[Freelance] Silver Bullet

silver-bullet-1

Title : Silver Bullet

Author : ohmija

Main Cast :

–          Im Yoona

–          Oh Sehun

Genre : Horor-Romance

Length : Oneshot

Disclaimer : This story belong is mine

Except the poster by chocolatesoda @High School Graphics

Already post on YoongEXO

A/N : FF ini terinspirasi dari buku, film dan beberapa ff lainnya. Jika ada kesamaan jalan cerita saya minta maaf

Don’t Like Don’t read

Warning : Typo,AU,alur aneh,gaje

NO BASH

Wanita bersurai gelap itu melangkah melewati lorong lorong kayu dengan tenang.  Wajah angkuhnya terlihat sangat cocok dengan baju ketat berwarna hitam legam yang melapisi tubuhnya

Beberapa orang yang kebetulan melewati lorong itu berhenti dan memandangi si wanita yang tidak mempedulikan tatapan orang orang karena dirinya. Dia berhenti di ujung lorong kayu tersebut dan memandang pintu coklat yang menghalangi pandangannya

Ceklek

Pria dibalik meja yang sedang asik melempar lempar bola kasti nya mendongak begitu pintu ruangannya di buka. Senyum pria muda tersebut merekah begitu melihat si wanita yang tetap memasang wajah datar

“Aku sudah membunuhnya” kata si wanita itu datar

“Ah ya ya, tentu saja. Apa ada masalah?” tanya si pria mengundang seringaian si wanita

“Aku bermain main dengannya sedikit” jawab si wanita membuat pria  itu tertawa

“Ada tugas lagi” lanjut si pria muda berubah serius

“Kapan aku libur” keluh si wanita menghempaskan tubuhnya ke sofa dan menatap pria dihadapannya malas

Pria muda nan tampan itu menggeleng dan membuka lacinya, mengeluarkan sebuah map. Dia mendorong map itu hingga berada dalam jangkauan si wanita

Tanpa basa basi si wanita menarik map itu dan membukanya tanpa minat. Sorot bosan di matanya berubah terkejut begitu melihat foto yang terpampang di kertas dihadapannya

 Real name : Samuel Flaglef Oh

Korean name : Oh Sehoon / Oh Sehun

Status : Pure Vampire

Abelity : Wind Controller

Family : Maknae of Exorcist Clan

“Dia?Tidak sulit” sombong wanita itu membaca target di selanjutnya

Pria dihadapannya bangkit dan berjalan tenang kearah jendela kantor bernuansa kerajaan itu

“Kau tahu bukan apa resikonya jika kau gagal dalam misi ini, Im Yoona?”

-u-

Aku menutup pintu ruangan ketua dengan pelan. Menarik nafas dan berjalan (ralat : berlari) dengan kecepatan tinggi mencapai atap dalam hitungan menit

“Oh Sehun?” gumamku menyenderkan tubuhku pada dinding kusam balkon atap

Flashback On

“Aku pulang” seruku menutup pintu rumah dengan keras dan berlari kecil menuju ruang keluarga

Aku mengerutkan kening begitu tidak ada yang menjawab sapaanku. Aku memelankan langkah dan mencoba mendengar suara suara yang tercipta. Nihil

“Eomma?Appa? Eonni?” panggilku takut takut

“Kemana mer—Kyaaaaaaaaaaa” aku menjerit ketakutan melihat tubuh Eomma dan Appa bersimbah darah di depanku

“EOMMA APPA” jeritku mendarah daging dan segera menghampiri mereka yang tergeletak di lantai

Aku menangis sejadi jadinya merasakan tubuh tak bernyawa Appa dan Eomma. Aku  mengguncang guncang tubuh mereka gemetar. Yoona remaja menangis sesenggukan melihat orang tuanya terbaring tak berdaya

Sret

Aku mendongak dan melihat Sehun. Sahabat, adik dan orang yang diam diam memenuhi hatiku berjongkok di hadapanku. Tanpa pikir panjang, aku memeluknya. Memeluk lehernya erat dan menangis di bahunya

Tangannya terangkat membalas pelu—

Brak

Aku meringis bergitu kepalaku membentur ujung meja. Aku merasakan darah mengucur melalui kepalaku. Mengabaikan nyeri dikepalaku aku mendongak menatap Sehun yang berdiri tegak dengan pandangan datar

“Jauhkan tubuh kotormu dariku, jalang” desisnya dingin. Seketika amarahku memuncak, ketika aku hendak bangkit aku melihat nya

Yuri Eonni menatapku nanar di balik cengkraman pria berkulit tan di lehernya

“Eonni?” bisikku miris mendapati eonni ku terluka di beberapa bagian wajahnya

“Y..yoona…mer…eka membunuh Appa” isak Yuri eonni

Sekali lagi aku merasakan letupan kemarahan dan kebencian. Rasa sakit di kepalaku hilang sepenuhnya dan digantikan rasa panas yang menjalari. Aku mengalihkan pandangan dan baru menyadari Sehun tidak sendirian. Dia bersama kelima orang lainnya yang menatapku  datar

“Sehun? Kau…kau yang melakukan ini?”

Sehun menyeringai, menampilkan giginya yang tiba tiba bertaring. Dia tiba tiba sudah berada di hadapanku, memojokkanku

“Kau….harum sekali” bisiknya membuat bulu kudukku merinding

“Ma…mau apa kau?” jeritku ketakutan

“Ini tidak akan lama sayang” bisiknya lagi dan dengan keras menarik tubuhku dalam pelukan. Belum sempat aku bereaksi, di leherku aku merasakan sesuatu merobek kulitku kasar.

Detik berikutnya yang kurasakan adalah sedotan kecil di leherku oleh sesuatu yang tajam. Aku merasakan darahku tertarik oleh hisapan kuat yang di lakukan Sehun

Aku pasrah, jika aku harus mati di tangan orang ini. Yang menemaniku saat aku kesepian, yang diam diam membuatku merona dengan tingkahnya.

Tiba tiba tarikan itu terhenti. Kepalaku pusing dan hal terakhir yang kusaksikan adalah airmata Yuri eonni sebelum akhirnya kegelapan menenggelamkanku

Flashback Off

“Kau masih hidup pembunuh?” geramku meremas data diri Oh Sehun

“Bukankah kau harusnya mati oleh Silver Bullet yang ditembakan oleh ketua malam itu?”

Aku memandang kegelapan malam penuh kebencian. Perlahan tanganku terangkat, membelai pipiku yang dingin tak berekspresi

“Kau membunuh orang tuaku. Menghancurkan hidup eonniku. Dan merubahku menjadi makhluk terkutuk sepertimu. Kau…akan mati di tanganku, Oh Sehun”

-u-

Yoona POV

“Kapan kau akan melakukannya?” tanya Jessica, temanku

“Apa? Membunuh Oh Sehun?Secepatnya” jawabku tenang. Jessica menghentikan kegiatannya yang sedak memasukan peluru kedalam pistolnya

“Kenapa kau santai sekali menanggapinya. Ini berbahaya sekali”

“Kenapa perlu takut? Aku sudah biasa menghadapi vampire”sahutku acuh dan memasukan pistolku dipaha (Author : Semacam Black Widow di The Avengers gitu)

Jessica menggeleng dan mengambil pistolnya, memutar mutarnya di udara “Kudengar, dia adalah yang terkuat setelah sang leader. Karna dia memiliki darah itu, bukan diciptakan seperti yang lainnya”

“Lalu?”

