menolak namun taeyeon mengeratkan genggamannya. “Kumohon jangan seperti ini sunny, jangan mengungkit masalah ini lagi.” Sunny mengalihkan pandangannya berusaha tidak menghiraukan taeyeon.

Taeyeon tersenyum manis, “Kalian adalah sahabat bahkan jauh sebelum aku datang, aku tidak mau persahabatan kalian rusak karena aku” taeyeon dan tiffany mengeluarkan air mata penuh ketulusan mereka. Namun sunny masih tetap pada tatapannya walaupun matanya mulai berkaca- kaca.

“Sunny- ah semua orang pernah melakukan kesalahan kan? Mana mungkin kau melupakan kebersamaanmu dengan tiffany. Kenangan yang kalian buat, kenangan yang kita buat bertiga. Kisah manis kita, apakah kau melupakannya hanya karena satu kesalahan?” taeyeon memegang dagu sunny menghadapnya.

“Kumohon jangan seperti ini, kau bukan sunny yang aku kenal. Sunny yang kukenal adalah sosok yang baik dan ramah. Orang yang menyapaku saat pertama datang ke kota seoul ini setelah tiffany. Aku sangat mencintai kalian walaupun kita baru bertemu. Lalu apakah kau tidak punya kenangan dengan tiffany? Apakah semudah itu kau menghapus semuanya?” sunny memeluk taeyeon erat.

“Mianhae aku terlalu egois” air mata yang tadi ia tahan telah tumpah di pundak taeyeon.

Taeyeon melepas pelukannya lalu memandang tiffany dan kemudian memandang sunny. Ia menganggukkan kepalanya pertanda mempersilahkan, dan detik berikutnya sunny sudah memeluk tiffany erat, “Mianhae” ucap tiffany di tengah tangis dan pelukannya.

“Sudah jangan diungkit lagi” sunny mengeratkan pelukannya. Taeyeon yang masih berada disitu ikut memeluk keduanya yang juga dibalas oleh sunny dan tiffany.

“Mulai sekarang kita jangan bertengkar lagi, jika ada masalah kita berbagai bersama. Karena kita adalah sahabat” taeyeon tersenyum kepada kedua sahabatnya.

Kedua sahabatnya mengangguk setuju, “Ne” jawabnya kompak lalu kembali berpelukan.

Sehun yang sedari tadi memandangnya dari kaca yang ada di pintu kamar rumah sakit tiffany hanya tersenyum penuh makna, ‘Kau sudah bertambah dewasa changi- ah. Maaf sudah menyakitimu tapi ini kulakukan agar kau bisa bertambah peka akan perasaanmu. Jujur aku meragukan apakah kau mencitaiku atau tidak,, tapi kuharap kau mencitaiku.’

. . . . . . . . . .

Taeyeon yang khawatir kalau saja siwon mencarinya jika tak pulang ke rumah terpaksa harus meninggalkan sahabatnya itu. Ia berjalan keluar rumah sakit dengan langkah yang malas, ‘Seandainya saja siwon oppa tak terlalu mengkhawatirkanku, pasti aku tak akan meninggalkan tiffany’ Umpatnya dalam hati, yah setidaknya ia tidak mengomel tidak jelas seperti kebiasaannya sebelumnya.

“YA!” taeyeon sangat kaget saat melihat orang dihadapannya yang memakai kostum hello kitty imut.

Orang itu memperlihatkan kertas yang ia simpan dibelakangnya.

“Sorry” Tulisnya di salah satu kertas. Taeyeon hanya memiringkan kepalanya, pertanda bahwa ia sedang bingung.

Orang itu kemudian membuang sembarangan kertas tadi lalu beralih pada kertas selanjtnya “Can we start over?”

“Kau siapa?” taeyeon mendekati orang misterius itu tapi orang itu malah menggeleng pertanda ia melarang taeyeon untuk mendekat. Taeyeon yang mengerti segera menghentikan langkahnya dan mulai memperhatikan kembali pertunjungan orang itu.

“Will you be my girlfriend again?” Taeyeon membaca tulisan pada kertas selanjutnya dan tersenyum mengerti.

Orang yang pasti adalah sehun itu menaruh sebuah kertas didadanya dalam keadaan terbalik. Taeyeon yang melihatnya hanya menggeleng pelan melihat tingkah sehun itu.

“You are mine kim taeyeon”

Bersaman dengan ia membalik kertas itu sehun membuka kostum kepala hello kitty yang ia gunakan dan tersenyum manis kepada taeyeon.

Ia membuang kertas yang terakhir bersama dengan kepala hello kittynya, sehun berjalan mendekati taeyeon, “Kita mulai lagi dari awal taeyeon. Aku tahu aku sudah salah membentakmu dan tidak mengerti akan sikapmu. Aku tahu aku sudah terlalu sering meminta maaf padamu, tapi kali ini aku benar- benar pada ucapanku. Aku berjanji akan selalu mengerti akan semuanya taeyeon. Jadi maukah . . . . “Perkataan sehun terhenti ketika jari taeyeon menempel di bibirnya.

Taeyeon tersenyum malaikat, “Bukan kau yang salah sehun, aku yang terlalu naïf untuk mengetahui segala yang ada di sekitarku. Aku terlalu masa bodoh akan semuanya. Dan mulai sekarang aku berjanji untuk berusaha lebih peka akan keadaan, dan . . . “Taeyeon menggantungkan kalimatnya yang membuat sehun sangat penasaran, “Kita bisa memulainya dari awal.”

