[Freelance] Please, Comeback (Chapter 3 of Leave Me Alone)

please comeback [chapter 3 of leave me alone]

Please, Comeback
[Chapter 3 of Leave Me Alone]

Author : Rn
Length : Chaptered [3 of ?]
Rating : PG-13
Genre : Sad, romance, school-life
Main Cast : Kim Taeyeon | Oh Se Hun
Other Cast :
Tiffany [snsd]
Jessica [snsd]
Chanyeol [exo-k]
Suho [exo-k]
D.O [exo-k]
Luhan [exo-m]
Tao [exo-m]
Disclaimer : All the cast not belong to me. The story and the plot is Mine. The storyline really from my own thoughts. So, no copy-paste, don’t bash, don’t be a siders.
Author Note : akhirnya selesai juga chapter 3 dari ff ini. Mian kelamaan, di chapter 3 ini judul ff aku ubah, soalnya setelah aku pikir-pikir, ceritanya jadi gak nyambung gitu sama judulnya, kali ini gak bakal banyak ngomong. Langsung aja.

Already posted in www.purpleblue05.wordpress.com

Warning : Typo!-_-

Happy Reading😀

-Leave Me Alone-

Sehun yang telah resmi menjadi kekasih Taeyeon, segera meluruskan niatnya untuk pergi bersama taeyeon ke sekolah. Dengan cepat ia mengemudikan mobilnya, agar ia dapat lebih cepat dibanding taeyeon, berhubung ia sama sekali tidak memberi tau taeyeon bahwa ia akan menjemput taeyeon.

Jauhnya jarak rumah sehun dan taeyeon, membuat sehun segera melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Setelah menyusuri jalan, akhirnya ia sampai tepat di rumah taeyeon. Tak lupa ia siapkan sebucket bunga untuk taeyeon sebelum akhirnya ia keluar dari mobilnya.

Perlahan ia mengetuk pintu rumah taeyeon. Nampak seorang wanita berdiri tepat di depan sehun begitu pintu terbuka, wanita itu tidak lain dan tidak bukan adalah eomma taeyeon.

“Annyeonghaseyo ahjumma..” kata sehun ramah lalu membungkukkan tubuhnya 90 derajat.

“Ne, Nuguseyo ?” Kata wanita itu.

“Sehun imnida, aku teman taeyeon. Taeyeon sudah berangkat ?” tanya sehun.

“Aniya.. Tunggu, dia sedang siap-siap. Tidak ingin masuk ?” katanya lagi.

“Ne ahjumma. Tak usah, khamsahamnida.” Kata sehun sambil tersenyum.

Perlahan eomma taeyeon mulai meninggalkan sehun dan segera memanggil taeyeon yang sejak tadi belum turun ke lantai bawah rumahnya.

“Taeyeon!” teriak eomma taeyeon

“Ne eomma ? sebentar lagi.”

Setelah cukup lama menunggu, akhirnya taeyeon turun.

“Taeyeon, ada yang sedang menunggumu diluar.” Kata eomma taeyeon.

“Nugu ?”

“Kalau tidak salah, tadi dia bilang namanya sehun. Dia temanmu ?”

“Sehun ? aniya, dia namjachinguku eomma.” Kata taeyeon malu.

“Mwo ? hahaha, ternyata anak eomma sudah punya kekasih.” Kata eomma taeyeon sambil tertawa.

Mendengar perkataan eomma nya, taeyeon hanya tersenyum, dan tanpa disadari pipinya mulai memerah.

“Ehm.. aku langsung berangkat saja.” Kata taeyeon sambil berlalu meninggalkan tempat ia berdiri sekarang.

“Kau tidak sarapan ?” teriak eomma taeyeon.

“Tak usah.” Kata taeyeon.

Begitu taeyeon keluar dari pintu, nampak sehun yang tengah menyadarkan diri di mobil, sambil melipat kedua tangan di depan dada.

“Sehun-ah.” Kata taeyeon begitu sampai tepat di depan sehun.

“Annyeong chagi-ya.” Kata sehun sambil meluruskan kedua tangannya yang tengah memegang sebuket bunga.

“Annyeong! Hahaha, kau seperti anak kecil saja.” Kata taeyeon sambil tertawa.

“Mwo ? anak kecil ?” Sontak kata-kata taeyeon membuat sehun kesal.

