[Freelance] Dear My Friends (Seohyun Yoona Kai ver—chap 1)

dear-mnn-pleend

Tittle: Dear My Friends (Seohyun Yoona Kai ver—chap 1) || Author: AegyoKyung (Rie Fujiwara) || Cast: Seo Joo Hyun (GG) Im Yoon Ah (GG) Kim Jong In (EXO) || Other Cast: – || Genre: Friendship, Angst, Sad || Rated for Teen || Length: Twoshoot || Author’s Note : Annyeong~ Kali ini Kyung bawa ff yang bertemakan friendship^^ ff ini didedikasikan untuk para SeoYoon shipper /Sparrows / YoonKai shipper/? Terserah deh, happy reading ne~

-o0o-

Dear My Friends, I’m glad if you’re happy

-o0o-

Seorang gadis melangkahkan kaki jenjangnya sembari membaca buku yang ia pegang. Mungkin bagi kaum awam kegiatan membaca sembari berjalan memang aneh, tetapi tidak bagi kaum kutu buku layaknya gadis itu. Membaca sambil berjalan adalah kegiatan yang tidak membuang-buang waktu percuma bagi mereka. Tetapi mereka tidak perlu mengadakan konferensi pers untuk hal sepele seperti ini. Biarlah orang berkata sesuai dengan logikanya.

Gadis itu berhenti tepat di depan sebuah bangku kayu. Kemudian ia menyandarkan badannya disana tanpa mengalihkan pandangan dari lembaran-lembaran itu. Angin yang berhembus sepoi-sepoi itu membuat beberapa helai rambutnya terbang tertiup angin. Ternyata angin musim gugur tidak seburuk yang ia kira.

Seo Joo Hyun—Joohyun adalah nama gadis itu. Gadis yang baru menginjak semester satu di kampusnya itu adalah gadis yang cukup populer di kalangan mahasiswa sepertinya. Matanya yang bulat, hidungnya yang sempurna, bibir kecilnya, pipi chubby nya, tinggi dan berat badannya, semuanya sempurna. Ditambah lagi dengan kepintarannya serta keramahan dan kebaikan sikap Seohyun. Membuat gadis itu semakin populer saja.

“Joohyun-ah !”

Joohyun menolehkan kepalanya ke sumber suara. Matanya menangkap sosok perempuan cantik seusianya yang kini sedang melambaikan tangan padanya. Joohyun tersenyum simpul dan membalas lambaian tangan gadis itu. Gadis itu tersenyum lebar dan berjalan ke arah Joohyun. Sedangkan Joohyun tersenyum dan menggeser tubuhnya agar sahabatnya itu bisa duduk dengan nyaman di sampingnya.

“Apa yang telah membuatmu kemari, Famous Girl ?”

Joohyun berdecak kesal. Ia tidak suka dipanggil dengan nama seperti itu. Walaupun ia memang gadis populer di kampusnya, tetapi bukankah panggilan seperti itu sangat berlebihan ? Joohyun menatap karibnya ini gemas. “Kupikir taman ini adalah taman yang boleh didatangi oleh golongan kutu buku sepertiku, Yoona-ya.”

Mianhae,” ujar gadis di samping Joohyun—Yoona—sembari membentuk tanda peace di jarinya. “Tapi sungguh ! Kau membuatku heran, Joohyun-ah. Bukankah kau membenci angin musim gugur semenjak insiden itu ?”

Joohyun menghela nafas kecil. “Yeah. Awalnya memang begitu,” ujarnya sembari memejamkan matanya. Ingatannya kembali pada 4 tahun yang lalu dimana saat musim gugur tiba dan dia menjadi salah satu gadis yang sangat berantusias menyambutnya. Antusiasnya yang berlebihan membuatnya harus mengalami sebuah kecelakaan yang hampir merenggut nyawanya hanya karena kejadian yang cukup konyol.

.

.

.

“Joohyun-ah ! Jangan mendekat di pohon itu ! Pohon itu banyak ulatnya !”