Sehun tersenyum mendengar jawaban taeyeon yang sudah ia tahu maksudnya, “Gomawo changi” sehun mencium tangan taeyeon lalu hendak memeluknya namun tangan taeyeon melarangnya.

“Why?” tanya sehun dengan nada kecewa.

Taeyeon melihat sekitarnya, “Apakah kau tidak melihat disini banyak orang ?” ucap taeyeon dengan nada berbisik.

Sehun mengerutkan keningnya, “Kau bahkan tak pernah peduli pada itu semua sebelum hari ini” ucap sehun bingung.

Taeyeon tersenyum penuh arti, “Bukankah kau ingin melihatku lebih dewasa? Jadi terimalah akibatnya” taeyeon menjulurkan lidahnya lalu berjalan mendahului sehun.

“Bukan seperti itu maksudku” sehun mengacak rambutnya frustasi lalu mengejar taeyeon yang sudah menjauh.

Luhan berusaha tersenyum menyaksikan kejadian yang selalu sukses menyayat hatinya itu. ‘Semoga kau bahagia darling. Kurasa kau tak membutuhkanku lagi’ luhan beranjak dari tempatnya hedak pulang. Sebenarnya ia berniat untuk menjenguk tiffany tapi sepertinya niatnya itu sudah hilang dari fikirannya.

. . . . . . . . .

Yoona dengan gaya andalannya sedang mempertebal make up diwajahnya. Ia memolesi wajahnya yang sudah sempurna itu dengan make up yang tebal, membuat wajahnya yang cantik natural menjadi sedikit aneh dipandang.

“Mana yoona?” yoona memberhentikan kegiatannya saat mendengar suara sehun mencarinya.

Senyuman menghiasi wajah cantiknya saat melihat sang pujaan hati mencarinya yang mungkin baru pertama kali terjadi selama hidupnya, “Sehun- ah” yoona segera berlari ke arah sehun.

Sehun hanya tersenyum mengejek melihatnya, “Ikut denganku” sehun menarik tangan yoona sedikit kasar.

Yoona sebenarnya sangat menyukai sikap sehun yang tiba- tiba baik padanya. Tapi tentunya yoona yang tidak selemot taeyeon pastinya memiliki rasa curiga dihatinya, “Memang kita mau kemana?” tanyanya curiga.

Smirk muncul di wajah sehun, “Ke kantor polisi” jawabnya santai masih menarik tangan yoona.

Yoona menghempaskan tangannya, “Apa maksudmu?” tanyanya bingung.

Sehun tersenyum penuh arti, “Jangan bersikap sok polos didepanku yoona karena aku sudah tahu segalanya”

Yoona mengerutkan dahinya, “Maksud kamu apa sih? aku tidak mengerti”

“Ku fikir kau pandai yoona tapi ternyata tidak.” Yoona semakin bingung atas perkataan sinis sehun, “Apakah kau fikir sekolah kita sangat miskin sehingga tidak memiliki CCTV?” yoona masih saja belum mengerti pada maksud sehun.

“Taeyeon pernah terkurung di toilet dan aku yang menemukannya. Dan kau fikir aku tidak akan mencari tahu siapa orang yang melakukan itu padanya?” mendengar itu membuat tubuh mulus yoona sedikit mengeluarkan keringat dingin.

Sehun tersenyum dengan smirk yang sangat dibenci yoona, “Kau fikir aku tidak akan mencari tahu siapa yang memberikan racun kepada tiffany dan mengatakan bahwa itu hanya obat cuci perut?”

Yoona sedikit mundur ingin lari dari sehun, namun sehun menarik tangannya kasar, “Semua bukti dan saksi sudah ada yoona. Jadi kau tidak akan bisa lari lagi”

Yoona berusaha melepaskan genggaman sehun, namun yoona yang pada dasarnya seorang yeoja pastinya akan dikalahkan oleh sehun. “ Lepaskan aku” ucap yoona.

Bukannya melepasnya, sehun malah menariknya semakin kasar, “Kenapa kau sangat tega padaku sehun, aku bahkan selalu bersikap baik padamu” yoona berusaha meluluhkan hati sehun, namun orang yang diajak bicara malah tak merespon.

“Lepaskan dia” yuri dan Jessica datang mengejar mereka hendak menolong sahabatnya itu. Namun lagi- lagi sehun tak memperdulikan mereka seperti yoona.

“Sehun- ah lepaskan aku, aku tak pernah berbuat kasar padamu. Tapi mengapa hanya karena yeoja pabo itu kau melakukan hal kasar padaku” sehun akhirnya mendengarkan yoona, tangan kanannya semakin menggenggam erat tangan yoona, sedangkan tangan kirinya ia gepal dengan kuat.

“Sehun- ah sakit” yoona berusaha melepaskan tanganya yang kulitnya sudah memerah karena pegangan sehun.

Sehun menatap tajam yoona, “Kau memang tidak pernah menyikitiku tapi dengan kamu menyakiti taeyeon itu sama saja kau menyakitiku juga. Dan ingat jangan pernah berkata seperti tadi dihadapaku jika kau masih ingin hidup dengan tenang.” Sehun menunjuk kasar muka yoona, yang membuat yoona menunduk ketakutan. Bahkan air matanya sudah membasahai wajah mulusnya.

