Right Beside Me — 3rd Part : Messed Up Plan

20131127-220920.jpg

RIGHT BESIDE ME

Written by Vi || Starring SNSD Tiffany | EXO-K Chanyeol || Rated for Teen || Romance , Friendship, Life || Disclaimer : I just borrow the cast || Note : inspired by other ff, manga , anime, japanese drama, my imagination. Sorry for bad fanfic and story. Poster by g.lin at cafeposterart.wordpress.com.

Prolog | 1st Part | 2nd Part

*****

Tiffany sudah selesai bersiap-siap dan bergegas keluar , ia tak ingin membuat Sunny menunggu. Saat ia sudah diluar, ia buru-buru mengunci pintu rumahnya dan berjalan bersama dengan Sunny ke taman. Sunny bilang pada Tiffany bahwa Chanyeol akan menunggunya di taman maka itu mereka tak perlu bersusah payah ke rumah Chanyeol lagi untuk menjemputnya.

Sebenarnya, Tiffany merasa agak tidak enak karena dirinya yang tidak di undang oleh Chanyeol tiba-tiba datang tanpa sepengetahuan lelaki itu. Rasanya ia akan menjadi seseorang yang dilupakan nantinya di taman namun ia berpikir itu tidak masalah. Ia ingin mencoba untuk mendekatkan hubungannya dengan Chanyeol untuk 2 tujuan: mendapatkan cintanya dan untuk novelnya. Ia sudah memutuskannya bahwa kehidupan cintanya dengan Chanyeol akan menjadi isi novelnya, andai kisah cintanya tidak berakhir dengan baik dan masih monoton ia akan menyerah untuk menjadikan kisah itu sebagai topiknya dan menyerah juga tentang cintanya pada Chanyeol, ia sudah memberi deadline sendiri bagi dirinya untuk meraih cintanya.

“Lucunya diriku, masih berusaha mendapatkan cinta Chanyeol padahal aku yakin ia tidak menyukaiku. Namun entah mengapa, rasanya hal ini tidak mustahil, rasanya masih ada kesempatan untuk itu,” gumam Tiffany kecil. Sunny tidak mendengarnya karena gadis berambut pirang pendek itu berjalan sambil bersenandung tanpa memperhatikan sekelilingnya.

Tak butuh waktu lama, Sunny dan Tiffany telah sampai di taman dimana Chanyeol menunggu. Chanyeol tersenyum saat melihat sesosok yang berambut pendek namun saat melihat sosok yang berambut panjang itu ia terdiam dan senyumannya pun makin lama makin memudar.

“Tiffany ?” tanya Chanyeol saat melihat sosok berambut panjang itu. Ia kebingungan mengapa Tiffany bisa ikut kemari padahal yang diajaknya hanyalah Sunny.

Sunny yang mengajak Tiffany terkekeh sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu dengan kikuk, iapun berkata, “aku yang mengajaknya kemari karena aku tidak suka bersamamu hanya berduaan.”

Chanyeol mendengus kesal dan berkata, “bukankah biasanya kita sering berduaan ?” Chanyeol pun mengalihkan pandangannya kearah Tiffany dan berkata, “maaf kalau Sunny menyuruhmu kemari padahal aku tidak mengajakmu pergi sepagi ini.” Tiffany tersenyum.

Meski begitu, dibalik senyuman Tiffany, Tiffany merasa sangat sakit. Perkataan Chanyeol itu seolah menusuk hatinya. Chanyeol seolah tak memikirkan kalimatnya sebelum diucapkan. Ia sungguh tak tahan lagi untuk segera mengungkapkan perasaannya pada Chanyeol karena ia ingin setelah Chanyeol tahu perasaannya, setidaknya Chanyeol bisa bersikap lebih baik padanya. Ia memang memiliki keinginan tetapi ia terlalu malu untuk melakukannya.

“Sudahlah, aku tak sudi bersamamu berduaan saja setelah pertengkaran kemarin. Lagipula , enak juga kan kalau ada Tiffany ? Pasti menjadi lebih seru,” kata Sunny sambil tersenyum puas dan menunjuk Tiffany. Tiffany kembali tersenyum palsu, ia tak tahu harus menanggapi apa terhadap pernyataan Sunny karena ia masih sakit hati dengan omongan Chanyeol.

