[Freelance] Missing You

IMG_4247

Tittle:  Missing you

Author:  thehuneu

Genre:  Romance,  Songfic, Angst/?

Rating: G

Length: Oneshot (1800+ words)

Cast:  Hwang Miyoung, Park Chanyeol

 

—————

Seoul, 19 December 2012

“Maafkan aku”

“Haha tidak apa-apa, aku tahu kau tidak mencintai aku lagi seperti dulu” kataku dengan secepat mungkin menyeka air mata yang tidak tertampung lagi dimataku.

“Mari kita ulang dari awal. Hai! Nama ku Park Chanyeol” sambil mengelurkan tangannya.

“Hwang Miyoung, panggil aku Tiffany. Senang bertemu dengan mu Chanyeol” aku membalas jabatan tangannya dengan senyum yang dipaksakan. Hatiku bergemuruh layaknya gunung berapi yang sebentar lagi akan mengeluarkan larvanya.

—————

Malam itu salju turun, musim salju terburuk. Aku menangis sejadi-jadinya. Sedih dan marah bercampur menjadi satu. Sedih, Chanyeol meninggalkan banyak cerita yang indah yang mungkin susah untuk aku lupakan. Marah, Chanyeol memutuskan aku. Seharusnya aku tidak marah, aku memang tidak pantas dengan Chanyeol.

Park Chanyeol, ya dia, dia membuat aku gila. Kenangan manisnya sungguh susah di lupakan. 2 tahun bersamanya, 2 tahun bersandar di bahunya, 2 tahun berada di dekapan tangannya yang hangat, 2 tahun meninggal momen-momen yang berharga, dan 2 tahun yang sangat indah. Aku lelah dengan hari ini dan akhirnya aku memutuskan untuk tidur dengan aliran sungai yang tidak henti-hentinya mengalir dari mataku.

—————

25 June 2014

Minggu pagi yang cerah, burung-burung berkicau ria, angin sejuk yang menyentuh permukaan kulit ku, langit yang terlihat sexy karna terlihat sangat biru sekali, hari yang indah setenang hati ku. Hari ini aku akan membereskan apartemen ku yang sudah sangat terlihat seperti kapal pecah. Malas? Tentu, sangat malas. Mau gimana lagi hanya aku yang tinggal di apartemen mungil ini.

Aku sudah jarang lagi menyentuh barang-barang yang ada di apartemen ini. Ada sebuah kotak yang lumayan besar yang membuat selama ini aku penasaran namun aku selalu lupa dan tidak ada waktu untuk melihat kotak itu.

Ku langlahkan kaki ku menuju pojok kamar yang mana kotak itu berada. Sudah berdebu, warnanya usang, kotak apa ini? Bahkan aku lupa. Kutiup debu-debu itu dan berterbangan dimana-mana. Perlahan kubuka kotak itu. Photo album, boneka, bunga mawar, kalung, polaroid, dan masih banyak lagi. Aku ambil photo album yang sudah lama tak tersentuh lalu aku buka.

Flashback

7 February 2010. Malam itu Chanyeol menyuruhku untuk pergi ke cafe yang biasa kami kunjungi, langsung saja aku melesat pergi. Aku duduk di bangku dekat dengan kaca yang super besar, pemadangan kota Seoul memang benar-benar indah. Seketika lampu di cafe itu mati, aku panik. Ya aku takut kegelapan dan di cafe ini hanya ada aku. Setelah beberapa menit lampu masih tetap mati, aku dengar seseorang memainkan gitar sambil bernaynyi.

Can i call you my own, and can I call you my lover

Call you my one and only girl

Can i call you my everything, call you my baby

You’re the only one who runs my world

Lampu panggung menyorot kepada seorang lelaki. Lelaki itu berjalan menuju ke arahku masih tetap bernyanyi dan memainkan gitarnya . Aku kagum, aku senang, aku terharu. Lelaki itu tersenyum kepada ku setelah dia beres menyanyi kan lagu Call You Mine.

