[Freelance] Coincidence Love (Chapter 1)

COINCIDENCE LOVE

Title

Coincidence Love

Author

Nadia NN

Length

Multichapter

Rating

T-13

Genre

Romance, comedy

Main casts

Xi Luhan, Im Yoona

Other casts

Find by yourself

Pairing

LuYoon

Disclaimer

All casts are their parents’ and God’s. I’m just their fans.

Author Note

I hope you like this fanfiction and warning for typo(s). Give me comments and don’t be a siders or plagiators! Have a nice day and happy reading !! ^-^)

Luhan pov

“Luhan-ssi,” Sebuah suara memanggilku dari belakang. Itu Lee Yeonhee—yeoja yang merupakan tipe idealku dan sebenarnya aku punya perasaan terhadapnya.

“Ne, waeyo, Yeonhee-ah?” tanyaku sambil berjalan mendekatinya.

“Apa kau ada jadwal lain setelah syuting drama?” tanya Yeonhee yang merupakan partner-ku di drama baruku “Love”.

“Aniyo, ada apa memangnya?” tanyaku.

“Aku ingin makan malam bersamamu. Apa kau bisa?” tanyanya.

“Aku pasti bisa, pukul berapa kita pergi?” kataku.

“Jemput aku di gedung SM pukul delapan malam,” ujar Yeonhee.

“Apa tidak terlalu malam?” tanyaku meyakinkan.

“Aniyo, aku sempatnya jam segitu,” jawabnya.

“Geuraeyo, aku akan menjemputmu,” ujarku. Dia kemudian meninggalkanku untuk menghafalkan naskahnya lagi sebelumnya adegannya. Tidak salah bukan jika aku memilih dia sebagai tipe idealku? Sama sekali tidak. Sikap lembut dan senyuman imutnya membuatku semakin memandangnya sebagai seorang YEOJA.

Aku syuting selama 4 jam dan akhirnya adeganku semuanya telah selesai. Aku langsung melajukan mobilku ke cafe terdekat yang biasa kukunjungi bersama Yeonhee dengan penyamaran. “Hoaamhh ..!” Aku menguap sambil menutup mulutku dengan kedua tangan. Aku harus cepat-cepat supaya tidak terlambat untuk dinner bersama Yeonhee. Aku langsung turun dari mobil dan berjalan ke arah cafe. Tempat parkirku agak jauh dari letak cafe karena memang hari ini penuh. Semoga saja masih tersisa tempat duduk.

Yoona pov

“Ahaha ..! Benar bukan kataku, Sica-ssi, Kris akan menembakmu di depan seisi sekolah? Bahkan Jung Hani songsaengnim yang terkenal galak! Apa tanggapannya besok?! Wahahaah …!” Aku tertawa riang bersama Tiffany meledeki Jessica yang sedang kesal dengan ulah namja yang menyukainya dari masa SMP, Kris.

“Diam kalian!” bentak Sica berusaha galak. Tapi aku dan Tiffany sama sekali tidak takut dengan bentakannya.

“Apa Jung songsaengnim akan memutuskan kalian setelah berpacaran satu hari? Aku tidak bisa membayangkan nasibmu, Sica ..,” ujar Tiffany meledek.

“DIAM!!!” teriak Sica.

“Hei, kau tahu bukan, ini tempat umum! Apa kau mau kita dikatakan trio gila di sini?!” kesalku sambil membekap mulut Jessica seerat mungkin. Sica langsung melepaskan bekapan mulutnya dan memukul pipiku pelan.

Kami hanya tertawa-tawa dan .. bruk … “Wahh ..!” Spontan, aku berteriak dan …

“Mi .. mianhaeyo, sajangnim! Aku tidak sengaja!” ucapku sambil membersihkan milkshake-ku yang tumpah di baju seorang namja tampan dan cukup tinggi itu.

“Apa kau bisa berjalan dengan bagus sebagai seorang gadis?! Atau aku harus memasukkanmu ke les khusus untuk cara berjalan yang baik?!” protes namja itu sambil menepis tanganku dari bajunya yang sekarang sudah ada warna pink kecoklatannya dan sedikit menyindirku.

“Hei, Yoona, bukankah itu Xi Luhan? Artis SM yang berasal dari Cina itu?” bisik Tiffany yang berada di sebelah kiriku.

“Maaf .. apa Anda Xi Luhan?” tanyaku setelah mendengar perkataan Tiffany.

“Kau sudah tahu namaku, dan kau harus ganti rugi!” pinta Luhan-ssi.

“Geuraeyo, aku bersedia ..,” ucapku pasrah sambil memanyunkan bibirku.

“Kau .. harus menjadi asisten pribadiku ..,” ucapnya yang membuatku hampir sekarat.