Chanyeol pun meninggalkan Tiffany dan menarik Sunny di lengan gadis itu. Tiffany merasa sedih melihatnya, ia merasa bahwa seharusnya ini adalah waktu yang privat bagi mereka berdua dan tak seharusnya dirinya ikut datang kesana.

Cemburu lagi-lagi muncul di hati Tiffany. Ia hanya bisa terdiam melihat keduanya seperti itu. Karena tak mau dianggap seseorang yang tengah dilupakan oleh orang-orang yang melihat mereka bertiga, iapun berjalan kearah bangku taman yang berwarna coklat di dekatnya lalu mendongakkan kepalanya untuk memandangi langit.

“Apa aku harus menyerah soal Chanyeol kalau ia memang tak pernah memperhatikanku begini ? Ia hanya memperhatikanku di saat-saat tertentu begitu pula saat dulu di sekolah, saat aku dimarahi guru, saat aku ingin menangis, ia tak pernah memperhatikanku apabila tidak pada saat-saat itu,” gumam Tiffany , ia mengingat kembali memori-memori saat msih zaman sekolah dulu dimana Chanyeol hanya memperhatikannya di saat-saat tertentu dan di saat-saat memalukan baginya — saat dimarahi atau menangis–.

Setelah Chanyeol dan Sunny selesai berbincang-bincang secara privasi, merekapun menghampiri Tiffany. Chanyeol berkata, “sekarang apa kalian mau ke ice cream shop ?”

Sunny yang menerima ajakan Chanyeol pun buru-buru menarik Tiffany untuk ikut ke ice cream shop bersamanya dan Chanyeol. Namun, Tiffany melepaskan tarikan tangan Sunny dengan pelan. Ketiganya terhenti saat melihat Tiffany terhenti.

“Kalau kalian ingin memiliki waktu privat tidak apa kok. Aku tak ikut dengan kalian saja,” kata Tiffany lembut. Jujur, Tiffany merasa bahwa ia menganggu mereka berdua terutama Chanyeol yang sudah merencanakan pertemuannya dengan Sunny di taman ini hanya untuk mereka berdua. Ia merasa bahwa dirinya perusak rencana.

“Urusan kami sudah selesai kok,” kata Chanyeol lembut. Ia –agak– tidak suka dengan ucapan Chanyeol barusan sebab rasanya Chanyeol lebih seperti mengasihaninya. Tiffany menghembuskan nafas pelan , iapun menggeleng.

“Aku pulang saja, sampai jumpa.” Tiffany buru-buru berjalan meninggalkan keduanya. Di hari pertama pada seminggu yang telah Tiffany tentukan untuk mendapatkan cinta Chanyeol , ia sudah gagal. Rasanya ia semakin yakin bahwa Chanyeol sungguh-sungguh tak tertarik pada dirinya bahkan tidak memiliki rasa padanya sama sekali –lebih dari teman.

Chanyeol beserta Sunny yang melihat punggung Tiffany yang menjauh hanya bisa terdiam. Keduanya merasa bersalah terutama Chanyeol, ia sendiri sadar bahwa ia diam-diam menyukai Tiffany tetapi ia malah menyakiti hatinya. Meski ia tidak begitu akrab dengan Tiffany, tapi ia masih bisa membedakan mana senyuman yang asli dan palsu, ia tahu bahwa senyuman Tiffany tadi itu senyuman palsu untuk menyembunyikan luka yang dibuat oleh dirinya pada hati Tiffany.

“Sunny aku gagal kah ?” tanyanya pada Sunny yang berdiri tegak di sampingnya. Sunny menolehkan kepalanya pada Chanyeol, dari ekspresi wajah Chanyeol saja Sunny sudah yakin bahwa Chanyeol sedang kecewa pada dirinya.

“Begitulah. Ia tampak sakit hati. Kau menyakiti hati gadis yang kausukai Chanyeol, padahal barusan kau mendiskusikan cara untuk mendapatkan hatinya denganku,” tanggap Sunny. Chanyeol mengacak rambutnya kasar dan mengerang frustasi. Ia merasa bahwa dirinya tidak pantas untuk Tiffany karena perkataannya yang lembut saja bisa menyakiti Tiffany.

