[Freelance] Please, Comeback (Chapter 4 of Leave Me Alone)

please comeback [chapter 3 of leave me alone]

Title : Please Comeback [chap. 4 of Leave Me Alone]
Author : RnSparkle’B (Rn)
Main Cast : Kim Taeyeon | Oh Sehun
Length : Chaptered (Vignette series)
Genre : sad, romance
Rating : PG-13

Disclaimer : All the cast not belong to me. The story and the plot is mine. The storyline really from my own thoughts, so, no copy-paste, don’t bash, and don’t be a siders.

Author Note : akhinya selesai jg chapter 4 ff ini, mian kelamaan. Disini aku gak ceritain gimana kesepiannya sehun tanpa taeyeon, aku langsung ke satu tahun kemudian, mian untuk alur yg selalu kecepetan 😀

Happy Reading 🙂

Warning : TYPO-_-!

-Please, Comeback-

Tidak terasa, sudah setahun ini sehun jalani masa kuliah nya tanpa taeyeon, yeojachingunya. Keduanya semakin jarang bertemu. Hari minggu, adalah hari dimana keduanya bisa menghabiskan waktu berdua, walau terkadang mereka tidak menghabiskannya dalam waktu yang lama, karena taeyeon yang kadang harus kembali ke kantornya untuk suatu panggilan penting. Sehun sendiri sedikit merasa kesal apabila itu terjadi, namun semua perasaannya itu ia tepis, karena ia bukanlah satu-satunya yang harus taeyeon perhatikan. Ia pun tidak ingin menjadi sumber masalah apabila karier taeyeon hancur.

Hari ini sehun memutuskan untuk mengajak taeyeon ke beberapa tempat di seoul. Dia pun segera mengambil ponselnya, dan langsung menelpon taeyeon.

“Yoboseyo ?” Kata sehun.

“…..”

“Aku ingin mengajakmu jalan ? Mau tidak ?” Tanya sehun.

“…..”

“Ne noona, aku tau besok aku ujian, tapi kumohon kali ini saja.” Kata sehun memohon.

“Tidak, kau harus belajar. Jebal sehun-ah. Demi aku, ne ?” Kata taeyeon.

“Baiklah.” Jawab sehun singkat.

“Hwaiting! Hwaiting!” Kata taeyeon berusaha menyemangati namjachingunya -sehun-

“Ne, gomawo.” Kata sehun, lalu sesaat kemudian memutuskan sambungan telpon.

Sehun segera mengambil buku-bukunya, meletakkan semuanya di atas meja, dan mulai belajar, seiring berjalannya waktu.

“Ini semua demi kau.” Batin sehun.

-o0o-

Sehun terus belajar, dan belajar. Tak peduli akan waktu yang terus berjalan, tak peduli akan kondisi fisiknya, makan tidak makan baginya tidak masalah. Apakah ini semua karena taeyeon ? Deretan kata di buku tulisnya pun mungkin bisa menjadi saksi bisu atas perjuangannya, dan ia harap itu tidak akan sia-sia.

Waktu terus berlalu, hingga akhirnya bulan telah menggantikan posisi matahari. Mulai menerangi gelapnya malam. Dan namja itu -sehun- masih saja berkutat dengan buku-bukunya. Sesaat kemudian aktivitasnya itu terhenti setelah mendengar ponselnya berdering tanda bahwa ada panggilan masuk.

“Yoboseyo ?” Kata sehun.

“Kau sudah makan ? Jangan bilang kau belum makan.” Kata penelpon, yang tidak lain dan tidak bukan adalah taeyeon.

“Ani, aku belum makan sejak kau menyuruhku belajar, ini semua demi kau noona.” Jawab sehun

“Mwo ?! Kau belum makan ?! Kau bisa sakit. Lebih baik sekarang, lepaskan buku-bukumu itu, dan cepat makan.” Kata taeyeon mulai khawatir

“Shirreo!” Kata sehun.

“Kau tidak mau ? Apakah harus, aku membawa makanan kerumahmu ?” Tanya taeyeon.

“Silahkan, aku akan sangat senang jika noona datang.” Kata sehun.

“Baiklah, kuharap kau dapat bertahan untuk menungguku.” Kata taeyeon lalu memutuskan sambungan telepon.

-o0o-

Terdengar suara ketukan pintu. Sehun mendapat telpon dari taeyeon. Menyuruhnya untuk segera membuka pintu. Sehun segera turun ke lantai bawah rumahnya. Segera membuka pintu. Dan tampaklah seorang yeoja -taeyeon- dari balik pintu.

“Selamat datang noona. Masuk.” Kata sehun sambil berjalan masuk

“Ne. Kau sendiri ?” Kata taeyeon sambil terus mengikuti sehun.

