Slipped (Chapter 6) [Short Story and Preview]

Slipped (Chapter 6)

[Short Story and Preview]

written by Summer

Main Cast: EXO-K’s Oh Sehun, SNSD’s Kim Taeyeon, Actress Kim Sohyun, and EXO-K’s Byun Baekhyun || Sub Cast : SNSD’s Sunny as Lee Sunkyu and f(x)’s Luna as Park Sunyoung  ||Genre: Romance, Friendship, and School-Life|| Length: Chapter || Rating: PG-13 || Disclaimer: Inspired from my own experienced and Movie : Flipped ||

[]

[]

Warning Typo !

Don’t be Plagiator !

Dont’ Bashing Please !

 

“Oh ya, omong-omong aku minta maaf karena bulu-bulu Picco membuat alergimu kambuh.” Sudut mata Taeyeon menatap Baekhyun yang sedang sibuk dengan potongan panekuk-nya. “Besok-besok kita mengerjakan di teras saja atau kalau tidak kita pindah ke rumahmu ?”

Baekhyun menggerak-gerakkan jari telunjuknya, menolak. “Kau jangan merasa tak enak hati hanya karena itu. Aku tak apa, sungguh.” Ujarnya meyakinkan. Taeyeon mengangguk setuju, namun Baekhyun masih belum menyelesaikan kata-katanya. “Lagipula kucingmu lucu-“

Taeyeon hanya tersenyum samar mendengar pujian Baekhyun tentang Picco, kucingnya.

 “-sama seperti pemiliknya”, imbuh Baekhyun sembari menatap Taeyeon dengan bola matanya yang hampir kecoklatan.

Sepotong panekuk yang ditusuk dengan garpu oleh Taeyeon, hampir saja terjatuh ke lantai kalau ia tak sigap menaruhnya lagi di piring. Taeyeon menundukkan wajahnya yang memerah dan sesekali melirik Baekhyun yang nampak tenang saja memakan panekuknya.

Ia salah tingkah.  

                                                **************

“Dia bilang aku lucu seperti Picco.”

Sunkyu yang sedang berjalan sembari mengunyah keripik kentangnya langsung tersedak dan membuat sekitar mulutnya penuh dengan remah-remah. Ia terbatuk-batuk sementara Taeyeon memukul punggungnya dengan tangan. “D-Dia bilang begitu ?” serunya tak percaya.

Taeyeon menurunkan tangannya dari punggung Sunkyu dan mengangguk pelan. “Aneh sekali, eh ?” Ia berjalan dengan kening berkerut, tak menghiraukan muka Sunkyu yang merah karena hidungnya kemasukan remah keripik. Bola mata Taeyeon bergerak memandangi meja-meja kayu di pinggir jalan yang penuh dengan para siswa (mereka semua sedang memanfaatkan jaringan internet gratis milik sekolah saat istirahat) dan bertanya, “Menurutmu kenapa dia berkata seperti itu ?”

Sunkyu yang berjalan cepat untuk mengejar Taeyeon memutar bola matanya tak percaya. “Memangnya apa lagi ?” Ia melihat ekspresi wajah Taeyeon yang masih tak mengerti dengan wajah polos dan mendengus kesal. “Dia menyukaimu, tentu saja !”

Iris mata Taeyeon membulat tak percaya. “Dia menyukaiku ?” Ia terdiam membuat jeda sejenak, “Byun Baekhyun ?” Taeyeon berjalan pelan dan bergumam sendiri. “Tapi  . . . itu tak mungkin. Kita kan baru dekat akhir-akhir ini.” Ia bergumam lagi,  “Ah mungkin karena aku memang lucu dan bukan karena dia menyukaiku.”

Sunkyu memutar bola matanya. “Sekarang dengarkan aku.” Ia memutar bahuTaeyeon dengan satu tangannya yang sudah bersih dari remah keripik. “Jika ada seorang laki-laki yang bersikap baik padamu, tak jarang mencuri pandang kearahmu, dan sering memujimu dengan kata-kata manis, menurutmu apa yang sedang ia rencanakan ?”

Taeyeon terdiam lama bahkan dengan kening yang berkerut saking kerasnya ia berpikir. “Ehm …,” ia bergumam berusaha mencari jawaban yang benar, “mungkin ia sedang berusaha … berteman ?” ujarnya ragu-ragu.

“Berteman ?” dengus Sunkyu dengan ekspresi tak percaya. Ia yang ada disebelah Taeyeon mengerang frustasi melihat betapa lamban dan tidak peka sahabatnya itu. “Kau sudah berapa lama menjadi remaja sih ?” Tangannya bergerak menjambak rambutnya dengan frustasi. “Baekhyun menyukaimu saja masak kau tidak sadar ?” serunya berapi-rapi.

“Pelankan suaramu !” sahut Taeyeon dengan muka memerah. Beberapa orang meliriknya dengan pandangan ingin tahu. Tangannya bergerak membuat isyarat meminta maaf dan permisi kepada orang-orang.

