Porphyria [2] – Revenge Of The Past

aiko-1181

Porphyria [2] – Revenge Of The Past

by

Harumi Aiko

the Cast :

|| Choi Sooyoung || Wu Yi Fan || Park Chanyeol || Kwon Yuri ||

| Romance, Angst, Thriller, Tragedy | PG-13 | Chaptered |

Poster by Fearimaway

Disclaimer :

Cerita ini hanyalah karangan fiksi belaka yang terinspirasi dari asal-usul dan sejarah vampir.

Previous :

Prolog | [1] Who Are You?

.

Seseorang melangkah mendekati pintu apartemen bernomor 311. Ia memencet bel apartemen yang ia tuju. Beberapa menit kemudian, seorang gadis dengan rambut acak-acakkan membuka pintu apartemennya dengan keadaan setengah tidak sadar karena gadis itu masih terbawa dalam dunia mimpi. Seseorang datang ke apartemen gadis itu, segera memeluk orang yang berada dihadapannya dengan perasaan rindu yang berkecambuk dalam hatinya.

“Nuguya?” Tanya gadis itu pada seseorang yang memeluknya.

“Aku calon tunanganmu, Kris Wu. Dan aku kembali ke pelukanmu,” Tiba-tiba tubuh gadis itu limbung saat mendengar orang itu menyebutkan namanya.

“Kris? Maaf aku lupa,” Ucap gadis itu sambil memegang kepalanya yang tiba-tiba terasa nyeri.

“Bolehkah aku masuk, Youngie?” Tanya Kris ragu-ragu pada Sooyoung.

“Masuklah,” Kris tersenyum sumringah dan masuk ke apartemen Sooyoung sambil membawa koper-koper pribadinya. Kris melihat Sooyoung berusaha menelpon seseorang dan tiba-tiba smartphone yang dipegang oleh Sooyoung terjatuh.

Sooyoung mencoba melihat wajah Kris dengan tangan dan kaki yang gemetar.

“Yi Fan, kau kah itu?” Kris melihat air mata Sooyoung jatuh membasahi pipi gadis itu.

Sooyoung berjalan mendekati Kris dengan langkah kaki yang gemetar. Saat Sooyoung sudah berada di hadapan Kris, Sooyoung langsung memeluknya.

“Kumohon jangan pergi lagi.”

“Aku takkan lagi meninggalkanmu dan aku akan terus di sampingmu,” Ucap Kris seraya tersenyum penuh kemenangan melihat seseorang yang sedang memperhatikan mereka dari jendela apartemen Sooyoung yang terbuka lebar.

Kris melihat seseorang yang sedang memperhatikan Sooyoung dan Kris berpelukan dengan tatapan nanar. Seseorang itu berdiri dibalik jendela apartemennya yang terletak strategis berhadapan dengan jendela besar apartemen Sooyoung, melihat dengan jelas adegan mesra yang membuat seseorang itu kesal pada Kris yang sedang memeluk gadis yang sangat dia cintai.

‘Park Chanyeol, anak iblis biadab. Bagaimana perasaanmu saat seseorang yang kau cintai memeluk pria lain?’ Kris mengeratkan pelukannya dan mencium leher Sooyoung dengan lembut.

KRIS POV

Aku kembali dalam pelukanmu. Kembali untuk membalaskan dendamku pada seseorang yang membunuh ayahku dan juga kedua orang tuamu. Aku dan Sooyoung memiliki takdir yang sama. Orang-orang yang kita cintai dibunuh oleh orang yang sama dengan niat yang sama, ingin memiliki seluruh kekayaan milik keluarga kami.

Hebatnya, sampai lima tahun ini kebusukan orang itu tidak diketahui oleh pihak kepolisian. Siapa saja yang menurutnya menghambat rencana busuknya, akan ia singkirkan dengan cara yang busuk pula yaitu dengan cara membunuh.

Bagiku, dia bukanlah manusia. Melainkan seorang iblis yang menjelma menjadi manusia.

Aku akan membunuhnya dengan tanganku sendiri. Dia harus mati dan membusuk di neraka.

Flashback 5 years ago

Kris memegang sebuah bingkai foto dengan tatapan sendu. Di dalam foto itu mengambarkan kedua orang tuanya yang sedang tersenyum bahagia. Kris sangat merindukan kedua orang tuanya. Sejak ia masih berumur 5 tahun orang tuanya bercerai dan ayahnya memilih untuk membesarkan Kris sendirian. Setelah kedua orang tuanya bercerai, ibunya pergi meninggalkan Kris yang sampai saat ini ia tak tahu kemana ibunya pergi. Sudah sepuluh tahun ibunya tak menampakkan wajahnya lagi dihadapan Kris. Sampai saat ini ayahnya terus mencari keberadaan sang mantan istrinya, tetapi tak kunjung berhasil menemukan mantan istrinya. Kris tidak pernah tahu alasan ayahnya menceraikan ibunya. Setiap Kris bertanya tentang perceraian ayahnya, lelaki yang sudah paruh baya itu tak pernah mau menjawab pertanyaan Kris.

