Wait !

wait

Wait ! || Written by Vi || Starring SNSD Yuri | EXO-M Luhan || Rated for Teen || Romance || Disclaimer: i just borrow the cast || Note: inspired by a scene in Anime Movie “5 Centimeters Per Second”, but I make modification. Sorry for bad fanfic and story.

*****

“Kau yakin bahwa kau tidak ingin mengejarnya dan memilih untuk menunggu disini ?” tanya sesosok lelaki berambut coklat. Byun Baekhyun pada sahabatnya , Luhan. Lelaki bernama Luhan itupun menghela nafas dalam-dalam dan menyesap segelas coklat panas buatannya perlahan.

“Hm,” jawabnya. Baekhyun tahu sikap Luhan saat ia sedang tidak dalam suasana cerianya. Menjawab apapun dengan kata ‘hm’ seolah tak ada kata lain yang dapat dikatakannya.

“Aissh, aku serius ! Keretanya akan berangkat sebentar lagi, Luhan,” kata Baekhyun heboh. Luhan lagi-lagi menjawabnya, “hm.”

Diam-diam sementara Baekhyun ceramah tidak jelas, Luhan yang sedang mengarahkan tatapannya keluar jendela rumahnya hanya bisa kembali menghela nafas mengingat sang gadis.

“Apa .. Ia mengharapkan kedatanganku ?” batin Luhan sambil memperbaiki posisi duduknya dan menggunakan tangannya untuk menopang dagunya. Ia ingat saat kemarin seorang gadis berambut hitam panjang mengungkapkan perasaannya padanya. Ia belum menjawab perasaan gadis itu sama sekali. Ia tak tahu harus menjawab apa pada gadis itu. Ia tak tahu bagaimana perasaannya pada gadis itu.

“Aku belum siap mengungkapkan perasaanku.. Tetapi .. Karena esok harinya aku harus pindah ke Osaka dari Tokyo, aku terpaksa mengatakannya sekarang daripada selamanya tak terungkapkan. Aku .. Aku sangat mencintaimu , Luhan-kun. Aku diam-diam memperhatikanmu dan berharap kau juga memperhatikanku padahal kau tak mungkin menyukai gadis sepertiku kan ? Haha ~ tapi .. Meski kau tidak menerimaku , aku berharap kau mengungkapkan jawaban tersebut secara langsung besok di stasiun kereta jam 8 pagi. Aku menunggumu.”

Mengingat senyuman sang gadis kemarin , ia merasa bersalah kalau ia tidak datang sekarang. Ia sendiri tidak tahu bagaimana perasaannya pada gadis itu. Jujur saja, dari dulu ia juga memperhatikan gadis itu dan berharap gadis itu juga memperhatikannya. Ia lebih memilih untuk menyembunyikan perasaan ini seterusnya sebab ia tak memiliki keberanian untuk mengungkapkan perasaannya. Namun, malah gadis itu yang duluan mengungkapkan perasaan padanya dan akan pergi. Apa ia harus menjawab perasaan gadis itu dengan jujur ?

“Kwon Yuri,” gumamnya. Baekhyun berhenti berceramah dan berkata, “eh ?”

“Aku akan pergi sekarang,” putusnya sambil meraih mantel tebalnya lalu berlari keluar dari rumahnya. Baekhyun kelabakan tapi memutuskan untuk mengejar Luhan sambil berharap bahwa Yuri — sang gadis belum pergi.

“Tunggulah aku Yuri !” seru Luhan sambil terus berlari. Ia tak peduli seberapa dingin salju yang kini terus menerpanya. Ia ingin segera tiba di stasiun agar perasaannya pada Yuri tersampaikan.

“Tunggu ..” “Tunggu ..” Pikir Luhan berkali-kali sambil berusaha mengatur nafasnya saat berlari.

“Tunggulah , Yuri !” Luhan lagi-lagi berteriak. Beberapa menit kemudian, ia tiba di stasiun. Ia berjalan cepat mengelilingi stasiun dengan usaha untuk mencari Yuri.

