[Freelance] Embraced

embraced

Title                       : Embraced

Cast                       : Jessica Jung ; Kris Wu ; Lu Han

Genre                   : Romance , Drama , School Life

Rating                   : Teen

Length                  : Chapter

Poster                   : @icydork

Author Note      : This is surely my idea. All of the casts belongs to the God, their family and their agency. I just own the story. Don’t be plagiator. Show your support by Like and Comment in the end of reading. Thanks for the reader who always support my Fanfiction

Summary             : When you hoping all of this shit just in your dream, but in the fact you should face it. You can’t change the rule. This is your way. Will you still hope to move?

Flawless Jung Present

a new series Fanfiction

EMBRACED

Jessica POV

“APPAAAAA!” teriakkub keras sambil memeluk sosok didepanku.

“bogoshipoo appaaa!” sambungku.

“yah kau, belum mandi. Sudah jam berapa. Dasar gadis pemalas” balas Jung Yunho sambil menjitaki kecil anak sulungnya.

“appha~ lagi pula hari ini aku tidak ada jadwal kuliah” rengek Jessica.

“sudahlah, sekarang bersihkan badanmu. Kita akan pergi kesuatu tempat jam 6 malam nanti. Eomma akan mendandanimu. Kajja!” appa menarik tanganku. Dan mendorongku kearah kamar mandi lalu melempar handuk kearahku.

Aku masih bingung belum bisa mencerna perkataannya. Hanya menatapnya bingung dan melaksanakan perintahnya.

“sebenarnya ada apa?” batinku.

Kris POV

Aku bersiap-siap untuk pertemuan malam ini. Sesuai dengan kesepakatan kami, aku akan dijodohkan dengan anak dari Jung Yunho, teman papa. Dan sebagai imbalannya, aku akan tau dimana mama sekarang.

Aku mengenakan kemeja putih dan sebuah jas sebagai luaran. Tak perlu sentuhan berlebihan Karena dengan begini saja aku sudah puas. Aku mencermati penampilanku dicermin, walaupun aku tak menyukai perjodohan bodoh ini, tetap saja aku harus terlihat sempurna.

“Kris, sudah sampai waktunya. Jangan sampai mereka yang menunggu kita. Ppali-wa~” Hangeng Wu. Papa meneriakiku dari lantai dasar. Sepertinya hanya aku yang belum selesai bersiap-siap.

Aku berjalan menuruni tangga. Tampak papa, seohyun, dan putranya, Lu Han. Mereka menatapku tersenyum, kecuali Luhan. Aku membuang wajahku kearah lain, bersikap sebiasa mungkin kepada mereka.

“aigoo, aku tidak tau kau bisa setampan ini Kris” sahut papa. Aku tidak tau, apakah pujian ini merupakan salah satu cara agar aku menyetujui perjodohan bodohnya.

“kajja, kita hampir terlambat” kataku dingin.

Selama perjalanan kami hanya diam. Aku duduk di depan bersama Luhan yang sedang menyetir. Papa dan Seohyun dibangku belakang sedang bergurau. Entah apa yang dibahas, tetapi mereka terlihat sangat menikmatinya.

“chukkhae..”

Ucapan Luhan barusan memecah keheningan Antara kami. Aku menatapnya sekilas tanpa berniat membalas ucapannya.

TRING.

Ponselku bergetar menandakan sebuah pesan dari aplikasi Line masuk. Aku menatap layar ponselku. Pesan dari Sooyoung.

From : Sooyoung

Kris-ah. Sedang apa? Kau sudah makan?

Aku hanya membacanya, tanpa niat membalas pesan singkatnya itu. Sooyoung. Wanita yang terlalu bersikap seenaknya.

“cihh..” tanpa sadar aku tersenyum getir sambil mengingat masa lalu bodohku.

Flashback

“Yi Fan-ah ! Chukkhae.. kau terpilih jadi kapten basket dimusim mendatang.”

“Kau sakit? Aish~ mukamu pucat sekali. Ayo ke UKS!”

“Kris, aku ingin ituu.. ia. Boneka alpaca ituu. Belikan untukku”

“Yi Fan! Yak! Kris Wu! Kembalikan snack-ku!”

“aku mencintaimu.. terlalu mencintaimu Kris..”

“nee.. I do~”

“kurasa kita harus memikirkannya lagi Kris”

“aku harus ke Jepang lusa. Lupakan aku..”

“selamat tinggal”

Flashback End

“Yi Fan..” seohyun mengguncang pelan bahuku. Ia menyadarkanku dari mimpi buruk. Mimpi buruk bersama Sooyoung.

“sudah sampai..” sambungnya. Aku menatap sekeliling. Ternyata kami sudah sampai disebuh restoran Tradisional Korea. Aku merapikan pakaianku sebelum akhirnya turun menyusul mereka yang sudah berjalan dihadapanku.

“Luhan, apa kau sudah punya yeojachingu?” kudengar papa yang sedang berjalan didepan bersama Luhan membicarakan sesuatu.