“Ne. Park ahjumma sudah pulang sejak tadi. Eomma sedang di luar negeri. Appa sedang mengurus perusahaannya di london.” Jelas sehun.

Taeyeon mengangguk.

“Ini aku bawakan makanan untukmu. Makanlah.” Kata taeyeon sambil menyodorkan sekotak makanan untuk sehun begitu keduanya duduk di sofa ruang tamu.

Sehun pun segera mengambilnya, dan mulai memakan makanan tadi.

“Buatanmu ?” Tanya sehun.

“Ne.” Jawab taeyeon singkat.

“Wahh, ini enak noona. Ternyata kau pandai memasak juga.” Puji sehun

“Gomawo sehun-ah.” Balas taeyeon sambil memperlihatkan senyumannya.

Setelah melahap makanan pemberian taeyeon, tanpa aba-aba sehun langsung naik ke lantai atas, menuju ke kamarnya.

“Hey, kau mau kemana ?” Tanya taeyeon.

“Mengambil buku. Wae ?” Kata sehun.

“Kau akan meninggalkanku sendiri ?” Tanya taeyeon sambil mengerutkan dahinya.

“Haha, kalau begitu ikut aku.” Kata sehun.

Taeyeon pun kembali mengikuti sehun. Hingga keduanya sampai di kamar sehun.

“Rapi.” Kata taeyeon sambil memperhatikan tiap sudut kamar sehun.

“Apakah kau sudah mengambil semuanya ? Tapi menurutku, lebih baik kau sudahi dulu belajar mu, ne ? Lebih baik sekarang kau tidur.” Kata taeyeon.

“Shirreo!” Seru sehun.

“Jebal” kata taeyeon sambil menunjukkan puppy-eyes nya.

“Hmm.. Ne.” Kata sehun sambil memutar bola matanya.

Sehun pun mengarah ke tempat tidurnya, merebahkan tubuhnya diatas kasur empuk itu. Taeyeon pun segera berbalik ke arah pintu, hendak keluar.

“Noona.” Kata sehun ketika melihat taeyeon hendak keluar.

“Ne ?”

“Gomawo.” Kata sehun singkat.

“Ne cheonma. Selamat tidur.” Kata taeyeon sambil tersenyum, dan sesaat kemudian menutup pintu perlahan.

-o0o-

Matahari yang cerah, memaksa seorang namja yang masih terlelap perlahan membuka matanya. Sehun segera bangun. Lalu meraih ponselnya yang ia letakkan di meja kecil di dekat tempat tidurnya.

Dan ia mendapati satu pesan masuk.

——————-

From : My Lovely Noona

Kau sudah bangun ? Bagaimana tidurmu ? Hari ini kau ujian, aku doakan kau bisa menjawab semua soal-soal nanti. Jika kau tidak tau harus menjawab apa, anggap saja aku sedang berada disamping memberi tau kau jawabannya. Hahaha..

Hwaiting sehun-ah!

Saranghae

——————–

Sehun tersenyum. Lalu segera membalas pesan dari taeyeon.

———————

 To : My Lovely Noona

Gomawo noona 🙂

Nado saranghae..

——————–

Send!

Setelah pesan tadi sudah terkirim, sehun segera melirik jam yang berada di meja tempat ia meletakkan ponselnya.

“Omo! Aku hampir terlambat.” Kata sehun panik, di raihnya handuknya, dan segera masuk ke kamar mandi, membersihkan tubuhnya.

Begitu ia siap, ia langsung pergi tanpa sarapan. Ujian lebih penting saat ini.

-o0o-

A few days later….

Sudah beberapa hari ini, taeyeon dan sehun tidak bertemu. Namun semua itu akan segera berakhir, karena besok sehun akan segera menghadiri hari kelulusannya. Apakah dia lulus ? Atau justru sebaliknya ? Karena cukup merasa gelisah, sehun berencana mengajak taeyeon ke Sungai Han. Ia segera memberitahukan ini pada taeyeon, namun hasilnya nihil, bukannya taeyeon mau menerima ajakannya, malah taeyeon menolak lantaran taeyeon sedang sibuk.

-o0o-

Graduation Day

Hari ini adalah hari kelulusan sehun, ia cukup merasa tegang. Beruntung, taeyeon hadir, setidaknya itu bisa membuat rasa ketegangan sehun berkurang. Cukup lama sehun menunggu hasil kelulusan..

.

.

.

.

.

.

.

“Chukkae sehun-ah!” Kata taeyeon sembari memeluk erat sehun.

“Gomawo noona..” Kata sehun.

“Kau akan tetap di seoul ?” Tanya taeyeon.

“Ne.” Jawab sehun.

