Beautiful Husband [Part 5]

Beautiful-Husband

Beautiful Husband

Writing by Priskila (@priskilaaaa)

Byun Baekhyun [EXO K] – Kim Taeyeon [SNSD]

Ficlet series | Teen | Romance – Family – Marriage Life

Disclaimer:

I don’t own the cast. But the storyline and the plot is mine. Everything here belongs to God and their family, their agency too. I just used their physical representation.

 

Note:

Mianhae yeorebun!!! Aku telat banget waktu buat chapter ini… Waaaa, maaf bangeeet ><

Aku gak maksud kok, hanya sedikit malas untuk buka laptop karena aku ikut lomba MIPA dan lagi UAS juga-__- Terlalu sibuk /ceilah/

Tapi semoga part ini membuat puas kalian semua yaaa, karena disini ada sedikit… ehem eheem /ngacir/

Kedua manusia itu hanya duduk dalam diam. Tak berniat untuk mengeluarkan sepatah katapun. Yeah, semenjak kejadian beberapa saat yang lalu itu, Baekhyun langsung melancarkan aksi perang dingin pada Taeyeon. Lelaki itu menjauhinya beberapa langkah jika mereka berjalan, dan tidak mau duduk dalam jarak kurang dari semeter.

 

Oh, Taeyeon menjadi merasa tak enak hati sekarang.

 

“Baek—“

 

“Jangan bicara padaku! Aku sedang tidak mood berbicara, apalagi denganmu” sahut Baekhyun pedis – dengan diselingi dengan beberapa kali tarikan ingus. Hm, lelaki itu masih saja terisak terbayang peristiwa tadi.

 

Wajah Baekhyun yang memerah dan nafasnya yang tak beraturan membuat Taeyeon semakin menumpuk rasa bersalahnya. Dia tidak tau kalau Baekhyun sesensitif ini, dan dia ingin sekali menghajar Jongin tadi. Sialan banget tuh cowok. Entah apa yang ada di pikiran lelaki berotak yadong itu sampai dia melakukan hal seperti tadi.

 

“Baekhyunnie, mianhae” Entah sudah keberapa kalinya Taeyeon mengatakan kalimat itu. Sudah berulang – ulang kali dan tak ditanggapi sama sekali oleh Baekhyun. Taeyeon meremas seprai tempat tidur pelan dengan gemas. Begini ya rasanya kalau dicueki sama orang yang dekat dengan kita. Rasanya nggak enak banget. Dan oh, Taeyeon semakin merasa bersalah mengingat dia dulu pernah membuat Baekhyun dalam posisinya. Dicueki, tidak ditanggapi. Ternyata rasanya sakit banget.

 

Mianhae, aku tak bermaksud selingkuh darimu, kok. Tenang aja—“

 

“Tenang tenang gimana?! Kalau aku lihatnya kamu hampir ciuman dengan lelaki lain. Ciuman bibir lagi. Denganku saja kau tak pernah, lalu kau mau melakukannya dengan orang lain! Kejam banget kamu, Taeyeon – /sroottt/“ Baekhyun ngos – ngosan setelahnya. Wajahnya semakin memerah dan sesaat dia terdiam, menyadari kebodohan apa yang baru saja dia lakukan. Langsung saja dia memukul pelan kepalanya itu.

 

Bagusnya, Taeyeon menangkap maksud dari perkataan Baekhyun barusan itu. Sehingga dia tersenyum geli dan menoleh kecil pada suaminya itu, “Jadi kau—“

 

Baekhyun sontak berdiri dan gelagapan sendiri, “Aniya! Kau salah mengerti! Aku tidak bermaksud untuk—“

 

“Baekhyun, maksudmu kau mau—“

 

“—Enggak, Taeyeon! Bukan itu maksudku!”

 

Taeyeon melebarkan senyumnya dan memandang Baekhyun penuh arti, “Baekhyun, bagaimana kalau malam ini kita—“ Gadis itu sengaja memotong kalimatnya. Bahkan dengan sengaja pula dia bangkit berdiri dari tempat tidur dan berjalan mendekati Baekhyun, dan memojokkannya di dinding kamar.

