[Freelance] Break The Heart Slowly

Title                 : Break The Heart Slowly

Author             : One Shot

Rating             : PG-17

Genre              : romance, Heart Break

Main Cast        : EXO Kai, SNSD Seohyun, F(x) Kristal

Other Cast       : –

Author Note    : ff ini dibuat karena request sahabat. Crita nya sendiri dibuat seperti kisah crita sahabat saya. Jadi mungkin ada alay dan juga romance nya. Karakter cast juga dibuat seperti aslinya.

 

 

Musim kemarau kali ini, berbeda dengan musim-musin kemarau sebelumnya.  Acara Dies Natalies universitas IFI pun dibuat sedemikian rupa agar berbeda dengan acara2 sebelumnya. kali ini giliran setiap fakultas harus menampilkan satu persatu pertunjukan. Namun satu hati pada malam itu  Seakan bertolak belakang dengan kemeriahan  acara itu.

Kai menyeret langkahnya dengan paksa. Persenti meter jarak yang dia ambil terasa berat untuk dilalui. Ingin rasanya ia membalikan badan dan memikirkan kembali keputusan yang ia ambil, namun satu dentungan musik berhasil memaksanya untuk mendekati satu panggung dengan hiasan sebegitu meriah. Dilihatnya satu mobil dengan plat nomer yang sudah tidak asing lagi baginya, perempuan itupun memasuki mobil dan dengan perlahan mobil putih tulang itupun  belalu dari pandangannya.

“okk… you ready?”

Satu suara berhasil menggema tanda Kai harus menaiki panggung. Segumpal perasaaan masih bercampur antara khawatir, bimbang, dan menyesal….. perdetiknya mulai terasa sangat menekan hatinya. Wajah yang semula ditnjukkan sedemikian bahagianya kini berujung dengan kesedihan yang sangat terlihat jelas pada laki-laki bertubuh jangkung ini saat menaiki panggung. Lagu yang akan mengiringi dance nya dengan judul *baby don’t cry* dari EXO  pun seakan bersekutu dengan perasaannya sehingga membuat Kai tak bernyawa saat menari didepan ratusan mahasiswa.

Kini pertemuannya dengan Seohyun benar-benar sudah berakhir.

 

***

1 tahun yang lalu…..

Tepat di tanggal 1 januari, menjadi malam terakhir untuk mahasiswa baru dalam masa orientasinya. Banyak  mahasiswa baru yang menghabiskan malam tahun barunya yang sempat tertunda karena acara orientasinya.Malam itu menjadi malam bahagia bagi gadis cantik bernama Kristal yang juga merayakan hari ulang tahunnya. Sayangnya…. hari bahagia itupun sekaligus menjadi hari “sial” baginya.

“cek cek… kepada mahasiswa bernama Kristal Pimchanok, harap segera menaiki panggung”
satu dentungan suara berhasil terdengar oleh telinga Kristal yang sedang berjalan menuju ruangan seni.  Langkah demi langkah nya kini ia percepat dan sesegera mugkin meninggalkan keramain diantara panggung. Kini firasatnya benar… karena malam ini adalah peringatan kelahirannya, dia  seakan sudah menduga akan adanya sesuatu kepada dirinya. Terdengar suara tertawa dari Satu kumpulan yang berada berlawanan arah dengan Kristal…

“huhhh.. sudah ku duga”. gumamnya dalam hati.. Pimchanok….. nama belakang Kristal ini memang sadikit aneh jika terdengar oleh orang Indonesia. Namun bagaimanapun juga itu nama pemberian Ibundanya.

“pasti akan terjadi…seperti tahun pertama ku masuk SMA, karena bertepatan dengan hari kelahiranku, pastinya aku akan diminta menyatakan perasaanku kepada seorang senior”. Dengan nada yang sedikit jengkel Kristal pun melanjutkan langkahnya  yang masih dengan terdengarnya suara yang tetap memanggil-manggil namanya.

“Kristal… cepatlah menuju panggung. Kamu sudah ditunggu dari tadi. Mana laki-laki yang kamu bawa?”. Salah seorang seniornya kini berhasil menemukan keberadan Kristal dan segera menyuruhnya kembali dengan membawa seorang lelaki.

“tepat sekali.. kali ini harus terjadi lagi” serunya dalam hati.