“MWO?!” Hanya itu yang bisa kukatakan.

Author pov

“Tidak mungkin! Itu mustahil! Aku bahkan seorang pelajar SMA, bagaimana bisa menjadi seorang asisten pribadi artis terkenal sepertimu? Aku tidak mau!” seru Yoona.

“Jika kau menolak, aku akan menjadikanmu pembantu rumah tanggaku dan menambahkan hukuman lainnya!” ancam Luhan dengan tatapan tajam.

“Michyeosseoyo?!” ucap Yoona keras sampai Luhan harus menutup kedua telinganya. “Tidak! Tidak bisa! Harus seimbang! Aku hanya menjatuhkan milkshake di bajumu! Kenapa ganti ruginya sampai segitunya?!” protes Yoona.

“Karena kau pasrah!” jawab Luhan sambil menarik tangan Yoona ke arah mobilnya dengan paksa dan tidak mempedulikan Tiffany dan Jessica yang memperhatikannya dengan kagum.

“Hei! Tiff! Sica!! Jangan biarkan aku diseret oleh makhluk jahat ini!!” teriak Yoona.

“Eomeona, Yoong-ah .. dia sangat tampan …,” gumam Tiffany yang hampir mengences.

Brak!

Luhan membanting pintu mobilnya setelah memasukkan Yoona ke dalamnya. Dia langsung menyalakan mobilnya dan melaju ke apartemen pribadinya. Dia sebenarnya sudah punya rumah, tapi dia tidak mau menempatinya karena terlalu besar untuk satu orang. Rumah itu akan dia tempati ketika ia sudah punya istri nantinya.

“Hei! Mau kau bawa ke mana aku?! Bagaimana kalau kau memperkosaku atau menjualku ke luar negeri?! Turunkan aku !!” pinta Yoona sambil berteriak.

Luhan tetap berusaha tenang tanpa memedulikan teriakan Yoona yang sebenarnya sangat mengganggu konsentrasi menyetirnya. Akhirnya mereka sampai di apartemen pribadi Luhan dan Luhan langsung membawanya ke kamarnya.

Brak!

Luhan menutup pintu kamar apartemennya dan membanting Yoona ke tempat tidurnya, kemudian membuka bajunya dan sekarang dia ..

“Ahh …! Jangan lakukan itu! Aku masih sangat muda untuk diperlakukan seperti itu! Gyaa …! Jangan! Aku mohon! Tuhan, tolonglah aku dari makhluk mengerikan ini! Gyaa ….!” Yoona berteriak sangat keras dan membuat Luhan kesal.

“Bisakah kau tenang?!” tanya Luhan setengah membentak sambil melemparkan bajunya ke wajah Yoona.

“Mwoya?” tanya Yoona yang sudah sedikit tenang.

“Cucikan baju itu!” suruh Luhan. Yoona langsung bangkit dan menghadap Luhan dengan wajah menantangnya, “Sejak kapan aku menjadi asistenmu?!” tanya Yoona.

“Sejak aku menyuruhmu mencuci bajuku!” jawab Luhan. Mereka berdebat sampai sekitar satu setengah jam tanpan henti sampai ..

Tok tok tok …

“Cepat cuci bajuku!” suruh Luhan dan langsung mendorong Yoona. Yoona tetap berdiri di tempatnya sambil meremas-remas baju Luhan dengan kesal dan marah.

“Yeonhee-ah?! Mianhaeyo, penampilanku tidak sopan!” Luhan langsung gugup begitu tahu bahwa tamunya adalah Yeonhee.

“Kau tidak menjemputku, jadi mungkin ada sesuatu yang terjadi. Dan .. siapa yeoja manis itu?” tanya Yoona sambil menunjuk ke arah dalam dan tepatnya ke arah Yoona.

“Dia asisten baruku,” jawab Luhan tanpa pikir panjang.

“Ohh .. jadi, apa kita bisa makan malam sekarang?” tanya Yeonhee yang terlihat sangat berharap.

“Sepertinya aku harus menundanya, Yeonhee. Mianhaeyo,” jawab Luhan sambil sedikit membungkuk.

“Ah .. gwaenchanhayo, aku juga akan menunggumu sampai kau sempat,” ujar Yeonhee sambil melambaikan tangannya dan pergi dari kamar Luhan.

Klik! Luhan menutup pintu kamarnya kemudian berbalik ke arah Yoona. “Gara-gara kau juga, kencanku dengan Yeonhee gagal!” protes Luhan.

“Ken .. kencan? Kali .. kalian berpacaran? Gyaa ..! Aku bisa bergosip di sekolah, akhirnya!” kata Yoona setengah bersorak gembira.

“Kami tidak berpacaran! Awas kalau kau menyebarkan gosip yang aneh, aku akan semakin menekanmu!” ancam Luhan.

