[Freelance] Songfic: Bye

Bye poster

 

Title
Bye

 

Author
L’Cloud

 

Length
Song Fic

 

Rating
T

 

Genre
Romance, Angst

 

Main Cast
Kim Taeyeon

Kris Wu

 

Other Cast

Jessica Jung

Kim Jong Woon

 

Disclaimer
The storyline is made by my self. The casts are owned by God, their parents, and theirselves.

 

Author Note

Recomended: Silakan baca Songfic ini sembari mendengarkan lagu Taeyeon-Bye

 

Thanks for read. Maaf kalo belepotan typo.

 

****

 

I wasn’t even ready but you are before my eyes, about to leave
I couldn’t say anything so I just waved
So long, I wave, toward the shining you

 

Goodbye my love, my precious person
You always warmly hugged me
I fill my eyes with you as I say goodbye
I look at you a little bit more as I say goodbye

 

Perang Korea Selatan dan Utara pecah.

 

Itulah yang tertulis rapi di Running News KBS TV Monday, May 13th 2019 pukul 09.00 p.m KST. Aku mematung membaca berita yang berjalan cepat itu.

 

Baby, ada apa denganmu?”,tanyanya padaku sambil ikut duduk di atas sofa romah kami.

“Oh, Kris. Mmm.”,aku tak sanggup melanjutkan ucapanku.

“Aku tahu. Pasti perang itu.”,ia menjawab pertanyaannya sendiri.

“Kris..”

“Taeyeon, kau tak perlu takut. Aku pasti akan kembali.”,ia mengucapkan ketakutanku.

Hajiman..”

“Percayalah padaku. Aku akan kembali. Kumohon, jangan pernah memintaku untuk tetap di sini sementara tentaraku berjuang mati-matian membela negara. Kau tahu bukan, aku adalah seorang Dae-Ryeong yang membawahi banyak tentara.”

Ne Kris..”,ucapku lemah dan singkat.

You don’t need to feel anxious my dear.”,ia mendekapku penuh kehangatan.

 

Aku membiarkannya pergi? Ah, mengapa ini harus terjadi disaat bahkan baju pengantinku belum dikembalikan dari Laundry? Mengapa ini harus terjadi di saat bahkan kami belum menghabiskan malam kedua kami? God, please tell me why..

 

***

 

Ia pergi pagi ini. Mengepak seluruh barang-barangnya dengan tenang tanpa menyadari raut wajahku yang begitu tak rela. Aku bahkan tak membantunya merapihkan barang-barangnya. Karena, jika aku bisa, aku pasti akan menyembunyikan seluruh barang-barang itu dan juga ia, agar ia tak perlu pergi ke perang konyol itu.

 

“Jagalah dirimu dear..”,ucapnya sebelum memasuki mobil.

 

Aku hanya menunduk dan mengangguk lemah.

 

“Maafkan aku yang membuatmu harus menunggu lama untuk bulan madu kita. Maafkan aku.”,ia mengecup dahiku lama.

 

Lagi-lagi aku hanya diam. Semua ucapan tersangkut di kerongkonganku. Tapi mungkin itu lebih baik ketimbang jika apa yang ingin kuucapkan keluar. Karena semua yang tersangkut di kerongkonganku adalah keluhan, teriakan perih, dan sumpah serapah.

 

“Kris..”,kali ini aku bisa bersuara.

 

Ia enatapku sedih kemudian memelukku erat. Bisa kurasakan betapa ia ingin tetap tinggal di sampingku.

 

“Maafkan aku. Maafkan aku. Maaf. Aku benar-benar suami yang buruk. Maafkan aku.”,ucapnya lirih kemudian melepas pelukannya.

 

Ia memasuki mobilnya bersiap untuk pergi.

 

Tidak. Aku tak rela. Aku tak rela!

 

Tapi aku bisa apa? Bukankah seharusnya aku tahu bahwa ini memang akan terjadi? Aku seharusnya tahu dan sadar bahwa aku menikahi seorang Dae-Ryeong yang sebentar lagi mungkin menerima kenaikan jabatan.

 

Kuketuk kaca mobil itu.

 

“Wae chagi?”,tanyanya.

“Berhati-hatilah Kris. Kau harus kembali. Selamat jalan Kris.”,ucapku singkat mencoba tegar.

“Tentu. Aku pasti kembali.”

 

Dan mobil itu berjalan meninggalkan pelataran rumah kami.

 

Ia pasti kembali.

 

***

 

I hope you will be happy
I hope you will always be a shining person
Goodbye with a smile, let’s be a bit stronger
Goodbye now, so long now

 

Goodbye my love, my precious person
You always warmly hugged me
I fill my eyes with you as I say goodbye
With a bright smile

 

“Aku mungkin akan benar-benar naik pangkat!”,ujarnya dengan bangga padaku lewat penggilan telepon.

“Jinjjayo?”,ucapku semangat.

“Aah, tentu! Jadi Taeyeon, kau harus menunggu kepulanganku!”