Yuri dan Jessica yang berada di situ juga ikut merasakan takut sehingga mereka berdua berhenti untuk mengejar sehun dan yoona. “Dan kalian berdua tenang saja, kalian pasti akan menyusul yoona. Jadi pergunakanlah waktu kalian untuk meniknati dunia sebelum kalian merasakan gelapnya penjara” ucap sehun dengan sinis menatap dua yeoja yang berada sedikit jauh darinya.

Yuri dan Jessica tentunya sangat ketakutan melihat tatapan sehun pada mereka yang seolah ingin menerkam mereka pada saat itu juga.

“Sehun- ah lepaskan yoona” taeyeon berlari ke arah sehun dan yoona dan melepaskan genggaman sehun di tangan yoona yang sudah memerah.

Sehun menatap garang ke arah taeyeon, “Hei apa yang kau katakan? Mereka patut mendapatkan ini semua. Kau sendiri tahu kan apa yang telah mereka lakukan padamu?” Tanya sehun, karena setahunya taeyeon sudah mendapat penjelasan dari tiffany tentang semua yang telah terjadi.

Taeyeon tersenyum dan meraih tangan sehun, “Changi- ah aku sudah berusaha untuk merubah sifatku untukmu. Jadi kau juga harus merubah sikapmu untukku kan?” taeyeon mencium tangan sehun lembut yang membuat namja itu bersemu merah, “Kau harus lebih sabar sehun, kau jangan mudah terbawa emosi. Kau mau kan melakukan itu semua demi aku?”

Sehun tersenyum mendengar panggilan dari taeyeon yang sangat ia tunggu selama ini, “Tentu aku akan melakukannya untukmu” sehun menarik taeyeon kedalam pelukannya. Untuk kali ini taeyeon tidak menolak karena toh juga tidak ada orang berada di situ selain trio itu. Tentu saja karena jam pelajaran sedang berlangsung.

“Apakah itu yeoja yang selalu kita benci?” Tanya Jessica pada yuri dengan nada berbisik.

“Sepertinya aku tidak yakin” jawab Jessica menggelengkan kepala karena mengingat apa yang telah mereka lakukan pada taeyeon selama ini. Mereka tentu tak pernah menyadari kepolosan taeyeon karena terus terhasut dengan perkataan yoona.

Berbeda dengan dua sahabatnya itu, yoona sedikitpun tak merasa bersalah ataupun luluh akan pembelaan taeyeon. Justru ia sangat cemburu pada kejadian yang barusan ia lihat dengan mata kepalanya.

“Saranghae” bisik sehun seperti biasanya. Taeyeon tersenyum semakin mengeratkan pelukannya.

“Hmm” deheman dari seorang namja paruh baya menghancurkan moment romantis yang sedang terjalin antara dua sejoli itu.

Taeyeon dan sehun menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena menahan malu ketika mengetahui bahwa yang menangkap basah mereka adalah songsaenim kang.

Songsaenim kang yang melihat perilaku mereka hanya terkekeh pelan, namun pandangannya berubah tajam saat menatap yoona, Jessica dan yuri, “Kalian bertiga temui kepala sekolah sekarang” perintahnya dengan nada dingin. Yoona cs hanya mengangguk pasrah lalu berlalu dari tempat itu.

Songsaenim beralih menatap dua orang yang sedang malu- malu itu, “Kalian berdua juga menyusul mereka” songsaenim tersenyum lalu meninggalkan mereka berdua.

Taeyeon menatap kesal sehun, “Ini semua karenamu yang selalu saja tak bisa mengontrol diri” taeyeon mengerucutkan bibirnya berjalan mendahului sehun yang hanya terkekeh pelan melihat sifat yeojachingunya yang kembali kekanak- kanakan itu.

“Changiah tunggu aku” sehun dengan manja menarik tangan taeyeon.

Taeyeon hanya memutar bola matanya, “Sebenarnya selama ini siapa sih yang kekanak- kanakan? Aku atau kau chagi- ah?”  sehun hanya terkekeh mendengar pertanyaan taeyeon.

. . . . . . . . .

“APAKAH KALIAN ADALAH SEORANG BERANDALAN?” Mr. Lee memukul meja keras, yoona cs hanya menunduk menahan tangis karena itu. Sementara taeyeon hanya berdiri dibelakang sehun karena takut.

Kepala sekolah itu hanya mendengus kasar, “Baiklah masalah ini akan kita lanjutkan nanti, sekarang duduklah karena orang tua kalian akan segera datang.”

Yoona cs membulatkan matanya mendengar penuturan Mr. Lee, “Songsaenim tolong jangan sampai orang tuaku tahu tentang ini, bisa- bisa mereka akan membunuhku.” Ucap Jessica sedikit ketakutan. Yuri juga mengangguk setuju mendengar penuturan dari salah satu sahabatnya itu.

Taeyeon sedikit memperhatikan yoona, karena dia sedikit heran akan sikap yoona yang seolah tidak peduli terhadap semua yang terjadi. “Changi- ah mengapa yoona kelihatan sangat bermasa bodoh akan kejadian ini?” Tanya taeyeon dengan nada berbisik.

Sehun yang mendengarnya lagi- lagi merasakan bunga- bunga dihatinya karena mendengar penggilan taeyeon yang untuk kedua kalinya keluar dari mulut manisnya, “Yoona memang tidak dekat dengan orang tuanya changi, yah kau mengerti sendiri bagaimana nasib seorang anak pengusaha kan?” taeyeon hanya mengangguk mengerti.

Tok . . .  tok . . . tok . . .