 

Terjebaklah dirimu, Byun Baekhyun. Baekhyun menelan ludah ketika Taeyeon menampakkan seringai penuh godaan iman miliknya.

 

“Baekhyunnie—ah…”

 

“Tidak, Taeyeon. Tae—“

 

CUPP

 

Mata lelaki itu membelalak seketika. Oh tidak! Ciuman pertamanyaaaa!!!

 

Baekhyun berusaha memberontak ketika bibir Taeyeon mulai menciumi seluruh permukaan bibirnya. Bibir lembut berwarna pink itu tampak tak sabaran ketika mencium Baekhyun. Bahkan tangan gadis itu – dengan nakalnya – mulai mengelus tubuh Baekhyun yang hanya berbalut kaos berwarna soft pink.

 

Tidak… tidak… dia mulai merasakan tubuhnya bergetar. Entah karena gairahnya yang mulai meningkat atau…

“Baek—ah..” bisik Taeyeon di sela – sela ciumannya. Lalu semakin memperdalam ciumannya. Lidahnya juga bergerak, masuk ke dalam mulut Baekhyun dan mengajak lidah Baekhyun bergulat.

 

Bicara soal Baekhyun, lelaki itu sepertinya masih shock dengan tindakan Taeyeon yang tiba – tiba. Namun perlahan, tampak lelaki feminim itu mulai memejamkan matanya.

 

Dia… menikmati ciuman itu secara perlahan.

 

Taeyeon tersenyum kecil. Dia tau Baekhyun pasti akan menikmati ciumannya. Apalagi dengan predikatnya dulu sebagai kissing queen. Huahahaa…

 

“Ehmm.. Ehmm” Taeyeon mendesah pelan ketika tangan Baekhyun melingkar di pinggangnya dan satu tangan lainnya mengelus tengkuknya. Tengkuk lehernya adalah titik sensitifnya. Oh, Baekhyun… kau nakal.

 

“Ehmm…” Secara perlahan, Baekhyun mengambil alih permainannya. Lelaki itu mendorong pelan tubuh Taeyeon dan membaringkannya di tempat tidur mereka. Mungkin malam ini dia akan menunjukkan sisi jantannya yang selama ini terkubur.

 

Ya mungkin, jika saja…

 

“Baekhyun, boleh Eomma minta—HWAAAAAA!!!!!! KALIAAAN!!!”

 

Waktu telah menunjukkan pukul 11 malam, namun tampaknya lampu kamar itu masih belum dipadamkan oleh sang pemilik kamar. Kamar itu adalah kamar Nyonya Byun – si ibu gaul Byun Baekhyun yang cetar membahana. Di dalam kamar, Nyonya Byun tidak melakukan apapun. Beliau seperti biasa, sedang melakukan meditasi dengan masker di wajahnya – namun ada yang berbeda. Beliau melakukan meditasi sembari senyum – senyum sendiri. Pikirannya penuh dengan kejadian yang sangat mengasyikkan tadi.

 

Bagaimana tidak, anaknya yang paling dikhawatirkan tidak memiliki sisi jantan ternyata hebat dalam hal berciuman. Beberapa saat yang lalu, ketika wanita kepala lima itu hendak meminta masker milik anaknya itu – mereka membeli merek masker yang sama –, dia malah mendapati Baekhyun dan Taeyeon sedang berciuman panas di atas kasur.

 

Wow banget.

 

Matanya pasti tidak salah lihat ketika Baekhyun menindih tubuh Taeyeon dan menciumi gadis itu dengan ganas. Kontan saja ibu gaul itu berteriak senang dengan nyaringnya, yang sayangnya… membuat tontontan gratis itu berhenti.

 

Baekhyun dan Taeyeon saat itu langsung bangkit dari tempat tidur dengan cepat – dan merapikan baju mereka yang berantakan. Mereka tampak malu banget saat itu. Baekhyun saja sampai menyembunyikan wajah di balik bantal.

 

“Wah, maaf banget ya. Eomma nggak tau kalau kalian sedang… ehem ehem gitu” sindir Nyonya Byun lalu tertawa dengan kerasnya.

 

“Apanya yang ehem ehem, Eommanim? Eommanim salah sangka… tadi kami—“ Taeyeon menyangkal. Padahal jelas – jelas mereka sangat menikmati ciuman panas itu.

