[Freelance] Black Pearl

black-pearl-chanyul

Black Pearl

By Lee Yoon Ji

Cast

Park Chanyeol | Kwon Yuri

Genre

Romance

Length

Ficlet

Rating

PG15+

Disclaimer

Cast milik Tuhan, SM, dan orang tua masing-masing

Inspired by EXO Song “Black Pearl”

Poster by IcyDork

**

PROLOG

Dia mutiara hitamku. Matanya yang selalu memancarkan fantasi. Membuatku merasa seperti berada di tengah lautan. Saat bulan malam naik, saat sang bunga mekar dalam diam. Aku tidak butuh peta. Hatinya-lah yang menuntunku. Menuju tempat rahasia. Tersembunyi di balik terjalnya jurang karang. Tempat dimana semua fantasi itu berakhir. Tempat mutiara hitamku berada.

oOo

Aula kosong itu tetap sunyi. Bahkan ketika ada seorang namja yang duduk serius di atas kursi di ujung panggung. Park Chanyeol. Namja muda itu sudah sibuk mengatur senar-senar gitar akustik miliknya ketika teman-temannya yang lain justru masih sibuk bergulat dengan tempat tidur mereka yang hangat. Ya. Pagi baru saja datang tapi Chanyeol sudah berada di aula sekolahnya. Seorang diri. Oh tidak-tidak. Sebentar lagi pasti akan ada yang datang. Seseorang yang memang sudah di tunggu-tunggu oleh Chanyeol. Seseorang yang merupakan sunbae-nya di SM University. Seseorang yang dia tahu memang senang ‘menampakkan’ diri di aula universitas ketika matahari saja belum sepenuhnya keluar dari ufuk timur.

Klik.

Suara handle pintu yang diputar sengaja itu langsung menggema di ruangan bervolume besar dan berkapasitas 3000 orang tersebut. Chanyeol mengalihkan pandangannya ke arah pintu dan menemukan bahwa itu bukan hal yang seharusnya ia lakukan. Di hadapannya, pada jarak beberapa meter, berjalan mendekat seorang yeoja dengan celana jins hitam panjang dan baju berkerah berwarna putih. Dalam hati Chanyeol merutuk sekaligus memuji penampilan yeoja itu. “Tidak salah aku selalu melihatmu, noona”, pikir Chanyeol sambil terus memperhatikan Kwon Yuri yang saat itu sudah menatapnya dengan sorot mata bingung.

“Annyeonghaseo”. Sapa Yuri pelan. Chanyeol balas menyapa Yuri dengan senyum tipis di bibirnya lalu kembali berusaha menyibukkan diri agar dentuman keras di jantungnya mau berhenti.

“Aku tidak tahu jika ada orang di dalam, apa aku mengganggumu?”. Tanya Yuri lagi.

“Anio sunbae-nim…gweancanayo”. Balas Chanyeol dengan kikuk. Yuri mengangguk pelan lalu ikut bergabung dengan Chanyeol dengan menarik kursi yang berada di balik tirai panggung.

Tidak ada perbincangan yang terjadi antara Chanyeol dan Yuri sejak itu. Beberapa menit terus berlalu. Beberapa menit yang di rasa Chanyeol seperti waktu yang berhenti. Hanya dirinya dan Yuri yang bergerak di tempat penuh oksigen itu. Oksigen yang mungkin sudah tidak bisa lagi memenuhi jantung dan paru-parunya jika seorang Kwon Yuri masih terus berada di dekatnya. Tidak jika yeoja itu dengan santai dan anggunnya memetik satu per satu senar gitar akustik yang tadi dikeluarkannya. Membuat semua hal apapun yang berada di ruangan besar itu, panggung yang megah, tempat duduk penonton yang berjejer rapi, apapun. Tidak ada yang sebanding dengan diri seorang Kwon Yuri.

“Nyata kah ini? Apa dirimu memang nyata, Kwon Yuri?”. Tanya Chanyeol dalam hati.

“Bagaimana bisa Tuhan menciptakan yeoja seperti dirimu, Kwon Yuri? Matamu yang memancarkan fantasi, kulit coklatmu yang eksotis. Kau seperti sebuah…mutiara hitam”. Itu dia! Teriak Chanyeol dalam hatinya. Itulah hal yang tepat untuk menggambarkan diri seorang Kwon Yuri. Mutiara hitam.

oOo

Ya. Kwon Yuri adalah sebuah mutiara hitam. Mutiara hitam yang mampu membuat Chanyeol rela berlayar mengendarai angin. Menuju akhir cakrawala yang jauh. Berusaha menggapai sosok seorang dewi dalam sebuah legenda. Seorang dewi yang mampu mengubah kepercayaannya terhadap kehidupan abadi. Park Chanyeol berjanji dalam hatinya sejak itu. Dia tidak akan pernah menepikan perahunya. Bahkan ketika ombak besar menerjang. Itu hanya permulaan, pikir Chanyeol. Jika dia mampu bertahan, dia yakin akan bisa terus melindungi Yuri.

oOo

Park Chanyeol menatap jendela dan menemukan matahari sudah bersinar terang. Dialihkannya pandangannya pada sosok yeoja yang sedari tadi masih sibuk memainkan gitar akustiknya. Jari-jarinya dengan lembut dan pelan menari di atas senar. Samar-samar Chanyeol dapat mendengar lagu yang di mainkan yeoja itu.

OOo

Dalam keheningan yang mendalam,

Diatas puncak melodi kesedihan, samar aku mendengarmu,

Kaulah mutiara terindah

END.

15 thoughts on “[Freelance] Black Pearl

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s