“ohhhh God..” satu nada terdengar dari bibir seorang laki-laki yang sedang membaringkan tubuhnya pada kursi panjang di dekat taman. Diraihnya tangan laki-laki itu dan digemggam erat oleh Kristal,,, seorang perempuan yang bahkan belum pernah ia temui sebelumnya.

“I got it.. I got It” teriak Kristal dan sesegera mungkin dia menaiki paggung… masih dengan genggaman tangannya bersama laki-laki yang ia temui ditaman.

Terdengar nafas yang terengah-enggah… dan …huuuhhhhh… diambilnya nafas dalam-dalam sebelum mengatakan sesuatu.

Diraihnya kedua tangan laki-laki bertubuh jangkung didepannya itu. Setelah dirasa suasana  memungkinkan… mulailah Kristal…

“kak… aku mencintaimu. Apa kamu akan menerimaku?. “ satu kata berhasil terlontar dari bibir manis perempuan berdarah Indo-Thailand itu walau sedikit terbata-bata.

1..2…3…4 detikkk berlalu…laki-laki bernama Kai seketika mensejajarkan kepala dan arah pandangannya tepat didepan Kristal dan ditatapnya dalam-dalam mata perempuan itu. Seakan sedang bermimpi Kai pun tak percaya atas apa yang dilakukan perempuan itu dihadapannya dan juga mahasiswa baru itu.

“Kristal Pimchanok, benarkah atas apa yang sudah kamu ucapkan?”. Salah satu seniornya kemudian menanyakan tentang pernyataan yang telah diucapkan Kristal.

“ahh ituuuuuu…” belum sempat Kristal melanjutkan perkataannya.. Kai langsung pergi meninggalkan tempat dimana dia mendengar pernyataan cinta dari seseorang yang bahkan belum pernah ia temui.

Setelah Kristal mendengar Pernyataan dari Seniornya itu,,, perlahan wajahnya memerah dan Kristal pun mulai menundukkan kepalanya. tersadar atas kesalahan yang menurutnya fatal, ia pun dengan cepat meninggalkan panggung.

“ahhh… kenapa bisa seperti iniii??” keteledoran atas sikapnya yang tidak mendengar rule  terlebih dahulu membuat Kristal seakan jatuh pada jurang.seharusnya aku tidak mengatakan sesatu sama laki-laki itu,, bahkan aku pun belum tahu apa yang akan diberikan senior kepadaku…..gumamnya dengan wajah yang sangat terlihat menyesal.

 

***

Secangkir kopi panas menemani Kai malam itu. Aroma khas kopi seakan membawa kehangatan dalam jiwanya pada malam itu. Dilihatnya lulu-lalang orang-orang dan mobil dari balik kaca disamping Kai . diteguknya kopi yang masih terlihat berasap sambil melihat suasana jalan diluar Cofee Shop tempat ia duduk saat ini.

Iringan musik accoustic dari dalam cafe terdengar  sangat tenang, setenang hati Kai malam itu. Namun ada satu rasa yang menggangu fikirannya. Terlintas satu bayangan yang tiba-tiba muncul dalam benak Kai. Satu perempuan berhasil masuk pada ingatan laki-laki hitam manis itu.. Perempuan yang ia temui saat awal tahun 2013.

“ringggg…ringggg…” deringan suara telfon terdengar dari atas meja tepat disamping secangkir kopi panas milik Kai. Terlihat satu nama pada ponsel putih di mejanya.

“yeahh,, darling.. I’m in Coffee Shop now. Can you come to here?”.

Seohyun… perempuan bertubuh tinggi dengan rambut sebahu berwarna coklat kehitaman kini sudah dua tahun menemani hari-hari Kai. Tutur kata yang lembut dengan perawakan yang lugu dan juga anggun membuat Kai merasa jatuh cinta dengan perempuan itu setiap kali bertemu dengannya.

Perempuan yang telah menemaninya selama dua tahun terahir ini membat Kai benar-benar merasa dia menjadi laki-laki paling bahagia saat bersama Seohyun. Kasih sayang dan  juga perhatian Seohyun tidak pernah memudar. Meskipun kerap kali terjadi pertengkaran-pertengkaran kecil.. namun Seohyun dan juga Kai dapat meyelesaikannya tanpa adanya kata “putus”.