“Masuk” kata Mr. Lee dengan nada berwibawa tentunya.

Pasangan wanita dan pria dengan pakaian rapi terlihat ketika pintu dibuka. Yoona yang melihatnya hanya melihatnya jengkel.

Kedua orang itu membungkuk sopan begitu juga dengan Mr. Lee, “Kami orang tua dari yoona” kepala sekolah mengangguk sopan seolah mengerti.

“Kalian duduklah di sofa sana“ Mr. Lee mempersilahkan ketiga orang itu untuk duduk di sofa yang disana sedang ada taeyeon dan sehun juga.

Dengan sigap yoona cs menuruti perintah dari kepala sekolah itu. Dengan sopan Mr. mempersilahkan orang tua yoona untuk duduk, “Maaf sebelumnya tapi sebenarnya apa yang terjadi? Waktu kami sangat berharga kalau hanya untuk persoalan yang tidak terlalu penting.” Ucap eomma yoona dengan dingin. Yoona yang mendengarnya hanya mendengus kasar.

Taeyeon menatap prihatin yoona, namun yeoja itu hanya membalasnya dengan tatapan tajam. ‘dasar tidak tahu terima kasih’ batin sehun.

Setelah menjelaskan semua yang terjadi, orang tua yoona seketika sangat kaget. Mereka berdua langsung saja berdiri menghampiri yoona yang sedang menunduk ketakutan.

“Berdiri” ucap appa yoona dengan nada yang sanggup membuat tubuh taeyeon membeku dan hanya menggenggam tangan sehun erat.

Yoona dengan santai berdiri, sepertinya ia sudah biasa dengan kejadian tersebut.

Plak . . .

Semua orang yang berada dalam ruangan itu kaget melihat yoona ditampar oleh appanya sendiri, sedangkan eommanya bukannya membela yoona malah hanya diam di tempatnya.

“Mian Tuan Im tapi anak anda adalah seorang perempuan, jadi tolong jangan memukulnya.” Mr. Lee dengan nada bijaksana menasehati appa yoona.

“Tidak Mr. Lee tapi anak ini memang pantas mendapatkannya.” Ucapnya dengan dingin, lalu detik berikutnya ia kembali fokus pada yoona, “Apakah pernah appa dan eomma mengajarimu untuk berbuat jahat hah?” teriaknya dengan kasar, taeyeon bahkan ketakutan namun sehun berusaha meredam rasa takutnya.

“Dasar anak kurang ajar, kau sudah membuat malu keluarga kita” yoona hanya menunduk menangis mendengar perkataan eommanya.

Hati taeyeon berkecamuk, rasanya kenangan masa lalunya yang kelam merasuk kembali ke dalam relung ingatannya. Sehun yang sudah mengetahui itu segera membawa taeyeon kedalam pelukannya. Taeyeon terus menggenggam kalungnya dan memeluk sehun dengan sangat erat.

“Ini adalah hidupku mengepa kalian semua harus ikut campur?” ucap nyonya setengah berteriak.

“Anak ini” appa yoona hendak ingin menampar yoona lagi, namun taeyeon menghalanginya sehingga taeyeon lah yang tertampar.

“Ahjusshi” teriak sehun setelah melihat taeyeon terjatuh ke sofa akibat tamparan itu. Sehun berusaha memeluk taeyeon yang sedang menangis.

Seluruh orang yang berada di dalam ruangan itu hanya diam, bahkan appa yoona tak sanggup lagi untuk mengeluarkan sepatah katapun.

Taeyeon bediri melepas pelukan sehun, ia menatap mata appa yoona yang menatapnya dengan rasa bersalah. “Maaf sebelumnya, tapi apakah selalu saja anak yang disalahkan? Mengapa semua orang tua selalu saja menyalahkan anaknya ketika berbuat salah? Apakah kalian sedikitpun tak memikirkan perasaan kami sebagai seorang anak?”

“Mungkin orang lain menyangka bahwa kami hidup bahagia dengan kekayaan yang orangtuaku berikan kepadaku, begitu juga dengan yang kalian berikan kepada yoona. Tapi apakah kalian fikir itu cukup? Tidak. Kami tidak butuh itu semua, kami hanya butuh kasih sayang. Kami hanya butuh kehangatan dari orang tua” taeyeon menangis begitu juga dengan yoona.

“Kalian selalu sibuk pada pekerjaan kalian, tanpa sedikitpun ada waktu yang kalian luangkan untuk buah hati kalian. Dan sekarang kalian salahkan kami sebagai seorang anak ?” taeyeon tersenyum sinis.

“Setiap kami melakukan kesalahan selalu saja kami yang paling berdosa dimata kalian. Tapi pernahkah kalian mengajarkan kami sedikitpun untuk menjadi orang baik? Bahkan mungkin waktu untuk makan bersamapun kalian tak punya untuk kami” eomma yoona meraih yoona dan memeluk putrinya itu, sedangkan appa yoona hanya terdiam. Yuri dan Jessica juga berpelukan dengan sedih.

“Aku adalah kim taeyeon seorang yeoja dengan appa dan eomma yang sudah bercerai. Aku mempunyai seorang oppa yang dipisahkan dariku sejak enam belas tahun yang lalu, dan sekarang aku tinggal bersamanya. aku jugalah penyebab masalah ini terjadi” appa yoona mengerutkan dahinya tidak percaya mengapa taeyeon membela yoona padahal ia telah disakiti oleh yoona?