“Demi tuhan Yoona kali ini kau tidak menghadapi vampire biasa. Kau menghadapi seorang vampire berdarah murni yang memiliki kekuatan seribu kali lebih kuat dibandingkan kita dan bahkan saudaranya yang lain” seru Jessica

Aku hanya menatap datar Jessica dan mengambil bootku di samping loker. Tanpa mempedulikan vampire yang menjadi teman sekamarku di asrama ini aku berjalan tenang ke pintu

“Aku tak peduli. Meskipun aku harus mati menghadapinya, asalkan aku bisa membalas apa yang telah dilakukannya pada keluargaku”

-u-

Yoona menatap sendu rumah di hadapannya. Rumah yang dulunya menjadi bangunan termegah di daerah itu kini terlihat menyedihkan dengan beberapa temboknya  yang hancur dimakan waktu dan lumut serta tanaman tanaman liar lainnya menghiasi dinding serta halaman rumah itu

Yoona menghela nafas dan melompati pagar tinggi karatan itu dengan mudah, dia kemudian menyusuri halaman rumah nya yang hancur tak terawatt. Dia bersenandung lirih mengingat dulu di halaman itu, dia dan keluarganya tertawa dan menari nari bersama

Kini halaman itu ditumbuhi ilalang yang tingginya mencapai pinggang wanita berwajah dingin nan angkuh tersebut. Yoona berhenti di sebuah dinding bolong yang dipenuhi oleh sarang laba laba. Berbeda dengan sebelumnya, laba laba yang menghuni sarang nya itu menjauh ketakutan begitu Yoona berada didekat mereka

Dengan sedikit dorongan tangan Yoona, tembok kokoh itu hancur. Yoona melewati puing puing tembok rumahnya dan berjalan menyusuri bagian dalam rumah itu

“Masih sama. Tidak ada yang berubah” ucap Yoona pelan dan langkahnya terhenti menatap sebuah pigura di ruang keluarga

“Appa. Eomma. Eonnie. Aku merindukan kalian” bisik Yoona mengusap usap pigura tersebut

Kemudian dia berbalik, menatap ceceran darah yang mengering di lantai yang kotor . Bagaikan film, Yoona seperti mendapat bayangan kembali kejadian di hari yang paling dibencinya seoumur hidup itu. Yoona bahkan bisa melihat, bagaimana dulu dia menangis memeluk tubuh orang tuanya. Melihat bagaimana eonninya menjerit ketika makhluk hina itu menyentuh lehernya

Rasa kebencian yang selama ini dipendamnya meledak. Wajah putih yang selalu menampilkan ekspresi datar dan tenang itu rusak oleh gelombang amarah yang menerpanya. Tubuh Yoona menegak, sorot sedih di matanya berubah menjadi sorot amarah dan kebencian yang memuncak. Dia menatap penuh kebencian keliling ruangan itu dengan mata coklat susunya

Oh, kali ini bukan coklat lagi warna yang menghiasi mata indah itu. Kali ini iris Yoona berubah bukan menjadi merah seperti saat dia sedang kelaparan. Mata itu kini berwarna perak cair yang mempesona

Manusia biasa mungkin akan sangat kagum dengan kecantikan matanya. Tapi…bagi para kaum immortal, itu adalah pertanda buruk

Karna artinya Im Yoona berada dalam kondisi yang membuatnya tak terkalahkan bahkan oleh vampire terkuat diantara mereka

-u-

Normal POV

Sehun menatap ribuan bintang yang menghiasi pemandangannya. Dia mengangkat tangannya dan menunjuk bintang itu satu persatu

“Bintang?”

“Ya, aku ingin menjadi bintang yang selalu bersinar di berbagai cuaca. Bahkan ketika dia sudah tua dan menjadi lemah. Dia akan meledak dengan kekuatan luar biasa. Hebat bukan?”

“Meledak?”

“Ish kau ini bodoh atau apa? Aku ingin ketika aku akhirnya menemui batas umurku, aku akan meledak seperti bintang itu. Supernova”

“Hahahaha kau ingin tubuhmu hancur?”

“Kau ini! Bukan maksudku meledak dalam artian menjadi berguna untuk orang lain. Seperti supernova yang meledak dan menciptakan bintang baru”

Sehun tersenyum miris ketika kenangan itu kembali memasuki pria dengan manik mata emas tersebut. Dia akhirnya memutuskan untuk bangkit dari rumput tempatnya beralas tadi dan menggerakan tangannya membuat angin untuk membawanya pergi dari rumah tua itu

Gerakannya terhenti ketika indra penciuman nya menangkap bau yang lain di sekitarnya. Sehun mengendus sekali lagi dan pikirannya serta merta menegang

Dia tidak sendirian

Bukan manusia tentu saja, manusia tak berani memasuki rumah yang disebut angker itu. Tapi makhluk lain, yang tidak takut dengan guyolan bernama hantu

Sehun mengerutkan kening, ia yakin itu bau yang sama dengan yang terpancar dari saudara saudaraya. Tapi dia juga yakin bukan saudaranya yang mengikutinya kesini

Dan kemudian, matanya terbelak melihat siapa yang berdiri disana. Seorang wanita dalam balutan baju ketat panjang berwarna hitam dengan garis merah mengitarinya . Wanita itu berdiri memandang lantai, dan kemudian mendongak, mengitari ruangan itu dengan mata coklatnya

Sehun merasa jantungnya berhenti berdetak. Meskipun itu mustahil karna dia tak lagi memiliki jantung. Tapi kenyataannya itulah yang terjadi, dada pria berkulit pucat itu terasa sesak melihat sosok sempurna yang selalu mengganggu pikirannya setiap malam

Sosok yang membuatnya menyukai bintang dan pergi menatap benda langit itu setiap harinya. Sosok yang selalu dirindukannya setiap dia merasa bosan dan lelah. Sosok dengan senyum ceria yang selalu bisa membuat dirinya berada diatas awan

Sosok yang telah ia hancurkan hidupnya. Sosok itu

Im Yoona

-u-

Sehun POV

Aku menerjang masuk mansion dengan keras. Mengabaikan tatapan aneh hyungku yang lain, aku berlari dengan kecepatan tinggi ke kamar dan langsung menghepaskan tubuh ke kasur

Bagaimana bisa?

Bukankah Im Yoona seharusnya mati kehabisan darah?

Tapi….

Pria tua pendiri Red Ville itu menyerangku bahkan sebelum aku menuntaskan nafsuku

Dan kini…

Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri, Im Yoona yang dulu hangat dan ceroboh. Menjadi dingin dan sempurna

Karna aku, aku yang telah merubahnya menjadi makhluk immortal dan mengikatnya selamanya dalam kesempurnaan yang diberikan padanya

“Sehun?Kau tidak apa?” tanya Baekhyun yang tiba tiba sudah berada di pinggir ranjangku. Jangan tanya bagaimana dia bisa masuk begitu cepat

“Tidak apa apa hyung”

“Benarkah?”katanya khawatir

“Aku tak apa sungguh. Kau bisa keluar dari kamarku hyung” pintaku. Baekhyun hyung menatapku sejenak dan kemudia menghilang secepat cahaya

Red Ville

Masyarakat awam mengetahuinya sebagai asrama mewah dengan fasilitas tingkat tinggi itu sebagai sekolah khusus anak anak berotak cerdas

Orangtua pada umumnya akan sangat bangga jika mengetahui anak mereka mampu menembus tebalnya dinding Red Ville.

Mereka tidak tahu bahwa sebenarnya Red Ville merupakan organisasi paling berbahaya di dunia. Organisasi itu menghimpun segala yang ada di dunia ini. Manusia super, mutan, werewolf hingga vampire seperti kami

Organisasi itu melayani berbagai jasa tindakan criminal tingkat atas. Tindakan criminal yang tidak akan mampu terbaca oleh detektif terhebat sekalipun. Singkatnya, Red Ville menawarkan jasa criminal yang bersih dan rapi

Red Ville tidak sembarang dalam menerima murid. Murid murid itu, tanpa sepegatahuan oragtuanya di cuci otak hingga mau menjalani pelatihan keras seperti menembak, bela diri dan masih banyak lagi. Murid mereka nantinya akan menjadi agen tingkat atas yang hebat

Tidak ada yang tahu betapa buruknya Red Ville sebenarnya. Bahkan FBI yang sering mendapatkan agen dari Red Ville pun tidak akan menyadari. Kejahatan mereka tersusun rapi dan dijaga oleh makhluk makhluk yang hanya ada di dunia dongeng

Dan kali ini aku merasa benar benar bodoh. Karna aku secara tidak sengaja, mengirim Yoona, orang yang selalu membuatku kehilangan jati diri sebagai Vampire ke sana. Ke tempat dimana pembunuhan bukanlah hal mengerikan

Aku menyadari aku tidak hanya mengirim gadisku ke Red Ville. Tapi mungkin, aku juga telah mengubah jati dirinya yang sebenarnya

-u-

Normal POV

Suasana menjadi hening ketika Yoona memasuki bar  di sudut kota Seoul. Para pengunjung yang datang ke bar murahan di sudut kota Seoul itu begitu kagum dengan paras Yoona yang sempurna.Yoona sendiri terlihat tidak peduli, ia berjalan santai dan seketika mata semua orang terbelak begitu meyadari pistol yang terpasang sempurna di pahanya