“belum, Tapi akan segera punya. Hehehe” balas bocah itu. Pasti yang ia maksud adalah wanita itu. Jessica . Siapa lagi ?

Kami memasuki sebuah ruangan VIP yang hanya tersedia beberapa tempat duduk. Aku memilih duduk  diantara Luhan dan Papa. Sedangkan Seohyun duduk disebelah Luhan.
Saat sedang memilih menu, pintu ruangan berdecit pelan, menperdengarkan suara pintu yang terbuka. Seorang pria paruh baya dan seorang wanita. Disusul dengan dua gadis dibelakangnya. Yang satu mengenakan floral dress, dan satunya lagi memakai kemeja dan celana jeans.

Si gadis bergaun floral menatapku. Mata kami bertemu. Detik itu juga, aku merasakan sesuatu yang baru akan bermula.

Jessica Jung POV

Orang itu. Kris Wu dan Luhan. Mereka mengapa bisa berada disini. Dan apa hubungan mereka? Aku menatap mereka bergantian. Kris yang tadi sempat melakukan eye contact denganku sekarang sudah membuang wajahnya.sedangkan Luhan, seperti biasa, ia masih saja tersenyum dengan senyum terbaiknya.

“aigoo.. Yunho-ya! Kau tidak berubah sama sekali” pria paruh baya yang kuyakini sebagai Hangeng Wu sesuai cerita appa memeluk appaku seperti sahabat yang tak bertemu setelah sekian lama.

“kau juga Minyoung-ah. Masih saja cantik” dan sekarang giliran wanita yang duduk disebelah Luhan yang memeluk eomma.

“kau lebih canti Seo.” Balas eomma.

“ah ya, ini putriku. Yang ini Jung Sooyeon atau Jessica. Dan yang disebelah appanya Jung Soojung atau Krystal” sambung eomma.

“annyeonghaseyo ahjumma..” ucapku dan Krystal bersamaan.

“dan ini putraku, Wu Yifan dan Luhan” balas Hangeng yang ternyata papa Luhan dan Kris.

Aku melihat Kris sekilas. Ia masih dingin. Acuh tak acuh dengan sekitarnya. Dasar. Aku paling tidak suka dengan pria yang bertipe seperti Kris Wu.

“kudengar kalian satu universitas, benarkah?” Tanya seohyun ahjumma.

“nee, ahjumma. Aku dan Luhan bahkan sekelas” jawabku.

“aigoo.. jadi kamu juga mengenal Kris, Jess?” sekarang giliran Tuan Wu yang bertanya.

“nee.. Kris-ssi cukup populer di kampus.” Balasku singkat.

Selanjutnya adalah acara mengobrol santai. Orangtuaku dan orangtua Kris asyik dengan obrolan mereka. Sedangkan aku hanya makan dan sesekali bergurau dengan Krystal. Kulihat Kris dan Luhan tidak bertegur sapa satu sama lain. Mereka sibuk memikirkan diri mereka sendiri.

“jadi.. bagaimana, kapan pertunangan akan dilaksanakan?”

“pertunangan? Siapa yang akan bertunangan eomma?” Krystal yang duduk disampingku menatap penasaran pada pertanyaan Tuan Wu.

“eonni-mu dan pria itu..”

Author POV

“eonnie-mu dan pria itu..” jelas Minyoung.

Seketika bola mata Luhan terbelalak. Ia mandang mamanya, Seohyun dengan penuh Tanya. Sedangkan Tuan Wu tidak menyadari keriasauan hati putra keduanya.

“secepatnya pa.” pria yang bernama Kris wu itu menjawab pertanyaan yang sebenarnya tidak ditujukan kepadanya.

Luhan yang duduk disebelahnya sudah mengepalkan kedua tangannya dibalik meja. Ia masih berusaha berpikir jernih dan berharap bahwa hal yang terjadi sekarang adalah suatu kesalahan.

“aigoo.. sepertinya putramu sudah tidak sabar. Bagaimana kalau sabtu ini?” sekarang giliran Tuan Jung yang memberikan tanggapan.

“..ap..appa.. aku..” Jessica hendak menghentikan niat ayahnya. Ia sudah mulai mengerti jalan pikiran appanya. Appanya ingin menjondohkan ia dan Kris. Dan itu bukan sesuatu yang diinginkannya.

BRAK!

Luhan bangkit sambil memukul meja didepannya keras. Ia berjalan meninggalkan ruangan dengan aura kesal bercampur marah. Seohyun yang menyadarinya langsung berjalan kearah Luhan dan menyusulnya.

“maaf, kami akan segera kembali.” Ucap seohyun sebelum menutup pintu ruangan.

“Lu-“ sekarang seohyun dan putranya, Luhan sudah berada di teras restoran. Ia mendapati putranyua sedang duduk disalah satu kursi yang tersedia disana.

“dia Jessica ma, Jessica Jung. Wanita yang kucintai..” jelas Luhan. Tersirat nada sedih bercampur kesal didalam suara paraunya.

