[Freelance] Bracelet (Chapter 1)

Title                 : Bracelet (Chapter 1)

Author            : Soshikkum

Length            : Twoshot

Rating             : Teen

Genre              : Friendship

Main cast        : Hyoyeon – Sehun

Another cast   : Find it by your self

Pairing             : HyoHun

Desclimer        : FF ini asalnya dari ide yang muncul secara tiba-tiba dari pemikiran saya                              sendiri, dan                    terinspirasi dari bebrapa FF yang lain.

Author note    : Mian kalo agak aneh, this is my 1st😀. leave your comment juseyo~

:::::^^:::::

“Oh astaga, jam berapa sekarang? Aku terlambat!” ucap seorang gadis pada dirinya sendiri. Buru-buru ia mengenakan seragamnya, mengambil tas, memakai sepatu, dan tak lupa mengambil beberapa roti. Ia berlari menuju halte bus dekat rumahnya. “Sepertinya bus ini tau kalau aku terlambat, hufft untung saja kau datang tepat saat aku sampai halte.” Kata gadis itu lagi setelah ia memasuki bus.

Kriing Kriing

Bel Hanyang High School telah berbunyi menandakan sudah saatnya masuk jam pelajaran. Gadis itu sedikit berlari menyusuri lorong sekolah yang mulai sepi karena banyak murid sudah memasuki kelas mereka.

“Semoga Junmyeon Songsaenim belum masuk kelas, bisa mati aku jika terlambat 1 detik saja.” Gadis itu terus mengoceh.

Bruk!

“Aw!” gadis itu meringis kesakitan karena jatuh.

“Maafkan aku, aku sedang terburu-buru.” Lanjutnya.

Lalu orang yang ditabraknya tadi bangun dari tempat ia terjatuh.

“Tidak apa-apa.” Ucapnya singkat

“Aku tak pernah melihatmu sebelumnya. Apa kau anak baru disini?”

“Ne, aku baru disini.” Jawabnya dingin.

“Apa kau tau kelas XI C?” Tanyanya pada yeoja yang telah menabraknya.

“Tentu aku tau! Itukan kelasku. Mari kutunjukkan.”

“Hyoyeon, Kim hyoyeon.” Ucap yeoja itu sambil menyodorkan tangannya untuk berkenalan.

“Oh sehun, kau bisa memanggilku sehun.” Jawab namja yang bernama sehun tanpa membalas ajakan hyoyeon untuk berjabat tangan.

Sesampainya di kelas, Junmyeon sosaengnim sudah datang. Awalnya ia hendak marah pada hyoyeon karena ia terlambat, tapi karena ia melihat hyoyeon datang bersama anak baru itu ia mengurungkan niatnya.

“Kau terlambat? Cepat duduk di kursimu kim hyoyeon.” Ucapnya dengan nada kesal.

“N-ne sosaengnim.” Hyoyeon sedikit gugup namun ia lega karena ia tak dihukum seperti minggu lalu.

“Kau anak baru itu kan? Sekarang perkenalkan dirimu.”

Namja itu hanya membungkuk patuh. “Anyeonghaseyo, Oh sehun imnida, aku baru disini, jadi mohon bantuannya.”

“Anyeong~” balas semua siswa. Wajah tampan sehun membuat semua yeoja di kelas itu terkesima. Kecuali hyoyeon. Ia terlihat biasa saja. “Yeoja disini selalu saja begitu jika ada namja tampan.” Gumamnya.

“Baiklah oh sehun, kau duduk disana, dekat hyoyeon, yang datang bersamamu tadi.” Lagi-lagi sehun hanya menunduk patuh. Yeoja yang lain hanya bisa iri dengan hyoyeon. “beruntung sekali dia, sudah mengantarnya, bahkan sekarang menjadi teman sebangkunya.” Begitulah yang dipikiran yeoja-yeoja itu.