 

“Aih, Baekhyunnya Eomma sudah gede rupanya~” gurau Nyonya Byun lalu melangkah masuk ke dalam kamar anaknya itu. “Kalian itu harusnya mengunci pintu kalau mau ehem ehem gitu…”

 

“Ehem ehem gimana, Eommanim?” Taeyeon lagi – lagi mencoba menyangkal. Namun tampak sekali bahwa dia sedang berusaha menahan malu yang sangat. Bayangkan dirimu dan suamimu sedang berciuman dengan romantisnya, namun tiba – tiba dirusak dengan kedatangan ibu mertua. Malu banget beneran. Wajahnya saja sudah memerah.

 

“Ehem ehem…” Nyonya Byun semakin gencar meledek kedua anaknya itu. Kemudian beliau tertawa dengan senangnya, “Aigoo, kalian ini… hahaha”

 

“AAA!! EOMMA!! KELUAR SANAA~!!” Usir Baekhyun dari balik bantal. Tangannya terkibas – kibas di udara – bermaksud menyuruh ibunya itu keluar dari kamarnya. Mengganggu banget, dan memalukan!

 

Nyonya Byun mencibir melihat kelakuan Baekhyun, “Kau mengusir ibumu sendiri, heh?”

 

“IYAA!! AKU MENGUSIR EOMMA!! KELUAAARR!” teriak Baekhyun dengan nyaring – teriakan khas seorang perempuan. “EOMMA! KELUAR DARI KAMAR INI SEKARANG!!”

 

“Kenapa kau menyuruh Eomma keluar? Kau mau menerkam Taeyeon lagi, ya?” ledek Nyonya Byun lalu tertawa dengan kerasnya, kemudian keluar dari kamar anaknya itu.

 

“YA!!! EOMMAAA~~~!!!”

 

“Haha, nae Baekhyunnie, kalau melakukannya lagi ingat kunci pintu yaa~”

 

EOMMAAAAAA!!!”

 

Morning Eommanim…”

 

Taeyeon mengucek matanya pelan karena kantuk yang masih melandanya. Gara – gara kejadian semalam itu, Baekhyun kembali ngambek. Dia menolak untuk memeluk Taeyeon lagi sambil tidur seperti sebelum – sebelumnya dengan alasan, ‘Aku takut tiba – tiba Eomma masuk ke dalam kamar lagi dan meledekku!’. Dan karena itu, Taeyeon harus melancarkan rengekannya sampai larut malam demi dipeluk sang suami tercinta.

 

“Eh? Taeyeonnie sudah bangun ya?” Taeyeon nyengir saja sambil mendudukkan tubuhnya di kursi meja makan. Gadis itu hanya duduk sambil memperhatikan ibu mertuanya yang sibuk membuat sarapan. Dia tidak berniat membantu karena pasti akan disuruh untuk duduk saja oleh Nyonya Byun. Dia sudah hafal akan hal itu.

 

Eommanim masak apa?” tanya Taeyeon basa – basi.

 

“Tidak banyak, hanya masak nasi goreng vegetarian. Makanan wajib Baekhyun dulu”

 

Alis Taeyeon mengernyit. Makanan wajib Baekhyun dulu? Sabar… maksudnya—

 

“Dulu itu Baekhyun paling tidak mau makan makanan yang berlemak, dia takut gendut katanya” Taeyeon melongo. Tapi nggak heran juga kalau itu adalah seorang Baekhyun. “Tapi sejak menikah dengamu, kayaknya dia sudah mulai berubah. Dia mau makanan yang digoreng, ‘kan sekarang?”

 

Aduh, perkataannya Nyonya Byun seakan menyindir Taeyeon banget. Mentang – mentang masakan yang bisa Taeyeon masak – paling lumayan di antara yang lain – hanyalah makanan yang digoreng, seperti kentang goreng, ayam goreng, nasi goreng, dan lainnya. Kalau begitu ya Baekhyun mau tidak mau harus memakannya daripada mati kelaparan, ‘kan?

