[Freelance] Traitor

Traitor

 

Title : Traitor

Author : Selvy

Length : Oneshot

Rating : PG 17

Genre : Romance, Sad

Main Cast : Taeyeon, Kris, Jessica

Other Cast : Lihat sendiri yah J

Author Note :Hy readers, aku bawa ff oneshop yang lumayan dramatis menurutku. Aku gunain castnya kris karena kemarin ada yang req kris disuruh nangis gitu #ditaboktao

Kalau Jessica, karena dia yang paling dekat dengan kris menurutku. Soalnya moment mereka banyak di youtube, hehe. Kalau taeyeon mah gak usah ditanya lagi, dia kan sudah menjadi cast wajib di setiap ffku J.

. . . . . . . . .

Dua sejoli yang sedang menikmati pemandangan langit biru yang setiap harinya tak pernah lelah menampilkan keindahannya. Langit biru yang benar- benar cerah yang seolah menggambarkan perasaan yang kini taeyeon dan kris rasakan.

“Kris- ah apakah kau tidak lelah dari bekerja dan langsung menemuiku ?” taeyeon mendongakkan kepalanya memandang kris yang kini mendekapnya dari belakang.

Kris tersenyum, menampilkan sisi manis dari wajahnya yang biasanya hanya menunjukkan ekspresi datar. “Mana mungkin aku akan lelah hanya untuk menemui calon istirku yang manis ini” kris mempererat dekapannya sehingga nafasnya benar- benar terasa di telinga taeyeon yang membuat yeoja itu bersemu merah.

“Saranghae” ucap taeyeon memegang kedua tangan kris yang berada di perutnya.

“Nado” balas kris.

 

. . . . . . . . . .

Taeyeon tengah sibuk mempersiapkan segala sesuatu untuk pernikahannya yang akan dilaksanakan satu minggu lagi. Sungguh malang memang nasibnya yang harus mempersiapkan pernikahannya sendiri. bagaimana tidak ia adalah termasuk dalam kategori mandiri, dimana sejak berumur 16 tahun ia sudah berpisah dengan orangtuanya yang bertempat tinggal di amerika. Ia masih beruntung karena orangtuanya berjanji akan datang dihari pernikahannya.

Kalau kris? Dia adalah lelaki yang lebih malang dari taeyeon. Ia sudah tidak mempunyai orang tua, kris harus berterima kasih kepada kekasihnya itu yang telah membantunya mencari pekerjaan sehingga ia bisa seperti sekarang. Kris sekarang adalah direktur di salah- satu perusahaan di korea, dia sangat sibuk dan itulah salah satu alasan mengapa taeyeon sekarang berada di toko cincin sendirian.

“Cincin yang ini bagus bolehkah aku melihatnya ?” ucap taeyeon menunjuk salah- satu cincin yang terpajang rapi dalam lemari kaca di hadapannya.

“Dengan senang hati nona” balas penjaga toko itu.

Taeyeon memandangi cincin yang sudah ia kenakan di jari manisnya yang indah, “Sayang sekali kris tidak ikut” taeyeon tersenyum senang memandang jarinya sendiri.

Taeyeon hendak melepas cincin bematakan berlian di tangannya, namun sayang cincin itu harus meluncur ke lantai, merasakan banyaknya debu di lantai itu. “YA!” Perkik taeyeon, namun ia tetap mengejar cincin yang menggelinding dilantai itu.

“YA! Akhirnya aku mendapatkanmu” taeyeon mengambil cincin itu yang nyangkut di kaki seorang yeoja dan namja.

“Taeyeon” merasa namanya di panggil taeyeon mendeongakkan kepalanya.

“Jessica” teriak taeyeon ketika melihat yeoja yang berdiri dihadapannya. “Aku merindukanmu” taeyeon memeluk jessica sahabat lamanya itu.

Yang dipeluk hanya terkekeh seraya membalas pelukan taeyeon, “Kau masih hobby berteriak yah?” tanya jessica usil.

Taeyeon mengerucutkan bibirnya, “Kau benar- benar merusak suasana dramatis” taeyeon merenggangkan pelukannya lalu menatap sahabatnya itu dengan pandangan kesal yang dibuat- buat.

“Aigoo taeng, aku bahkan tak percaya kau telah berumur 25 tahun” jessica mencubit pipi taeyeon.

Taeyeon lagi- lagi kesal mendengar penuturan jessica. “Jangan bersikap seperti itu lagi padaku karena sebentar lagi aku akan menjadi nyonya wu” ucap taeyeon dengan bangga.

“Jinjja ? apakah kau akan menikah?” jessica membelalakkan matanya heran.

Taeyeon mengangguk pasti, “selamat taeyeon” jessica memeluk taeyeon lagi.

“Hmmm” merasa diacuhkan namja di samping jessica berdehem kecil.

Jessica segera melepas pelukannya, sedangkan taeyeon hanya menatap namja itu bingung. “Kenalkan taeyeon ini baekhyun calon suamiku”

Taeyeon membulat lebar yang membuat wajahnya semakin imut dan sangat cocok untuk dicubit. “Jinjja? Wow kau adalah lelaki beruntung bisa mendapatkan jessica” taeyeon menepuk kedua tangannya senang.

Jessica tersipu malu melihatnya, “kau selalu saja berlebihan taeng”

“Oya aku tidak bisa lama- lama karena aku harus mengurus persiapan pernikahanku, nanti aku akan menghubungimu lagi. Mana ponselmu?” Jessica memberikan ponsilnya kepada taeyeon, untuk beberapa waktu taeyeon mengetik sesuatu di ponsel itu. “Hubungi aku ne?” taeyeon tersenyum manis kepada jessica dan juga kepada baekhyun yang sedari tadi memandangnya.

“Oya ini cincin kalau kau mau beli saja, nanti aku membeli yang lain saja bersama kris” taeyeon memberikan cincin itu kepada Jessica dan segera berlalu dari tempat itu.

 

. . . . . . . . . .

6 hari sebelum pernikahan

“Apakah semua undangan sudah di sebar?” taeyeon masih sibuk membuka majalah yang berisi berbagai macam model busana di hadannya.

Yang ditanya hanya menjawab sopan, “Sudah nona” taeyeon tersenyum puas mendengarnya.

“Gomawo Lee ahjusshi” kemudian gadis itu kembali sibuk pada kegiatannya.

Nal moreunayo
Naega yeogi itneun iyuneun
geudaende

Nuni siryeowa mareul hal su eobtneyo
Honjaseo baraman bolppun

“Aiss handphone ini benar- benar mengganggu.” Taeyeon merogoh malas telponnya namun matanya berubah berbinar ketika melihat nama yang terpampang pada layar handphone

“Annyeong kris” taeyeon teresenyum penuh semangat.

“ . . ..  “

“Oke, aku akan segera kesana” taeyeon menutup telponnya dan membereskan seluruh majalah- majalah yang berantakan di atas meja dihadapannya.

Langkah kakinya yang kecil namun dengan penuh semangat itu tak henti- hentinya mengeluarkan suara yang cukup nyaring yang menandakan bahwa ia sedang terburu- buru.