“Nona, anda tak boleh membawa pistol kesini” seru seorang pria mewakili tatapan kaget disekitarnya

Yoona menatap tenang orang itu “Aku bukan polisi tenang saja. Aku hanya…” dia menggulirkan mata peraknya kepada seorang pria berwajah pucat yang sedang duduk di sudut bar ditemani beberapa wanita di kanan di kirinya “menemui teman lama”

Perak dan Emas bersatu

Dua mata berbeda warna itu bertemu oleh sorot datar yang masing masing terpancar. Pria pucat yang menjadi maknae dari clan nya itu bangkit dan berjalan tenang menuju pintu belakang bar. Mengundang Yoona untuk berbicara di tempat lain

Yoona akhirnya tanpa banyak bicara melewati beberapa pengunjung yang menatap aneh dan mengikuti targetnya mmenjauh dari kerumunan. Begitu dirinya sampai di luar bar, Sehun menatapnya datar kemudian berlari dengan sangat cepat kea rah selatan. Sontak Yoona mengikutnya, meskipun kecepatannya tak mampu mengimbangi vampire berdarah murni tersebut

Sehun memperlambat larinya, ia tahu Yoona tak akan sanggup mengejarnya. Tapi ia yakin, baunya meninggalkan jejak yang cukup jelas untuk di ikuti

Kemudian tubuhnya menegang kaget begitu mendapati wanita yang memenuhi pikirannya itu sudah berada di depannya. Menatapnya penuh dendam dengan mata perak berkilau mengerikan

-u-

Yoona POV

“Lama tidak berjumpa, tuan Oh” kataku tenang. Sehun terkekeh dan memainkan jarinya, menciptakan angin kecil disekitarnya

“Kau terlihat cocok dengan baju itu” jawabnya acuh

“Kau tahu tujuanku datang?” tanya ku to the point. Sehun mendongak, menatapku dengan satu alis

“Membunuhku”

Aku menyeringai dan menarik sigap pistolku dan mengacungkannya pada Sehun yang tetap terlihat tenang

“Kris begitu khawatir aku tak mampu mengatasimu jamur kecil. Sayangnya, kau bukan tandingan untukku” ucapku santai

“Kau lupa siapa aku?”

“Darah murni?Aku tak peduli” dengusku

“Kenapa kau ingin membunuhku?” tanyanya

Aku memejamkan mata dan menatap mata emas itu tajam “Kau.membunuh.orang.tuaku”

Sekilas, aku melihat mata itu berkilat sedih, kemudian berubah menjadi sorot pengertian yang dalam

“Kau pasti membenciku. Na-yya”lirihnya pelan. Aku mengeratkan genggamanku dipistol, berusaha tidak menembaknya sekarang karena menggunakan panggilan lama yang diam diam begitu kurindukan

“Kau masih bertanya?”bisikku dingin

Aku terkejut bukan main ketika tiba tiba Sehun sudah berada di depanku, berlutut dan menatapku dalam “Aku minta maaf. Aku tidak bermaksud untuk melakukan itu”

“Tidak bermaksud katamu? Nyawa mereka mungkin tak berharga bagimu Sehun. Tapi bagiku, nyawa itu sangat berharga” teriak ku meluapkan emosi mendengar kalimat terakhirnya

“Aku akan menerima dengan senang hati jika kau akan membunuhku sekarang Na-ya. Aku tidak akan melawanmu sungguh, tapi biarkan aku menjelaskan semuanya dari sisiku” pintanya memohon dan menatapku iba

Aku mengacuhkan tatapannya dan mengarahkan pistolku ke kepalanya. Bersiap untuk mengirim Oh Sehun ke neraka yang sesungguhnya. Aku medesis marah “Kenapa? Kenapa aku harus mendengar perkataan makhluk sepertimu?”

“Karna penting bagiku untuk mengatakan betapa aku ingin sekali menembakan peluru itu ke kepalaku begitu menyadari aku telah merubah mu menjadi seperti sekarang” bisiknya lemah

Aku menelan ludah kasar, berusaha mati matian untuk tidak luluh oleh sorot mata iba yang terpancar dari kedua mata emasnya yang memikat

Aku menimbang nimbang sejenak, kemudian menurunkan pistolku. Berbalik dan menjauh beberapa langkah darinya “Kuberikan kau waktu 10 menit untuk menjelaskan apa yang tidak ku ketahui. Lebih dari itu, maka selamat tinggal kepada hidupmu”

“Kau tidak mengatahuinya Na-ya, orangtuamu adalah hunter terkuat yang pernah ada. Ketika itu, kami semua memutuskan untuk membunuh kedua orang tuamu yang dapat membahayakan eksistensi kami di dunia. Jadi para Ipswich—vampire bangsawan menunjuk kelompok ku untuk melakukannya”

“Aku menolak dengan tegas saat itu, aku tidak mau melakukannya. Aku berpikir, selama kami bisa menghindari kejaran orang tuamu, kenapa kami perlu membunuhnya? Tapi…hyungku setuju dengan vampire lainnya, orang tuamu harus mati”

“Aku menolak, aku bahkan berani melayangkan tantangan untuk berduel dengan para petinggi Ipswich jika mereka berani menyentuh kedua orang tuamu. Aku tidak mau melakukannya, aku tahu kau akan sangat terluka dan hancur”

“Tapi aku tak memiliki kekuatan. Aku memang termasuk darah murni terkuat di jajaran Vampire lainnya, tapi aku tak bisa melawan kehendak Ipswich. Terlebih mereka mengancamku Na-ya, mereka mengancam akan membunuhmu jika aku tak melakukan perintah mereka”

“Aku tak memiliki pilihan lain. Aku harus memilih, orangtuamu atau kau. Dengan berat, aku harus memilih kau Na-ya. Aku masih ingin melihat senyummu lebih lama lagi”

Aku tertegun dengan cerita Sehun. Aku berbalik dan melihat matanya yang penuh penyesalan yang dalam. Seketika aku merasa dadaku ngilu menyadari bahwa vampire di hadapanku tak berbohong dengan perkataannya

-u-

Sehun POV

Aku menatap Yoona yang memandangku tajam. Kilau kebencian di mata peraknya meredup dan berpendar lemah. Ekspresi wajahnya keras tak terbaca, dan tubuhnya tegap tak bergerak memandangku

Kuhembuskan nafas berat dan menunduk menatap aspal nanar“Yoona-ah, aku mohon maafkan aku. Aku bodoh tak mampu menahan mereka”

Yoona tidak menjawab dan kemudian aku mendengar suaranya yang sedingin es“Kenapa? Kenapa kau melemparku saat itu?”

Aku terhenyak dan menggeleng sedih “Ahh, maafkan aku sungguh. Aku tidak bermaksud untuk mendorongmu, aku ingin sekali memelukmu saat itu. Tapi…sesuai perjanjianku, aku harus membuat kau menjauh dariku dan seluruh kelompokku. Agar kau nantinya tidak mengetahui rahasia kami yang sebenarnya”

Aku mengambil jeda sejenak dan mengangakat wajah, menatap wajah rupawan yang terlihat berusaha menenangkan dirinya “Aku tidak menyangka, dorongannya begitu keras hingga membuatmu terluka, aku mengutuk diriku sendiri saat itu.Dan…sebuah kejadian tak terduga terjadi Na-ya, aroma darahmu yang selalu menggangguku ketika kita bersama menggodaku lebih dari apapun”

“Aku kehilangan kendali saat aku mengigitmu. Pertahanan yang selama ini kubangun hancur karena darahmu yang menggoda. Aku tak bisa mengontrol rasa hausku, terlebih aku belum berburu beberapa hari itu”

Wajah itu berkerut marah. Aku melihat kepalan tangannya menguat dan dengan sekali sentak dia menendang dadaku hingga terpental jauh. Aku tidak melawan, aku pantas menerima ini. Aku justru memuji kekuatan Yoona yang mampu menendangku cukup jauh. Tidak mengherankan, aku hapal mata itu.