“Berarti kau yang disakiti olehnya, mengapa kau masih membelanya?”  tanya appa taeyeon bingung.

Taeyeon hanya tersenyum, “Apakah kalian tahu mengapa yoona berbuat seperti itu padaku?”

Appa yoona hanya diam karena jujur saja ia tak tahu, “Itulah alasan mengapa yoona seperti ini, kalian tak pernah meluangkan waktu untuknya, untuk mendengar curhataanya kan?” appa yoona mengepalkan tangannya kuat, bukan karena dia marah pada taeyeon tapi ia marah pada dirinya sendiri yang begitu jahat pada anak satu- satunya itu.

“Yoona marah padaku karena ia mencintai sehun tapi sehun mencintaku” sehun dan juga yoona menatap taeyeon dengan tatapan kaget.

“Mengapa ia menjahatiku? Karena ia ingin mendapatkan cinta dari sehun. Cinta yang belum pernah ia dapatkan dari orang tuanya.” Appa yoona menunduk sedih, “Jadi sekarang siapa yang harus disalahkan dalam persoalan ini?” taeyeon berlari keluar dari ruangan itu karena tak sanggup lagi.

Tangis yoona pecah mendengar penjelasan taeyeon, ia benar- benar tak habis fikir mengapa taeyeon yang selalu ia hina, ia kerjai bahkan tak menyimpan dendam padanya. Eomma yoona memeluk anaknya erat, “Mian sayang” ucap nyonya im.

Appa yoona mendekati yoona lalu mengelus pipi anaknya, “Maafkan appa” appa yoona berlutut di kaki yoona. Yoona yang melihatnya langsung memberdirikan appanya.

“Apa yang appa lakukan? Harusnya aku yang meminta maaf appa” appa yoona memeluka yoona begitupun dengan eomma yoona. Mereka benar- benar menjadi keluarga bahagia dimulai dari saat itu, dan itu akibat orang yang yoona banci kim taeyeon.

Mr. Lee yang melihatnya juga merasakan kesedihan yang mendalam, jujur saja ia juga tak terlalu memperdulikan anaknya karena sibuk bekerja, ‘Pantas saja kangta sangat menyukaimu kim taeyeon’ ucapnya dalam hati.

“Taeyeon. . “ Panggil sehun kepada taeyeon yang berlari dihadapannya.

Taeyeon berhenti dan sehun langsung memeluknya dari belakang, “Kau hebat” bisik sehun.

Taeyeon hanya memegang tangan sehun, “Bukan aku yang hebat changi  tapi yoona.”

Sehun melepas pelukannya, “Maksudnya?” tanyanya bingung.

Taeyeon membalikkan badannya, “Aku selama ini memang mempunyai keluarga yang tidak sempurna. Tapi setidaknya ada eomma yang selalu memperhatikanku di Beijing. Ada luhan yang selalu menjagaku disaat senang dan sedih ia selalu ada untukku. Disini ada oppa siwon yang sangat menyayangiku lebih dari segalanya, meskipun sibuk appa selalu memperhatikanku. Aku memiliki ryeowook dan changmin oppa yang selalu menjaga dan menghiburku. Dan juga ada kedua sahabatku yang selalu menemaniku. Dan satu lagi aku punya namjachingu yang selalu mengalah padaku. Tapi bagaimana dengan yoona? Bahkan dia hanya memiliki dua teman”

Sehun sedikit jengkel karena taeyeon menyebutkan nama luhan, namun ia segera meredam emosianya. Karena dia juga harus berusaha berubah seperti taeyeon. Tentunya itu semua untuk yeojachingunya itu.

Taeyeon memeluk sehun, “Aku tak mau kehilangan kalian semua untuk selamanya” ucap taeyeon.

Sehun hanya tersenyum, ‘Aku juga berharap begitu changi- ah’

. . . . . . . . .

“Eomma aku sudah memutuskan kalau aku akan kembali ke Beijing. Lagi pula aku rasa aku sudah terlalu lama izin dari sekolah eomma, aku takut kalau seandainya nanti aku dikeluarkan dari sekolah bagaimana?” luhan berusaha meyakinkan eommanya lewat telpon.

Oemmanya tentunya tidak dengan mudah yakin dengan kata- kata luhan, bukan kerena dia tidak senang luhan pulang. Hanya saja dalam hatinya masih khawatir, andai saja luhan akan bersikap seperti dulu tanpa kehadiran taeyeon, “ . . . . . . . “

Luhan menggaruk kepalanya kesal mendengar eommanya yang susah dibujuk, “Ayolah eomma aku sudah suka bersekolah disitu, kalau aku dipindahkan kesini aku pasti akan susah memahami pelajaran- pelajarannya lagi” luhan menghujat dirinya sendiri setelah mengeluarkan alasan yang sama sekali tidak masuk akal itu.

Lama eomma luhan berfikir akhirnya ia mengizinkan luhan, “ . . . . . . “

“Jinjja eomma? Gomawo “ Ucap luhan dengan riang.

Tiba- tiba nada bicara nyonya seo dari telpon melunak, “ . . . . . “

Luhan mengerutkan dahinya, “Memang apa yang ingin eomma bicarakan? Kenapa sepertinya nada suara eomma sangat berbeda?”

