Goodbye Summer (1) : Hello!

goodbye summer

Title : Goodbye Summer | Hello..

Author : AutumnFlow (@auntumflow)

Cast : Chanyeol EXO & Tiffany|GG

Leght : Mini Chaptered Maybe.

Ranting: Teen

Summary : “it’s strat from say hello..”

Disclaimers : Pure from my  mind. Don’t bash. Don’t Be plagiat please.

 

 

Goodbye Summer|Hello..

GS™

 

 

Gadis itu memakan rotinya sambil berusaha menahan rasa rakusnya yang bisa saja kelewatan dan bahkan bisa bisa gadis itu makan hingga 2 porsi super.  pagi, waktu istirahat pertama ia pun masih melahap rotinya sendirian diujung kantin yang sama sekali tak ada orang yang berani mengusiknya. Tanpa merasa kesepian gadis itu hanya menikmati roti buatannya, tanpa suara, tanpa siapapun yang membuatnya mengoceh seperti layaknya orang  biasa. ia tetap menikmati. Mengunyah lada yang terasa begitu menggairahkan untuk dimakan. Ataupun buah strawberry yang akan menjadi menu wajib bekalnya.(karena itu buah kesukaannya dan harus selalu ada)

Dengan kesepian yang ia simpan sendiri dalam benaknya. Ia begitu kecil. Hanya seorang diri tanpa hasrat untuk bersosialisasi. Ataupun memamerkan senyum yang sesungguhnya sangat manis. Ia tetap saja menunduk, saat berjalan hanya memerhatikan ujung sepatunya yang sedikit terlihat jahitannya yang agak menganga dan membiarkan rambutnya menutupi seluruh wajah yang mungkin  bisa dibilang cukup menawan itu.

Ia gadis penyendiri, asing dalam hal apapun. Tak pernah punya teman karena ia terlalu takut untuk berbicara. Tak punya nyali untuk terus berbicara di depan orang asing. dan terlalu phobia dengan sapaan ‘Hai’ ataupun ‘halo’ yang tak biasa dalam kesehariannya. Bisa dibilang dia aneh, Siswi paling aneh yang pernah dimiliki oleh sekolah itu. tapi toh, tiap orang punya keanehan (-red: keunikan) tersendiri yang  selalu menjadi kebanggaan pemiliknya, tetapi apa yang bisa dijadikan kebanggaan oleh gadis penyendiri itu.

Ya, mungkin sekilas. Ia memakai kacamata dengan seragam yang tersusun apik. Seperti rok dibawah lutut, kaos kaki panjang hingga menutupi keseluruhan kaki kaki jenjangnya. Dan seragam kemeja keluar itu adalah hal teranti yang pernah ia lakukan. Atau rambut yang memang berwarna pirang yang biasanya hanya ia kucir kuda, gerai, ataupun  dikepang sudah memenuhi syarat. Bisa disimpulkan gadis itu adalah gadis kutu buku  yang selau menaati peraturan juga pintar.

 

Tetapi ia tidak.

Ia bahkan bernilai merah pada ulangan Logaritma. Apakah itu bisa dikatakan pintar ?..

Tapi tetap saja image kutu buku itu adalah miliknya seorang. Dan beberapa orang yang dianggap pintar lainya.

 

GS™

 

Ia mengangkut tumpukan bukunya yang seperti biasa ia dekap dalam pelukannya. Memandangi ubin merah yang menjadi lantai itu dengan serius.  Langkah kakinya seiring dengan gerakan rambut lurusnya yang ia gerai, tanpa memperhatikan sekitar gadis itu terus saja melangkah, toh ia sama juga tak akan dperhatikan oleh sekitar. Bisa dibilang dirinya sama sekali tak ada. Terbuang. Dan sama sekali tak menyadari keberadaannya pada satu sekolah.

Ia harus terima nasib, ia bukanlah seorang idola sekolah layaknya jessica yang seorang pemain sepak bola feminim dan cantik sekolah itu, bukan Hyoyeon yang seorang dancer, bukan taeyeon yang memiliki suara mengagumkan, bukan seohyun  dengan wajah malaikat, bukan yuri yang multitalented, bukan sunny icon imut sekolah, bukan yoona sang ratu kecantikan bukan pula sooyoung si supermodel.