Sret

“Apa kau tahu betapa sakitnya aku saat itu Oh Sehun? Kau, seseorang yang menemani hari hariku berubah menjadi monster mengerikan!” jeritnya mengangkat tubuhku membentur beton yang langsung retak merasakan bobot tubuhku

Aku tersenyum sedih dan menatap Yoona pasrah “Setidaknya, aku sudah bisa bertemu dengamu dan mengatakan yang sebenarnya sebelum kau membunuhku”

Yoona melepaskan cengkramannya di leherku dan berbalik dengan cepat. Meniggalkanku yang terbatuk batuk atas cengkaramannya

“AAAAAAAAAAAAAAAAA” jeritku mendarah daging begitu tubuhku terasa sangat sakit. Seperti ditusuk ribuan jarum, dilindas seratus truk, diinjak injak sekawanan banteng, digergaji menjadi dua dan di tenggelamkan di cairan asam secara bersamaan.

Sakit sekali

Pikiranku tak sanggup untuk memikirkan kata kata yang cukup untuk menggambarkan rasa sakitku sekarang. Meskipun begitu, di sudut otakku yang mati, aku dapat berpikir jernih dibalik siksaan luar biasa yang membakar tubuh dan pikiranku

Aku memfokuskan pandangan pada Yoona yang berdiri memadangku dengan mata perak nya yang semakin gelap. Menandakan betapa marahnya dia saat ini

Kemudian rasa sakit itu terhenti bersamaan dengan ujung pistol berukir yang menempel di pelipisku “Katakan padaku. Bagaimana rasanya?”

Aku terbatuk. Rasa sakit itu masih membekas di pikiran namun tubuhku sudah benar benar lupa dengan rasa sakit yang menyerang. Sekali lagu aku terbatuk dan menatap Yoona tak mengerti

“Pain Controller”

Aku membelak kaget. Tidak, ini tidak mungkin. Im Yoona seorang Pain Controler? Demi tuhan itu kekuatan yang langka sekali

“M…wo?” gagapku terlalu terkejut

“Aku membawa  rasa sakit di hatiku ke hidupku yang baru. Akibatnya aku mampu membuat seseorang mati perlahan oleh rasa sakit yang kuberikan”

Sekali lagi aku tertegun

Sebegitu parahkah lukanya hatinya? Hingga ia membawa hal terkuat yang dimilikinya di detik terakhir jantungnya berdetak ke kehidupan barunya?

-u-

Normal POV

Yoona menatap Sehun datar, mata peraknya membara oleh amarah. Pistol nya sudah berada di ujung pelipis Sehun yang terduduk menyender di beton yang retak, siap untuk eksekusi yang akan dilakukan sahabatnya dulu itu

“Aku tak ingin berbasa basi. Ucapkan kata kata terakhirmu Oh Sehun” sahut Yoona dingin

Kesalahan

Itu adalah kesalahan, karna detik berikutnya bibir merah Yoona sudah di lumat oleh Sehun. Pistolnya terjatuh dan tangan nya tertahan dalam genggaman hangat Sehun. Yoona mengerjap ngerjap memahami apa yang terjadi, sedetik kemudian dia berusaha mendorong tubuh Sehun yang menciuminya lembut

Nihil

Ia harusnya tak lupa, bahwa pria yang sedang menciumnya ini adalah Vampire darah murni., bukan yang digigit sepertinya. Kekuatan Sehun lebih kuat darinya dan tambahan; Sehun adalah orang yang menyebarkan racun itu kedalam nadinya. Membuatnya lemah oleh gejolak yang menghantamnya

Yoona terdiam tak membalas ciuman Sehun hingga dia melepas ciumannya dan mengambil pistol Yoona “Kau boleh menembakku sekarang”

Yoona dengan pikiran keadaan masih kaget tak bisa berpikir jernih. Dia terdiam sejenak dan menatap Sehun yang tersenyum lembut tanpa ekspresi

“Kau..menciumku….?” beo nya tak percaya

Sehun tersenyum dan membelai lembut rambut Yoona yang diterbangkan angin “Saranghae, saranghae Im Yoona. Sejak dulu aku tak pernah menganggapmu sebagai sahabatku, aku selalu memandangmu sebagai wanita. Aku mencintaimu dari dulu hingga sekarang, rasa itu tak pernah berubah”

Yoona tersentak kaget mendengar pengakuan target sekaligus sahabatnya itu. Dia mengerjap ngerjap bingung sedetik kemudian dia menatap Sehun dengan tatapan tak bisa diartikan

Perlahan, mata perak  Yoona berubah. Kembali ke warna aslinya yang mempesona dan lebih manusiawi. Mata dingin itu memudar digantikan warna coklat susu yang hangat

-u-

Yoona POV

Pertahananku hancur begitu Aku menatap mata emas yang berkilau itu. Tubuhku luruh ke aspal, dan pistolku terlepas dari genggaman

Perasaan yang selama ini terpendam dalam hatiku menyeruak. Gambar gambar kenangan masa masa indah dulu memenuhi pikiranku

“Yoona?” panggil Sehun khawatir

Butuh lima detik bagiku untuk memeluk tubuh Sehun yang berjongkok dihadapanku. Menenggelamkan wajahku di bahunya yang terasa hangat

Aku tidak tahu berapa lama aku memeluknya yang membelai punggung ku dengan halus. Aku hanya ingin seperti ini, hanya ingin menuntaskan gelora perasaan yang membuncah

“Sudahlah. Kau membuatku semakin bersalah. Lebih baik kau tuntaskan saja tugasmu sekarang” bisiknnya.

Aku terhenyak

Tugas

Demi Tuhan aku harus segera membunuh vampire ini!

Tapi….

Aku melepaskan pelukanku, mengambil pistol dan mengacungkannya tepat di dahi Sehun

“Sanggupkah aku menarik ini? Sanggupkah aku mengirimmu ke neraka? Setelah aku mendengar kata yang sangat ingin kudengar beberapa tahun lalu?” bisikku

Mata emas itu melebar kaget. Dia menatapku dengan ekspresi yang tidak terbaca. Kutarik nafas, menurunkan pistolku perlahan lahan

“Saranghae. Rasa itu terpendam jauh dalam lubuk hatiku”

“Yoona..”

“Rasa cintaku padamu sama besarnya dengan rasa benciku Oh Sehun. Meskipun aku telah mendengar yang sebenarnya, tetap saja kau telah membunuh orangtuaku” potongku datar

Mata kaget Sehun berkilat sedih dan kembali menjadi pandangan tanpa ekspresi.Dia memejamkan matanya dan tersenyum lembut

“Kalau begitu, bunuh aku”

Kembali dadaku terhantam keras. Aku merasakan kepalaku terasa panas dan seperti ada yang merengsek keluar, namun terhalang sesuatu

Jadi begini rasanya menangis

Sudah lama, sejak aku terbangun dan merasakan kekuatan dalam tubuhku, aku tidak pernah menangis. Lebih tepatnya, tidak bisa menangis. Tidak bahkan ketika aku menyaksikan Yuri eonni meninggal dalam tidurnya

Kupejamkan mata, dan dengan cepat mengambil pistol itu. Mengembalikan pada tempatnya semula. Kupandangi mata emas Sehun yang meredup

“Nanti” ujarku berbalik dan meninggalkan Oh Sehun

Seratus meter dari tempatku berlari, Oh Sehun menatap angin yang kutinggalkan dengan sendu

-u-

“Kau tahu bukan apa resikonya jika kau gagal dalam misi ini, Im Yoona?”

“Apa? Mau mengurungku lagi dalam penjara pikiranmu?”

“Mati”

“Hah?”

“Ipswich telah lama mengarahkan mata merahnya pada Oh Sehun. Bagi Yunho sendiri, Sehun adalah permata dalam koleksinya. Dia dan kelompoknya, sekutunya yang paling hebat”

“Lalu?”

“Ayahku meninggalkan pesan sebelum mereka membakarnya Yoona, dia mengatakan bahwa untuk menghancurkan Ipswich maka hancurkan satu persatu sekutu mereka. Jessica telah berhasil mencerai beraikan shawols, sekarang exorcist adalah tugasmu”

“Aku tidak mengerti”

“Untuk menghancurkan exorcist, maka kita akan merobohkan pilarnya. Yaitu Oh Sehun sendiri. Sang pencipta. Mereka akan sangat marah mengetahui adik kesayangan mereka terbunuh dan akan mencoba menyerang kita. Membuat kita semakin mudah menghanurkan mereka”

“Apa hubungannya dengan Ipswich Kris?”