“Tolong aku taeyeon hiks . . hiks . . hiks “ Jessica memeluk erat taeyeon setelah taeyeon baru saja membuka pintu.

Taeyeon yang merasa iba melihat sahabatnya yang baru saja bertemu dengannya kemarin itu menangis. “Apa yang terjadi?” taeyeon menusap pelan rambut Jessica.

Jessica masih terisak, “Baekhyun memutuskanku taeng. Katanya dia mencintai gadis lain” Jessica mempererat pelukannya.

Taeyeon yang mendengar penuturan sahabatnya ikut merasakan kesedihan itu, “Apakah kau mengenal orang itu?”

“Tentu saja aku mengenalnya, aku berjanji akan membalas dendamku ini” mata jessica memancarkan sosok kebencian namun sayang taeyeon tak bisa melihatnya.

Taeyeon berusaha menenangkan jessica dengan cara membawanya ke kamarnya. “Sudahlah jangan menangis lagi. Lelaki seperti itu tak pantas kau tangisi” taeyeon memberikan coklat panas yang ia buat untuk jessica yang sedang menangis memeluk bantal di kasurnya.

Jessica meraih coklat panas yang diberikan taeyeon, “Benar, dia lelaki yang sangat jahat.” Jessica meminum pelan coklat panas itu, “Apakah hari ini kau tidak sibuk?”

Taeyeon hanya tersenyum teduh seperti biasanya, “Sebenarnya hari aku harus pergi bersama kris, tapi aku tidak mungkin meninggalkanmu”

Jessica menatap taeyeon sendu, “Terima kasih sudah menjadi sahabat terbaikkku” Jessica memeluk taeyeon dan taeyeon hanya terkekeh mendapat perlakuan seperti itu dari Jessica.

 

. . . . . . . . . .

5 hari sebelum pernikahan

“Kau tahu aku kemarin aku sudah menunggumu ber jam- jam tapi kenapa kau tidak datang taeyeon?” taeyeon hanya menunduk mendengar ucapan kris yang terkesan kasar.

“Mianhae kris, aku tak bisa datang karena aku harus menemani sahabatku yang sedang ada masalah” ucap taeyeon masih menunduk.

Kris mengacak rambutnya kesal, “Paling tidak kau bisa menelfonku, aku sudah mengorbankan pekerjaanku hanya untuk menunggumu di butik. Kau sendirikan tahu bagaimana aku sangat sibuk di kantor”

Taeyeon mendongakkan kepalanya dengan air mata yang sudah membasahai wajah mulusnya, “Mianhae” ucapnya lalu kembali menunduk.

Kris menghembuskan nafas pelan, walaupun ia sangat kesal pada taeyeon tapi tetap saja ia tidak bisa melihat yeoja yang dicintainya menangis. “Mianhae aku sudah keterlaluan” kris menarik tubuh mungil taeyeon ke dalam pelukannya.

Taeyeon hanya terisak, ia hanya membalas ucapan kris dengan anggukan pelan. Sebuah smirk muncul dari wajah seorang yeoja yang sedang memperhatikan kejadian itu dari jendela, ia terus memerhatikan dua sejoli yang sedang berpelukan hangat di depan pintu rumah taeyeon itu.

‘Tunggu saja taeyeon kau akan membeyar semuanya’ batinnya kesal.

 

. . . . . . . . .

4 hari sebelum pernikahan

Jessica yang memang semenjak mempunyai masalah menginap di rumah taeyeon sedang memegang ponsel taeyeon, sedangkan pemiliknya sedang memanjakan diri di kamar mandi rumahnya.

“Jess apa yang kau lakukan?” tanya taeyeon seraya mengeringkan rambutnya dengan handuk.

Jessica yang kaget segera menaruh kembali handphone taeyeon di atas meja tempatnya semula. “Tidak aku hanya sedang melihat- lihat foto ini” Jessica meraih foto di samping HP taeyeon.

Taeyeon yang dengan gampangnya percaya hanya mengangguk pelan. “Jess hari ini aku harus pergi fitting baju bersama kris, kamu tidak apa- apa kan dirumah sendiri?” Jessica yang mendengar ucapan taeyeon hanya mengangguk seraya menunjukkan senyum manis palsu buatannya.

Setelah memakai baju taeyeon segera berangkat ke butik.

Sedangkan kris yang baru saja mendapat pesan dari taeyeon untuk segera menjemputnya di rumah perlahan melajukan mobilnya menuju kediaman calon istrinya itu. ‘Mengapa dia sangat manja ketika mendekati hari pernikahan kami’ ucap kris tersenyum geli mengengingat kembali pesan yang dikirimkan taeyeon kepadanya.

Flashback

“Oke rapat hari ini cukup sampai disini, kalian bisa kembali ketempat kerja kalian masing- masing” Kris dengan cepat mengecek ponselnya yang selama rapat berlangsung terus berdering itu ketika direktur utama perusahaan atau bosnya menutup rapat hari ini.

Kris tersenyum ketika melihat isi dari pesan yang didapatnya.

‘Kris bisakah kau menjemputku? Aku sudah sangat merindukanmu

From

My Love’

“Aiss, aku juga sangat merindukanmu” Ucap kris berbicara pada poselnya seolah- olah ponsel itu adalah taeyeon.

“Ternyata 4 hari sebelum pernikahanmu kau sudah gila” Ucap bos kris atau yang sudah menjadi temannya juga.

Kris tersenyum mengejek, “Kau bahkan tidak mempunyai pasangan tao”

Tao menghapus seluruh senyuman di wajahnya. “Jangan berbicara seperti itu, aku bukannya tidak mempunyai pasangan. Tapi aku hanya sedikit malas tentang itu.

“Bilang saja kalau kau tidak laku”

“YA!”

Flashback end

“Changi- ah “ Kris memasuki kamar taeyeon yang tidak terkunci. Ia menyunggingkan smirknya ketika melihat punggung seorang wanita yang masih mengenakan handuk berdiri di hadapannya. “Kenapa kau sangat manja hari ini? Apakah kau memancingku untuk berbuat yang tidak- tidak sebelum hari pernikahan?” ucap kris memeluk yeoja yang ia kira adalah taeyeon itu.

“Mian tapi aku bukan taeyeon” Kris segera melepas pelukannya ketika mendengar suara yeoja itu.

Kris salah tingkah sendiri ketika bertatap muka dengan gadis itu, ia sangat merasa bersalah karena telah berperilaku kurang sopan, “Mianhae aku sudah kurang sopan. Tadi aku kira kau taeyeon” ucap kris membungkuk singkat.

Jessica tersenyum menggoda, “Kalau kau ingin melakukan itu aku akan dengan senang hati menggantikan taeyeon.” Kris yang mendengar perkataan Jessica mengerutkan keningnya, “Aku adalah sahabat taeyeon yang tentunya tidak kalah cantik darinya. “Jessica memeluk kris mesrah.