“Tiffany, aku sudah tidak bisa lagi menahan perasaan ini sudah cukup lama aku menahan ini semua. Aku ingin menjaga mu, aku ingin selalu ada di samping mu, aku ingin menjadi orang yang bisa menghangatkan mu, aku ingin menjadi orang yang istimewa bagi mu” dia menarik nafas dan tersenyum lalu mengeluarkan mawar merah yang entah dari mana. “Be mine? I’ll protect you, i’am promise”

Cairan bening yang berasal dari mataku ini menluncur begitu saja tanpa persetujuan. Rasanya hati ku ini ingin meloncat, kaki ku lemas, ini seperti mimpi. Tidak rugi aku menyembunyikan perasaan ini Aku senyumbunyikan karna aku takut kehilangan dia. Namun ternyata itu diluar dugaan. Setelah mematung beberapa saat aku pun memeluk Chanyeol erat tidak ingin kehilangan dirinya.

“Aku jadikan ini sebagai jawaban ‘ya’. Terimakasih Tiffany” Chanyeol membalas pelukan ku sambil mengelus-elus rambutku yang terurai ini. Hangat, itu yang aku rasakan. Aku berharap aku bisa selamanya seperti ini, ya sampai aku mati.

Chanyeol membuka tasku. Dia mengambil polaroid putih milik ku. Aku selalu membawa camera itu untuk memotret segala hal yang aku dan segala hal yang berarti bagi hidup ku, termasuk hari ini. Kami berpose, Chanyeol tersenyum lebar memamerkan giginya yang indah itu sedangkan aku tersenyum senang di sebelah Chanyeol sambil memegang mawar merah yang diberi Chanyeol.

CKREK

Foto pun keluar. Chanyeol menuliskan sesuatu  di foto itu ‘Hari ini Hwang Miyoung telah menjadi pacarku. Suatu saat nanti dia akan menjadi Park Miyoung, pasti.’

7 March 2010. Kami genap satu bulan. Chanyeol mengajak ku ke Lotte World sebagai hadiah. Kami berpegangan tangan, aku senang dia selalu ada di sisiku. Jantung ku berdetak lebih cepat setiap bersama Chanyeol, aku takut dia bisa mendengar suara jantungku ini.

Chanyeol mengajakku ke tempat suvenir untuk membeli beberapa aksesoris yang nantinya akan di pakai. Chanyeol sangat lincah, melihat kesana kemari melihat aksesoris yang sangat lucu sampai akhirnya dia melihat bandu kuping gajah bewarna pink.

“Kau sangat lucu jika memakai ini Fany” dia memakaikan bandu di di kepala ku lalu merapikan poniku. Jatungku berdetak sangat cepat pipiku memamas padahal Chanyeol sudah sering berprilaku seperti ini.

“Kau juga lucu jika memakai ini” aku memakaikan Chanyeol bandu tanduk rusa. Dia tersenyum lebar.

Setelah membeli beberapa aksesoris kami mampir ke kedai es krim. Chanyeol memakan es krim coklat sedangkan aku vanilla. Kami duduk di luar kedai melihat orang-orang yang berlalu lalang menjelajahi Lotte World yang sangat besar ini. Chanyeol mengeluarkan polaroid ku. Kami berpose.

CKREK

‘Satu bulan kami bersama. Aku menyanyanginya.’

31 December 2010. Han River, tempat ini menjadi tempat paling favoritku karna Chanyeol bersama ku. Chanyeol, Chanyeol, dan Chanyeol. Aku tidak bisa membayangkan hidup tanpa seorang Park Chanyeol. Dia mewarnai hari-hariku. Dia segalanya bagiku.

Malam ini malam tahun baru. Salju yang sangat dingin ini seakan-akan hangat karna Chanyeol, aku tidak merasa kedinginan. Banyak sekali keluarga, turis, dan sepasang kekasih yang datang ke Han River malam ini. Mereka akan merayakan malan tahun baru disini. Pemandangannya sangat indah untuk di pandang. Beberapa menit lagi pergantian tahun akan berlangsung.