“Dengan begitu mereka kehilangan sekutu terkuat mereka. Kelompok kita terus menguat dan akan tiba saatnya waktu untuk menghancurkan mereka semua”

“Bagaimana jika mereka menghalangi kita menghancurkan sekutunya?”

“Summer Choi berada dalam genggaman kita Im Yoona. Yunho tidak akan berani macam macam!”

“Baiklah”

“Lakukan tugas ini dengan benar Im Yoona. Karena jika kau melakukan kesalahan, maka kau sendiri yang akan mati ditangan ku atau mereka. Camkan itu!”

Flashback Off

Aku berbaring pada rumput basah halaman belakang rumah lamaku, mengingat kata kata Kris tempo hari

Sudah lama aku mengabdi pada Red Ville. Tempat yang mengajarkanku banyak hal. Tempat dimana aku memandang kejamnya hidup

Pertama kali aku terbangun,7 tahun yang lalu, ayah Kris mengajakku bergabung dengannya. Sebagai imbalan atas Yuri yang diselamatkannya

Diasrama itulah aku menjadi pribadi yang kejam. Aku membunuh dan mencuri dengan bersih. Aku adalah kebanggaan mereka. Kekuatanku selalu dipandang istimewa oleh Kris maupun ayahnya

Selama disana, aku tidak mendengar satupun berita tentang kelompok yang telah membunuh keluargaku. Di tahun tahun pertamaku, ayah Kris mengatakan bahwa mereka telah dihancurkan olehnya.Namun sekarang aku tahu, mereka menyembunyikan rahasia itu dariku

Kembali kuhela nafas, menatap ribuan bintang yang membentang dihadapanku

Haruskah aku membunuh Oh Sehun?

Pria itu, aku yakin tidak berbohong. Aku bisa merasakannya dalam hatiku bahwa semua ucapannya benar

Ucapannya masuk akal dengan larangan orangtuaku dulu untuk dekat pada keluarga Sehun

Dalam diriku, kebencian yang telah melekat selama tujuh tahun itu memuncak. Saat melihat mata emasnya, saat melihat kesempurnaannya dalam setiap aspek

Tapi, rasa yang telah kubunuh seiring dengan berjalannya waktu itu nyaris membuat semua kebencian itu memudar. Membuatku ragu dan bimbang

Aku mencintainya namun aku juga membencinya

Jika aku mengalah pada cintaku, maka aku akan mati. Seperti kata Kris,ditangannya atau Ipswich atau Exorcist

Namun jika aku membunuhnya, itu akan menjadi penyesalan terbesar dalam hidupku.

“Melihat bintang?”

Aku terkesiap dan menoleh cepat, menatap vampire tinggi itu tersenyum ramah tak jauh dariku

“Bagaim—“

“Wind Controller. Sangat membantu untuk mengejutkan seseorang”

“Sial”

Sehun terkekeh dan dengan satu gerakan ikut membaringkan tubuhnya di sampingku. Membuatku menghirup aromanya yang memabukan

“Sejak hari itu, aku menyukai bintang dan pergi kesini setiap harinya” ucapnya menatap bintang. Aku mengikuti pandangannya seraya menikmati semilir angin yang membelai wajahku

“Aku melihatmu. Saat kau pergi kesini kemarin. Kau tahu? Aku nyaris merasakan jantungku hendak meloncat, meskipun itu hal paling bodoh”

“Pantas”

Suasana diantara kami kembali hening, hanya ada suara angin yang menyapu rerumputan

“Yoona” panggilnya

“Hmm?”

“Aku mencintaimu” dan seperti kata Oh Sehun tadi, merasakan jantung yang nyaris melompat adalah sesuatu yang bodoh, sigh.

Ketika aku menatapnya, pandanganku bertemu dengan emas yang berkilau itu. Seketika aku terpesona dengan mata nya yang indah

Jemari tangannya yang kurus dan panjang terangkat dan secara perlahan menyusuri wajahku. Membuatku reflek memejamkan mata

“Aku senang kau tidak berubah banyak Yoona. Kau tetap Yoona-ku dengan senyumnya yang cantik” pujinya menyentuh pelupuk mataku

Sudut bibirku terangkat. Dan jika saja sel tubuhku tidaklah mati, saat ini darah sudah mengalir menuju wajahku

“Jangan menggodaku Oh Sehun”

“Aku tidak bercanda. Aku menyukai kau yang seperti ini. Angkuh namun menggemaskan. Meskipun aku merasa sakit telah kehilangan mata yang dulu”

“Sehun…” lirihku

“Mengubahmu adalah penyesalan yang tak akan pernah hilang Yoong. Sakit rasanya merasakan setiap senti kulitmu yang sempurna”

Setiap perkataan Oh Sehun selalu menyihirku. Dari dulu hingga sekarang

Kupandangi wajah tampan itu seksama. Memperhatikan matanya yang berpendar redup. Memperhatikan hidungnya yang sempurna. Mengagumi tekstur kulitnya yang sekuat baja, selembut awan. Hingga jatuh kepada bibirnya

Sehun menyadarinya, arah pandanganku. Aku melihat sudut bibir nya terangkat dan dengan cepat dia telah menciumku untuk kedua kalinya

Awalnya hanya lumatan lumatan kecil, namun kini berubah menjadi ciuman panas yang menggetarkan. Sekitar dua menit kemudian kami melepaskannya

Jika semua menganggapku yang paling cantik ketika mata perak penuh nafsu sudah menguasai diriku, maka mereka perlu melihat bagaimana kilauan yang berpendar di matanya yang sebiru Kristal laut

Mata itu menghipnotisku, membuatku tak lepas menatap wajah rupawan itu. Aku hanya terpaku melihatnya, saat jemarinya membelai rambutku lembut

“Aku membayangkan bagaimana tadi jika kau masih sehangat dulu” kekehnya

“Aku sudah mati kehabisan nafas” jawabku tetap memandangi matanya yang mempesona

Sehun menatapku. Dan senyum kecil terbentuk di bibirnya ketika merasakan perak cair di tatapannya

“Aku memang menyukai warna matamu yang dulu. Tapi entah kenapa, perak ini menyatu dengan dirimu sangat baik”

“Hmm?”

“Aku penasaran apa yang membuat mata ini kembali lagi? Warna coklatmu cantik” bisiknya lembut. Namun aku dapat mendengar nada menggoda dalam suaranya yang sehalus desiran angin

“Kau tahu”

“Apa?” tanyanya memiringkan kepala. Menggemaskan

Aku mendesah dan dengan keberanian yang sedikit, mengecup bibirnya yang memabukan

“Mata mu berubah karena kau sedang dikuasai oleh nafsu. Kau dan aku, warnanya pasti berubah menjadi biru. Seperti Kristal di dasar laut” ujarku tersenyum menatapnya

“Ya, sangat terang dan jernih. Seolah aku bisa mencapai ujung hatimu disana. Ini jauh lebih baik dibandingkan saat matamu itu menggelap seiring dengan amarahmu” bisiknya mengusap bibirku halus

“Menjadi vampire sebenarnya tidak seburuk yang kupikirkan pada awalnya” kataku merubah posisiku menjadi berbaring menyamping mengikutinya

“Contohnya kita bisa berciuman selama yang kita mau bukan?” ujarnya dengan seringai dan detik berikutnya, bibirnya telah mengunciku

Tidak ada lumatan kecil disana. Hanya ada nafsu yang menggelora. Dia menggigit bibirku—aku hanya seperti disentil—memintaku membuka mulut. Lidahnya menyusuri rongga mulutku dan menjilat setiap yang dilewatinya

Tangan nya yang kurus menelusup masuk kedalam pakaianku, memberikan sentuhan sentuhan listrik disana. Aku hanya bisa pasrah, menerima perlakuannya yang memabukan

Aku tidak tahu bagaimana tapi saat ini kami berdua telah naked dengan mata yang berkilau semakin cerah

“Kau milikku malam ini” bisiknya

-u-

Normal POV

Yoona bergelung mencari kenyamanan di dekapan Sehun. Sedangkan pria itu sendiri sedang terpejam,  menikmati nafsu di sisa permainan panas mereka

“Aku harus kembali” bisik Yoona.