Dua hari yang lalu, ayahnya meninggal tanpa riwayat penyakit yang dideritanya. Ayahnya dibunuh oleh sekumpulan orang yang berwajah seram, berbadan kekar, dan berpakaian serba hitam sambil membawa pistol di tangan mereka masing-masing. Saat itu ayahnya baru saja sampai dirumah setelah lelah bekerja di kantornya tiba-tiba saja sekumpulan orang jahat itu mengacungkan pistol mereka ke arah sang ayah dan mereka menembak ayahnya sedang berdiri di taman depan rumahnya. Kris melihat semua yang terjadi pada sang ayah lewat jendela kamarnya yang berada di lantai dua. Kris sangat jelas melihat kejadian itu karena dari jendela kamarnya menghadap ke arah depan rumahnya.

Setelah orang-orang berbaju hitam itu pergi dari rumahnya, Kris segera berlari keluar kamar menemui ayahnya yang saat itu keadaannya sangat mengenaskan. Darah terus bercucuran dari tubuh sang ayah yang saat itu sedang tergeletak lemas karena peluru-peluru yang masih tertancap di tubuh ayahnya.

“Kumohon bertahanlah.. Jangan tinggalkan aku sendirian, Papa !!!.” (Papa = ayah)

“Papa sudah tidak kuat. Cari Mama lewat Kim Seo Guk di Seoul. Bukalah laci rahasiaku dengan kode tanggal lahirmu.” (Mama = ibu)

Itulah kata-kata terakhir dari ayahnya. Kris segera berlari lagi ke kamar ayahnya untuk membuka laci rahasia dan mencari informasi tentang Kim Seo Guk. Setelah Kris berhasil membuka laci itu, ia melihat sejumlah dokumen dan satu kartu tanda pengenal bertuliskan nama ‘Kim Seo Guk’. Kris mengambil kartu identitas itu dan mencari nomor kontak seseorang yang bernama ‘Kim Seo Guk’ dan menelponnya.

“Apa benar ini Tuan Kim Seo Guk?”

Seseorang yang menerima telepon Kris berdeham, “Iya benar, aku sudah tahu apa yang terjadi. Tuan muda harus segera bersiap-siap karena sebentar lagi orang suruhan saya akan segera menjemput anda untuk pergi ke Seoul”

“Lalu bagaimana dengan ayahku? Aku tak mungkin meninggalkan ayahku sendirian di Beijing.”

“Biarlah saya yang mengurus jenazah Tuan Wu. Situasi saat ini sedang tidak aman buat anda, jadi lebih baik tuan muda segera pergi dari Beijing. Bawa semua dokumen yang berada di laci rahasia itu. Piip…”

Beberapa menit kemudian sebuah mobil dan ambulans berhenti tepat di depan rumahnya. Seseorang keluar dari mobil dan menghampiri Kris, “Tuan muda, saya Xi Luhan diberi perintah dari tuan Kim Seo Guk untuk menjemput anda.”

Sesampainya di bandara Incheon, Kris disambut oleh seorang lelaki yang sepertinya sudah menginjak usia 30 tahun dan di sebelahnya ada seorang gadis cantik berambut panjang yang terlihat seumuran dengan Kris.

“Tuan muda, saya Kim Seo Guk dan ini anak saya bernama Kim Taeyeon. Saya akan membawa anda kerumah kami. Mulai sekarang, anda akan tinggal bersama kami. Dan anda cukup memanggil saya Tuan Kim,” Kris hanya mengangguk tanpa mengeluarkan satu kata pun dari mulutnya.

 Dalam perjalanan menuju Seoul, Kris hanya duduk terdiam sambil memandang keluar mobil. Kris terpukul dengan kematian ayahnya yang terbunuh dengan kondisi mengenaskan. Kris ingin sekali menangis tetapi entah mengapa air matanya tak kunjung keluar membasahi pipinya.

Siapa yang membunuh ayahku? Mengapa mereka mengincar nyawa ayahku?’, Kris berkata dalam hatinya.

Satu jam kemudian, mobil yang ditumpangi Kris telah sampai di kediaman rumah Tuan Kim. Rumah yang berada di hadapan Kris saat ini terlihat minimalis dan tidak terlalu besar seperti rumahnya.

“Mulai sekarang, Tuan muda tinggal di rumah kami. Anggap saja keluarga saya seperti keluarga Tuan sendiri”. Tuan Kim mempersilahkan Kris untuk memasuki rumahnya.

“Kamar untukmu sudah kami siapkan. Selamat beristirahat.” Gadis bernama Kim Taeyeon tersenyum pada Kris. Lelaki itu memasuki kamar barunya dan memutuskan untuk tidur sampai hari esok tiba karena ia terlalu lelah.

_

Keesokan harinya, Tuan Kim dan anaknya yang bernama Taeyeon mengajak Kris ke rumah sakit untuk menjenguk seseorang. Sesampainya di depan kamar rawat inap seseorang, Tuan Kim menyuruh Kris memasuki kamar itu terlebih dahulu.