“Saat pukul 00.00 petasan akan mewarnai langit-langit. Ucapkan harapanmu di dalam hati untuk  tahun yang sebentar lagi akan datang” kata Chanyeol menatap langit-langit yang bertaburan bintang itu.

10

9

8

Chanyeol menggenggam tanganku sangat erat.

7

6

5

Aku memejamkan mataku.

4

3

2

1

Aku berharap aku akan selalu bersama Chanyeol sampai maut memisahkan dan Chanyeol akan selalu mencintaiku sebagaimana aku mencintainya.

Petasan itu berlomba-lomba mengeluarkan suara dan pergi meledak di atas sana mengeluarkan warna-warna yang indah. Aku membuka mataku lalu aku menghadap kesebalah kanan dimana Chanyeol berada. Dia sudah menatapku lebih dulu dengan seulas senyuman yang selalu membuat hatiku tenang. Kami menikmati pemandang tahun baru ini. Chanyeol mengambil polaroid milik ku lagi. Kami berpose dengan background langit malam tahun baru.

CKREK

‘Tahun baru terbaik! Semoga tuhan mengabulkan permohonanku.’

7 February 2011. Chanyeol manarik tangan ku meminta untuk aku mengikutinya. Kami sampai. Chanyeol mengajak ku ke pantai yang berada di belakang hotel. Kami berada di pulau Jeju untuk merayakan 1 tahun hari jadi kami. Aku duduk di pasir putih ini bersama Chanyeol untuk melihat sunset.

Angin pantai yang menerpa kulitku, suara gelombang air laut yang terdengar kompak, matahari hari yang sebentar lagi menenggelamkan dirinya untuk beristirahat setelah hampir satu hari menyinari orang-orang di bumi. Sangat indah ditambah lagi dengan muka Chanyeol yang tampak tenang mendengar suara air laut dan angin laut yang begitu sejuk.

“Kau datang ke cafe malam itu lalu mati lampu seseorang menyanyikan lagu call you mine dan kau memeluk lelaki itu.” Ucap Chanyeol masih dengan mata yang tertutup. “Kita sudah satu tahun bersama. Aku menyayangimu Hwang Miyoung”

“Aku tidak menyayangimu Park Chanyeol” Chanyeol langsung membuka matanya lalu menatap kearahku dengan alis yang sebelah diangkat. Dia sangat tampan. “Aku tidak menyayangimu, aku mencintaimu Park Chanyeol.”

“Saranghae Tiffany” Chanyeol mengecup keningku pas disaat sunset berlangsung. Aku menutup mataku dan tersenyum senang.

CKREK

Ternyata Chanyeol memotret kejadian ini dengan polaroid itu. Setelah hasilnya keluar foto itu sangat indah. Dimana Chanyeol yang sedang mencium keningku dan sunset yang menjadi backgroudnya.

’12 bulan, 365 hari, 876 jam, 51560 menit, 315360 detik bukanlah hal yang mudah. Suka dan duka dilalui bersama-sama. Selamat untuk kita yang sudah melalui semua ini. Aku mencintaimu.’

7 February 2012. Coffee stan, tempat dimana Chayeol berjanji akan menjagaku, berada di sampingku. Ya kami merayakan 2 tahun bersama kami disini. Chanyeol sudah menunggu di dekat kaca yang besar yang dulu aku tempati, 2 tahun yang lalu. Chanyeol membukakan kursi mempersilakah aku duduk.

“Aku membelikaan ini untukmu” Chanyeol mengeluarkan kotak kecil bewarna baby blue dengan senyumannya yang selalu membuat aku tenang. Aku hanya diam menebak-nebak apa yang ada di dalam kotak itu. Tangan  Chanyeol mengangkat tanganku bermaksud untuk mematuku untuk membuka kotak itu.