Kris yang masih heran dengan kelakuan gadis dihadapannya itu sontak melepas pelukan Jessica dengan kasar, “Apa yang kau lakukan? Aku adalah calon suami sahabatmu.”

Jessica tersenyum yang membuat kris berfikir bahwa yeoja yang dihadapinya adalah yeoja gila. “Jangan munafik kris, kau pasti juga tergiur kan dengan tubuhku ini ?” Jessica membuka handuknya yang membuat tubuhnya naked sempurna.

Kris yang melihat itu sontak membuat nafsunya sebagai lelaki sempat meningkat, ‘Apa yang kau fikirkan kris?’ batinnya, ia menggelengkan kepala lalu membalikkan badannya hendak meninggalkan gadis gila itu.

Namun Jessica menarik tangan kris dengan seluruh kekuatannya yang membuat pria itu jatuh di kasur tepat menindih Jessica. “Apakah kau benar- benar akan menolak ini?” Jessica berucap dengan nada menggoda, ia kemudian mencium bibir kris ganas.

Kris yang pada dasarnya adalah pria sejati tentunya akan mudah sekali terangsang dengan apa yang disuguhkan dihadapannya. Otaknya kini tengah kosong karena dikuasai oleh nafsu, ia membalas ciuman Jessica tak kalah ganas lalu terjadilah hal yang tidak diinginkan di kasur calon istrinya sendiri.

 

. . . . . . . . .

Taeyeon sedari tadi mondar mandir keluar masuk butik dimana tempat ia akan melakukan fitting baju pengantin bersama kris. Namun ternyata pasangannya itu tak kunjung datang.

“YA!” Tiffany sahabat taeyeon mengagetkannya dari belakang.

Taeyeon yang sama sekali tidak kaget dengan kelakuan tiffany hanya menatap sahabatnya singkat lalu kembali mengacuhkannya dengan jam yang terus ia pandangi di tangannya. “YA! Kau mengabaikanku demi jam itu?” ucap tiffany kesal.

Taeyeon hanya mendengus pelan, “Mengapa kris tidak datang? Apakah ada sesuatu yang terjadi padanya? Tiff perasaanku sangat tidak enak” ucap taeyeon tanpa memperdulikan ucapan tiffany sebelumnya.

Tiffany yang tadinya kesal kepada taeyeon, detik ini mulai luluh, “Sudahlah taeng, tidak usah terlalu dikhawatirkan. Bagaimana kalau kita bercerita saja” tiffany berusaha menghibur taeyeon sahabatnya.

“Kau mau bercerita apa?” tanya taeyeon malas.

“Hmmmm, oh iya bukankan Jessica sedang berada di rumahmu?” tanya tiffany antusias.

“Ia, dia sangat malang saat ini sungguh kasian. Lain kali kau harus datang menemuinya” ucap taeyeon mulai melupakan keterlambatan kris.

Tiffany mengerutkan jidatnya, “Aku sepertinya tidak bisa. Lihat saja aku harus mengurus butik ini sendirian” ucap tiffany memandang kesal butik yang memang adalah miliknya.

“Jangan berbicara seperti itu. Harusnya kau bersyukur sudah memiliki butik yang terkenal di usiamu yang masih muda” taeng memegang pundak tiffany.

Tiffany mengeluarkan nafas kasar, “Sudahlah taeng, sebaiknya kau pulang saja. Kurasa kris sedang sibuk” ucap tiffany yang melihat sahabatnya yang sepertinya mulai kedinginan karena sejak tadi menunggu diluar.

Taeyeon menggeleng keras, “Tidak aku tidak mau, kemarin kris juga telah menunggu lama kan? Jadi sekarang giliranku untuk membalas segalanya” taeyeon tersenyum manis.

Tiffany memandangnya kesal, “Yah kalau itu memang maumu mau bagaimana lagi?”

 

. . . . . . . . .

Kris tidak henti- hentinya mengerututi kebodohannya sendiri. bisa- bisanya dia tidur dengan yeoja lain menjelang detik- detik penikahannya, “Kris pabo” kris mengotak atik (?) rambutnya sendiri dibawah air yang sedang membasahai tubuhnya di kamar mandi rumah taeyeon. Ia benar- benar menyesal akan apa yang ia telah lakukan.

Dengan segenap kekuatannya ia berdiri dan menguatkan dirinya sendiri, “Kris tidak akan ada masalah yang terjadi. Anggap saja ini adalah mimpi buruk yang tidak pernah terjadi” Kris mengeringkan tubuhnya lalu memakai kembali pakaiannya.

“Kau mau kemana sayang ?” ucap Jessica dari atas kasur ketika melihat kris keluar dari kamar mandi dan hendak meninggalkannya.

Kris memandang horor Jessica, “Jangan pernah sekalipun kau memanggilku seperti itu” Ucap kris kasar lalu membanting pintu dengan keras. Jessica yang melihatnya bukannya marah malah tertawa penuh kemenangan.

Taeyeon kini tengan menggesek- gesekkan kedua tangannya menahan dinginnya malam. Memang semenjak tadi ia sudah menunggu kris di luar butik. Tak terhitung berapa kali tiffany menyuruhnya masuk namun gadis itu terlalu keras kepala mengikuti perintah dari salah satu sahabat dekatnya itu.

Karena kelamaan menunggu taeyeon duduk dikursi depan butik milik tiffany itu. Namun setelah ia terbawa ke alam mimpi sebuah mobil sudah terparkir dihadapannya tanpa ia sadari.

Kris turun dari mobil dan melihat yeoja yang dicintai tengah tertidur dengan bibir yang pucat karena menahan dingin. Ia tak kuasa menahan air matanya jikalau mengingat kejadian tadi. Dengan perasaan bersalah ia membuka jaketnya lalu memakaikannya ke taeyeon dan menarik yeoja itu kedalam dekapannya. “Mianhae”

Taeyeon agak terganggu karena wajahnya yang basah dengan air mata, ia membuka matanya dan mendapati kris tengah memeluknya erat, “Kris . . “

“Jangan bergerak dulu yah?” Pinta kris ketika taeyeon hendak melepas pelukannya. Taeyeon yang mendengar itu hanya tersenyum geli akan sikap kris yang menurutnya sangat manja seperti biasanya. “Mianhae” ucap kris.

“Iss apa yang kau katakan? Aku tidak apa- apa.” ucap taeyeon mengeratkan pelukannya sehingga menghirup aroma parfum dari namjachingunya itu. “Kau tidak biasanya memakai parfum dengan aroma seperti ini, kau seperti wanita saja” taeyeon terkekeh ketika mencium aroma parfum kris, sungguh ia benar- benar percaya pada kris sampai- sampai ia tidak curiga sama sekali.

Kris terenyum miris dan pastinya taeyeon tidak melihatnya. Ia tidak menjawab pernyataan taeyeon hanya saja ia terus mengeluarkan air mata yang ia juga tidak mengingikannya untuk keluar.

“Apakah kau menangis?” tanya taeyeon ketika merasakan rambutnya basah.