Sebuah senyum kecut terukir di wajah sempurna Sehun. Pria itu kemudian merenggangkan dekapannya, membiarkan Yoona berguling menatap langit

“Tapi pertama tama kau harus mencari pakaian” kekeh Sehun menatap beberapa potongan kain yang berserakan di sekitarnya

“Sayang sekali, padahal aku menyukai baju itu” keluh Yoona bangkit

“Sepertinya aku terlalu kasar padamu” balas Sehun dan dengan gerakan luwes bangkit merangkul Yoona

“Ya tapi aku menyukainya” jawab wanita itu pelan dan menunduk. Demi tuhan jika saja dirinya masih manusia, maka wajahnya akan semerah kepiting rebus

Sehun tertawa, nyaring dan lepas. Membuat Yoona merengut dan melepaskan rangkulan Sehun di pinggangnya

“Berhenti tertawa” geramnya berlari cepat kelantai atas, kedepan pintu yang bertuliskan ‘Yoona’

Yoona menarik nafas dan membuka pintu itu perlahan. Segera saja aroma dingin itu masuk kedalam penciumannya yang tajam. Dia berjalan pelan, menyentuh setiap benda dengan ujung jarinya

Dibelakangnya Sehun mengikuti dengan murung. Ditatapnya ruangan berdebu itu, menghirup aroma yang sangat dia rindukan

“Aku tidak tahu apakah pakaian ini masih muat ditubuhku” ucap Yoona dan ketika Sehun menoleh, mendapati wanita itu berdiri di depan cermin dengan sehelai dress biru es ditangan

“Tubuhmu tidak berubah banyak. Aku rasa masih bisa dipakai” jawab Sehun mendekat, mengikuti Yoona menatap tubuh telanjang mereka di cermin

“Mungkin. Aku tidak menyangka aromaku seharum ini dulu” kata Yoona angkat bahu dan dalam waktu singkat berhasil memakai dress itu ditubuhnya

Dalam hati  Sehun mengiyakan, dia ingin sekali mengatakan pada Yoona betapa dulu dia mati matian menahan agar tidak menghisap habis darah gadis ini. Tapi dia takut itu justru akan membuka kenangan lama di otak Yoona.

Dia tidak takut mati sungguh. Dia tahu meskipun baru 5 menit yang lalu gadis itu mendesahkan namanya, dia tahu bahwa kebencian itu ada. Oh ayolah, bagaimana perasaan gadis itu mengetahui orang yang selalu bersamanya, yang diam diam mencintainya membunuh kedua orangtuanya? Terlebih lagi pria itu merenggut jiwanya

Bukan itu yang ditakutinya

Dia hanya takut jika dirinya mengetuk kebencian itu sekali lagi, maka artinya waktunya telah berakhir. Bukan waktu hidupnya, tapi waktunya untuk  menatap gadis itu lebih lama lagi

“Aku menemukan ini dilemari baju Appa. Mungkin cukup untukmu” Sehun tidak sadar sejak kapan Yoona mengambil baju yang tengah disodorkan kearahnya. Dia terlalu sibuk dengan pikirannya

“Mungkin” sahut Sehun acuh dan dengan satu gerakan memakai kemeja putih itu ditubuhnya. Dia dapat merasakan aroma pakaian itu ketika memakai celana panjang coklat itu

“Ternyata pas ditubuhmu” gumam Yoona memutar tubuh Sehun kearah cermin. Sedangkan pria itu tampak acuh dan segera menarik tangan Yoona dari ruangan itu

Yoona mengambil pistolnya, menimang nimang benda itu di tangannya ketika mereka telah berada kembali di halaman belakang rumahnya

Lagi pikiran itu menghantamnya, dia harus membunuh Sehun, atau dirinya lah yang akan mati.

Tapi dia tak sanggup untuk melakukannya. Dia tak sanggup membunuh hatinya

Yoona terlalu kalut dalam pikirannya  hingga tidak menyadari bahwa Sehun menatapnya dalam. Dia menarik tangan Yoona, membuat gadis itu terkejut dan dengan cepat mengunci bibir Yoona dalam ciuman

Ciuman lembut penuh cinta dari Sehun.

Ketika Sehun melepaskan tautan bibirnya, dia menatap mata coklat Yoona yang cantik. Diam diam dia merindukan mata Yoona yang dulu. Yang hangat dan selalu penuh kepolosan. Bukan coklat yang dingin dan penuh kesempurnaan

Kemudian tubuhnya serta merta menegang merasakan bisikan angin padanya

-u-

Luhan, Kai, Baekhyun, Chen dan Chanyeol menatap tak percaya pemandangan dihadapan mereka. Adik mereka—yang juga pencipta mereka— menatap datar kelima anggota keluarganya

“Sudah kuduga, tidak ada yang bisa membuat Sehunnie kalut. Selain….Im Yoona tentu saja” bisikan Luhan yang sedingin es menggetarkan hati Sehun. Leader dari keluarganya itu menatap tajam Yoona

Yoona?

Well dia menatap kelompok dihadapannya dingin. Tangannya terkepal erat mengingat kejadian dimalam dia kehilangan orangtuanya

“Beruntung Baekhyun dengan cepat menyadari kegelisahanmu Sehunnie. Sekarang minggir dari gadis itu dan biarkan aku menuntaskan pekerjaanmu yang tak selesai tujuh tahun lalu” ucap Luhan penuh perintah

Sehun memejamkan matanya, dia menahan mati matian tubuhnya yang hendak bergerak mengikuti perintah Luhan. Tentu saja, Luhan adalah pemimpinnya. Perintah Luhan adalah sesuatu yang wajib dilaksanakan dan sampai saat ini tidak ada perintahnya yang dibangkan oleh Sehun, lebih tepatnya tidak bisa

“Aku perintahkan kau menyingkir dari gadis itu Oh Sehun” ucap Luhan lagi dengan nada yang mulai meninggi

Sehun membuka matanya dan serta merta keluarganya menegang. Mata emas yang biasanya mengisi orbs itu digantikan oleh warna perak yang mengerikan. Persis dengan gadis disampingnya, yang telah menghilangkan mata coklatnya

“Sehun…” lirih Baekhyun pelan

“Aku tidak akan menyingkir darinya Xi Luhan” jawab Sehun penuh tekanan. Beberapa meter darinya, Luhan mengkeret merasakan suara Sehun

Hanya sekali dalam hidupnya dia mendengar suara itu. Ketika Sehun menentang perintahnya untuk menghabisi keluarga Im Yoona tujuh tahun lalu

“Kau pikir siapa kau? Kau hanyalah vampire yang kuciptakan. Apa yang bisa kau lakukan melawan vampire darah murni sepertiku Lulu sayang?” bisik Sehun penuh wibawa.

Mendengar itu Yoona menggerakan tangannya cepat, mengarahkan pistolnya tepat kebelakang kepala Sehun yang satu langkah didepannya

“Dan apa yang bisa kau lakukan melawan hunter sepertiku, Oh Sehun?”

Luhan langsung tergerak jika saja Sehun tidak mengangkat tangannya, mementalkan Luhan dengan angin kencang miliknya

“Pergilah Im Yoona. Kita selesaikan urusan kita nanti. Jika kau tetap disini, maka kau akan mati ditangan keluargaku” jawab Sehun tenang. Matanya menatap tajam saudaranya yang telah memandangya marah

“Seperti ini?” bisik Yoona dengan suara imut. Membuat Sehun nyaris kehilangan kendali untuk mencium gadis itu. Keningnya berkerut bingung mendengar ucapan wanita yang dicintainya itu

Detik berikutnya, jeritan Kai merobek udara fajar kala itu

Sebelum Sehun sempat bereaksi, tubuhnya sudah terlempar 10 meter dari tempatnya berdiri. Ketika dia bangkit, dia melihat tatapan datar Yoona kepada keluarganya yang mengerubungi Jongin

“Hentikan. Im Yoona hentikan” teriaknya maju dan membelakangi keluarganya. Yoona bergeming, tetap menatap Sehun datar. Sementara, Luhan yang mendengar teriakan Sehun segera menyadari situasi. Dengan mata peraknya yang berkilat kilat dia maju, mendekati Yoona.

