[Freelance] Umbrella

Title                 :           Umbrella

Author             :          Jung Hyun Ra

Length             :          Oneshot

Cast(s)             :

  • Tiffany Hwang
  • Oh Sehun

Genre              :          Romance

Disclaimer       :          FF ini original MILIK  author setengah otak ikan, seperempat otak yadong, dan sisanya otak somplak author JUNG HYUN RA. No Plagiarism! No Silent Readers! No Flame! Tinggalkan jejak kalian! Di dunia ini ada banyak sekali FF. Jadi, kesamaan nama, latar, kejadian, ini murni ketidaksengajaan author. Sekali lagi, FF ini original MILIK Jung Hyun Ra

Summary         :          ‘Bagi Tiffany, semua terasa sempurna hanya dengan Sehun dan payung pinjamannya. Ia menemukan arti nyata dari kasih sayang dan ketulusan yang berawal dari hal sepele.’

No Plagiarism!

.

.

No Silent Readers!

.

.

 

.

.

 

Hyun Ra

.

.

Umbrella

.

.

Kerongkongan Tiffany mengering. Tiga jam sudah ia lewatkan dengan melodi yang terus meluncur dari bibir nya. Ia merasakan kumpulan matahari di atas kepalanya, panas. Padahal ia sendiri tahu bahwa pendingin ruangan masih dalam keadaan menyala. Latihan ekstrem ini benar  – benar menguras tenaganya. Salahkan saja panitia perlombaan yang memajukan jadwal.

Kedua tangan Tiffany terulur untuk meraih surai merahnya dan mengikat surai itu menjadi satu di belakang kepalanya. Iris madu nya menelisik kertas di genggamannya sebelum akhirnya suara gemerisik mengisi indera pendengarannya. Tiffany menoleh ke arah jendela.

Hujan.

Ia mengalihkan pandangannya ke depan menghadap pada pelatih vokal nya. Mendengarkan penjelasan rinci dengan seksama hingga pelatihnya membubarkan dirinya dan beberapa orang lain yang juga akan ikut berlomba.

“Fany-ah, ayo kita pulang sama – sama,” Kim Taeyeon mengulurkan botol air mineral dingin di depan mata Tiffany.

Ah, iya. Kim Taeyeon, si suara emas.

Tiffany mendengus jika ia mengingat bagaimana pelatihnya memuji – muji Taeyeon setiap saat. Melupakan Tiffany si Husky Voice. Namun Tiffany buru – buru mengenyahkan pikiran negatifnya, mengingat Taeyeon adalah anak baik – baik.

“Kau serius ingin menjadikanku kambing congek?” Tiffany melirik –sok- kesal pada sosok pria bertubuh mungil di samping Taeyeon. Taeyeon kaget dan buru – buru mengikuti arah pandangan Tiffany.

“Ah, maaf. Bukan begitu maksudku. Hanya sa—”

Tiffany buru – buru memotong agar suasana makin tidak canggung. “Ahahaha~ Tidak, tidak! Aku baik – baik saja, kok. Pacarku akan segera datang,” Tiffany melanjutkan, “Baekhyun-ah, jaga Taeyeon-ah, ya.” Tiffany berjalan menjauh guna memutus dialog panjang yang akan terjadi sesudahnya.

Tiffany duduk di taman depan Universitasnya, berharap Oh Sehun –pacarnya- segera datang menjemputnya. Saat ia tengah menghapus noda pulpen pada telunjuknya, ponsel merah muda milik Tiffany bergetar heboh di saku mantel nya.

Alisnya menekuk. Bibirnya agak mengerucut –walau ia tidak sadar-. Otaknya berusaha mencerna pesan yang dikirim Sehun dengan air wajah pasrah.

‘Bagaimana pulang sendiri kalau sekarang saja hujan lebat,’

 

***

Sehun menggeram kesal. Entahlah. Tapi Audy putih sialan ini benar – benar menjengkelkan. Ia sudah melakukan pemeriksaan berkala untuk mobil itu. Bahkan saat ia menggunakannya, mobil putih itu tidak menunjukan ‘penolakan’ terhadapnya. Terus berjalan hingga Sehun menginjak pedal rem. Tapi di saat – saat penting, selalu saja Audy ini mogok. Rusak. Macet—apapun itu, yang pasti Sehun kelewat jengkel. Dan sekarang yang paling membuat Sehun gundah adalah,

hujan yang makin lama makin deras,

mobil Audy sialan nya yang tak kunjung bisa berjalan, dan

Tiffany yang sudah pasti menunggunya sendirian di Universitasnya.

Pikiran Sehun kacau. Hingga keputusan final ia dapatkan. Ia sedikit menggigit bibirnya sebelum akhirnya menekan tombol ‘Send’ di ponsel silvernya. Ia hanya bisa berharap Tiffany tidak akan kecewa padanya—semoga.

Ia menunggu balasan dari seberang. Tapi yang ia harapkan tidak kunjung terjadi. Gigitan pada bibirnya makin kuat. Ia sadar, Tiffany pasti kecewa, sangat. Tapi mau bagaimana lagi? Pekerja bengkel juga masih bersusah payah dengan Audy sialan itu. Apalagi hujan makin deras. Bagaimana caranya agar ia bisa menjemput Tiffany jika hujannya saja seperti ini?

Sehun terus mengumpat hingga pada akhirnya indera penglihatannya menangkap objek berwarna merah terang—mengingatkannya pada Tiffany. Ia ragu, tapi—tapi ini demi Tiffany! Ketulusan cintanya dipertaruhkan di sini.