Dibayangkannya masa-masa indah bersama Seohyun saat Kai menunggu kedatangan Seohyun di Coffee Shop itu. Sesekali dia menolehkan kepalanya dan melihat suasana luar cafe dari balik kaca yang berada tepat disampingnya. Satu senyuman manis terukir dari bibir Kai saat membayangkan kisah manisnya kepada perempuan yang sangat dicintainya itu. Sampai akhirnya satu senyum manis dari perempuan yang berdiri tepat dihadannya ditunjukkan kepadanya yang memang sedang duduk menunggu perempuan itu.

Dilihatnya sepasang bola mata berwarna hitam pekat yang kini telah berada didepannya. Satu perempuan dengan dress coklat berenda dengan rambut terikat lengkap dengan sepatu flat bermotif berwarna pink kini telah mensejajarkan arah pandangannya kepada Kai.  Satu tatapan yang terbilang cukup lama diberikan Kai kepada kekasihnya itu.  Tatapan tanda kasih sayangnya kepada kekasihnya itu,,, sambil berumam dalam hati “thanks God… You give me an angel in front of me now”.

“happy anniversary darling. ”

Tepat pada tanggal 10 juli 2011 ,,, hari bahagia itu dimulai. Diberikannya satu kue lengkap dengan satu gift untuk memperingati hari jadi Kai dan kekasihnya pada malam 10 juli 2013. Dua tahun sudah perempuan manis itu menemani Kai.

“sayangku,., arahkan matamu pada panggung itu,,, apa kamu melihat sesuatu?” tanya Kai

“tidak”jawabnya singkat

“kalau begitu lihatlah sekali lagi.. apakah kamu tetap tidak melihat sesuatu?”

“tetap sama.,… tidak”

“kalau begitu lihatlah aku akan berdiri disana”

Satu tuxedo modern lengkap dengan topi vedora coklat telah disiapkan Kai… dannn satu suara musik kini mulai terdengar.  Kai besiap untuk memberikan kejutan pada kekasihnya pada hari jadi mereka.

Dan akhirnya hanya ada kata “terpesona” pada diri Seohyun kekasih Kai.

girl… I cant explain what I feel…” satu kata yang mengawali music  Exo dengan judul What is Love berhasil membuat Seohyun terfokus pada sesosok tubuh jangkung yang berdiri di atas panggung. Gerakan demi gerakan ditunjukan Kai saat lantunan music mulai berdentang. Sampai dilanjut pada lantunan lagu ke dua ,, masih dengan lagu Exo yang berjudul “my lady”.

Done.. akhirnya satu  gerakan penutup dari Kai  mengakhiri ungkapan perasaannya kepada Seohyun lewat setiap gerakan pada tubuh Kai.

 

***

 

“Ohhhh myy …. Kho thot khap(maaf)…”. Seru Kristal.

“awww… apakah ini Kristalr kamu??” tanya Kai saat Kristalr coklat bermotif itu berhasil mendarap tepat di kepalanya.

“ahhh,,, maafkan aku.. aku benar-tidak sengaja”. Sambil meminta maaf kepada laki-laki bertubuh jangkung ini,,, Kristal perlahan mengarahkan kedua bola mata nya tepat pada sepasang mata berwarna coklat didepannya itu. Ditatapnya dalam-dalam… dan…damn it this boy???. Seakan tak percaya akan sesosok wajah yang berada didepannya itu,,, Kristal berusaha secepat mungkin pergi jauh-jauh dari tempat itu. Didalam fikirannya hanya ada satu kalimat”secepatnya pergi dari hadapan laki-laki itu sebelum dia menyadari wajahnya” .

Kini,, seorang perempuan berdiri tepat diahadapannya. Dilihatnya dalam-dalam wajah peempuan itu dengan sangat detail. Ya, tidak salah lagi.. perempuan itu adalah orang yang menyeret dia dengan paksa untuk menaiki panggung saat dia sedang beristiharat di taman usai latihan Dance nya.

Pertemuan kedua nya degan perempuan itu membuat Kai merasa sedikit mengerutkan keningnya. Ditatapnya tajam kedua bola mata Kristal.. seakan tanda bahwa Kai benar-benar masih merasa terganggu dengan wajah perempuan yang berada tepat didepannya itu.