Bukan hanya sekali dua kali Im Yoon Ah, sahabat karib Joohyun mengingatkan sahabatnya untuk tidak mendekati sekumpulan pohon itu yang memang pada musim ini menjadi habitat banyak ulat. Namun, Joohyun yang barusaja menginjak usia 15 tahun—sama dengan Yoona—itu tak menggubris ucapan dari karibnya itu.

“Yoona-ya ! Kemarilah ! Disini banyak daun-daun kuning berguguran ! Ayo, kemarilah ! Aku yakin kau akan senang !”

Yoona menggelengkan kepalanya—menolak ajakan Joohyun. Bukan karena apa, tapi ketakutannya terhadap ulat membuat nyalinya menciut. Terlebih lagi disana memang banyak ulatnya. Barusaja Yoona menyandarkan tubuhnya pada sebuah bangku taman,Yoona mendengar suara teriakan.

“Tolong !!! Siapapun tolong aku !! Ada seekor ulat di kepalaku !! Tolong jebal ! Kyaaa~”

Mata Yoona menangkap Joohyun sedang berlari dan berteriak sembari memegangi pipinya. Ia tampak panik. Yoona pun juga turut mengejarnya, berniat membantu menghilangkan ulat nakal yang kini berada di atas kepala Joohyun walaupun dirinya juga sangat takut dengan seekor serangga bernamakan ulat. Barusaja Yoona ingin meraih mantel Joohyun, ia mendengar suara klakson mobil berbunyi keras.

BRAK !!

Yoona membulatkan matanya. Mulutnya menganga sangat lebar setelah melihat sahabatnya yang tertabrak itu mengeluarkan banyak darah dari kepalanya. Jantungnya seakan berhenti berdetak. Ia berharap Joohyun akan selamat.

.

.

.

“Lalu ?”

Joohyun menatap sahabatnya. “Kupikir-pikir aku harus menghadapi rasa takutku. Berlari dari masalah hanya membuat kita semakin larut dalam ketakutan,” Jawab Joohyun sembari membuka kembali buku yang tadinya ia baca.

“Wah !” Yoona bertepuk tangan setelah mendengar jawaban Joohyun. “Kau memang pintar, Famous Girl. Tak heran jika nilai ujianmu selama ini tidak pernah dibawah standar,” lanjutnya dengan iringan tepuk tangan yang belum juga berhenti.

Joohyun tersenyum kecil. Yoona memang sahabat terbaiknya. Memori masa lalunya yang sempat membuatnya trauma berat dengan angin musim gugur, dapat ditumpaskan perlahan berkat bantuan Yoona. Yoona selalu ada di sisinya jika ia mempunyai masalah. Bahkan dengan bantuan Yoona ia masih dapat selamat dan hidup setelah kecelakaan itu.

.

.

.

Seorang suster keluar dari ruangan Joohyun. Yoona yang sedari duduk di kursi tunggu pun berdiri dan menghampiri sang suster dengan harapan yang tinggi. Dengan perasaan yang berdegup kencang, ia pun berani membuka suara, “Permisi,suster. Bagaimana keadaan Joohyun ? Ia baik-baik saja bukan ?”

Suster itu menatap gadis kecil berambut panjang itu. “Nona,saudara anda mengalami pendarahan di kepalanya,” ujar suster itu sebelum akhirnya pandangannya tertuju pada seorang dokter yang barusaja keluar dari ruangan Joohyun.

“Pasien sangat membutuhkan darah untuk tetap hidup sekarang juga, suster. Apakah masih ada pasokan darah golongan B ?”

Sang suster melihat checklist yang ia bawa. “Joeseonghaeyo, Uisa-nim. Pasokan darah B sedang kosong sekarang. Bagaimana ini ?”

“Kalau begitu cepat cari seseorang bergolongan darah B yang mau mendonorkan darahnya !”

Yoona menarik kecil jas dokter itu. “Joeseonghaeyo. Apakah pasokan darah B disini sedang kosong ? Aku bergolongan darah B, Uisa-nim. Kau bisa mengambil darahku untuk Joohyun.” Ujarnya dengan gemetar.

“Apa kau serius, anak muda ?”

