[Freelance] Embraced (Chapter 2)

embraced

Title                       : Embraced

Cast                       : Jessica Jung ; Kris Wu ; Lu Han

Genre                   : Romance , Drama , School Life

Rating                   : Teen

Length                  : Chapter

Poster                   : @icydork

Author Note      : This is surely my idea. All of the casts belongs to the God, their family and their agency. I just own the story. Don’t be plagiator. Sho your support by Like and Comment in the end of reading. Thanks for the reader who always support my Fanfiction

Summary             : When you hoping all of this shit just in your dream, but in the fact you should face it. You can’t change the rule. This is your way. Will you still hope to move?

Flawless Jung Present

a new series Fanfiction

EMBRACED

Last Chapter Preview

Jessica POV

“hei nona, aku berbicara padamu!”

Aku mengangkat kepalaku, ternyata ia berbicara padaku dan mata kami bertemu. Angry Bird.Itu kesan pertamaku padanya.Alis yang tebal dan tatapan yang tajam sangat identic dengannya.

“duduk saja bodoh! Ini tempat umum, siapa saja boleh duduk!” balasku dingin.

Dan detik itu juga aku merasakan aura membunuh yang berasal dari seluruh kampus. Tatapan siswi lain yang seakan bisa masuk hingga kekulit. Apa ada yang salah padaku? Pada Luhan? Apa pada si bodoh, ah maaf , maksudku Kris wu?

Author POV

Pria jangkung itu meletakkan makanannya disebelah wanita itu, Jessica.Ia memilih sandwich dan jus papaya sebagai makan siangnya. Selera yang cukup aneh untuk orang timur seperti Jessica dan Luhan.

Sedangkan kedua orang disebelahnya tak memperdulikannya.Jessica dan Luhan masing-masing sedang menyantap makan siangnya yang sudah hampir habis.Tak jarang mereka berdua bercanda seperti pasangan pada biasanya. Sedangkan Kris, tidak usah ditanya. Ia lebih memilih melahap sandwichnya daripada bergabung bersama Jessica dan Luhan.

“berisik sekali” gumam Kris. Jessica yang menyadarinya langsung menoleh kearahnya. Sumpit yang ia gunakan ia tancapkan keras diatas wadah yang sudah kosong yang hanya bersisa saos jjajang yang berwarna kehitaman.

“pergilah ke hutan. Disana tak seberisik disini.”Jessica mendengus kesal.Ia menatap Luhan yang baru saja menyeruput habis jus-nya. “Kajja, kalau disini lebih lama moodku bisa benar-benar rusak.”Ajaknya pada Luhan.Sedangkan yang diajak hanya diam dan bereaksi seperti yang diperintahkan.Ia tidak menolak.

Sudah memasuki pukul 11.00 KST.Matahari sedang panas-panasnya dan para mahasiswa baru diharuskan untuk mengganti pakaian olahraga.Jessica dan Luhan.Kedua orang itu juga harus mengikuti aturan main dari program ospek ini.

“apa yang akan kita lakukan di hari seterik ini? Astaga.Aku butuh AC” kesal Jessica.Ia sibuk mengipasngipas dirinya dengan tangan kosong. Sedangkan disebelahnya ada Luhan yang sedaritadi setia bersamanya.

“Jess, pakai ini”

PUKK

Luhan memakaikan Jessica topi yang sedari tadi ia pakai. Dan sekarang topi itu pindah bertengger manis diatas kepala Jessica. Ia memutar badannya menghadap Luhan yang tersenyum padanya.

“nan..gwenchana Luhan-ah~ Kau tidak perlu memikirkanku”Jessica hendak melepas topinya, tapi tindakannya dicegah oleh tangan Luhan yang sekarang sudah menahannya.

“biar saja. Toh, aku pria.Sudah seharusnya aku mengalah” imbuhnya.Jessica menatap Luhan kagum. Disamping kejahilannya, Luhan memiliki sisi manis dan perhatian yang belum tentu pria lain punya.