Mataku banjir, hati sangat senang, aku tak henti-hentinya melihat isi kotak itu. Kotak itu berisi kalung berlian dengan nama Tiffany  yang dia beli di Tiffany & Co. Chanyeol mengambil kalung itu dan memasangnya di leherku. Aku selalu senang, ya selalu senang karna bersama Chanyeol.

“Kau sangat cantik Tiffany” kata Chanyeol sambil mengelus-elus pipiku. Tak lama kemudian mochaccino yang Chanyeol pesan datang. Aku terkejut lagi. Diatas whipping cream itu ada serbuk kopi yang bertuliskan ‘i love you’ dan di cup satu lagi bertulisakan ‘Hwang Miyoung’ memakai hangul jika disatukan menjadi ‘i love you Hwang Miyoung’. “Peganglah 2 cup itu aku akan memotretmu”

CKREK

‘2 tahun berlangsung begitu cepat, aku tidak ingin kehilangannya Tuhan’

Flashback end

Aku melempar album itu sampai foto-foto ku dan Chanyeol berserakan dimana-mana. Aku salah, seharusnya aku tidak membuka kotak itu. Sakit rasanya aku harus mengingat Chanyeol lagi. Aku sudah berusaha melupakannya 2 tahun kebelakang setelah kepergiannya entah kemana.

Cairan bening sialan ini keluar lagi hanya karna seorang Park Chanyeol. Hatiku kembali sakit karna Park Chanyeol. Aku tidak kuat lagi melihat kotak itu. Kotak itu berisi mawar yang sudah layu, kalung, bandu, boneka, dan masih banyak lagi hadiah yang Chanyeol kasih. Tak lupa polaroid putih yang sudah kusam. Paloroid itu seakan-akan merindukan Chanyeol. Foto-foto yang berserakan itu tambah membuat hatiku sakit. Beribu-ribu duri mendarat dengan sempurna di hatiku.

“Kau membuat aku gila”

“Kau membuat aku hancur”

“Aku menyesal mengenalmu”

“Aku salah mecintaimu”

“Aku membenci mu Park Chanyeol”

—————

Tokyo, 17 December 2016

Orang-orang disini sangat sibuk, berlalu-lalang kesana kemari. Aku asik memotret mereka. Ya sekarang aku adalah seorang phtographer. Kerjaanku hanya pindah dari satu negara ke negara lain untuk memotret. Memotret dan memotret, ini sangat menyenankan.

Aku memasuki sebuah cafe. Aku butuh penghangatan karna diluar sana sangat dingin. Aku memesan satu mochaccino dan wafel. Selagi menunggu pesananku, aku duduk diujung dan melihat pemandangan di Tokyo ini. Aku melihat sebuah keluarga kecil dengan istri dengan tanganya bergelayut di lengan suaminya dan suaminya yang mendorong kereta bayi, sungguh harmonis. Keluarga kecil itu memasuki cafe yang sama dengan ku.

Betapa terkejutnya aku saat meliat suami dari keluarga kecil itu. Park Chanyeol. Senyumnya matanya dan tawanya sama dengan Chanyeol. Dia kembali lagi. Jadi selama ini dia pergi kesini dan sudah memiliki keluarga kecil? Hatiku seketika sakit. Mataku mulai berair. Otakku seakan dihantam oleh sesuatu yang keras.

“Aku merindukanmu”

“Aku masih mencintaimu”

“Aku tidak bisa membencimu Park Chanyeol”

“Apa yang harus aku lakukan sekrang?”

“Aku merindukanmu”

—————

I still hate that guy who left me

My heart that burned out so coldly is still

Geuriwohaeyo Park Chanyeol

END

Hah….beres jugaaaa. Gimana nih ffnya? Ini ff pertamaku huhu;_; maaf kalo jelek atau apalah ya hehehe. Follow aku yap hehe promosi jadinya @thehuneu. Commentnya jangan lupaa^^

Khamsa<3

17 thoughts on “[Freelance] Missing You

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s