 

Taeyeon meringis saja menanggapi. Sedangkan ibu mertuanya sudah tertawa, “Lain kali kau harus belajar masak dari ibumu ini, sayang” candanya.

 

Ne eommanim,” sahut Taeyeon sambil menahan rasa malunya. Ya ampun, mentang – mentang dia tidak bisa masak dengan baik,  ibu mertuanya sudah bilang gitu. Maklum saja deh.

 

“Oh ya, sayang, dimana suamimu yang sangat pintar berciuman itu?”

 

Taeyeon semakin malu saja ketika Nyonya Byun bertanya seperti itu denga kata – kata sindiran yang ngena banget. Masih teringat di ingatannya malu luar biasa ketika Nyonya Byun mendapati dia dan Baekhyun berciuman panas tadi malam. Dan haruskah dia mengulang malu itu lagi pagi ini?

 

“Ehm, dia masih tidur, eommanim” jawab Taeyeon pelan.

 

“Ih, kok masih tidur? Nggak baik tau. Bangunin sana, Tae!” suruh Nyonya Byun sambil mengendikkan kepalanya ke tangga – kamar mereka berada di lantai atas. “Bangunin dia supaya kita sarapan bersama, setelah itu baru Eomma pulang”

 

Wajah Taeyeon cerah mendadak. Nyonya Byun akan segera pulang? Sungguh anugerah…

 

Astaga! Kok kedengarannya kayak dia senang banget ya kalau ibu mertuanya akan pulang? Ini tidak benar sebenarnya, tapi kalau itu menyangkut keluarga Byun yang cetar membahana seperti ini – terlebih itu adalah Nyonya Byun yang gaul banget itu, semuanya dimaklumi.

 

“Oh, ne! Aku banguinin Baekhyun dulu ya, Eommanim” seru Taeyeon lalu bangkit dari kursinya dengan semangat. Bahkan saat berjalan menuju kamarnya pun, Taeyeon merasa langkahnya ringan. Bebannya akan sedikit berkurang dengan Nyonya Byun yang akan segera pulang.

 

Bebas!

 

Huaaa, freedom come to mama, darl~

 

Taeyeon membuka pintu kamar mereka dengan perasaan senang. Gadis itu melongokkan kepalanya ketika melihat sosok suaminya masih beradu dengan selimut dan kasur. “Baekhyunnie~” panggilnya dengan suara riang. Dihempaskannya tubuh mungilnya itu ke kasur dan beringsut di samping Baekhyun.

 

“Baekhyunnie sayang~”

 

“Uhm—“ Baekhyun bergumam sambil membuka selimut yang menutupi tubuhnya tadi. Matanya terlihat berat karena kantuk.

 

Morning dear” senyum Taeyeon pada Baekhyun, membuat lelaki itu spontan melukis senyum yang sama tulusnya. “Morning too

 

“Bangun yuk! Eommanim mengajak kita sarapan sama – sama”

 

Baekhyun cemberut mendadak. “Tidak lapar”

 

Taeyeon tersenyum geli melihat raut wajah Baekhyun. Pasti lelaki itu masih ilfeel dengan ibunya sendiri karena peristiwa semalam. “Aish, jangan begitu. Ayo bangun!” suruh gadis itu sambil memaksa Baekhyun bangun dengan menarik – narik tangannya. “Nanti Eommanim marah, lho”

 

“Biarin!” Baekhyun tetap cemberut, malah membalikkan tubuhnya membelakangi Taeyeon. “Bilang padanya, kalau aku tidak mood makan”

 

“Apa kau akan tetap tidak makan walaupun setelah sarapan Eommanim akan segera pulang?”

 

Baekhyun seketika berbalik dan bangkit dari tempat tidurnya.

 

“Ayo kita sarapan!” serunya dengan semangat ’45.

 

Eomma pergi dulu ya sayang~ Baik – baik di rumah, jangan ngambek terus, dan cepat buatin Eomma dan Appa cucu!”

 

Ne Eomma, ne!” Baekhyun menjawab sambil terus melambaikan tangannya dengan semangat. Lelaki itu dan Taeyeon sedang berada di mobil bersama, mengantarkan sang ibu pulang kembali ke rumah yang besarnya dua kali lipat dari rumah Taeyeon dan Baekhyun. Sedangkan Nyonya Byun sudah hilang dari balik pintu besar rumahnya.