Tapi Sunkyu hanya menggerakkan bahunya santai. “Apa hatimu hanya tetuju pada Sehun hingga orang lain terang-terangan menyukaimu pun kau tak tahu ?”

Hanya butuh waktu dua detik untuk membuat Taeyeon menghentikan langkahnya dan menatap Sunkyu dengan tajam. “Aku tak menyukai siapapun. Bahkan Sehun pun tidak,” balasnya dingin. Ia berjalan cepat dengan buku yang yang ia peluk erat dan meninggalkan Sunkyu yang ada di belakangnya.

“Kasian Baekhyun.”

*********************

Selama seharian ini Taeyeon memilih untuk menutup mulut dan tak sekalipun mengajak Sunkyu bicara. Ia masih marah karena Sunkyu selalu mengait-ngaitkan segala sesuatu dengan Sehun. Dia benci dengan itu. Dia benci usahanya yang selama delapan tahun ini gagal hanya karena Sunkyu berusaha untuk membuat nama Sehun menjadi pelaku utama di dalam kehidupannya.

Dan jangan berfikir kalau ia menyukai itu.

 

“Kau bertengkar dengan Sunkyu ya ?”

 

Sunyoung yang tempo hari sempat hampir pingsan di dalam perpustakaan karena teriakan Sehun dan Taeyeon, berbisik dari ujung meja. Taeyeon berusaha memberikan senyuman meski pada akhirnya terlihat ganjil dan seperti singa yang menyeringai kesakitan. “Hanya masalah kecil,” ujarnya menenangkan.

Sunyoung menangkat bahunya sekilas dan berkata, “Well, kalau begitu aku tak mau ikut campur.” Ia menoleh dan mengulum senyum kepada Taeyeon.

Setelah itu Taeyeon membiarkan Sunyoung sibuk dengan dunianya sendiri sementara ia berusaha menata bukunya kedalam tas dan keluar untuk mengambil seragam olahraga yang ada di dalam loker. Dari sudut matanya ia bisa melihat Sunkyu terus saja menatap kepergiannya dengan tatapan menyesal.

Loker di gedung timur dikhususkan untuk kelas 11.1 sampai kelas 11.8 yang ada disana. Lokernya terbuat dari besi dan berwarna merah dengan setiap murid memegang kunci lokernya masing-masing. Biasanya murid-murid hanya menyimpan baju olahraga di dalam loker ini atau alat mandi dan kosmetik lainnya. Namun beberapa murid lain memilih untuk memindahkan rak buku pelajarannya ke dalam loker. Jadi mereka tak punya alasan untuk ketinggalan buku, meski pada akhirnya mereka jadi tak bisa belajar di rumah (Taeyeon beberapa kali curiga Sunkyu juga seperti itu, karena temannya itu sering kali tak mengerjakan tugas rumah).

Taeyeon mengambil kunci loker miliknya yang digantungi dengan boneka dookong kuning dan membukanya perlahan. Ketika pintu lokernya terbuka, hal yang ada di dalam lemari pribadinya itu membuat bola matanya membulat dan keningnya berkerut dalam. Biasanya loker itu selalu rapi dan bersih yang hanya diisi dengan seragam olahraga dan buku tebal yang malas ia bawa. Tapi kali ini lokernya jauh dari kata itu. Ada banyak sampah plastik dan dedaunan kering mengisi lokernya.

Dalam keadaan setengah sadar karena terlalu terkejut, Taeyeon yang sedang berusaha membersihkan lokernya dari tumpukan sampah asing menemukan sebuah kertas dengan tulisan yang ditulis besar-besar.

JAUHI KEKASIHKU ! ! !

KAU FIKIR KAU SIAPA ?!!!

 

Dan kertas kedua berisi,

 

DASAR WANITA JALANG !                 

 

Taeyeon terhenyak tak sanggup untuk berbicara. Kedua surat kaleng yang ia terima begitu menghina dan membuatnya merasa terluka. Di dalam hati ia terus bertanya-tanya siapa yang mengirimkan surat mengerikan ini padanya.

Dengan marah ia membuang semua sampah di dalam lokernya dan meremas-remas kedua surat kaleng yang ia terima. Namun sekali lagi kata-kata ‘wanita jalang’ itu masih terlihat dan ia tak bisa melupakannya.

Taeyeon membanting pintu lokernya dengan perasaan kacau dan bingung. Gara-gara surat itu ia jadi melupakan tujuan utamanya untuk mengambil seragam olahraga. Selama ia berjalan, kepalanya terus berputar-putar untuk mencari tahu siapakah yang melakukan itu dan mengirimkan surat padanya.

“Tak mungkin Sunkyu yang melakukannya,” bisiknya berulang-ulang. Ia merasa tak punya musuh dan selalu bersikap baik. “Kalau Sehun . . . . “ Taeyeon tak berani menerukan ucapannya. Apa gunanya Sehun mengataiku wanita jalang ? Aku juga tak mungkin merebut kekasihnya kan ?

Di tengah kegiatannya yang sedang melamun, tiba-tiba sebuah suara menariknya ke dunia nyata.

“TAEYEON !”