Kali ini bukan hanya Kai yang menjerit, namun Luhan pun terjatuh di rumput. Meringkuk menahan rasa sakit ditubuhnya

“Yoona hentikan” bentak Sehun menghampiri Luhan yang menjerit. Ketika dirasakannya, siksaan yang diberikan gadis itu pada kedua saudaranya semakin kuat, dia berlari, mencium Yoona dengan cepat. Membubarkan konsentrasi gadis itu

Luhan dan Kai terbatuk ketika rasa sakit itu menghilang dari tubuh mereka. Dengan kaget mereka melihat Sehun yang mencium Yoona. Tepat di bibir tipis gadis itu

Yoona sendiri, amat sangat terkejut dengan ciuman itu. Ini memang bukan ciuman pertamanya dengan Sehun, tapi amarah dan ketakutan pria itu dalam ciuman itulah yang membuatnya terkejut

“Kau bisa membunuhku tapi jangan sakiti mereka!” bentak Sehun saat dia melepaskan tautan bibirnya. Menatap Kristal perak gadis yang mematung itu

Detik berikutnya Yoona sadar dan melemparkan tubuh Sehun, jatuh menghantam tembok lantai dua rumahnya yang langsung hancur berkeping keping

“Bukankah mereka yang membunuh orangtuaku!? Aku jauh lebih memilih membunuh mereka dibandingkan membunuhmu Oh Sehun! Aku mencintaimu dan jangan hentikan aku menghancurkan keluargamu!” teriak Yoona  mengarahkan pistolnya kearah Sehun

“Takan kubiarkan kau membunuh Sehun!” jeritan Baekhyun dan dalam kecepatan cahaya telah berada disamping Yoona, mencengkram tangan Yoona dan membantingnya ke tanah, membuat Yoona meringis

Baekhyun terengah engah dalam kemarahan hingga tidak menyadari bahwa Yoona telah kembali bangkit, mendorong tubuh pria itu hingga terlempar 3 meter darinya

DORR

“BAEKHYUNNNNNN”

Yoona menatap sinis pria yang memandang peluru perak di dadanya. Mata perak Byun Baekhyun mengarah pada Sehun yang menatapnya takut dan terkejut. Dia tersenyum manis dan mengalihkan pandangannya pada Yoona

“Maafkan aku, Im YoonAh” bisiknya dengan suara tertatih tatih

Detik berikutnya tubuh pria itu melebur menjadi debu keabuan dan bergabung dengan udara

“TIDAAKKKKKK”  jeritan Chanyeol merusak pendengaran Yoona. Dia menoleh dan melihat pria itu bersimpuh di tanah, meratapi kepergian sahabatnya

Amarah menguasi kelompok exorcist itu. Mereka, minus Sehun yang masih terlalu terkejut karena kematian saudaranya dan juga perkataan Yoona bahwa gadis itu tak bisa membunuhnya, menatap Yoona bengis, kecuali Chanyeol

“KAU!” teriak Kai dan dalam satu jentikan jari berada di belakang Yoona, menendang gadis itu hingga tersungkur di tanah

“Rasakan ini!” belum sempat Yoona berdiri, sebuah petir menyambar kearahnya, membuatnya lumpuh seketika

Chen dengan mata peraknya yang semakin gelap berlari dan mencengkram lengan Yoona, membuat vampire itu menjerit merasakan aliran listrik di tubuhnya

“Bunuh dia Kim Jongin! Akan kusetrum dia!” teriak Chen melebihi jeritan Yoona

“YOONA!!” Sehun pecah dari kebekuan dan berlari menghampiri Chen, Yoona dan Kai. Namun seketika, tubuh Luhan telah menghantamnya, kembali membuatnya membentur tembok

“BUNUH DIA KAI! AKAN KUTAHAN SEHUN DENGAN SEGENAP KEKUATANKU!” perintah Luhan menguncu tubuh Sehun dalam pelukannya

“Aku tidak bisa hyung! Aku akan terkena listrik jika menyentuhnya. Dan pistol itu masih ditangannya” ucap Kai sementara Luhan berkali kali terpental ketika kekuatan Sehun menghantamnya

Oh, tentu saja kekuatan Sehun jauh lebih kuat dari Luhan. Luhan memang kuat karena dia adalah leader, pemimpin kelompok itu. Anugrah alfa berada di tubuhnya. Namun tetap saja, Sehun adalah orang yang menciptakannya, yang merubahnya. Terlebih pria itu adalah Vampire darah murni yang bukan digigit sepertinya, tapi vampire yang memang telah dilahirkan sebagai vampire

Dan Chen menyadari itu. Dia tahu Luhan tidak akan sanggup menahan Sehun, terlebih Chanyeol masih belum bergerak dari tempatnya. Terlalu sedih dan terkejut akan kematian Baekhyun

Erangan Luhan dan Jeritan Yoona terus bersahut sahutan. Dan itu menyadarkan Chanyeol, dia menatap Yoona yang masih diestrum oleh Chen dengan bengis. Kemudian berlari, membantu Luhan menahan Sehun

“JONGIN BANTU LUHAN MENAHAN SEHUN! AKAN KUSETRUM GADIS BRENGSEK INI HINGGA MATI” teriak Chen dan jeritan Yoona semakin kencang takkala Chen mengerahkan segala kekuatannya

Kai mengangguk dan berlari menghampiri Luhan dan Chanyeol yang kewalahan melawan Sehun

“JONGDAE HENTIKAN! HENTIKAN JANGAN BUNUH DIA!” teriak Sehun mendorong Kai yang mencengkram lehernya namun percuma karna setelahnya Chanyeol menahannya kembali

“Dia membunuh Baekhyun, Sehun! Dia pantas untuk mati” bentak Luhan membantu Chanyeol mendorong Sehun. Sedangkan Kai, dia sudah kembali bagkit dan menahan tangan Sehun yang berusaha menyingkirkan kedua saudaranya

Ditengah listrik yang mengaliri tubuhnya,  Yoona berusaha untuk focus, dia menggenggam kuat kuat pistol ditangannya sebagai carannya menahan sakit.

“Akan kubunuh kau Im Yoona. Kau telah membunuh Baekhyun dan kini kau akan mati ditanganku” bisik Chen di telinganya. Yoona tidak mempunyai kekuatan untuk marah pada Chen, karena nyatanya jika Chen tidak menahan tubuhnya, dia sudah jatuh di tanah

Tapi Yoona adalah vampire yang kuat. Di asrama Red Ville dia adalah yang paling kuat diantara semuanya. Kekuatannya pun sangat mengerikan. Jika dulu dia perlu menatap mata seseorang untuk menyakitinya, maka sekarang tidak. Jika dulu dia hanya bisa menyakiti satu orang maka dia sekarang dia mampu melakukannya kepada tiga orang sekaligus. Dan itulah yang sedang dicobanya dibalik setruman Chen yang perlahan  akan membuat tubuhnya hancur

“HENTIKAN HYUNG KUMOHON HYUNG!” Yoona semakin focus hingga dia mampu mendengar suara Sehun yang menggema

Chen jatuh, bersamaan dengan terbukanya mata gadis itu. Menampilkan iris perak yang berkilat kilat mengerikan

Yoona telah mendapatkan kembali focus pikirannya

Jeritan Chen mengalihkan perhatian Luhan, Chanyeol dan Kai. Mata tiga vampire itu melebar tak percaya, melihat pemilik superpower yang paling kuat diantara mereka itu terjatuh, meringkuk ketika rasa sakit itu menyiksanya

Yoona terengah engah mengarahkan pistolnya. Tubuhnya yang berlutut di tanah bergetar menahan gelombang yang terus terusan ingin membuatnya lemas di tanah.

“Mati kau sialan!” desisnya pada Chen yang berada dalam kendalinya

DOR

“TIDAKKKK!” tubuh Luhan, Chanyeol dan Kai jatuh. Melihat detik detik kehancuran saudara mereka. Dan mata mereka terbelak lima detik setelah peluru itu tertanam di perut Chen, tubuh Chen melebur dan bergabung menjadi udara

Amarah itu semakin berkobar. Sehun sendiri tidak menahan ketika Kai berdiri dan membiarkan amarah menguasai pria itu. Padahal Sehun tahu bahwa Kai akan mati di tangan Yoona, dia tahu dan tidak berbuat apa apa

DOR

Dan bahkan ketika dia melihat dengan mata kepalanya sendiri tubuh Kai jatuh dihadapannya dia tidak bangkit dan membunuh Yoona. Dia mampu menghancurkan gadis itu tapi dia tak sanggup melakukannya

Dia mencintai Yoona. Amat sangat mencintai Yoona. Dia telah menunggu Yoona 100 tahun masa hidupnya untuk mencintai seorang gadis, menemukan seseorang yang membuatnya rela melakukan apapun. Dia sudah merasakan bagaimana rasanya mengira bahwa gadis itu sudah mati 7 tahun ini.