Nyonya seo dari balik telpon hanya mengeluarkan nafas kasar lalu mulai bicara pada pokok pembicaraan, “ . . . . . . . . “

Luhan terdiam mendengar apa yang baru saja masuk kedalam telinganya, ia tersenyum tidak percaya, “Tidak eomma tidak mungkin. Ahjummha kim baik- baik saja sebelum aku kesini, tidak mungkin ahjummha tiba- tiba meninggal. Pasti eomma hanya bercanda kan?” air mata luhan sudah bercucuran, ia tahu bahwa nyonya kim memang sakit, tapi ia tidak menyangka bahwa penyakit wanita yang sudah seperti eommanya sendiri itu bisa merengut nyawanya.

Eomma luhan hanya mendegus pelan, “ . . . . . . . . “

“Tidak eomma tidak” luhan menutup telponnya tidak percaya. Ia kemudian hendak keluar rumah untuk membicarakan ini semua kepada siwon karena ia tidak mau kalau sampai taeyeon yang mengetahunya pasti gadis itu akan sangat terpukul.

Luhan membuka pintu rumahnya, “Taeyeon?” tanya luhan setengah kaget begitu melihat seorang gadis duduk di depan rumahnya dengan menunduk sehingga rambutnya menutupi wajahnya.

Taeyeon yang pada awalnya datang ke rumah luhan untuk meminta maaf karena kemarin telah bersikap kasar pada luhan malah mendapatkan berita mengejutkan kematian oemmanya. Taeyeon mengangkat kepalanya, “Baby itu tidak benarkan? Oemma tidak mungkin meninggalkan?” tanya taeyeon dengan air mata yang entah  bagaimana untuk menjelaskannya.

Luhan juga ikut menangis karena merasakan apa yang taeyeon rasakan. Ia duduk mensejajarkan badannya dengan taeyeon, luhan membawa taeyeon ke pelukannya, “Mian taeyeon, tapi itulah yang terjadi. Aku juga tidak percaya ini akan terjadi secepat itu. Tapi kita tak bisa melawan takdir taeyeon.

Luhan mengelus kepala taeyeon yang hanya diam tanpa memberi jawaban, “Taeyeon” panggil luhan setelah melihat gadis itu hanya diam, “Taeyeon” luhan melepas pelukannya dan benar seperti dugaannya gadis itu pingsan.

Luhan menghapus air mata taeyeon yang terus mengelir walaupun dalam keadaan tak sadarkan diri. “Tenanglah aku akan selalu ada disisimu” luhan mengecup puncak kepala taeyeon lalu mengangkat gadis itu menuju mobilnya.

 . . . . . . . . . . .

Setelah sampai dirumah taeyeon luhan kemudian menatap taeyeon yang masih pingsan di sampingnya. Luhan mengalihkan rambut- rambut taeyeon yang menutupi wajahnya, “Kau sangat cantik jika tidur darling” Luhan merasakan sakit yang sangat dalam melihat taeyeon yang semenjak tadi mengeluarkan air mata saking dalamnya kesedihan yang ia rasakan dan luhan mengerti itu.

Merasa ada yang menyentuh wajahnya taeyeon mulai bergerak menandakan bahwa ia sudah sadarkan diri, “Baby hiks . . . hiks . . . . hiks” taeyeon memeluk luhan ketika bangun dari pingsannya (?).

“Baby aku bermimpi buruk, aku memimpikan bahwa eomma meninggal” taeyeon memeluk luhan sangat erat.

Luhan hanya menggigit bibir bawahnya menahan tangisnya, “Itu bukan mimpi taeyeon” ucapnya pelan mengelus kepala taeyeon.

Pelukan taeyeon mulai mengendur, “Kau bohong kan ? kau bohong kan baby ?” taeyeon mengguncang bahu luhan berharap namja itu menarik ucapannya.

Luhan menatap taeyeon dalam, “Tidak taeyeon aku tidak berbohong”

Taeyeon menghentikan guncangannya lalu duduk dengan normal disamping luhan, “Hahaha leluconmu sangat tidak lucu baby” meskipun mencoba untuk tertawa namun air mata dipipinya malah semakin membanjir.

Luhan memegang kedua bahu taeyeon, “Kau harus menerimanya taeng. Aku mohon tolong jangan seperti ini.”

Taeyeon diam menatap luhan, ia masih sangat tidak percaya apa yang dikatakan ‘adiknya’ itu. “Haaaaaaa, hiks . . . . .  hiks . . . .  hiks” Taeyeon menangis sejadi- jadinya menarik rambutnya sendiri. “Aku yang salah, aku yang egois sehingga ini bisa terjadi. Aku sangat egois luhan, aku sangat tega meninggalkan eomma sendiri.” taeyeon memukuli bagian tubuhnya dengan keras karena merasa bersalah.

Luhan memegang tangan taeyeon, “Tolong taeyeon jangan seperti ini, kumohon” taeyeon tidak perduli ia malah berusaha melepaskan diri dari luhan.

“Aku memang pantas mendapatkan semua ini luhan, aku wanita yang sangat jahat, haaaaaa . . . ” taeyeon memberontak keras yang membuat luhan berusaha mendekapnya.

“Tidak taeyeon, ini bukan salahmu.” Luhan berusaha menenangkan taeyeon yang mengamuk di dalam pelukannya.

Taeyeon terus memukul luhan, bahkan tangan luhan sudah berdarah karena cakarannya. “Tidak luhan, aku memang sangat jahat. Lepaskan aku sekarang, lepaskan . . . “ taeyeon semakin memberontak, bukannya luluh luhan malah makin mempererat pelukannya.