Yoona mengangguk mantap. “ Ne uisa-nim !”

.

.

.

Berkat donoran darah dari Yoona, Joohyun masih dapat bernafas hingga saat ini. Oleh sebab itulah, Joohyun sangat berhutang budi atau bisa dikatakan berhutang nyawa dengan Yoona. Ia berkomitmen, jika ia akan membuat Yoona karibnya itu tetap senang walaupun taruhannya adalah perasaan atau nyawanya sendiri.

Gomapseumnida, Yoona-ya !”

-o0o-

“Joohyun-ah, bagaimana ini ?!”

Pertanyaan Yoona yang tiba-tiba dengan suara yang tidak dapat dikatakan pelan membuat Joohyun yang sedang mengunyah permen pun tersedak. Setelah menegak sebotol air mineral yang ia bawa, ia pun menjitak kepala Yoona pelan. “Aigoo, Yoong ! Kau mau membuatku mati kehabisan nafas karena tersedak, eo ?”

“Ya ! Aku sedang bingung saat ini dan kau malah membuatku kesakitan dengan jitakan mautmu itu ! Aish, itu tidak membantu sama sekali,” gerutu Yoona sembari mengelus bagian kepalanya yang manjadi korban dari jitakan maut dari Joohyun.

Mianhaeyo, Lagipula pertanyaanmu sangat mendadak dan kau membuatku hampir jantungan tadi. Nah, sekarang apa masalahmu ?”

Yoona menghela nafas berat, “Aku lupa membawa tugas Ahn sonsaengnim. Kau tahu kan bagaimana rupa dari Ahn sonsaem saat ia marah ?”

“Lalu bagaimana i…”

Belum sempat Joohyun melanjutkan kalimatnya, mereka sudah dikejutkan oleh kehadiran seorang wanita paruh baya dengan kacamata bertengger di hidungnya dan penggaris kayu di tangan kanannya—Ahn Songsaemnim.

“Yoona-ssi, kumpulkan tugas yang kemarin !” perintah Ahn sonsaem dengan logat suaranya yang menggelegar kemana-mana. Yoona yang mendengar perkataan Ahn sonsaem langsung terdiam membatu dan menggelengkan kepala.

Ahn sonsaem menyeringai. “Baiklah Yoona-ssi. Kau bisa berdiri di luar hingga waktu jam pelajaran selesai !”

Yoona tersenyum kecut. Ia pun beranjak dari bangkunya dan membungkukkan badannya pada Ahn sonsaem. Melihat Yoona yang mendapatkan hukuman sendirian, membuat Joohyun yang berniat mengumpulkan tugasnya hari ini pun diurungkannya. Ia pun berdiri dan membungkukkan badan kepada Ahn sonsaem.

Joeseonghaeyo, Sonsaengnim ! Aku lupa tidak membawa tugas yang sonsaem perintahkan.”

Yoona menatap Joohyun dengan mata melotot. Ia jelas-jelas mengetahui jika Joohyun membawa tugas Ahn sonsaem, tetapi mengapa gadis berpipi chubby itu malah berkata lupa membawa ? Yoona mendekati Joohyun dan berbisik tepat ditelinganya.

“Apa maksudmu ? Bukankah kau membawa tugas itu, Famous Girl ? Mengapa kau malah mengatakan tidak membawa ?”

Seohyun tersenyum tulus dan membalas bisikan Yoona,

Because You’re my bestfriend, Yoong. I’ll be there for you.

-o0o-

Sore ini Seoul tengah diguyur hujan deras. Rintik-rintik air yang jatuh dari langit secara bersamaan itu membasahi seluruh kota. Baik itu jalan raya, halte, taman, gedung-gedung pencakar langit, bahkan gedung sekolah—membuat seluruh orang mau tidak mau harus menghentikan aktivitas di luar rumah untuk sementara jika tidak ingin diguyur hujan serta angin yang berhembus terlalu kencang.