“Jika kau mau menjadikanku asisten, kau harus meminta izin kepada appa-ku dulu dan kau harus bertanggungjawab terhadap sekolahku!” balas Yoona yang membuat Luhan hampir skatmat (?).

“Berikan ponselmu,” pinta Luhan. Yoona langsung merogoh saku celananya dan memberikan ponselnya pada Luhan. Luhan berbicara dengan salah satu kontak yang ada di ponsel. “Appa-mu setuju. Untuk sekolah, aku akan mengantarmu ke rumah untuk mengemas semua barangmu dan membawanya ke sini,” ujar Luhan.

“Bagaimana bisa appa semudah itu percaya dengan orang sepertimu?!” tanya Yoona sambil merampas ponselnya dari tangan Luhan. Dia langsung menelepon appa-nya dan .. “Apakah appa sedang mabuk?” tanya Yoona setelah memutuskan teleponnya dengan appa.

“Besok, aku akan mengantarmu ke rumah dan kau akan izin satu hari, hanya untuk besok. Cepat, cuci bajuku!” suruh Luhan sambil mendorong Yoona.

“Bisakah kau bersikap sopan terhadapmu seorang yeoja?! Bahkan yang seharusnya merupakan dongsaeng-mu?” tanya Yoona agak keras.

“Aku bisa, jika bukan kau orangnya!” jawab Luhan tak kalah keras.

Luhan pov

Arggh …! Dasar yeoja babo! Gara-gara dia, aku jadi tidak bisa berkencan dengan Yeonhee dan menikmati dinner kami. Aku bahkan tidak mengetahui namanya. Hanya karena pekerjaan, dia mengetahui namaku. Dan semoga dia bukan haters-ku karena aku akan terkena masalah. “Hei, yeoja aneh, siapa namamu?” tanyaku.

“Im Yoona,” jawabnya dengan suara datar. Aku hanya manggut-manggut setelah mendengar suaranya yang tidak bersemangat. Semoga saja aku benar-benar tidak serius menjadikannya asisten pribadiku karena yang tadi itu sebenarnya hanya ancaman. Dan entah kenapa, aku menjadikan itu “bahan” yang serius. Ah .. bodohnya aku!

Yeo .. Yoona keluar dengan mukanya yang kusut, bahkan lebih mengerikan dari yang tadi. “Wae?” tanyaku sambil berusaha menatapnya tegas.

“Bekas milkshake-nya .. tidak bisa hilang!” jawabnya dengan wajah cemas.

“Hei! Bisakah kau tenang?” pintaku.

“Aniyo! Bagaimana mungkin aku bisa tenang kalau bekasnya tidak bisa hilang!” serunya dengan wajah khawatir. Apa yeoja ini mengalami gangguan jiwa? Sepertinya iya.

“Sudahlah! Aku tidak akan menyuruhmu mengganti bajuku!” ujarku supaya dia agak tenang. Dia diam sebentar kemudian, “Benarkah?” tanyanya seperti tak percaya. Aku mengangguk sambil mengacak-acak rambutku.

“Haah … akhirnya ..,” ucapnya  sambil berlutut dilantai.

“Ini sudah malam. Tidurlah, di kamar depan,” suruh Luhan sambil masuk ke kamarnya meninggalkan Yoona sendirian. “Benar-benar namja yang menyebalkan .. apakah semua artis begini di kenyataan?” gumam Yoona sebal.

Yoona pov

Aku bangun sangat pagi. Pukul empat subuh. Tepatnya, aku tidak bisa tidur karena namja itu terus “menghantui”-ku. Erghhh ….! Begitu menyebalkankah dia itu?! Dasar namja aneh!

Aku keluar dari kamarku dengan wajah kusut dan rambut berantakan. Tidak ada yang bisa kulakukan hari ini selain menunggu namja itu mengantarku ke rumah untuk mengemas bajuku. Bagaimana bisa appa setuju dengan usulannya, menjadikanku seorang asisten pribadi? Yang bisa disamakan dengan “pembantu”! Aku tidak suka bekerja seperti ini!

Aku melihat seorang namja dan itu Luhan-ssi. “Luhan-ssi, apa yang kau lakukan?” tanyaku.

“Tentu saja menghafal naskah dramaku,” jawabnya kemudian menguap. Aku mematung memperhatikannya beberapa menit kemudian berjalan ke arah dapur yang jaraknya agak jauh. Kamarnya besar dan sepertinya ini memang kamar yang dia pesan khusus untuknya dan berbeda model dengan kamar di apartemen lainnya. “Hei, Luhan-ssi, di mana letak tehnya?” tanyaku sambil membuka lemari kitchen set-nya satu per satu.