Ia hanya seorang gadis biasa yang mungkin sangat amat pendiam, kutu buku, dungu, dan sangat susah bergaul, dunianya hanya sebatas sekotak komputer (itupun hanya terkadang) juga buku buku  yang menumpuk layaknya gunung. Bahkan teman sekelasnya juga belum tentu mengenalnya. Ia terkucil, ia seperti tak ada dalam kehidupan sosial.

Dan mungkin itu alasan bahwa sampai sekarang ia enggan bergaul,enggan berbicara. Ia terlalu takut untuk memperkenalkan diri dan menyombongkan diri. ia hanya seorag penakut. Pengecut yang terbuang dari kehidupan.

Seperti biasa tanpa teman bicara, gadis itu melangkah menuju loker baris ketiga. Memutar kunci mengambil beberapa buku yang hendak ia bawa kekelas berikutnya. Ia hanya menghela nafas sambil menahan kantuk. Entah apa yang ia lakukan hingga jam 2 dini hari ia baru sanggup memejamkan mata dan menikmati tidur, ia bukan tipe orang pemalas hingga tepat jam lima ia sudah membuka mata dan menjalani aktifitas paginya.

Insomnia, penyakit ?, tidak, itu hanya kebiasaan yang dapat menggemukkan badan. Dan belum pernah ada pada riwayat kesehatannya kata kata Insomnia itu. bisa disimpulkan bahwa bukan itu ynag membuatnya terjaga hingga jam 2 dini hari.

Gadis itu melangkahakan kakinya kepojok belakang, tempat dimana ia selalu menyendiri dengan buku buku tebalnya. Ia menyiapkan segala alat tulisnya, meletakkan pulpen, pensil, penghapus sesuai dengan ketinggian dengan cermat layaknya seorang idiot yang tak sanggup membedakan mana yang menurut orang orang wajar dilakukan.

Suara pintu kelas terbuka perlahan, pasti guru betampang cantik itu sanggup membius para siswa lelaki dikelasnya. Guru bahasa, ia bahkan lebih cantik dari seorang model korea. Dan ia akui gurunya itu luar biasa memesona. Tanpa ia sadari , ketika ia mulai meletakkan kepalanya diatas meja tanpa memperhatikan guru yang luar biasa cantik (juga pembunuh itu) adalah suatu bom bunuh diri yang menurutnya adalah hal yang terburuk sepanjang sejarah hidupnya. Tentu! . tapi matanya sama seklai tak ada kompromi, semenit saja dirinya sudah kealam mimpi,

“tuk”

Gadis itu henya menggeliat pelan, mengacuhkan ketukan ringan itu. dan kembali terpejam dalam alam mimpinya yang sama sekali tak bisa diganggu gugat.

“pletak”

Kini gadis berponi itu membuka matanya lebar lebar sambil mencari asal muasal ketukan keras dikepalnya. Tentu gadis itu sudah menebak. Dan inilah hal terburuk sejarah sekolahnya selama 12 tahun lebih.

“KELUAR, PEGANG TELINGA HINGGA IBU SELESAI MENGAJAR !!!”

Mau tak mau .teriakan muka cantik nan garang itu membuatnya semakin bergidig ngeri. secara reflek ia berdiri sambil membungkuk 45 derajat hingga seluruh wajahnya tertutup helaian lembut rambut kemerahannya. Ia terlalu takut untuk melihat suasana kelas yang menurutnya seperti tahanan itu, walau ia tak yakin bahwa tahanan itu sebegitu bebasnya seperti ini. Tapi ia cukup yakin bahwa tahanan lebih mengerikan.

Beberapa kasak kusuk membuatnya ingin menahan napas, ia membuka pelan pintu sambil berjalan perlahan melaksanakan hukuman yang diberikan oleh guru bahasan itu. Sambil melangkah menatap sepatunya sendiri yang cukup kumal karena lebih dari 1 bulan ia belum mencucinnya.  ia menempatkan diri, memegang daun telinganya hingga pelajaran ibu guru cantik itu selesai, cukup hanya itukan. Ini lebih menyenangkan!