Tak terkecuali gadis berambut panjang itu. Gadis yang masih saja memakai dress putih sebatas lutut dan dibalut oleh jaket merah jambu itu terus menatapi langit, sesekali diselingi oleh lirikan ke arloji merah yang melingkar di pergelangan tangannya. Sesekali ia mendesah pelan sembari mempererat jaket yang ia kenakan—berusaha menghangatkan tubuh kurusnya itu. Ia mendesah kembali. Seharusnya ia pulang lebih dulu dan menyelesaikan tugasnya ini di rumah saja daripada harus terjebak hujan di sekolah yang telah sepi seperti ini.

 

TIN.. TIN..

 

Gadis itu mengedarkan pandangannya. Matanya menangkap sebuah mobil berwarna putih berjalan menuju ke arahnya dan berhenti tepat di depannya. Gadis itu mengerutkan keningnya, pasalnya yang ia tahu salah satu anggota keluarganya tidak mempunyai mobil berwarna putih. Karibnya juga begitu. Lalu siapa pemilik mobil ini ?

Kemudian terlihat seorang lelaki berbalut kemeja putih keluar dan berjalan terburu-buru ke arah gadis itu dengan sebuah payung di tangannya. Saat ia benar-benar berhadapan dengan gadis itu, sang lelaki terlihat gugup. Kegugupannya bertambah ketika gadis itu membuka suara.

“Kau… Siapa ?”

Lelaki itu tersenyum kikuk kemudian membungkukkan badannya kepada gadis itu. “Mianhae. Aku Kim Jongin, siswa semester dua. Aku melihatmu disini sendirian, Noona menunggu hujan berhenti ?”

Gadis itu tersenyum tipis dan menganggukkan kepalanya. “Annyeong, Jongin-ssi. Aku Seo Joohyun, siswa semester empat. Aku memang menunggu hujan berhenti. Lalu bagaimana denganmu, Jongin-ssi ?”

Jongin menelan ludahnya susah payah saat Joohyun memandangnya dengan tatapan yang lembut. Jujur, ini pertama kalinya bagi Jongin bertemu dengan seseorang yang memiliki tatapan dan senyuman selembut ini. “A-Aku…” Ujar Jongin gelagapan. “Aku tadi melihat acara tentang cuaca. Jang Eun Hye, pembawa acara tentang cuaca mengatakan jika hujan berlangsung lama,” lanjut lelaki berkulit tan itu.

“Ah, jinjjayo ?” Joohyun mendesah pelan. Ia benar-benar merutuki dirinya yang bisa-bisanya mengerjakan tugas di sekolah dan berakhir dengan terjebak hujan seperti ini. “lalu bagaimana ini?” tanyanya panik.

“Noona,” panngil Jongin, membuat mata Joohyun kembali menatap hoobae nya itu. “A-aku hanya ingin mengantarkan Noona pulang jika Noona tak keberatan.”

“Nde ?” Joohyun berusaha menyerap perkataan Jongin barusaja. Sedetik kemudian ia mengangguk senang. “ Jinjja ? Gomapseumnida, Jongin-ssi !”

-o0o-

“ I don’t know you, but I love you….”

Barusaja ia mengeluarkan suaranya dan memetik senar gitarnya, gadis itu mengalihkan pandangannya menuju pintu ruang band yang kini terbuka. Sedetik kemudian gadis itu tersenyum dan melambaikan tangannya kepada karibnya. Kemudian ia terdiam melihat seorang lelaki di samping sahabatnya itu.

“Hey, Famous Girl !”

Annyeong, Yoong. Perkenalkan, ini temanku sekaligus hoobae kita, Kim Jongin,” ujar Seohyun sembari menepuk bahu Jongin. “nah Jongin, perkenalkan ini sahabat karibku, Im Yoon Ah. Dia adalah sunbae ekskul band disini.”

Jongin membungkukkan badannya. “Annyeong haseyo sunbae-nim. Aku Kim Jongin. Senang bertemu denganmu, sunbae.” Jongin tersenyum simpul dan mengulurkan tangannya pada gadis cantik bermulut alligator saat tertawa itu. Sedangkan Yoona tersenyum senang dan membalas jabatan tangan Jongin.