“ehem.. gomawo. Tapi…”

“tapi? Mwo?”

“kau memang pria sejati sayangnya kau tetap terlihat cantik walaupun kau berakting cool seperti tadi. Tidak cocok.” Ledek Jessica. Ia tertawa puas melihat tampang Luhan yang kembali merengut. Wajah manisnya membuat Jessica ingin menyubit kedua belah pipinya.Sayangnya, itu tidak dilakukan.

“Nah semuanya dengar.Setiap kelompok dibagi menjadi 4 anggota dan 1 senior sebagai leader. Kita akan melakukan banyak games hari ini, salah satunya autbound. Jadi, bagi kalian yang mempunyai gangguan atau penyakit yang bisa membahayakan dimohon untuk mengundurkan diri”

Suara itu menggema dari mikrofon yang dipegang oleh ketua panitia ospek. Dari nametagnya bertuliskan nama Jung Yunho. Pria tinggi dengan kulit sedikit coklat dan berambut hitam. Sedangkan disebelahnya berdiri puluhan anggota panitia dari proses ospek tahun ini, termasuk Kris Wu.

“Kalian sudah dibagi sesuai junior yang akan menjadi anggota kalian. Semua aturan dan games sudah tertulis dilembaran itu. Masing-masing leader harus bertanggung jawab pada anggotanya.Mengerti?”

“NEE!” ucap keseluruhan panitia kompak.

“siapa saja anggota mu Kai?” pria yang memiliki gigi rapid an senyum yang terus berkembang itu menatap kearah lembaran kertas teman disebelahnya.

“aku? Kim Taeyeon, Lee Taemin, Oh Sehoon, dan Choi Jinri.Kau?” pria yang dipanggil Kai balik bertanya.

“kalau aku Im Yoona, Do Kyungsoo, Amber dan Lu Han. Bagaimana denganmu Kris?”

Pria jangkung itu bukannya membalas.Ia hanya menyerahkan lembarannya kepada Chanyeol dan Kai agar mereka bisa membacanya sendiri.

“Jung Jessica, Byun Baekhyun, Tiffany Hwang dan Kim Jong Dae. Wahh..kau satu kelompok dengan yeoja yang tadi pagi. hahaha” tawa Chanyeol. Sedangkan Kris tidak menanggapinya, ia hanya memasang wajah dinginnya itu.

“tapi jujur saja, Jessica Jung yeoppo-yo.. benarkan?” Kata kai sambil mencolek bahu Chanyeol.

Diluar perkiraan keduanya, tatapan Kris yang tajam itu sekarang beralih pada keduanya.Tapi kedua manusia itu tidak sadar sehingga tetap membahas topic yang membuat Jessica jengah itu. Kris lalu memutuskan untuk pergi daripada ia bertambah panas didekat mereka.

“kenapa harus si tiang itu yang menjadi leaderku ? dan lagi aku tak boleh menukar pasangan. Padahal Luhan mau saja kalau Chanyeol soonbae tidak mencegahnya. Ah!” kembali, wanita itu merutuki nasibnya yang naik turun seharian.

Sekarang mereka diharuskan untuk mengakrabkan diri bersama leader dan teammatenya. Jessica, Tiffany, Baekhyun dan Jongdae mulai berkenalan. Rupanya Jessica dan Tiffany berada dalam satu fakultas.Mereka mengambil Sastra Inggris.Mereka sangat senang karena telah menemukan teman sekalas nanti.Sedangkan Jongdae dan Baekhyun juga sekelas.Mereka berada dikelas Art Design.

“sudah acara berkenalannya?” ucap Kris yang berhasil menciptakan keheningan diantara mereka.

“nee soonbaenim” jawab ketiganya minus Jessica. Ia hanya menatapnya tidak selera. Kris seperti daging basi dimatanya.