Kris tidak menjawab sampai taeyeon ingin melepas pelukannya untuk melihat namjachingunya itu. “Kumohon kali ini saja jangan bergerak sedikitpun” ucap kris kemudian yang membuat taeyeon semakin tenang.

 

. . . . . . . . .

“Apakah tadi fitting bajumu dan kris lancar ?” tanya Jessica kepada taeyeon yang sedang memakai Masker.

Taeyeon hanya menganggukkan kepalanya. Tanpa ia bisa melihatnya Jessica saat itu tersenyum penuh arti. Selesai memakai masker taeyeon hendak menuju tempat tidurnya namun tangannya tidak sengaja menyikut sebuah botol parfum milik Jessica.

Taeyeon mengangkat botol parfum itu tanpa berkata apa- apa, ia bermaksud bertanya pada jessica ‘Apa ini?’ Jessica yang mengerti langsung mengatakan, “Itu milikku” taeyeon hanya mengangguk mengerti. Karena penasaran ia sedikit menyemprotkan isi parfum itu pada telapak tangannya.

‘Mengapa sepertinya aku pernah mencium bau parfum ini?’ tanya taeyeon pada dirinya sendiri. ‘Mungkin hanya perasaanku saja’ taeyeon dengan cepat menggelengkan kepalanya yakin.

“Kenapa ada yang salah ?” tanya Jessica yang melihat ekspresi bingung taeyeon.

Taeyeon tersenyum pada sahabatnya itu, “Tidak, aku hanya menyukai baunya.” Jawabnya berbohong.

“Oya taeng besok aku sudah ingin pulang, karena aku rasa aku sudah sedikit baikan” tambah Jessica selanjutnya.

Taeyeon yang sedang menaruh parfum itu sontak menoleh, “Apakah kau sudah tidak apa- apa?” Jessica mengangguk membenarkan perkataan sahabatnya itu.

 

. . . . . . . . . .

3 hari sebelum pernikahan

“Taeyeon ayolah, mengapa kau bisa melupakan dimana cincin pernikahanmu sendiri?” taeyeon membongkar seluruh isi laci dan lemari di kamarnya. Memang tadi siang ia dan kris pergi untuk membeli cincin pernikahan, namun sekarang ia tidak tahu telah menyimpannya dimana.

Setelah kelelahan mencari cincin itu, Ia membaringkan tubuh mungilnya di kasur empuk warna birunya. Hembusan nafas kasar tengah mendera yeoja itu, antara capek dan khawatir kalau saja cincin itu tidak ditemukan, entah apa yang akan terjadi.

Bibirnya tertarik kesampin menandakan ia tengah tersenyum karena sesuatu telah memasuki fikirannya, “Aku kan bisa melihatnya di CCTV” Ucap taeyeon tersenyum penuh kemenangan.

“Bi’” panggil taeyeon setelah membuka pintu kamarnya.

Orang yang merasa terpanggil segera datang membungkuk dihadapannya. “Ia nyonya muda, ada yang bisa saya bantu?” taeyeon tersenyum pada ahjumma di hadapannya. Setidaknya sekarang ada yang membantu dirinya, karena semenjak kemarin ahjumma yang menjabat sebagai pembantu dirumahnya itu pulang kampung dan baru saja kembali tadi.

“Tolong ambilkan saya CD CCTV yang merekan kamar saya yah?” perintah taeyeon dengan nada lembut.

Ahjumma itu membungkuk sopan, “Baik nyonya, tapi saya harus mengambil rekaman sejak kapan?”

Taeng berfikir, seketika smirk muncul diwajah imutnya itu. ‘Ada baiknya aku melihat kegiatan Jessica kemarin, ckck’ batinnya penuh kemenangan. “Baiklah bibi’ ambil rekaman hari ini dan kemarin” dengan cepat ahjumma itu menuruti perintah taeyeon.

 

. . . . . . . . .

“Kau sedang apa ? kau tahu aku sangat menrindukanmu” ucap taeyeon berbicara pada laptop dihadapannya. Yah memang di laptop itu menunjukkan gambar kris yang sedang tersenyum manis pada kamera yang tentunya di foto oleh taeyeon.

Tut tut tut . . .

Taeng meraih handphonenya yang bergetar,

“Changi- ah aku ingin berbicara sesuatu padamu besok

From

My husband” taeyeon tersenyum membaca pesan dari kris, namun belum saja ia sempat membalas pesan dari calon suaminya itu pintu sudah diketuk.

“Masuk” Teriak taeyeon namun dari nada suaranya tentunya tidak terkesan kasar. Yang berada diluar pintu perlahan membuka pintu itu dan membungkuk sopan.

“Ini nyonya muda” taeyeon tersenyum lalu menghampiri ahjumma setengah baya itu.

“Gomawo bi’” taeyeon mengambil CD di tangan ahjumma itu.

“Ne”

Taeyeon mengambil CD yang menunjukkan tanggal 13 yang tepat hari ini ke dalam laptopnya. Dari awal ia melihat rekaman dirinya, tapi sepertinya ia sama sekali tidak pernah menyentuh cincin itu dari pertama kali ia memasuki kamarnya. ‘Berarti cincin itu berada di tasku’ batin taeyeon lalu meraih tas yang tadi ia gunakan. Dan benar saja cicin berpasangan itu dengan manis berada berdampingan di dalam kotaknya. “Hmm, akhirnya ku temukan juga.”

Smirk muncul lagi di wajah taeyeon yang tadinya tersenyum senang, “Wah, kali ini kau yang akan kena Jessica ”

Taeyeon memasukkan CD yang bertuliskan tanggal 12 yang berarti itu adalah kaset yang direkam kemarin. “Kau masih tidak berubah, masih saja seperti anak kecil” taeyeon terkekeh pelan melihat sahabatnya yang mendengus kesal saat taeyeon mendahuluinya utuk mandi.

Kekehannya terhenti saat melihat sahabatnya itu mendekati handphonenya yang berada di atas meja, “Apakah kau ingin mengerjaiku?” tanyanya dengan kekehan lagi.

Jessica terlihat hati- hati sekali mengambil handphone itu, seakan- akan tak boleh ada yang mengetahui bahwa ia ingin memegang hp taeyeon. Dan yang paling membuat taeyeon curiga adalah saat taeyeon keluar dari kamar mandi Jessica menaruhnya seperti orang ketakutan. Seandainya bercanda pun mengapa kemarin tidak ada sesuatu aneh yang terjadi?

Dengan perasaan curiga ia melihat foto, video di hpnya barang kali saja Jessica memasukkan foto ata video yang aneh- aneh untuk taeyeon. Namun tidak ada yang aneh dengan foto dan video yang berada di dalam hp taeyeon.

Ia tampak berfikir lalu muncullah fikiran konyolnya, barang kali saja Jessica meminjam hpnya untuk mengirim pesan yang aneh- aneh untuk mengerjainya. Ia membuka kotak keluar dan tidak ada yang aneh juga karena semua pesan keluar ditujukan kepada kris.