“heiiii… lepaskkaannnn”

Tanpa komado dari hatinya.. tangan Kristal berhasil meraih satu tangan dan menyerertnya menuju salah satu cafe Western di dekat lokasi  dimana mereka berada.

Enchanted….  mungkin satu kata penuh makna itu dapat mewakilkan perasaan Kai saat ia melihat Kristal. Alunan suara dan petikan Kristalr accoustic yang berkombinasi dengan sangat indah berhasil membat laki-laki jangkung ini tak dapat memalingkan sedikit saja arah pandangannya ke tempat lain. Kai seakan terbawa suasana romantic malam itu.

“Kristal.. perempuan ituu… sudah dua  kali membuat ku merasa tidak nyaman”.

Kai ingat betul saat pertama kali bertemu dengan Kristal, pernyataan cinta yang sempat terlontar dari bibir Kristal membuat Kai benar-benar merasa tidak nyaman .. dan kedua kali nya,, malam itu
Kai merasa tidak nyaman lagi. Setelah ia berhasil terseret dan duduk terpaku melihat dan mendengar Kristal bernyanyi. Seharusnya malam ini Kai harus menemui Seohyun, kekasihnya. Namun satu alunan music accoustic dengan iringan suara Kristal membuat Kai melupakan janjinya kepada  Seohyun.

“ini sebagai tanda permintaan maafku kepada mu, nama ku Kristal”

Senyum manis terlihat dari wajah Kristal saat melontarkan permintaan maafnya kepada Kai.

“Kai”. Jawab Kai dengan singkat.

Dua jam berlalu, tidak terasa memang.. percakapan yang semula berawal  dari kata “seni” akhirnya menyatukan Kai dan Seohyun.  Sampai akhirnya mereka saling mengenal satu sama lain. Tidak butuh waktu lama memang.. Kai benar-benar merasa nyaman dan senang ketika dekat dengan Seohyun, begitu pula dengan Seohyun.

 

***

“ohhh maafkan aku.. aku sudah 1 jam membiarkan mu duduk sendirian disini karena keterambatanku” . ucap Kristal yang tersadar atas keterlambatan nya untuk menemui Kai.

“it’s okk” jawab Kai.

Dengan nada sedikit kesal akhirnya Kai hanya melontarkan satu kata.

“maafkan aku.. karena aku tidak mempunyai banyak waktu hari ini karena aku harus pergi ke suatu tempat” tambahnya saat Kristal mulai mengangkat tangannya untuk memesan makanan.

“kalau begitu,, bolehkan aku ikut denganmu?. Itupun jika kamu mengijinkan”

Dengan seditik berfikir,,,, akhirnya Kai memperbolekan Kristal untuk menemaninya pergi ke studio dance. Karena tempat yang akan Kai tuju tidak terlalu jauh dengan tempat dimana dia duduk bersama Kristal ,, akhirnya Kai memutuskan untuk berjalan kaki.

Awkward…… mungkin satu kata itu dapat mewakilkan  perasaan Kai dan Kristal sekarang ini. Jalanan yang sepi pun seakan mendukung suasana hati mereka. Berdiam diri mungkin satu pilihan bagi Kai saat ini.

Setiap lekukan tubuh, setiap gerakan, setiap ekspresi wajah yang bergabung menjadi satu dengan satu dentungan music terlihat sangat sempurna dimata Kristal.  Dilihatnya lagi… dan lagi satu laki-laki hitam manis didepannya itu saat memulai gerakan demi gerakan sampai suara terakhir musik menghetikan gerakan Kai.

Dilihatnya laki-laki itu berjalan menghampirinya,, masih dengan keringat yang perlahan menetes, nafas yang terengah-engah sampai t-shirt bermodel You Can See itu,,, Semakin terlihat mempesona dengan aura  Kai sebagai dancer.

“its perfect Kai.. really I like it.. and this”

 

***

Hari demi hari berlalu begitu cepat. Kini Kai dan juga Kristal semankin dekat. Tidak dipungkirinya,, semenjak kali kedua nya  Kai bertemu dengan Kristal, ia merasa lebih besemangat untuk menjalani hari-harinya.