Mata Luhan menangkap sesosok petugas stasiun kereta tengah berdiri sambil sesekali melihat jam.

Luhan bergegas menghampiri sang petugas kereta dan bertanya, “permisi, apa kereta tujuan Osaka telah berangkat ?”

Sang petugas pun berpikir sejenak dan menjawab Luhan dengan lembut, “belum, 5 menit lagi kereta tujuan Osaka akan tiba disini.”

Luhan menghela nafas lega. Setidaknya ia masih memiliki waktu 5 menit lagi. Perjuangannya berlari menuju stasiun tidak sia-sia juga rupanya.

Luhan terus berjalan di sekitar stasiun untuk mencari Yuri sehingga akhirnya matanya menangkap sesosok gadis cantik mengenakan mantel berwarna putih dan berambut hitam panjang.

“Kwon Yuri,” seru Luhan. Gadis itu menoleh dan tersentak menemukan Luhan disitu. Luhan melangkahkan kakinya untuk menghampiri Yuri kemudian meraih kedua tangannya.

“L-Luhan-kun ?” Yuri tergagap saat Luhan meraih kedua tangannya yang dingin itu.

“Aku mencintaimu , Yuri !” ungkap Luhan keras sambil berusaha menahan air matanya. Yuri terkejut , sangat terkejut. Iapun juga mengeluarkan air matanya , bukan air mata kesedihan , air mata bahagia.

“Luhan-kun, kau tak perlu memaksakan diri begitu,” kata Yuri lembut sambil berusaha menghentikan air matanya, namun gagal.

“Siapa yang memaksakan diri ? Kalau iya untuk apa aku berlari menuju stasiun ? Kalau aku tidak menyukaimu tentu saja aku hanya akan diam di rumah seolah tak ada yang terjadi kemarin ! Aku mencintaimu ! Aku juga selalu memperhatikanmu !” teriak Luhan. Kini keduanya menjadi pusat perhatian di tengah-tengah keramaian stasiun. Baekhyun yang baru sampai di stasiun pun mengatur nafasnya dan tersenyum melihat keromantisan diantara keduanya.

“A-aku bahagia sekali karena kau sudah menjawab perasaanku,” kata Yuri lirih. Luhan mengangguk dan memeluk Yuri erat. Ia menangis di pelukan Yuri.

“Kalau kau pergi ke Osaka, jangan lupa untuk tetap berhubungan denganku, setidaknya kabari aku tentang keadaanmu ! Juga, sesekali kembalilah kemari, aku akan terus menunggu kedatanganmu lagi agar kita bisa berkencan untuk pertama kalinya nanti. Berjanjilah padaku,” kata Luhan pelan pada Yuri. Yuri mengangguk dan melepaskan pelukan diantara keduanya lalu mengajukan jari kelingkingnya. Luhan tersenyum, mengusap air matanya dan mengikat jari kelingkingnya dengan milik Yuri sebagai tanda janji mereka.

“Aku berjanji.”

Tiba-tiba terdengar suara petugas stasiun mengabari bahwa kereta tujuan Osaka sudah tiba. Yuri pun melepas jarinya dengan jari Luhan dan tersenyum.

“Sampai jumpa , Luhan-kun, aku akan cari waktu untuk datang kemari !” seru Yuri ceria sambil berlari memasuki kereta. Luhan menganggukkan kepalanya dan melambaikan tangannya.

Kereta tersebut berangkat meninggalkan Tokyo menuju Osaka. Luhan hanya bisa memandangi kereta tersebut dengan senyuman di bibirnya.

“Aku akan menunggumu..”

END

Mian gaje, pls komen ya !

22 thoughts on “Wait !

  1. wahh ini mah kayaknya harus ada kudu wajib sequel biar seru kkkk~ maksa gitu hehe^^v
    sweet masa, aku mau nanya itu baekie ama siapa? dia ga ada pasangan ? cantumin aja sama aku chingu, dengan senang hati aku menerima hehe..
    next yaaa keep writing^^9

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s