Right Beside Me — 2nd Part : What Upset Me

20131127-220920.jpg

RIGHT BESIDE ME

Written by Vi || Starring SNSD Tiffany | EXO-K Chanyeol || Rated for Teen || Romance , Friendship, Life || Disclaimer : I just borrow the cast || Note : inspired by other ff, manga , anime, japanese drama, my imagination. Sorry for bad fanfic and story. Poster by g.lin at cafeposterart.wordpress.com.

Prolog | 1st Part |

*****

Tiffany, Chanyeol, dan Sunny menikmati hidangan yang dibuat oleh Chanyeol. Ketiganya berbincang-bincang dengan bahagia layaknya zaman sekolah mereka dulu.

“Ngomong-ngomong, Tiffany, sekarang siapa yang masih dekat denganmu ?” tanya Sunny yang kemudian meneguk segelas air yang dipegangnya. Tiffany terdiam sejenak dan menggeleng, “tidak ada, maklumlah aku pergi ke sekolah yang berbeda dengan mereka semua dan sahabatku pergi ke luar negeri.”

“Ah memangnya kau masuk ke sekolah mana ?” tanya Sunny. Chanyeol pun yang menjawab sekarang , “ia ke sekolah sastra.”

Sunny membulatkan matanya kaget, jelas saja ia kaget kan dulu Tiffany pernah bilang bahwa ia benci menulis karena menulis itu membosankan. Tapi sekarang , ia malah menjadi penulis dengan masuk sekolah bidang sastra ?

“Padahal dulu kau bilang bahwa kau benci menulis kan ? Apa yang mengubah pikiranmu ?” tanya Sunny sambil mengguncangkan bahu Tiffany. Tiffany terkekeh dan berkata, “aku hanya merasa bahwa menulis itu ada bagusnya juga. Andai kita memiliki imajinasi yang luas seperti diriku hanya dengan cara mendongak kearah langit saja , rasanya imajinasi tersebut ingin segera kutuliskan di sebuah kertas atau kugambarkan namun karena gambarku sangatlah buruk aku tak berani menggambar dan karena kata orang bahasaku dalam menulis itu bagus makanya aku belajar sastra saja.”

Sunny mendengus kesal dan mengerucutkan bibirnya, ia merasa kalah dari Tiffany. “Kau enak sekali ya meski kau tidak begitu tertarik pada menulis awalnya tapi kau sudah mendapat pujian dari orang lain tentang bakatmu di dalam bidang menulis. Coba aku , aku sangat tertarik dalam bidang menulis tapi harus giat berlatih dalam bahasa untuk menulis novel kelak, tapi aku juga mengakui bahwa aku memiliki bakat dalam menulis kok,” celoteh Sunny sambil mengetukkan jarinya ke pipinya.

Tiffany menggeleng dan berkata, “tidak kok. Aku memang bilang bahwa aku memiliki imajinasi luas, tapi itu dulu, kurasa sekarang imajinasiku tampak menyempit sebab aku kesulitan mendapatkan inspirasi untuk novelku.” Sunny menoleh kearah Tiffany dan menghela nafas pelan, “kau harus berusaha mencari inspirasi , aku menunggu novelmu.”

Chanyeol yang tak mengerti apa yang diomongkan oleh kedua gadis di depannya ini hanya terdiam, ia sungguh-sungguh merasa bahwa ia seperti penganggu disini padahal ini rumahnya.

Setelah banyak berbincang-bincang, Tiffany dan Sunny seolah menjadi akrab sedangkan Chanyeol ? Ia sendirian di dapur. Lelaki itu meratapi nasibnya yang tampak menyedihkan itu.

“Apa salah ya mengundang Sunny dan Tiffany ke rumahku untuk melihat lukisanku ?” batin Chanyeol sambil mendengus kesal.