Annyeong, Jongin. Senang bertemu denganmu juga,” ujar Yoona sembari tersipu malu. Gadis itu mengakui, jika lelaki berkulit tan itu memang tampan. Tetapi mengapa ia merasakan perasaan aneh yang menjalar pada dirinya ? Padahal ia yang juga bernotaben ‘gadis populer’ itu juga sering melihat pria tampan lainnya.

“Yoong~” panggil Joohyun yang membuat Yoona tersadar dan melepaskan jabatan tangannya. “Setelah melihat potensinya yang pandai bermain gitar, aku mempunyai ide untuk mengajaknya bergabung disini. Awalnya ia tak mau, tapi akhirnya ia menyetujuinya. Apa kau tak keberatan jika Jongin bergabung dengan kita, Baekhyun dan Luhan ?”

“Tentu saja !!” Jawab Yoona cepat. Joohyun mengerutkan keningnya. Dari member kelompok band yang terdiri dari Baekhyun,Luhan, Yoona dan dirinya, Yoona lah yang paling berisik dan paling pemilih dalam pemilihan anggota baru. Yoona yang prefeksionis. Tapi mengapa tidak berlaku pada Jongin ?

Joohyun kembali menatap Yoona yang kini telah bermain gitar bersama. Mereka tampak sangat bahagia. Mereka tampak seperti sepasang kekasih yang serasi. Entah mengapa, Seohyun merasa aura di ruangan ini memanas. Akhirnya, ia mengambil tas tangannya dan bergegas keluar dari ruangan itu.

“Aku pergi dulu, Jongin, Yoong~”

-o0o-

Joohyun barusaja selesai merapikan penampilannya saat ponselnya berdering. Dengan sigap Joohyun pun mengampil ponselnya dan ia mendapati sebuah pesan masuk. Ia menekan tombol read dan ia tahu bahwa si pengirim pesan itu adalah Yoona.

 

From : Yoong~

            Famous Girl ! Aku dengar kau akan pergi ke taman bermain bersama Jongin. Apa aku boleh ikut ? Boleh ne~

 

Joohyun menghela nafas panjang. Entah mengapa ada setitik rasa keberatan yang bersarang di hatinya sekalipun Yoona adalah sahabatnya sendiri. Sebelumnya, ia belum pernah merasa keberatan saat Yoona meminta ikut pergi bersamanya saat ia ada janji dengan pria yang cukup dekat dengannya seperti Baekhyun, Suho, Chanyeol, Sehun dan yang lain. Namun ini pertama kalinya ia merasa keberatan.

Karena tak ingin merusak tali persahabatannya dan atas janjinya yang pernah ia ucapkan, Joohyun pun cepat cepat mengetikkan sesuatu di ponselnya.

 

To : Yoong~

            Tentu saja, Yoong~ Datanglah ke rumahku tepat pukul sepuluh. Jongin akan menjemput kita nanti.

 

Setelah mengirimkan pesan itu pada Yoona, Joohyun pun menghempaskan tubuhnya di atas ranjang empuknya. Pikirannya tertuju pada sikap aneh Yoona selama ini yang ia beri ke Jongin. Joohyun merasakan sikap Yoona yang aneh kepada dirinya. Kini gadis bermulut alligator itu sering membahas tentang Jongin saat ia dan Yoona sedang berdua. Entah itu hasil latihan band Jongin hingga pertanyaan basi seperti bagaimana kabarnya.

Joohyun tampak berfikir. Ia berusaha mencari tahu tentang motif Yoona yang akhir-akhir ini bersikap lebih aneh dari biasanya. Tak lama kemudian matanya membulat sempurna. Otaknya seakan berhenti setelah ia menduga alasan dibalik sikap aneh Yoona itu. Entah mengapa, ada sedikit perasaan yang tak rela di hatinya.

“Tidak mungkin….. Yoona menyukai Jongin ?”

 

TBC

Sorry for gaje>< RCL ne~ /kabur bawa Kai/

22 thoughts on “[Freelance] Dear My Friends (Seohyun Yoona Kai ver—chap 1)

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s