“Temui aku di festival malam nanti. Noona, tau kan dimana? Jangan sampai karena terlalu sibuk, noona sampai tidak tau, hal semacam itu.” Kata sehun lagi.

“Ani, aku tau.”

“Baiklah, aku tunggu pukul 7” kata sehun.

“Ne.” Jawab taeyeon.

Keduanya pun kembali duduk bersama, dan sesekali berselca bersama. Diperhatikannya foto-foto itu, membuat keduanya tersenyum.

-o0o-

Sehun mulai mempersiapkan kejutan yang akan ia berikan pada taeyeon. Ya, saat ini ia berada di Nanji. Suatu kawasan indah, yang cukup memiliki banyak pengunjung.

Setelah semuanya selesai ia tinggal menunggu. Sesaat kemudian, deringan ponselnya mulai menggema di telinganya.

“Yoboseyo ?” Kata sehun

“Kau dimana ? Aku sudah sampai.” Kata penelpon -taeyeon-

“Noona lurus saja, nanti noona akan bertemu denganku.” Kata sehun yang sejak tadi sudah mengetahui bahwa taeyeon, sedang berjalan, mendekat ke tempat ia berdiri saat ini.

“Ne.”

Sambungan terputus.

Sehun segera duduk di kursi piano, dan mulai menekan setiap tuts piano, menimbulkan irama lagu yang indah. Deretan lilin, mulai menyala. Mengelilingi dirinya yang mulai memainkan musik. Dan perlahan, taeyeon muncul, dengan senyuman yang selalu terukir manis di bibirnya. Senang, bahagia, haru, semua perasaan bahagia mulai menguasai diri taeyeon, ia mulai berhenti berjalan. Sedangkan sehun, terus memainkan lagunya, dan mulai bernyanyi.

(Now playing : Exo – Angel)

Sesaat kemudian sehun berhenti bernyanyi.

Hening.

Tak ada satupun yang dapat mengungkapkan kata-kata. Keduanya hanya saling bertatapan, seolah-olah mereka sedang saling berkomunikasi satu sama lain. Dan kemudian, taeyeon berlari kearah sehun, memeluk namja itu erat. Cukup lama mereka dalam posisi seperti itu. Hingga akhirnya keduanya melepaskan pelukan mereka.

“Gomawo noona. Sudah menjadi penyemangatku, sudah menjadi orang yang berarti bagiku, selalu memperhatikanku. Kuharap, kita tidak akan pernah berpisah, tidak akan.” Kata sehun dihadapan taeyeon.

“Ne, sehun-ah, akupun berharap seperti itu. Terima kasih untuk semuanya.” Kata taeyeon yang dilanjutkan sehun yang mulai mengecup puncak kepala taeyeon.

Sehun pun memberikan sebuket bunga pada taeyeon.

“Kuharap kau bisa menjaga bunga ini, sebagaimana kau menjaga hubungan kita.” Kata sehun sambil memberikan bunga tadi.

“Pasti sehun-ah. Pasti.” Jawab taeyeon.

-o0o-

Sehun terbangun dari tidurnya. Terdiam sejenak diatas tempat tidur, memperhatikan tas yang sering kali ia pakai ketika akan pergi ke kampus. Namun semua itu akaIn ia lepas hari ini. Ia akan melanjutkan perusahaan appa nya di seoul. Dia segera mandi, membersihkan tubuhnya. Dan segera berpakain, berpenampilan seperti pejabat kantoran. Dan dengan segera berangkat ke perusahaan appanya.

Sehun mulai memasuki perusahaan itu. Bangunan tinggi dan kokoh. Melangkahkan kakinya perlahan. Kedatangannya cukup disambut baik oleh seluruh pegawai perusahaan itu.

“Annyeonghaseyo..” Kata salah satu pegawai sembari membungkukkan tubuhnya 90 derajat.

“Annyeonghaseyo..” Kata sehun lalu juga membungkukkan tubuhnya.

Sehun mulai bekerja, menggantikan posisi appa nya, walau tidak punya pengalaman bekerja, tapi sehun, akan tetap berusaha.

Hari yang cukup melelahkan, bagi sehun. Hari pertama bekerja ia sudah dihadapkan dengan berbagai urusan kantor, schedule meeting, dan sebagainya.

-o0o-

Tepat pada pukul 8 malam sehun pulang. Ia segera membersihkan dirinya dan setelah selesai berpakaian, ia langsung merebahkan dirinya diatas tempat tidur ukuran king size nya itu. Mulai mengistirahatkan dirinya.

Namun tidak cukup lama ponsel sehun kembali berdering.

Tanda pesan masuk.

From : My Lovely Noona

Bagaimana hari pertama mu bekerja ? melelahkan atau mungkin menyenangkan ?