“Jessica Jung, kenapa tidak menjawab? Kau tuli?” hardik Kris saat mengetahui Jessica tidak memjawab pertanyaannya tadi

“aku tidak tuli dan acara berkenalan kami sudah selesai, soonbaenim” jawab Jessica kesal dan ia berikan penekanan pada akhir kalimat (soonbaenim).

Sedangkan ketiga orang yang lain menatap mereka was-was. Sepertinya sebentar lagi perang akan dimulai dan itu bukan hal yang menguntungkan untuk kelompok mereka.

Jessica POV

Seharusnya aku melaksanakan pesan eomma seminggu lalu saat aku masih di California.Eomma menyuruhku untuk memotong sedikit ujung rambutku sebagai pencegahan untuk kesialan.Tapi aku belum memotongnya. Dan ternyata benar kata eomma, kesialan akan mengikutiku.

Aku sudah seperti diteror oleh namja tiang berjalan ini.Dari awal pra-ospek hingga sekarang. Parahnya dia adalah leader tim ku, jadi aku harus mengikuti segala perintahnya. Menurutinya.Seorang Jessica Jung menuruti perintah si Kris Wu?!Ini cukup gila untukku.

“Nah, sekarang setiap dua kelompok akan diadu dalam sesi kali ini. Dua kelompok itu akan terus bersaing hingga akhir permainan. Dan untuk kelompok siapa siapa saja yang akan bertanding sudah ditentukan secara acak oleh panitia. Dan saya akan mengumumkannya. Mohon semuanya tenang”

Suara si Yunho soonbaenim lagi.MAtahari semakin tegak diatas kepala.Untung saja topi Luhan ini lumayan membantu. Ah ya, soal Luhan, ia tidak sekelompok denganku, dia berada pada asuhan Chanyeol soonbaenim. Baru pertama kali kami terpisah hari ini, dan suasana hatiku jadi berubah.

“baiklah, kelompok Kris Wu akan melawan kelompok Park Chanyeol!”

Yak! Kenapa kelompok kami yang pertama tampil?Dan lagi, mengapa harus melawan pihak Luhan? Aish!

“Game pertama kali ini adalah setiap leader dan anggota kelompok harus mencari koin dalam tumpukan tepung yang telah disediakan lalu membawanya kewadah yang sudah disediakan. Yang menemukan terbanyak yang akan keluar menjadi pemenang. Dan tentu saja peraturannya tidak akan mudah. Kalian mengambil koin dari tumpukan tepung itu menggunakan mulut kalian, tidak diperbolehkan untuk menggunakan tangan!”

Apa apaan panitia? Apa kami harus meniup tepung itu? Ayolah, itu melelahkan. Aku melirik kearah mahasiswa yang lain. Ada yang tampak keberatan, ada juga yang biasa-biasa saja.LAlu pandanganku beralih pada sebuah piring berukuran sedang yang disediakan ditengah lapangan lengkap dengan tumpukan tepung dan koin didalamnya.Sedangkan diujung seberangnya terdapat sebuah mangkok kecil yang digunakan untuk mengisi koin tersebut.

“Jess, piringnya terlalu kecil.Kepala kita akan saling bertabrakan.” Ucap Tiffany. Benar saja. Piringnya haya muat untuk 2 orang, jika ada orang ketiga maka ruangannya akan sempit dan bisa saja saling menyenggol.

“yeah Tiff, dan bisa saja kau mencium anggota lain jika tidak hati-hati” balasku padanya

“apa kau berharap itu terjadi pada kau dan Kris?”

Aku membuka mataku lebar. Yang benar saja .

“in your dream, beauty” Balasku sekenanya. Sedangkan Tiffany mulai terkikik geli melihat tingkahku.Aku memilih utuk mendiaminya.Lagipula, moodku sedang tidak baik jika berada didekat Kris.

Kris POV

Permainan apalagi ?Dasar ketua aneh. Entah apa yang ia siapkan bersama anggota inti lainnya. Dan meniup tepung ini seperti permainan saat SMP.Dan kini harus berulang saat kuliah. Cih!