Kai merasa dirinya benar-benar berada di alam mimpi bertemu perempuan manis dengan suara merdu itu. Dibayangkannya setiap nada bicaranya,,, setiap senyumannya.. seakan sempurna dimata Kai. Perempuan dengan paras cantik dengan tangan sebegitu indah saat memainkan musik Kristalr dan juga alat musik yang lain.

 

***

“yaa.. aku pasti akan datang”. Jawab Kai saat menerima telfon dari Kristal.

Kai,, akhirnya laki-laki hitam manis itu tiba di suatu tempat dimana Kristal akan tampil di acara tersebut. Acara besar dihari besar ini pastinya membuat orang-orang dari banyak kalangan ingin menyaksikan acara tersebut.

Kai… masih sibuk dengan dirinya sendiri untuk memilih-milih tempat dudk yang dirasanya nyaman dan juga dapat duduk di posisi tepat agar dapat melihat penampilan Kristal. Disisi lain.. Kristal… perempuan yang kini telah mengenakan gaun merah dengan kombinasi payet bunga kini disibukkan dengan persiapannya untuk tampil diatas panggung .

1 jam berlalu.. kini giliran perempuan berdarah Indo-Thailand  yang akan tampil.

Dropp everything now.. meet me in the pouring rain. Kiss me on the saidwalk.. take a way the pain,, couse I see sparks fly whenever you smile”.

Terlihat satu perempuan mulai menaiki panggung. Gaun merah marun bermotif payet bunga berhasil mencuri perhatian Kai. Yaaa.. tidak alah lagi, perempuan berparas cantik dengan gaun merah membuat Kai melontarkan satu senyuman. Dilihatnya perempuan itu mengambil Kristalr dan bersiap memposisikan dirinya pada satu kursi lengkap dengan mic didepannya.

Satu petikan Kristalr mulai membat orang-orang satu persatu terfokus pada perempuan bergaun merah itu,, tak terkecuali Kai.  Kali ini lagu yang dipilih  Kristal adalah “Sparks Fly” milik penyanyi Country berdarah Amerika.

Malam ini.. Kai benar-benar merasa berada dalam suasana yang berbeda dari tempat dimana dia duduk saat ini. satu mata dari arah panggung berhasil membuatnya terfokus dan tak ingin membelokkan arah pandangannya dari perempuan bergaun merah itu. Lagu yang dibawakan Kristal pun seakan melukiskan perasaan Kai malam itu kepada Kristal.

 

***

“Seohyuna… maafkan aku….Aku  benar-benar tidak bisa meninggalkan ini. Aku harus menyelesaikan rehearsal ku sebelum aku benar-benar tampil di panggung. Apa kamu bisa datang sendiri?”.

Satu panggilan telfon dari Kai kali ini menambah rasa kegelisahaan dan juga keraguan dari dalam benak Seohyun malam ini. Beberapa kali pertanyaan itu berhasil muncul dan membisikkannya pada hati Seohyun. Kini…. perlahan Seohyun mulai menyadari akan Kai yang mulai menjauh dari nya.

 “aku seharusnya memastikan pertanyaan yang selama ini mengangguku” ucapnya dalam hati. Satu keputusan akhirnya mulai ia ambil. Dengan segera Seohyun meraih satu kunci dan mulai menuju tempat dimana Kai berada.

Bersyukur karena kedatangan Seohyun belum terlambat. Ditemuinya laki-laki yang sudah menemaninya disaat suka dan duka selama 2 tahun itu. Nampak terlihat jelas hati Seohyun yang sedang dilema ,,, namun langkah kaki nya memaksanya untuk segera berjalan menemui Kai yang berada tidak jauh dari pandangannya.

“Kai”. Sapanya

“ahhh Seohyun.. akhirnya km datang sayang.. maafkan aku karena tidak bisa menjemputmu” jawab Kai kepada Seohyun, Kai pun meminta maaf kepada Seohyun karena tidak dapat menjemput kekasihnya itu.

“Kai,,, bisakah kita bicara sebentar?” tanya Seohyun dengan nada sedikit pelan dari biasanya.

“its okk,,, masih ada waktu untuk bicara”. Tanpa aba-aba dari tubuhnya… tangan Kai perlahan meraih tangan Seohyun dan mengajak Seohyun menuju tempat yang suasananya lebih tenang.