Dan Sehun tahu bahwa dia tidak akan bisa hidup kembali jika dia benar benar membunuh Yoona

Dia mungkin sangat mencintai keluarganya, jangan bilang bahwa dia tak marah pada Yoona karena telah membunuh Chen dan Baekhyun. Dia marah amat sangat marah

Tapi dia ingat kata ibunya dulu, bahwa vampire darah murni hanya bisa mencintai satu orang gadis sepanjang hidupnya.

Sehun tahu jika dia membunuh Yoona sekarang, maka dia tidak akan bisa bertemu dengan gadis lain yang akan membuatnya jatuh cinta.

Dulu Sehun tidak pernah percaya bahwa dirinya memiliki Jiwa. Baginya dia sudah tidak memiliki Jiwa ketika dia mengigit korban pertamanya, tepat satu jam ketika ibunya—Vampire darah murni yang mendapatkan anugrah dari Tuhan untuk bisa memiliki anak dari rahimnya sendiri— melahirkannya. Jiwa itu telah hilang, ketika dirinya yang masih bayi, merangkak kepada korban yang disediakan ayahnya. Jiwanya hancur ketika darah dengan rasa surga itu mengalir di tenggorokanya

Tapi kemudian Sehun merasakan, ketika dirinya menatap mata coklat teman sebangkunya dulu. Menatap mata yang selalu memancaran kepolosan, kecerian dan keingintahuan yang besar itulah membuat Sehun percaya bahwa dia kembali memiliki Jiwa. Dia yakin gadis itulah jiwanya yang telah lama hilang

Yoona adalah jiwanya

Hatinya

Dan jika Yoona pergi, maka dia membawa Sehun bersamanya. Membawa semua keinginan Sehun untuk hidup di dunia ini

Untuk alasan itulah, Sehun hanya bisa menatap nanar ketika Luhan dan Chanyeol berteriak marah. Yoona sudah mengangkat pistolnya mengarahkan pada dua saudaranya yang kesetanan berlari kearahnya

Kedua mata perak itu bertemu

Dan Yoona menurunkan pistolnya. Tidak sanggup melihat mata itu. Dia membiarkan udara dipenuhi jeritan Chanyeol dan Luhan yang disakiti olehnya ketika dia bangkit dan berlari memeluk Sehun

“Maafkan aku maafkan aku Sehun. Maafkan aku” ucap Yoona dibahu Sehun yang bergetar

Sehun menatap Luhan dan Chanyeol yang terus menjerit. Dia sakit melihat kedua saudaranya seperti itu. Tapi dia juga tidak saggup mematahkan leher gadis ini, membakarnya dan mengirimnya ke neraka yang sesungguhnya

Sehun akhirnya hanya bisa membalas dekapan Yoona, berusaha mati matian mengabaikan jeritan dua saudaranya dengan menghirup berkali kali aroma Yoona

“Bawa aku pergi Sehun-ah. Kumohon. Jauhkan aku dari Kris. Mereka akan membunuhku Sehun. Kumohon”pinta Yoona dengan suara bergetar pada Sehun

“Yoong…”

“Mereka akan menghancurkan Ipswich Sehun-ah. Itulah tujuan kami selama ini. Kris menyuruhku membunuhmu karena kau adalah pilar kelompokmu. Sekutu terkuat yang dimiliki Ipswich. Kris akan menghancurkan saudaramu yang lain saat mereka tenggelam dalam kemarahan karena kematianmu”

Sehun hanya bisa menghela nafas dan menatap Luhan dan Chanyeol yang terus menjerit. Yoona tidak akan membunuh mereka, Sehun tahu itu. Pikiran Yoona sedang tidak terlalu focus, dia tidak akan menghancurkan kedua saudaranya dengan rasa sakit itu

“Aku mencintaimu Sehun. Kumohon, aku tidak akan membunuhmu. Aku tidak bisa melakukannya. Karenanya bawa aku pergi kemanapun. Jangan sampai Red Ville menemukanku”

DOR

DOR

Sehun dan Yoona sama sama mematung mendengar itu. Terlebih Yoona, dia yakin dia tidak menembakkan pistolnya

Dan mata kedua melebar terkejut ketika melihat sosok tinggi itu memandang mereka dingin

“Kerja bagus Im Yoona, aku melihat kau sudah membunuh tiga anggota exorcist. Dan sang leader telah berada di genggamanmu. Namun kenapa aku melihat bahwa darah murni itu masih hidup?” bisik Kris memutar mutar pistolnya di udara

Yoona memejamkan matanya dan menyembunyikan pistol dibalik gaunnya. Dia bersitatap dengan Sehun dan mengangguk

“Kris ini berat untukku. Aku…aku mencintainya” ucap Yoona menunduk

“Bunuh dia atau kau yang akan mati Im Yoona” perintah Kris melemparkan pistol di tangannya. Yang jatuh tepat di hadapan Sehun

“Kris….” Bisik Yoona bergetar

“BUNUH DIA!” bentak Kris. Wanita itu memejamkan matanya, mata peraknya sudah memudar. Kini kembali ke warna coklatnya yang cantik

“Maafkan aku dan aku mencintaimu” bisik Yoona tersenyum semanis mungkin

Sehun terseyum. Dia tahu pistol yang saat ini berada dibalik gaun Yoona masih menyisakan satu peluru. Dia tahu apa rencana gadis ini. Dan Sehun menerimanya, apapun agar dia bisa bersama Yoona. Meski itu di neraka sekalipun

“Im Yoona…” desis Kris tajam

“Aku mencintaimu” ucap Sehun dan dengan cepat mencium bibir Yoona. Dalam dan penuh cinta

Mata Kris terbelak lebar ketika Yoona dan Sehun masing masing mengarahkan pistol kebelakang kepala mereka

DOR

DOR

“Aku membawamu kedalam kematian. Percayalah kita akan bersama. Saranghae Im YoonAh” bisik Sehun terengah engah

“Nado Saranghae Oh Sehun”

Dan kemudian angin membawa mereka pergi. Kedalam keabadian yang sesungguhnya. Menunggu hingga Tuhan mengadili jiwa mereka yang telah hancur

Im Yoona mencintai Oh Sehun dan begitupun sebaliknya

Cinta adalah dua bagian dari satu jiwa yang dipisahkan oleh kelahiran. Pada akhirnya mereka akan saling mencari satu sama lain. Bagaimanapun caranya

Seperti Im Yoona dan Oh Sehun.

Sehun memang harus menunggu 100 tahun untuk Yoona.

Tapi akhirnya mereka saling menemukan satu sama lain, menyatukan hati mereka untuk menjadi Jiwa yang kekal

Biar bagaimanapun caranya, mereka akan tetap saling mencintai

Hingga Tuhan sendiri lah yang akan memisahkan mereka

END

 

 

Akhirnya aku kembali dengan ff baru hahahha

Gimana? Jelek ya? Maaf ya aku agak kurang ahli buat oneshot ._. ini juga karena kesian(?) melihat ff ini mendekam di laptop minta diselesaikan(?) wkwk

Ide nya absurd banget kayaknya -_- aku gatau nonton pilem apaan ampe kaya gini -_- yg jelas banyak kaya the covenant, twilight, Abraham Lincoln dll -_- gabung gabungin ide jadi absurd begini -_-

Sejak kapan coba ada vampire darah murni? Otakku mulai gila sepertinya -_- yg ada penyihir darah murni di harpot(?)

Au ah otak aku mikirnya ke hal hal penuh kegilaan makanya ini cerita juga gila.

Btw yg minta sequel heart attack aku ga janji ya ._. aku kurang bisa bikin fluff gitu -_- yg ada malah gada nyambung nyambungnya sama heart attack -_- jadi ya sudahlah akan kuusahakan. Jika tidak ada penghalang(?)

Oke aku kebanyakan bacot. Don’t forget rcl and see you in other stories ‘-‘)/

17 thoughts on “[Freelance] Silver Bullet

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s