“Di kitchen set yang paling atas,” jawabnya sambil tetap serius pada naskahnya.

Aku langsung membuka kitchen set yang paling atas dan menemukannya. Aku langsung menyeduh tehnya dan menyajikannya untuk Luhan-ssi. Tidak mungkin aku mematung memperhatikannya membaca naskah. Bisa-bisa dia merasa terganggu. “Untukmu,” ucapku. Dia mengangguk tapi tetap fokus ke naskahnya.

Tidak ada lagi yang bisa kulakukan. Tidak mungkin aku membuatkannya sarapan subuh-subuh begini. Mungkin jika kuseduhkan teh, masuk akal. Kubuatkan jjajangmyeon, apa masuk akal? Malah dia akan kekenyangan. “Hei, Yoona, aku mau roti bakar,” pintanya tanpa sopan santun.

“Apa kau memanfaatkan keberadaanku di sini sekarang?” tanyaku sedikit kesal.

“Jika ada kesempatan dalam kesempitan, kesempatan itu harus dimanfaatkan,” jawabnya santai.

“Bukan berarti kau boleh menyuruh-nyuruhku untuk membuatkanmu sarapan,” ujarku.

“Kau asistenku bukan? Sudah, lakukan saja apa yang kuperintahkan,” ujarnya. Dengan sangat terpaksa, aku membuatkannya roti bakar dengan satu gosong. Aku tidak peduli. Biarkan saja dia merasakan pahitnya nasibku sekarang, bahkan lebih pahit dari rasa roti bakar gosong!

“Ini,” ujarku sambil menyodorkan sarapannya. Orang aneh. Bisa sarapan di subuh-subuh begini. Sekarang sudah jam 5, dan percuma saja kalau aku mencoba tidur karena sebentar lagi Luhan-ssi pasti akan menggedor pintu kamar yang kutempati. Hh ..

“Sana, mandi,” suruhnya. Apa dia benar-benar sudah gila?!

“Luhan-ssi, aku tidak punya pakaian sehelai pun untuk pakaian ganti,” ujarku.

“Pakai saja sweater dan celana training-ku,” ujarnya.

“Aku tidak mau pakai celana bekas!” seruku. Dia bangkit dari duduknya dan menghadapkan wajahnya ke wajahku, “Akan kusiapkan, NYONYA IM,” ujarnya mengerikan.

Brr ..! Aku merinding mendengar perkataannya. Sangat terkesan seperti ingin menghabiskanku sebagai mangsa satu-satunya hari ini. Hiiyy ..

Luhan pov

Sudah jam 6. Aku langsung berjalan keluar apartemen dan kali ini sangat berbeda dengan kebiasaan biasanya. Ada orang lain bersamaku kali ini dengan pakaian tidur dan sebenarnya itu memalukan. Tapi aku tidak punya pakaian perempuan untuk kupinjamkan padanya. “Jangan berbuat macam-macam dan jangan menyebar gosip yang tidak benar!” pesanku saat mulai memanaskan mobilku.

“Ne, Luhan-ssi,” jawab Yoona sambil menunduk.

“Apa kau tidak malu dengan pakaian itu?” tanyaku. Dia mengangguk tanpa kata-kata. “Hei, jawab aku,” pintaku.

“Tentu saja! Apalagi ini pakaian tidur laki-laki! Aku tidak menyukainya dan memakainya dengan terpaksa,” jawab Yoona akhirnya.

“Masuk!” perintahku. Dia langsung masuk ke mobilku dengan wajah cemberut yang sebenarnya .. manis. Aku melupakannya dan menanyakan alamatnya.

Setelah menunggu Yoona cukup lama untuk mengemas dan izin dari sekolah, aku membawanya ke lokasi syutingku. Hari ini sebenarnya kami akan syuting di Busan. Tapi ditunda sampai adegan selanjutnya karena salah satu pemain kami—Lee Boyoung—ada halangan, sehingga dia tidak bisa datang jika hari ini kami syuting di Busan dan dia adalah salah satu peran utamanya. Jadi, kami tidak bisa menolak.

“Kau tahu apa yang biasa dilakukan asisten pribadi seorang artis?” tanyaku saat masih berada di dalam mobil.

“Ne. Menunggu si artis selesai syuting, mengurusi keperluannya, membawa barang-barangnya, dan intinya, disuruh-suruh pasti ujung-ujungnya,” jawabnya.

“Ganti bajumu di sini. Setelah itu, pegang kuncinya. Jangan sampai hilang!” pesanku kemudian keluar dari mobil meninggalkannya.

-TBC-

Advertisements

26 thoughts on “[Freelance] Coincidence Love (Chapter 1)

  1. Pingback: [Freelance] Multichapter : Coincidence Love (Chapter 2) | EXOShiDae Fanfiction

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s