Ia masih tampak bingung, sampai akhirnya taeyeon menemukan keganjalan. Ada pesan yang dikirim pada tanggal 12 noveember, sedangkan taeyeon tidak pernah mengirim pesan hari itu kepada kris. Malah sewaktu kris terlambat ia tidak menghubungi kris sama sekali.

Dengan perasaan yang khawatir tetapi dia juga tidak tahu perasaan khawatir itu karena apa, ia perlahan membuka pesan itu. Dan betapa terkejutnya taeyeon hingga hampir menjatuhkan hpnya ketika melihat isi pesan yang dikirimkan Jessica kepada taeyeon.

“Kris jemput aku dirumah yah ? dan ingat jangan mengetuk pintu langsung saja masuk ke kamarku

To

My husband” Taeyeon masih bingung dengan pesan yang setahunya tak pernah ia kirim, jangankan mengirim menulis saja tidak pernah, ‘Mungkin Jessica hanya ingin mengerjaiku’ Taeyeon berusaha berfikir positif walau hatinya masih menentang.

Deg . . .

Taeyeon tak mampu berkata apa- apa lagi, mulutnya menganga lebar begitu pula dengan matanya. Ia tak dapat bergerak sama sekali selain air mata yang sudah menari dengan riang diwajahnya. Betapa terkejutnya dia melihat calon suaminya sendiri memeluk wanita lain yang tidak lain adalah sahabatnya.

Sejak tadi memang CD yang diputar taeyeon tak pernah ia hentikan atau pun ia pause, maka dari itu video ituterus berjalan dan sampailah pada adegan yang seperti mimpi bagi taeyeon.

Tut . . . tut . . .tut . . .

Ponsel taeyeon berbunyi lagi, namun si pemilik masih tidak bisa bergerak sedikitpun dari tempatnya. Sakit yang benar- benar dahsyat menerpa dirinya, hatinya benar- benar sesak tak tahu apa yang harus ia lakukan.

Perlahan kesadaran taeyeon mulai kembali, ia terduduk ke samping kasur tak sanggup melihat kejadian pada layar laptopnya. Suara desahan sungguh memperok- porandakan hatinya, ia benar- benar tak menyangka bahwa kris dan Jessica akan melakukan hal ini padanya.

Dengan segenap kekuatan yang tersisa ia meraih ponselnya yang tadi berdering.

“Changi- ah kenapa kau tidak membalas smsku?

From

My husband” taeyeon membanting ponselnya keras. “AAAA . . . . “ Dengan segala kekuatannya ia berteriak keras, laptop yang tadi menampilkan adegan taksenono itu kini telah hancur bertabrakan dengan dinding.

“Hiks hiks hiks . . . “ taeyeon menutupi mukanya sendiri. ia benar- benar tak bisa menahan gejolak dalan dadanya, ia menghancurkan segala apa yang berada di dalam kamarnya sehingga ruangan itu berubah menjadi ruangan yang lebih parah daripada gudang. “AAAA . . . . .” Taeyeon hanya mampu duduk meringkuk di samping kasurnya yang sudah berantakan karenanya. ‘Mengapa kalian sangat tega kepadaku ?’

. . . . . . . . . .

Taeyeon melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, dengan segenap kekuatan dan semangat yang ia punya ia menghapus air matanya, berusaha untuk tegar. ‘Taeng kau bukanlah orang selemah itu kan? Kau harus bisa melepasnya demi sahabatmu’ taeyeon menghapus air matanya.

Tok . . . tok . . . tok . . . .

Taeyeon mengetuk pintu rumah Jessica pelan masih berusaha tegar, walaupun air mata terus mengalir di wajahnya. Jessica membuka pintu dan begitu kaget melihat sahabatnya yang sangat berantakan. Rambut yang kusut, baju yang sedikit robek dan kotor, dan juga wajah yang sudah penuh dengan air mata.

Jessica menghampiri taeyeon, “Kau kenapa ?” Jessica memegang kedua pipi taeyeon.

Taeyeon melepas pelan pegangan Jessica lalu menunduk dengan tangis yang pecah, setelah yakin sudah cukup puas dengan tangisannya. “Mengapa kau melakukan ini padaku Jessica?” tanya taeyeon.

Jessica yang mendengar penuturan taeyeon segera mengerutkan dahinya bingung. “Apa maksudmu taeng?”

Taeng menghapus air matanya pelan lalu berusaha untuk setegar tadi. “Aku sudah tau jess, kamarku memasang CCTV jadi aku sudah melihat semua yang terjadi antara kau dan kris. Jess kenapa kau lakukan itu? Mengapa kau tak bilang kalau kau menyukai kris?” tanya taeyeon memegang kedua pundak Jessica.

Awalnya Jessica menunjukkan ekspresi menyesal, namun sepertinya dendam lebih menguasai hati dan fikirannya buktinya saat ini ia tersenyum penuh kemenangan. “Kau sudah tahu yah ? baguslah kalau begitu” ucap Jessica tanpa dosa.

Air mata taeyeon semakin deras membasahi wajahnya. “Apa yang kau katakana jess ? bukankah kita adalah sahabat ? mengapa kau sangat tega kepadaku? Bukankah kau tahu bahwa kris adalah tunanganku?” tanya taeyeon bertubi- tubi.

Jessica menunjukkan smirknya. “Sahabat? Kau kira aku pernah menganggapmu sahabat? Dari kecil kau selalu diberikan kebahagia, tapi mengapa aku tidak taeyeon? Kau bahkan selalu mendapatkan juara kelas, tapi mengapa aku tidak pernah? Apakah kau tidak tahu bahwa aku dipukuli karena kau selalu mengalahkanku? Kau selalu memberikan aku barang yang sudah kau pakai, kau kira aku suka cincin yang kau berikan di toko kemarin? Kau selalu mendapat perhatian dari semua pria, dan yang paling parah calon suamiku sendiri juga meninggalkanku karenamu” Jessica juga sudah tak kuasa menahan air matanya.

Taeyeon sudah terperosot ke tanah, ia tak sanggup lagi mendengar perkataan Jessica yang ia juga tidak tahu semua itu. Seandainya ia tahu mungkin ia bisa mengalah pada orang yang dianggapnya sahabat itu, “Mian” ucap taeyeon pelan.

Jessica tersenyum mengejek. “Kau tahu aku sangat senang melihatmu seperti ini, kau sekarang bisakan merasakan apa yang aku rasakan? Kau tahu aku sangat senang jika kris meninggalkamu seperti baekhyun meninggalkanku” Jessica menutup pintunya keras.

Sedangkan taeyeon hanya menangis di depan pintu Jessica itu, sungguh taeyeon benar- benar seolah hancur saat ini.

 

. . . . . . . . . .

2 hari sebelum pernikahan

Taeyeon masih duduk di samping rumah Jessica tanpa beralih dari posisinya semalam, hanya saja ia berpindah tempat dari yang tadinya berada di depan rumah Jessica sekarang sedikit berada di samping rumah sahabat yang tidak menganggapnya itu.