“Ya, anak kecil.” Karena kesal, sehun langsung memasuki mobilnya tanpa memperdulikan taeyeon.

“Hey!” kata taeyeon sambil menepuk-nepuk kaca mobil sehun.

“Wae ?” kata sehun dingin, begitu kaca mobilnya terbuka.

“Kau tidak memperbolehkanku masuk ? atau kau datang kesini sekedar memberikan bunga itu ?” tanya taeyeon bingung.

“masuk.” Kata sehun singkat.

Taeyeon segera memasuki mobil sehun. Dan setelahnya sehun segera melajukan mobilnya. Tak ada yang mengeluarkan suara sedikit pun. Sehun sibuk mengemudikan mobilnya tanpa sedikitpun bicara atau menoleh ke arah taeyeon. Suasana tersebut bertahan hingga keduanya sampai di sekolah.

“Sehun-ah.” Kata taeyeon pelan.

“Hmm ?” kata sehun.

“Gwaenchana ? kau marah ?” kata taeyeon.

Tak ada respon dari sehun. Taeyeon yang melihatnya semakin bingung.

“bunga ini untukku bukan ?” tanya taeyeon.

“Siapa lagi ?” tanya sehun datar.

“Mianhae sehun-ah.” Kata taeyeon sambil menundukkan kepalanya.

“Ne.” Kata sehun.

“Jangan pasang tampang itu didepanku. kau kelihatan jelek dengan tampang seperti itu.” Kata taeyeon sambil menahan tawanya dan berlari keluar dari mobil sehun.

“Mwo ?! awas kau!” kata sehun lalu berlali mengerjar taeyeon.

Sehun terus mengejar taeyeon. Keduanya kini menjadi pusat perhatian orang-orang yang berada di koridor waktu itu. Seluruh pandangan kini tertuju pada mereka. Begitupun penglihatan kelima namja –luhan,suho, chanyeol, kyungsoo, tao-.

“Hahaha.. kena juga dia. Sudah kubilang dia juga akan suka dengan taeyeon noona.” Kata tao sambil menarik salah satu sudut bibirnya.

Beberapa dari mereka pun tertawa, namun tidak dengan suho, ia malah cemburu melihat sehun yang kini tengah kejar-kejaran bersama taeyeon. Dan akhirnya suho memutuskan untuk mengikuti keduanya.

Di sisi lain sehun dan taeyeon terus saja saling mengejar. Hingga akhirnya taeyeon tak dapat lagi berlari karena saat ini ia telah berada di dekapan sehun.

“Kau membuatku lelah.” Kata sehun.

“Mianhae.” Kata taeyeon.

Suho yang melihat pemandangan itu, sedikit merasa cemburu, hingga ia memutuskan untuk memanggil sehun, sekedar agar keduanya berhenti berpelukan.

“Sehun-ah!” teriak suho.

Sehun yang mendengar teriakan tersebut segera melepaskan pelukannya pada taeyeon dan mengedarkan pandangannya ke segala arah. Begitu ia melihat suho yang sejak tadi memanggilnya, dengan cepat ia menghampiri suho.

“Suho memanggilku. Kalau begitu aku pergi dulu. Pulang nanti aku ingin pulang lagi bersamamu.” Kata sehun lalu pergi meninggalkan taeyeon.

Begitu sampai tepat di hadapan suho, sehun segera menanyakan maksud suho memanggilnya.

“Wae ?” kata sehun.

“Kau berpacaran dengan taeyeon noona?” tanya suho penasaran.

“Ehmm… ne.” Kata sehun.

“Mwo ?! Jeongmal ? kau tak berbohong kan ?” kata suho tak percaya.

“aku tak berbohong.” Kata sehun singkat.

Sesaat kemudian terdengar suara tertawaan suho, yang cukup membuat sehun kesal.

“Wae ? kenapa kau tertawa ?” kata sehun sambil mengangkat salah satu alisnya.

“Kena kau sehun-ah. Dari dulu aku, dan yang lainnya tidak pernah percaya bahwa kau tidak akan menyukai taeyeon noona. Dan buktinya ?” kata suho sambil tertawa.

Sehun hanya tersenyum malu.

-o0o-

Waktu istirahat tiba, semuanya langsung mengarah ke kantin, sekedar untuk melepaskan kelelahan mereka, karena baru-baru saja otak mereka harus ditampung dengan berbagai materi pelajaran.