 

Setelahnya, Taeyeon dan Baekhyun merasa lega luar biasa. Setidaknya 2 hari sudah mereka terbekap oleh segala celotehan dan ributnya sang ibu yang terlalu gaul itu. Mobil sudah kembali distarter dan membelah jalanan Seoul pada pagi itu. Hanyalah suasana hening yang didapat jika saja ponsel Taeyeon tidak tiba – tiba berdering dengan nyaringnya.

 

I got a boy ma jean

I got a boy cheum kka

I got a boy handsome boy

 

Yeobseyo, Tiff?” Taeyeon menjawab panggilan teleponnya.

 

“Oh? Reuni bersama?”

 

Alis Baekhyun terangkat mendengar kata ‘reuni bersama’ dari mulut Taeyeon. Reuni bersama? Dan si penelepon pasti Tiffany, sahabat Taeyeon yang sering diceritakan Taeyeon itu. Hati Baekhyun ruwet mendadak.

 

“Sungguh?! Jadi hanya kita – kita aja, nih?”

 

Kita – kita aja? Baekhyun pusing sendiri dengan pikirannya. Pasti ada Tiffany, Jessica, dan mungkin suami – suami mereka, terus… astaga! Pasti akan ada Jongin! Tidaaaak!!!

 

“Oh, ok! Definitely i’ll come,” Taeyeon melirik pada Baekhyun dengan ekor matanya sejenak lalu melanjutkan,”with Baekhyun for sure

 

ANDWAEEEEE!!!”

 

CKIITT

 

Mobil di-rem mendadak. Membuat tubuh Taeyeon bergunjing tiba – tiba ke depan. Gadis itu shock tiba – tiba karena Baekhyun mengerem mendadak dan juga berteriak. Ada apa sih dengan lelaki ini?

 

Gadis itu menoleh pada sang suami yang tampak ngos – ngosan dan juga sedikit shock dengan tindakan tiba – tibanya. “Baekhyunnie, kenapa?”

 

Baekhyun menatap Taeyeon tajam secara mendadak, “Jangan datang ke reuni itu!”

 

Taeyeon melongo. Kenapa dengan lelaki ini?

 

“Hah?”

 

“Jangan pergi ke reuni itu, Taeyeon! Aku melarangmu!” Nada bicara Baekhyun naik oktaf, membuat Taeyeon terkejut setengah mati.

 

“Kenapa kau melarangku?! Memangnya kenapa kalau aku pergi bersama teman – temanku, hah?! Kan bersamamu juga!”

 

“Kau mau membuatku mati dimakan cemburu dengan si Jongin itu ya?!” geram Baekhyun sambil meremas setir mobil. “Aku melarangmu sebagai seorang suami! Kau tidak boleh pergi kesana, Byun Taeyeon!!!”

 

Taeyeon terperangah. Nyalinya menciut sedikit melihat wajah Baekhyun yang emosi seperti itu. Lelaki itu ternyata sedang dimakan api cemburu. Tapi hebat juga pola pikir lelaki itu hingga dapat menerka kalau Jongin pasti akan ada di reuni ini, padahal Taeyeon tidak menyebutkan nama Jongin sama sekali.

 

“Aku melarangmu, Kim Taeyeon” desis Baekhyun lalu kemudian menstarter mobilnya kembali. Matanya menatap lurus juga tajam pada jalanan sana. Hatinya masih terbalut emosi juga cemburu yang ada begitu saja.

 

Sedangkan Taeyeon hanya menunduk dalam diam. Tak berani angkat bicara. Hanya tangannya yang bergerak mengetik sms di ponselnya itu,

 

Tiff, Baekhyun melarangku ikut reuni itu. Jadi, aku tidak pergi, oke? ^^

 

TBC

Note:

Here i am~~

Sorry banget buat FF ini terbengkalai hingga 3 minggu lebih L I’m so sorry~

Dan, bagaimana dengan cerita di part ini? Semoga dapat memuaskan hasrat kalian yang pengen Baekhyun gentle xD

81 thoughts on “Beautiful Husband [Part 5]

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s