“Pikirkan kata-katamu dulu sebelum kau ucapkan, lakukan itu besok , akan kuajak dia ke taman ini lagi agar kau bisa mendapatkan hatinya dengan cara kedua yang kita diskusikan tadi,” kata Sunny. Chanyeol menghentikan erangannya dan akhirnya menyetujui ucapan Sunny. Setidaknya Sunny bisa diandalkan olehnya dalam masalah percintaannya sekarang sebab Sunny sudah berhasil mendapatkan hati Xiumin –teman sekolahnya dulu– dan kini lelaki bernama Xiumin itu menjadi kekasihnya. Berita Sunny menjadi kekasih Suho memang masih belum tersebar luas , hanya dirinya dan beberapa orang yang tahu. Bahkan katanya Sunny ia belum memberitahukan hal ini pada Tiffany.

Sementara itu, Tiffany telah sampai di rumahnya. Ia memasuki kamarnya dan duduk di meja kerjanya. Ia kembali frustasi saat melihat naskah novelnya yang masih belum ia buat itu.

“Aku memang bicara bahwa aku mau membuat novel soal kisah cintaku dengan Chanyeol dan andai kata aku tidak bisa meraih hatinya dalam waktu seminggu aku akan menyerah membuat novel dengan tema ini lalu aku akan memikirkan tema baru untuk ini, memang sih mudah bicara seperti itu, tetapi apakah ide cerita yang bagus andai tema tentang diriku dan Chanyeol tidak berhasil ? Tampaknya aku kehabisan ide setelah membuat berlembar-lembar cerpen di majalah yang tidak seberapa terkenal dulu itu ya,” batin Tiffany.

TING TONG

Tiffany tersentak kaget dan berlari keluar dari kamarnya untuk melihat siapa yang datang. Saat ia membukanya ia terkejut sekaligus senang karena ia melihat kedua orangtuanya datang.

“Ayah ! Ibu !” seru Tiffany sambil memeluk keduanya. Keduanya memang baru kembali dari liburan mereka. Ayah Tiffany adalah pengusaha , setidaknya ia butuh istirahat sekali-sekali kan ?

“Bagaimana dengan novelmu, huh ?” tanya ayahnya sambil mengusap rambut Tiffany perlahan.

“Sedang kubuat,” jawab Tiffany sambil tersenyum kikuk.

“Hmm, aku menunggu novel buatanmu,” tanggap ibunya sambil tersenyum dan menyeret kopernya yang berat itu masuk ke dalam rumahnya.

“Baik, akan segera kuselesaikan !” kata Tiffany semangat. Ia pun bergegas membantu ayah dan ibunya menata barang-barang yang baru saja mereka bawa pulang dari liburan. Setidaknya, ia bisa sedikit melupakan tentang sakit hatinya pada Chanyeol tadi.

DRRTT

Ponsel Tiffany yang ternyata ada di ruang televisi pun bergetar tanda ada telpon masuk.

“Eh ? Nomor siapa ini ?” tanya Tiffany. Iapun mengira itu salah satu temannya yang nomornya belum tercatat di list kontak , maka ia mengangkatnya.

“Ya ?”

“Fany-ah !” Suara nyaring tersebut, Sunny.

“S-Sunny , ada apa ?” tanya Tiffany terkejut.

“Bisakah besok aku datang ke rumahmu untuk bermain ?” tanya Sunny ceria. Tiffany bingung apa yang harus dijawabnya sebab ia merasa sakit hati oleh tindakan Sunny dan Chanyeol tadi.

“Boleh saja.” Tiffany pun merasa tak enak kalau harus menolak permintaannya.

“Baiklah kami akan datang besok jam 10 ya ! Sampai jumpa !”

Sunny dengan cepat menutup telponnya sebelum Tiffany mengatakan hal lainnya.

“Tunggu .. Kami ? Bukankah ia bilang bahwa dirinya sendiri yang akan datang ?” pikir Tiffany.

To be continued

Mian gaje, pls komen ya !

42 thoughts on “Right Beside Me — 3rd Part : Messed Up Plan

  1. Pingback: Right Beside Me — 5th Part : Misunderstanding | EXOShiDae Fanfiction

  2. Pingback: Right Beside Me — 6th Part : Confession Time | EXOShiDae Fanfiction

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s