“Kai… kapan terakhir kali nya kamu dapat tertertawa lepas??”. Tanya Seohyun

Kai mulai terkejut saat Seohyun melontarkan satu pertanyaan yang tidak pernah sekalipun Seohyun tanyakan kepadanya. Terlihat Kai mulai mengerutkan keningnya, seakan tidak mengerti atas pertanyaan kekasihnya itu… Kai hanya bisa diam.. dan akhirnya Seohyun melontarkan pertanyaan kedua, ketiga dan seterusnya. Sampai Kai benar-benar hanya bisa terdiam membisu tanpa ada satu jawaban pun yang ia ucapkan.

Kai… sadarkah kamu? Tak pernah sekalipun aku membuatmu dapat tertawa lepas saat bersamaku. Aku juga tidak bisa menjadi perempuan itu yang mempuanyai suara merdu dan juga dapat bermain musik. Aku bukan dia yang selalu dapat membuatmu tertawa lepas. Akupun masih belum bisa membatmu memandangku seperti kamu memangdangnya tanpa mengalihkan sedikit arah pandangan mu saat menatapnya. Aku tahu itu… karena aku melihatmu terus memandangi perempuan bergaun merah itu.. sampai kamu tidak sadar bahwa kekasihmu duduk berada tepat disampingmu.”

Masih dengan diam membisu… Kai tidak dapat membuka bibirnya.. bahkan Kai tidak dapat berfikir apa yang harus ia ucapkan. Kini hanya ada rasa menyesal dari dalam hati Kai. Dilema pasti.. Seohyun dan Kristal.. jika harus memilih salah satu diantaranya… belum ada kata sanggup dari hati Kai. Disatu sisi Seohyun kekasihnya,, masih sangat ia cintai,,, namun disisi lain Kristal benar-benar dapat membat Kai merasa nyaman didekatnya.

Sampai akhirya terlontarlah satu kata dari Seohyun yang seakan mengahiri pertemuan kedua nya malam itu… “than.. I say Goodbye… I can’t that you break my heart slowly”.

Satu kata terakhir,, kini benar-benar membuat hati Kai merasa hancur.

 

***

Flashback……..

Dilihatnya satu laki-laki yang berada tepat disampingnya. Yaa.. tidak salah lagi,, itu Kai. Kekasih Seohyun. Namun ada satu perasaan mengganjal pada diri Seohyun saat melihat kekasihnya itu. Terlebih saat perempuan bergaun merah mulai menaiki panggung.  Sangat terlihat jelas dari mata hati Seohyun saat melihat kekasihnya itu memandang perempuan itu. Sesaat setelah acara usai… Seohyun berniat ingin menemui Kai… namun,,, tak disangka .. Kai ternyata menemui perempuan bergaun merah itu. Diikutinya kemana mereka pergi dan dilihatnya kekasihnya sedang berjalan dengan perempuan lain.

Seakan sudah menjadi suatu kelebihan… hati perempuan memang dapat merasakan apa yang dilihatnya… begitu pula apa yang sedang dilihat Seohyun.. ..

Seohyun pun sekarang mulai menyadari akan Kai dan Kristal.

“its okk darling.. till right here the story of us” ucapnya dalam hati.

Dan,,, tanpa komando dari matanya… air mata Seohyun pun perlahan satu persatu  mulai menetes…

 

~The End ~

Advertisements

6 thoughts on “[Freelance] Break The Heart Slowly

  1. kasihan seo-nya
    nyesek juga sih pas baca ff ini, lagian kai gitu amat sih
    ngegantung nih, pliss kasih sequel ya
    penasaran, apa kai bisa mengembalikan semua seperti sedia kala, ato gimana
    kalo aku pikir2 juga kok ini terkesan menuju kai-krystal story ya
    tapi tetep nice story and keep writing~
    p.s: sequel pliss

  2. Ebuset -___-” Thor aku ikut dilema pilih KaiStal apa SeoKai ? Tp mungkin karena aku lebih suka SeoHan aku pilih KaiStal deh 😀 untung krystal di sini gk jahat ya kan Krystal gk tau KaiSeo pacaran .-. Seo kamu sama luhan aja ne 😄

  3. duh thor ffnya bikin gue nyesek, kasian seo eonni. bikin sequel dong thor trus buat kai menyesal trus bisa balik sama seo eonni kaya dulu

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s