 

Menunggu kepulangannya? Yang benar saja? Apa ini bisa disebut menunggu? Entahlah, aku harus menamainya apa jika aku selalu berdiri di depan jendela kamarku yang menghadap ke arah jalan raya tak kenal waktu. Bibirku yang sudah pucat bertambah pucat karena tak ada makanan yang rela masuk ke dalam perutku. Aku gila? Mungkin.

 

Tapi semuanya terobati hanya dengan suara yang berat itu. Tipikal suara suamiku, Kris.

 

“Taeyeon? Taeyeon? My dear? Apa kau masih di sana?”,ia memanggil-manggil aku yang terlarut dalam kebahagiaanku.

“Te..tentu! Aku masih di sini!”,ucapku gelagapan.

“Ah, kau tahu, perang sudah hampir selesai, kami sudah menyerang barak-barak pertahanan musuh. Tapi kami tidak akan menyerang lebih jauh ke Korea Utara. Jadi bisa dipastikan kami tak akan berlama-lama lagi di sini. Tunggulah sebentar saja. Mungkin beberapa minggu.”

“Jinjjayo? Beberapa minggu saja?”,mataku berbinar-binar.

 

***

Tapi semua kejadian itu benar-benar sudah berlangsung beberapa minggu yang lalu. Dia benar-benar kembali kini. Di depan mataku membuat air mataku mengalir bahagia.

 

Seharusnya.

Seharusnya air mata bahagia.

 

Tapi ia datang di atas tandu. Ia bahkan tak bisa menatapku. Ia bahkan tak bisa berbicara padaku. Ia tak bisa memelukku dengan hangat lagi. Ia tak akan memanggilku dear lagi. Tidak. Tidak akan, dan tidak bisa.

 

Tapi yang lebih membuatku terluka.

 

Ia tak lagi bernafas di sampingku kini.

Tak ada nafas darinya lagi.

Ia sudah meninggal

 

***

“Tenang Taeyeon, tenanglah. Kau harusnya tahu dia sudah bahagia di sana.”,ucap Jessica menenangkanku.

“Mudah bagimu mengatakan itu. BAGAIMANA BILA INI TERJADI PADA SUAMIMU?!! HA?!!!!”,makiku pada Jessica.

 

Ia tersentak dan menunduk.

 

“Aku bahkan hanya menghabiskan waktu 2 malam bersamanya. Kau tahu, ini menyakitkan. Kau tahu ini tak mudah. TIDAK!!!”,ucapku penuh emosi.

 

“Apa yang kau harapkan dari menikahi seorang tentara jika bukan perpisahan?”,sebuah suara tiba-tiba membuatku terkejut.

“O..Oppa.”,mulutku bergetar.

“Bukankah aku pernah bertanya padamu dulu, apa kau yakin akan menikahinya?”,tanya Jong Woon, kakakku, padaku.

 

Aku menunduk.

 

“Dalam darah keluarga Kim, tak ada orang serapuh kau. Bahkan saat eomma kehilangan abeoji dalam perang Korea Utara dan Selatan dulu, eomma tak seperti kau. Kau tahu, ini memang menyakitkan. Dan itulah yang harusnya kau sadari dulu. Kau mungkin berfikir ini kejam, tapi Tuhan tak pernah memaksamu menikahinya. Kau yang tak pernah memperhitungkan kemampuanmu sendiri. Kau mau menangis? Menangislah. Tak akan ada Kris yang memelukmu seperti anak kecil lagi.”,kemudian ia pergi begitu saja menggandeng Jessica di lengannya.

 

Tak akan ada Kris yang memelukku lagi. Benar. Apa yang kuharapkan dari menikahi seorang tentara? Tentu saja, harusnya aku menyadarinya. Mengerti apa itu sebab-akibat. Mengerti apa itu resiko.

 

Seharusnya aku sadar. Toh seluruh anggota keluarga Kim adalah tentara. Kakakku Kim Jong Woon adalah seorang Jun-jang, adikku Kim Min Seok adalah seorang Jung-Ryeong. Apa yang terjadi padaku?

 

“Kris, maafkan aku yang terlalu rapuh. Maafkan aku.”,ujarku sembari memeluk guci berisi abu Kris.

 

Goodbye, so long my precious person
You, who beautifully dazzled and shined on me
Goodbye my love, as I look at you, goodbye
As I look at you a little more, goodbye

 

Kupandangi guci itu sekali lagi. Kemudian kubuka tutup guci itu. Tanganku mengambil abunya lalu kularung bersama air laut. Sedikit- demi sedikit hingga guci itu kosong.

 

“Selamat tinggal Kris, kuharap kau bahagia di sana.”,ujarku pelan lalu kutinggalkan tepi pantai yang sepi itu.

****

End_

Ini dia FF butut gaje yang endingnya keliatan banget kalau otaknya lagi buntu. Maafkan aku sebagai author semi gagal. Hweeh.. buat yang dah baca.. makasihh…

24 thoughts on “[Freelance] Songfic: Bye

  1. Bgs sih
    Tp knp sad?
    LOL
    Emang sih lagunya emang sad

    Knp yah blkngan ini setiap baca ff yg cast nya taeng sama kris pasti akhirnya ga pernah bgs
    Haha
    Si kris pasti selalu gagal *jd curhat

    Ditunggu ff nya yg laen lg yah
    Keep writing

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s