Awalnya, Tiffany memang melihat Sunny sebagai seorang ancaman karena Chanyeol tampak menyukai gadis itu. Namun, ia rasa Sunny itu baik juga. Karena kebaikan Sunny, ia sudah menganggap Sunny itu sahabatnya, memang sih dulu mereka teman namun dulu itu Sunny yang menganggap Tiffany sebagai sahabat dan Tiffany tidak suka pada keberadaan Sunny yang bertingkah sebagai sahabatnya.

“Ohya, novel apa yang kau tulis , Sunny ?” tanya Tiffany pada Sunny yang duduk di sebelahnya , mereka tengah duduk di ruang televisi memang.

“Novel persahabatan dan cinta. Inspirasinya kudapatkan dari kisah cinta dan persahabatanku dengan seseorang, tapi tentu kumodifikasi. Dan kalau kau mau membelinya tapi tidak kuat menahan air mata, sebaiknya jangan beli karena itu novel remaja yang menyentuh hati, bahkan adikku yang sudah membaca naskahku saja menangis,” kata Sunny memperingati Tiffany. Tiffany mencibir dan berkata, “aku kuat menahan air mata kok. Lagipula apa judulnya ?”

“Hmm, takkan kuberitahu , pokoknya carilah sendiri di toko buku !” kata Sunny sambil mengalihkan pandangannya ke arah yang berlawanan dari Tiffany.

“Kau masih sama kekanakannya dengan yang dulu, maaf jika terkesan mengejek,” kata Chanyeol yang tiba-tiba muncul dan berjalan menuju ruang televisi. Tiffany kembali merasa gugup dengan datangnya Chanyeol. Sunny mengerucutkan bibirnya kesal, ia tak suka dibilang begitu oleh Chanyeol.

“Kau juga ! Kau membuatku terlihat kekanakan di depan Tiffany dengan ejekan kekanakanmu !” Mendengar ucapan Sunny, Chanyeol terdiam sejenak untuk mencerna ucapannya , lalu sesaat setelah ia mengerti apa yang dimaksud oleh Sunny , iapun berteriak kesal. “Hey ! Kau membuatku tampak konyol di depan Tiffany !” seru Chanyeol. Mendengar namanya disebut, Tiffany hanya bisa terdiam dengan malu.

“Aku tak mau berteman denganmu lagi ! Kau sungguh mengesalkan !” omel Sunny sambil menghentakkan kakinya ke lantai. Namun saat Sunny mau keluar dari rumah tersebut, Chanyeol berseru, “jangan tinggalkan aku ! Aku hanya bercanda kok !”

Tiffany yang melihat adegan tersebut hanya bisa terdiam. Meski kata-kata Chanyeol terkesan konyol namun raut wajah Chanyeol serius, seolah ia benar-benar tak mau kehilangan Sunny.

“Huff, mengecewakan sekali, kupikir 1 menit yang lalu aku sudah bisa menerima Sunny sebagai sahabat sejatiku tapi kurasa tidak. Ia memang sahabatku –mungkin , tapi ia juga rivalku, Chanyeol tampak tertarik padanya, aku tahu ini bukan salahnya tapi ia tetap rivalku dalam percintaan,” gumam Tiffany sambil memandang Chanyeol dan Sunny yang bertengkar dengan kekanakan di depannya.

“Ngg, itu, kurasa aku pulang dulu ya. Aku harus pulang kalau sudah jam segini,” kata Tiffany akhirnya. Chanyeol dan Sunny berhenti bertengkar dan melirik kearah jam yang ada di dinding , jam 5 sore , wah rasanya mereka belum lama sampai di rumah Chanyeol ya tapi sudah jam segini.