Pagi yang cerah tentunya tak secerah hatinya yang benar- benar mendung bahkan di dalam sana mungkin tengah terjadi badai. Air matanya seolah mengering karena terlalu banyak menangis, ia hanya menatap kosong ke depan.

Air matanya kembali mengalir saat melihat mobil yang tentunya sangat ia kenal terparkir dengan rapi di depan rumah Jessica, mobil siapa lagi kalau bukan milik kris. Kris turun dari mobil itu dan segera memauki rumah Jessica. Taeyeon benar- benar sakit, apalagi kris mempunya kunci dari rumah Jessica.

Taeyeon menggepal tangannya kuat, ia sungguh tidak sanggup melihat kejadian ini. Sungguh tidak sanggup. Ia menangis dan terus menangis. Ia berusaha berdiri dan berjalan namun ia kembali tersungkur karena kehabisan tenaga.

 

. . . . . . . . . .

Kris memasuki rumah Jessica dengan mudah karena memang Jessica mengirimkan kunci rumahnya ke apartemen milik kris. Kris bukannnya datang ke rumah Jessica karena tertarik pada gadis itu, hanya saja ia ingin menyelesaikan masalahnya.

“Hai sayang” Jessica yang melihat kris langsung saja memeluk pria jangkung itu.

Kris dengan kasar menghempaskan tangan Jessica, “Aku datang kesini bukan untuk bermain- main denganmu. Aku hanya ingin mengatakan jangan pernah ganggu kehidupanku dan taeyeon lagi.”

Jessica tersenyum yang tentunya membuat kris bingung. “Mengapa? Apakah taeyeon lebih sexi dariku yah? Sayang tinggalkan taeyeon untukku”

Plak . . .

Pipi Jessica memerah karena mendapat tamparan dari tangan kekar kris, “Jangan fikir kau wanita jadi aku tak akan berani berbuat kasar padamu. Taeyeon bukanlah wanita rendah sepertimu. Seorang penghianat dan wanita murahan” kris tersenum mengejek.

Jessica hendak membalas tamparan kris namun tangannya ditahan oleh tangan kekar milik kris, “Jangan pernah menyentuhku lagi. Aku tidak habis fikir mengapa taeyeon sangat menyayangi sahabat seperimu? Kau tahu dia selalu bercerita yang baik- baik tentang kamu. Bahkan ia tidak datang pada saat fitting baju pernikahan hanya untuk menghiburmu. Kau tahu ia sudah mengorbankan banyak hal untukmu dan ini balasanmu? Dasar wanita iblis” kris menghempaskan tangan Jessica kasar lalu meninggalkan gadis itu.

Jessica hanya diam mencerna seluruh kata- kata kris, memang selama ini taeyeon selalu baik padanya. Sejak dari sekolah dasar mereka selalu bersama, dan sekarang hanya gara- gara dendam Jessica dengan tega berbuat seperti itu pada sahabat yang selama ini sangat menyayanginya.

 

. . . . . . . . . .

Taeyeon berjalan dengan sangat lemas di pinggir jalan, ia sungguh pucat dan kantong matanya lebih menghitam karena semalam ia tak tidur sama sekali. Ia tersungkur lagi dan lagi ke aspal, kakinya kini penuh luka karena itu. Namun ia tak menyerah ia terus berdiri walau akhirnya harus tersungkur lagi. Air matanya benar- benar tak ada habisnya mengingat seberapa banyak yang telah ia keluarkan.

Sebuah mobil berhendi disampingnya, ia tak peduli melainkan hanya menangis lagi karena kakinya benar- benar tak kuat melangkah. Tapi bukan itu yang membuatnya menangis melainkan sakit hatinya yang benar- benar menyiksanya.

“Taeyeon “ seseorang menyapanya yang tak lain adalah baekhyun.

Taeyeon tak bergeming ia hanya menangis, dan baekhyun yang melihat keadaan taeyeon yang sungguh ‘menyedihkan’ segera menggendong gadis itu ke mobilnya. Taeyeon tak mengatakan apa- apa karena menolakpun tak ada gunaya karena ia sudah tidak punya tenaga.

“Kau kenapa?” tanya baekhyun khawatir.

Taeyeon memandang baekhyun dengan matanya yang sayup. “Bisakah aku meminjam handphonemu?” tanya taeyeon.

Baekhun dengan segera mengambil hpnya, “ini”

Taeyeon memencet beberapa nomor, “Sediakan aku tiket pesawat menuju London lusa” taeyeon menutup telponnya lalu memberikannya kepada baekhyun.

 

. . . . . . . . .

Kris memasuki rumah taeyeon dengan perlahan. Ia membawa sebuket bunga mawar untuk gadisnya itu. Ia menaiki anak tangga dan sampailah ia di hadapan kamar taeyeon, “cha . . “ perkataannya terhenti ketika melihat kejadian dihadapannya.

Kasur yang berantakan, seluruh barang elektronik yang pecah dan masih banyak lagi yang membuatnya tercengang. Yang paling parah adalah taeyeon yang duduk sambil memeluk lututnya di samping meja.

“Changi kau kenapa ?” kris menghampiri taeyeon lalu memeluk calon istrinya itu.

Taeyeon yang seolah tak bernyawa hanya diam diperlakukan seperti itu. “Apa yang terjadi? Apa ada yang menyakitimu? Ayo katakan? “ tak ada yang terjawab, hanya sunyi yang ada di kamar itu.

 

. . . . . . . . .

Kris duduk dihadapan taeyeon di ruang tamu, gadis itu seperti lebih baik dari sebelumnya. taeyeon kini sudah mulai menguasai dirinya lagi. Kris berlutut dihadapan taeyeon, “Changi- ah aku ingin mengatakan sesuatu tapi kau jangan marah” ucap kris dan taeyeon hanya diam.

Kris menghembuskan nafas pelas, “Mianhae changi aku telah berselingkuh dengan Jessica” kris menunduk menahan tangis.

Taeyeon yang mendengarnya hanya tersenyum, “Disebuah hutan pernah hidup sepasang burung merpati hitam yang saling mencitai. Mereka hidup dengan bahagia” kris mendongakkan kepalanya menatap heran taeyeon.

“Dihutan itu begitu banyak makanan untuk meraka. Tapi suatu hari merpati putih datang dan merubah segalanya. Merpati putih sangat cantik dan lebih memiliki banyak makanan di hutan tempat tinggalnya.” Tambah taeyeon, ia menangis namun tetap tersenyum. Kris yang mulai mengerti ikut merasakan sesak didadanya.

“Merpati hitam terbuai dan pergi meninggalkan merpati hitam betinanya. Merpati betina pun hancur karena itu. Merpati hitam jantan hidup bahagia dengan merpati putih, tapi suatu saat ia sadar bahwa kebahagiannya hanya bersama merpati hitam.” Taeyeon menghapus air matanya.

“Tapi sayang merpati hitam betina sudah tidak mencitai merpati hitam lagi karena telah terlanjur sakit hati pada . . “

“Sudah taeng sudah” kris memeluk taeyeon erat. Taeyeon hanya tersenyum penuh makna dengan perlakuan kris itu.