“Silahkan masuk, Tuan Muda.” Kris melangkah memasuki kamar itu dan ia melihat seorang gadis yang sedang tertidur pulas. Kris memandang ke arah Tuan Kim meminta penjelasan.

“Gadis yang berada dihadapanmu itu bernama Choi Sooyoung. Orang tuanya meninggal sehari sebelum ayahmu meninggal. Dia baru saja mengalami kecelakaan dan membuat hilangnya sebagian ingatan Sooyoung. Yang hanya diingatnya hanyalah keluarga terdekatnya saja. Karena amnesia, Sooyoung lupa bahwa kedua orang tuanya sudah meninggal. Ia juga melupakan seseorang yang bernama Park Chanyeol, namjachingu gadis itu. Tepat di saat Tuan Wu ditembak mati hingga tewas, keluarga Park Chanyeol pergi entah kemana tanpa meninggalkan jejak. Tuan Wu, ayah Park Chanyeol, dan ayah Choi Sooyoung memiliki hubungan kerja yang sangat baik. Kurasa kematian Tuan Wu dan kedua orang tua Choi Sooyoung direncanakan oleh satu orang yang sama.”

“Mungkinkah ayah Park Chanyeol yang membunuh ayahku dan orang tua Choi Sooyoung?” tanya Kris berspekulasi.

“Akupun berpikiran seperti itu. Tetapi sampai saat ini tak ada bukti Tuan Park yang melakukannya. Mungkin saja Tuan Park bersama keluarganya pergi ke suatu tempat karena ia takut menjadi sasaran pembunuhnya selanjutnya.”

Flasback end

_

SOOYOUNG POV

Mimpi buruk itu kembali hadir dalam tidurku. Dalam mimpi itu terlihat jelas seorang namja tersenyum padaku. Namja itu sangat mirip dengan seseorang yang beberapa waktu lalu membuat kepalaku sakit hingga aku terjatuh pingsan. Dan di dalam mimpi itu terlihat dua orang yang tak sadarkan diri dengan kondisi yang mengenaskan.

Pagi ini, kulihat Yi Fan yang sedang tertidur di sofa ruang tamu. Wajahnya terlihat sangat lelah dengan kondisi tidur yang menurutku tidak terlalu nyaman. Saat malam kemarin aku bertemu dengannya, aku tak terlalu mengingatnya dengan nama Kris Wu karena selama dua tahun aku mengenalnya aku sering memanggilnya dengan nama Yi Fan.

Setelah lima tahun, sekarang kau kembali menempati janjimu untuk bertunangan denganku. Aku sangat mencintainya, dan mulai saat ini hari-hariku kembali bersinar karena Kris telah kembali. Aku tak akan kesepian lagi seperti dulu.

Aku mencium keningnya dengan pelan, dan aku memutuskan untuk pergi ke suatu tempat. Aku ingat, keluarga pamanku selalu melarangku pergi ke suatu rumah dan aku tak tahu alasannya mengapa mereka melarangku untuk pergi kesana.

Setelah satu jam perjalanan mengunakan taksi, aku sampai di rumah terlarang itu, Di halaman rumah, tak ada petugas keamanan yang berjaga-jaga membuatku bebas memasuki rumah itu. Suasana rumah itu terasa sangat familiar bagiku. Di ruang tamu, terlihat ada satu bingkai foto yang terpasang di dinding. Aku segera berjalan ke arah bingkai foto itu berada dan terlihat tiga orang tersenyum bahagia. Ada anak perempuan berambut pendek yang wajahnya sangat mirip denganku dan terlihat seorang lelaki yang sepertinya berusia tak jauh dengan paman Choi. Wajah lelaki itu sangat mirip dengan paman Choi. Mungkinkah foto itu adalah foto keluargaku? Jika kedua orang itu adalah orang tuaku, selama ini mengapa mereka tidak menemuiku?

Terdengar suara langkah kaki dari arah belakangku dan seseorang itu membekap mulutku dengan kain yang sangat menyengat membuatku hampir tak sadarkan diri. Aku menoleh ke arah orang itu, terlihat samar-samar wajahnya namun aku mengenalinya.

“Jong In?”, Aku menutup mataku perlahan dan penglihatanku semakin buram hingga aku tak bisa melihat wajahnya lagi.

.

.

aiko-140-2

.

.

Author notes:

Annyeong hasseo.. mohon maaf aku baru bisa memposting chapter 2 ini sekarang..

Maaf yaa kalau chapter ini pendek 😦

sepertinya 1 chapter atau 2 chapter lagi fanfic ini akan ending 🙂

semoga antusiasme reader pada fanfic ini masih ada hehehe 😀

Seperti biasa tinggalkan komentar yaa readers, gomawo ^_^

Advertisements

30 thoughts on “Porphyria [2] – Revenge Of The Past

  1. Pingback: Porphyria [3] – The Ending | EXOShiDae Fanfiction

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s