:::::^^:::::

Setelah sehun masuk ke kelasnya, meja hyoyeon sering sekali dikunjungi oleh yeoja-yeoja. Bukan karena ia ingin bertemu hyoyeon, tapi karena ingin berbicara pada sehun. Tapi sebelumnya? Teman sebangkupun tak ada.

“Lagi-lagi yeoja-yeoja itu selalu saja mengganggu. Apa mereka tak tau kalau aku selalu pusing mendengar mereka memuji namja dingin ini?” hyoyeon hanya bisa mencibir dalam hati.

Lalu bagaimana dengan sehun? tentu ia merasa sangat tidak nyaman dengan prilaku fansnya. “hey kim hyoyeon, bisakah kau katakan pada mereka untuk tidak mengerubungiku seperti semut yang mengerubungi gula?” ucapnya pada hyoyeon dengan berbisik.

“kau katakan saja sendiri, aku juga sudah lelah.” Katanya lalu menyandarakan punggungnya di kursi.

Setiap hari, selalu saja seperti itu. Baik hyoyeon maupun sehun juga sangat lelah.

Hyoyeon sebelumnya tidak pernah memiliki teman sebangku. Ia adalah anak yang  penyendiri, bukan karena tak bisa bersosialisasi, hanya saja ia tak suka dengan sikap anak-anak satu kelasnya, bahkan mungkin satu sekolahnya, khususnya para yeoja. Menurutnya mereka terlalu berlebihan jika sedang membicarakan namja. Biarpun begitu, hyoyeon merupakan salah satu yeoja yang  terkenal dikalangan namja. Wajahnya yang cantik, rambutnya yang indah, cerdas, kemampuan menarinya juga hebat, dan pribadi yang tidak mudah digoda, membuat hyoyeon menjadi tipe ideal banyak laki-laki.

:::::^^:::::

Sama-sama penyendiri, dan sama-sama tak suka dengan sikap yeoja-yeoja yang berlebihan, serta menjadi teman sebangku untuk pertama kalinya, membuat hyoyeon dan sehun menjadi dekat. Mereka sering pulang bersama karena rumah mereka berdekatan. Mereka juga sering terlihat berjalan di koridor bersama. Tentunya hal ini membuat iri murid lain, tidak hanya yeoja, namjapun begitu.

:::::^^:::::

Satu tahun sudah mereka menjadi dekat. Persahabatan antara sehun dan hyoyeon sudah sangat terkenal. Orang yang baru mengenal mereka biasanya akan menganggap mereka sebagai sepasang kekasih. Karena mereka selalu terlihat bahagia bersama. Jika hyoyeon tidak masuk, sehun pasti bagaikan tumbuhan tanpa oksigen dan air. Begitupun sebaliknya. Mereka saling melengkapi, melindungi, dan menyayangi.

Tak sedikit yang bertanya apakah mereka saling suka atau tidak. Tentu keduanya akan menjawabnya dengan gelengan kepala. Ya, hyoyeon dan sehun sama-sama tak memiliki perasaan yang melebihi sebagai sahabat.

:::::^^:::::

Hari-hari mereka lalui dengan canda dan tawa. Sehun dan hyoyeon.

Suatu hari mereka sedang duduk di bangku taman samping sekolah. Seperti biasa mereka menceritakan banyak hal.

“Kau tau sehun? Aku merindukan eomma dan appaku.” Hyoyeon tertunduk lemas. Sebagai sahabatnya, tentu sehun tak ingin melihat hyoyeon bersedih, ia merangkulnya dan berkata. “Oh ayolah kim hyoyeon, nanti pulang sekolah kita ke makam eomma dan appamu ne? tak perlu seperti itu, kau terlihat lebih jelek dari sebelumnya.” lalu ia tertawa. Hyoyeon yang kesal langsung memberikan serangannya pada sehun.

Pltak! Satu jitakan mulus mendarat di kepala sehun.