“Mianhae taeng mianhae”

 

. . . . . . . . . . .

1 hari sebelum pernikahan

Taeyeon duduk manis di taman menunggu seseorang yang tadi bersamanya. ia tersenyum melihat begitu banyak anak yang bermain di taman itu. ‘Seandainya dulu kita kesini mungkin aku akan berfikir kalau aku ingin memiliki anak bersamamu’ taeyeon tersenyum perih.

Ia menunduk namun sesuatu yang dingin menempel di wajahnya yang membuatnya teresenyum, “Jangan selalu melamun, aku tidak mau istriku memiliki hobby melamun.” Kris tertawa ramah kepeda taeyeon.

Taeyeon mengambil ice cream dari tangan kris dan mulai memakannya tanpa membalas perkataan kris. Selama memakan ice cream kris tak pernah berhenti memandangi taeyeon, “Segala sesuatu pernikahan kita sudah siap, besok kita akan tetap menikah walaupun tak semeriah sesuai dengan rencana kita sebelumnya taeyeon”

Taeyeon menatap kris, kris berlutut dihadapan taeyeon. Ia meraih tangan yeoja itu, “Mianhae atas semuanya, aku tahu kesalahanku sangat besar. Tapi maukah kau menjadi istriku?” tanya kris penuh harap.

Taeyeo terenyum lalu memeluk kris, “Bisakah kita berjalan- jalan” pinta taeyeon tanpa menjawab pertanyaan kris.

Kris hanya menghembuskan nafas lalu menuruti permintaan taeyeon itu, “Kajja”

Mereka berjalan beriringan dengan kedua tangan yang saling menghangatkan. Namun langkah kris terhenti ketika taeyeon juga tak melanjutkan langkahnya. “Wae?” tanya kris.

“Bolehkah aku memintamu untuk menggendongku?” tanya taeyeon, dari matanya sangat Nampak ketulusan dan kepolosan. Sungguh taeyeon dimata kris saat ini jauh berbeda dari biasanya, tapi jika mengingat semua yang terjadi kris sebaiknya harus mengerti.

Kris tersenyum dan dengan senang hati berjongkok dihadapan taeyeon agar gadis itu dapat naik ke punggungnya, “Kau sudah bertambah berat” ucap kris dengan nada mengejek berharap taeyeon akan meresponnya.

Orang yang diajak berbicara hanya memeluk erat namja itu, seolah- olah ini adalah hari terakhirnya bertemu. “Kau mencintaiku?” tanya taeyeon, tanpa kris sadari yeoja itu sudah menangis, sesuai dengan hobbynya belakangan ini #pkak

Kris mengangguk pasti, “Tentu saja, cintaku padamu tak akan diragukan”

“Kalau kau mencitaiku pasti kau mencitai orang yang aku cintai juga kan? Dan kau pasti akan menjaga orang yang kucitai kan?” tanya taeyeon.

Kris tak bergeming karena tak mengerti arah pembicaraan taeyeon. Ia hendak bertanya lagi namun taeyeon memeluk lehernya sangat erat sampai rasanya ia sesak untuk bernafas. Tapi jujur saja ini sangata membuatnya senang.

 

. . . . . . . . . .

Jessica hendak pergi membeli makanan di restaurant dekat rumahnya, karena memang semenjak beberapa hari ini ia sangat malas untuk memasak sendiri. dengan langkah pelan ia meraih gagang pintu dihadapannya dan sungguh jantungnya hampir saja melompat keluar ketika melihat yeoja dihadapannya.

“Apa yang kau lakukan?” tanya Jessica dengan nada sinis.

Taeyeon terenyum seolah tak terjadi apa- apa. “Aku ingin membawa ini” taeyeon menunjukkan tas platik di tangannya, “Ini adalah gaun pernikahan yang akan kamu gunakan bisok” Jessica masih tak bisa mencerna kata- kata taeyeon.

Taeyeon sedikit mendorong Jessica agar masuk ke dalam rumahnya, “Wow sepertinya ini cocok” taeyeon mengeluarkan baju itu lalu mensejajarkannya dengan tubuh Jessica.

“Taeng . . “

“Hmmm, tidak usah khawatir. Gaun ini baru saja kemarin aku beli di butik jadi ini bukan bekasku kok” taeyeon tersenyum tulus.

“Oya ini cincin pernikahanmu nanti, memang ini adalah cincin yang aku beli bersama kris. Aku tidak ingin menggantinya, tapi sungguh aku tidak punya maksud lain. Kamu mau kan memakainya besok dihari pernikahanmu?”

“Taeng apa yang kau lakukan?” tanya Jessica memegang pundak taeyeon dengan mata yang penuh tanya.

Taeyeon menarik ujung bibirnya kesamping dengan  sangat manis, “Kau menyukai kris kan?” Jessica melepas genggamannya dari taeyeon. “Menikah lah dengannya jess” Jessica tertunduk.

Taeyeon memegang dagu Jessica, “Kau sahabatku dan aku tak kan membiarkan sahabatku hancur. Kris telah merebut kesucianmu dan tentunya ia harus bertanggung jawab. Datanglah besok ke gereja dekat rumahku untuk melaksanakan janji sucimu di sana” taeyeon menghapus air mata Jessica.

Taeyeon hendak meningglkan Jessica namun yeoja itu kembali memelukanya,”Mianhae taeyeon. Aku sudah sangat jahat. Dendam terlalu menguasaiku, mian . . “

“Sudahlah ini semua terjadi karena kesalahanku juga, jangan terlalu merasa bersalah” Jessica memeluk taeyeon yang telah menghadapnya.

“Gomawo sahabatku” ucap Jessica dengan air mata yang lagi- lagi sukses mengalir.

Taeyeon tersenyum mendengar Jessica memanggilnya sahabat, “Ne sahabatku”

 

. . . . . . . . . .

Hari pernikahan

Kris dengan jas putihnya sudah menunggu dengan perasaan degdegan. Antara takut taeyeon tidak datang dihari pernikahannya atau terjadi sesuatu terhadap gadis yang hari ini harusnya menjadi istri sahnya itu.

“Bagaimana ini tuan wu? Apakah pernikahannya akan tetap dilanjutkan?” tanya seorang pendeta yang memang semenjak tadi menunggu mempelai wanitanya.

Kris memandang tajam pendeta itu, “Tentu saja, calon istriku pasti datang. Pasti” kris dengan pasti menjawab yang membuat pendeta itu hanya bisa pasrah.

Pernikahan yang mereka laksanakan memang tidak dihadiri oleh siapapun kecuali kris, pendeta yang akan menikahkan mereka dan tentunya keluarga taeyeon yang sedang ditunggu kedatangannya. Memang undangan telah disebar, namun kris memilih melaksanakannya di pagi hari, sedangkan diundangan menunjukkan malam hari. Yah tentunya ia takut kalau saja taeyeon akan membatalkan pernikahannya, jadi ia memilih sebentar malam hanya akan diadakan resepsi. Sedangkan akat nikah hanya dihadiri oleh orang penting saja, dan juga agar lebih sakral.