Lagi pula nilai plus dari hukuman yaitu ia tak perlu memahami tentang pelajarang teks teks yang mebingungkan serta membuat kantuk itu. ayolah! Ambil sisi positivenya..

“haah…”

Helaan nafas, ia yakin bahwa ia sama sekali tak menghembuskan nafas seberat itu, apalagi ia mempunyai riwayat asma bisa bisa ia mati jika menghela nafas seberat itu, ia menoleh kesamping. Lelaki asing sedang melakukan posisi yang sama dengannya, jarak 1 meter mungkin dari tempatnya berdiri . Gadis itu memandang lelaki asing itu, ia tak pernah merasa mempunyai teman berwajah seperti itu. wajah konyol dengan kedua mata bulat yang membuatnya seperti….. ikan ?..

presepsi yang aneh.-.-

Ia kembali serius menghayati keheningan dengan suara desiran angin yang lebh mendominasi ketimbang suara ramainya kelas kosong di sekolah itu. sekolah penuh tekanan juga perjuangan. Apalagi jejeran murid kelas 12 yang sebentar lagi akan mengikuti ujian masuk universitas. Itu lebih buruk ketimbanga ujian kelulusan.

“tap” desau angin berubah selama beberapa detik. Curiga, gadis itu menoleh kesamping. Kini jarak antaranya dan murid lelaki itu tak lebih dari 75 centimeter. Entah apa yang membuatnya berfikir demikian. Mungkin karena kepalanya yang semakin membesar (?) atau hanya ilusi matanya sejenak ?

“tap” untuk kedua kalinya kini tak lebih dari 50 cm. Gadis itu mengrenyit heran berusaha memahami gerakan lembut yang lelaki itu lakukan sehingga membuat mereka berjarak lebih dekat seperti itu.

Gerakan tiba tiba, pria itu menurunkan tangannya dan menjulurkannya kearah gadis itu, sambil tersenyum pelan menampilkan senyum konyolnya yang seperti anak kecil. Sangat lucu, menjengkelkan juga menggemaskan.

“hai,,, namaku park chanyeol…”

gadis itu mendelik menatap chanyeol (lelaki itu ) dari atas yang membuatnya harus mendangak, hingga bawah. Mencoba mengenali siapa lelaki jakung itu dengan seksama. Wajahnya bisa dibilang tampan juga menggemaskan. Tapi memiliki suara manly yang membuat setiap wanita takluk. Presepsi kedua darinya.

“aku murid baru dikelasmu, salam kenal..” ucap pria itu ramah dan hangat walau suara beratnya yang  menggema, tak menyurutkan hangat yang dipancarkan oleh senyum cerah lelaki itu.

Dengan perlahan dan ragu gadis itu menurunkan tangannya dari daun telinganya, menyambut uluran tangan itu dengan sedikit gemetar karena takut dan lupa bagaimana cara untuk berkenalan dengan baik. Gadis itu mendangak. Menatap kedua mata bulat milik pria itu. dengan tergagap ia mulai berbicara.

“H..Hai, Aku .. Stephany H..Hwang..”  ucapnya

Kedua mata chanyeol membulat. Menyadari nama yang disandang gadis itu bukan nama yang biasa. nama yang begitu asing untuk daerah yang penuh dengan kebudayaan atau keterbatasan nama seperti Korea (yang biasanya didominasi dengan kata Kim dan Lee). Tempat dimana ia berpijak saat ini.

“kau orang dari barat ?” ucap pria itu.

Tiffany mengangguk pelan. sebelum ia mencerna dari barat apakah dari bagian barat seoul atau dari negeri barat (?)..  pria itu memandang takjub tiffany. walau ia yakin bahwa wajahnya dominan wajah korea. Tetapi tetap saja aura kebaratan tetap memancar dari wajah blasteran miliknya itu.

“berarti kau bisa bahasa inggris dengan lancar, lalu kenapa kau pindah kesini ? bukankah amerika itu tempat yang nyaman, juga bebas, hei kau tinggal dimana ? san fransisco atau dekat pantai Malibu? Berarti kau kau pernah melihat Tulisan HOLLYWOOD yang besar jika kau tinggal di California………. “ dan beribu pernyataan lainnya.