Lama seperti itu taeyeon mulai kelelahan dan kembali pingsan, “Aku mohon baby jangan seperti ini” luhan mencium puncak kepala taeyeon lagi dan membawa yeoja itu ke kamarnya.

. . . . . . . . . . . .

Taeyeon perlahan sadar dan agak berat membuka matanya karena terlalu banyak menangis. Ia ingin menggerakkan tubuhnya namun sulit karena sesuatu tengah mendekap tubuh mungilnya itu. “Dear tolong jangan menyakiti dirimu sendiri, kumohon” luhan hanya memeluk taeyeon tanpa melepaskannya semenjak taeyeon pingsan, dia sangat takut andai saja taeyeon akan kembali mengamuk setelah sadar.

Taeyeon memegang tangan luhan lalu menangis lagi namun ia agak tenang sekarang dibandingkan tadi. Taeyeon melihat luka cakaran yang dibuatnya ditangan luhan yang membuatnya semakin menangis, “Miahae baby” ucapnya pelan ditengah tangisannya.

“Gwenchana darling” ucap luhan sambil tersenyum lega karena taeyeon sudah bisa mengendalikan dirinya.

Taeyeon memeluk pinggang luhan yang menyebabkan kepalanya bersandar pada namja itu.

“Ada tamu buka dong pintunya . . ..

Ada tamu buka dong pintunya”

Luhan terkekeh pelan, “Jadi kau belum mengganti bel itu ?” tanya luhan mencuil hidung taeyeon gemas.

Taeyeon hanya tersenyum namun dalam senyumnya itu masih terdapat kesedihan yang mendalam. Luhan yang mengerti hanya mengeluarkan nafas pelan, “Baiklah tunggu disini biar aku lihat siapa yang datang” sepeninggal luhan taeyeon kembali menangis sejadi- jadinya.

Luhan perlahan membuka pintu dan dia hampir saja pingsan karena kaget, bagaimana tidak ia mendapati siwon tengah menangis di depan pintu. “Hyung ada apa?” tanya luhan khawatir.

Siwon hanya menatapnya kosong, “Pesawat appa jatuh dan . . “siwon tak bisa melanjutkan perkataannya.

Luhan memegang kedua bahu siwon memberikan sedikit guncangan disana, “Dan kenapa hyung? Kenapa dengan ahjusshi?” tanya luhan sangat penasaran.

Siwon menatap luhan teduh, “Dan nyawa appa tak bisa diselamatkan lagi luhan” siwon terus menangis sedangkan luhan yang sangat shock hanya terdiam dengan mulut menganga.

Bruk . .

Sebuah suara menarik perhatian luhan dan siwon, dan disana tengah terlihat taeyeon menjatuhkan kotak obat yang tadinya hendak ia gunakan untuk mengobati luka luhan, “Tidak mungkin, tidak mungkin haaaa . . . . ” taeyeon terduduk dan membekap mulutnya sendiri.

Siwon yang melihatnya segera menghampiri adiknya itu, “Ini semua sudah terjadi sayang, kita harus bersabar demi appa” siwon memeluk taeyeon berusaha menenangkan adiknya walaupun hatinya tentu sangat sakit karena ini.

Taeyeon menggeleng kuat, “Tidak oppa aku tak bisa rela. Mengapa tuhan sangat jahat merebut appa dan eomma” pelukan siwon melonggar mendengar penuturan adiknya.

“Apa maksudmu taeng?” tanya siwon, taeyeon hanya menangis dan menunduk.

“Eomma meninggal oppa” jawab taeyeon dengan suara parau. Taeyeon memeluk lututnya sendiri.

Siwon yang lagi- lagi sangat terkejut hanya mengeleng tak percaya, “AAAAAAAA . . . “ siwon berteriak keras dan meninju lantai keramik dirumahnya sehingga tangannya penuh dengan darah. Sedangkan taeyeon yang ketakutan hanya bisa ditenangkan oleh luhan.

Rumah itu kini dipenuhi dengan tangisan tanpa ada yang berbicara, mulai dari taeyeon, siwon, luhan dan bahkan keamanan dan pelayan dirumah itu turut bersedih dengan semua yang terjadi pada keluarga yang tadinya mereka fikir akan bersatu itu.

*To Be Continued . . .

Advertisements

56 thoughts on “[Freelance] Between Two Options (Chapter 10)

  1. ebuset appa ama eomma taeng dead nya janjian ya (?) -.-
    terharu pas baca taeng bantu yoona :’)
    kan bener pasti yang berbusa itu bukan taeng , untung aja ppany baik baik aja ^^
    sunny elu mah sewot amat -,-
    luhan .. huaaaa jangan tinggalkan taengoo !!!
    eh iya my kris kris mane ????! #gua kangen #plak -.-wookie , changmin , kemana batang hidung /? kalian ._.
    kasian taeng udah denger eommanya , terus appanya lagii *huh
    kali ini gausah banyak ngomong ne ^^
    cepet di publish next chap nya ^^ yang panjang ne ^^!
    hwaiting^^ hwaiting ^^ hwaiting ^^

    p.s. berharap kalau next chap , jangan ada konflik dulu ^^ berharap juga next chap itu kris, luhan , sehun menjaga taeyeon ^^!~ **MOHON BUAT SEPERTI ITU ^^~!!!**

    • Ia kali yah kompak amat #plak
      Sebenarnya sih aku juga gak ikhlas taeng bantuin yoona #dibajakYoonaddict
      Namanya juga sayang sobat chingu #dipeluksunny #mimpi
      Kris, luhan sama duo kuplak di next chap ada kok #digorok
      Publish mungkin cepat, tapi kalau panjangnya gak janji, hehe . . .