Aku melirik kearah kelompokku.Jongdae dan Chen yang tengah berbisik sesuatu.Tiffany yang sedang terkikik kecil.Dan raut masam Jessica.Heuh, Wanita itu seharian ini mengusikku. Eh, apa aku yang mengusiknya ya?

“berharap kelompok Kris dan Chanyeol memasuki arena permainan dan mengambil posisi. Ingat, waktu kalian hanya 2 menit.Kumpulkan sebanyak yang kalian bisa.Karena tentu saja, yang kalah tidak akan pulang dengan tenang saat ospek selesai.”

Aku dan kelompokku berjalan ketempat yang sudah ditentukan.Semuanya sudah bersiap-siap ditempat termasuk aku.Terlihat, Yunho hyung juga sudah siap dengan pistol anginnya yang diarahkan keudara.

“bersedia, siap….”

DORR!

Semua anggota berlari kearah piring yang berisi tepung itu .Kami berusaha sebaik mungkin, karena tentu saja ancaman jika gagal dari permainan ini. Pasti panitia telah menyiapkan berbagai siksaan yang akan melelahkan. Walaupun, kami ini leader, tapi tetap saja, kami juga akan dijatuhi hukuman seperti yang lainnya.

Kulihat Jongdae sudah menemukan koin pertama, disusul Tiffany dan Baekhyun yang menemukan secara bersama sama. Jessica dan aku sudah yang bersiap-siap  jika Baekhyun dan Tiffany pergi itu langsung meniup tepung dengan kencang.

“yak! Tepungnya mengenaiku mataku. Yak! Kris soonbae, pelan-pelan!”

Yeoja itu meneriaki ku.Sungguh tidak sopan.Aku hanya diam saja.Aku lebih tertarik untuk menghindari kekalahan daripada membalas ocehannya.

Jessica POV

Mataku pedih sekali.Sial.Terpaksa aku harus membuka paksa mataku.Dan masih sangat perih. Sedangkan Kris, pria itu masih saja bersemangat meniupi tepung yang tebal ini.

Aku masih berusaha untuk menemukan koin yang tersembunyi. Tak peduli dengan sorakan penonton diluar sana, aku hanya ingin game ini cepat selesai.

Itu dia! Aku menemukan koin yang terletak ditengah piring.Aku memajukan leherku agak kedepan lalu mencoba meraih kepingan emas itu dengan bibirku sedangkan sekarang mataku sudah berair dan pandangan sudah mulai kabur.

“sedikit lagi!” batinku

Ah! Dapat !

“waaaaaaaaaaaawaaa” sorakan mulai terasa sangat bising. Apa penonton segitu senang hingga bersorak saat kami menemukan koinnya?

“omo, Jessica!” Kudengar suara Tiffany yang berada dibelakangku, aku mebuka sedikit mataku alaupun itu sangat mengganggu.

Dan apa yang kulihat saat kubuka mataku sekarang? Wajah KRIS! Mataku yang terasa pedih tadi sudah menghilang.Mataku terbuka selebar-lebarnya. Sedangkan Kris, wajah dingin itu masih saja sama datarnya. Tapi yang pasti, kami menggigit koin yang sama!

Parahnya, bibir kami bersentuhan dan itu disaksikan oleh satu kampus.Ayolah, kapan hari sialku berakhir?

To be Continue

Hakhakhak.Karena respon yang sangat bagus dari chapter pertama membuatku bersemangat untuk melanjutkan FF ini.Terimakasih reader, kalian yang terbaik *hugsatusatu*.Dan jangan lupa, tetap komen dan like di Chapter ini.Jika ada typo bertebaran, mohon dimaklumi, saya terlalu malas untuk membaca ulang ><. Dan jika respon kalian sebagus chapter satu maka tunggu saja Chapter 3 yang akan rilis sesegera mungkin.

Annyeong!

3 thoughts on “[Freelance] Embraced (Chapter 2)

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s