“Yaak! Appo! Apa yang kau lakukan?! Ishhh kau selalu saja!” ucap sehun kesal, lalu memasang wajah cemberut yang menurut orang lain sangat imut. Tapi menurut hyoyeon?

“Kau aneh oh sehun! hentikan wajah mengerikanmu itu!”

“Tapi semua orang menyukainya. Mengapa kau tidak? Dasar yeoja aneh.”

Begitu seterusnya, mereka saling mengatai satu sama lain. Tentunya itu hanya bercanda. Kata-kata itu membuat mereka menjadi sahabat yang semakin dekat.

:::::^^:::::

Sepulang sekolah, hyoyeon dan sehun pulang bersama, sebelumnya mereka pergi ke makam eomma dan appa hyoyeon.

Sesampainya, hyoyeon menangis sejadi-jadinya. Sehun hanya mampu merangkul sahabat satu-satunya itu. Sehun memang paling tidak bisa melihat sahabatnya menangis.

“Eomma, appa, kau tau? Aku membawa sehun. kalian tak perlu khawatir, ia akan selalu ada di sampingku.”

Orangtua hyoyeon memang baru meninggal 2 minggu yang lalu, dan mereka memang mengenal sehun.

ya, kim hyoyeon aku akan selalu menjagamu, akan selalu menjagamu.’ Batin sehun.

:::::^^:::::

Waktu terus berjalan. Tak terasa tiba saatnya mereka ujian akhir. Kedua sahabat ini selalu belajar bersama. Biasanya mereka akan belajar di rumah hyoyeon, dan eomma sehun akan membawakan makanan.

“hey pabo! Kau salah hitung, bukan begitu. Harusnya dibagi bukan dikali. Inikan soal mudah, mengapa kau tak bisa?!” bentak hyoyeon.

“ya! Aku tidak bodoh, aku hanya sedang tisak konsentrasi.” Jawab sehun lalu meletakkan kepalanya di pangkuan hyoyeon.

“hahahaha! Memang kau memikirkan apa? Apa anakmu sakit? Kau bahkan belum menikah. Jagankan menikah, yeojachingu-pun tak ada wahahahahaha!”

“Aish! Mengapa kau sangat menyebalkan?” gerutu sehun masih dengan posisinya.

“Hyo..” panggil sehun. Hyoyeon hanya melihat sehun yang masih dipangkuannya. “Setelah kita lulus kau ingin kuliah dimana?”

Pertanyaan itu membuat hyoyeon berpikir dan sedikit sesak. Hal itu memang selalu melintas di otaknya. Bukan permasalah kuliah, tapi permasalah sebelum kuliah. Perpisahan. Ya, kata-kata itulah yang membuat hyoyeon takut. “Ada apa?” tanya sehun lagi. “T-tidak.” Jawab hyoyeon gugup. Sehun duduk di hadapan hyoyeon. “Aku tau, kau tak mau ditinggal oleh sahabatmu yang paling  tampan dan imut inikan?” kata-kata sehun sukses membuat hyoyeon jengkel besar.

aku tau hyo, kau tak mau aku meninggalkanmu. Aku juga begitu. Bagiku kau adalah segalanya. Aku harap aku dapat selalu menjagamu.

:::::^^:::::

Ujian akhir mereka lewati dengan lancar. Saatnya pesta perpisahan. Semua siswa Hanyang Highschool sudah bersiap ke aula sekolah untuk pesta. Tapi tidak dengan hyoyeon. Ia masih berada di kamarnya. Ia menangis seperti saat orangtuanya meninggal.

– Hyoyeon pov –

Ya tuhan mengapa rasanya sangat sesak. Tak pernah kurasakan perpisahan yang begitu menyesakkan selain saat orangtuaku pergi. Kumohon buatlah aku kuat. Kumohon.