Sehun segera keluar dari kelasnya, dan langsung bergegas ke kelas taeyeon. Disusurinya koridor, hingga akhirnya ia sampai tepat di depan kelas taeyeon. Dia edarkan pandangannya, untuk mencari sosok yeoja yang sejak tadi ia cari. Dan benar saja, didalam sana masih nampak seorang yeoja yang sedang memutar balik halaman buku yang tidak lain dan tidak bukan adalah taeyeon.

“Noona..” Kata sehun pelan, taeyeon yang sedang sibuk memutar balik halaman, tiba-tiba dikagetkan dengan suara sehun.

“Huh, kau mengagetkanku saja.” Kata taeyeon sambil menghela nafas kasar.

“Kau tidak makan ? Kau tidak istirahat ?” Kata sehun lalu duduk di salah satu kursi kelas disamping taeyeon.

“Ani.” Kata taeyeon singkat.

“Kalau kau tidak makan, Nanti kau sakit.” Kata sehun sambil membujuk taeyeon.

“Aku sedang tidak selera makan sehun-ah.” Kata taeyeon.

“Ayolah noona, kau tidak mau kan seperti kejadian tempo hari, ketika kau pingsan di koridor. Seandainya aku tidak ada, mungkin kau hanya akan tergeletak lemah disana.” Jelas sehun.

“Tapi, aku benar-benar tidak selera makan saat ini.” Kata taeyeon.

“Jika begitu, aku akan ke kantin lalu membawakanmu makanan. Kau harus makan noona.” Kata sehun sambil berjalan keluar dari kelas.

“Lakukan saja.” Kata taeyeon singkat.

-o0o-

Setelah cukup lama menunggu kedatangan sehun, akhirnya sehun datang juga. Namja itu -sehun- membawa beberapa makanan. Diletakannya makanan itu diatas meja. Lalu beralih memandang taeyeon.

“Makan ini. Jebal..” Kata sehun sembari membujuk taeyeon.

“Tidak mau!” Tegas taeyeon.

“Kalau begitu aku akan menyuapimu. Silahkan kau pilih, kau ingin terlihat seperti anak kecil dihadapanku, atau sebaliknya.” Kata sehun lagi.

“Baiklah.” Kata taeyeon sambil menghela nafasnya.

Sehun yang melihatnya segera memasang senyum kemenangan di bibirnya.

-o0o-

Kring.. Kring..

Bel berbunyi, tanda agar seluruh mahasiswa memasuki kelas masing-masing. Sehun segera keluar dari kelas taeyeon. Lalu berlari mengarah ke kelasnya.

Begitu sampai di kelasnya, dengan langkah pelan ia berjalan ke kursinya. Agar dosennya yang tengah membelakangi para murid tidak melihatnya. Chanyeol yang duduk bersampingan dengan sehun segera merespon kedatangan sehun.

“Sehun-ah, kemana saja kau ?” Bisik chanyeol.

“Kelas taeyeon noona.” Kata sehun singkat.

“Mwo ? Untuk apa kau kesana ?” Tanya chanyeol.

“Apakah tidak boleh aku mengunjungi yeojachinguku ?” Kata sehun.

“Tapi, kau harus tau waktu sehun-ah.” Kata chanyeol.

“Ya..ya..” Kata sehun tidak peduli.

“Hmm.. Kau ini.” Kata chanyeol kesal.

Sehun tak merespon, ia malah memfokuskan pandangan ke arah papan tulis.

Perlahan dosennya membalikkan tubuh ke arah seluruh mahasiswa, sesaat setelah ia selesai menuliskan beberapa materi di papan tulis.

“Perhatian!” Tegas dosennya.

Semua yang mendengarnya tersontak kaget, dengan cepat mereka mengangkat kepala mereka lurus pada dosennya.

“Sehun” kata dosen itu pelan.

“Ne ?” Jawab sehun santai.

“Berdiri. Lalu pergi ke dekat pintu kelas! Sekarang!” Bentak dosennya.

“Mwo ? Untuk apa ?” Kata sehun kaget.

“Kau kira saya tidak tau, kau terlambat!” Tegas dosennya lagi.

“Ne, baiklah.” Jawab sehun lalu beranjak lemas ke dekat pintu kelas.