“Aku juga pulang, aku pasti dimarahi kalau pulang lebih dari jam 6. Sampai jumpa,” kata Sunny cuek lalu berjalan keluar gerbang bersama Tiffany. Keduanya melambaikan tangan pada Chanyeol. Setelah menunjukkan seulas senyuman pada Chanyeol, Tiffany pun berbalik dan menunjukkan wajah penuh kekecewaan, selain kecewa pada Sunny , ia juga kecewa pada Chanyeol. Chanyeol seolah tak memperdulikan Tiffany saat ia bertengkar dengan Sunny tadi. Seharusnya setidaknya Chanyeol menghargai perasaan dan kedatangan Tiffany disitu dong.

“Ada apa ?” tanya Sunny saat melihat Tiffany.

Tiffany terkejut saat mendengar suara Sunny, iapun menggeleng cepat dan berkata, “bukan apa-apa.”

Tiffany yakin Sunny menanyakan soal ekspresi wajahnya yang berubah. Namun ia mana bisa mengatakan bahwa ia .. Cemburu pada hubungannya dengan Chanyeol.

“Rumahku belok di tikungan ini, apa kau masih lurus ?” tanya Sunny pada Tiffany. Tiffany menganggukkan kepalanya kemudian memaksakan sebuah senyum, “sampai jumpa.”

Sunny mengangguk dan melambaikan tangannya , iapun berlari menuju rumahnya dengan cepat. Tiffany berjalan menuju rumahnya dengan pelan namun karena rumahnya tak begitu jauhm ia bisa sampai dengan cepat.

*****

Menyenangkan sekali, seharian di rumah bersama dengan Sunny dan Tiffany.

“Tapi apa kau pikir mereka pasti senang ?” tanya seorang lelaki berambut coklat sambil membaca bukunya. Suho. Ia memang baru keluar dari kamar pada sore hari biasanya.

“Maksudnya ?” tanya Chanyeol kebingungan. Kakaknya ini memang suka sekali menanyakan hal-hal aneh pada Chanyeol. Sampai-sampai terkadang Chanyeol tidak mengerti apa yang diucapkannya saking bijaknya kakaknya saat kakaknya menasihatinya dengan menanyakan pertanyaan padanya.

“Aku melihat pertengkaranmu dengan gadis berambut pendek itu, dan saat aku melihatnya aku bisa melihat bahwa gadis berambut panjang yang satunya tampak menatap kalian berdua dengan kecewa,” kata Suho dengan pelan sambil menutup buku novel yang dibacanya kemudian memandang Chanyeol.

“Hah ? Maksud hyung ?” tanya Chanyeol bingung. Selalu begini, ia tak pernah mengerti maksud kakaknya.

“Mungkin gadis berambut panjang itu cemburu, karena gadis berambut panjang itu sepertinya menatap kalian dengan penuh kecemburuan,” jelas kakaknya. Kini Chanyeol mulai mengerti apa maksud kakaknya, ini adalah kali pertamanya Chanyeol bisa mengerti tentang apa yang kakaknya ucapkan.

“Masa’ sih Tiffany cemburu ? Iakan tidak suka padaku,” kata Chanyeol bingung.

Suho menghela nafas pelan sambil memandang malas adiknya. Iapun berkata, “cobalah pikirkan mengapa saat pertengkaranmu dengan gadis berambut pendek itu ia menengahi, mungkin saja itu karena ia tak tahan melihat kedekatan kalian berdua melalui pertengkaran tersebut.”

“Tetap saja sulit dipercaya,” kata Chanyeol. Tapi bagaimanapun juga ia berharap bahwa yang dikatakan Suho itu benar, ia berharap Tiffany menyukainya, tentu saja karena ia diam-diam menyukai Tiffany namun tak berani menunjukkan perasaan sukanya.

“Ah, rasanya aku ingin tahu apa perasaan Tiffany padaku,” sertu Chanyeol. Suho hanya bisa menggeleng melihat  Chanyeol yang bersikap layaknya seorang lelaki yang laku di kalangan perempuan.

*****

Tiffany terbangun  di pagi hari. Kedua matanya yang sedari semalam terpejam pun terbuka dan langsung dapat melihat sinar matahari yang memasuki jendelanya.