——————————————————————————

To : My Lovely Noona

Sangat melelahkan. Seandainya noona ada disini, mungkin aku tidak akan selelah ini. Tapi, ini sudah lebih dari cukup.

——————————————————————————-

From : My Lovely Noona

Kalau begitu sekarang kau istirahat. Ne ? selamat tidur sehun-ah.

——————————————————————————–

To : My Lovely Noona

Ne. Selamat tidur taeyeon-ah.

——————————————————————————–

From : My Lovely Noona

Mwo ? Untuk pertama kalinya kau memanggil seperti itu.

——————————————————————————–

To : My Lovely Noona

Apakah itu salah ? aku tidur dulu, ne ?

——————————————————————————–

Setelah menunggu, tak ada balasan dari taeyeon. Sehun pun tertidur, berusaha memasuki alam mimpi.

-o0o-

Pagi yang cerah, taeyeon terbangun dari tidurnya. Kembali menjalani rutinitasnya setiap pagi. Berhubung hari ini ia tak ada jadwal meeting, ia memutuskan untuk menetap di rumah pribadinya. Ya, kini taeyeon tinggal sendiri, ia memutuskan untuk hidup mandiri tanpa orang tuanya.

Untuk pagi ini, ia memutuskan untuk menata kembali kamarnya. Agar tidak terlihat membosankan. Ditatanya, berbagai furniture di dinding, dan di beberapa meja kamarnya. Penglihatannya pun tertuju pada sebuket bunga yang sehun berikan ketika keduanya masih bersekolah, dan sebuket bunga lagi yang di berikan sehun 2 hari yang lalu, tetapnya pada malam hari di nanji.

Diletakkannya bunga itu tetap di salah satu meja yang berada di kamarnya. Dan beralih pada bingkai foto sehun yang ia putuskan untuk meletakkannya di meja samping ranjangnya, disusuli dengan fotonya bersama sehun, pada saat hari kelulusan sehun. Dan kembali ia tambahkan foto dirinya yang terbingkai rapi tepat disamping foto dirinya bersama sehun.

Sekitar 1 jam ia menata kamarnya. Dan ia rasa semua sudah terlihat lebih bagus dari sebelumnya. Taeyeon pun segera turun ke lantai bawah untuk beristirahat.

-o0o-

Sehun terduduk, menatap banyaknya berkas-berkas yang menumpuk diatas meja kerja nya. Ya, saat ini ia benar-benar kelelahan.

Ponsel sehun berdering.

‘Appa’

“Yoboseyo ?” Kata sehun.

“Ya, sehun-ah. 3 hari lagi appa mau kau ke london. Ne ? Ada yang harus kau kerjakan.” Kata appa sehun.

“Mwo ?! 3 hari lagi ?” Kata sehun kaget.

“Ya. Wae ?” Tanya appa sehun.

“E-ee.. Ani, baiklah 3 hari lagi aku akan kesana.”

Sambungan terputus.

“3 hari lagi. Ya, 3 hari lagi. Semoga aku tidak lama disana.” Sehun menghela nafas kasar.

Ia pun menelpon taeyeon. Sekedar untuk menanyakan bahwa 3 hari lagi dia akan ke london.

“Yoboseyo ?” kata taeyeon diseberang sana.

“aku akan ke london 3 hari lagi.” Kata sehun.

“…..”

“Ne. 3 hari lagi.”

“…..”

“aku tidak akan lama.”

“…..”

————

-o0o-

3 days later….

Sehun melangkahkan kakinya masuk. Saat ini ia berada di bandara. Dan sebentar lagi ia akan berangkat. Pandangannya mulai berpencar ke segala arah, mencari sosok yeoja yang sejak tadi ia tunggu. Cukup lama, semakin lama. Namun yeoja itu –taeyeon- belum juga tiba di bandara. Hingga akhirnya terdengar pengumuman bahwa pesawat tujuan london akan segera lepas landas. Sehun oun kembali berjalan. Tiba-tiba saja teriakan seorang yeoja memanggilnya mulai terdengar oleh pendengarannya.

“Sehun-ah! Chakkaman!”

Sehun pun berbalik, dan mendapati taeyeon tengah berlari kearahnya.

“Mianhae.. aku terlambat.” Kata taeyeon.

“Gwaenchana.” Kata sehun.

“kau tidak akan lama kan ?” tanya taeyeon.

“Ne. Aku tidak akan lama. Secepatnya aku akan kembali. Aku berjanji.” Kata sehun lalu mencium kening taeyeon.

“Ne.” Kata taeyeon lalu membiarkan sehun pergi.

-TBC-

Advertisements

16 thoughts on “[Freelance] Please, Comeback (Chapter 4 of Leave Me Alone)

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s