Sehun segera mengambil tempat dibelakang pintu kelas. Hingga seluruh seisi kelas tak dapat melihatnya.

“Ahh, disini saja. Lagipula dia bilang di dekat pintu, ini pun dekat pintu. Jadi, itu tidak akan jadi masalah.” Ucap sehun santai.

Selama menjalani hukumannya, sehun hanya berdiri sambil memainkan ponselnya. Dan tanpa disadari taeyeon tidak sengaja lewat di dekat kelasnya.

“Sehun-ah.” Kata taeyeon tiba-tiba begitu ia menghampiri sehun.

“Ehmm.. Ne ? Noona ? Apa yang kau lakukan disini ?” Kata sehun begitu melihat taeyeon menghampiri nya.

“Tidak sengaja aku lewat disini. Aku mau kembali ke kelas. Tiba-tiba aku melihatmu berdiri disini. Kau dihukum ?” Tanya taeyeon.

“Ne, aku dihukum.” Kata sehun.

“Mwo ? Wae ?” Jawab taeyeon sambil mengedipkan matanya beberapa kali.

“Aku terlambat masuk. Ini semua karenamu, seaindainya kau mau makan. Aku tidak akan lama berada di kelasmu noona. Aku tidak akan lama membujukmu.” Jawab sehun kesal.

“Mianhae sehun-ah, lagipula kau juga yang salah, sudah kubilang aku tidak ingin makan, tapi kau terus saja menyuruhku.” Kata taeyeon tidak mau kalah.

“Hmm.. Kau yang salah noona” kata sehun.

“Kau!” Kata taeyeon dengan nada suara yang tinggi.

Sehun menghela nafasnya, ia tidak merespon taeyeon.

“Sehun-ah, kau marah ? Mianhae.” Sesal taeyeon.

“Ne, gwaenchana.” Jawab sehun sambil tersenyum lalu memeluk taeyeon erat.

Tanpa disadari, sejak keduanya saling mengeluarkan nada suara yang keras. Dosen yang sedang mengajar di kelas sehun, datang dan terus memperhatikan tingkah laku sehun dan taeyeon.

“Ya! Sehun, taeyeon! Apa yang kalian lakukan ?!” Bentak dosen itu.

Sehun dan taeyeon yang sama sekali tidak tau bahwa dosen tadi terus memperhatikan mereka tersentak kaget.

“Mi-mianhae..” Kata taeyeon dan sehun terbata-bata.

“Kami tidak——” perkataan taeyeon terputus, karena dosen itu kembali membentak mereka.

“Aaaa! Tak usah banyak bicara. Kalian saya beri hukuman. Pulang sekolah nanti, kalian harus membersihkan seluruh toilet sekolah!” Tegas dosen itu.

“MWO?!!” Sehun dan taeyeon tersentak kaget.

“Semuanya ?!” Kata sehun berusaha memastikan perkataan dosennya.

“Apakah yang saya katakan kurang jelas ?” Tanya dosen itu.

“Baiklah.” Jawab taeyeon dan sehun lemas.

“Taeyeon, kembali ke kelasmu.” Ucap dosen itu lagi.

“Ne.” Jawab taeyeon sambil berjalan menuju kelasnya.

-o0o-

Waktu pulang tiba, semuanya berbondong-bondong keluar dari gerbang, tapi tidak dengan sehun dan taeyeon, keduanya harus menjalani hukuman. Keduanya pun bergegas ke gudang, untuk mencari beberapa peralatan kebersihan. Setelah itu keduanya segera membersihkan salah satu toilet di koridor depan.

Keduanya saling bekerja sama, membersihkan toilet itu, taeyeon yang tidak kuat mengangkat seember besar air, tidak sengaja menjatuhkannya yang membuat sehun yang berada di hadapannya terkena air tadi walau tidak banyak.

“Ya! Noona! Apa yang kau lakukan ?!” Kata sehun kesal.

“Mianhae sehun-ah. Kau tau, ember tadi sangat berat.” Jawab taeyeon.

Sehun tak merespon ia malah memercikkan air ke wajah taeyeon. Karena merasa tidak terima dengan kejadian tadi. Apalagi seragamnya harus basah.

“Ku balas kau sehun-ah!” Kata taeyeon ikut kesal.