      Udah terlanjur dibuat chingu jadi gak bisa diubah lagi. mian 🙂 . . .

  2. kasian luhan, ngorbanin perrasaannya demi taeyeon, kasian taeng ortunya meninggal , aq terharu bacanya, semoga endingnya bahagia buat semuanya 😀

  3. udh lama bnget nunggu ff ini ,,
    kya .. part ini bnyak bnget kjutannya ,
    sedih bngt di part ini eon , semuanya pda nngis , jd sedih deh aku ?!

    • Makasih udah nunggu 🙂 . . . .
      Kejutan #muncultiba-tiba
      Hmm, ia nih aku juga gak tega sebenarnya sama taeyeon #teruskenapaloebuat?
      Tunggu next chap aja yah . . .

  4. tes tes tes air mataku jatoh nih eonnie huaaa
    kok jdi menginggal berjamaah sih (?)
    taeyeon kasian banget hikss
    mungkin taeyeon bakal dewasa gara” kejadian ini *sotoy -_-
    semoga trio itu sama taeyeon, sunny, tiffany jdi akrab deh hehehe
    next jangan lama lama eon 😉

    • Tes tes tes bunyi hujan di atas genteng #dilemparkelaut
      Kyaknya karena gak bisa bersama didunia mungkin janjian di akhirat chinugu #plak #plak #plak
      Mungkin #mangguk2
      Amine eh???
      Oke deh saeng 🙂 . . .

  5. Unniee,mau dong pairingnya LuTae . Kan kasian luhan yang udah lama kenal tae dan lebih cinta tae harus ngorbanin perasaannya kaya gitu hikz hikz …. LuTae JJanggg!!!

  6. AAAAAAA AUTHOR TEGAAAAAAA AAAAAAA AUTHOR GA ADIL IH, MASA SEKARANG YOONA YANG BAHAGIA TERUS TAEYEON GITU SEKARANG YANG MENDERITA????????? KENAPA BISAAAAAA, thoor authooor selvy sayang/? aku nangis niiih boleh minjem pundaknya gak? buat senderan hiiikksss barusan berenti nangis dari moment yoona dan keluarganya gara2 belnya taeyeon itu/? eeeehhh nangis lagi pas aappanya taeyeon jatuh kehatiku/? eh salah jatuh dari pesawat maksudku thor aaaaaaaaaaa author aku ga mau sama ahjussi ahjussi /salah fokus/ perasaan author kalo sekali ff nge jleb, JLEB BANGET YAAAA HEHE-_- eh masa nih ya thor, bagus deh taeyeon udah ga kekanak2an lagi hehe, terus nih ya terus pairingnya LuTae sama SeRi(Sehun-Putri) <–yang ini abaikan, soalnya Luhan itu loh udah dari dulu cinta sama Taeyeon, aku bisa ngerasain banget apa yang Luhan rasain, toh aku juga ngerasain sampe sekarang #curhat menurut author apakah apakah apakah komen ku yang satu ini kepanjangan? ah engga ah biasa aja masih panjangan cerita cinta diantara kita berdua *apasih, perasaan aku kebanyakan gombal ih/? ya syudahlah thor, aku mau bobo, mau ikut? kkk~ ABAIKAN SEKALI LAGI ABAIKAN! SO DANGEROUS! thor, cepet lanjut in ff ini yah, kalo kagak? /asah golok/ just kidding ya thor, LAV YA!!! ;3

    • Oh tuhan katakan padanya ku tak bermaksud . . .
      Oh tuhan nyatakan padanya bahwa aku tak tega #nyanyibarengbest
      Bukannya tega chingu cuma alurnya emang udah kayak gitu #gakikhlasbangetjawabnya
      Iya sayang dengan senang hati kuberikan pudakku untukmu #belairambutchingu
      Oppanya jatuh kehatinya chingu, kalau nanti luhan jatuh kehatiku #narsis
      Ia chingu pairingnya LuTae, SeRi, sama satu lagi KriSe, hehehe sesama orang ngarep gak boleh saling ngolok . .
      Wak chingu udah pernah negerasain???
      Kalau aku pribadi sih belum, jatuh cintapun belum pernah #kasianamat
      Gak kok chingu malahan kepende’an #plak
      Wow cerita cinta kita berdua???
      Tapi mian cintaku cuma untuk Kai #DigantungKris #eh???
      Mau ikutan sih chingu tapi sayangnya aku bobonya udah berdua sama baekhyun #diserbukaidankris
      Hehehe, banyak banget deh namja- namja yang dekat dengaku #sota’
      Oke lanjut kok kan takut digolokin sama chinu wkwkwkwk . . . .
      Ia ngerti kok, aku juga just kidding yah 🙂 . . .

  7. ok akhirnya ff ini di post lg… lama bgt ya ? hehe
    Ya Allah thor… sedih amat si.. aduuuhhh aku nagis coba baca chap iniiii… Author tegaaa buat ortunya taeng meninggal T_T tp aku salut di chap iniii.. feelnya bnr-bnr dapet..

  8. Yaamvun kenapa mau endb? -_- padaahal epepnya bagus:<saoloh itu umma appa taeng janjian meninggalnya *plak oh ya nasib luhan kris gimaneh? Keep writing aje ye xd

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s