“Huff, rasanya aku tertidur karena saat pulang aku berusaha untuk melupakan keakraban mereka dengan kembali mencari inspirasi dan akhirnya inspirasi yang kudapat adalah.. Perasaanku pada Chanyeol,” gumam Tiffany. Ya, ia berniat menuliskan novel mengenai kisah cintanya dengan Chanyeol.

Iapun berjalan menuju meja kerjanya sambil melihat apa ide yang telah ia tuangkan ke kertas catatannya — untuk idenya.

“Tapi kalau hanya kisah cintaku yang monoton ini pasti membosankan, tiap harinya tak ada perkembangan sedikitpun, kami hanya seperti teman,” gumam Tiffany kesal sambil mengusap rambutnya kesal. Ia merasa bingung apa ia harus menulis tentang kisah cintanya atau tidak.

“Mungkin aku harus menunggu sampai ada perkembangan dulu dalam hubungan kami berdua baru aku akan menulis novelnya , aku akan menunggu dalam jangka waktu 1 minggu, kalau tidak aku akan segera mencari tema baru untuk novelku,” kata Tiffany saat mengambil keputusan.

“Tiffany !” seru sesosok gadis di luar rumah Tiffany. Ia bisa melihatnya dari dalam kamarnya yang memiliki jendela, ia adalah Sunny.

Tiffany pun bergegas keluar untuk menghampiri Sunny dan berkata, “bagaimana kau tahu ini rumahku ?” Sunny menunjuk papan nama keluarga yang ada di luar rumah Tiffany. Tertulis kata ‘Hwang’ disitu.

“Oh, ada apa ? Mengapa kau mencariku sepagi ini ?” tanya Tiffany.

Sunny tersenyum dan menjawab, “Chanyeol mengajakku untuk pergi ke taman jadi aku mengajakmu juga karena aku yakin kau pasti kebosanan di rumah, kalau mau bawalah naskah novelmu ke taman agar kita bisa mencari inspirasi disana.”

“Tapi kan , ia hanya mengajakmu,” tolak Tiffany.

Ia hanya tak mau semakin tersakiti karena melihat keakraban keduanya. Terlebih pada hari ini Chanyeol hanya mengajak Sunny. Rasanya .. Cemburu.

Tapi , ia sendiri juga tak bisa menolak mentah-mentah ajakan Sunny. Rasanya kasihan melihat Sunny yang nafasnya terengah-engah karena sehabis berlari , apalagi Tiffany yakin bahwa Sunny melihat satu-persatu papan nama tetangganya.

“Tapi, karena melihatmu yang tampak kelelahan begitu, baiklah aku akan pergi  ke taman,” kata Tiffany akhirnya. Sunny tersenyum gembira. Sebenarnya Tiffany ingin menolak ajakan itu karena sebenarnya ada sesuatu yang membuatnya sangat marah dan kecewa — di dalam hatinya saat bersama mereka yaitu tentunya keakraban keduanya.

“Ayo bersiap-siap biar kutunggu diluar saja !” seru Sunny sambil mendorong Tiffany perlahan untuk memasuki rumah.

Tiffany mengangguk pasrah. Ia harus bersiap melihat keakraban Sunny dan Chanyeol yang membuatnya marah dan cemburu itu !

To be continued

Mian gaje, pls komen ya !

30 thoughts on “Right Beside Me — 2nd Part : What Upset Me

  1. Pingback: Right Beside Me — 3rd Part : Messed Up Plan | EXOShiDae Fanfiction

  2. Pingback: Right Beside Me — 4th Part : Meeting With Her Parents | EXOShiDae Fanfiction

  3. Pingback: Right Beside Me — 5th Part : Misunderstanding | EXOShiDae Fanfiction

  4. Pingback: Right Beside Me — 6th Part : Confession Time | EXOShiDae Fanfiction

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s