Keduanya pun saling berperang air. Saking asiknya, taeyeon sampai terpeleset di atas lantai toilet. Kejadian ini tentu membuat sehun khawatir, dan dengan cepat ia meraih tubuh taeyeon sebelum taeyeon terjatuh.

Sehun yang melakukan tindakan tadi, membuat keduanya kini, saling bertatapan. Taeyeon yang merasa pipinya mulai memerah, segera angkat bicara.

“Sehun-ah, k-e-napa kau menangkapku ?” Kata taeyeon sekenanya.

“Kau mau jatuh di lantai ? Baiklah.” Kata sehun lalu melepaskan tangannya dari tubuh taeyeon, yang membuat taeyeon kini benar-benar terjatuh.

“Aaaaa! Ya! Sehun-ah, kenapa kau menjatuhkanku ?” Pekik taeyeon.

“Kau yang menyuruhku.” Jawab sehun santai.

“Aku hanya bertanya sehun-ah!”

“Hehe, mianhae chagi.” Jawab sehun sambil tersenyum, lalu meraih tubuh taeyeon dan membawanya ke kursi koridor.

Begitu sampai, sehun segera menaikkan kedua kaki taeyeon dan meluruskannya. Tak lupa ia mengobati kaki taeyeon yang sakit karena kejadian tadi.

Taeyeon yang sebenarnya kesal dengan kejadian tadi, tiba-tiba luluh karena rasa perhatian sehun yang begitu besar padanya.

“Gomawo sehun-ah.” Kata taeyeon sambil tersenyum.

“Ne.” Jawab sehun sambil membalas senyuman taeyeon.

Karena merasa kelelahan, keduanya memutuskan untuk pulang, walau tugas mereka belum selesai. Sebelum mengantar taeyeon pulang, sehun terlebih dahulu mengajak taeyeon ke taman.

Keduanya pun duduk di salah satu kursi taman, sambil memerhatikan keadaan sekitar, dan sehun pun memulai pembicaraan mereka.

“Noona..” Kata sehun.

“Ne ?” Tanya taeyeon.

“Tak lama lagi noona lulus.. Noona, pasti akan meninggalkanku.” Kata sehun.

“Aniya sehun-ah, aku akan menetap di seoul. Aku tidak akan bekerja di luar negeri, aku harus melanjutkan perusahaan appa.” Kata taeyeon.

“Jinjja ?”

“Ne, sehun-ah.”

“Tapi, tetap saja, noona akan lebih sibuk dengan urusan pekerjaan.” Jawab sehun.

“Aku akan selalu menyempatkan waktuku untuk bertemu denganmu.” Kata taeyeon sambil tersenyum.

“Gomawo noona” kata sehun.

Penglihatan taeyeon tiba-tiba tertuju pada sebuah toko ice cream, karena ice cream salah satu kesukaannya.

“Sehun-ah.. Itu.” Kata taeyeon sambil menunjuk sebuah toko ice cream di seberang jalan.

“Kau mau ?” Tanya sehun.

“Ne, tunggu sebentar disini, aku ingin membelinya untukku dan untukmu.” Kata taeyeon lalu berjalan menuju toko tadi.

Setelah menunggu cukup lama, akhirnya taeyeon muncul sambil memegang 2 ice cream.

“Ini.” Saking semangatnya, taeyeon tidak tau, bahwa ketika ia memberikan salah satu ice cream itu, tanpa sengaja ice cream tadi mengenai bibir sehun.

“Taeyeon-ah.” Kata sehun sambil menghela nafasnya.

Taeyeon hanya terkekeh melihat bibir sehun yang penuh dengan noda ice cream. Dengan cepat ia mengambil sapu tangannya, lalu membersihkan mulut sehun. Sehun yang melihat taeyeon hanya tersenyum ke arah yeoja di hadapannya itu.

“kau sengaja kan membuat ice cream itu mengenai mulutku, agar kau bisa membersihkan mulut ku, dari noda ice cream.” Kata sehun, lalu sesaat kemudian tertawa.

“Mwo?! Kau terlalu percaya diri sehun-ah!” Ledek taeyeon.

“Memang benar.” Kata sehun santai.

Taeyeon hanya mendengus kesal, melihat tingkah laku namjachingunya itu. Satu hal dia sadari, ternyata sehun tidak seperti sehun yang sering ia lihat, seseorang yang dingin, cuek, seakan tidak peduli dengan apapun. Ternyata sehun adalah orang yang menyenangkan, namun sikap itu hanya sehun perlihatkan pada orang tertentu, seperti teman,keluarga, kekasih mungkin.