Seohyun duduk disebelah putranya dan menyentuh bahu putranya lembut.

“ini bukan akhir dari segalanya.  Mama tau kau mencintai gadis itu. Tapi, mulai sekarang ia akan menjadi tunangan Kris. Jadi, mama mohon. Lupakan ia.”

“apa? Maa..hal ini tidak semudah membalikkan telapak tangan!” Luhan mendengus kesal dan mengacak rambutnya sendiri.

“lalu kita bisa apa Lu ? Kau tau sendiri, jika Hangeng sudah membuat keputusan, segalanya menjadi mungkin. Lupakan Jessica sebelum kau benar-benar sakit!”

“ta..tapi maa..”

“tenanglah Lu, seiring waktu, kau akan menemukan yang lebih baik..”

Seohyun lalu memeluk Luhan. Membawa putranya kedalam ketenangan tiada tara. Sebenarnya, ia juga menginginkan Luhan mendapatkan cintanya, Jessica. Tetapi itu hal yang mustahil jika hangeng sudah menjodohkan Jessica dengan Kris.

“berhentilah merengek Jess..” bujuk Yunho pada gadis sulungnya yang sedari tadi melipat wajahnya diatas bantal. Mereka sudah sampai dirumah sejak 30 menit lalu.

“tapi appa, kau belum tau pria itu. Kris Wu! Dia bahkan sudah punya pacar dikampus!” balas Jessica.

“pacar?”

“nee! Choi Sooyoung . Dia itu asisten dosen dan senior dikampusku. “

“tapi dia menerima perjodohannya eonni.. mungkin itu hanya gossip” terang Krystal

“tidak mungkin hanya gossip. Mereka sangat dekat” balas Jessica yakin.

“atau kau yang sudah punya orang yang kau sukai, hm?” Tanya Minyoung pada putri sulungnya.

“I..ituu..er.. aku ”

“sudahlah, cobalah belajar mencintai Kris Wu” potong sang ayah, Jung Yunho sebelum memasuki kamarnya.

Jessica masih menatap kesal pintu yang sudah tertutup itu. Ia ingin menolak perjodohan itu. Tapi jika hanya ia yang menolak, maka ia akan kalah. Setidaknya,ia harus meminta Kris untuk membantunya membatalkan perjodohan itu.

Kris POV

Hari ini jadwalku kosong. Aku memilih untuk bersantai dirumah dan menikmati tidur panjangku. Tapi itu terhenti setelah seseorang dengan kasarnya memasuki kamarku dan menduduki ranjang king size-ku.

“apa yang kau lakukan Sooyoung-ssi?”

“aku kangen padamu. Siapa suruh kau tak membalas pesanku kemarin”

Aku mendengus kesal. Aku sudah memperingatkan kepada seluruh pelayan agar menolak kedatangan Sooyoung. Tapi entah bagaimana ia selalu saja bisa memasuki area rumahku seenaknya.

Aku dan sooyoung sudah berkenalan sejak SMP. Bisa dibilang, ia adalah wanita pertama yang dekat denganku setelah mama. Kami berpacaran selama 2 tahun sebelum akhirnya ia memutuskan untuk melanjuti S1-nya di jepang.

Karena itu, kami meutuskan untuk bertunangan. Aku sangat mencintainya, saat itu. Walaupun berada dinegara yang berbeda, sesempat mungkin kuluangkan waktuku hanya untuk menelfonnya atau mengunjunginya sesekali.

Awalnya, kami hampir menikah. Tapi mimpi buruk itu terjadi. Saat itu musim panas. Aku berangkat dari Seoul menuju Tokyo tanpa memberi tau pada Sooyoung. Aku ingin memberikan kejutan padanya.

Aku berangkat ke apartmentnya yang sudah kuhapal dan memasukinya. Itu hal yang mudah, karena aku sudah mengetahui password apartmentnya. Aku berjalan mengendap-endap berharap kejutanku akan berhasil membuatnya berteriak.

Tapi apa yang kudapat? Desahan erotis. Dan itu berasal dari kamar satu-satunya yang pasti adalah kamar Sooyoung. Aku tercengang didepan pintu terteutup itu. Aku mengepalkan keras kedua tanganku berharap ini adalah mimpi buruk disiang hari. Tapi nyatanya, suara desahan itu begitu familiar. Itu suara Sooyoung.

Aku memutuskan untuk keluar dari apartmentnya, dan hari itu juga aku meninggalkan Tokyo dan kembali keSeoul. Hari itu juga, aku memutuskan hubungan kami secara sepihak. Aku yakin, hingga saat ini, ia tidak tau bahwa aku mengetahui aib-nya.

“Kris..” suara Sooyoung menggema digendang telingaku. Hal itu membuat semua ingatanku tentang masa lalu hilang secara spontan. Aku menatapnya kesal . Ia masih duduk disebelahku sambil memainkan ponselnya.

“ah! Sooyoung-ah!” sekarang aku mendengar suara papa dari luar kamar.

4 thoughts on “[Freelance] Embraced

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s