Ting tong

Bel rumahku berbunyi, cepat-cepat aku menghapus air mataku, lalu mencuci mukaku. Kubuka pintu dan kulihat sehun sudah ada disana.

“Kenapa belum bersiap-siap?” tanyanya padaku. Ia memakai tuxedo, sangat cocok ditubuhnya yang tinggi.

“Sepertinya aku tidak ikut, aku tidak enak badan sehun, kau pergi saja dengan yang lain, maafkan aku.” Tanpa menatapnya lagi, aku menutup pintuku. Namun sesuatu menahanku. Kubalikkan tubuhku dan melihat sehun menahan gagang pintuku.

Sehun kumohon jangan buat aku menangis lagi. Kumohon lepaskan pintuku. Aku tak bisa. Air mataku sudah meluncur bebas dipipiku ini. “Aku tau ini akan terjadi hyo.” Tangan hangatnya yang selalu memelukku disaat aku rapuh seperti ini, ia memelukku. Lagi dan lagi.

Aku menangis cukup lama didalam pelukannya. “Aku tak suka perpisahan sehun, aku tak mau.” Ucapku lirih. Ia hanya menepuk-nepuk punggungku.

– Hyoyeon pov end –

– Author pov –

“Hey, aku tak akan meninggalkanmu kim hyoyeon, tak perlu menangis seperti ini.” Sebenarnya hati sehun juga sama sakitnya dengan hyoyeon, tapi ia tak mau memperburuk suasana.

:::::^^:::::

Setelah dibujuk oleh sehun, akhirnya hyoyeon mau pergi ke pesta perpisahan sekolahnya.

“Aku sudah selesai.” Suara hyoyeon membuat sehun langsung menengok ke arahnya.

Sesaat jantung sehun berdetak tak karuan, mulutnya seolah terkunci, matanya sangat fokus melihat hyoyeon. “Hey kau tak apa? Mengapa melihatku seperti melihat hantu?” hyoyeon mengibaskan tangannya di depan wajah sehun. “O-oh t-tidak, hanya saja k-kau terlihat berbeda hyo.” Tanpa berlama-lama sehun langsung menarik hyoyeon menuju mobilnya.

Di acara itu, mereka menjadi perhatian banyak siswa. Bagaimana tidak, sedari tadi sehun tidak pernah melepaskan tangannya dari tangan hyoyeon. Selain itu, wajah tampan sehun sangat cocok berpadu dengan tuxedo yang ia kenakan. Yeoja manapun akan meleleh me-lihatnya. Tak berbeda, hyoyeon yang mengenakan dress putih dengan motif biru dibawahnya dan rambut yang digerai memberikan kesan natural yang cantik.

Acara itu sukses dan semua siswa berhamburan keluar untuk pulang.

:::::^^:::::

Sebuah pesan singkat masuk ke hp hyoyeon.

From  : Sehun

Hyo, bisakah kau ke cafe dekat danau? Aku ingin bertemu denganmu.

Kata-kata itu sukses membuat hyoyeon yang baru terbangun dari tidurnya membuka mata dan dengan buru-buru ia merapihkan diri. Dalam waktu kurang dari 10 menit ia sudah siap.

Sesampainya, ia melihat sehun tengah duduk di kursi dekat jendela. Sehun yang melihatnya langsung tersenyum.

“Kau mau bicara apa?” tanya hyoyeon saat sudah duduk di hadapan sehun. “Eumm begini hyo, appaku menyuruhku sekolah di jepang dan…” sehun tak bisa melanjutkan kata-katanya karena ia mendengar isakan dari hyoyeon.

“K-kau tau sehun bahwa aku tak memiliki siapapun disini, kenapa kau meninggalkanku?” ucapnya sambil terus terisak. Sehun yang tak tega langsung mensejajarkan diri disamping hyoyeon dan menghapus air matanya. “Hyo, jika bukan appaku yang memintanya, aku juga tak ingin meninggalkanmu, tapi kau tau bagaimana keras kepalanya dia.”