Setelah cukup lama berada di taman, keduanya pun memutuskan untuk pulang.

Setelah menyusuri jalan, sampailah keduanya di depan rumah taeyeon.

“Gomawo sehun-ah.” Kata taeyeon sambil mencubit pipi sehun

“Kau tau, itu sakit!” Kata sehun kesal.

Taeyeon hanya tertawa geli.

“Aku masuk. Ne ?” Sehun mengangguk

“Aku pulang dulu” jawab sehun.

“Ne.” Kata taeyeon.

-o0o-

Hari minggu disambut dengan ceria seorang sehun. Berhubung hari ini libur, ia ingin mengajak taeyeon, dengan cepat diraihnya ponsel miliknya yang ia letakkan di atas meja. Segera mencari nomor yeoja yang akan ia ajak pergi bersamanya.

“Yoboseyo, chagi ?” Kata sehun.

“Ne, sehun-ah ?” Jawab taeyeon di seberang sana.

“Aku ingin mengajakmu keliling kota seoul ? bisa ?” Tanya sehun.

“Mianhae sehun-ah, aku tidak bisa, aku harus belajar, besok aku ujian.” Jawab taeyeon.

“Aigoo! Aku lupa, baiklah lebih baik kau belajar saja. Hwaiting ne ?” Kata sehun.

“Ne sehun-ah, gomawo” kata taeyeon lalu memutuskan teleponnya dengan sehun.

Disisi lain, taeyeon kembali membaca buku mata pelajarannya.

“Hwaiting Ne ?” Kata-kata sehun itu terus terngiang di kepala taeyeon.

“Kau harus semangat taeyeon! Hwaiting.. Hwaiting!” Batin taeyeon.

-o0o-

Sudah beberapa hari ini, taeyeon dan sehun tidak pernah saling kontak. Mengirim pesan singkat saja tidak pernah, apalagi menghubungi. Sehun lakukan semua itu, karena ia tau, itu akan membuat taeyeon tidak fokus. Sehingga, sering kali ia urungkan niatnya untuk mengirim pesan atau menghubungi taeyeon.

Semua itu dia lakukan. Demi taeyeon, hanya taeyeon, yeoja yang sangat ia sayangi. Ia tidak ingin taeyeon tidak lulus karenanya.

-o0o-

Hari ini hari kelulusan taeyeon dengan teman seangkatannya. Tak lupa sehun hadir di hari itu. Acara kelulusan berlangsung dengan lancar. Dan bahagianya sehun ketika ia mendengar bahwa taeyeon 100% lulus, namun tetap saja terbesit perasaan sedih di dalam hatinya, karena harus setahun tanpa yeoja yang ia sayangi itu.

Sehun segera menghampiri taeyeon.

“Chukkhae noona!” Kata taeyeon sambil memeluk erat tubuh taeyeon.

“Gomawo sehun-ah.” Jawab taeyeon sambil membalas pelukan sehun.

“Kau berjanji kan akan tetap di seoul ?” Bisik sehun.

“Ne, aku janji.” Kata taeyeon lalu merenggangkan pelukannya.

-TBC-

Akhirnya selesai juga chapter 3 dari ff ini, mian kelamaan, alurnya kecepetan, feelnya gak dapet, dsb.

Don’t forget to leave your comment🙂

13 thoughts on “[Freelance] Please, Comeback (Chapter 3 of Leave Me Alone)

  1. Ff ini lama di post nya ya, sehingga agak lupa chapter sebelumnya._. Sehun ambekan ye duh anak mamih/? Aduh sehun sama taeyeon so sweet banget sih yaampun jadi iri deh/? Aduh sehun jangan syedih dulu dong mau ditinggal setahun sama taeyeon di kampus, walaupun pasti rasanya rindu banget yang penting taeyeon ga ninggalin selamanya kan yak/? Daebak thor ffnya, jangan lama2 lagi ya dipostnya (•́-̯•̀ )

  2. thooor ffnya pendek yaa T.T
    next chapnya agak dipanjangin dong#plak hehe
    ffnya tambah bagus deh thor, bahasanya jg enak(?) ga terlalu berat(?) ehehe
    next chapternya jangan lama2 yaa thor ><

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s