Tanpa ragu ia meraih objek yang ia perhatikan sedari tadi, menyambarnya dan berlari keluar bengkel diiringi oleh teriakan ‘Hey!’ dan ‘PENCURI!’ dari arah belakang.

***

Tiffany masih betah menyambangi bangku taman tempat ia berteduh. Otaknya terasa meledak memikirkan Sehun. Akhir – akhir ini ia dan Sehun memang jarang berjumpa. Laporan kerja yang menumpuk benar – benar menahan Sehun agar tidak mendekati Tiffany mengingat Sehun memiliki jabatan tinggi dalam perusahaan ayahnya. Ya, Sehun memang lebih muda dari Tiffany. Tapi ia memilih untuk langsung turun ke perusahaan ayahnya.

Dan hal ini jelas membuat hati Tiffany berkecamuk. Punya pacar tapi seperti tidak punya. Jika mengingat berbagai kisah romansa Kim Taeyeon dan Byun Baekhyun, Tiffany selalu kesal sendiri. Tentu saja, ia iri. Sangat. Tiffany tahu betul jika hal ini salah. Dan tidak seharusnya ia memikirkan ini.

Tapi, bukankah berpisah jauh lebih baik?

Tiffany menghela nafas berat. Ia mengeratkan mantelnya, berharap kehangatan menyelimutinya sebelum ia menembus lebatnya hujan. Kedua kakinya berdiri tegak bersiap mengambil langkah seribu menjauhi bangku taman.

“FANY–AH!”

Tiffany menoleh ke sumber suara. Tiba – tiba kakinya melemas dan matanya membelalak ingin meloncat dari tempatnya. Kelopak matanya berubah sayu hingga pada akhirnya air mata menganak di kedua pipi nya. Sedangkan sang sumber suara –yang kita ketahui bernama Oh Sehun-  berlari kecil mendekat ke arah Tiffany berdiri.

“F—Fany–ah?” Sehun mendekat ke arah Tiffany. Terlihat jelas dari dua bola matanya jika ia cemas, “Ada apa?” Sehun tambah mendekat.

Tiffany menggeleng. Ia melepaskan tas nya ke bangku dan berjalan cepat sembari merentangkan kedua tangannya lebar – lebar.

Sehun bisa merasakan jelas kehangatan yang mengalir dengan liar memenuhi seluruh bagian tubuhnya tidak terkecuali saat Tiffany mendekapnya dengan erat. Sehun masih bertanya – tanya apa yang sebenarnya terjadi. Tapi ia tahu, ini bukan saat yang tepat. Sehun hanya diam sambil sesekali mengusap sayang surai merah Tiffany hingga Tiffany melepaskan pelukannya dengan mata yang masih mengalirkan air dan bibir yang mengerucut lucu.

“Fany-ah, maafkan aku.” Tiffany mendongak. Matanya bergerak mencari dua pupil Sehun yang setia menatap aspal dengan sorot menyesal, “Aku tahu, kau pasti marah. Tapi aku sudah berusaha. Lihat, aku—emm.. Aku—aku mencuri—eh, tidak. Aku meminjam. Ya, aku meminjam  payung agar bisa ke sini. ” Wajah Sehun memerah manis. Tiffany melongokkan kepalanya agar ia bisa melihat payung yang dimaksud. Kemudian penglihatan Tiffany beralih pada tubuh tegap Sehun.

Basah. Kusut. Mengerikan.

“Ah, sudahlah. Ayo pulang.” Sehun menggenggam erat lengan Tiffany dan mengangkat tinggi – tinggi payung merah tadi. “Aku tahu ini cheesy, tapi—“

Sehun mengecup pelan puncak kepala Tiffany, “Aku mencintaimu. Aku mengasihimu dan aku tulus. Apapun yang kau pikirkan dan apapun yang terjadi, perasaanku tidak akan berubah,” Sehun membuang wajahnya ke sembarang tempat. Malu. Sehun benar – benar malu sekarang. Bagaimana bisa seorang Oh Sehun mengucapkan hal memalukan macam ini?

“Sehunna,” Tiffany memanggil pelan sang empunya nama. Sehun menoleh.

Tiffany kembali melanjutkan, “Aku juga. Aku juga mencintaimu. Terimakasih,” Tiffany menyunggingkan senyum terbaiknya. Matanya membentuk bulan sabit.

Sehun membuang kembali wajahnya yang merona hebat, “Ngg—katakan terimakasih pada payung ini,” lanjutnya.

“Iya, terimakasih payung.” Tiffany berucap polos.

Bagi Tiffany, semua terasa sempurna hanya dengan Sehun dan payung pinjamannya. Ia menemukan arti nyata dari kasih sayang dan ketulusan yang berawal dari hal sepele.

***

A/N : Haihai~ Hyun Ra di senehhhh~ *pose diatas rel* Astaga, aku bikin apasih ini? *liat keatas* Menurut readers gimana? Aneh ya? Alurnya kecepetan ya? Iya, Hyun Ra tau-_- Maaf kan saya readers. Maaf. Maaf, woy. WOY. MAAF WOY MAAF *digampar bolak-balik*

*Eh eh~ Apakah ada yang menunggu kelanjutan FF WILD? Enggak ya? *pundung*

Oh iya, di dunia ini ada banyak sekali FF, jadi tentu kalau ada yang sebelas duabelas sama FF ini ya mohon dimaklumi. Tapi sekali lagi ya, ini asli dari ide apa adanya(?) Hyun Ra. Udah deh, bingung mau bilang apa.

Mind to comment?

 

 

17 thoughts on “[Freelance] Umbrella

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s