Hyoyeon terdiam. Ia berusaha berfikir dengan jernih ‘kau tak boleh egois kim hyoyeon, sahabatmu sudah banyak meluangkan waktunya untukmu, sekarang waktunya ia melanjutkan pendidikannya, kau tak boleh egois’. Hyoyeon menarik nafas panjang, lalu menepuk pundak sehun. “Pergilah, lanjutkan studimu.” Ucapnya seraya tersenyum tipis. Tanpa pikir panjang sehun langsung memeluknya. “Terimakasih hyo, aku janji akan kembali dan membawa kesuksesanku. Aku janji.”

:::::^^:::::

Incheon International Airport

Pagi ini hyoyeon serta eomma dan appa sehun mengantarkan sehun ke bandara.

“Jaga dirimu baik-baik nak.” Ucap Ny. Oh pada anaknya. “Ne eomma, aku akan baik-baik disana.”

“Jangan cari masalah dengan orang lain, kau mengerti?” tambah Tn. Oh. “Ne appa.”

Sehun menoleh ke arah hyoyeon yang dari tadi tak bebrbicara sedikitpun. Hyoyeon yang menyadari itu hanya tersenyum. “Kau tak ingin mengucapkan salam pada sahabtmu yang tampan ini heoh?” sejujurnya dalam hati sehun, melihat sahabatnya seperti ini sungguh menyesakkan, tapi apa boleh buat? Ia harus tetap melanjutkan studinya.

“Yak! Kau terlalu percaya diri oh sehun.” jawab hyoyeon. ‘kau memang selalu membuatku tersenyum sehun, aku akan sangat merindukanmu.’

Tiba-tiba sehun sudah memeluk sahabatnya. “Aku akan sangat merindukanmu hyo, sangat.” Bisiknya.

“Hey apa sahabatku menangis? Ayolah kau bukan sehun yang kukenal. Sehun yang kukenal tak pernah menangis.” Ucap hyoyeon saat menyadari setets airmata membasahi pundaknya. Ia berusaha menenangkan sehun walau seharusnya dialah yang harus ditenangkan.

Sehun mengambil sebuah kotak dari sakunya. “Hyo, ini untukmu, jika kau rindu padaku genggam saja ini.” Ia membuka kotak itu. Berisi gelang yang dilapisi emas putih dengan hiasan yang indah. Sehun memakaikan gelang itu pada hyoyeon, lalu memeluknya lagi. “Jangan lupakan aku, kembalilah dengan kesuksesanmu sehun.”

Pelukan mereka buyar karena mendengar pengumuman bahwa pesawat sehun akan segera pergi.

Hyoyeon menatap kepergian sehun. ‘Berjanjilah kau akan kembali oh sehun, aku akan selalu menunggumu. Berjanjilah kembali sebagai sehun yang selalu membuatku tersenyum.

TBC

—–

Akhirnya chapter 1 ini selesai juga, gimana? Aneh ya? Kepanjangan? Mian kalo ga memuaskan. Maklum baru pertama. Hehehehe. Mian juga kalo kata-katanya agak aneh. Sistem kebut sehari. Mumpung libur dan ga ada kerjaan. Leave a comment juseyo ^^. KRITIK dan SARAN sangat DIBUTUHKAN.

16 thoughts on “[Freelance] Bracelet (Chapter 1)

  1. Udah gak ngerti mau ngomong apa;””””))
    Pokoknya ngena banget yaallah;””””) keren bangedhhhh
    Ceritanya ngena banget, tapi awalnya kurang pas;”””3
    Cepet dilanjutin ya thor^^
    Ditunggu secepatnya^^

    • aku tersanjung (?) hehehe makasih banyak buat kritiknya, mohon dimaklumi ya ~_~ ditunggu saja😉 lg dlm proses kok. thanks udh komen😀

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s