Tanpa ia sadari seulas senyum terbentuk dengan sempurna diwajahnya. Rasa aneh yang membuatnya terus merasa nyaman dengan beribu pertanyaan yang biasanya ia acuhkan begitu saja. Kini ia mendengarnya dengan baik baik. Menjawabnya seperti orang menjawab soal dengan teliti.

Jadi begini rasanya pertama berkenalan…

 

GS™

 

Ia kembali mencubit pipi pria bermata bulat itu. ia berusaha menahan tawa yang mungkin saja menggema dan dapat  membuat guru cantik keluar lalu menghukum mereka lebih berat. Tetapi, ia benar benar ingin menikmati saat saat menyenangkan ini, 15 menit berlalu sejak pria bermata bulat itu mengucapkan kata ‘Hai’ dengan hangat. Kini keduanya sedang bermain, melupakan hukuman yang membuat mereka bertemu.

“brak”

pintu kelas terbuka. Keduanya tergagap mencoba berdiri dan membenahi posisi. Tetapi terlanjur, kedua anak manusia itu tertangkap basah menyelewengkan hukuman guru yang terkenal  paling mengerikan itu. dengan pandangan geram guru muda itu melangkahkan kakinya menuju tempat kedua anak manusia itu dihukum, hendak menghujami mereka dengan pernyataan pedas yang menyakitkan.

Tiffany, gadis itu menunduk dalam dalam ketika komentar pedas itu terucap dengna begitu lantang, begitu pula lelaki disampingnya yang hanya memandang keluar jendela dengan tatapan kosong seakan menganggap komentar pedas itu hanyalah lalu lalang angin. Tiffany sesekali mencoba ingin menyahut rentetan kalimat ‘pembunuh’ itu. tetapi seperti biasa dirinya hanya seorang pengecut tidak lebih.

Setelah rentetah kalimat itu terucap, dan guru cantik itu menyuruh keduanya melanjutkan hukumannya (kali ini dengan satu kaki terangkat) hendak masuk kekelas mulai mengajar lagi, Chanyeol berbisik pelan kepadanya. Suatu rencana spektakuler yang menejerumuskan ke situasi yang mungkin lebih meanantang juga mengerikan.

Gadis itu menimang, sedangkan guru cantik masih curiga terhadap keduanya dan menahan gagang pintu kelas sejenak. Pria itu menghitung dengan suara bisikan yang dapat terdengar oleh guru itu.

 

“satu..”

“dua..”

“tiga!!”

 

tangan gadis itu tertarik oleh tenaga pria itu, teriakan menggema dilorong yang tersoroti sinar musim panas, ini adalah awal masa kelas 12 nya. Sangat indah.. lebih indah dari dugaannya.  Ia menoleh kebelakang, rambut kemerahannya tersibak pelan. ia dapat melihat guru cantik itu berusaha mengejar mereka dengan heels setinggi tiang dan terlunta lunta. Ia terkekeh, lalu memutar pandangannya, didepannya.

lelaki itu menarik tanagnnya dengan lembut. ia  Berusaha menyamai langkah panjang pria jenjang itu. tanpa lelah ia terus berlari… ia merasa lebih bahagia sekarang. Ternyata begini rasanya punya seorang teman, entah sejak kapan ia terakhir kali merasakan keindahan pertemanan,…

 

 

“Ayo lari lebih Cepat!!”

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Dan Gadis itu hanya tersenyum tipis.

Semua berawal dari kata Hai bukan ?

 

……………

…TBC…

Author Note : Requestan pertama dari temenku. Sumpah ini jalan cerita sebenernya terlalu umum bukan ?. setelah berbulan bulan ilang hanya mau munculin satu ef ef gaje kayak gini. Maaf banget aku gk bisa terlalu produktif.T.T.. Ini aku coba bikin ff Chaptered, walo belum selesai pembuatannya aku harap ff ni bisa rampung. Mana ini pendek banget lagi-.-. au ah gelap!

26 thoughts on “Goodbye Summer (1) : Hello!

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s