Taeyeon tersentak kaget dan mendapati tiba-tiba Sunkyu sudah berada di depannya. Ia terlalu terkejut untuk memasang ekspresi marah kepada Sunkyu. “Y-Ya ? Ada apa ?” sahut Taeyeon terbata-bata.

Sunkyu terdiam sejenak sebelum akhirnya menunduk dalam-dalam. “A-AKU MINTA MAAF !” serunya dengan suara keras dan tiba-tiba. “Tak seharusnya aku berkata seperti tadi,” imbuhnya lagi dengan nada menyesal.

Taeyeon melihat Sunkyu yang sedang meminta maaf sembari membungkukkan badannya berkali-kali hanya tersenyum lebar. Sebenarnya ia tak benar-benar marah sih, hanya sebal saja. Dan kini melihat Sunkyu benar-benar menyesal dan tak enak dengan aura marah yang dikeluarkannya membuatnya merasa geli.

Taeyeon memeluk Sunkyu dan menepuk punggung sahabatnya itu dengan lembut. “Aku juga minta maaf ya . . .” Ia melepas pelukannya dan menagku, “Aku juga salah karena marah padamu.”

Kini Sunkyu bisa memasang senyum penuh kelegaan karena pertengkarannya dengan Taeyeon berakhir sudah. “Kita sama-sama salah.” Tiba-tiba ekspresinya berubah khawatir, “Tapi kita masih bersahabat kan ?”

Taeyeon tertawa geli mendengar ketakutan Sunkyu. “Tentu saja ! Tak mungkin aku memusuhimu hanya karena masalah sepele seperti itu.” Ia mengacungkan jari kelingkingnya dan berkata, “Sahabat.”

“Sahabat,” balas Sunkyu tak kalah mantap.

Hanya butuh beberapa menit dengan sahabatnya, surat kaleng aneh tadi sudah Taeyeon

lupakan.

Preview

“Hey, kenapa kau mengambil dua porsi puding cokelat ?”

                Kantin sekolah penuh sesak dengan anak-anak yang sedang mengambil makan siang. Anak laki-laki itu menunjukkan ekspresi wajah keruh karena mendengar pertanyaan dari gadis berkuncir kuda di depannya. Ia merengut, “Kenapa memangnya ? Aku kan suka puding cokelat. Lagipula bibi kantin bilang aku boleh mengambil puding cokelat sebanyak yang kumau.”

                Ekspresi gadis yang bertanya tadi terlihat terkejut. “Jadi kau suka puding cokelat ?” suaranya terdengar antusias. Ia berlari mendekati anak laki-laki itu. “Ceritakan padaku semua yang kau suka !”

[]

[]

“Sebenarnya apa yang terjadi padamu dan Taeyeon ?”

“Dulu kalian akrab sekali.” Bibi Oh berkata dengan nada santai, “Tapi kenapa sekarang kalian seperti orang yang bermusuhan ?”

                Oh Sehun mendengus keras dan hampir membuat pudingnya tersembur keluar. “Akrab ?” desisnya sinis. “Sejak kapan aku pernah akrab dengan Kim Taeyeon ?”

                Taeyeon yang masih dibalik tembok mendengarnya dengan hati terluka. Dia baru sadar selama delapan tahun ia bertetangga dengan Oh Sehun dan selama dua tahun ia berusaha untuk berteman dengan Oh Sehun, tak satupun hal yang mengindikasikan bahwa ia adalah teman akrabnya. Tidak ada, bahkan sekeras apapun Taeyeon mencoba.

                “Tidakkah kau merasa dia gadis yang manis ? Dia baik hati dan juga sopan, bukankah dia calon menantu yang baik ?”

TBC

 

Dear my readers,

 

Well, aku tau nyebelin dan tukang PHP T.T

Aku ngepost part 5 itu bulan agustus dan part 6 nya baru di post december itu pun hanya short storynya u.u Aku bener bener ga nyangka karena banyak yang nyanyain ff ini di twitter sama di wp, well makasih ya :’)

Aku janji bakal ngepost minggu kemaren tapi sampai sekarang belum ngepost dan malah bikin galau hanya dengan ngepost short story nya aja T.T Maafkan akuuuu >.<

Ini semua murni kesalahan aku. Soalnya aku ga liat tanggal dan aku pikir UAS ku masih minggu depan eh ternyata udah dari minggu kemaren dan itu bikin aku kelabakan ngejar materi secara aku ga pernah masuk kelas. Well, maaf cuman bisa ngepost ini. Full versionnya akan dipost setelah aku selesai UAS, dan nanti kalau udah libur, bakal ada project baru yang beda dari biasanya. Dan ada juga yang khusus natal (Mentang-mentang MV nya EXO yang Miracle in December udah keluar kekeke)

Oke selamat menempuh UAS buat yang lagi UAS buat yang belum UAS silahkan siap-siap, dan makasih masih mau nunggu ff absurd ini segitu lamanya. Terimakasih semuaa dan berikan cinta kalian pada ff ini ^ ^

 

With Love,

Summer

43 thoughts on “Slipped (Chapter 6) [Short Story and Preview]

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s