Setelah menunggu lama akhirnya sebuah mobil terparkir di halaman gereja. Dengan perasaan yang sangat senang kris menghampiri mobil itu. Perlahan ia membuka pintu itu bersiap untuk menggendong taeyeon memasuki gereja.

“Jessica ?” kagetnya ketika melihat Jessica yang berada di dalam mobi itu. Jessica menghapus air matanya lalu memandang kris sendu.

“Taeyeon akan pergi hari ini. Naiklah sebelum terlambat” kris sangat kaget mendengar penuturan Jessica, ternyata hal yang ditakutkan benar- benar terjadi. Tanpa banyak bertanya lagi ia memasuki mobil Jessica yang segera melaju kencang menuju kediaman taeyeon.

 

. . . . . . . . . . . .

Taeyeon memandangi foto dirinya dan kris yang terpasang di meja kamarnya, “Semoga kau bahagia kris, aku akan tetap mencintaimu” taeyeon tersenyum perih lalu membuang foto itu ke tong sampah.

Ia menarik kopernya menuruni anak tangga, matanya tak henti- hentinya memandangi rumahnya yang penuh dengan kenangan itu. Tapi ia juga tidak bisa terus tinggal di rumah itu. Ia tidak sanggup melihat kris dan Jessica bersama, walaupun ia sudah berusaha untuk ikhlas.

“Taeyeon mulai sekarang buka lembaran baru, dan jangan biarkan air mata ini mengalir lagi” taeyeon menghapus air matanya lalu melangkah dengan pasti membuka pintu.

Mobil yang akan ia gunakan sudah terparkir dengan rapi di hadapannya. Sopirnya segera mengambil koper taeyeon lalu memasukkannya ke dalam bagasi. Taeyeon sekali lagi memandang rumahnya dan tersenyum, bayangan kenangannya dengan kris masih terlihat disana yang membuatnya kembali sesak.

Selama perjalanan ia hanya memandangi jalan raya, namun pandangannya terhenti saar mobil yang dikendarainya berhenti, “Ada apa?” tanya taeyeon.

Belum saja sopirnya menjawab kaca mobilnya sudah diketuk oleh kris, taeyeon yang sangat kaget akan itu segera membuka pintu mobilnya. Kris langsung saja memeluk taeyeon yang langsung direnggangkan oleh taeyeon.

“Aku mencitaimu, jangan tinggalkan aku taeyeon” kris memegang kedua pipi taeyeon lembut.

Taeyeon tersenyum penuh arti, “semua sudah terlambat kris, kau sudah melangkah terlalu jauh. Kau adalah lelaki sejati jadi pertanggung jawabkan perbuatanmu” taeyeon menghapus air mata kris, “Aku juga mencitaimu tapi takdir tak mengizinkan kita untuk bersatu”

Taeyeon hendak memasuki mobilnya namun ditahan oleh kris, “Jangan taeyeon, kita bisa memulainya dari awal lagi kan?”

Taeyeon membalikkan badannya lalu memegang kedua tangan kris, ia melihat Jessica yang berdiri dengan gaun pengantin di depan mobilnya. Ia menarik kris mendekati Jessica lalu menyatukan tangan mereka, “Aku mencitai Jessica kau harus membahagiakan orang yang kucintai, jadi bahagiakanlah sahabatku” taeyeon tersenyum, namun tetap saja air matanya memaksa untuk keluar. “Semoga kalian bahagia”

Taeyeon berlari memasuki mobilnya, “Jalan” dengan cepat mobil itu melaju meninggalkan dua orang yang sedang banjir akan air mata.

“TAEYEON . . .. “ Kris mengejar mobil itu namun sayang mobil taeyeon sudah tidak terlihat di matanya, “SARANGHAE”

Jessica hanya tersungkur ke tanah menyesali segala perbuatannya.

 

. . . . . . . . . .

Taeyeon menghapus air matanya yang semenjak tadi dari mobil mengalir. Sekarang ia tengah berada di dalam pesawat dan memandang jendela, “Bolehkah aku duduk disini ?” suara seorang namja mengagetkannya.

“Boleh . . . baekhyun” taeyeon bingung melihat baekhyun yang dianggapnya sudah menjadi temannya berada dihadapannya.

Baekhyun menatap taeyeon lalu menghapus air mata taeyeon setelah duduk disampingnya, “Aku sudah tahu semuanya, sudahlah jangan difikirkan lagi” taeyeon hanya tersenyum mendengar penuturan baekhyun.

“Aku tahu, aku sekarang sudah cukup bahagia melihat orang yang aku cintai akan hidup bahagia. Walaupun aku sangat sakit” taeyeon menunduk sedih.

“Jangan terlalu difikirkan. Toh masih banyak yang menyukaimu, contohnya sekarang orang yang berada di sampingmu” taeyeon memandang baekhyun yang sedang terkekeh pelan melihat ekspresi taeyeon.

 

*****

Taeyeon POV

Hmmm, hidup memang tak selama indah sesuai dengan rencana yang kita telah rancang. Aku kira kris adalah takdir yang diberikan tuhan untukku, tapi ternyata dia malah berjodoh dengan sahabatku sendiri.

Aku tak pernah merasakan sakit yang sangat pedih seperti saat itu, tapi aku sadar bahwa dunia ini penuh dengan masalah. Jika hidup tanpa masalah hidup kita tidak punya tantangan dan juga tidak ada alasan yang membuat kita menjadi orang yang sabar.

Aku masih beruntung karena dikhianati sebelum menikah, dan juga sahabatku Jessica sekarang sudah tidak menyimpan dendam padaku. Aku senang semua masalah kini telah selesai dengan damai.

Penghianatan memang selalu sakit, tapi bukan berarti semua penghianatan akan berakhir sad ending kan? Semua tergantung bagaimana kita menyikapinya. Walaupun sakit kita harusnya berusaha sabar jangan malah melakukan hal- hal yang merugikan seperti bunuh diri. Teman, hidup kita masih panjang, masih banyak catatan sejarah indah yang bisa tercatat dalam kamus perjalanan hidup kita.

Jujur saja aku masih sangat mencintai kris, tapi seperti yang ku katakan sebelumnya aku akan membuka lembaran baru dan tentunya menemukan pasanganku nantinya. Mungkin saja orang itu adalah baekhyun ?

 

End

Mian kalau kepanjangan . . . .

84 thoughts on “[Freelance] Traitor

  1. Thor saya izin share ya.. Truss aku copas tapi aku nggax plagiatin kok… Nama thor sebagai pengarangnya tetap ada kok. Aku cuma share ke pages aku kok.. Bolehkan thor…!!!!! Plisss (~ ‘~’ ~) ya thor.. Sekalian promote gitu^^

  2. Thor, Air mataku sebaskom loh😮 , Feel nya dapet banget, Huwaa.. Taeng unnie baikk !! Ah T_T Aku nangis loh Keren (y) Ending nya kaga bisa ketebak lagi..😀 Keren😀 DAEBAK!!😀

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s